Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) E-ISSN: 2988 - 2001 P-ISSN: 3024 - 9937 Vol. No. June 2025, 28-42 DOI: 10. 58818/ijeb. Perkumpulan Dosen Peneliti Indonesia (PDPI) Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Rini Handayani1 . Agus Riki Permana2 Universitas Nasional Pasim. Indonesia *Corresponding Author: rinihandayani. lctr@gmail. Received: 13-02-2025. Revised: 23-03-2025. Accepted: 12-04-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Komunikasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawai,serta untuk mengetahui besarnya pengaruh Komunikasi dan disiplin kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pada pegawai Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan asosiatif. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 55 responden yang diambil dari seluruh Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi. Untuk melihat hubungan antara 2 variabel,analisis yang digunakan yaitu analisis jalur. Penelitian ini menghasilkan bahwa pengaruh Komunikasi terhadap kinerja secara parsial sebesar 11,500 %. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja secara parsial sebesar 45. 153 %, sehingga Komunikasi dan disiplin kerja secara bersama-sama . sebesar 56,6 %, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata kunci : Komunikasi. Disiplin. Kinerja Abstract This study aims to determine Communication and work discipline on employee performance, and to determine the extent of the influence of Communication and work discipline both partially and simultaneously on performance in Daily Casual Drainage Employees of the Housing and Settlement Service of Cimahi City. The type of research used in this study is descriptive and associative methods. The number of samples used in this study was 55 respondents taken from all Daily Casual Drainage Employees of the Housing and Settlement Service of Cimahi City. To see the relationship between the 2 variables, the analysis used was path analysis. This study resulted in the influence of Communication on performance partially by 11. The influence of work discipline on performance partially by 45. 153%, so that Communication and work discipline together . 6%, while the rest is influenced by other variables not studied. Keywords: Communication. Discipline. Performance Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 PENDAHULUAN Dalam menghadapi kehidupan serba modern dengan teknologi yang canggih dekade kini, peranan Sumberdaya Manusia yaitu pegawai yang bekerja di sektor publik sebagai sumber tenaga kerja dalam suatu instansi pemerintah sangat dibutuhkan untuk menghasilkan pelayanan yang berkualitas baik (Jimmy, 2. Mengelola instansi pemerintah yang baik selalu penuh dengan berbagai tantangan dan perubahan kondisi lingkungan, konsekuensinya menuntut instansi pemerintahan untuk terus menerus memperbaharui informasi (Mulyeni, 2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menuntut pegawai Aparatur Sipil Negara untuk selalu bekerjadengan cepat tepat dalam melayani masyarakat. Dengan teknologi yang mulai memasuki lingkungan kerja. Aparatur Sipil Negara diharapkan paham serta bisa mengoperasikan teknologi sebagaimana mestinya agar tujuan instansi pemerintahan dapat tercapai. Dalam pemanfaatan Komunikasi pada Pemerintah Kota Cimahi khususnya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 (Bab XII Pasal 127 ayat 1 dan . , . Untuk menjamin efisiensi, efektifitas, dan akurasi pengambilan keputusan dalam Manajemen ASN diperlukan Sistem Informasi ASN. Sistem Informasi ASN sebagaimana dimaksud pada ayat . diselenggarakan secara nasional dan terintegrasi antar- Instansi Pemerintah. Tabel 1. Hasil Pra Survei Komunikasi Responden Total Pernyataan Tidak Setuju (TS) Jumlah . Setuju (S) Saya dapat memahami pesan dan melakukan tindakan sesuai dengan isi pesan yang di komunikasikan pimpinan Proses koordinator yang terjadi saat ini mampu mempengaruhi sikap pegawai lain dalam Komunikasi yang terjadi saat ini mampu menciptakan hubungan yang baik antar sesama pegawai Sumber: Hasil Survei Awal April 