DIKSI: Jurnal Kajian Pendidikan dan Sosial p-ISSN: 2809-3585, e-ISSN: 2809-3593 Volume 7, nomor 2, 2026, hal. Doi: https://doi. org/10. 53299/diksi. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Dasar Diantari Pradnya*. Dwi Marhaeni. Sri Artini. Wayan Rati Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja. Indonesia *Coresponding Author: ayu. pradnya@student. Article history Dikirim: 27-04-2026 Direvisi: 30-04-2026 Diterima: 03-05-2026 Key words: standar pendidik dan tenaga kependidikan. sekolah dasar. Abstrak: Peningkatan mutu pendidikan tidak lepas dari peran pendidik dan tenaga kependidikan dalam menjalankan proses Namun, dalam praktiknya masih terdapat perbedaan dalam pengimplementasian standar di setiap satuan pendidikan yang berdampak pada kualitas layanan pendidikan. Kondisi ini menunjukkan perlunya kajian yang lebih mendalam untuk melihat bagaimana standar tersebut diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan di jenjang Sekolah Dasar, dengan fokus studi kasus di SD Saraswati 1 Denpasar. Urgensi penelitian ini didasarkan pada perlunya pemahaman yang mendalam terhadap standar kualifikasi dan kompetensi sesuai Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025 untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Data dikumpulkan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Temuan penelitian menunjukkan bahwa SD Saraswati 1 Denpasar telah memenuhi sebagian besar kriteria Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, di mana 100% guru memiliki kualifikasi minimal S-1 dan 90% di antaranya telah memiliki literasi teknologi yang baik dalam pembelajaran. Selain itu, sekolah didukung oleh tenaga kependidikan yang lengkap, termasuk tenaga administrasi, perpustakaan, dan keamanan, guna menunjang operasional Konmpetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional para pendidik telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guna menjamin profesionalisme dan daya adaptasi pendidik di tingkat Sekolah Dasar, diperlukan komitmen yang kuat dalam menerapkan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan secara konsisten. Sejalan dengan temuan tersebut, penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengkaji implementasi standar pada konteks yang lebih luas serta mengindentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi ketercapaiannya. PENDAHULUAN Sekolah didefinisikan sebagai institusi khusus tempat berlangsungnya proses belajar mengajar bagi murid di bawah bimbingan guru sebagai fasilitator pembelajaran, serta dukungan tenaga kependidikan dan orang tua. Sekolah memiliki fungsi strategis sebagai pilar utama dalam merealisasikan cita-cita kehidupan seluruh elemen bangsa. Sehingga, dibutuhkan ketersediaan sekolah yang memadai serta @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. kuantitas dan kualitas di seluruh wilayah Indonesia (Atmaja & Ilham, 2025. Khotimah et al. , 2024. Rifka Alkhilyatul MaAorifat. I Made Suraharta, 2. Kualitas pendidikan sendiri merupakan proses berkelanjutan yang melibatkan sinergi antara produk, layanan, sumber daya manusia, dan lingkungan demi mencapai prestasi yang melampaui standar. Secara praktis, mutu suatu sekolah dapat diukur dengan cara paling sederhana yaitu melalui kinerjanya (Ramli et al. , 2024. Suryati et al. , 2. Peningkatan pemahaman guru terhadap Standar Nasional Pendidikan merupakan syarat utama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas. Hal ini secara spesifik mencakup standar pendidik dan tenaga kependidikan yang hendaknya dipenuhi, dicapai, serta dipertahankan konsistensinya oleh tenaga pendidik (Amrullah et al. Ramadayani et al. , 2. Peningkatan mutu pendidikan saat ini menjadi isu penting yang perlu segera diwujudkan sebagai upaya menghadapi ketatnya persaingan di era globalisasi. Salah satu syarat utama yang hendak dipenuhi ialah terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas, tidak hanya dari segi akademik formal, tetapi juga memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidang tertentu. Oleh karena itu, keberadaan guru dan tenaga kependidikan menjadi komponen utama dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Pendidik dan tenaga kependidikan adalah unsur bagian tidak dapat dipisahkan karena keduanya terlibat langsung dalam penyelenggaraan