YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . PELATIHAN MEDIA SOSIAL DALAM RANGKA MENGEMBANGKAN PANGSA PASAR DAN MENINGKATKAN OMZET PENGRAJIN BORDIR DAN KELOM GEULIS TASIKMALAYA -------------------------------------------------------------------------------------------------Santi Susanti. Fitri Perdana. Rachmaniar Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Naskah diterima: 12 Agustus 2018, disetujui: 12 Oktober 2. Abstract This Community Service (PPM) is entitled "Social Media Training in Developing Market Share and Increasing Revenue of Embroidery and Kelom geulis Entrepreneurs". This activity is motivated by development of social media usage from communication media to a marketing media for products produced and sold by net citizens. This includes embroidery and kelom geulis entrepreneurs in Tasikmalaya city. However, not every entrepreneur uses social media as a marketing media for their products, especially middle-aged business owners. Even if using it, the management is not optimal, because of the limited human resources and the time they need to manage it. This PPM activity aims to foster enthusiasm for embroidery and kelom geulis entrepreneurs to optimize the use of social media as a marketing medium in order to expand the market and increase the revenue earned. Through the implementation of PPM, it is expected that embroidery and kelom geulis entrepreneurs can further optimize the use of social media as a marketing media for they products. Keywords: social media, online marketing, revenue Abstrak Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) ini berjudul AuPelatihan Media Sosial dalam Rangka Mengembangkan Pangsa Pasar dan Meningkatkan Omzet Pengrajin Bordir dan Kelom geulis TasikmalayaAy. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh penggunaan media sosial yang semula sebagai media komunikasi berkembang menjadi media pemasaran produk yang dihasilkan maupun dijualkan oleh warga net. Termasuk di dalamnya oleh pengrajin bordir dan kelom geulis di Kota Tasikmalaya. Akan tetapi, tidak setiap entrepreneur memanfaatkan media sosial sebagai media pemasaran produk mereka, terutama para pemilik usaha yang berusia paruh baya. Kalaupun menggunakan, pengelolaannya belum maksimal, karena keterbatasan SDM dan waktu yang mereka butuhkan untuk mengelolanya. Kegiatan PPM ini bertujuan untuk menumbuhkan semangat bagi para pengrajin bordir dan kelom geulis untuk mengoptimalkan penggunaan media sosial sebagai media pemasaran dalam rangka memperluas pasar dan meningkatkan omset yang Melalui penyelenggaraan PPM ini diharapkan para pengusaha bordir dan kelom geulis di Kota Tasikmalaya dapat lebih mengoptimalkan pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran produk yang dihasilkan. Kata kunci: media sosial, pemasaran online, omset YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Menurut Yus Darusman . dalam PENDAHULUAN asikmalaya dikenal sebagai wilayah sentra industri kerajinan di Jawa Tasikmalaya, tata kelola industri kerajinan Barat. Para pengrajin tersebar di Tasikmalaya terlembaga secara tradisional, berbagai kecamatan di Kabupaten dan Kota melalui kelembagaan produksi oleh para Tasikmalaya. Kerajinan tersebut di antaranya pengrajin handal, kelembagaan distribusi oleh bordir, yang berpusat di Kecamatan Kawalu para pedagang antarkota dan antardaerah serta dan kelom geulis yang berpusat di Kecamatan kelembagan pemasaran, baik melalui sentra Tamansari. Produk kerajinan tersebut telah maupun melalui pasar lokal, nasional dan lama menjadi sumber penghasilan sebagian pasar antarpulau bahkan ekspor ke luar negeri. besar masyarakat Tasikmalaya, serta dikenal Pola tata niaga tersebut mampu mengangkat di dalam negeri dan diekspor ke berbagai perekonomian masyarakat Tasikmalaya dan negara, antara lain Malaysia. Brunei. Arab produk yang dihasilkan tidak kalah menarik Saudi. Dubai dan Amerika Serikat. dibandingkan produk-produk modern yang Menjadi menarik adalah meskipun dihasilkan oleh mesin. Kemampuan pengrajin telah diekspor ke mancanegara, akan tetapi di Tasikmalaya dalam mempertahankan dan pengolahan kerajinan tersebut sebagian besar masih dilakukan dengan cara tradisional, yaitu