JIGE 6 . JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION id/index. php/jige DOI: https://doi. org/10. 55681/jige. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Ditinjau Dari Perspektif Pengguna: Tinjauan Literatur Sistematis Normalia Widyanti1. Abu Khoiri2. Iwan Dewanto2 Program Pasca Sarjana. Universitas Jember. Indonesia Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Indonesia *Corresponding author email: abukhoiri@unej. Article Info Article history: ABSTRACT Received July 13, 2025 Approved August 03, 2025 Keywords: Health information systems . acceptance and use of information systems The Health Information System is expected to support health development by producing quality data and information. However, in its implementation there are still obstacles, and the human factor is the most dominant obstacle. The interaction of information systems and humans gives rise to behavioral problems, so it is important to understand the factors that influence the success of SIK implementation from the user's perspective to increase the use of SIK. This research uses a literature review method from several databases. Research findings show that there are several factors that influence the success of SIK implementation, including performance expectations, business expectations, facilitating conditions, self-confidence and anxiety, social influence, information quality, intentions, attitudes, system quality, service quality, user satisfaction, and usage behavior. Understanding the factors that influence the success of Health Information System implementation will minimize the risk of failure, serve as a guide in improving the system, optimize the use of resources, ensure alignment with organizational goals, and encourage effective use of Health Information System. ABSTRAK Sistem Informasi Kesehatan (SIK) diharapkan dapat mendukung pembangunan Kesehatan dengan menghasilkan data dan informasi yang berkualitas. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan, dan faktor manusia merupakan hambatan yang paling dominan. Interaksi sIstem informasi dan manusia menimbulkan masalah perilaku, sehingga penting memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK dari perspektif pengguna untuk meningkatkan penggunaan SIK. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur dari beberapa database dengan pendekatan PRISMA untuk menghasilkan tinjauan yang transparan dan lengkap. Temuan penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi SIK diantaranya ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi pemfasilitasi, keyakinan diri dan kecemasan, pengaruh sosial, kualitas informasi, niat, sikap, kualitas sistem, kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan perilaku penggunaan. Pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK akan meminimalkan resiko kegagalan, sebagai panduan dalam memperbaiki sistem, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memastikan keselarasan dengan tujuan organisasi, serta mendorong penggunaan SIK secara efektif. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1241 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Copyright A 2025. The Author. This is an open access article under the CCAeBY-SA license How to cite: Widyanti. Khoiri. , & Dewanto. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Ditinjau Dari Perspektif Pengguna: Tinjauan Literatur Sistematis. Jurnal Ilmiah Global Education, 6. , 1241Ae1256. https://doi. org/10. 55681/jige. PENDAHULUAN Sistem Informasi Kesehatan (SIK) adalah sistem yang menyatukan berbagai tahapan pemrosesan, pelaporan, dan penggunaan informasi yang dibutuhkan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan kesehatan serta mengarahkan tindakan atau keputusan yang berkontribusi positif terhadap pembangunan kesehatan. SIK mencakup berbagai elemen penting yaitu data, informasi, prosedur, indikator, teknologi, perangkat, dan sumber daya manusia (SDM). Elemen-elemen tersebut saling terhubung dan dikelola secara terintegrasi. Tujuan utamanya ialah menyediakan dukungan informasi yang diperlukan pada proses pengambilan keputusan, perencanaan program kesehatan, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan di setiap tingkat administrasi kesehatan. Realitanya masih terdapat hambatan pelaksanaan SIK diantaranya ialah masalah privasi dan keamanan data, penolakan dokter dan pasien terhadap teknologi informasi dan komunikasi, masalah infrastruktur, dan kesenjangan pelatihan TIK (Venkataraman et al. , 2. Penelitian oleh Woldemariam & Jimma . mengungkapkan bahwa Sebagian besar tantangan kegagalan adopsi rekam medis elektronik (RME) di negara berpenghasilan rendah ialah kurangnya pelatihan, infrastruktur, komitmen manajemen, standar, konsistensi, interoperabilitas, kualitas sistem, dukungan, penggunaan, informasi, kepuasan, dan dampak Hal tersebut sejalan dengan studi oleh Rodriguez