proses pendidikan. Pendidik mencakup berbagai profesi seperti guru, dosen, konselor, pamong belajar, tutor, instruktur, fasilitator, pelatih, serta sebutan lain yang berperan sebagai agen pembelajaran bagi peserta didik. Sementara itu, tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah, pengawas satuan pendidikan, tenaga administrasi, pustakawan, tenaga laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar, hingga petugas kebersihan (Aryana Dinoor Putra et al. , 2023. Mardin Silalahi, 2025. Wahyuni & Nugraha, 2. Pendidik yang melaksanakan tugas pengajaran seharusnya memiliki kriteria atau kualifikasi keilmuan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan, guna menunjang kompetensinya dalam menjalankan proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, tenaga kependidikan juga memiliki peran yang sama penting dan tidak terpisahkan dalam proses pendidikan, khususnya dalam mendukung pengelolaan dan administrasi sekolah (Amrullah et al. , 2023. Fatimah et al. , 2022. Handayani et al. Tenaga kependidikan ialah anggota masyarakat yang mengabdikan diri dan diangkat untuk menunjang penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan, pendidik ialah tenaga kependidikan yang berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan (Permendikdasmen, 2. Pada peraturan ini pemerintah menetapkan standar kualifikasi dan kompetensi tenaga kependidikan dan pendidik yang mewajibkan kualifikasi minimal S-1/D-IV bagi pendidik. Kompetensi utama yang harus dimiliki meliputi kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial, profesional, serta keahlian teknis sesuai perannya guna meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan yang ada (Andriani, 2023. Asmaran et , 2024. Saputra et al. , 2. Upaya meningkatkan kualitas pendidikan kini menjadi agenda mendesak guna membekali bangsa dalam menghadapi persaingan global yang kompetitif. Kualifikasi utama yang diperlukan adalah ketersediaan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya memiliki ijazah formal, tetapi juga menguasai kompetensi dan keahlian Oleh karena itu, guru dan tenaga kependidikan memegang peranan sebagai @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. komponen fundamental dalam merealisasikan peningkatan mutu tersebut (Aulia et , 2024. Handayani et al. , 2. Selain itu, hasil penelitian yang sesuai juga menunjukkan bahwa implementasi standar pendidik dan tenaga kependidikan yang baik dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas penyelenggaraan pendidikan, baik dari aspek konteks, input, proses, maupun hasil pendidikan. Hal ini menegaskan bahwa penerapan standar tersebut bukan sekedar pemenuhan regulasi, melainkan sebagai kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan di suatu sekolah (Aliyyah et al. , 2017. Khotimah et al. , 2024. Pradnya Paramitha et al. , 2. Dalam upaya melihat gambaran nyata implementasi kebijakan tersebut di lapangan, analisis ini dilakukan di SD Saraswati 1 Denpasar. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada karakteristik sekolah yang memiliki struktur pendidik dan tenaga kependidikan yang lengkap. Saat ini. SD Saraswati 1 Denpasar didukung oleh 1 orang kepala sekolah, 16 orang guru kelas, serta berbagai guru bidang studi dan tenaga penunjang seperti tata usaha, penjaga sekolah, dan tenaga keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan serta mengidentifikasi tingkat ketercapaian kualifikasi dan kompetensi pendidik dalam upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya evaluasi terhadap penerapan standar sebagaimana yang telah diatur dalam Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025, mengingat kualitas pendidik dan tenaga kependidikan merupakan faktor penting terhadap penentuan efektifitas pembelajaran dan mutu pendidikan secara keseluruhan. Kebaruan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian sebelumnya terletak pada cakupan analisis yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kualifikasi akademik dan kompetensi pendidik saja, tetapi juga mencakup keterlibatan pendidikan dalam kegiatan dalam kegiatan ekstrakurikuler serta kolaborasi dengan pendidik nonformal sesuai dengan kekhususannya. Selain itu penelitian ini menggunakan data empiris yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih kontekstual dan mendalam mengenai implementasi standar pendidik dan tenaga kependidikan di tingkat sekolah dasar. Berdasarkan capaian tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana penerapan dari Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan di sekolah dasar yang diangkat dalam judul AuStandar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pada Jenjang Sekolah Dasar. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme untuk mengkaji kondisi objek secara alamiah. Fokus utama pengumpulan data ini diarahkan pada kondisi objektif mengenai implementasi standar pendidik dan tenaga kependidikan sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di SD Saraswati 1 Denpasar. Penulis mendeskripsikan data lapangan yang dihimpun melalui teknik wawancara, observasi, serta studi dokumen tekstual maupun nontekstual (Dr. Umar Sidiq. Ag Dr. Moh. Miftachul Choiri, 2019. Jannah, 2025. Waruwu, 2. Tahap yang pertama yaitu tahap wawancara, tahap ini dilakukan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan pada narasumber yang @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. peneliti wawancarai. Tahap kedua merupakan tahap observasi, pada tahap ini dilakukan melalui pengamatan langsung pada lingkungan sekolah terutama pengamatan kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Dan tahap terakhir ialah tahap dokumentasi nontekstual, dimana pada tahap ini dilakukan kegiatan berupa pencatatan, rekaman, serta pengambilan gambar. HASIL DAN PEMBAHASAN Proses penelitian dilakukan di SD Saraswati 1 Denpasar tepatnya berada di Jalan Gadung No. 28A Denpasar. Desa Dangin Puri Kangin. Kecamatan Denpasar Utara. Bali. Peneliti memperoleh data dari hasil wawancara dengan Ibu Yayuk Rahayu Wilujeng. Pd selaku Waka Kurikulum di SD Saraswati 1 Denpasar. Sebagaimana yang telah tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 21 Tahun 2025, guna memastikan setiap standar pendidik dan tenaga kependidikan memiliki kualifikasi serta kompetensi yang sesuai dengan tugasnya. Setiap peran memiliki tanggungjawab dan keahlian khusus, termasuk kemampuan pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional agar layanan pendidikan makin berkualitas serta berpusat pada siswa. Hal ini sejalan dengan pendapat (Asmaran, et al. , 2. yang menyatakan bahwa kompetensi pendidik menjadi faktor utama yang menentukan kualitas proses dan hasil pembelajaran. Berbagai ketentuan kualifikasi dan kompetensi ini dirancang untuk mendukung tenaga pendidik dan kependidikan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, inklusif, serta relevan sesuai dengan perkembangan zaman. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SD Saraswati 1 Denpasar, diperoleh hasil data mengenai komponen Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang tertuang di dalam KOSP, yaitu sebagai berikut. Tabel 1. Hasil Data Standar Pendidik SD Saraswati 1 Denpasar Nama I Gusti Ayu Dwi Marhaeni. Pd. Dra. Ni Ketut Sumawati Ni Wayan Murniati. Pd. Ni Nengah Gawati. Ag. Ni Made Sukerni. Pd. Ni Nyoman Sahetini. Pd. Ni Made Budiastra. Ag. I Made Suastana. Pd. Ni Ketut Wartini. Pd. Ni Made Dwi Setianingsih. Pd. Yayuk Rahayu Wilujeng, . Pd. Ni Putu Sri Ayu Rencani, . Pd. Ni Komang Wahyuni, . Pd. Desak Putu Rimang Jabatan Kepala Sekolah Status GTY Kualifikasi S1 PGSD Tersertifikasi Sudah Guru Kelas 1 A Guru Kelas 1 B GTY GTY S1 PGSD S1 PGSD Sudah Sudah Guru Agama Hindu GTY S1 PGSD Sudah Guru Kelas 3 B Guru Kelas 6 A GTY GTY S1 PGSD S1 PGSD Sudah Sudah Guru Agama Hindu dan Kelas 3 A Guru Kelas 4 C Guru PJOK Kepala Tata Usaha GTY S1 Agama Sudah GTY GTY PTY Belum Belum Guru Kelas 6 C GTY S1 Biologi S1 PJOK S1 Bahasa Inggris S1 PGSD Guru Kelas 6 B GTY S1 PGSD Sudah Guru Kelas 1 C GTY S1 PGSD Sudah Guru Kelas 2 A GTY S1 PGSD Sudah @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Sudah Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. Nama Narayani. Pd. Ni Kadek Surya Adi Pratama. Pd. Nyoman Adi Darma Kesuma. Pd. Dewa Putu Reza Setiawan. Pd. Pd. Putu Nita Filivani. Pd. Ni Putu Anggerina Aryanitha. Pd. I Wayan Swadika Prasetya. Pd. Gr. Ayu Laksmi Prabawanti Enda Nur Ajibah. Pd. I Ketut Dira I Made Astawan Made Anggita Yuliari Putri. I Gusti Ayu Made Purnama Dwi Cahyanti Sang Ayu Putu Indrayuni Ary Sudewi. Warigan Buana Jabatan Status Kualifikasi Tersertifikasi