Al-Idarah: Jurnal Manajemen Dakwah | p-ISSN : 2776-0405, e-ISSN: 2775-9156 Vol. 3. No. 1, Maret 2023 | Hal: 29 - 33 URL: https://e-journal.iai-al-azhaar.ac.id/index.php/idaroh/index GAYA KEPEMIMPINAN KIYAI DALAM MENDIDIK SANTRI PONDOK PESANTREN HIDAYATUL FUDHOLA’ Millati Pondok Pesantren Hidayatul Fudhola’ Walisongo Sungai Lilin milatiputri00@gmail.com Abstrack: This study aims to find the sorrounding indigenous pesantren trough thee kiyai leadership in educating students. The method used is a systematic review trough review articles using inclusion criteria and exclusion criteria. Article searches wew accessed from internet searches in the database, namely: proquest com, scincederent and goggle scholar with the keywords leadership. Style, kiyai leadership and santri education. Data analysis was done by collecting articles that met the inclusion criteria colloted and axamined systematicaly. Search for literature fublished from 2015 to 2020. The resultd of the study showed that the kiyai’s leadership style in educating students was a leader who had unique characteristics and became an example for his student and had a duty a carry out the task of developing this nation and country. The fidure of a kiyai who was sincere, simple and tenacious in educating and disciplined in carrying out his duties, this was all feclected in the characteristics of a teacher in islam, namely, as murrabi, muallim, muaddib and mudaris. Therefore, the kiyai is an exemplary and charismatic figure who is able to influence both within the pesantren and outside the pesantren or in society, so that the students will be similar to the leader of the pesantren, namely the kyai when they have graduated. Keywords: Kiyai leadership style, educating students Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konseling indigenous pesantren melalui gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri, metode yang digunakan adalah tinjauan sistematika melalui review artikel dengan menggunakan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Pencarian artikel diakses dari pencarian inetrnet yang ada database yaitu : proquest com, scincederect, dan goggle scholar dengan kata kunci leadership style, kiyai leadership dan santri education. Analisis data adalah dengan cara mengumpulkan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dikumpulkan dan diperiksa secara sistematis. Pencarian literatur yang di publikasikan dari tahun 2015 sampai dengan 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri merupakan seorang pemimpin yang memiliki karakter unik dan menjadi contoh bagi santrinya dan memiliki tugas dalam mengemban tugas untuk membangun bangsa dan negri ini. Sosok kiyai yang memiliki sifat ikhlas, sedrhana dan kedaulatan dalam mendidik serta disiplin dalam menjalankan tugasnya. Hal ini semuanya tercermin dalam karakteristik seorang guru dalam islam yaitu: sebagai murobbi, mualim, muaddib dan mudaris. Oleh karena itu kiyai merupakan sosok yang memiliki keteladanan dan karismatik yang mampu berpengaruh baik di dalam lingkungan pesantren maupun di lingkungan luar pesantren atau dalam Millati: [Gaya Kepemimpinan Kiayi Dalam Mendidik Santri Pondok Pesantren Hidayatul Fudhola’…] 29 masyarakat. Sehingga para santri akan memiliki kemiripan dengan pemimpin pesantrenya yaitu para kiyai ketika mereka sudah lulus. Kata Kunci: gaya kepemimpinan Kiyai, mendidik santri PENDAHULUAN Di era globalisasi sekarang ini sering kita jumpai penyimpanganpenyimpangan perilaku seperti mabukmabukan, perampokan, pemerkosaan dan penyimpangan lainya dari berbagai kalangan