Kesejahteraan Spiritual dalam Prestasi Belajar Mahasiswa Meigo Anugra Jaya1. Yanti Sutriyanti2. Fatimah Khoirini3 Prodi Keperawatan Curup/Jurusan Keperawatan/Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Jl. Sapta Marga No. 95 Desa Teladan Curup Selatan *Email penulis: meigo. anugrajaya@gmail. Abstract Spiritual well-being helps a person find the meaning and purpose of his life, raises hope, and improves his psychological condition, which supports the achievement of a healthy life as a whole, both physically and mentally. Good spiritual well-being is said to be seen from his ability to establish synergistic relationships between the person himself. God, other people, and the surrounding environment. For a student, one indicator of his success in studying the subject matter on campus can be seen from his learning achievement which is reflected in the test score for a number of certain materials. Therefore, good spiritual well-being can be a driving factor for achieving better learning achievement. This study aims to analyze the relationship between spiritual well-being and student learning achievement. This study is an observational analytical study using a cross-sectional method. This study was conducted on all students of the Curup Nursing Study Program. Poltekkes Kemenkes Bengkulu for the 2023/2024 academic year, totaling 238 people who were included in the inclusion criteria. The inclusion criteria are active students in the 2023/2024 academic year and are willing to be research samples. While the exclusion criteria are students who are on leave. The independent variable of the study is the level of spiritual well-being and the dependent variable is Learning Achievement. The instrument used in this study is the Spiritual Well-Being Scale (SWBS) questionnaire to assess the level of spiritual well-being. The validity and reliability test of the SWBS questionnaire has been carried out with a cronbach alpha validity value> 0. 8 and a cronbach alpha reliability value = 0. The study began with measuring the level of spiritual well-being of students using the SWBS questionnaire, then to measure Learning Achievement seen from the Semester Achievement Index of each The results of the study showed a significant relationship between the level of spiritual well-being and student learning achievement (P Value 0. Improving spiritual well-being can be an effective strategy to boost student learning achievement, so that activities such as spiritual activities, seminars or training related to the development of spiritual well-being . or example: Emotional Spiritual Question training. Hypnotherapy, religious studies, etc. ) need to be a concern in activities in higher education. Keyword: Spiritual Well-Being. Students. Learning Achievement. Abstrak Kesejahteraan spiritual membantu seseorang menemukan makna dan tujuan hidupnya, membangkitkan harapan, serta memperbaiki kondisi psikologisnya, yang mendukung tercapainya kehidupan sehat secara menyeluruh baik fisik maupun mental. Kesejahteraan spiritual dikatakan baik dapat dilihat dari kemampuannya dalam menjalin hubungan yang bersinergi antara pribadi Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 ISSN: . 2656-6222, . 2657-1595 DOI 10. 1234/jkr. Available online: https://jurnal. poltekkes-kemenkes-bengkulu. id/index. php/jkr 78 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 itu sendiri. Tuhan, orang lain, dan lingkungan sekitar. Bagi seorang mahasiswa, salah satu indikator keberhasilannya dalam mempelajari materi pelajaran di kampus dapati dilihati dari prestasi belajari yang tercermin dalam skor hasil tes terhadap sejumlah materi tertentu. Oleh karena itu, kesejahteraan spiritual yang baik dapat menjadi faktor pendorong bagi pencapaian prestasi belajari yang lebihi baik. Penelitiani ini bertujuani untuk menganalisis hubungani antarai kesejahteraan spiritual dan prestasi belajar mahasiswa. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengani menggunakani metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada seluruh mahasiswa Prodi Keperawatan Curup Poltekkes Kemenkes Bengkulu tahun ajaran 2023/2024 sejumlah 238 orang yang termasuk ke dalam kriteria inklusi. Kriteria inklusi yaitu mahasiswa aktif tahun ajaran 2023/2024 dan bersedia menjadi sampel penelitian. Sedangkan kriteria ekslusi adalah mahasiswa yang dalam keadaan status cuti. Variabel bebas penelitian adalah tingkat kesejahteraan spiritual dan variabel terikat adalah Prestasi Belajar. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini kuesioner Spiritual well-being Scale (SWBS) untuk menilai tingkat kesejahteraan spiritual. Uji validitas dan realibilitas kuesioner SWBS sudah dilakukan dengan nilai validitas cronbach alpha > 0,8 dan nilai reliabilitas cronbach alpha = 0,895. Penelitian diawali dengan pengukuran tingkat kesejahteraan spiritual mahasiswa dengan menggunakan kuesioner SWBS, kemudian untuk mengukur Prestasi belajar dilihat dari Indeks Prestasi Semester masing-masing mahasiswa. Hasil penelitiani menunjukkani adanya hubungani yangi signifikan antara tingkat kesejahteraan spirituali dan prestasi belajar mahasiswa (P Value 0. Meningkatkan kesejahteraan spiritual dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendongkrak prestasi belajar mahasiswa, sehingga kegiatan seperti kegiatan kerohanian, seminar atau pelatihan terkait pengembangan kesejahteraan spiritual . ontohnya: pelatihan Emosional Spiritual Question. Hypnotherapy, pengajian, dl. perlu menjadi perhatian dalam kegiatan di perguruan Kata kunci: Kesejahteraan Spiritual. Mahasiswa. Prestasi Belajar. PENDAHULUAN Prestasi belajar pada mahasiswa merujuk pada tingkat pencapaian akademik yang dicapai oleh individu dalam proses pendidikan tinggi. Fenomena ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal mencakup motivasi, keterampilan belajar, kemampuan kognitif, dan kesejahteraan Sedangkan faktor eksternal meliputi lingkungan belajar, kualitas (Khairudin & Wardan, 2. Isu mengenai prestasi belajar mahasiswa sangat penting untuk diteliti karena prestasi akademik mencerminkan efektivitas sistem pendidikan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Pencapaian akademik yang optimal tidak hanya mencerminkan kecerdasan, tetapi juga keterampilan non-kognitif yang berperan besar dalam kesuksesan mahasiswa di dunia kerja maupun kehidupan social (Anggraena et al. , 2. Penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa akan memberikan wawasan tentang cara meningkatkan pengalaman pendidikan di perguruan tinggi. Ini berpotensi mengarah pada kebijakan pendidikan yang lebih baik dan penciptaan lingkungan akademik yang lebih mendukung. Mengingat semakin banyaknya tantangan yang dihadapi Meigo Anugra dkk. Kesejahteraan Spiritual | 79 mahasiswa dalam menghadapi dinamika kehidupan, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar menjadi hal yang krusial (Ramdhan & Siregar, 2. Urgensi penelitian ini terletak pada fakta bahwa prestasi akademik mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan kognitif semata, tetapi juga oleh kesejahteraan emosional dan spiritual mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, isu kesejahteraan mental dan emosional mahasiswa semakin diperhatikan oleh dunia akademik. Mahasiswa yang tidak merasa sejahtera atau stres akan mengalami kesulitan dalam belajar, yang akhirnya memengaruhi hasil akademik mereka (Putri, 2. Selain itu, tekanan akademik yang tinggi, masalah keuangan, serta masalah pribadi dan sosial dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik mahasiswa (Rohmah & Mahrus, 2. Dengan mengetahui hubungan antara kesejahteraan spiritual dan prestasi belajar, kita dapat merancang intervensi yang lebih holistik dan efektif untuk mendukung mahasiswa. Penelitian ini memiliki dampak yang signifikan, baik bagi individu mahasiswa, institusi pendidikan, maupun