persaingan dengan produk yang dihasilkan dikerjakan langsung menggunakan tenaga oleh mesin pabrikan menjadi hal yang manusia dengan menerapkan prinsip kearifan menarik untuk diteliti. penggunaan media sosial yang semula sebagai Pengetahuan mengenai keterampilan mem- media komunikasi menjadi media pemasaran produksi kerajinan pun diperoleh melalui produk yang dihasilkan maupun dijualkan pendidikan informal yang ditularkan secara oleh warga net. Termasuk di dalamnya oleh turun temurun dari orang tua kepada anak- pengrajin bordir dan kelom geulis di Kota anaknya maupun dari pihak keluarga, tetangga Tasikmalaya. Berdasarkan wawancara dengan atau masyarakat. beberapa pengrajin bordir dan kelom geulis. Skala YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . ternyata tidak setiap pengrajin memanfaatkan media sosial dalam memasarkan produk media sosial sebagai media pemasaran produk mereka sehingga memberikan impact berupa mereka, terutama para pemilik usaha yang peningkatan income. Dengan peningkatan berusia paruh baya. Kalaupun menggunakan, pendapatan, para pengrajin lebih bergairah lagi dalam memproduksi kerajinan bordir dan keterbatasan SDM dan waktu yang mereka butuhkan untuk mengelolanya. Biasanya, para pemilik usaha memercayakan pengelolaan kelom geulis. II. METODE PENELITIAN Metode Pelaksanaan PPM media sosial kepada anak-anaknya. Kegiatan Pengabdian pada masyarakat ini akan PPM ini bertujuan untuk menumbuhkan dilaksanakan pada Rabu, 29 Agustus 2018 di semangat bagi para pengrajin bordir maupun Outlet Batik. Jalan Cigeureung. Cipedes. Kota Tasikmalaya, mulai jam 8 pagi. Peserta penggunaan media sosial sebagai media kegiatan ini adalah 15 pengrajin bordir dan 15 pemasaran dalam rangka memperluas pasar pengrajin kelom geulis di Kota Tasikmalaya dan meningkatkan pendapatan yang diperoleh. yang diundang untuk menghadiri acara. Berdasarkan latar belakang tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maka kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat metode ceramah berupa pemberian materi dan (PPM) ini diselenggarakan dengan judul sharing pengalaman AuPelatihan Rangka melalui jalur online. Sifatnya interaktif, karena di setiap akhir sesi, peserta diberi Meningkatkan Omzet Pengrajin Bordir dan kesempatan untuk memberikan pertanyaan Kelom geulis TasikmalayaAy. kepada pemateri mengenai materi Media Mengembangkan Sosial Pangsa Pasar Kegiatan PPM ini bertujuan untuk Kegiatan PPM memberikan edukasi mengenai media sosial menghadirkan pemateri dari Drs. Dadan dan manfaatnya dalam memasarkan produk Iskandar. Si. Kasi Sarana dan Prasarana dan kelom geulis yang dihasilkan Dinas Koperasi. UMKM. Perindustrian dan pengrajin di Kota Tasikmalaya. Target jangka Perdagangan Kota Tasikmalaya, yakni serta panjang dari kegiatan ini, para pengrajin mau Harry A. Mawardi. Ds. Ds, pemilik dan mampu mengoptimalkan penggunaan Amygdala Bamboo nggota Bandung YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Creative City Forum/BCCF), yang telah sebesar Rp 393 miliar. Merupakan urutan keempat dari komoditi unggulan industri kecil bambunya ke pasaran dunia melalui jalur dan menengah Kota Tasikmalaya. Melalui online menggunakan media sosial. penyampaian materi ini, para peserta pelatihan Pelaksanaan dilakukan melalui metode diberi pengetahuan mengenai potensi usaha ceramah, tanya jawab dan pemberian contoh. yang dijalaninya dan peran Pemerintah Kota Adapun materi yang diberikan kepada peserta Tasik AuKebijakan Antara lain melaksanakan berbagai Industri Kecil Pembinaan Menengah Kota TasikmalayaAy yang disampaikan oleh Drs. Dadan Iskandar. Si. Kasi Sarana dan memperkuat dan membentuk operasi di tiap Prasarana Dinas Koperasi. UMKM. Per- kelurahan sebanyak 69 kelurahan, serta industrian dan Perdagangan Kota Tasik- Materi yang disampaikan antara lain beberapa event pameran berskala nasional mengenai potensi ekonomi industri kecil dan maupun internasional. menengah di Tasikmalaya, termasuk bordir dan kelom geulis, serta potensi yang belum tergarap dari kedua bidang kerajinan tersebut. Berdasarkan data yang disampaikan, sampai dengan tahun 2017, bordir merupakan komoditi unggulan Kota Tasikmalaya dengan unit usaha terbanyak, yakni 1. 