terutama anak muda. Hal demikian kemungkina dikarenakan oleh beberapa faktor seperti kurangnya perhatian orang tua, dan hal yang peling utama tentunya kurangnya pemahaman tentang etika dan pendidikan agama. Dengan demikian ajaran agama mempunyai potensi untuk mendorong atau bahkan menahan proses pemahaman sosial dimana dalam agama islam yang strategis untuk melekukan hal itu adalah ulama dan pendidikan pesantren. Dalam ajaran islam, kepemimpinan merupakan hal yang penting, kebaradaanya menentukan arah gerak umat dalam merealisasikan ajaran syariat yang secara baik. Kepemimpinan yang baik dibutuhkan dalam setiap ilmu kehidupan manusia terutama dalam lembaga pendidikan. Dalam menglola lembaga pendidikan dibutuhkan seorang pemimpin yang baik dan berkarakter, agar dapat mencetak generasi manusia yang baik, oleh karna itu di perlukan pemimpin yang baik. Manusia menutupi kebutuhan kognitif dan psikomotorik (Al qurtubi, 1999), karena pada dasarnya posisi manusia adalah sebagai makhluk sosial dan makhluk individu, makhluk biologis dan makhluk psikologis (spritual). Manusia adalah kombinasi elemen matrial (bashari) dan elemen spritual. Dalam hal hubungannya dengan tuhan, posisi manusia adalah sebagai makhluk 30 Al-Idarah: Vol. 3 No. 1, Maret 2023 (ciptaan) dan posisi manusia dalam konteks ciptaan tuhan adalah yang terbaik (atang abdul hakim, 2010). Sedangkan kepemimpinan adalah seni mempegaruhi orang lain mencapai tujuan tertentu. Kepemimpinan adalah kegiatan yang mempegaruhi orang lain agar orang tersebut bisa bekerja sama (berkolaborasi dan menguraikan potensinya) untuk mencapi tujuan yang dinyatakan (wahab dan umi arso,2011). Salah satu faktor keberhasilan suatu organisasi terletak peran pemimpin. Pemimpin menjadi barometer keberhasilan kelompok dalam perencanaan, implemtasi, motivasi, dan proses pengawasan untuk mencapai tujuan bersama dalam kelompok. Karna sangat pentingnya peran pemimpin, demikian juga para pemimpin di anggap sebagai panutan bagia anggota mereka. Setiap pemimpin tentu saja memiliki gaya yang berbeda, tidak terkecuali di pondok pesantren. Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan dengan sistem kependidikan islam nasional. Pemimpin terkenal di pesantren lebih dikenal sebagai kiyai. Kiyai menjadi pelindung untuk masyarakat sekitar, terutama yang utama keperibadian dan kiyai memainkan peran lebih dari sekedar guru. Pemberian gelar kiyaibukan untuk sembarang orang tetapi terutama bagiorang yang memiliki kelebihan sains dan amal yang tidak dimiliki oleh orang dan orang banyak dukungan dari komunitas pesantren. Kiyai adalah sosok seorang yang sangat dihormati dan contoh bagi santrinya.interaksi yang ada di pesantren berbeda dari interaksi yang ada di ekolah pada umumnya. Dalam mendidik, kiyai menggunakan metode pembelajaran yang berfariasi dalam meningkatkan peembelajaran yang paikem, salah satunya adalah model reading guide berbasis paikem yang sudah di uji efektif dalam meningkatkan pembelajaran. Interaksi antara santri di sekolah berasrama lebih dalam terjalin. Banyak santri yang berlomba untuk mencari berkah dari seorang kiyai mereka melekukan hal-hal kecil yang membuat kiyai merasa bahagia. Selagi interaksi yang terjadi disekolah antara kepela sekolah dan pesrta didik cenderung dibatasi oleh posisi, sehingga peserta didik jarang berinteraksi dengan kepela sekolah. Ini mempengaruhi penanaman nilai-nilai dan etika kepada peserta didik. Iti penanaman etika dan nilai kepada siswa di depan umum sekolah melelui agama islam pendidikan, tetapi peneneman tidak maksimal, karna waktu kendala dan