Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Hubungan Antara Depression Anxiety Stres Dan Vulva Hygiene Dengan Kejadian Fluor Albus Pada Remaja Putri Di Desa Marabose Halmahera Selatan The Relationship Between Depression. Anxiety. Stress, and Vulva Hygiene with Fluor Albus in Adolescent Girls in Marabose Village South Halmahera Regency Mahrani M. Karim1*. Betanuari Sabda Nirwana2. Nikmatul Firdaus3 Mahasiswa Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri Dosen Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kadiri *Corresponding : mahrani. karim@gmail. ABSTRAK Fluor albus merupakan gejala yang sering dialami oleh sebagian besar wanita. Fluor albus dapat bersifat fisiologis ataupun patologis. Otak mengalami stres maka akan mempengaruhi hipotalamus dan hipotalamus mempengaruhi hormon kortisol menyebabkan flora normal pada vagina menjadi hiper aktif dan menyebabkan keputihan. Vulva hygiene yang kurang baik dapat menyebabkan keputihan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan. Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 yaitu 16 responden,teknik pengambilan sampel adalah teknik accidental sampling dengan menggunakan uji spearman rank. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman's rho diperoleh nilai p . 0,013 dimana nilai = 0,05 sehingga p < maka H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara Depression Anxiety Stress dan fluor albus pada remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan. Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Berdasarkan hasil uji statistik Spearman's rho diperoleh nilai p . 0,009 dimana nilai 0,05, sehingga p < maka H1 diterima H0 ditolak artinya terdapat hubungan antara vulva hygiene dengan kejadianfluor albus pada remaja putri kelas di Desa Marabose Kecamatan Bacan. Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Di harapkan bagi institusi pendidikan untuk melakukan upaya dalam meningkatkan pengetahuan kepada siswi tentang fluor Kata Kunci : Tingkat Stres. Vulva Hygiene. Fluor Albus Article History: Received: August 18 ,2025. Revised: September 17, 2025. Accepted: October 20, 2025 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 ABSTRAK Fluor albus is a common symptom experienced by most women. Fluor albus can be physiological or When the brain experiences stress, it affects the hypothalamus, which in turn influences the hormone cortisol, causing the normal vaginal flora to become hyperactive and causing vaginal discharge. Poor vulvar hygiene can cause vaginal discharge. The research design used was correlational analytic. The population in this study was all adolescent girls in Marabose Village. Bacan District. South Halmahera Regency. North Maluku Province in 2025, with 16 The sampling technique used was accidental sampling using the Spearman rank test. Based on the results of the Spearman's rho statistical test, a p-value of 0. 013 was obtained, where the value was 0. 05, so p <, so H1 was accepted and H0 was rejected, meaning there is a relationship between Depression. Anxiety. Stress, and fluor albus in adolescent girls in Marabose Village. Bacan District. South Halmahera Regency. North Maluku Province in 2025. Based on the results of the Spearman's rho statistical test, a p-value of 0. 009 was obtained, where the value was 0. 05, so p <, so H1 was accepted and H0 was rejected, meaning there is a relationship between vulva hygiene and the incidence of fluor albus in adolescent girls in Marabose Village. Bacan District. South Halmahera Regency. North Maluku Province in 2025. Educational institutions are expected to make efforts to increase students' knowledge about fluor albus. Keywords: Stress Level. Vulva Hygiene. Fluor Albus PENDAHULUAN Keputihan . luor albu. adalah cairan putih yang keluar dari liang senggama secara Fluor albus dapat di bedakan dalam beberapa jenis yaitu fluor albuspatologis dan fluor albusfisiologis. Fluor albus patologis akan menimbulkan rasa gatal, nyeri di dalam vaginaatau di sekeliling saluran pembukaan vulva dengn warna cairan yang bervariasi dari warna putih