2024 Tabel 2. Hasil Pra Survei Disiplin Kerja Responden Total Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Pernyataan Tidak Setuju(TS) Setuju (S) Pegawai mentaati peraturan dan peraturan yang telah Etika pegawai saling pegawai baik dengan atasan, sejajar dan Jumlah . Sumber: Hasil pra-survei April 2024 Tabel 3. Hasil Pra Survei Kinerja Setuju Pernyataan Jumlah . Saya mampu menyelesaikan semua pekerjaan sesuai target yang telah ditentukan. Tidak Setuju Jumlah . Saya mampu bekerja sama dengan baik dengan rekan kerja. Saya mampu mengambil inisiatif permasalahan dalam pekerjaan. Total Jumlah . Dalam satu hari, saya mampu pekerjaan hingga tuntas. Saya masuk kerja tepat waktu. Sumber: Hasil pra-survei April 2024 Setelah melakukan pra survei dengan menggunakan kuesioner yang diberikan kepada Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi sebanyak 55 responden, hasil yang didapat Komunikasi pada Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi kurang Dan berdasarkan hasil pra survei disiplin kerja, bahwa disiplin kerja pada Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi masih cukup baik. Berdasarkan hasil pra survei kinerja, bahwa kinerja pada Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi cukup baik. KAJIAN TEORI Menurut (Deddy Mulyana, 2006. Mulyeni & Aulia, 2. , komunikasi juga dapat diartikan sebagai proses yang kompleks dan kontekstual yang melibatkan saling pertukaran pesan antara individu atau kelompok dengan tujuan memahami, berbagi, atau mempengaruhi pemikiran. Dimensi komunikasi adalah sebagai berikut: komunikasi dengan atasan, komunikasi dengan bawahan dan komunikasi dengan sesama rekan kerja. Menurut (Kasmir, 2016. Ramdhani et al. , 2. disiplin kerja adalah suatu sikap menghormati, menghargai, patuh dan taat terhadap peraturan-peraturan yang berlaku baik yang tertulis maupun tidak tertulis serta sanggup menjalankannya dan tidak mengelak menerima sanksi-sanksi apabila melanggar tugas dan wewenang yang diberikan Dengan menggambarkan pekerjaan-pekerjaan yang spesifik atau kelas-kelas pekerjaan yang mempunyai tingkat perputaran, pemecatan, ketidakhadiran, kinerja, dan masalah yang tinggi yang melebihi kadar normal. Dimensi disiplin kerja adalah sebagai berikut: absensi, ketaatan pada peraturan kerja, dan etika bekerja. Menurut (Mangkunegara, 2017. Wibowo, 2. kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberi kepadanya. Dengan dimensinya Dimensi kinerja adalah sebagai berikut: kualitas kerja, kuantitas kerja, tanggung jawab, kerjasama, dan inisiatif. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang akan diambil dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan assosiatif. (Sugiyono, 2. Metode penelitian deskriptif ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih . ariabel yang berdiri sendiri atau variabel beba. tanpa membuat perbandingan variabel itu sendiri dan mencari hubungan dengan variabel lain. (Sugiyono, 2. Metode assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian assosiatif dapat dikatakan sebagai kelanjutan dari metode deskriptif. Unit analisis adalah satuan yang diteliti yang bisa berupa individu, kelompok, benda atau suatu latar peristiwa sosial misalnya aktivitas individu atau sekelompok sebagai subjek penelitian. Adapun unit analisis dalam penelitian ini adalah unit analisis individu yaitu Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi. Menurut (Sugiyono, 2. ) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Populasi dalam penelitian ini adalah Tenaga Harian Lepas Pegawai Drainase Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi dengan jumlah 56 karyawan menggunakan teknik non-probability sampling dengan sampling jenuh. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang akan di ambil dalam penelitian ini adalah kuesioner . dengan sistem online melalui . oogle for. Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Tabel 4. Analisis Deskriptif Variabel Komunikasi (X. Alternatif Jawaban. Frekuensi, dan Bobot Aktual Pernyataan SS. Dimensi Komunikasi Dengan Atasan Saya diberikan oleh dengan jelas Setelah masukan dari atasan, saya Saya Saya pendapat rekan kerja meskipun berbeda dengan pendapat saya Saya kesulitan tanpa S. CS. TS. STS. Bobot Aktual Kategori Cukup Baik Cukup Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik Tidak Baik Rata Ae Rata Variabel Komunikasi (X. Keterangan: SS=Sangat Setuju. S=Setuju. CS=Cukup Setuju. TS=Tidak Setuju. STS=Sangat Tidak Setuju. F=Frekuensi. B=Bobot Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Sumber: Data Diolah Oleh Peneliti, 2025 Berdasarkan tabel diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel komunikasi terdiri 6 pernyataan dengan nilai rata-rata bobot aktual sebesar 144, nilai tersebut termasuk kategori baik karena berada pada interval 120 Ae 174. Tabel 5. Analisis Deskriptif Variabel Disiplin kerja (X. Alternatif Jawaban. Frekuensi, dan Bobot Aktual Pernyataan SS. CS. TS. STS. Bobot Aktual Kategori Saya hadir dan Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Saya masuk bekerja sesuai hari kerja yang telah di Saya peraturan dan pedoman sesuai peraturan yang telah ditetapkan oleh instansi Saya pekerjaan saya dengan tepat Etika pegawai sesama pegawai atasan, sejajar dan kebawah Suasana harmonis sikap menolong dan sesama pegawai Rata Ae Rata Variabel Disiplin (X. Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Keterangan: SS=Sangat Setuju. S=Setuju. CS=Cukup Setuju. TS=Tidak Setuju. STS=Sangat Tidak Setuju. F=Frekuensi. B=Bobot Sumber: Data Diolah Oleh Peneliti. Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin terdiri 6 pernyataan dengan nilai rata-rata bobot aktual sebesar 162. 5 , nilai tersebut termasuk kategori cukup baik karena berada pada interval 146 Ae 182. Tabel 6. Deskriptif Variabel Kinerja Pegawai (Y) Alternatif Jawaban. Frekuensi, dan Bobot Aktual Pernyataan SS. Saya dengan tepat dan Saya menampilkan hasil kerja yang baik 0 secara konsisten. Dalam satu hari, saya beberapa pekerjaan 2 hingga tuntas. Saya Saya masuk kerja tepat waktu. Saya jadwal kerja yang sudah ditetapkan Saya saran dari rekan Saya dengan rekan kerja. B F CS. TS. STS. Bobot Aktual Kategori Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Saya mampu mengambil inisiatif Menyelesaikan dalam pekerjaan. Saya rekan kerja tidak bisa hadir Tidak Baik Tidak Baik Cukup Baik Rata Ae Rata Variabel Kinerja (Y) Keterangan: SS=Sangat Setuju. S=Setuju. CS=Cukup Setuju. TS=Tidak Setuju. STS=Sangat Tidak Setuju. F=Frekuensi. B=Bobot Sumber: Data Diolah Oleh Peneliti, 2025 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi diatas, dapat disimpulkan bahwa variabel kinerja terdiri 10 pernyataan dengan nilai rata-rata bobot aktual sebesar 163. 1 , nilai tersebut termasuk kategori baik karena berada pada interval 142 Ae 192. Tabel 7. Hubungan Komunikasi (X. dan Disiplin kerja (X. Correlation Pearson Correlation Sig. -taile. Kinerja (Y) Komunikasi (X. DisiplinKerja (X. Kinerja (Y) 1,000 0,418 0,703 Komunikasi (X. 0,418 1,000 0,223 Disiplin Kerja (X. 0,703 0,223 1,000 0,002 0,000 Kinerja (Y) Komunikasi (X. 0,002 0,102 Disiplin Kerja (X. 0,000 0,102 Kinerja (Y) Komunikasi (X. Disiplin Kerja (X. Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Tabel 8. Hasil Uji Reliabilitas Komunikasi (X. Reliability Statistics Variabel CronbachAos Alpha N of Items Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Komunikasi (X. 0,715 Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Tabel 9. Hasil Uji Reliabilitas Disiplin kerja (X. Reliability Statistics Variabel CronbachAos Alpha N of Items Disiplin kerja (X. 0,749 Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Tabel 10. Hasil Uji Reliabilitas Kinerja Pegawai(Y) Reliability Statistics Variabel CronbachAos Alpha N of Items Kinerja Pegawai(Y) 0,735 Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Berdasarkan hasil uji reliabilitas dapat diketahui bahwa CronbachAos Alpha pada variabel Komunikasi (X. , disiplin kerja (X. dan Kinerja Pegawai(Y) nilai CronbachAos Alpha berada > 0,70 dikategori layak dan nilai berada > 80 dikategorikan baik, maka artinya hasil uji realibilitas variabel Kinerja