et al. menyebutkan bahwa hambatan terbanyak penggunaan RME di negara berkembang ialah kurangnya pelatihan. Hambatan selanjutnya ialah kurangnya keterampilan komputer. biaya implementasi yang tinggi. resistensi pengguna terhadap perubahan. kurangnya koneksi internet. kurangnya infrastruktur teknologi informasi (TI). kurangnya sumberdaya TI yang memadai. masalah privasi dan kurangnya dukungan teknis dan pendanaan yang tersedia. serta interoperabilitas yang rendah. Berdasarkan hambatan-hambatan tersebut, menunjukkan bahwa faktor manusia merupakan hambatan yang paling dominan. Sistem teknologi informasi yang diterapkan didalam sebuah organisasi merupakan komponen dari organisasi tersebut bersama-sama dengan manusia, dimana interaksi tersebut menimbulkan masalah keperilakuan. Organisasi harus mampu mengembangkan suatu sistem teknologi informasi yang memungkinkan manusia dapat berkesempatan berinteraksi dan memanfaatkan sistem teknologi tersebut guna mencapai tujuan mereka. SIK merupakan komponen penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, sehingga perlu untuk mengetahui faktor-faktor yang memicu perilaku-perilaku penggunaan SIK. Studi ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK dari perspektif pengguna. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan untuk upaya mengatasi hambatan-hambatan dalam implementasi SIK. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1242 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . METODE Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur untuk menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan SIK. Artikel jurnal yang digunakan adalah artikel asli dan akses terbuka. Pemilihan artikel menggunakan kerangka kerja PICOS sebagaimana dalam tabel Tabel 1. Kriteria Inklusi dan Eksklusi dengan format PICOS Criteria Inclusion Exclusion Population/ Intervention Pengguna SIK Pengguna sistem informasi selain di bidang kesehatan SIK sistem informasi selain di bidang kesehatan Comparation Outcome Landasan teori yang digunakan untuk mengetahui faktor penentu keberhasilan implementasi SIK dari perspektif pengguna keberhasilan implementasi SIK Study design Deskriptif kuantitatif, cross-sectional Publication Language Penelitian yang diterbitkan dalam rentang waktu antara 2020-2025 Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Landasan teori selain untuk mengetahui factor penentu keberhasilan implementasi SIK dan diluar perspektif Studi yang tidak menganalisis keberhasilan implementasi SIK Literature review, systematic literature review, randomized control trial, metaanalysis, experiment, qualitative Artikel yang diterbitkan sebelum Tahun 2020 Selain Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris Screening Jumlah jurnal ilmiah terkumpul = 73 Eligibility Identifikasi data sumber literatur Science Direct . =2. PubMed . Sage Journals . =4. Data terseleksi berdasarka kriteria inklusi dan eksklusi n = 45 Included Identification Kata kunci yang digunakan dalam penelitian ini adalah . istem informasi Kesehata. enerimaan dan penggunaan ATAU kesuksesa. Langkah awal adalah identifikasi yaitu melakukan pencarian artikel dengan menggunakan kata kunci pada database Science Direct. PubMed, dan Sage Journals. Selanjutnya dilakukan screening artikel yaitu melakukan filter terhadap artikel dengan meninjau judul, abstrak dan tahun terbit. Selanjutnya pada tahap eligibility, artikel yang telah di-screening akan dilakukan filter dengan meninjau full text. Kemudian dilakukan critical appraisal untuk menentukan jurnal yang akan di-review. Pencarian literatur dan pemilihan studi menggunakan strategi PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. Jurnal ilmiah yang digunakan dalam studi literatur n = 45 Gambar 1. PRISMA Flow Diagram Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1243 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . HASIL DAN PEMBAHASAN Dari hasil pencarian didapatkan 45 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Penelitianpenelitian tersebut bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi sistem informasi Kesehatan yang diterapkan pada sebuah layanan Kesehatan. Penelitian dilakukan di berbagai negara dan yang terbanyak adalah di China sebesar 20%. Sebagian besar penelitian menggunakan jumlah sampel yang cukup besar. Keseluruhan penelitian menggunakan instrumen kuesioner untuk menilai masing-masing variabel. Data hasil penelitian Sebagian besar dianalisis dengan menggunakan perangkat analisis multivariat dengan pemodelan persamaan struktural (Structural Equation Modeling (SEM)). Tabel 2. Karakteristik Studi Penulis. Tahun. Negara (Baldemor et al. Filipina Landasan teori Temuan Penelitian Teori Task-Technology (TTF) dan Technology Acceptance Model (TAM) Kesesuaian tugas & teknologi, sikap berpengaruh terhadap kepuasan Persepsi kemudahan dan Persepsi kegunaan berpengaruh terhadap Sikap dan