Vol 2 No. 4 November 2025 P-ISSN : 3047-1931 E-ISSN : 3047-2334. Hal 149 Ae 161 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jilak Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/467f9g57 PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN. CURRENT RATIO. DEBT TO EQUITY RATIO. DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP NILAI PERUSAHAAN Louis a* . Anissa Amalia Mulya b a Program Studi Akuntansi. 2132520111@student. Universitas Budi Luhur. Jakarta. Indonesia b Program Studi Akuntansi. amalia@budiluhur. Universitas Budi Luhur. Jakarta. Indonesia * Penulis Korespondensi: Louis ABSTRACT This study aims to examine the effect of Company Size. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, and Return on Assets on Firm Value. Company Size. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, and Return on Assets serve as independent variables, while Firm Value serves as the dependent variable. This study uses secondary data from a population of 25 companies, namely Infrastructure companies in the Construction sub-sector listed on the Indonesia Stock Exchange in 2021-2024. A total of 21 . wenty-on. companies were sampled for the study, with observation periods of 2021-2024. The sampling technique used was purposive sampling with multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that Company Size. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, and Return on Assets partially and simultaneously influence Firm Value. Keywords: Company Size. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return on Assets. Company Value Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets terhadap Nilai Perusahaan. Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return on Assets sebagai variabel independen. Sedangkan Nilai Perusahaan sebagai variabel dependen. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi 25 perusahaan, yaitu perusahaan Infrastruktur sub sektor Konstruksi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2021-2024, sebanyak 21 . ua puluh sat. perusahaan yang menjadi sampel penelitian dengan tahun pengamatan 2021-2024. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan metode analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial dan simultan Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return on Assets berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Kata Kunci: Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio. Return on Assets. Nilai Perusahaan PENDAHULUAN Nilai perusahaan merupakan salah satu indikator penting bagi investor dalam menilai prospek sebuah Semakin tinggi nilai perusahaan, semakin besar pula kepercayaan pasar terhadap kemampuan manajemen dalam mengelola aset dan menghasilkan keuntungan. Hal ini membuat peningkatan nilai perusahaan menjadi tujuan utama yang ingin dicapai oleh manajemen. Pada sektor infrastruktur, khususnya konstruksi bangunan, tantangan menjaga nilai perusahaan cukup berat karena kebutuhan pendanaan yang besar serta risiko proyek yang tinggi. Kondisi PT Waskita Karya (Perser. Tbk dapat dijadikan gambaran. Perusahaan yang memiliki aset besar tersebut mengalami tekanan akibat tingginya beban utang dari pembiayaan proyek, sehingga profitabilitas menurun dan perusahaan mencatat kerugian. Kasus ini memperlihatkan bahwa ukuran perusahaan yang besar tidak selalu sejalan dengan tingginya nilai perusahaan jika kondisi keuangan tidak dikelola dengan Naskah Masuk 25 Oktober 2025. Revisi 28 Oktober 2025. Diterima 1 November 2025. Terbit 4 November. Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Penelitian sebelumnya yang menelaah faktor-faktor keuangan terhadap nilai perusahaan menunjukkan hasil yang beragam. Sebagian penelitian menyatakan ukuran perusahaan, likuiditas, struktur modal, maupun profitabilitas berpengaruh terhadap nilai perusahaan, namun sebagian lainnya menemukan tidak ada Ketidakseragaman hasil penelitian ini mengindikasikan adanya research gap yang menarik untuk diteliti lebih lanjut, khususnya di sektor konstruksi yang karakternya padat modal. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets terhadap nilai perusahaan pada perusahaan infrastruktur sub sektor konstruksi bangunan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. TINJAUAN PUSTAKA Agency Theory Teori agensi menjelaskan hubungan kontraktual antara pemegang saham sebagai prinsipal dengan manajer sebagai agen. Prinsipal berharap manajer mengelola perusahaan untuk memaksimalkan nilai pemegang saham, namun dalam praktiknya sering terjadi perbedaan kepentingan. Konflik ini dapat menimbulkan masalah keagenan, terutama dalam pengambilan keputusan keuangan seperti penggunaan utang atau kebijakan pembagian laba. Dalam konteks penelitian ini, teori agensi digunakan untuk memahami bagaimana keputusan terkait ukuran perusahaan, likuiditas, struktur modal, dan profitabilitas dapat memengaruhi nilai perusahaan di mata investor. 2 Signalling Theory Teori sinyal menyatakan bahwa informasi yang diberikan manajemen kepada pihak eksternal dapat menjadi sinyal mengenai kondisi dan prospek perusahaan. Investor akan menafsirkan laporan keuangan sebagai sinyal positif atau negatif terkait kinerja perusahaan. Misalnya, tingginya tingkat profitabilitas (ROA) dapat menjadi sinyal positif bahwa perusahaan mampu menghasilkan laba, sehingga meningkatkan minat Sebaliknya, rasio utang yang tinggi (DER) bisa ditafsirkan sebagai sinyal risiko yang menurunkan kepercayaan pasar. Dengan demikian, variabel-variabel keuangan seperti ukuran perusahaan, likuiditas, struktur modal, dan profitabilitas dipandang penting karena berfungsi sebagai sinyal yang memengaruhi nilai perusahaan. 3 Variabel Penelitian Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Ukuran perusahaan menggambarkan besar kecilnya aset yang dimiliki. Perusahaan dengan total aset yang lebih besar biasanya memiliki akses pendanaan yang lebih mudah serta tingkat kepercayaan yang lebih tinggi dari investor. Dalam penelitian ini, ukuran perusahaan diukur dengan logaritma natural dari total Current Ratio (CR) Current Ratio digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek menggunakan aset lancar. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik kondisi likuiditas perusahaan. Namun. CR yang terlalu tinggi juga bisa menunjukkan adanya aset lancar yang menganggur dan tidak produktif. Debt to Equity Ratio (DER) Debt to Equity Ratio menunjukkan proporsi utang terhadap ekuitas dalam struktur pendanaan perusahaan. DER yang tinggi mencerminkan tingginya ketergantungan perusahaan pada utang, yang dapat meningkatkan risiko keuangan. Sebaliknya. DER yang rendah menunjukkan perusahaan lebih banyak menggunakan modal sendiri untuk membiayai operasionalnya. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 149 - 161 Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Return on Assets (ROA) Return on Assets adalah indikator profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari total aset yang digunakan. Semakin tinggi ROA, semakin efisien perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk memperoleh keuntungan, sehingga memberi sinyal positif bagi investor. Nilai Perusahaan (Firm Valu. Nilai perusahaan mencerminkan tingkat kepercayaan pasar terhadap prospek perusahaan di masa depan. Dalam penelitian ini, nilai perusahaan diproksikan dengan Price to Book Value (PBV), yaitu perbandingan harga pasar saham dengan nilai buku per lembar saham. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara variabel ukuran perusahaan, likuiditas, struktur modal, profitabilitas, dan nilai perusahaan. Populasi dalam penelitian ini meliputi seluruh perusahaan infrastruktur sub sektor konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021Ae2024, yang berjumlah 25 perusahaan. Pemilihan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria sebagai berikut: Perusahaan secara konsisten terdaftar di BEI selama periode pengamatan 2021Ae2024. Perusahaan menerbitkan laporan keuangan tahunan secara lengkap selama periode tersebut. Perusahaan memiliki data yang dibutuhkan untuk seluruh variabel penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 21 perusahaan sebagai sampel penelitian. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan . nnual repor. yang dipublikasikan melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia . serta situs resmi masing-masing perusahaan. Periode data yang digunakan mencakup tahun 2021 hingga 2024. Analisis data dilakukan menggunakan teknik regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS versi 26. 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisis Statistik Deskriptif Data penelitian terdiri dari 84 observasi yang berasal dari 21 perusahaan infrastruktur sub sektor konstruksi bangunan selama periode 2021Ae2024 . tahun pengamata. Analisis statistik deskriptif dilakukan untuk memberikan gambaran umum mengenai karakteristik masing-masing variabel, yaitu Ukuran Perusahaan (UP_X. Current Ratio (CR_X. Debt to Equity Ratio (DER_X. Return on Assets (ROA_X. , dan Nilai Perusahaan (NP_Y). Tabel 1. Analisis Statistik Deskriptif Pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt To Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan (Loui. Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation 32,26 UP_X1 22,70 28,5624 2,26516 CR_X2 ,16 11,00 1,6023 1,20518 DER_X3 -26,65 8,79 1,2707 4,32594 ROA_X4 -3,3851 ,2604 -,056888 ,4051861 NP_Y -6,49 70,84 8,07574 2,1925 Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Berdasarkan hasil analisis statistik deskriptif pada tabel di atas, diperoleh hasil sebagai berikut: Variabel Ukuran Perusahaan (UP_X. memiliki nilai minimum sebesar 22,70 dan maksimum sebesar 32,26 dengan rata-rata 28,5624 serta standar deviasi 2,26516. Hal ini menunjukkan adanya variasi ukuran aset antar perusahaan, meskipun sebagian besar tergolong perusahaan besar. Variabel Current Ratio (CR_X. memiliki nilai terendah 0,16 dan tertinggi 11,00 dengan rata-rata 1,6023 serta standar deviasi 1,20518. Nilai ini menunjukkan bahwa sebagian besar perusahaan memiliki kemampuan cukup baik dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Variabel Debt to Equity Ratio (DER_X. memiliki nilai minimum -26,65 dan maksimum 8,79 dengan nilai rata-rata 1,2707 serta standar deviasi 4,32594, yang menunjukkan adanya perbedaan besar dalam struktur pendanaan antarperusahaan. Variabel Return on Assets (ROA_X. memiliki nilai minimum -3,3851 dan maksimum 0,2604 dengan rata-rata -0,0569 serta standar deviasi 0,40519. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian perusahaan mengalami kerugian selama periode penelitian. Variabel Nilai Perusahaan (NP_Y) memiliki nilai minimum -6,49 dan maksimum 70,84 dengan ratarata 2,1925 serta standar deviasi 8,07574, yang mengindikasikan adanya variasi nilai pasar yang cukup besar antar perusahaan. 2 Uji Asumsi Klasik Pengujian asumsi klasik dalam penelitian ini mencakup uji normalitas, uji heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinearitas. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan bahwa model regresi yang digunakan memenuhi kriteria sebagai model yang layak secara statistik, yaitu bebas dari gejala multikolinearitas, heteroskedastisitas, maupun autokorelasi. Dengan demikian, hasil analisis regresi yang diperoleh dapat dianggap valid dan dapat dijadikan dasar pengambilan kesimpulan yang akurat. 1 Uji Normalitas Uji normalitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah nilai residual yang telah distandarisasi dalam model regresi berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini, uji normalitas dilakukan dengan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dan analisis grafik Normal P-P Plot. Pengujian dengan Kolmogorov-Smirnov menyatakan bahwa jika nilai signifikansi (Asymp. Si. lebih besar dari 0,05, maka data residual dianggap berdistribusi normal. Sebaliknya, jika data menyebar jauh dari garis diagonal, artinya residual tidak mengikuti distribusi normal. Sebagaimana dijelaskan oleh Ghozali . , pengujian JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 149 - 161 Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 statistik t dan F dalam regresi linier klasik mengasumsikan bahwa nilai residual berdistribusi normal. Adapun hasil uji normalitas data dalam penelitian ini ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardiz ed Residual Mean Normal Parametersa,b 0E-7 Std. 3,64029834 Deviation Most Extreme Differences Absolute ,081 Positive ,081 Negative -,080 Kolmogorov-Smirnov Z ,743 Asymp. Sig. -taile. ,639 Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Berdasarkan Tabel 2, hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai signifikansi (Si. dari unstandardized residual adalah sebesar 0,639. Karena nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Dengan demikian, penelitian ini memenuhi asumsi normalitas dan dapat dilanjutkan ke tahap pengujian berikutnya. 