Pegawaidinyatakan reliable. Menurut (Ghozali,2016,p. uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Seperti diketahui bahwa uji t dan uji F mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Kalau asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Tabel Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal a. Parameters Most Extreme Mean Std. Deviation Absolute 0,097 Positive 0,066 Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Differences Negative -0,097 Test Statistic 0,097 Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Berdasarkan hasil uji normalitas one-sample Kolmogorov-Smirnov test dapat dilihat, nilai yang dihasilkan oleh SPSS 25 adalah 0. 200 > 0. Maka hal ini menunjukan bahwa nilai uji nornalitas berdistribusi normal. Gambar 1. Histogram Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Berdasarkan hasil grafik histogram grafik abstrak histogram diperoleh garis kurva nornal, artinya data yang diteliti berdistribusi normal. Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Gambar 2. Normal Probability Plot Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Berdasarkan grafik normal plot terlihat titik-titik menyebar disekitar garis diagonal, serta penyebaran mengikuti arah garis diagonal, yang menunjukan bahwa model regresi memenuhi asumsi normalitas. Tabel 11. Hasil Uji Multikolinieritas yaCyayayayayayauyayayayayayie Unstandardized Coefficients Model . Collinearity Statistics Standardized Coefficients Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF 2,486 4,026 0,000 0,354 0,121 0,275 2,934 0,005 0,950 1,052 0,794 0,116 0,642 6,845 0,000 0,950 1,052 1 Komunikasi (X. Disiplin Kerja (X. Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Berdasarkan hasil analisis uji multikolinieritas dapat dilihat bahwa variabel Komunikasi dan disiplin kerja tidak terjadi multikolinieritas dimana nilai VIF kurang dari 10 dan dan nilai tolerance lebih dari 0. Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Gambar 3. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Hasil output analisis SPSS 25. Mei 2025 Berdasarkan gambar hasil uji heteroskedastisitas diketahui titik-titik yang diperoleh menyebar secara acak dan tidak membentuk suatu pola tertentu atau menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y, sehingga data yang diteliti tidak ditemukan masalah heteroskedastisitas. Berdasarkanl hasil output SPSS 25 diperoleh nilai korelasi antara Komunikasi (X. terhadap disiplin kerja (X. 265 dengan nilai signifikansinya sebesar Dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang kuat antara Komunikasi (X. dan disiplin kerja (X. karena terdapat nilai kolerai diantara interval koefisien dari 0,20 Ae 0,30. Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pengaruh langsung X1 terhadap Y = (Pyx. 2 = . 2 = 0. 075625 x 100% = 7,56 % Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y =(Pyx. (Rx1x. (Pyx. = . Total pengaruh X1 terhadap Y = 0. 03937065 x 100% = 3,937 % = (Pyx. 2 (Pyx. (Pyx. = 0. = 0. 11499565 x 100% = 11,500 % Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Hasil perhitungan diatas dapat dilihat analisis pengaruh variabel Komunikasi (X. terhadap Kinerja Pegawai(Y) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman adalah sebesar 11,500 %. Pengaruh Disiplin kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pengaruh langsung X2 terhadap Y = (Pyx. 2 = . = 0. 412164 x 100% = 41,216 % Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y = (Pyx. (Rx1x. (Pyx. = . Total pengaruh X2 terhadap Y = 0. 03937065 x 100% = 3,937 % (Pyx. 2 (Pyx. (Pyx. = 0. = 0. 45153465 x 100% = 45. Hasil perhitungan diatas dapat dilihat analisis pengaruh variabel disiplin kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai(Y) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman adalah sebesar 45. 