Guru Kelas 4 A GTY S1 PGSD Sudah Guru Kelas 2 C GTT Sudah Guru Kelas 5 A GTY S1 Bahasa Inggris S2 PGSD Guru Kelas 5 B Guru Kelas 2 B GTY GTY S1 PGSD S1 PGSD Sudah Sudah Guru Kelas 3 C GTT S1 PGSD Sudah Guru Bahasa Jepang Guru Agama Islam Pesuruh Satpam Tata Usaha GTT SMA PNS PTT PTT PTT Sudah Tata Usaha PTT S1 Agama SMA SMA Manajemen SMA Tata Usaha PTT Tukang Kebun Petugas Kebersihan PTT PTT Manajemen SMA SMA Sudah SD Saraswati 1 Denpasar, saat ini didukung oleh 1 . orang kepala sekolah dengan kualifikasi S1, 16 . nam bela. orang guru kelas dengan kualifikasi S1, 1 orang guru kelas dengan kualifikasi S2, 2 . orang guru berlatar belakang pendidikan Agama Hindu dengan kualifikasi S1, 1 . orang guru PJOK dengan kualifikasi S1, 1 . orang guru Bahasa Inggris dengan kualifikasi S1, 1 . orang guru berlatarbelakang pendidikan Agama Islam dengan kualifikasi S1, 3 . orang Tata Usaha dengan kualifikasi S1 dan 1 . orang dengan kualifikasi SMA . edang menjalani pendidikan S. , 1 . orang penjaga sekolah . esuruh dan wake. dengan kualifikasi SMA, 1 . orang tenaga keamanan dengan kualifikasi SMA, 1 . orang tukang kebun dengan kualifikasi SMA, dan 1 . orang petugas kebersihan dengan kualifikasi SMA pula. Sebagai bagian dalam upaya mendukung pengembangan potensi peserta didik secara optimal, satuan pendidikan tidak hanya menyiapkan tenaga pendidik untuk kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga untuk mendukung kegiatan pengembangan bakat dan minat siswa. Hal tersebut tercermin dalam dokumen Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) di SD Saraswati 1 Denpasar yang memuat informasi mengenai keterlibatan Pendidik pada jalur pendidikan nonformal dan Pendidik dengan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya dalam kegiatan ekstrakurikuler serta pembinaan olimpiade bagi siswa. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan di SD Saraswati 1 Denpasar diperoleh data komponen Standar terkait penugasan tenaga pendidik dalam mendampingi kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan olimpiade siswa, sebagaimana disajikan pada tabel @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. Tabel 2. Data Standar Pendidik dengan Sebutan Lain Sesuai Kekhususannya Nama Komang Gede Wira Yuliantara Ni Kadek Ary Cahyani Febri Indra Ida Ayu Triana Titania Manuaba. Sn. Sn. I Ketut Mudastra Putu Trisna Gilang Artika Made Mustika Adityatama I Komang Alit Suparta Dewa Ayu Dwi Indrasari Putri I Made Dwi Puasantara. SH. Nyoman Adi Darma Kesuma Dewa Putu Reza Setiawan Ni Made Kuaci Sukerti Gede Bagus Manuaba I Made Budiastra Putu Nita Filivani Ida Bagus Surya Kastawa Putri Nur Fadila I Made Wisnu Jaya Nugraha Ni Putu Wahyu Ligyawati. Teguh Santoso I Made Wita Made Yuyun Bestari. Pd. Jabatan Drum Band (Perkus. Kualifikasi Keterangan Non ASN Drum Band (Color Guar. Drum Band (Pianik. Menari Non ASN Non ASN Non ASN Pencak Silat Megender Menabuh Melukis Apresiasi Sastra SMA SMA SMA Non ASN Non ASN Non ASN Non ASN Non ASN Pramuka Non ASN Bahasa Inggris GTT Musik Matembang/Mekidung Basket Nyurat Aksara Bali Dokcil/UKS Vokal Coding SMA Club LKBB GTY Non ASN Non ASN GTY GTY Non ASN Elite Kid Courses Non ASN Club Baca Tulis S1 PGSD Non ASN Club Math Club Sains Club Bahasa Inggris Non ASN Non ASN Non ASN SD Saraswati 1 Denpasar tidak hanya menugaskan pendidik sebagai fasilitator pembelajaran di kelas, tetapi juga memberikan tugas tambahan sebagai pembina kegiatan ekstrakurikuler dan pembina olimpiade. Sekolah berupaya mengembangkan potensi peserta didik melalui integrasi kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan Program ekstrakurikuler diarahkan untuk membangun kreativitas serta keterampilan siswa di bawah arahan pendidik, sementara pembinaan olimpiade difokuskan pada penguatan kompetensi akademik siswa guna menghadapi Seluruh inisiatif ini bertujuan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan adaptif. Selain melibatkan guru internal, sekolah juga bekerja sama dengan Pendidik dengan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya (Pembin. dari luar yang memiliki keahlian pada bidang tertentu. Keterlibatan pendidik eksternal ini bertujuan untuk memperkuat kualitas pembinaan kegiatan ekstrakurikuler maupun club sehingga pelaksanaannya dapat berjalan lebih optimal dan profesional. Sebagian