2 Uji Multikolinearitas Uji multikolinearitas memiliki tujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan atau korelasi yang tinggi antar variabel independen dalam model regresi. Jika terdapat korelasi antar variabel independen, maka model regresi tersebut mengalami gejala multikolinearitas. Keberadaan multikolinearitas dapat dilihat melalui nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Suatu model dinyatakan bebas dari multikolinearitas apabila nilai Tolerance Ou 0,10 dan nilai VIF tidak melebihi angka 10 (Suliyanto, 2. Adapun hasil uji multikolinearitas data dalam penelitian ini ditampilkan pada tabel berikut: Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Unstandardized Standardize Coefficients Sig. Collinearity Statistics Coefficients (Constan Std. Error 8,445 6,100 Beta Tolerance 1,384 VIF ,170 Pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt To Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan (Loui. Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 UP_X1 CR_X2 -,552 ,207 -,155 -2,665 ,009 ,763 1,311 5,562 ,357 ,830 15,586 ,000 ,907 1,103 DER_X3 ,255 ,099 ,137 2,583 ,012 ,916 1,091 1,092 -,235 -4,285 ,000 ,857 1,167 ROA_X -4,678 Dependent Variable: Y Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Berdasarkan Tabel 3 di atas, dapat diketahui bahwa nilai Tolerance dari masing-masing variabel independen yaitu Ukuran Perusahaan (X. Current Ratio (X. Debt to Equity Ratio (X. , dan Return on Assets (X. semuanya lebih besar dari 0,10 serta nilai Variance Inflation Factor (VIF) seluruhnya lebih kecil dari 10. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen dalam model regresi tidak terjadi masalah multikolinearitas. 3 Uji Autokorelasi Uji autokorelasi dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terdapat hubungan yang kuat, baik positif maupun negatif, antar data variabel. Model regresi yang baik seharusnya bebas dari Untuk mendeteksi hal tersebut digunakan Uji Durbin-Watson (DW) yang menguji autokorelasi tingkat pertama . irst-order autocorrelatio. Berikut ini merupakan hasil uji autokorelasi dalam penelitian pada tabel berikut : Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb Model ,928a R Square Adjusted R Std. Error of the ,861 Square Estimate ,854 2,94101 DurbinWatson 2,003 Predictors: (Constan. LAG_X4. LAG_X3. LAG_X2. LAG_X1 Dependent Variable: LAG_Y Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Berdasarkan tabel 4 di atas, diperoleh nilai Durbin-Watson (DW) dari model regresi sebesar 2,003, sedangkan nilai Durbin-Watson table dengan tingkat signifikansi 0,05, jumlah sampel (N) = 84, dan jumlah variabel independen (K) = 4, masing-masing menunjukkan nilai batas bawah . L) = 1,5472 dan batas atas . U) = 1,7462. Hasil pengujian autokorelasi dengan Uji Durbin-Watson dapat digambarkan sebagai dU < DW < 4 Ae dU = 1,7462 < 2,003 < 2,2538. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model regresi dalam penelitian ini tidak mengalami autokorelasi atau bebas dari korelasi antar residual. 4 Uji Heteroskedastisitas Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidakkonsistenan varians residual antar pengamatan. Varians residual yang konstan menunjukkan adanya homoskedastisitas, sedangkan varians residual yang tidak konstan disebut heteroskedastisitas (Santoso, 2. Model regresi yang baik seharusnya tidak mengalami gejala heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi adanya heteroskedastisitas, penelitian ini menggunakan Uji Glejser dengan melihat nilai signifikansi masing-masing variabel Jika nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Tabel 5. Hasil Uji Heteroskedasitisitas Model Uji Glejser Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 149 - 161 Sig. Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Std. Error (Constan. -,511 1,365 UP_X1 ,211 ,138 CR_X2 -,091 DER_X3 ROA_X4 Beta -,374 ,709 ,214 1,529 ,132 ,113 -,104 -,807 ,423 ,023 ,046 ,063 ,512 ,611 ,202 ,329 ,085 ,614 ,541 Dependent Variable: ABS_RES2 Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Berdasarkan Tabel 5 di atas, nilai signifikansi masing-masing variabel independen yaitu Ukuran Perusahaan (X. sebesar 0,132. Current Ratio (X. sebesar 0,423. Debt to Equity Ratio (X. sebesar 0,611, dan Return on Assets (X. sebesar 0,541. Seluruh nilai signifikansi tersebut lebih besar dari 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas dan layak untuk digunakan dalam analisis selanjutnya. 3 Analisis Regresi Linear Berganda Regresi linear berganda merupakan metode analisis statistik yang digunakan untuk mengukur pengaruh lebih dari satu variabel independen terhadap satu variabel dependen. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui arah dan kekuatan hubungan antara variabel-variabel tersebut, apakah bersifat positif atau negatif, serta untuk memprediksi perubahan nilai variabel dependen berdasarkan variasi pada variabel Model disebut regresi linear berganda apabila terdapat lebih dari satu variabel bebas yang memengaruhi variabel terikat, sedangkan apabila hanya melibatkan satu variabel bebas dan satu variabel terikat disebut sebagai regresi linear sederhana. Tabel 6. Hasil Uji Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error (Constan. 6,240 2,780 UP_X1 -,918 ,288 CR_X2 5,889 DER_X3 ROA_X4 Beta 2,245 ,028 -,138 -3,187 ,002 ,285 ,877 20,649 ,000 ,212 ,063 ,141 3,335 ,001 -4,108 ,701 -,254 -5,862 ,000 Dependent Variable: LAG_Y Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Persamaan regresi diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut : Koefisien regresi variabel Ukuran Perusahaan (X. sebesar -0,918 dengan arah negatif, artinya jika Ukuran Perusahaan meningkat 1 satuan maka Nilai Perusahaan (Y) akan menurun sebesar 0,918, demikian juga sebaliknya. Koefisien regresi variabel Current Ratio (X. sebesar 5,889 dengan arah positif, artinya jika Current Ratio meningkat 1 satuan maka Nilai Perusahaan (Y) akan meningkat sebesar 5,889, demikian juga Pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt To Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan (Loui. Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Koefisien regresi variabel Debt to Equity Ratio (X. sebesar 0,212 dengan arah positif, artinya jika Debt to Equity Ratio meningkat 1 satuan maka Nilai Perusahaan akan meningkat sebesar 0,212, demikian juga sebaliknya. Koefisien regresi variabel Return on Assets (X. sebesar -4,108 dengan arah negatif, artinya setiap peningkatan 1 satuan pada Return on Assets tidak akan menyebabkan perubahan yang signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Y), demikian juga sebaliknya. Berdasarkan hasil persamaan regresi linear dan nilai koefisien determinasi yang diperoleh, maka dapat dirumuskan model analisis jalur . ath analysi. sebagai berikut: Gambar Model Penelitian Sumber : Data diolah sendiri. 4 Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Durbin-Watson Square ,928a ,861 Estimate ,854 2,94101 2,003 Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Berdasarkan Tabel 7, nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 0,854. Artinya, sekitar 85,4% variabilitas dalam harga saham dapat dijelaskan oleh variabel-variabel prediktor yang digunakan dalam model, yaitu Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets Dengan kata lain, kontribusi keempat variabel tersebut terhadap perubahan harga saham adalah sebesar 85,4%. 5 Uji Signifikasi Simultan (Uji F) Tabel 8 Hasil Uji Signifikasi Simultan ANOVAa Model Sum of Squares Regression 4174,820 Mean Square 1043,705 JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 149 - 161 120,666 Sig. ,000b Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Residual 674,662 Total 4849,482 8,650 Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Diketahui : F hitung Perhitungan Ftabel = 84 = 120,666 = df2 = n Ae k Ae 1 df2 = 84 - 4 Ae 1 df2 = 79 = k Ae 1 = 4-1 = 3 = . = . = . = 2,49 sedangkan df1 Ftabel Probabilitas value . Berdasarkan hasil uji ANOVA atau uji F, diperoleh nilai Fhitung sebesar 120,666, sedangkan nilai Ftabel pada tingkat signifikansi 5% adalah sebesar 2,49. Karena Fhitung > Ftabel dan nilai signifikansi sebesar 0,000 . ebih kecil dari 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh secara simultan antara variabel Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets terhadap Nilai Perusahaan. Selain itu, hasil ini juga menunjukkan bahwa model regresi yang digunakan layak untuk dijadikan dasar dalam penelitian ini. 6 Uji Signifikasi Parsial (Uji . Tabel 9 Hasil Uji Signifikasi Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Sig. Coefficients Std. Error (Constan. 6,240 2,780 -,918 ,288 5,889 Beta 2,245 ,028 -,138 -3,187 ,002 ,285 ,877 20,649 ,000 ,212 ,063 ,141 3,335 ,001 -4,108 ,701 -,254 -5,862 ,000 Pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt To Equity Ratio, dan Return On Assets Terhadap Nilai Perusahaan (Loui. Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 Sumber : Hasil olahan data dengan SPSS versi 20 . Diketahui : = 84 Perhitungan t tabel df = n-k-1 = 84-4-1 = 79 t tabel = (/2. n-k-. = . ,05/2. 84-4-. = . ,025. = 1,990 (Signifikan 0,. Berdasarkan tabel 4. 17 diatas maka dapat dijelaskan koefisien regresi sebagai berikut: Pengujian Koefisien Regresi Variabel Ukuran Perusahaan Independen (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Ukuran Perusahaan Independen terhadap Nilai Perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,02 . ,02 < 0,. dan nilai t hitung . 