masyarakat Bagi mahasiswa, pemahaman tentang pentingnya kesejahteraan spiritual dalam proses belajar akan membuka jalan untuk pencapaian akademik yang lebih baik. tingkat institusi pendidikan, penelitian ini dapat membantu pihak universitas untuk merancang program-program dukungan yang lebih terintegrasi, yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan spiritual Secara lebih luas, dampak dari penelitian ini juga dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di tingkat pengembangan kebijakan yang lebih mendukung kesejahteraan mahasiswa (Jannah et al. , 2. Pemilihan topik ini berlandaskan pada kesejahteraan spiritual dalam pendidikan Kesejahteraan spiritual merujuk pada rasa makna hidup, hubungan dengan nilai-nilai transendental, serta kedamaian batin yang dimiliki individu. Penelitian mempengaruhi motivasi, ketahanan diri, dan kemampuan untuk mengatasi stres. Oleh karena itu, kesejahteraan spiritual dipandang sebagai faktor yang dapat mahasiswa, yang pada gilirannya dapat mendukung proses belajar dan pencapaian akademik mereka (Delvi, 2. Penurunan prestasi belajar mahasiswa merupakan isu yang dihadapi oleh banyak institusi pendidikan tinggi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Penurunan ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik berhubungan dengan kondisi mahasiswa, lingkungan, dan faktor sosial ekonomi. Penelitian tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa telah dilakukan di banyak tempat dengan fokus yang beragam, seperti kesejahteraan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual (Rahma et al. , 2. Di tingkat global, penurunan prestasi belajar mahasiswa sering kali terkait 80 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 dengan beberapa faktor (Sosiady & Ermansyah, 2. Seperti faktor Ekonomi Mahasiswa, dengan latar belakang ekonomi yang kurang mendukung, tekanan atau stress untuk mencapai standar akademik yang tinggi, kesehatan mental yang buruk, seperti kecemasan, depresi, dan kelelahan Faktor utama yang menyebabkan penurunan prestasi akademik yaitu keterbatasan sumber daya. Beberapa mahasiswa terutama di negara berkembang, mungkin tidak memiliki akses yang memadai ke sumber daya pendidikan, seperti bahan ajar, internet, atau fasilitas belajar lainnya. Dan Faktor dari penurunan hubungan spiritual mahasiswa dengan nilai-nilai pribadi atau keyakinan mereka psikologis dan emosional mereka, yang pada gilirannya memengaruhi prestasi akademik mereka. Poltekkes Kemenkes Bengkulu, khususnya Prodi Keperawatan Curup, adalah institusi pendidikan yang memfokuskan pada pembelajaran di bidang kesehatan. Penurunan prestasi belajar di Poltekkes Kemenkes Bengkulu, khususnya pada mahasiswa program studi Keperawatan Curup, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lokal. Seperti faktor sosial ekonomi mahasiswa, sebagian besar mahasiswa di Poltekkes Kemenkes Bengkulu berasal dari daerah dengan tingkat kesejahteraan ekonomi yang bervariasi. Mahasiswa dari keluarga dengan latar belakang ekonomi rendah mungkin menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya pendidikan, yang dapat menyebabkan stres dan mengganggu konsentrasi pada Program pendidikan keperawatan memberikan beban akademik yang tinggi. Tekanan untuk memenuhi ekspektasi akademik, terutama di bidang kesehatan, bisa menyebabkan kelelahan mental dan penurunan prestasi belajar. Kesehatan mental dan kesejahteraan spiritual mahasiswa dapat memengaruhi kinerja akademik mereka. Stres, kecemasan, atau masalah kejiwaan yang tidak tertangani dapat mengganggu fokus dan memengaruhi motivasi belajar (Fibria, 2. Oleh sebab itu pemilihan lokasi penelitian di Poltekkes Kemenkes Bengkulu, khususnya pada Prodi Keperawatan Curup, merupakan langkah strategis untuk memahami tingkat kesejahteraan spiritual yang mempengaruhi prestasi belajar mahasiswa. Kesejahteraan spiritual dan prestasi belajar mempengaruhi kondisi psikologis dan emosional