JURNAL ABDI INSANI Volume 13. Nomor 6. Juni 2026 http://abdiinsani. e-ISSN : 2828-3155. p-ISSN : 2828-4321 LINK AND MATCH KURIKULUM MELALUI EDUKASI DAN INOVASI TEKNOLOGI PANGAN DI SMAN 1 MAJENANG Implementation of Link and Match Curriculum Through Food Education and Innovation at SMAN 1 Majenang Nurul Latifasari*. Faizah. Carantia Raharditya. Farchan Hibatulloh Program Studi Teknologi Pangan. Universitas Telkom Kampus Purwokerto Jl. DI Panjaitan No. Kabupaten Banyumas. Jawa Tengan. Indonesia Alamat Korespondensi: nurull@telkomuniversity. (Tanggal Submission: 22 Januari 2026. Tanggal Accepted : 29 Juni 2. Kata Kunci : Abstrak : Link and Match. Teknologi Pangan. Pendidikan Menengah. Kewirausahaan Pangan Pendidikan menengah memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Namun, masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia industri, khususnya pada sektor pangan yang terus berkembang. Konsep link and match menjadi pendekatan penting untuk menyelaraskan kurikulum pendidikan dengan kebutuhan industri dan pembangunan. SMAN 1 Majenang memiliki potensi besar dalam mengintegrasikan teknologi pangan berbasis sumber daya lokal sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru SMAN 1 Majenang dalam mengintegrasikan edukasi dan inovasi teknologi pangan sebagai implementasi link and match kurikulum. Metode pelaksanaan meliputi survei dan observasi awal, sosialisasi dan penyuluhan melalui pemaparan materi serta diskusi interaktif, dan evaluasi kegiatan menggunakan formulir kepuasan peserta. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka dengan melibatkan guru dari berbagai bidang studi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai peran teknologi pangan dan kewirausahaan pangan dalam Peserta memperoleh wawasan tentang potensi sektor pangan, tren konsumen, inovasi produk, serta prinsip dasar keamanan dan regulasi Diskusi interaktif mendorong guru untuk mengidentifikasi peluang integrasi materi teknologi dan kewirausahaan pangan ke dalam kurikulum dan proyek pembelajaran. Evaluasi menunjukkan tingkat kepuasan peserta yang tinggi terhadap materi, metode penyampaian, dan relevansi kegiatan. Kegiatan ini juga memperkuat peran guru sebagai penghubung antara pendidikan, potensi lokal, dan kebutuhan dunia industri. Implementasi link and match kurikulum melalui edukasi dan inovasi teknologi pangan efektif meningkatkan kapasitas guru dan relevansi pembelajaran di SMAN 1 Majenang. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Latifasari et al. , 884 Key word : Abstract : Link and Match. Food Technology. Secondary Education. Food Entrepreneurship Secondary education plays a strategic role in preparing high-quality human resources that are relevant to labor market needs. However, a gap remains between graduate competencies and the demands of industry, particularly in the rapidly developing food sector. The link and match concept is an important approach to aligning educational curricula with industrial needs and development priorities. SMAN 1 Majenang has considerable potential to integrate local resourceAebased food technology into contextual learning. This activity aimed to enhance the capacity of teachers at SMAN 1 Majenang to integrate food technology education and innovation as an implementation of the link and match curriculum. The implementation methods included an initial survey and observation, socialization and training through material presentations and interactive discussions, and activity evaluation using participant satisfaction questionnaires. The activities were conducted face-toface and involved teachers from various subject areas. The results indicated an improvement in teachersAo understanding of the role of food technology and food entrepreneurship in learning. Participants gained insights into the potential of the food sector, consumer trends, product innovation, as well as basic principles of food safety and regulation. Interactive discussions encouraged teachers to identify opportunities for integrating food technology and entrepreneurship materials into the curriculum and learning projects. Evaluation results showed a high level of participant satisfaction with the materials, delivery methods, and relevance of the activities. Overall, the implementation of the link and match curriculum through food technology education and innovation effectively enhanced teacher capacity and the relevance of learning at SMAN 1 Majenang. Panduan sitasi / citation guidance (APPA 7th editio. Latifasari. Faizah. Raharditya. , & Hibatullah. Link and Match Kurikulum Melalui Edukasi dan Inovasi Teknologi Pangan di SMAN 1 Majenang. Jurnal Abdi Insani, 13. , 884891. https://doi. org/10. 