Kepuasan professional berpengaruh terhadap niat Niat dan Kepuasan professional berpengaruh terhadap pengejaran Ekspektasi kinerja. Ekspektasi usaha. Pengaruh sosial. Kondisi yang memfasilitasi. Kendala situasional, dan Kesadaran kesehatan berpengaruh terhadap niat Ancaman yang dirasakan dan isyarat untuk bertindak memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap nilai yang dirasakan Efikasi diri, otonomi yang dirasakan, dan keterkaitan yang dirasakan memiliki pengaruh yang signifikan dan positif terhadap emosi. Nilai yang dirasakan dan emosi memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap niat pengguna untuk mengadopsi telehealth Persepsi kegunaan, kondisi fisik yang dirasakan, kecemasan teknologi, inovasi pribadi, keterampilan teknis, ketersediaan yang dirasakan secara signifikan memengaruhi niat perilaku Kepercayaan, kenyamanan, kegunaan, dan teknofobia berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan. (Barua & Barua. Bangladesh (Yuen et al. , 2. Singapura model UTAUT2 (Yuen et al. , 2. Nigeria TAM dan UTAUT (Alquran et al. Amerika Serikat (Wang et al. , 2. China TAM (Tomczyk et al. Jerman (Jones et al. , 2. Kanada (Jones et al. , 2. Malaysia The theory of planned behavior (TPB) dan UTAUT UTAUT (Yousef et al. , 2. Arab Saudi UTAUT (Yousef et al. , 2. Arab Saudi (Al-Otaibi et al. Kuwait UTAUT (Bian et al. , 2. Cina Teori terpadu the Valuebased Adoption Model (VAM) dan kelelahan Health Belief Model. Perceived Value Theory, and the Self-Determination Theory the three-factor theory Health Locus Of Control (HLOC) dan UTAUT TAM Kepuasan konsumen mempengaruhi penggunaan aktif aplikasi kesehatan seluler. Atribut kegembiraan . ang ditandai dengan estetika desain, penyesuaian, dan kenikmata. dan Atribut kinerja . ang dicirikan oleh kemampuan bersosialisasi, dukungan informasi dan dukungan emosiona. berpengaruh positif terhadap kepuasan konsumen Norma subyektif, motivasi hedonis, persepsi kegunaan, dan kecemasan antisipatif berpengaruh terhadap niat penggunaan. Kondisi yang memfasilitasi adalah prediktor terkuat niat penggunaan Ekspektasi kinerja, ekspektasi upaya dan pengaruh sosial mempunyai pengaruh yang signifikan dan positif hubungan dengan niat menggunakan mHealth HLOC internal mempunyai pengaruh positif signifikan terhadap ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha dan pengaruh sosial ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan sikap berpengaruh signifikan terhadap niat berperilaku Pengalaman sebelumnya dengan aplikasi kesehatan memoderasi hubungan antara pengaruh sosial dan niat berperilaku Ekspektasi kinerja dan sikap berpengaruh signifikan terhadap niat Persepsi hambatan, pengaruh penggunaan, dan kualitas pelatihan mempengaruhi penggunaan EHR oleh dokter. Jenis kelamin. Pendidikan, pengaruh kepada dokter, dan tingkat kemudahan penggunaan mempengaruhi kepuasan dokter terhadap HER. Persepsi kegunaan, persepsi kenyamanan, dan persepsi kompleksitas positif berkorelasi positif dengan nilai yang dirasakan Nilai yang dirasakan berpengaruh langsung positif terhadap niat Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1244 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . (Hailemariam et al. Ethiopia (Tegenaw et al. Ethiopia (Vaidhyam & Huang, 2. Amerika Serikat UTAUT2 Ekspektasi usaha, ekspektasi diri, pengaruh sosial, dan motivasi hedonis secara signifikan terkait dengan niat menggunakan eCHIS TAM Kualitas sistem dan persepsi manfaat berpengaruh terhadap penerimaan CDSS Kualitas informasi berpengaruh terhadap persepsi kemudahan Dua dari enam faktor penentu sosial kesehatan, yaitu stabilitas ekonomi dan lingkungan yang aman adalah prediktor kuat persepsi manfaat telehealth Persepsi kemudahan dan persepsi manfaat berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan telehealth Nilai tambah yang dirasakan, kenyamanan & kepercayaan diri, tekanan sosial dari rekan kerja dan dukungan dari manajer, dukungan organisasi, dan kondisi memfasilitasi mempengaruhi niat menggunakan eHealth TAM dan the social Determinants of health framework (SDOH) (Oudshoorn et al. Belanda UTAUT (Nabelsi & LyvesqueChouinard, 2. Kanada (Shim & Jo, 2. Korea Selatan UTAUT dan TTF (Demsash et al. Ethiopia UTAUT (Ngusie et al. , 2. Ethiopia UTAUT 3 (Admassu & Gorems, 2. Ethiopia (Ryj, 2. Polandia UTAUT2 (Zheng et al. , 2. Cina DeLone and McLean Model (Sulistyaningrum et , 2. Indonesia (Mustafa et al. Malaysia DeLone and McLean Model. TAM, dan UTAUT TAM dan HOT-Fit (Liu et al. , 2. China DeLone and McLean. UTAUT dan TTF (Ikenyei & Haggerty, 2. Nigeria DeLone and McLean DeLone & McLean UTAUT Ekspektasi kinerja dan ekspektasi usaha berpengaruh terhadap niat Niat berpengaruh terhadap penggunaan Kesesuaian tugas & teknologi berpengaruh terhadap ekspektasi kinerja, penggunaan, dan kepuasan Kualitas informasi dan kualitas layanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna Kualitas informasi dan kepuasan berpengaruh signifikan terhadap niat menggunakan Niat menggunakan berpengaruh signifikan terhadap manfaat yang Kualitas informasi berpengaruh terhadap manfaat yang dirasakan tanpa dimediasi oleh kepuasan atau pun niat menggunakan. Ekspektasi usaha dan pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap sikap tenaga kesehatan Ekspektasi kinerja, kondisi yang memfasilitasi, dan sikap mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat penggunaan Ekspektasi usaha dan pengaruh sosial dimediasi oleh sikap mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap niat penggunaan Inovasi pribadi, motivasi hedonis, kecemasan teknologi, dan ekspektasi kinerja mempengaruhi sikap Inovasi pribadi, ekspektasi kinerja, dan sikap berpengaruh langsung terhadap niat untuk menggunakan EHR sikap memediasi hubungan antara motivasi hedonis, kecemasan teknologi, dan ekspektasi kinerja dengan niat menggunakan EHR Jenis kelamin memoderasi hubungan antara pengaruh sosial dan inovasi pribadi terhadap niat berperilaku. Ekspektasi usaha, kebiasaan, dan ekspektasi kinerja berpengaruh terhadap niat karyawan untuk menggunakan e-health. Ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan pengaruh sosial berpengaruh terhadap niat Niat berpengaruh terhadap perilaku penggunaan Kualitas sistem, kualitas informasi, dan kualitas layanan berhubungan signifikan dengan kepuasan pengguna dan niat Budaya IPC dan kepuasan berpengaruh terhadap niat penggunaan Niat dan kepuasan berpengaruh terhadap manfaat individu dan Respon efikasi, pengaruh sosial, kondisi memfasilitasi, ketrampilan, kualitas sistem, percaya diri, dan kualitas informasi berpengaruh terhadap niat. kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, karakteristik organisasi berpengaruh terhadap persepsi kemudahan penggunaan dan persepsi kegunaan persepsi kemudahan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan berpengaruh terhadap niat berpengaruh terhadap penerimaan. Ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, dan pengaruh sosial berpengaruh terhadap niat Kesesuaian tugas & teknologi dan niat mempengaruhi perilaku Kualitas sistem berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dan kepuasan pengguna Kualitas informasi berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1245 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . (Nezamdoust et al. Iran (Zha et al. , 2. China (Pan & Gao, 2. China (Husin et al. , 2. Malaysia (Zhang et al. , 2. China (Min et al. , 2. China (Wu & Lim, 2. China (Bylbyie et al. , 2. Rumania (Alsyouf et al. , 2. Saudi Arabia (Kang et al. , 2. Korea Selatan (Shiyab et al. , 2. Australia (Palos-Sanchez et , 2. Spanyol (Mendez et al. Kualitas layanan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dan kepuasan pengguna Perilaku penggunaan berpengaruh terhadap kepuasan pengguna dan manfaat bersih Kepuasan pengguna berpengaruh terhadap manfaat bersih TAM dan Difusion of Persepsi kegunaan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan Innovation (DOI) Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap perilaku penggunaan dan persepsi kegunaan Keunggulan relatif berpengaruh terhadap persepsi kegunaan Kompatibilitas berpengaruh terhadap persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan Kompleksitas. Kemampuan observasi dan kemampuan uji coba berpengaruh terhadap persepsi kemudahan UTAUT ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, efikasi diri, dan kepuasan pengguna memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat perawat. Ekspektasi usaha dan ekspektasi kinerja berpengaruh terhadap kepuasan pengguna Kepuasan pengguna mempengaruhi niat menggunakan Niat dan kondisi memfasilitasi mempengaruhi perilaku penggunaan UTAUT Ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, kondisi memfasilitasi, efikasi diri, dan ekspektasi insentif berpengaruh terhadap niat penggunaan TAM Persepsi kegunaan berpengaruh terhadap niat Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan Niat berpengaruh terhadap sikap dan penggunaan Sikap dan penggunaan berpengaruh terhadap kepuasan TAM. Perceived Risk Persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan mempengaruhi sikap Theory (PR), dan eHealth Literasi e-Health berpengaruh terhadap persepsi kegunaan dan Literacy Theory (E-HLT) Persepsi kegunaan dan sikap berpengaruh terhadap kesediaan menggunakan . UTAUT 2, eHealth Ekspektasi kinerja, pengaruh sosial, motivasi hedonis, kebiasaan, dan literasi e-health berpengaruh terhadap niat literacy scale . HEALS). Health Belief Model (HBM) 2. Literasi e-health dan efikasi diri berpengaruh terhadap ekepektasi kinerja, ekepektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi yang memfasilitasi, motivasi hedonis, dan kebiasaan. tingkat keparahan dan kerentanan yang dirasakan mempengaruhi ekspektasi kinerja dan pengaruh sosial. UTAUT 2 dan