mahasiswa. Ketika mahasiswa merasa damai secara spiritual, mereka cenderung memiliki ketahanan mental yang lebih baik dalam menghadapi stres akademik (Apandi et al. , 2. Kesejahteraan spiritual dapat memberikan rasa tenang, harapan, dan arah hidup yang jelas, yang pada gilirannya mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dalam pembelajaran dan mencapai tujuan Sebaliknya, mahasiswa yang kurang memiliki kesejahteraan spiritual mungkin merasa bingung, tertekan, atau mengganggu fokus mereka dalam belajar dan mempengaruhi prestasi akademik mereka (Nur Furqani, 2. Tujuan mengidentifikasi kesejahteraan spiritual, prestasi belajar dan menganalisis hubungan Kesejahteraan Spiritual dengan Prestasi Belajar Pada Mahasiswa Prodi Keperawatan Curup. Secara keseluruhan. Meigo Anugra dkk. Kesejahteraan Spiritual | 81 penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih manusiawi, inklusif, dan mendukung perkembangan mahasiswa secara menyeluruh. METODE Penelitiani ini menggunakani metodei crossi sectionali dengani ipopulasi isebanyaki 238 Program Studi Keperawatan Curup Poltekkes Kemenkes Bengkulu pada tahun ajaran 2023/2024, di mana seluruh populasi dijadikan sampel. Kriteria inklusi yaitu mahasiswa aktif tahun ajaran 2023/2024 dan bersedia menjadi sampel penelitian. Sedangkan kriteria ekslusi adalah mahasiswa yang dalam keadaan status cuti. Variabel bebas penelitian adalah tingkat kesejahteraan spiritual dan variabel terikat adalah Prestasi Belajar. Penelitian ini sudah melalui persetujuan etik dan dinyatakan layak etik sesuai 7 . Standar WHO 2011 oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) KEPK Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Instrumen yangi digunakani dalami penelitian ini adalah kuesioner Spiritual Well-being Scale (SWBS) kesejahteraan spiritual. Kuesioner ini diterjemahkan dari instrumen aslinya, yaitu SWBS karya Paloutzian & Ellison yang diterbitkan pada tahun 1983. SWBS telah digunakan dalam lebih dari 300 artikel yang dipublikasikan serta lebih dari 200 disertasi dan tesis. Uji validitas dan realibilitas kuesioner SWBS sudah dilakukan dengan nilai validitas cronbach alpha > 0,8 dan nilai reliabilitas cronbach alpha = 0,895 (Fijianto et al. , 2. Penelitian dimulai dengan pengukuran tingkat kesejahteraan spiritual mahasiswa menggunakan kuesioner SWBS, diikuti dengan pengukuran prestasi belajar yang dilihat dari Indeks Prestasi Semester masing-masing mahasiswa. Datai dianalisisi menggunakani iuji iChi-square idengani itingkati kepercayaani 95%. HASIL Tabel 1. Karakteristik Mahasiswa Prodi Keperawatan Curup Tahun Ajaran 2023/2024 . Karakteristik Usia Jenis Kelamin Agama Mahasiswa Semester < 20 Tahun > 20 Tahun Laki-laki Perempuan Islam Kristen Protestan Kristen Katolik Jumlah 98,74 0,84 0,42 41,11 40,75 18,06 Jumlah responden yang ikut dalam penelitian ini adalah 238 orang, sebagian besar umur responden pada penelitian ini berumur kurang dari 20 Tahun . ,2%) dan mayoritas perempuan . ,8%) dan paling banyak diikuti oleh mahasiswa semester II . ,11%) Tabel 2. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Tingkat Kesejahteraan Mahasiswa Prodi Keperawatan Curup TA 2023/2024 . Tingkat Kesejahteraan Spiritual Tinggi Rendah Jumlah Persentase (%) 82 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 TOTAL Mahasiswa dalami penelitiani ini sebagian besar imemiliki tingkat ikesejahteraani ispirituali idengan ikatagori itinggi iyaitu sebanyak 145 orang atau sebesar 60. Tabel 3. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Indeks Prestasi Mahasiswa Prodi Keperawatan Curup TA 2023/2024 . Indeks Prestasi Jumlah Sangat Memuaskan Pujian TOTAL Persentase (%) Responden menunjukkan nilai Indeks Prestasi paling banyak pada katagori Sangat Memuaskan yaitu sebanyak 149 orang atau sebesar Sisanya berada pada katagori Pujian sebanyak 89 orang . 