29303/abdiinsani. PENDAHULUAN Pendidikan berperan penting dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing. Di tengah perkembangan global dan dunia industri saat ini, pendidikan menengah dituntut untuk meningkatkan mutunya agar dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja (Listari et al. , 2. Keterlibatan industri dalam proses pembelajaran berperan penting sebagai media transfer pengetahuan, teknologi, dan pengalaman praktis kepada peserta didik agar kompetensi yang diperoleh selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia industri melalui konsep link and match menjadi strategi krusial dalam meningkatkan relevansi pembelajaran sekaligus kualitas lulusan, serta merupakan tanggung jawab institusi pendidikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan (Marantika & Sugandi, 2. Sejalan dengan hal tersebut, pemerintah mengembangkan kebijakan link and match sebagai upaya strategis dalam menghasilkan lulusan dan tenaga kerja yang unggul, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki daya saing tinggi, serta mampu meningkatkan daya serap tenaga kerja di dunia usaha dan dunia industri (Lamijan et al. , 2. Keterkaitan . dan kesesuaian . dimaknai sebagai kondisi ketika kompetensi lulusan dari dunia pendidikan selaras dan dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja. Konsep link menekankan pada kesesuaian proses pendidikan dengan tuntutan pembangunan, sehingga melalui proses yang relevan tersebut dihasilkan lulusan yang match dengan kebutuhan dunia kerja. Kesesuaian ini mencakup aspek Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Latifasari et al. , 885 jumlah, mutu, jenis, kualifikasi, serta ketepatan waktu penyiapan lulusan sesuai kebutuhan (Putranto. Secara filosofis, link and match dimaknai sebagai wawasan pengembangan sumber daya manusia, wawasan masa depan, wawasan kualitas dan keunggulan, wawasan profesionalisme, wawasan nilai tambah, serta wawasan efisiensi (Desmayanti et al. , 2. SMAN 1 Majenang sebagai institusi pendidikan menengah yang berlokasi di Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Provinsi Jawa Tengah, memiliki peran strategis dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran berbasis kebutuhan lokal. Kecamatan Majenang merupakan wilayah yang berada di bagian barat Kabupaten Cilacap dengan karakteristik geografis dan sosial ekonomi yang didominasi oleh sektor pertanian dan pengolahan hasil pangan. Wilayah Majenang dan sekitarnya memiliki potensi sumber daya pangan lokal yang beragam, sehingga sangat relevan untuk dijadikan media pembelajaran sains terapan, khususnya dalam bidang teknologi pangan (Cilacap Kominfo, 2. Pemanfaatan potensi lokal ini tidak hanya mendukung pembelajaran tetapi juga membuka wawasan peserta didik terhadap peluang pengembangan produk, kewirausahaan, serta keterampilan yang relevan dengan dunia industri pangan. Seiring dengan proyeksi jumlah penduduk dunia yang diperkirakan mencapai 10 miliar jiwa pada tahun 2050, sistem pangan global menghadapi tantangan signifikan, baik dalam aspek produksi, distribusi, maupun keberlanjutan. Teknologi pangan berperan sebagai solusi strategis melalui penerapan pengolahan yang cerdas, inovatif, dan efisien, yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan ketahanan pangan nasional (Hamad & Tayel, 2. Preferensi konsumen terhadap pangan berubah secara cepat dengan meningkatnya minat pada makanan sehat dan berkelanjutan, sehingga membuka peluang kewirausahaan di bidang pangan (Salasiah et al. , 2023. Shah et al. , 2. Oleh karena itu, integrasi edukasi dan inovasi teknologi pangan dalam kurikulum pendidikan menengah menjadi langkah penting untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki literasi sains terapan, keterampilan inovatif, serta kesiapan menghadapi tantangan industri dan pangan masa depan. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan link and match kurikulum melalui edukasi dan inovasi teknologi pangan di SMAN 1 Majenang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam mengintegrasikan konsep teknologi pangan yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia industri ke dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat berupa peningkatan wawasan dan kompetensi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis potensi lokal, penguatan literasi sains terapan, serta pengembangan model pembelajaran yang mendorong kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan peserta didik. Melalui kolaborasi antara pendidikan, potensi lokal, dan kebutuhan industri pangan, diharapkan tercipta pembelajaran yang lebih aplikatif dan berkelanjutan. Diharapkan, implementasi konsep link and match ini dapat menjadi langkah awal dalam menyiapkan lulusan pendidikan menengah yang adaptif, berdaya saing, serta mampu berkontribusi secara nyata dalam menghadapi tantangan industri dan ketahanan pangan di masa METODE KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 1 Majenang dilaksanakan dalam rangka soft selling program Link and Match Kurikulum: Peningkatan Kapasitas SMA melalui Edukasi dan Inovasi Teknologi Pangan, dengan sasaran utama guru-guru SMAN 1 Majenang. Kegiatan ini dilaksanakan pada 28 November 2025 bertempat di SMAN 1 Majenang. Desa Cibeunying. Kecamatan Majenang. Kabupaten