153 %. Pengaruh Komunikasi dan Disiplin kerja Terhadap Kinerja Total pengaruh X1 dan X2 = total pengaruh X1 total pengaruh X2 = 11,500 % 45. = 56,6 % Pya = Oo1 Ae rYx1x22 Pya = Oo1 Ae 0,566 Pya = Oo1 Ae 0,434 Pya = Oo1 Ae 0,658 Berdasarkan perhitungan angka diatas nilai persamaan struktural sebagai berikut: Y= 0,275 (X. 0,642 (X. 0,658 AA Berdasarkan persamaan struktural Y = 0,275 (X. 0,642 (X. 0,658 AA, dapat dijelaskan bahwa variabel Y merupakan variabel endogen atau variabel yang dipengaruhi oleh dua variabel bebas, yaitu X1 dan X2, serta oleh faktor kesalahan . yang dilambangkan dengan AA. Koefisien regresi pada masing-masing variabel menunjukkan besarnya pengaruh langsung terhadap variabel Y. Nilai koefisien sebesar 0,275 pada X1 Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pada X1 akan meningkatkan nilai Y sebesar 0,275 satuan, dengan asumsi bahwa variabel X2 dan faktor kesalahan tetap Sementara itu, koefisien sebesar 0,642 pada X2 mengindikasikan bahwa X2 memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap Y dibandingkan X1, karena setiap kenaikan satu satuan pada X2 akan meningkatkan Y sebesar 0,642 satuan. Adapun nilai 0,658 AA merupakan kontribusi dari faktor kesalahan atau residual, yang mencerminkan besarnya pengaruh variabel-variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model, namun tetap memengaruhi Y. Dengan demikian, meskipun X1 dan X2 memiliki pengaruh positif terhadap Y, masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memberikan kontribusi terhadap variasi dalam Y, sebagaimana tercermin dari nilai residual tersebut. Persamaan ini menunjukkan bahwa variabel X2 merupakan prediktor yang lebih dominan dalam memengaruhi variabel Y dibandingkan X1. KESIMPULAN Berdasarkan tabel 4. 20 tabel analisis deskriptif variabel Komunikasi (X. , diketahui rata-rata nilai bobot aktual pada variabel Komunikasi (X. yang didapat dari penilaian 55 orang responden didapat nilai 144, menurut kategori nilai bobot analisis deskriptif nilai tersebut masuk dalam kategori tidak baik. Berdasarkan tabel 4. 38 tabel analisis deskriptif variabel Disiplin Kerja (X. , diketahui rata-rata nilai bobot aktual pada variabel Disiplin Kerja (X. yang didapat dari penilaian 55 orang responden didapat nilai 162,5 menurut kategori nilai bobot analisis deskriptif nilai tersebut masuk dalam kategori cukup baik. Berdasarkan tabel 40 tabel analisis desktiptif variabel Kinerja Pegawai(Y), diketahui rata-rata nilai bobot aktual pada variabel Kinerja Pegawai (Y) yang didapat dari 55 orang responden didapat nilai 163,1 menurut kategori nilai bobot analisis deskriptif nilai tersebut masuk dalam kategori cukup baik. Berdasarkan tabel 4. 42 hasil output SPSS 25 diperoleh nilai koefisien korelasi pengaruh antara Komunikasi (X. terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi (Y) sebesar 0,275 %. Selanjutnya setelah dihitung pengaruh langsung antara variabel Komunikasi (X. terhadap kinerja (Y) pada pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi adalah sebesar 7,56%. Pengaruh tidak langsung variabel Komunikasi (X. terhadap kinerja di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi (Y) adalah sebesar 3,937%. Maka total pengaruh variabel Komunikasi (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi adalah sebesar 11,500 %. Berdasarkan tabel 4. 43 hasil output SPSS 25 diperoleh nilai koefisien korelasi pengaruh antara Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi (Y) sebesar 0. Pengaruh langsung antara Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi (Y) sebesar 41,216 %, dan pengaruh tidak langsung Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi (Y) sebesar 3,937%, sehingga total pengaruh Disiplin Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi (Y) sebesar 45. 153 %. Berdasarkan tabel 4 tabel nilai R Square, secara simultan dapat diketahui bahwa koefisien determinasinya adalah sebesar 56,6 % dibulatkan menjadi 57%, yang artinya variabel Komunikasi (X. dan Disiplin Pengaruh Komunikasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pada TenagaA. (Handayani, dk. Indonesian Journal of Economic and Business (IJEB) 3 . June, 28-42 Kerja (X. mempunyai pengaruh terhadap Kinerja Pegawai (Y) dan sisanya sebesar 43%, dipengaruhi oleh faktor lain antara lain pelatihan kerja dan sosialisasi. DAFTAR PUSTAKA