Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. SISTEM PENGAJUAN DAFTAR USUL PENATAPAN ANGKA KREDIT (DUPAK) GURU DAN PENGAWAS KEMENAG PROV. JAMBI GOLONGAN IV/A KE IV/b dI MASA PANDEMI COVID 19 ELFANDI PUTRA Analis Kepegawaian Kanwil Kemenag Provinsi Jambi fandifarha@yahoo. Abstrak Pemerintah melarang aktivitas dan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dimasa pandemi covid-19. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah tersebut pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama RI mengeluarkan aturan yang tertuang dalam Surat Edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor B-16308/B. II/4/Kp. 2/05/2020 tanggal 6 mei 2020 yang isinya bahwa terhitung tanggal 12 Mei yang mengharuskan pengusul DUPAK melakukan proses pengusulan secara online. Biro Kepegawaian Kementerian Agama RI telah membangun sebuat metode dan sistem pengusulan DUPAK guru dan pengawas secara daring, sehingga proses pengusulan dan perhitungan angka kredit menjadi cepat dan akurat. Sistem baru ini dibangun berbasis aplikasi online, di dalamnya terdapat fiture yang memuat unsur-unsur kegiatan yang akan dinilai angka Setiap guru dan pengawas yang mengusulkan pangkat melakukan registrasi dan memilki akun sendiri. Login melalui akun yang sudah dibuat digunakan pengusul untuk entry-data yang dipersyaratkan. Menurut penulis, secara prosedural dan legalitas formal, sistem lama dan sistem baru ini tidak jauh berbeda. Namun dari segi efektifitas kerja, sistem baru jauh lebih efektif dibandingkan caracara konvensional . y pape. perbedaan mendasar juga terletak pada fungsi teknologi komputer berbasis aplikasi online dalam proses uploud berkas, sehingga dapat mempersingkat proses pengajuan dan penilaian DUPAK. Penelitian ini akan mendeskripsikan data dan fakta yang timbulkan dari suatu tindakan penggunaan sistem aplikasi online. Pendekatan Studi Kasus dalam penelitian ini adalah implementasi Simpeg-5 yang dirilis Biro Kepegawaian RI bagi pengusul DUPAK dengan pangkat IV/a ke IV/b pada periode Oktober 2020. Kata Kunci : Sistem. Simpeg, e-dupak SYSTEM OF PROPOSAL LIST OF PROPOSAL FOR ASSESSMENT OF CREDIT NUMBERS (DUPAK) TEACHERS AND SUPERVISORS OF MORA PROV. JAMBI GROUP IV/A TO IV/b DURING THE COVID-19 PANDEMIC ABSTRACT Therefore, to overcome this problem the government, in this case the Indonesian Ministry of Religion through the Director General of Islamic Education issued a Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. regulation contained in the Secretariat General Letter of the Ministry of Religion of the Republic of Indonesia Number B-16308 / B. II / 4 / Kp. 2 / 05/2020 May 6 2020, the contents of which are dated May 12, which requires DUPAK proposers to make the online submission process. The Ministry of Religion's Civil Service Bureau has developed a method and system for proposing DUPAK teachers and supervisors online, so that the process of proposing and calculating credit numbers is fast and This new system is built based on online applications, in which there are features that contain elements of activities whose credit numbers will be assessed. Each teacher and supervisor who proposes the rank registers and has their own Login through the account that has been made is used by the proposer for data entry required. According to the authors, procedurally and formal legality, the old system and the new system are not much different. But in terms of work effectiveness, the new system is far more effective than onventional methods . y the fundamental difference also lies in the function of online application-based computer technology in the file upload process, so as to shorten the DUPAK submission and assessment process. This research will describe the data and facts arising from an act of using an online application system. The online application in this action research is Simpeg-5 released by the Republic of Indonesia Civil Service Bureau for proposing DUPAK with rank IV / a to IV / b in the period of October Keywords: System. Simpeg, e-dupak PENDAHULUAN Sejak pandemi terjadi di Indonesia, pemerintah melakukan banyak upaya dalam meningkatkan Pelayanan Kepegawaian agar tidak terjadi stagnasi yang dapat menghambat proses kenaikan pangkat Aparatur sipil negara tersebut. Pemerintahan. aparaturnya, salah satunya adalah dengan melakukan metode Pengajuan