4%). Tabel 4. Hasil Uji Chi Square Hubungan Tingkat Kesejahteraan Spiritual dengan Indeks Prestasi Mahasiswa Prodi Keperawatan Curup TA 2023/2024 Tingkat Kesejahteraan Spiritual Rendah Tinggi Total Indeks Prestasi Pujian Sangat Memuaskan Total Value Berdasarkani ianalisisi idatai iyangi itelah dilakukani imenunjukkani ibahwai hubungan tingkat kesejahteraan spiritual dengan Indeks Prestasi mahasiswa menghasilkan nilai P = 0. value < ), makai hipotesisi ipenelitiani (H. iditerimai iyang kesejahteraan spiritual dengan Indeks Prestasi mahasiswa di Prodi Keperawatan Curup TA 2023/2024. PEMBAHASAN Karakteristiki Respondeni Dalami penelitiani ini, ijumlahi irespondeni yang terlibat adalahi sebanyak 238 orangi Mayoritas responden berusia kurang dari 20 tahun, yang mencakup 72,2% dari keseluruhan peserta penelitian. Hal ini imenunjukkani bahwai isebagiani besari imahasiswa iyang iterlibati idalami penelitiani berada pada usia awal kuliah, di mana mereka cenderung berada pada tahap pencarian jati diri dan pembentukan nilainilai hidup, termasuk aspek spiritual (Jaya et al. , 2. Selain itu, mayoritas responden adalah perempuan, sebanyak 82,8%, yang menggambarkan bahwa perempuan lebih dominan dalam Prodi Keperawatan Curup pada tahun akademik ini. Sementara itu, sebesar 41,11% merupakan mahasiswai II terbanyak yang menjadi responden dalam penelitian ini. Hali ini bahwai ipenelitian ini ididominasi iolehi imahasiswai di awal masa perkuliahan, yang dapat memberikan gambaran mengenai kesejahteraan spiritual mahasiswa yang lebih muda dan lebih awal dalam proses akademik mereka. Tingkat Kesejahteraan Spiritual Berdasarkani ihasili ipenelitian, isebagiani respondeni memiliki itingkat kesejahteraan spiritual iyangi tinggi, iyaitu 60,9% Kesejahteraan spiritual mengacu pada perasaan kepuasan dan kedamaian batin Meigo Anugra dkk. Kesejahteraan Spiritual | 83 pemahaman dan penghayatan nilai-nilai kehidupan serta hubungan dengan keyakinan spiritual yang mereka anut (Najoan, 2. Tingginya tingkat kesejahteraan spiritual di kalangan mahasiswa ini mungkin mencerminkan adanya dukungan yang cukup baik dari lingkungan kampus dalam mendukung pengembangan spiritual mahasiswa, serta penerimaan terhadap nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari mereka (Nur Furqani, 2. Prestasi Belajar Mahasiswa Prestasii ibelajari imahasiswai iyangi idiukur dengani Indeksi iPrestasi (IP) juga menunjukkan hasil yang positif. Sebagian besar responden, yaitu sebanyak 62,2% . , memperoleh nilai Indeks Prestasi Sangat Memuaskan. Sisanya, sebanyak 37,4% . , beradai ipadai ikategori iPujian. iHal inii imenunjukkan ibahwai mayoritas mahasiswa memiliki prestasi akademik yang baik, yang tentunya merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dalam melihat hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan prestasi belajar mereka. Hubungan Antara Kesejahteraan Spiritual dan Prestasi Belajar Analisis data imenunjukkani ihasil iyang signifikani idengan nilai P = 0. -value < = 0. iHal ini iberarti ibahwa ihipotesis alternatifi (H. yangi imenyatakan adanya hubungan antara tingkat kesejahteraan spiritual dengan Indeks Prestasi mahasiswa Dengani kata laini, adai ihubungani kesejahteraan spiritual mahasiswa dengan prestasi belajar mereka. Hasili ini isejalani idengani ipenelitianpenelitian isebelumnyai yangi imenyatakani spiritual dapat memberikan dampak positif terhadap aspek-aspek kehidupan lainnya, termasuk prestasi akademik (Akbar et al. , 2. Mahasiswa yang merasa puas dengan kehidupan spiritual mereka cenderung memiliki motivasi yang lebih tinggi, lebih fokus, dan lebih tenang dalam menghadapi tantangan akademik (Apandi et al. , 2. Selain itu, perasaan kedamaian batin yang diperoleh dari kesejahteraan spiritual dapat meningkatkan kesehatan mental, yang pada gilirannya mendukung proses belajar yang lebih efektif (Nur Furqani, 2. Mahasiswa yang memiliki kesejahteraan spiritual yang lebihi itinggi icenderungi imenunjukkani itingkati imotivasi akademik yang lebih