3,187 > t tabel 1,990. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan arah negatif. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Current Ratio Independen (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Current Ratio Independen terhadap Nilai Perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . 20,649 > t tabel 1,990. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H2 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Current Ratio terhadap Nilai Perusahaan dengan arah positif. Pengujian Koefisien Regresi Variabel Debt to Equity Ratio Independen (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Debt to Equity Ratio Independen terhadap Nilai Perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,001 . ,001 < 0,. dan nilai t hitung . 3,335 < t tabel 1,990. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H3 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Debt to Equity Ratio dengan Nilai Perusahaan dengan arah Pengujian Koefisien Regresi Variabel Return on Assets Independen (X. terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hasil pengujian secara parsial antara variabel Return on Assets Independen terhadap Nilai Perusahaan diperoleh nilai sig. sebesar 0,000 . ,000 < 0,. dan nilai t hitung . 5,862 < t tabel 1,990. Maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H4 diterima, karena ada pengaruh signifikan antara Return on Assets terhadap Nilai Perusahaan dengan arah negatif. 7 Interpretasi Hasil Penelitian Pada bab ini akan dibahas mengenai interpretasi hasil penelitian yang terdiri dari pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets terhadap Nilai Perusahaan. Penelitian ini difokuskan pada periode tahun 2021 hingga 2024, di mana kondisi ekonomi menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif pascapandemi. Situasi tersebut menyebabkan para investor lebih berhatihati dalam mengambil keputusan investasi dengan mempertimbangkan kinerja keuangan, likuiditas, serta struktur permodalan perusahaan sebagai indikator utama dalam menilai nilai suatu perusahaan. 1 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis pertama (H. menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,002 (< 0,. dan nilai t hitung sebesar 3,187 yang lebih besar dari t tabel 1,990. Dengan demikian. H1 diterima, yang berarti bahwa Ukuran Perusahaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. 2 Pengaruh Current Ratio (CR) terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis kedua (H. menunjukkan bahwa Current Ratio (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan nilai t hitung sebesar 10,649 yang lebih besar dari t tabel 1,990. Dengan demikian. H2 diterima, yang berarti bahwa Current Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. 3 Pengaruh Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis ketiga (H. menunjukkan bahwa Debt to Equity Ratio (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hal ini ditunjukkan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,. dan nilai t hitung sebesar 3,335 yang lebih besar dari t tabel 1,990. Dengan demikian. H3 diterima, yang berarti bahwa Debt to Equity Ratio memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. JURNAL ILMIAH AKUNTANSI Vol. No. November 2025, pp. 149 - 161 Louis dkk / Jurnal Ilmiah Akuntansi Vol 2 No. 149 Ae 161 4 Pengaruh Return on Assets (ROA) terhadap Nilai Perusahaan Pengujian hipotesis keempat (H. menunjukkan bahwa Return on Assets (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan nilai t hitung sebesar 5,862, yang lebih besar dari t tabel 1,990. Dengan demikian. H4 diterima, yang berarti bahwa Return on Assets memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis yang telah dilakukan serta pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai pengaruh Ukuran Perusahaan. Current Ratio. Debt to Equity Ratio, dan Return on Assets terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan sektor infrastruktur sub-sektor konstruksi bangunan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Pengolahan data dilakukan menggunakan software SPSS versi 20. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Current Ratio (CR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Debt to Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. Return on Assets (ROA) berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021Ae2024. SARAN