Daftar Usul Penilaian Angka Kredit (DUPAK) melalui aplikasi. Sejauh ini telah ada beberapa penelitian yang mengangkat tentang Rancang Bangun Sistem informasi kepegawaian pada Kecamatan Medan marelan berbasis Web oleh Romindo . Ely Debora Hondro . , untuk Sistem Informasi Penetapan Angka Kredit (PAK) Kenaikan pangkat pada Jabatan Fungsional Guru (Study Kasus Dinas Pendidikan Kota XYZ) oleh Amig Fahmi . Ridha Rahmawati . Pujiono . Dari penelitian-penelitian yang telah dilakukan di atas, masih jarang yang membahas tentang Sistem pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit guru dan pengawas Kemenag Provinsi Jambi Golongan IV/a ke IV/b dimasa Pandemi Covid 19 sehingga hal ini perlu dilakukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana Pengunaan dan pengetahuan guru dan pengawas terhadap Aplikasi ini untuk Pengusulan DUPAK melalui Sistem Upload data dengan mengunakan Aplikasi E-dupak dan Simpeg05 yang beralamat https://simpeg5. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam memberikan informasi tambahan megenai gambaran Pengunaan Aplikasi Simpeg05 dan e-DUPAK dalam rangka pengusulan DUPAK Kenaikan Pangkat. Disamping itu, penelitian Survei ini perlu dilakukan karena pada periode kenaikan pangkat sebelumnya hanya ada 16 orang guru dan 3 pengawas yang bisa naik pangkat ke jenjang yang lebih tinggi yaitu ke IV/b. Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. Kantor Wilayah Kementerian Agama memiliki 848 orang guru dengan Pangkat Gol Pembina (IV/. , dan 80 Orang Pengawas Madrasah dengan Pangkat Golongan Pembina (IV/. Selama ini proses pengajuan Daftar Usul Penetapan Angka Kredit (DUPAK) mereka masih mengunakan pengajuan manual sehingga sehingga proses kenaikan pangkat khususnya dimasa covid 19 menjadi kurang efektif. Hadirnya sistim pengajuan DUPAK melalui E-dupak dan Simpeg5 yang mengharuskan sistim Upload berkas akan melihat sejauhmana respon guru dan pengawas terhadap program tersebut. Kawasan kerja Kementerian Agama RI meliputi seluruh propinsi di Indonesia dengan potensi pengusul DUPAK IV/a ke IV/b yang sangat tingg. , mengharuskan Kemenag RI menggunakan pola dan sistem usulan DUPAK secara elektronik/e-DUPAK. Oleh karena itu hal-hal yang perlu dicermati dalam penelitian ini adalah . apa saja potensi strategis e-DUPAK . di seluruh provinsi yang bisa dikembangkan secara mutualisme sehingga menjadi aktivitas yang berkelanjutan? . apa saja yang perlu dilakukan untuk menciptakan dan/atau memperkuat keterhubungan . pengusul DUPAK dan e-DUPAK . apakah ketersediaan SDM . aik pengelola maupun pengusul e-DUPAK), sistem dan/atau pola pengelolaannya sudah optimal?. Ke-3 pertanyaan tersebut muncul sebagai konsekuensi logis dari pilihan strategi penerapan e-DUPAK dengan simpeg5 dalam mengelola penilaian Angka Kredit Guru dan Pengawas. METODOLOGI Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan survey bertujuan untuk mengungkapkan atau menggambarkan suatu keadaan, masalah, peristiwa sebagaimana adanya secara sistematik, dan dalam prosesnya peneliti melakukan survey partisipatif untuk menguraikan, menggambarkan, menggali dan mendeskripsikan tentang implementasi Simpeg-5. Karakteristik penelitian kualitatif menurut Bogdan and Biklen dalam (Sugiono, 2012: . dilakukan pada kondisi yang alamiah, . penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif. Data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar, sehingga tidak menekankan pada angka, . lebih menekankan pada proses daripada produk atau outcome, . analisa data secara induktif, dan . lebih menekankan makna . ata dibalik yang teramat. Data penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan langsung dari sumber utama yaitu para responden pengusul Dupak dan stakeholder terkait dengan metode survey dan wawancara, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumentasi . Survey dalam penelitian ini dilakukan terhadap calon pengusul kenaikan golongan IV/a ke IV/b dari unsur Guru dan Pengawas di Lingkungan Kemenag Provinsi Jambi yang terdiri dari 11 . Kab/kota. Pengumpulan data dengan mengunakan metode survey ini peneliti lakukan dengan memamfaatkan aplikasi online . pen sourc. geoogle form yang memuat berbagai pertanyaan terkait dengan e-dupak. Selain data yang diperoleh dari survey, peneliti juga memperoleh data dari hasil wawancara. Wawancara dilakukan terhadap calon