interaksi yang berjalan masih kurang inteks. Penanaman etika dan nilai disekolah asrama lebih banyak intens, karena kiyai memiliki peluang lebih besar di menanamkan nilai dan etika karna kondisi lingkungan yang sangat mendukungnya. Adapun penelitian ini bertujuan untuk menemukan konseling pesantren melalui gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri. METODE PENELITIAN Metode yang digunakan adalah sebuah tinjauan sistematika melalui riview artikel tentang gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri. Objek kajian adalah di ambil dari beberapa artikel dari berbagai sumber. Teknik analisis data yang dugunakan adalah dengan melihat kriteria inklusi artikel yang digunakan adalag gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santrinya yang menjadi bagian konseling indigenius, sedangkan kriteria iksklusi adalah artikel yang abstrak, artikel yang menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris yang sudah di sajian dalam bentuk artikel dengan kriteria full next. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis artikel di dapatkan bahwa konseling pesantren dengan mengungkap gaya kepemimpinnan kiyai dalam mendidik santri adalah sebagai berikut:Praptining sukowati (2019) menyimpulkan bahwa pengembagan pondok pesantren masa depan adalah tanggung jawab bersama eksekutif menejemen pesantren di tuntut untuk lebih terbuka mengenai isu-isu strategis dan pola-pola baru dalam pengembanggan pondok pesantren dan organisasi islam. Kiyai sebaagai pemimpin tertinggi pesantren di tuntu untuk lebih adaptif, akomodatif dan responsif berkenaan dengan globalisasi dan modernisasi sehingga pesantrenpesantrean islam dapat bertahan melawan gempuran lembaga pendidikan lainya. Dan pemerintah harus mendukung pengembangan pondok pesantren melalui kebijakan dan peningkatan kualitas pondok pesantren dan pengembangan pola baru pembagunan. Pengembagan pesantren yang berkualitas dan kepemimpinan seorang kiyai di pesantren yang karismatik dan bijaksana tentu akan membawa perubahan signifikan dalam kebijakan pembagunan daerah untuk kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan ekonomi. Pendapat tersebut sejalan dengan diungkapkan bahwa manajemen perubahan adalah proses sistematis dalam menerapkan Millati: [Gaya Kepemimpinan Kiayi Dalam Mendidik Santri Pondok Pesantren Hidayatul Fudhola’…] 29 pengetahuan, fasilitas, dan sumber daya yang dibutuhkan. Pada penelitian suhendar et al (2013) menyimpulkan bahwa kepemimpinan kiyai memiliki pengaruh langsung terhadap motifasi kerja guru dan budaya pesantren masing-masing sebesar 26% dan 57,6%. Kepemimpinan kiyai tidak memiliki pengaruh langsung terhadap mutu pendidikan pesantren, melainkan memiliki pengaruh tidak langsung melalui motifasi kerja guru dan budaya pesantren sebesar 48.8%. Disisi lain kualitas kepemimpinan kiyai memiliki pengaruh tidak langsung terhadap motivasi kerja guru melalui pesantren sebesar 21.6%. Sedangkan budaya pesantren memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap motifasi keja guru di sungai lilin, sebesar 37.5%. Budaya pesantren juga memiliki pengaruh langsung yang positif dan signifikan terhadap keberadaan moto kependidkikan yang berada di sungai lilin sebesar 65.9%. Dan budaya pesantren memiliki pengaruh tidak langsung terhadap keberadaan mutu pendidikan yang berada di sungai lilin melalui motivasi kerja guru sebesar 8.6%. Ismail suardi menyimpulkan bahwa analisis dalam penelitian ini entah bagaimana berhasil menyimpulkan bahwa ada tiga tipe pola weber ditemukan dalam beberapa kepemimpinan kiyai di pesantren di seluruh