besar pendidik dengan sebutan yang telah memiliki kualifikasi pendidikan S1 dan S2, meskipun masih terdapat beberapa pembina dengan kualifikasi SMA tetapi telah memiliki keahlian khusus pada bidang tertentu. Kondisi ini menunjukkan bahwa SD Saraswati 1 Denpasar berupaya memanfaatkan @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. berbagai sumber daya pendidikan untuk mendukung pengembangan potensi siswa, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Gambar 1. Dokumentasi Wawancara dan Observasi Berdasarkan hasil wawancara dan observasi tenaga pendidik di SD Saraswati 1 Denpasar yang mencakup guru, konselor, pendidik jalur nonformal, fasilitator, hingga pendidik dengan sebutan lain yang sesuai kekhususannya telah menunjukkan ketersediaan yang memadai untuk mendukung layanan pendidikan. Hasil supervisi menunjukkan bahwa kompetensi yang dimiliki para pendidik telah sesuai dengan standar untuk meningkatkan kualitas guru dan memastikan seluruh proses pembelajaran berjalan dengan optimal. Dalam kompetensi pedagogik, pendidik telah memenuhi standar dalam mengelola pembelajaran yang berpusat pada murid, mulai dari tahap merancang pembelajaran yang sistematis, menyusun perangkat pembelajaran seperti RPM yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan belajar siswa. Melaksanakan proses belajar mengajar yang interaktif dengan memanfaatkan berbagai model, metode, strategi dan media pembelajaran digital, serta melakukan evaluasi dan refleksi pembelajaran secara berkala demi pencapaian tujuan pembelajaran yang efektif. Sebanyak 90% guru SD Saraswati 1 Denpasar telah fasih menggunakan dan mengaplikasikan teknologi dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SD Saraswati 1 Denpasar, pelaksanaan standar pendidik dan tenaga kependidikan, khususnya yang berkaitan dengan kompetensi guru, telah terlihat dalam berbagai aktivitas pembelajaran maupun interaksi di lingkungan sekolah. Kompetensi profesional guru terlihat dalam proses pembelajaran di kelas dari penguasaan materi pembelajaran yang baik serta kemampuan guru dalam menyajikan materi secara kontekstual sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dalam proses pembelajaran, guru berupaya memanfaatkan mengembangkan dan memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif, seperti penggunaan video pembelajaran, flipbook, maupun kuis interaktif untuk mendukung proses pembelajaran agar lebih menarik dan efektif bagi siswa, serta menggunakan contoh-contoh yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa sehingga membantu siswa memahami konsep yang dipelajari. Selain itu, guru juga menunjukkan sikap terbuka terhadap pengembangan kompetensi diri melalui kegiatan hari belajar guru yang dilakukan setiap hari Sabtu di sekolah. KKG gugus setiap bulan sekali juga mengikuti kegiatan pengembangan profesional lainya seperti mengikuti wokshop guru SD Se-Saraswati yang dilaksanakan setiap tahunnya, guru juga secara aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan profesional, baik melalui pelatihan/wokshop/seminar yang diikuti secara mandiri maupun melalui penugasan dari sekolah. Hal tersebut @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. menunjukkan adanya upaya guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sebagai bagian dari implementasi kompetensi profesional di sekolah. Pada aspek kompetensi kepribadian pendidik terlihat dari sikap dan perilaku guru dalam menjalankan tugas sehari-hari di sekolah. Guru menunjukkan sikap disiplin dengan datang tepat waktu, menjalankan tugas piket guru, serta melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Selain itu, guru juga berusaha menjadi teladan bagi siswa melalui sikap yang jujur, bertanggung jawab, serta menggunakan bahasa yang santun saat berinteraksi dengan peserta didik. Dalam situasi tertentu, misalnya ketika menghadapi siswa yang melakukan pelanggaran atau kurang tertib di kelas, guru tetap berusaha bersikap tenang dan memberikan arahan secara bijaksana tanpa menunjukkan kemarahan yang Sikap tersebut mencerminkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur teladan yang dapat memberikan contoh perilaku positif bagi peserta didik di lingkungan sekolah dasar. Kompetensi sosial pendidik dapat dilihat dari kemampuan guru dalam membangun hubungan serta