pengusul DUPAK Gol IV/a Ae IV/b baik dari unsur guru maupun pengawas. Sistem wawacara dilakukan by phone terhadap para responden Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data terkait dengan pengusul DUPAK, data dokumentasi bersumber dari Arsip Kepegawaian Kanwil Kemenag Provinsi Jambi. Dokumentasi bertujuan untuk melihat status kepegawaian calon pengusul DUPAK, mulai Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. dari kesesuain data Profil Kepegawain. Riwayat Pendidikan. Riwayat tanda jasa. Riwayat Pengalaman. Riwayat Organisasi. Riwayat Karya Tulis, dan daftar penialian angka kredit. Teknik Analisa data dalam penelitian ini selanjutnya menggunakan Auinteractive modelAy oleh Miles and Huberman dalam (Sugiyono, 2. Miles and Huberman mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data model ini, yaitu data reduction, data display, dan data conclusion drawing/verivication. Reduksi data dilakukan dengan cara mengumpulkan data-data yang bersumber dari 3 . instrument pengumpulan data yang sebelumnya sudah disebutkan yaitu survey, wawancara, dan dokumentasi. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya apabila diperlukan. Penyajian data atau display data dalam penelitian ini bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat maupun teks yang bersifat naratif, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, grafik, matrik, serta network . ejaring kerj. Langkah ketiga dalam teknik analisa data penelitian ini adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah yang merupakan temuan baru yang sebelumnya belum ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori. PEMBAHASAN DAN HASIL Sistem Sistem merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak, contoh umum misalnya seperti Negara merupakan suatu kumpulan dari beberapa elemen kesatuan lain seperti provinsi yang saling berhubungan sehingga membentuk suatu negara dimana yang berperan sebagai penggeraknya yaitu rakyat yang berada dinegara tersebut. Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen: . Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, maupun variabel, . Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya, . Hubungan Internal, di antara objek-objek di dalamnya dan . Lingkungan, tempat di mana sistem berada (Sumarto, 2015: . Menurut Banathy dalam (Sumarto, 2016: . Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sebuah sistem yaitu: . Pendekatan Prosedur. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu, . Pendekatan Komponen atau Elemen. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada komponen atau elemen sehingga sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan. Menurut OAoBrien sebagaimana yang dikutip oleh (Romindo & Hondro, 2018:. AoAoSistem adalah kumpulan komponen yang saling Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. berhubungan dengan batasan yang jelas, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan dengan menerima input dan menghasilkan Ouput dalam suatu proses transformasi yang Berdasarkan Konsep dasar sistem yang telah disebutkan, maka sistem dapat dijelaskan sebagai berikut: . Komponen-komponen sistem saling berhubungan satu sama. Suatu keseluruhan tanpa memisahkan komponen pembentukannya. Bersama-sama dalam mencapai tujuan. Memiliki input dan output. Terdapat proses yang merubah input menjadi output. Terdapat aturan. Terdapat subsistem yang lebih kecil. Terdapat deferensiasi antar subsistem. Terdapat tujuan yang sama meskipun mulainya berbeda. Sistem Informasi Angraeni Irviani . Sistem Informasi adalah merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang hardweare, software, jaringan komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi. Hani Al-fatta . Sistim informasi haruis dilihat harus dilihat antara keterkaitan data dan informasi sebagai entitas penting pembentuk sisitim informasi. Suryadarma . Kerangka kerja mengkoordinasikan sumber daya . anusia dan compute. untuk merubah masukkan . menjadi keluaran . guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan. Adapun yang dimaksud Sistim Informasi oleh peneliti adalah sistim informasi kepegawaian yang meliputi dari berbagai sub pokok tertentu yang terdiri dari Keterangan diri, pendidikan, pekerjaan, tanda jasa, pengalaman, keluarga, organisasi, penelitian, indisiplin. KGB. SKP, dan data lainya, disebut dengan Simpeg yang bagian dari objek tersebut adalah para ASN dilingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi. Henry Simamora . 