Ekspektasi kinerja, ekpektasi usaha, pengaruh sosial, kondisi memfasilitasi, motivasi hedonis, nilai harga, dan literasi mHealth Technology Readiness Index berpengaruh terhadap niat penggunaan (TRI) model Optimisme. Inovasi, dan ketidaknyamanan berpengaruh terhadap ekpektasi kinerja dan ekpektasi usaha TAM Persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, persepsi insentif, norma subjektif, aksesibilitas pasien, dan aksesibilitas rekam medis berpengaruh terhadap niat penggunaan Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan TAM Persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, dan persepsi privasi berpengaruh terhadap niat Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan UTAUT dan TTF Karakteristik teknologi berpengaruh terhadap kesesuaian tugas & teknologi dan ekspektasi usaha Kesesuaian tugas & teknologi berpengaruh terhadap ekpektasi kinerja dan niat Ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, dan kondisi memfasilitasi berpengaruh terhadap niat Kondisi memfasilitasi dan niat berpengaruh terhadap penggunaan Penggunaan berpengaruh terhadap niat melanjutkan UTAUT Ekspektasi kinerja, kondisi memfasilitasi, dan penggunaan pribadi aplikasi mHealth berhubungan secara signifikan dengan rekomendasi mHealth TAM Persepsi kemudahan, manfaat kesehatan, dan promosi kesehatan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan Persepsi kegunaan dan persepsi kemudahan berpengaruh terhadap Persepsi kegunaan, sikap dan promosi kesehatan berpengaruh terhadap niat Manfaat Kesehatan berpengaruh terhadap persepsi kemudahan Promosi Kesehatan berpengaruh terhadap manfaat kesehatan TAM Persepsi kegunaan dan beban penyakit berpengaruh terhadap niat menggunakan mHealth Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1246 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Amerika Serikat (Bogale et al. , 2. Ethiopia (Bagayoko et al. Gabon (Saeid Bitaraf et al. Iran (Sheikhtaheri et al. Iran TAM 2 DeLone and McLean The Clinical Information Systems Success Model (CISSM) (DeLone and McLea. UTAUT Persepsi kemudahan berpengaruh terhadap persepsi kegunaan Persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan berpengaruh terhadap Niat berpengaruh terhadap perilaku penggunaan Manfaat bersih dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas informasi. Penggunaan Aktual. Kualitas layanan, dan fungsi kegunaan Kondisi memfasilitasi dan kualitas informasi berpengaruh terhadap ketergantungan menggunakan dan kepuasan pengguna Ketergantungan menggunakan dan kepuasan pengguna berpengaruh terhadap net benefit Dukungan manajemen, ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha berpengaruh terhadap niat menggunakan Kondisi memfasilitasi berpengaruh terhadap penggunaan Niat berpengaruh terhadap penggunaan Landasan Teori Sistem teknologi informasi dan manusia merupakan komponen penting dalam sebuah Keberhasilan penggunaan sistem teknologi informasi tersebut tergantung pada penerimaan dan penggunaan individual untuk memperoleh manfaatnya baik untuk individu maupun peningkatan produktivitas organisasi. Penelitian-penelitian mengenai bagaimana dan mengapa individu menggunakan sebuah sistem teknologi informasi telah banyak dilakukan sejak Tahun 1980an (Jogiyanto, 2007. Teori-teori yang digunakan semakin luas seiring dengan semakin berkembangnya sistem teknologi informasi dalam berbagai bidang. Dalam bidang kesehatan teori dan model sistem informasi keperilakuan banyak digunakan untuk memahami anteseden-anteseden perilaku penggunaan sistem informasi kesehatan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Beberapa penelitian mencoba menggabungkan beberapa teori, seperti Liu et al. menggabungkan 3 teori yaitu Model DeLone and McLean. UTAUT dan TTF. Baldemor et al. menggabungkan teori TTF dan TAM untuk mengidentifikasi prediktor signifikan adopsi telemedicine. Teori yang paling banyak digunakan ialah UTAUT, selanjutnya TAM dan Model DeLone and McLean. UTAUT merupakan pengembangan dari TAM yang berfokus pada penerimaan dan penggunaan sistem teknologi informasi dengan memahami anteseden perilaku. Sedangkan Model DeLone and McLean berfokus pada kesuksesan implementasi di tingkat organisasi. Gambar 2. Distribusi Landasan Teori Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1247 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . TAM (Technology Acceptance Mode. TAM merupakan teori penerimaan teknologi informasi yang dikembangkan oleh Davis et al. berdasarkan Teori Tindakan Beralasan (Theory of Reasoned Action atau TRA). Model TRA dapat diterapkan karena keputusan yang dilakukan oleh individu untuk menerima suatu teknologi sistem informasi merupakan tindakan sadar yang dapat dijelaskan dan diprediksi oleh minat perilakunya. TAM pertama yang belum dimodifikasi menggunakan 5 . konstruk utama yaitu persepsi kegunaan . erceived usefulnes. , persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. Sikap terhadap perilaku . ttitude toward behavio. atau sikap menggunakan teknologi . ttitude towards using technolog. Minat perilaku . ehavioral intentio. Perilaku . atau penggunaan teknologi sesungguhnya . ctual technology us. (Jogiyanto, 2007. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) Venkatesh et al. mengembangkan teori gabungan penerimaan dan penggunaan teknologi atau UTAUT dengan mengintegrasikan 8 model yang terkait erat dengan TAM. Pengembangan tersebut bertujuan untuk menggabungkan model penggunaan dengan menganalisis, meninjau, dan mengintegrasikan konstruk dari delapan model yang terkait dengan TAM. Hal yang dilakukan adalah menghilangkan pengulangan dan redundansi karena banyak konstruksi dalam teori-teori ini yang dianggap sama, sehinggan UTAUT lebih unggul dibandingkan dengan delapan model yang menguji penerimaan teknologi (Venkatesh et al. Venkatest dkk mengganti persepsi kegunaan . erceived usefulnes. dengan ekspektasi kinerja . erformance expectanc. , dan persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. dengan ekspektasi usaha . ffort expectanc. karena keduanya memiliki definisi yang sama. Model Delone and McLean Model DeLone and McLean merupakan model kesuksesan sistem informasi yang dikembangkan oleh DeLone dan McLean pada Tahun 1992. Variabel dalam Model DeLone and McLean terdiri dari kualitas sistem, kualita informasi, penggunaa, kepuasan pemakai, dampak individual, dan dampak organisasi (Jogiyanto, 2007. Akan tetapi terdapat banyak kritik terhadap model tersebut. Kemudian DeLone dan Mclean merevisinya pada Tahun 2023 dengan memasukkan variabel kualitas layanan dan niat penggunaan. Kemudian dampak individu dan organisasional diganti menjadi manfaat bersih, sehingga model ini dapat memperhitungkan manfaat pada berbagai tingkat analisis. Perubahan tersebut memungkinkan model ini dapat diterapkan pada tingkat analisis pada sistem teknologi informasi apapun (Petter et al. , 2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK, langkah awal yang dilakukan adalah dengan menggabungkan variabel/ konstruk yang memiliki definisi yang sama. Berdasarkan hasil pengolahan data, faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi SIK dikelompokkan ke dalam 13 variabel. Gambar 3. faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1248 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . Ekspektasi Kinerja Ekspektasi kinerja merupakan salah satu variabel dalam Model UTAUT, yang didefinisikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu sistem akan membantunya mendapatkan keuntungan kinerja pada pekerjaannya. Beberapa konstruk dalam kerangka teori lainnya yang memiliki definisi yang sama dengan ekspektasi kinerja ialah kesesuaian pekerjaan (Job-fi. yang dikembangkan oleh Thompson et al . , persepsi kegunaan oleh Davis et al . Keuntungan relatif oleh Moore and Benbasat . , dan ekspektasi hasil oleh Compeau et al . Beberapa hasil penelitian yang dianalisis dalam artikel ini menggunakan istilah yang berbeda tetapi memiliki makna yang sama. Sebagai contoh, variabel nilai yang dirasakan, yang mengacu pada persepsi keseluruhan pengguna terhadap manfaatnya dan diperoleh dari evaluasi biaya (Yuen et al. , 2. Berdasarkan hasil pengolahan data, ekspektasi kinerja paling banyak berpengaruh terhadap niat untuk menggunakan SIK. Sejalan dengan hal tersebut. Venkatesh et al. menyebutkan bahwa ekspektasi kinerja memainkan peran terbesar dalam mempengaruhi pengguna untuk mengadopsi sistem informasi. Ekspektasi Usaha Ekspektasi usaha merupakan tingkat kemudahan yang berkaitan dengan penggunaan suatu sistem. Jika sistem mudah digunakan maka usaha yang dibutuhkan tidak terlalu besar. Persepsi kemudahan penggunaan . erceived ease of us. merupakan variabel dalam TAM yang kemudian diubah oleh vankatesh menjadi ekspektasi usaha. Variabel lain yang memiliki makna yang sama dengan ekspektasi kinerja selain persepsi kemudahan penggunaan ialah kompleksitas yang dikembangkan oleh Thompson et al . Berdasarkan beberapa artikel yang telah diolah, ekspektasi usaha berpengaruh terhadap niat,sikap, kepuasan, ekspektasi kinerja, dan penggunaan SIK. Ekspektasi kinerja paling banyak berpengaruh terhadap niat menggunakan SIK. Kondisi Pemfasilitasi Kondisi pemfasilitasi adalah aksesibilitas sumber daya dan dukungan yang cukup untuk pemanfaatan sistem baik infrastruktur organisasional maupun teknikal. Beberapa variabel yang memiliki makna yang sama ialah kompatibilitas, ketersediaan yang dirasakan, aksesibilitas, kualitas pelatihan, dan karakteristik organisasi. Kondisi pemfasilitasi terbanyak berpengaruh terhadap niat penggunaan SIK. Keyakinan Sendiri dan Kecemasan Beberapa penelitian teori kognitif sosial . ocial cognitive theor. menunjukkan bahwa keyakinan sendiri . elf-efficac. dan kecemasan . signifikan sebagai penentu langsung terhadap niat. Efikasi diri