komunikasi yang baik dengan berbagai pihak di lingkungan sekolah. Guru tidak hanya berinteraksi dengan siswa selama proses pembelajaran, tetapi juga menjalin komunikasi dengan orang tua untuk menyampaikan perkembangan belajar maupun perilaku siswa di sekolah. Dalam pelaksanaannya, guru menunjukkan sikap inklusif dengan tidak membedakan peserta didik berdasarkan latar belakang agama, jenis kelamin, kondisi fisik, maupun status Guru berkomunikasi secara santun dan empatik dengan sesama guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa. Komunikasi yang dilakukan tidak hanya secara lisan dalam interaksi sehari-hari, tetapi juga melalui media tertulis, seperti penyampaian informasi kepada orang tua terkait kegiatan atau perkembangan siswa. Melalui komunikasi dan kerjasama yang baik tersebut, tercipta lingkungan sekolah yang kondusif serta mendukung proses pembelajaran dan perkembangan peserta didik secara optimal. Dukungan terhadap tercapainya standar proses pembelajaran di SD Saraswati 1 Denpasar juga diperkuat oleh pemenuhan kompetensi tenaga kependidikan yang lengkap, meliputi Kepala Satuan Pendidikan. Pendamping Satuan Pendidikam. Tenaga Perpustakaan. Laboran, hingga Tenaga Administrasi. Hasil supervisi dan penilaian kinerja mengonfirmasi bahwa seluruh tenaga kependidikan memiliki kompetensi yang sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dalam pendampingan, pengelolaan, dan mendukung kualitas layanan sekolah. Dalam kompetensi kepribadian. Tenaga Kependidikan menunjukkan perilaku berintegritas dan tanggung jawab tinggi yang menjamin kesiapan seluruh fasilitas pendidikan dan pengembangan budaya mutu satuan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan potensi dan kesejahteraan murid. Kecakapan sosial tersebut diwujudkan melalui kapasitas dalam menciptakan kolaborasi yang selaras dengan seluruh warga sekolah untuk menjamin efektivitas distribusi informasi serta manajemen pembelajaran, sekaligus membangun aliansi strategis bersama masyarakat, asosiasi profesi, dan pihak luar demi mengakselerasi kemajuan institusi serta menciptakan ekosistem belajar yang inklusif, terlindungi, tenteram, humanis, dan toleran melalui pola kepemimpinan yang adaptif serta inovatif. Di sisi lain, profesionalisme staf kependidikan dibuktikan dengan penguasaan aspek teknis yang sangat baik, seperti tata kelola perpustakaan yang kontributif terhadap program kurikuler serta pelayanan @2026 Diksi . ttps://jurnal. com/index. php/diks. Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4. 0 Internasional Pradnya dkk. Analisis Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga. administrasi yang tangkas dalam mengakomodasi kepentingan peserta didik. Perpaduan berbagai kompetensi ini menjamin bahwa seluruh mekanisme kerja sekolah dikelola secara holistik dan sepenuhnya berorientasi pada kemaslahatan KESIMPULAN Implementasi Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan telah berjalan dengan baik dan optimal dalam upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan. Hal ini terlihat dari terpenuhinya kualifikasi akademik mayoritas pendidik yang telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yaitu minimal S1, serta sebagian besar guru telah memiliki sertifikasi pendidik. Selain itu, kompetensi pendidik yang meliputi aspek pedagogik, profesional, kepribadian, dan sosial juga telah tercermin dalam proses pembelajaran yang interaktif, inovatif, serta berpusat pada siswa. Tenaga kependidikan di SD Saraswati 1 Denpasar menunjukkan kinerja yang kompeten dalam mendukung administrasi serta operasional pendidikan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif. Dukungan terhadap pengembangan potensi siswa tidak hanya dilakukan melalui pembelajarann di kelas, tetapi juga melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan olimpiade yang melibatkan pendidik internal maupun eksternal sesuai dengan keahliannya. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, seperti pemerataan sertifikasi pendidik dan kesesuaian latar belakang pendidikan dengan bidang ajar. Secara keseluruhan, sinergi antara pendidik dan tenaga kependidikan di SD Saraswati 1 Denpasar telah memberikan kontribusi positif dalam menciptakan layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik secara optimal. DAFTAR PUSTAKA