400 unit usaha 400 tenaga kerja, nilai investasi Rp Gambar 1. Penyampaian materi oleh Drs. Dadan Iskandar. Si. Kasi Sarana dan Prasarana Dinas KUMKM. Perindag Kota Tasikmalaya. 293 milyar lebih dan nilai produksi Rp 1 triliun lebih. Sementara kerajinan kelom Materi geulis yang dikategorikan ke dalam komoditi pengalaman mengenai pemanfatan media alas kaki, sosial dalam memasarkan produk agar dikenal mencapai 525 unit usaha, 5. 200 tenaga kerja. Disampaikan oleh Harry A. Mawardi. Rp 49 miliar nilai investasi dan nilai produksi pemilik Amygdala Bamboo dan anggota YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Bandung Creative City Forum (BCCF). Salah satu yang ditekankan dalam Dalam penyampaian materinya mengenai pelatihan PPM kali ini adalah kemasan. Familiaritas dan Diferensiasi pada Strategi Menurut Harry, kemasan berperan penting Marketing dalam mendorong minat orang untuk membeli besarnya potensi pasar digital di Indonesia, barang yang dipasarkan. Kemasan memiliki berdasarkan jumlah warga Indonesia yang fungsi, yakni untuk melindungi barang dari mengakses internet serta cara warga Indonesia kerusakan, menggambarkan informasi tentang produk, menarik pembeli, mempengaruhi pengakses. Indonesia menempati urutan kedua keputusan pembelian, dan sebagai pembeda terbanyak pengakses facebook dengan jumlah dengan produk lainnya. Modern. Harry Berdasarkan 35,4 juta user, melebihi jumlah penduduk Kanada. Selain itu. Harry juga memberikan materi mengenai pemanfaatan waktu-waktu pengakses twitter dengan jumlah 4,8 juta user, tertentu untuk mengupload materi iklan agar setara dengan jumlah penduduk Singapura. dibaca oleh netizen. Salah satunya pada saat Berdasarkan cara warga Indonesia jam makan siang. Pada saat itu, orang-orang mengakses internet, 83% dari internet cafe, dalam kondisi santai, karena masuk jam 22% dari smartphone, dan 16% dari rumah. Dengan demikian. Harry menjelaskan, potensi mengakses media sosial yang diinginkan. pangsa pasar online sangat terbuka luas dan memiliki beragam keuntungan, antara lain, pemasaran online terus tumbuh, pasar selalu terbuka dan bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Menjadi wirausahawan online pun dapat dilakukan kapan pun. Harry mengingatkan adanya beberapa memasarkan produk secara mobile, yakni 5 P. Promotion . Price . Place . Product . Packaging Gambar 2. Harry Mawardi sedang menyampaikan materi mengenai penggunaan media sosial dalam online marketing YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . Setelah menyampaikan materi, para Pengetahuan peserta diberi kesempatan untuk bertanya Sebelum kegiatan, para peserta belum kepada pemateri. Para peserta pun tidak mengetahui tentang media sosial atau belum optimal dalam memanfaatkan media sosial bertanya kepada dua narasumber. Dialog sebagai media pemasaran. interaktif pun terjadi antara peserta dengan Setelah kegiatan, para peserta diharapkan Setelah berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore, kegiatan PPM pun Peserta pulang dengan membawa media sosial secara optimal sebagai media pemasaran produk. Keterampilan Sebelum kegiatan, para peserta belum mampu atau belum optimal mempraktikkan pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran produk. Setelah kegiatan, diharapkan para peserta mampu mempraktekkan pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran produk. Gambar 3. Para peserta berfoto bersama PPM melaksanakan kegiatan berlangsung sebelum dan setelah PPM. Ketiga keterampilan dan motivasi. Motivasi Sebelum kegiatan, ada motivasi untuk Indikator Keberhasilan Kegiatan Ada bahkan secara optimal. Setelah motivasi lebih dikuatkan sehingga pemasaran YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . HASIL PENELITIAN Edi dari ERN kelom menilai positif Guna mengetahui efektifitas pelatihan pelatihan yang dilakukan oleh tim PPM yang diselenggarakan, tim PPM melakukan Unpad. Materi yang diberikan memberikan verifikasi kepada sejumlah pemilik usaha bordir dan kelom geulis dengan mendatangi menggunakan media sosial untuk memasarkan langsung lokasi usaha maupun rumahnya. Verifikasi dilakukan tiga minggu berselang Edi sejak pelaksanaan PPM. Beberapa pemilik mengikuti