indonesia. Kepemimpinan tradisional sangat di pengaruhi tradisi pendidikan di pesantren yang menghormati kiyai sebagai pemimpin dan pendiri pesantren. Pemimpin pondo pesantren atau kiyai tidak hanya mempekerjakan instruksional penedekatan kepada santri atau bawahan mereka tetapi mereka juga mulai membuka komunukasi dua arah untuk 30 Al-Idarah: Vol. 3 No. 1, Maret 2023 mencapai tujuan sekolah dan juga untuk menyelesaikan masalah. Dilingkungan sekitar pensanten, praktik tanggung jawab diwakili oleh kiyai sebagai pemimpin pesantren, dan itu di pegang teguh oleh semua ustadz dan ustadzah sebagai guru di pesantren. Ini karena tanggung jawab membagun islam yang prima pesantren dan menghasilkan lulusan yang berkualitas adalah kewajiban bersama. Melihat fenomena pendidikan ilslam yang diwarnai berbagai masalah, polanya mungkin bisa menjadi alternatif pesantren. Gontor sebagai panutan pesantren moderen di indonesia telah menggambil itu. Dengan ini dalam hal sistem dan institusi, tujuan, pendidik, siswa, dan situasi pendidikan yang berkembang di indinesia. Dalam pengembagan pesantren mempunyaijiwa dan falsafah yang ditanamkan pada peserta didiknya atau kepada santri. Kepemimpinan seorang kiyai di anggap sebagai panutan, oleh karena itu kyai merupakan sosok yang memiliki keteladanan dan karismatik yang mampu berpengaruh baik dalam lingkungan pesantren ataupun lingkungan luar pesantren, sehingga para santri akan mimiliki kemiripan dengan pemimpin pesantrennya yaitu para kyai ketika mereka sudah lulus. KESIMPULAN Kesimpulan yang diperoleh dari peneelitian ini adalah gaya kepemimpinan kiyai dalam mendidik santri merupakan seorang pemimpin yang memiliki karakter unik dan menjadi contoh bagi santrinya dan memiliki tugas dalam mengemban tugas untuk membangun bangsa dan negri ini. Sosok kiyai yang memiliki sifat ikhlas, sederhana dan keuletan dalam mendidik serta disiplin dalam menjalankan tugasnya, hal ini semuanya tercermin dalam karakteristik seorang guru islam yaitu: sebagai murobbi, muallim,muaddib dab mudaris. Oleh karena itu kiyai merupakan sosok yang memiliki keteladanan dan karismatik yang mampu berpengaruh baik didalam lingkungan pesantren maupun di lingkungan luar pesantren atau dalam bermasyarakat, sehingga para santri akan memiliki kemiripan dengan pemimpin pesantrrenya yaitu para kiyai ketika mereka sudah lulus. DAFTAR PUSTAKA A, N., Pemikiran para tokoh islam seri kajian filsafat islam. jakarta: raja grafindo persada, 2003 Arif Wijaya, H. "GAYA KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DI SMA NEGERI BINGIN TELUK KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA". TAZKIRAH, 8(2), 2023 dkk, A. M. "Education thought imam zarkasyi and relevence to the development of islamic education". pendidikan islam , vol.5 No.1, 2020 Gunawan, I. Kerangka landasan pembelajaran, pengajaran dan penilaian. pendidikan dasar dan pembelajaran , 2012 Lasiati, L. "Meningkatkan motivasi belajar peserta didik dengan menerapkan model reading Guide berbasis PAIKEM". Jurnal kependidikan, hasil penelitian dan kajian keputakaandi bidang pendidikan , https://doi.org/10.33394/jk, v2il.431., 2016 Makmun, H. R. Pembentukan karakteer berbasis pendidikan pesantren. stain pomorogo , Vol.12 No. 2, 2014 Millati. "Gaya kepemipinan kiyai di pondok pesantren . https://doi 10.33650. edureligja. v612 4536, 2023" Riyanto. "The effect of organizational culture, leadeship and motivation on work performace". jurnal ilmiah education management , 148181, 2011 Millati: [Gaya Kepemimpinan Kiayi Dalam Mendidik Santri Pondok Pesantren Hidayatul Fudhola’…] 31