Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) Vol. No. 3 Agustus 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 52-62 DOI: https://doi. org/10. 55606/jimas. Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial Dalam Mempromosikan Produk Tempe Disaat Pandemi Covid-19 Devi Pitrianingsih1. Ika Ratnasari2. Dwy Epty Hidayati3. Santi Pratiwi Hari Sandi4 1,2,3,4Universitas Buana Perjuangan Karawang Korespondensi penulis: mn21. devipitrianingsih@mhs. epty@ubpkarawang. id3, santi. pertiwi@ubpkarawang. Abstract. In 2020 Indonesia is facing a pandemic situation due to the Corona Virus Disease 2019 (COVID-. outbreak which has a deep impact on various economic sectors, especially on Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. Digital marketing is currently one of the marketing strategies needed by business people in order to increase Digital marketing is increasingly showing its fangs and as one of the best solutions that can be used by business people to expand their business circle. The purpose of this article is to improve the ability or skills of MSME players in marketing products through online media. This method uses a descriptive approach with observative and by identifying trends in current consumers and consumer preferences for alternative foods. The result of this article is that in the face of increasingly fierce market competition, tempeh producers need to adopt innovative marketing strategies and use social media as the main tool to promote tempeh products. The conclusion is that by utilizing the power of social media, tempeh producers can expand their market reach, strengthen their brand, and increase consumer loyalty. The implication of the industrial visit is the importance of understanding and using social media as an effective marketing tool in the food industry, especially in promoting tempeh products. Keywords: Digital Marketing. MSMEs. Tempe Products. Covid-19 Abstrak. Pada tahun 2020 Indonesia sedang menghadapi situasi pandemi akibat adanya wabah Corona Virus Disease 2019 (COVID-. yang berdampak mendalam terhadap berbagai sektor ekonomi terutama pada Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM). Pemasaran digital saat ini menjadi salah satu strategi pemasaran yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis agar dapat meningkatkan penjualan . Pemasaran digital semakin menunjukan taringnya dan sebagai salah satu solusi terbaik yang bisadigunakan oleh pelaku bisnis untuk meluaskan lingkaran bisnisnya. Tujuan dari artikel ini untuk meningkatkan kemampuan atau skill pelaku UMKM dalam memasarkan produk melalui media online. Metode ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan observatif dan dengan cara mengidentifikasi tren pada konsumen saat ini dan preferensi konsumen terhadap makanan alternatif. Hasil dari artikel ini ialah dalam menghadapi persaingan pasar yang semakin ketat, produsen tempe perlu mengadopsi strategi pemasaran yang inovatif dan menggunakan media sosial sebagai alat utama untuk mempromosikan produk tempe. Kesimpulannya ialah dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, produsen tempe dapat memperluas jangkauan pasar, memperkuat merek, dan meningkatkan loyalitas konsumen. Implikasi dari kunjungan industri adalah pentingnya Received on April 07, 2023. Revised on Mei 02, 2023. Accepted Juni 20, 2023 * Devi Pitrianingsih, mn21. devipitrianingsih@mhs. Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial Dalam Mempromosikan Produk Tempe Disaat Pandemi Covid-19 pemahaman dan penggunaan yang baik terhadap media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif dalam industri makanan, khususnya dalam mempromosikan produk tempe. Kata kunci : Pemasaran Digital. UMKM. Produk Tempe. Covid-19 LATAR BELAKANG Perkembangan yang pesat pada teknologi, dunia digitaldan internet tentu mempengaruhi dunia pemasaran. Gaya pemasaran di dunia beralih dari yang semula konvensional . menjadi digital . Strategi pemasaran digital ini lebih prospektif karena memungkinkan para calon pelanggan potensial untuk memperoleh segala macam informasi mengenai produk dan bertransaksi melalui internet. digital adalah adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melaluimedia digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana misalnya jejaring sosial (Mavilinda et al. Cara pemasaran secara digital yang sering dimanfaatkan oleh pelaku usaha adalah dengan menggunakan media sosial (Suryanto & Megawati, 2. Pelaku Usaha Mikro Kecil serta Menengah (UMKM) adalah roda penggerak perekonomian Indonesia. Ketika berdiskusi tentang bisnis serta ekonomi, terlebih tentang dunia usaha terkadang kita dihadapkan pada satu sebutan yang sangat berfungsi terhadap perekonomian adalah UMKM (Priharto, 2. Tantangan yang sangat banyak dialami oleh pelaku UMKM pada saat pandemi COVID-19 adalah terdapatnya penurunan omzet yang signifikan, sepinya pelanggan, kesusahan memperoleh bahan baku, serta hambatan pemasaran produk sebab terdapatnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilaksanakan di sebagian besar daerah Indonesia. Saat ini pelaku UMKM dihadapkan pada masa tatanan baru serta kenormalan baru ataupun lebih diketahui dengan istilah New Normal yang diisyarati dengan dibukanya kembali kegiatan keseharian warga dengan dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan dari penyebaran pandemi Covid-19 (Narto & HM, 2. Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan penurunan permintaan terhadap produk makanan, termasuk tempe. Pembatasan sosial dan pengurangan mobilitas konsumen mengurangi aksesibilitas produk tempe di toko-toko fisik. Pembatasan perjalanan dan pengurangan operasional toko-toko makanan dapat menghambat distribusi produk tempe ke pasar. Pembatasan pemasaran offline. Kegiatan pemasaran tradisional, seperti JIMAS - VOLUME 2. NO. Agustus 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 52-62 pameran, degustasi, dan promosi langsung kepada konsumen, terbatas atau tidak mungkin dilakukan dalam situasi pandemi. Permasalahan paling utama pada pengrajin tempe yang kami kunjungi ialah dari strategi pemasarannya yang masih belum cukup luas dan belum menggunakan media online yang dimana dapat memperluas jaringan pasar. Hal ini dapat dilihat dari distribusi produk tempe mitra yang hanya mengandalkan pemasaran langsung ke Pasar Rengasdengklok. Tujuan dari dilaksanakannya kunjungan industri ini untuk memahami proses pada produk tempe dan juga strategi pemasaran yang dilakukan pada produk tempe serta meningkatkan kemampuan atau skill pelaku UMKM dalam memasarkan produk melalui media online. KAJIAN TEORITIS Tempe adalah makanan yang dibuat dari fermentasi terhadap biji kedelai atau beberapa bahan lain yang menggunakan beberapa jenis kapang Rhizopus, seperti Rhizopus oligosporus. Rhizopus oryzae. Rhizopus stolonifer . apang rot. , atau Rhizopus Sediaan fermentasi ini secara umum dikenal dengan Auragi tempeAy. Beberapa jenis nutrisi yang terkandung di dalam tempe yaitu vitamin B12, protein, kalsium, karbohidrat, serat, fosfor, dan lain Ae lain. (Putri Wahyuni Arnold et al. , 2. Covid-19 adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2(SARS-CoV-. dan termasuk dalam jenis bari Coronavirus (Susilo et al. , 2. Definisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdapat di dalam UndangUndang (UU) Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM. Usaha mikro merupakan usaha produktif yang dimiliki baik oleh perorangan maupun suatu badan usaha perorangan yang mempunyai karakteristik usaha mikro sebagaimana yang telah diatur dalam UU tersebut. Istilah pemasaran digital telah berevolusi dari yang semula hanya mencakup kegiatan pemasaran produk dan jasa menggunakan saluran berbasis digital menjadi pengertian yang lebih luas mencakup keseluruhan proses mulai dari memperoleh konsumen, membangun minat konsumen, mempromosikan produk, menjaga hubungan konsumen hingga meningkatkan penjualan (Sulaksno & Zakaria, 2. Menurut Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial Dalam Mempromosikan Produk Tempe Disaat Pandemi Covid-19 American Marketing Association (AMA) pengertian dari pemasaran digital yaitu sebuah kegiatan atau aktivitas, mulai dari proses dalam menciptakan produk atau jasa, mempromosikan dan menyampaikan pesan-pesan pemasaran kepada konsumen dan berbagai pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan memanfaatkan penggunaan teknologi digital (Kannan & Hongshuang, 2. Strategi pemasaran merupakan faktor penting bagi keberhasilan bisnis di masa Hal ini mengacu pada serangkaian upaya perusahaan seperti promosi hasil produk yang dapat menarik calon pembeli. Kedua adalah harga bersaing dan kualitas yang dapat memenuhi selera pembeli. Selanjutnya adalah penyalurannya tepat waktu ditambah pelayanan memuaskan. METODE PENELITIAN Kunjungan industri dilakukan pada tanggal 19 maret 2023, yang dilaksanakan di Industri Rumahan Pembuatan Tempe milik Bapak Tarsim di Kampung Bedeng Ayen. Dusun Warudoyong Selatan Rt 48 Rw 10. Desa Rengasdengklok Selatan. Kecamatan Rengasdengklok. Karawang. Kunjungan industri ini merupakan tugas ujian akhir semester 4 dengan mata kuliah ekonomi dengan tugas kunjungan industrial/UMKM. Pada kunjungan industri ini menggunakan metode deskriptif observasional. Metode deskriptif yakni suatu metode yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Sedangkan metode observasional yaitu dilakukan dengan cara melakukan pengamatan atau pengukuran terhadap berbagai variabel subjek. Metode deskriptif observasional adalah metode dengan menggambarkan suatu keadaan atau masalah yang digali melalui pengamatan yang terjadi dilapangan. Jenis metode deskriptif yang digunakan dalam kunjungan industri ini adalah studi kasus (Case Stud. Studi kasus dilakukan dengan cara melihat suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri unit tunggal serta dilihat secara mendalam meliputi berbagai aspek yang cukup luas dengan menggunakan berbagai teknik secara integratif. JIMAS - VOLUME 2. NO. Agustus 2023 HASIL DAN PEMBAHASAN e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 52-62 Hasil Kegiatan Kunjungan Industri Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan dengan bapak Tarsim pemilik Home Industri Tempe pada minggu, 19 maret 2023 (Pukul 11. 30 WIB). Beliau mengatakan masih menerapkan cara pemasaran atau penjualan secara langsung di Pasar Rengasdengklok. Karawang. Kita ketahui beberapa belakangan ini ditengah pandemi COVID-19, pemerintah kota Karawang mulai membatasi aktivitas pasar tradisional dengan memberlakukan jam operasional. Hal ini dilakukan guna mencegah resiko penyebaran virus corona atau COVID-19Ay. Dikutip dari(Catriana & Sukmana, 2. Au Banyak pelaku UMKM yang merasakan pendapatannya menurun akibat tidak adanya pelanggan yang membeli produk semenjak PSBB dan physical distancingAy. Kehadiran Covid-19 mengakibatkan banyak perusahaan harus menghentikan operasoinal dan merumahkan para karyawan. Disamping itu Covid19 sangat berpengaruh pada UMKM di Indonesia. Berdasarkan data dari kementerian koperasi yang menggambarkan bahwa 785 koperasi dan 163. 713 pelaku UMKM terdampak pandemi virus corona (COVID. Covid-19 banyak berdampak pada koperasi dalam sektor kebutuhan seharihari, dan pada UMKM yang paling berdampak adalah dalam sektor makanan dan minuman (Amri. Hal ini dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan upaya lain dalam pemasaran atau penjualan ditengah pandemi COVID-19 agar usaha yang dijalankan dapat meningkat. Usaha-usaha yang dilakukan para pelaku usaha sangat bervariatif, namun sebagian besar mencoba memaksimalkan pemasaran dan penjualan dengan memanfaatkan media online atau media sosial, membatasi produk atau membatasi penjualan, dan lebih banyak bersikap pasif menunggu pesanan. Langkah pemasaran yang efektif yaitu menggunakan pemasaran digital berupa media sosial (Whatsap. Facebook. Instagram. Youtube dan twitte. yang langkah tersebut dilakukan oleh UMKM di bidang penjualan pakaian, alat olah raga, kerajinan dan souvenir, serta produksi alat musik tradisional. Langkah serupa selain bergabung dalam komunikasi melalui grup media sosial, adalah melakukan promosi melalui internet. Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial Dalam Mempromosikan Produk Tempe Disaat Pandemi Covid-19 Gambar 1. Rata-rata Konsumsi Tahu dan Tempe per Kapita Sumber : Badan Pusat Statistik . Gambar 2. Kunjungan Industri/UMKM Kelompok Produk Tempe 2023 Sumber : Kelompok Produk Tempe . Tempe yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia biasanya adalah tempe yang berbahan dasar kedelai. Proses Pembuatan Tempe Proses pembuatan tempe dibagi menjadi dua cara, yaitu cara tradisional dan cara baru. Pada proses pembuatan secara tradisional, tempe mula-mula direbus, lalu dikupas dan dibuang kulitnya, dicuci, direndam semalaman, direbus, didinginkan, diberi bibit tempe . apang temp. diperang dalam bungkusan, atau ditutup menggunakan daun pisang. Sementara itu cara pembuatan tempe baru di mulai dengan pengupasan kering biji kedelai dengan mesin pengupas . urr mil. , kemudian direbus sampai suhu mendidih. Direndam dalam air perebusan selama 22 jam, dicuci untuk menhilangkan kulit yang mungkin masih tersisa, dan direbus kembali selama 40 menit. Ditiriskan sampai bagian luarnya mengering dan diberi kapang tempe sampai merata kemudian dimasukkan kantong plastik 200 gram. Kantong plastik diberi lubang berukuran 4cm2 lalu diperam . selama 14-16 jam. Pembuatan tempe dengan cara tradisional cukup sederhana akan tetapi memiliki resiko kegagalan yang besar jika tidak dilakukan oleh orang yang berpengalaman. Selain itu jamur yang JIMAS - VOLUME 2. NO. Agustus 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 52-62 ada pada tempe tidah tumbuh secara merata, dan berwarna kehitaman atau kelabu tua. Sementara itu tempe yang dibuat menggunakan cara baru memiliki pertumbuhan jamur yang merata dan baik serta berwana putih. Jika tempe diiris warna kedelai pada tempe tradisonal kan berwana kekuningan dan kuning muda pada tempe yang dibuat dengan cara baru. Pembahasan Dalam menghadapi pandemi COVID-19, media sosial telah menjadi platform yang sangat penting dalam mempromosikan produk dan bisnis. Dalam hal ini, kita dapat memanfaatkan kekuatan media sosial untuk mempromosikan produk tempe. Berikut adalah beberapa poin yang dapat dibahas terkait dengan memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan produk tempe selama pandemi COVID-19 : Meningkatkan visibilitas: Media sosial memungkinkan untuk mencapai audiens yang lebih luas dengan cepat. Dengan membuat akun bisnis atau halaman khusus untuk produk tempe dapat meningkatkan visibilitas dan menjangkau lebih banyak orang yang tertarik dengan makanan sehat dan bergizi selama pandemi. Konten berbagi nilai tambah: Dalam situasi pandemi, penting untuk memberikan konten yang memberikan nilai tambah kepada konsumen. Buatlah konten yang informatif dan relevan, seperti manfaat konsumsi tempe untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, resep sehat menggunakan tempe, atau tips memasak tempe di Ini akan membantu membangun kepercayaan dan memperluas basis pengikut di media sosial. Menggunakan fitur visual: Media sosial memungkinkan untuk berbagi gambar dan Gunakan kekuatan visual ini untuk menampilkan kelezatan dan variasi produk Misalnya, unggah gambar makanan yang menggoda dengan tempe sebagai bahan utama, atau bagikan video tutorial tentang cara membuat hidangan tempe yang Interaksi dengan pelanggan: Manfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan Balas komentar, tanggapi pertanyaan, dan terlibat dalam percakapan dengan pengguna media sosial. Ini akan membantu membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, meningkatkan kepercayaan, dan membangun citra positif untuk produk tempe. Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial Dalam Mempromosikan Produk Tempe Disaat Pandemi Covid-19 Untuk menganalisis profil suatu perusahaan digunakan pendekatan analisis SWOT. Hasil analisis akan memetakan posisi perusahaan terhadap lingkungannya dan menyediakan pilihan strategi umum yang sesuai, serta dijadikan dasar dalam menetapkan sasaran organisasi selama 3-5 tahun ke depan dengan mengidentifikasi berbagai faktor Analisis SWOT membandngkan antara faktor eksternal peluang . dan ancaman . dengan faktor internal kekuatan . dan kelemahan . (Yanis et al. Strengths Weaknesses C Media sosial memiliki jangkauan C Persaingan yang tinggi. yang luas dan global. C Kesulitan dalam mengukur ROI (Return on Investmen. Mengukur C Biaya efektif: Promosi melalui media sosial dapat lebih ekonomis efektivitas promosi media sosial C Media sosial memungkinkan pengembalian investasi yang akurat dapat menjadi tantangan. dengan pelanggan. Opportunities Threats C Meningkatnya penggunaan media C Komentar negatif atau kritik. sosial selama pandemi. Dalam lingkungan media sosial terbuka,mungkin C Media sosial merupakan platform menghadapi komentar negatif atau yang ideal untuk menciptakan kritik terhadap produk tempe. konten yang dapat menjadi viral. Regulasi C Perubahan algoritma platform Solusi Dalam menghadapi pandemi COVID-19, memanfaatkan kekuatan media sosial dapat menjadi solusi efektif untuk mempromosikan produk tempe. Dengan meningkatkan kehadiran online, memperluas saluran distribusi online, dan mendorong partisipasi konsumen melalui konten digital, produsen tempe dapat tetap terhubung dengan konsumen dan mempertahankan permintaan terhadap produk. Beberapa solusi yang dapat diberikan antara lain: Meningkatkan kehadiran online: Produsen tempe perlu meningkatkan kehadiran mereka di platform media sosial seperti Instagram. Facebook, dan Twitter. Dengan memanfaatkan media sosial, produsen tempe dapat menjangkau konsumen secara JIMAS - VOLUME 2. NO. Agustus 2023 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Page 52-62 langsung dan mempromosikan produk mereka melalui konten yang menarik dan Memperluas saluran distribusi online: Produsen tempe dapat bekerja sama dengan platform e-commerce dan aplikasi pengiriman makanan untuk memperluas jangkauan distribusi mereka. Dengan menyediakan produk tempe secara online, konsumen dapat dengan mudah membeli dan mengirimkannya ke rumah mereka. Mendorong partisipasi konsumen melalui konten digital: Produsen tempe dapat mengajak konsumen untuk berpartisipasi dalam kontes online, membuat resep menggunakan tempe, atau berbagi pengalaman mereka dengan produk tempe. Hal ini akan meningkatkan keterlibatan konsumen dan membantu memperluas jangkauan promosi melalui efek viral dari konten yang dibagikan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil pelaksanaan kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran digital sangat dibutuhkan oleh para pemilik UMKM untuk dapat meningkatkan daya saingnya dalam menghadapi tantangan bisnis disaat pandemi COVID-19. Saat ini para pelaku UMKM belum secara optimal menggunakan pemasaran digital dan masih ada diantara para pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produknya. ialah dengan memanfaatkan kekuatan media sosial, produsen tempe dapat memperluas jangkauan pasar, memperkuat merek, dan meningkatkan loyalitas konsumen. Implikasi dari kunjungan industri adalah pentingnya pemahaman dan penggunaan yang baik terhadap media sosial sebagai alat pemasaran yang efektif dalam industri makanan, khususnya dalam mempromosikan produk tempe. Strategi pemasaran yang efektif sangat penting dalam mengangkat tempe sebagai makanan alternatif bernilai tinggi. Beberapa faktor penting yang perlu dipertimbangkan adalah pendekatan pemasaran yang tepat, penargetan pasar yang sesuai, dan penggunaan media sosial serta platform digital sebagai alat promosi yang efektif. Memanfaatkan Kekuatan Media Sosial Dalam Mempromosikan Produk Tempe Disaat Pandemi Covid-19 Saran