merupakan keyakinan seseorang bahwa dirinya memiliki kemampuan untuk melakukan suatu tindakan dengan mengatasi hambatan dalam penggunaannya (Yuen et , 2. Kecemasan ialah kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan takut dan frustrasi, terutama dalam situasi yang melibatkan tugas-tugas yang menantang atau ketidakpastian (Yuen et al. , 2. Keyakinan sendiri dan kecemasan terbanyak merupakan penentu niat menggunakan SIK. Pengaruh Sosial Pengaruh sosial merupakan tingkat dimana seseorang mempersepsikan bahwa orang lain yang penting baginya seperti keluarga, teman, atau kelompok sebaya, mempercayai bahwa dirinya harus menggunakan sistem baru. Hal tersebut terjadi karena preferensi dan nilai-nilai masyarakat cenderung mengubah sudut pandang pengguna secara mendalam (Ryj, 2. Variabel yang memiliki makna yang sama dengan pengaruh sosial ialah norma subjektif dalam TAM. Variabel kendala situasional dalam penelitian Barua & Barua . memiliki makna yang Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1249 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . sama dimana didefinisikan sebagai keadaan yang terkait dengan lingkungan fisik dan sosial pengguna sistem. Berdasarkan hasil pengolahan data, pengaruh sosial terbanyak berpengaruh terhadap niat menggunakan SIK. Kualitas Informasi Kualitas informasi merupakan karakteristik yang diinginkan dari output sistem informasi (Petter et al. , 2. Variabel yang memiliki makna yang sama ialah kepercayaan yang digunakan dalam penelitian oleh Alquran et al. , yang didefinisikan sebagai keandalan dan keakuratan data yang dihasilkan oleh sistem. Kualitas informasi terbanyak berpengaruh terhadap niat dan kepuasan pengguna SIK. Niat Menggunakan SIK Niat didefinisikan sebagai keinginan untuk melakukan suatu perilaku. Pada teori perilaku beralasan atau Theory of Reasoned Action (TRA), perilaku merupakan hasil dari 3 . faktor utama yaitu sikap, norma subjektif, dan niat berperilaku. Sikap dan norma subjektif dianggap sebagai penyebab niat berperilaku, yang pada gilirannya menyebabkan perilaku terbentuk. Teori ini memiliki beberapa asumsu bahwa manusia selalu berperilaku secara rasional dengan menggunakan semua informasi yang tersedia. Niat berperilaku adalah faktor terpenting yang memengaruhi perilaku. Sejalan dengan teori tersebut, dari hasil pengolahan data, niat paling banyak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan SIK. Sikap Menurut Fishbein dan Ajzen . , sikap didefinisikan sebagai perasaan . seseorang untuk menerima atau menolak suatu objek atau perilaku yang dapat diukur dengan suatu prosedur yang menempatkan individual pada skala evaluative dua kutub, misalnya setuju atau menolak (Jogiyanto, 2007. Berdasarkan definisi tersebut, sikap terhadap sistem informasi menunjukkan perasaan pengguna terhadap sistem tersebut apakah positif atau negatif. Sejalan dengan teori perilaku beralasan bahwa sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa sikap berpengaruh terhadap niat menggunakan SIK. Kualitas Sistem Kualitas sistem merupakan karakteristik yang diinginkan dari suatu sistem informasi. Sistem informasi sendiri merupakan gabungan yang terstruktur antara manusia, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, prosedur, serta komunikasi data dan jaringan komputer (Hidayat. Kualitas sistem dapat didefinisikan sebagai kualitas gabungan antara hardware dan software dalam sistem informasi yang menitikberatkan pada kinerja sistem, serta mengukur sejauh mana komponen sistem informasi yang terdiri dari hardware, software, kebijakan, dan prosedur dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pengguna (Retrialisca, 2. Mampu berinteraksi secara efektif dengan sistem merupakan syarat yang diperlukan untuk memperoleh informasi yang berguna darinya (Wixom & Todd, 2. Berdasarkan hasil pengolahan data, kualitas sistem terbanyak berpengaruh terhadap niat menggunakan SIK. Kualitas Layanan Kualitas layanan merupakan kualitas dukungan yang diterima pengguna dari departemen sistem informasi dan personel pendukung tenaga teknologi informasi (Petter et al. , 2. Faktorfaktor yang diperhatikan dalam dimensi ini meliputi penyediaan perangkat lunak dan perangkat keras terkini untuk sistem informasi hingga penjadwalan produk dan layanan, pelatihan pengguna, komunikasi staf pendukung dengan pengguna, pengetahuan teknis staf pendukung, dukungan pemeliharaan oleh pengembang, keandalan layanan, responsivitas layanan, ketersediaan staf pendukung, dan pemecahan masalah sistem (Kalankesh et al. , 2. Hasil Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1250 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . pengolahan data menunjukkan bahwa kualitas layanan terbanyak berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Kepuasan Kepuasan pengguna merupakan respon pengguna terhadap penggunaan sistem informasi. Pengalaman positif dengan