tinggi. Kesejahteraan spiritual ini, yang meliputi rasa damai batin dan perasaan puas dengan kehidupan spiritual, memberikan mereka ketenangan dan stabilitas emosi, yang mendukung konsentrasi dan produktivitas akademik (Akbar et al. , 2. Hal ini konsisten dengan temuan penelitian ini yang menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat kesejahteraan spiritual dengan prestasi akademik mahasiswa, dengan lebih dari 60% responden memiliki kesejahteraan spiritual yang tinggi dan prestasi akademik yang Sangat Memuaskan. Kesejahteraan spiritual dapat berperan sebagai faktor protektif terhadap stres dan kecemasan yang sering dihadapi oleh Dalam konteks prestasi 84 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 akademik, mahasiswa yang memiliki tingkat kesejahteraan spiritual yang tinggi cenderung lebih mampu mengelola stres kemampuan yang lebih baik untuk tetap fokus pada studi mereka. Kesejahteraan spiritual memberikan mereka cara untuk menyelaraskan tujuan hidup mereka dengan nilai-nilai akademik, sehingga meningkatkan kepercayaan diri dan kinerja mereka dalam perkuliahan (Akbar et al. Hasil penelitian ini, yang menunjukkan adanya hubungan positif antara kesejahteraan spiritual dan prestasi akademik mahasiswa, sejalan dengan temuan tersebut, di mana mahasiswa yang merasa puas secara spiritual memiliki kestabilan mental yang mendukung pencapaian akademik yang lebih baik. Tingkat kesejahteraan spiritual yang tinggi memiliki pengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Mereka menemukan bahwa mahasiswa dengan tingkat kesejahteraan spiritual yang baik merasa lebih termotivasi untuk belajar dan menghadapi tantangan akademik dengan sikap yang lebih positif. Sebaliknya, mahasiswa yang kurang merasa puas dengan kesejahteraan spiritual mereka lebih cenderung mengalami penurunan motivasi belajar dan merasa lebih mudah tertekan dalam menghadapi tugas-tugas akademik (Delvi, 2. Penemuan tersebut sejalan dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan bahwa mahasiswa dengan kesejahteraan spiritual tinggi memiliki prestasi akademik yang lebih baik, yang mungkin disebabkan oleh motivasi internal yang lebih kuat untuk mencapai tujuan akademik mereka. Penelitian tentang hubungan antara kesejahteraan spiritual dengan kesehatan emosional dan kesejahteraan psikologis ditemukan bahwa mahasiswa yang memiliki kesejahteraan spiritual yang tinggi cenderung memiliki kontrol emosi yang lebih baik, yang memengaruhi mereka dalam menghadapi tantangan akademik dan interaksi sosial di kampus (Apandi et al. Kesejahteraan spiritual memberikan kedamaian batin dan memperkuat rasa percaya diri mereka, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas belajar dan hasil Dalam konteks tersebut, temuan penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat kesejahteraan spiritual dan Indeks Prestasi mahasiswa di Prodi Keperawatan Curup menguatkan hasil penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kesejahteraan spiritual dapat berfungsi sebagai faktor pendukung penting dalam menjaga kestabilan emosional yang mendukung prestasi akademik yang optimal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual berhubungan erat dengan aspek psikologis lainnya, seperti self-esteem . arga dir. dan resilience . Mahasiswa dengan tingkat kesejahteraan spiritual yang tinggi cenderung memiliki harga diri yang lebih baik dan lebih mampu mengatasi kegagalan atau kesulitan dalam studi mereka (Anggraeni, 2. Hal ini berkontribusi pada peningkatan prestasi akademik karena mahasiswa dengan harga diri yang baik akan lebih percaya diri dalam menghadapi ujian dan tugas kuliah (Sari, 2. Penelitian tersebut juga mendukung temuan dalam penelitian ini, di mana mahasiswa dengan tingkat kesejahteraan spiritual yang tinggi cenderung menunjukkan prestasi akademik yang lebih baik, yang bisa jadi dipengaruhi oleh peningkatan harga diri Meigo Anugra dkk. Kesejahteraan Spiritual | 85 dan