4: . mengemukakan bahwa: Simpeg adalah Sistem informasi manajemen kepegawaian berupa prosedur sistematik untuk mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, menarik, dan memvalidasi data yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi tentang sumber daya manusia, aktivitas-aktivitas personalia, karekteristik-karakteristik unitunit organisasi. Human Resourches Information System (HRIS) (Me Leod dan G. Schell 2. , dalam Bahasa Indonesia ini dikenal dengan nama Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG), yaitu berkenaan dengan merancang format-format data kepegawaian dan mengatur sistem pengumpulan, pengolahan, penyimpanan dan pelaporan informasi kepegawaian yang terdiri dari data pegawai, data jabatan, data pendidikan, data penghargaan, data pendidikan dan pelatihan, data keluarga, data kehadiran dan Iain-lain, sehinggadapat dikelola informasi tentang perencanaan kebutuhan pegawai, penilaian kinerja, pembinaan dan pengembangan karirnya, kesejahteraan, serta pemberhentian atau Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) adalah suatu tatanan bagi proses pengumpulan, pengolahan, penganalisaan, penyajian data dan informasi yang diperlukan untuk menunjang administrasi dan manajemen yang berkaitan dengan pegawai. Menurut Peranita SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Pegawa. didefinisikan sebagai Sistem Informasi terpadu, yang meliputi pendataan pegawai, pengolahan data, prosedur, tata kerja, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung administrasi kepegawaian Musanef . Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. Berdasarkan Simpeg05 adalah merupakan aplikasi pengembangan dari Simpeg yang diperuntukkan untuk Kenaikan pangkat Guru dan pengawas gol IV/a dan IV/b. E-Dupak Electronic adalah alat yang dibuat berdasarkan prinsip elektronika serta hal atau benda yang menggunakan alat tersebut (Wikipedia,ensiklopedia beba. E-dupak suatu kepegawaian(Kemenag RI). inovasi aplikasi e-DUPAK turut mempermudah proses penyusunan dan penilaian Penetapan Angka Kredit (PAK) secara cepat dan terukur dengan menggunakan sebuah aplikasi, sebagai tuntutan zaman dan kemajuan teknologi. Deskripsi dan Hasil Survey Berdasarkan data survey diketahui bahwa pengusul DUPAK secara elektronik berjumlah 224 orang yang terdiri dari 107 . %) laki-laki, dan 117 . %) perempuan. Jabatan fungsional guru diketahui sebanyak 210 . %), sedangkan pengawas 14 . %). Dari total keseluruhan pengusul e-DUPAK, diketahui sebagaimana yang tetera pada tabel. 1 bahwa yang mengetahui imformasi tentang e-DUPAK melalui sosialisasi edaran kenaikan pangkat IV/a oleh kanwil Kemenag Provinsi jambi hanya sebesar 29% sedangkan 71 persen tidak Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat komunikasi atau informasi yang terputus sampai ke pegawai yang bersangkutan, ini menyebabkan banyak pegawai yang tidak mengetahui dan berdampak pada kuantitas kenaikan pangkat. Begitu juga halnya dengan tingkat pemahaman pengoperasian aplikasi online e-DUPAK diketahui 40% memahami aplikasi dan yang tidak memahami 60% lebih besar. Tabel 5. Sosialisasi/Edaran Kanwil MEngenai Kenaikan Pangkat IV/a Sosialisasi Tidak Total Jumlah Grafik 5. Sosialisasi/Edaran Kanwil MEngenai Kenaikan Pangkat IV/a Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. Selanjutnya, peneliti juga telah melakukan pengumpulan dan analisa data survey terhadap 224 responden pengusul DUPAK yang menanyakan tentang perlunya dilakukan Bimbingan Teknis (Bimte. , sehingga diketahui bahwa yang menyatakan perlu sebanyak 218 . %) responden dan 6 . %) lainnya menyatakan tidak perlu dilakukan bimtek Tabel 2. Perlu Tidaknya Bimtek Bimtek Tidak Total Jumlah Grafik 6. Perlu Tidaknya Bimtek Dengan demikian, berdasarkan hasil survey menunjukan bahwa mayoritas ASN di lingkungan Kemenag Provinsi Jambi membutuhkan BIMTEK untuk sistem kenaikan pangkat yang baru. Wawancara juga dilakukan peneliti untuk mendukung penelitian ini. Sampel responden wawancara dilakukan metode porposif sampling kepada guru dan pegawas dengan golongan Pembina (IV/. wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan by phone, tentang sisitem pengajuan dupak berbasis online dengan aplikasi e-dupak. Pertanyaan difokuskan kepada tingkat pemahaman responden menggunakan aplikasi online. Termasuk sejauhmana pemahaman responden setelah membaca tutorial aplikasi yang ada, tata cara meng-upload dokumen/berkas kedalam aplikasi, dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk pengajuan DUPAK, kelayakan dokumen dan keaslian dokumen serta Link share yang digunakan dalam meng-upload dokumen tersebut. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terdapat beberapa jawaban dan informasi yang didapatkan, diketahui bahwa guru dan pengawas hanya beberapa orang saja yang mengetahui informasi tentang kenaikan pangkat mengunakan sisitim e-DUPAK. Kesulitan memahami tutorial aplikasi dan faktor gaptek menjadi alasan utama. Alasan lainnya adalah faktor tidak percaya diri terhadap dokumen-dokumen yang menjadi syarat kenaikan pangkat. Faktor lainnya adalah masalah pemahaman secara teknis IT, seperti teknis Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. meng-Upload dengan mengunakan Link (Drive. Clou. ke dalam aplikasi. Sebagian besar guru dan pengawas yang mengusulkan pangkat tidak memahami cara tersebut alias gaptek. Berikut ini adalah penjabaran data Dokumentasi sistem e-dupak yang terdapat dalam Aplikasi Simpeg 5: NAMA KEGIATAN APLIAKSI Profil Umum Riwayat Pendidikan Riwayat Pekerjaan Riwayat Tanda Jasa Riwayat Pengalaman Riwayat Organisasi Riwayat Karya Tulis Riwayat Kinerja Daftar Penilaian BUTIR 1 BUTIR 2 Keterangan Diri yang disi adalah dimulai dari nama, alamat, riwayat pekerjaan Pendidikan: yang Diklat: yang dilaksanakan adalah dan penambahan pendidikan yang lembaga resmi negara (Balai baru yang belum dinilai dalam diklat. Pusdiklat, lembaga kenaikan pangkat sebelumnya resmi Kemendikna. Pangkat : yang dimaksud Jabatan : Jika terdapat Surat Keputusan jabatan Kenaikan pangkat terakhir selain jabatan utama. (Pembina IV/. Bukti Fisik : SK Jabatan Bukti Fisik : SK KP terakhir Pengahargaan yang diberikan kepada ASN Bukti Fisik : Sertifikat Satya Lencana, dan Sertifikat Prestasi Kegiatan yang dikuti oleh Kegiatan seorang ASN baik luar negeri professional/PKM/ negeri Membimbing Bukri Fisik : SK Kegaiatan Lokakarya,seminar,simposium Bukti Fisik : sertifikat Oraganisasi : Sekolah dan Organisasi dalam Pekerjaan Peguruan tinggi Bukti Fisik : SK Kegiatan Bukti Fisik : SK Kegiatan Sekolah BAB/buku/Jurnal yang Makalah/Penyuting/editor. Guru dan Dsb yang dilakukan oleh Pengawas Guru dan Pengawas Bukti Fisik : Hasil tulisan Bukti Fisik : Hasil yang yang resmi dan terdaftar resmi dan terdaftar SKP dan PKG/PKP penilaian : Penugasan : pekerjaan yang kerja dilaksanakan pegawai selama 2 tahun Pekerjaan pokok. penialian Bukti fisik : Surat Tugas kinerja guru dan pengawas Bukti Fisik : SKP pertahun dan PKG/PKP Pertahun Pengajuan nilai yang didapat yang telah mencukupi syarat Vol. 2 No. 1 Juni Tahun 2021 ISSN 2722-3612 http://jurnal. id/index. Angka Kredit dan ketentuan Bukti Fisik : Daftar Pengajuan DUPAK dan Lembar Pengesahan KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengusulan DUPAK dengan menggunakan Sisitim Aplikasi Simpeg 5 dan e-dupak pada dasarnya efektif dilakukan serta mempermudah dan menghemat biaya operasional pengusulan serta tidak mengumpulkan orang banyak sehinga bisa memutus mata rantai penyebaran Covid 19. Namun demikian, mayoritas guru dan pengawas kekurangan imformasi terkait regulasi eDUPAK serta masalah teknis pengoperasian e-DUPAK seperti yang terdapat dalam simpeg5. Mayoritas guru dan pengawas masih gaptek . agap teknolog. walaupun aplikasi simpeg5 sudah disertai tutorial cara penggunaannya. Secara kuantitas, dari sekian banyak ASN yang berpangkat IV/a yang terdiri dari Guru dan Pengawas, hanya 96% saja yang berminat mengajukan kenaikan pangkat. Namun ironisnya, dari 96% tersebut, hanya 29% yang mengetahui informasi e-DUPAK yang telah disosialisasikan oleh pihak Kanwil Kemenag Provinsi Jambi melalui Surat Edaran Kenaikan Pangkat IV/a, dan baru 40% yang memahami aplikasi, dan yang tidak memahami 60% lebih Hal ini mengindikasikan bahwa terdapat komunikasi atau informasi yang terputus sampai kepegawai yang bersangkutan, sehinggan menyebabkan tingkat output kenaikan pangkat yang terdata dan terperifikasi masih sangat rendah. Hasil survey menunjukan bahwa mayoritas pegawai ASN sangat membutuhkan BIMTEK untuk sistem kenaikan pangkat yang baru. DAFTAR PUSTAKA