penggunaan sebuat sistem informasi akan mengarah pada kepuasan pengguna terhadap sistem tersebut. Kepuasan pengguna selanjutnya akan mengarah pada niat yang lebih tinggi untuk menggunakan sistem informasi yang kemudian akan memengaruhi perilaku penggunaan (Petter et al. , 2. Sejalan dengan hal tersebut, berdasarkan hasil pengolahan data, menunjukkan bahwa kepuasan berpengaruh terhadap niat menggunakan SIK dan manfaat bersih yang dihasilkan. Penggunaan Perilaku merujuk pada tindakan yang dilakukan oleh individu. Dalam konteks penggunaan sistem teknologi informasi, perilaku mengacu pada pemanfaatan nyata . ctual us. dari sistem tersebut (Jogiyanto, 2007. Penggunaan merupakan tingkat dan cara pengguna memanfaatkan sistem informasi. Misalnya: jumlah dan frekuensi penggunaan, sifat penggunaan, kesesuaian penggunaan, tingkat penggunaan, dan tujuan penggunaan. Penggunaan dan kepuasan pengguna saling terkait erat. Penggunaan harus mendahului kepuasan pengguna. Pengalaman positif dengan penggunaan akan menghasilkan kepuasan pengguna yang lebih besar (DeLone & McLean, 2. Hal tersebut sejalan dengan beberapa penelitian yang dianalisis yang menyatakan bahwa penggunaan SIK berpengaruh terhadap kepuasan pengguna. Selain itu, penggunaan SIK ditemukan juga berpengaruh terhadao manfaat bersih dan niat berkelanjutan. Diskusi Sistem informasi Kesehatan merupakan bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari sistem Kesehatan. Kebutuhan akan data dan informasi menuntut untuk dikembangkannya SIK mulai dari tingkat pusat hingga daerah. SIK sendiri bertujuan untuk mengatasi masalah pada data Kesehatan diantaranya fragmentasi, redundansi, dan inkonsistensi, mempercepat proses pengolahan data, serta mekanisme pelaporan yang lebih baik. Melalui SIK, kelengkapan, integrasi, dan akurasi data Kesehatan dapat terpenuhi. Penggunaan SIK memungkinkan data dan informasi terkumpul secara terpusat. Selain itu. SIK akan memudahkan akses untuk mendapatkan data dan informasi Kesehatan, sehingga akan tercipta efisiensi waktu. Perkembangan teknologi dan program kesehatan menuntut SIK merespon dengan cepat untuk menyesuaikan dengan kebutuhan terkini. Kualitas SIK menentukan kualitas data dan informasi Kesehatan yang dihasilkan. SIK harus mampu menyediakan dukungan informasi yang diperlukan pada proses pengambilan keputusan, perencanaan program kesehatan, serta memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program kesehatan di setiap tingkat administrasi Kesehatan. SIK merupakan suatu tatanan yang mencakup berbagai elemen penting yaitu data, informasi, prosedur, indikator, teknologi, perangkat, dan sumber daya manusia (SDM). Elemenelemen tersebut saling terhubung dan dikelola secara terintegrasi. Studi ini berfokus pada faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK ditinjau dari sisi pengguna. Beberapa teori telah banyak digunakan dalam penelitian yang dianalisis. Beberapa teori berfokus pada perilaku penggunaan seperti dalam Model UTAUT, tetapi ada pula yang berfokus pada manfaat bersih yang dihasilkan sebuah sistem informasi seperti dalam Model Delone and McLean. Berdasarkan hasil analisis ditemukan beberapa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan implementasi SIK diantaranya ekspektasi kinerja, ekspektasi usaha, kondisi pemfasilitasi. Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Implementasi Sistem Informasi Kesehatan A - 1251 Widyanti et al. / Jurnal Ilmiah Global Education 6 . keyakinan diri dan kecemasan, pengaruh sosial, kualitas informasi, niat, sikap, kualitas sistem, kualitas layanan, kepuasan pengguna, dan perilaku penggunaan. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK berguna untuk merumuskan upaya-upaya untuk memperbaiki SIK agar diterima dengan baik oleh penggunanya. Instansi kesehatan maupun fasilitas pelayanan Kesehatan harus mengembangkan SIK yang memungkinkan penggunanya berinteraksi dan memanfaatkan sistem tersebut untuk membantu mencapai tujuan organisasi. KESIMPULAN SIK terdiri dari tahapan pemrosesan, pelaporan, dan penggunaan informasi yang dibutuhkan guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyelenggaraan kesehatan serta mengarahkan tindakan atau keputusan yang berkontribusi positif terhadap pembangunan Oleh karena itu penting untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi SIK. Salah satunya dengan meninjau dari perspektif pengguna, karena penggunaan SIK tidak lepas dari peran penting penggunanya. Tanpa pemahaman yang baik, implementasi SIK akan menghadapi banyak tantangan yang akan berujung pada kegagalan. Dengan demikian pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implemantasi SIK akan meminimalkan resiko kegagalan, sebagai panduan dalam memperbaiki sistem, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, memastikan keselarasan dengan tujuan organisasi, serta mendorong penggunaan SIK secara efektif. DAFTAR PUSTAKA