pelatihan, ia telah menggunakan usaha yang dimintai tanggapannya mengenai media sosial untuk memasarkan produknya. pelaksanaan PPM yang lalu adalah Hj. Iis Edi mengaku cukup terbantu penjualannya Aisyah . dari Daiwani Bordir. Astari dengan adanya Whatsapp dan Facebook. Aulia . dari Mia Bordir. Edi ERN Kelom dan Yandi Anugrah Kelom. Edi Astari mengatakan, ia mendapatkan pengetahuan baru tentang cara memasarkan depannya, ia dapat mempraktikkan ilmu yang diperolehnya di pelatihan media sosial lalu. produk secara online. Apa yang diperolehnya Pendapat yang sama disampaikan oleh saat pelatihan telah ia praktekkan dan terbukti Yandi Anugrah dari Anugrah Kelom. benar, yakni mengupload gambar produk menilai, materi tentang penggunaan media bordir menjelang jam makan siang di akun sosial untuk membantu pemasaran produknya instagram Mia Bordir. sangat menarik dan ia ingin menerapkannya di AuApa yang kemarin disampaikan ternyata akun media sosial milik pribadi maupun milik bener. Bu. Pas di upload waktu jam makan Akan tetapi, masalah dana dan siang, ternyata banyak yang menghubungi kekurangan SDM menurutnya masih jadi saya lewat WA buat tanya-tanya tentang hambatan untuk pengembangan pemasaran produk yang dilihatnya. Dulu, seringnya melalui media sosial. saya upload di pagi hari. Ternyata sepi. Sementara itu Hj. Iis Aisyah mengata- ada yang ngehubungin. Ay ujar lulusan MIPA kan, selain memberikan pengetahuan baru UPI tersebut. tentang pemasaran produk melalui media sosial, ia pun memperoleh manfaat lain dari YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . adanya pelatihan PPM yang lalu, yakni praktiknya terjalinnya kerjasama dengan Dinas KUMKM mengimplementasikan pengetahuannya secara Perindag Kota Tasikmalaya. Berawal dari nyata, akan tetapi, paling tidak ada informasi kedatangan dinas ke toko Daiwani di Kawalu, yang telah diberikan diketahui oleh peserta dinas yang tertarik dengan baju karnaval sehingga diharapkan dalam waktu mendatang, berbahan kain bordir, meminta kesediaan Hj. informasi tersebut menjadi landasan untuk Iis untuk meminjamkannya demi kepeluan mempraktikkan karnaval di Tasikmalaya Oktober Festival sebagai saluran promosi dan komunikasi beberapa waktu lalu. Dengan demikian, pihak produk dengan pembeli yang sudah established Pemerintah Kota Tasikmalaya tidak perlu maupun dengan calon pembeli dan reseller. meminjam lagi ke Pemerintah Jember. Jawa IV. KESIMPULAN Timur. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan Berawal kerjasama media sosial sebagai sarana pemasaran produk tersebut. Daiwani kini sering dimintai oleh dan komunikasi secara online, saat ini sudah Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya tidak Penjualan untuk mengikuti kegiatan promosi di dalam langsung melalui transaksi tatap muka untuk negeri, seperti di Ambon. Solo. Jakarta, pengusaha bordir dan kelom geulis tak bisa Tasikmalaya dan Bandung. Hj. Iis mengaku, diandalkan sepenuhnya. Karena pemasaran secara online akan terus berkembang. Setiap kegiatan promosi, kini ia dilirik oleh salah satu saat akan muncul para pengusaha baru. Jika bank bumn untuk dijadikan mitra binaan. tidak segera disikapi maka dikhawatirkan turut Berdasarkan pendapat para peserta pelatihan berpengaruh pada penjualan bordir dan kelom tersebut, dapat dikatakan bahwa pelatihan geulis secara keseluruhan. media sosial yang diselenggarakan oleh tim Pelatihan media sosial dalam rangka dosen PPM dari Unpad, yang bekerjasama pengembangan pasar dan meningkat omset Dinas Tasikmalaya. KUMKM Perindag BCCF, Kota pengrajin bordir dan kelom geulis Tasikmalaya memberikan dirasakan membawa manfaat kepada para masukan kepada para peserta dalam pemasaran peserta pelatihan yang terdiri dari 15 perajin produk menggunakan teknologi. Meski pada bordir dan 15 perajin kelom geulis, baik YAYASAN AKRAB PEKANBARU Jurnal AKRAB JUARA Volume 3 Nomor 4 Edisi November 2018 . manfaat secara langsung dalam peningkatan Pengrajin Bordir dan Kelom geulis perilaku pemasaran melalui media sosial. Tasikmalaya maupun pengaruh tidak langsung berupa pemerintah dalam rangka promosi budaya dan Kota Tasikmalaya. Bahkan yang paling sederhana Kearifan Lokal informasinya saja. DAFTAR PUSTAKA