Cilacap. Jawa Tengah, dengan jumlah peserta sebanyak 50 orang Kegiatan ini dirancang sebagai upaya strategis untuk menjembatani keterkaitan antara kurikulum pendidikan menengah dengan kebutuhan pendidikan tinggi serta tuntutan dunia industri, khususnya pada bidang teknologi pangan. Melalui kegiatan ini, diharapkan guru memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai arah pengembangan kompetensi peserta didik agar lebih relevan, aplikatif, dan selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi beberapa tahapan sebagai berikut: Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Latifasari et al. , 886 Survei dan Observasi Awal Kegiatan diawali dengan tahapan survei dan observasi awal yang dilakukan melalui koordinasi serta diskusi dengan pihak sekolah. Tahap ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum mengenai kondisi pembelajaran yang berlangsung, kebutuhan pengembangan kompetensi guru, serta peluang integrasi konsep Link and Match kurikulum dalam proses pembelajaran di tingkat SMA. Hasil dari tahap ini menjadi dasar dalam penyusunan materi dan strategi pelaksanaan kegiatan agar sesuai dengan kebutuhan mitra. Sosialisasi Kegiatan dan Penyuluhan Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan sosialisasi dan penyuluhan yang disertai dengan pemaparan materi oleh tim pengabdian kepada masyarakat kepada guru-guru SMAN 1 Majenang. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan bidang teknologi pangan, peran inovasi teknologi pangan dalam dunia industri, serta peluang implementasinya dalam pembelajaran di SMA. Penyampaian materi dilakukan melalui pemaparan materi yang dipadukan dengan diskusi dan sesi tanya jawab, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang mendorong partisipasi aktif peserta Evaluasi kegiatan Tahap akhir kegiatan adalah evaluasi pelaksanaan program melalui pengisian formulir kepuasan peserta. Evaluasi ini bertujuan untuk memperoleh umpan balik dari guru terkait kualitas dan kejelasan materi, metode penyampaian, relevansi topik dengan kebutuhan pembelajaran, serta manfaat kegiatan dalam meningkatkan kapasitas dan wawasan pendidik. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan refleksi dan dasar perbaikan untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tahap selanjutnya agar lebih efektif dan berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMAN 1 Majenang menghasilkan berbagai temuan dan capaian yang mencerminkan respons positif peserta terhadap materi dan metode yang diterapkan. Hasil kegiatan ini diperoleh melalui proses sosialisasi, diskusi interaktif, serta evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan. Pembahasan difokuskan pada implementasi materi edukasi yang disampaikan, keterlibatan peserta, serta potensi integrasi konsep link and match kurikulum dalam pembelajaran di tingkat SMA. Pelaksanaan kegiatan dapat dilihat pada Gambar 1. Gambar 1. Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMAN 1 Majenang Materi Wirausaha Pangan Berbasis Edukasi dan Inovasi Teknologi Pangan Materi sosialisasi yang disampaikan kepada guru-guru SMAN 1 Majenang berfokus pada penguatan pemahaman mengenai kewirausahaan berbasis pangan sebagai bagian dari upaya link and match kurikulum antara pendidikan menengah, pendidikan tinggi, dan kebutuhan dunia industri. Bidang pangan dipilih sebagai topik utama karena memiliki peluang pengembangan yang luas, bersifat Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Latifasari et al. , 887 aplikatif, serta dekat dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga mudah diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Edukasi kewirausahaan pangan sejak dini diharapkan mampu membentuk kesadaran kritis, pola pikir inovatif, serta keterampilan praktis peserta didik yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Program edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi teknologi pangan, mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal dan kebutuhan pasar, serta menyiapkan generasi muda yang mampu berkontribusi dalam penguatan ketahanan pangan nasional (Ernah et al. , 2. Pada sesi awal, peserta diberikan pemahaman mengenai besarnya potensi sektor pangan sebagai bidang kewirausahaan, yang ditinjau dari kebutuhan pasar yang berkelanjutan serta peluang inovasi yang terus berkembang. Dalam konteks ini, teknologi pangan dipahami tidak hanya sebagai proses pengolahan bahan mentah menjadi produk siap konsumsi, tetapi juga mencakup aspek keberlanjutan, keamanan pangan, efisiensi proses, serta pengembangan inovasi berbasis ilmu pengetahuan (Sintyadewi et al. , 2. Selanjutnya, dipaparkan tren pangan saat ini termasuk meningkatnya minat konsumen terhadap produk pangan fungsional, pangan lokal, pangan sehat, serta produk yang aman dan sesuai Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai inovasi pangan sebagai kunci sukses usaha, yang mencakup contoh produk pangan kreatif, pengembangan nilai tambah produk, serta pentingnya pemanfaatan teknologi pangan dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan aman. Pada bagian ini, guru-guru diajak untuk melihat peluang integrasi materi kewirausahaan pangan ke dalam proses pembelajaran dan proyek siswa di sekolah. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengenalan mengenai dasar-dasar teknologi pangan, termasuk prinsip keamanan pangan, sanitasi, dan higienitas dalam pengolahan pangan (Noordianty et , 2. Penekanan diberikan pada pentingnya pemahaman keamanan pangan sebagai fondasi utama dalam memulai usaha pangan, sehingga produk yang dihasilkan tidak hanya menarik secara ekonomi, tetapi juga aman dikonsumsi. Materi sosialisasi juga mencakup regulasi pangan dasar di Indonesia, termasuk pentingnya legalitas usaha, perizinan pangan, serta pemahaman awal mengenai regulasi halal. Pemahaman regulasi ini dinilai penting agar guru dapat menyampaikan informasi yang benar dan relevan kepada peserta didik, khususnya dalam pembelajaran kewirausahaan dan projek berbasis praktik (Aziz, 2022. Farida et al. , 2. Pelaksanaan Sosialisasi dan Diskusi Gambar 2. Pemaparan materi Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pemaparan materi secara langsung dengan metode ceramah dan diskusi . anya jawa. Sosialisasi diikuti oleh guru-guru SMAN 1 Majenang dari berbagai bidang, sehingga diskusi yang berlangsung bersifat interdisipliner dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah. Edukasi yang komprehensif mengenai teknologi pangan dapat Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Latifasari et al. , 888 membuka wawasan peserta tentang bagaimana ilmu dan inovasi dapat diterapkan untuk meningkatkan nilai tambah produk, memperpanjang umur simpan, menjaga keamanan pangan, serta menciptakan produk baru yang sesuai dengan tren pasar (Putri et al. , 2. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama pada pembahasan mengenai peluang integrasi kewirausahaan pangan ke dalam kurikulum serta contoh penerapan inovasi pangan dalam kegiatan pembelajaran. Diskusi interaktif memberikan ruang bagi guru untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, serta gagasan terkait pengembangan pembelajaran berbasis kewirausahaan dan inovasi. Melalui kegiatan ini, guru-guru memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya peran pendidik dalam menyiapkan peserta didik agar memiliki pemahaman awal tentang dunia usaha, inovasi, serta regulasi pangan. Hal ini sejalan dengan tujuan soft selling link and match kurikulum yang menekankan pada penguatan kapasitas guru sebagai penghubung antara dunia pendidikan dan kebutuhan masa depan peserta didik Evaluasi Kegiatan Melalui Form Kepuasan Peserta Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pengisian form kepuasan peserta pada akhir sesi Instrumen evaluasi ini digunakan untuk memperoleh umpan balik dari guru-guru SMAN 1 Majenang terkait kualitas dan kejelasan materi, metode penyampaian, relevansi topik dengan kebutuhan pembelajaran, serta manfaat kegiatan dalam meningkatkan wawasan dan kapasitas Selain itu, evaluasi juga mencakup beberapa indikator penilaian, antara lain tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan kegiatan, kesesuaian kegiatan dengan harapan peserta, responsivitas dan kompetensi narasumber, peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, serta minat guru untuk berpartisipasi secara berkelanjutan pada kegiatan serupa di masa mendatang. Hasil umpan balik terhadap seluruh indikator evaluasi tersebut disajikan dalam Gambar 3. Gambar 3. Hasil Evaluasi Kegiatan Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy right A 2026. Latifasari et al. , 889 KESIMPULAN DAN SARAN Kegiatan link and match kurikulum melalui edukasi dan inovasi teknologi pangan di SMAN 1 Majenang berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari peserta. Kegiatan ini meningkatkan wawasan guru mengenai potensi teknologi dan kewirausahaan pangan serta peluang integrasinya ke dalam pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia industri. Program ini berkontribusi dalam memperkuat peran guru sebagai penghubung antara pendidikan, potensi lokal, dan kebutuhan masa depan peserta didik. Kegiatan serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkelanjutan dengan penguatan praktik dan kolaborasi antara sekolah, perguruan tinggi, dan industri pangan. Integrasi teknologi dan kewirausahaan pangan ke dalam pembelajaran diharapkan mampu mendorong lahirnya peserta didik yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Telkom atas dukungan, fasilitasi, dan pendanaan yang diberikan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada SMAN 1 Majenang, khususnya kepala sekolah dan seluruh guru yang telah berpartisipasi aktif serta memberikan dukungan selama pelaksanaan kegiatan. Semoga hasil kegiatan dan publikasi ini dapat memberikan manfaat dan menjadi kontribusi nyata dalam penguatan implementasi link and match kurikulum melalui edukasi dan inovasi teknologi pangan. DAFTAR PUSTAKA