ketahanan mental yang diperoleh dari kesejahteraan spiritual tersebut. Hubungan signifikan antara kesejahteraan spiritual dan prestasi akademik mahasiswa sangat konsisten dengan literatur yang ada. Berbagai studi telah menunjukkan bahwa kesejahteraan spiritual berperan penting dalam mendukung kesehatan mental, motivasi belajar, dan pengelolaan stres, yang pada gilirannya berdampak positif pada prestasi akademik mahasiswa (Putri. Oleh karena itu, meningkatkan kesejahteraan spiritual mahasiswa melalui kegiatan pengembangan diri dan dukungan emosional dapat menjadi langkah strategis untuk mendukung kesuksesan akademik Dalam melakukan penelitian tentang hubungan antara tingkat kesejahteraan spiritual dengan prestasi belajar mahasiswa Prodi Keperawatan Curup, terdapat beberapa keterbatasan atau kelemahan yang perlu diperhatikan, baik dari segi metodologi, sampel, maupun faktor eksternal yang dapat memengaruhi hasil Beberapa keterbatasan tersebut antara lain: Ukuran Sampel yang Terbatas: Penelitian yang dilakukan hanya pada mahasiswa Prodi Keperawatan Curup mungkin tidak mencakup keragaman yang ada di seluruh Poltekkes Kemenkes Bengkulu atau di seluruh perguruan tinggi. Hal ini bisa menyebabkan generalisasi yang terbatas terhadap populasi mahasiswa lainnya. Implikasi Praktis Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penting bagi institusi pendidikan, khususnya di Prodi Keperawatan Curup, untuk memperhatikan dan mendukung perkembangan kesejahteraan spiritual Program-program mendukung kesejahteraan mental dan spiritual mahasiswa, seperti konseling, seminar pengembangan diri, atau kegiatan yang mempererat hubungan spiritual, dapat meningkatkan prestasi akademik mereka (Seprianto et al. , 2. Peningkatan kesejahteraan spiritual dapat memberikan dampak yang positif bagi kesehatan mental dan motivasi belajar mahasiswa, yang pada peningkatan prestasi akademik mereka. Keterbatasan dan Kelemahan Penelitian Keterbatasan Diversitas Demografis: Penelitian hanya mengambil sampel dari kelompok mahasiswa dengan karakteristik demografis yang serupa seperti 98,74% beragama islam dan jenis kelamin 82,8% perempuan, hasil penelitian mungkin tidak mewakili seluruh populasi mahasiswa yang lebih luas. Subjektivitas Pengukuran: Kesejahteraan spiritual bersifat sangat subjektif dan dapat bervariasi antar individu. Pengukuran tingkat kesejahteraan spiritual pada penelitian ini dilakukan melalui kuesioner yang bergantung pada persepsi dan interpretasi pribadi mahasiswa tentang spiritualitas mereka. Hal ini bisa menyebabkan bias dalam hasil penelitian, karena pengukuran yang tidak dapat sepenuhnya objektif. 86 | Jurnal Keperawatan Raflesia. Volume 6 Nomor 2. Nov 2024 Kesulitan Mendefinisikan Kesejahteraan Spiritual: Kesejahteraan spiritual itu sendiri adalah konsep yang kompleks dan multidemensional, yang melibatkan berbagai aspek seperti kedamaian batin, tujuan hidup, hubungan dengan Tuhan, atau nilai-nilai agama. Berbeda orang bisa memiliki pemahaman yang berbeda tentang spiritualitas, sehingga pengukuran secara keseluruhan menjadi sulit dan mungkin tidak sepenuhnya mencakup semua dimensi yang relevan. Metode Pengukuran Prestasi Belajar: Prestasi belajar mahasiswa diukur melalui nilai akademik atau ujian yang mungkin kemampuan dan potensi mahasiswa. Banyak aspek dalam prestasi belajar yang non-akademik . eperti interpersonal, atau sikap profesiona. yang tidak diukur dalam penelitian ini. Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Prestasi Belajar: Selain kesejahteraan spiritual, banyak faktor lain yang memengaruhi prestasi belajar mahasiswa, seperti faktor keluarga, beban kerja, kualitas pengajaran, akses ke sumber daya pendidikan, dan kesehatan mental. Jika faktor-faktor ini tidak dikendalikan, akan sulit untuk menentukan apakah hubungan yang ditemukan antara kesejahteraan spiritual dan prestasi belajar benar-benar sebab-akibat, atau sekadar korelasi. Keterbatasan Jangka Waktu: Penelitian dilakukan dalam waktu yang terbatas hanya satu semester atau satu tahun akademik, temuan yang diperoleh hal inin tidak menggambarkan fluktuasi jangka panjang dalam kesejahteraan spiritual dan prestasi belajar mahasiswa. Pengaruh kesejahteraan spiritual terhadap prestasi belajar mungkin berubah seiring berjalannya waktu. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kesejahteraan spiritual dengan prestasi belajar mahasiswa di Prodi Keperawatan Curup. Dengan tingkat kesejahteraan spiritual yang tinggi, mahasiswa cenderung memiliki prestasi akademik yang lebih Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan spiritual mahasiswa perlu menjadi bagian dari strategi pendidikan yang lebih holistik untuk mendukung kesuksesan akademik mereka. Penelitian ini juga memberikan kontribusi penting dalam pengembangan teori bahwa kesejahteraan spiritual bukan hanya berhubungan dengan dimensi spiritualitas, tetapi juga memiliki dampak yang luas terhadap kinerja akademik, kesehatan SARAN Poltekkes Kemenkes Bengkulu, khususnya Prodi Keperawatan Curup, mengembangkan program atau kebijakan yang lebih intensif untuk mendukung kesejahteraan mahasiswa secara holistik. Program-program yang berfokus pada kesejahteraan spiritual, seperti konseling spiritual, kegiatan keagamaan, atau program pembinaan karakter, dapat membantu mahasiswa mengatasi stres akademik dan meningkatkan kesejahteraan mereka secara keseluruhan. Fasilitasi Pengembangan Karakter dan Keterampilan Soft Skills, selain program Meigo Anugra dkk. Kesejahteraan Spiritual | 87 akademik, penting untuk menyediakan pelatihan atau workshop yang berfokus keterampilan soft skills mahasiswa. Hal ini akan membantu mahasiswa dalam mengelola stres, meningkatkan motivasi belajar, dan mengembangkan ketahanan mental, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada prestasi akademik Menyediakan layanan konseling yang mudah diakses dan didukung oleh tenaga profesional dapat membantu mahasiswa dalam mengatasi masalah psikologis atau spiritual yang memengaruhi kinerja akademik mereka. Fasilitas konseling yang mengintegrasikan aspek kesejahteraan mental dan spiritual dapat memberikan dukungan yang komprehensif bagi Institusi mempertimbangkan integrasi kesejahteraan spiritual dalam kurikulum pendidikan di lingkungan Poltekkes Kemenkes Bengkulu. Materi kesejahteraan, serta nilai-nilai spiritual yang mendukung keseimbangan hidup dapat dimasukkan dalam mata kuliah atau kegiatan ekstrakurikuler. Hal ini akan pentingnya kesejahteraan spiritual dalam profesional mereka. Untuk mengatasi penurunan prestasi belajar yang terkait dengan stres akademik, institusi pendidikan harus menyediakan program pelatihan manajemen stres. Program ini bisa berupa seminar, lokakarya, atau kursus tentang teknikteknik mengelola tekanan akademik, seperti hypnoterapi, meditasi, relaksasi, dan Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan pendekatan longitudinal, yang memungkinkan pengamatan perubahan kesejahteraan spiritual mahasiswa dan dampaknya terhadap prestasi belajar mereka dalam jangka waktu yang lebih Dengan demikian, dapat lebih mudah untuk menilai hubungan sebab-akibat antara kedua variabel tersebut. Penelitian berikutnya disarankan untuk memperluas sampel, tidak hanya terbatas pada mahasiswa Prodi Keperawatan Curup, tetapi juga mencakup mahasiswa dari berbagai program studi atau kampus di daerah yang berbeda. Hal ini akan memberikan gambaran yang lebih representatif tentang hubungan antara kesejahteraan spiritual dan prestasi belajar di berbagai konteks. DAFTAR PUSTAKA Akbar. Limantara. , & Marisa. Hubungan Tingkat Kesejahteraan Spiritual dengan Tingkat Kecemasan Mahasiswa dalam Menghadapi Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Homeostasis, 3. https://doi. org/10. 20527/HT. V3I3. Anggraena. Felicia. Eprijum. Pratiwi. Utama. Alhapip. , & Widiaswati. Kajian akademik Anggraeni, . KAJIAN KEPUSTAKAAN