kekuning-kuningan sampai keabu-abuan dengan konsistensi cair sampai kental dan berbau (Manuaba, 2. Masalah keputihan yang sejak lama menjadi persoalan bagi kaum wanita. Remaja merupakan salah satu bagian dari populasi beresiko yang terkena keputihan yang perlu mendapat perhatian khusus. Remaja mengalami pubertas yang di tandai dengan mensturasi akan mengalami keputihan. Keputihan ini normal selama . jernih dan tidak berbau, tidak terasa gatal dan dalam jumlah yang tidak berlebihan (Katharini, 2. Banyak remaja putri yang merasa berat genitalianya dengan orang lain sehingga perawatan kesehatan alat kelamin terhambat oleh pantangan sosial. Kalaupun ada hanya beberapa remaja yang berkonsultasi dengan dokter tentang masalah Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Keputihan masih dianggap bukan hal yang serius dikalangan remaja putri, sehingga dalam menjaga kebersihan organ genitalia pada remaja putri yang masih kurang. Hal tersebut dapat di lihat dari masih banyaknya remaja putri yang memakai celana ketat dan mereka cenderung memilih yang berbahan bukan katun, keputihan bisa jadi disebabkan oleh celana panjang yang ketat dan atau celana dalam yang terbuat dari serat sintetik atau nilon (Katharini. Jumlah wanita di dunia yang pernah mengalami keputihan sekitar 75% wanita didunia pasti mengalami keputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantanya dapat mengalami keputihan sebanyak 2 kali atau lebih. Sedangkan wanita Eropa yang mengalami keputihan sebesar 25%, dan untuk remaja putri Indonesia yang mengalami keputihan berjumlah 70% (Bahari 2. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu yang di laksanakan di Jawa Tengah bahwa 90 responden mengalami keputihan karena keterampilan vulva hygienenya cukup yaitu 51,1% (Jemi, 2. Penelitian yang di lakukan pada remaja putri di SMA Taman Madya Jentis Yogyakarta Negeri terdapat 32 responden yang tergolong ringan 20 orang . ,5%) dan yang mengalami stres sedang 12 0rang . ,5%) dan yang mengalami keputihan 17 orang . ,1%) (Agustiyani, 2. Berdasarkan hasil survey pendahuluan pada bulan Juni 2025 pada Remaja Putri di Desa Marabose dengan cara wawancara 10 orang remaja putri 1 orang tidak pernah mengalami keputihan, yang lainnya mengalami keputihan Berdasarkan hasil survey diatas dapat di simpulkan bahwa masih tingginya kejadian keputihan karena stres dan kurangnya vulva Faktor yang menyebabkan timbulnya keputihan . luor albu. ada dua yaitu penyebab keputihan fisiologis dan penyebab keputihan Penyebab keputihan fisiologis yaitu faktor hygiene yang jelek, pemakain obat . ntibiotik, kortikosteroid, dan pil k. dalam stres dimana mempengaruhi semua organ tubuh mengalami menyebabkan timbulkan keputihan (Suryana, 2. , kehamilan . ada saat kehamilan lendir pada alat kemaluan meningkat. Jadi jika tidak di dukung oleh vulva hygiene yang baik pada saat kehamilan akan menyebabkan keputiha. , menggunakan pakaian yang ketat. Penyebab keputihan . luor albu. patologi adalah infeksi vagina oleh jamur . andidia albican. atau parasit . ,gonococus atau yang lebih dikenal GO. Chlamidya gardenerella, (Sugi, 2. Dampak yang ditimbulkan karena keputihan fisiologis apabila tidak ditanggulangi secara benar yaitu gangguan psikologis karena respon psikologis seseorang terhadap keputihan akan menimbulkan kecemasan yang berlebihan dan membuat seseorang merasa kotor serta tidak percaya diri dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari, infeksi alat genitalia . ulvavitis, vaginitis, serviksitis,penyakit radang panggul dan mandu. (Manuaba, 2. Solusi yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya fluor albus pathologis adalah dengan cara memberikan pendidikan dan pengetahuan kesehatan pada wanita usia subur tentang fluor albus agar lebih mengerti akan pentingnya menjaga dan merawat kebersihan pada alat kelaminnya. Adapun cara pencegahan agar tidak membahayakan kesehatan, vagina dapat di bersihkan dengan air bersih, membersihkan bagin luar kemaluan selepas buang air kecil dan buang air besar, memakai pakaian dalam dari katun yang agak longgar, menjaga kelembaban vagina, mengganti celana dalam sesering mungkin karena apabila terlalu lembab bisa jadi sumber infeksi dan Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 menimbulkan gejala keputihan. Cara termudah untuk mencegah yakni menjaga organ intim agar senantiasa kering, hindari penggunaan celana dalam ketat saat tidur, hindari sters dan kegemukan (Dwikarya, 2. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengadakan penelitian yang berjudul hubungan antara Depression Anxiety Stress dan vulva hygiene dengan kejadian fluor albus pada remaja putri kelas di desa marabose Bacan kab. Halmahera selatan tahun 2025. Berdasarkan indikator masalah kesehatan pencegahan stunting. World Health Organization (WHO) 2020 prevalensi stunting di seluruh dunia sebesar 22% atau 149,2 juta balita. Persentase status gizi balita pendek di Indonesia tahun 2021 mencapai 24,4% atau 5,33 juta balita. Berdasarkan hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang dilaksanaka. Kementerian Kesehatan, angka prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 24,4 %. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024 menunjukkan prevalensi stunting nasional turun menjadi 19,8%. Meskipun ada penurunan, angka stunting masih perlu diturunkan sesuai target nasional yaitu 14%. Kasus stunting di Jawa Timur pada tahun 2022 mencapai 23,5%. Prevalensi stunting di Kabupaten Nganjuk berhasil diturunkan dari 20% pada tahun 2022 menjadi 17,1% pada tahun 2023 berdasarkan SSGI/SKI artinya stunting dikabupaten Nganjuk turun 2,9% namun belum sesuai dengan target nasional yaitu sebesar 14% oleh sebab itu stunting masih menjadi masalah yang perlu Bulan Februari 2024 dari seluruh anak balita yang ditimbang dan diukur pada kegiatan Bulan Penimbangan Balita (BPB) di Kabupaten Nganjuk didapatkan 5,49% di antaranya tercatat mengalami stunting. Dampak dari stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan pertumbuhan otak (Aryastami et al. , 2. Dampak stunting saat anak beranjak dewasa akan mudah terjangkit penyakit kronis seperti kanker, diabetes, stroke dan hipertensi (Khoiriyah et al. Selain itu dampak stunting dapat kembang anak yang bersifat menetap (Ernawati. Berdasarkan tabel 1. 1 menunjukan bahwa angka kejadian stunting dalam 3 bulan mengalami penurunan namun belum signifikan. Bulan Maret tangka kejadian stunting 9,2%, bulan April 9,02% dan bulan Mei 8,9%. Salah satu faktor yang berpengruh pada kejadian stunting pada balita adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua merupakan perilaku dalam merawat ataupun menjaga anak yang meliputi memberikan air susu ibu, pemberian makanan pendamping, mengajarkan tata cara makan 25 benar, memberikan makanan yang bernilai gizi tinggi, pemberian imunisasi untuk kekebalan tubuh balita sehingga asupan nutrisi dan kesehatan anak dapat terjaga dengan baik (Dranesia et al. , 2. Cara orang tua memperlakukan anaknya sangat dipengaruhi oleh pola asuhnya (Julianti & Jusmaeni, 2. Perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh peran orang tuanya. Hasil penelitian Dayuningsih dkk 2020 menyatakan bahwa balita dari ibu dengan pola asuh pemberian makan yang kurang akan berisiko 6 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan balita yang pola asuh makannya Proses perkembangan akan dipengaruhi oleh pola asuh yang digunakan orang tua terhadap anaknya. Menurut Latifah dkk. ,kualitas dan potensi perkembangan anak sendiri ditentukan oleh pola asuh tersebut dari orang tuanya . Orang tua yang rasional selalu mendasarkan keputusan dan tindakan mereka Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 pada rasio atau pemikiran. Psikologi pemberian pola makan ada 4 macam. Pertama Feeding responsif yaitu orang tua peka terhadap tanda lapar/kenyang anak, memberi makan dengan sabar, tanpa paksaan, dan menciptakan suasana Kedua Otoriter yaitu memaksa anak makan sesuai aturan orang tua, kurang memperhatikan sinyal anak. Ketiga permisif yaitu membiarkan anak memilih makan sesuka hati tanpa arahan gizi. Keempat Negligent yaitu kurang perhatian, jarang memantau jenis dan jumlah makanan anak. Meskipun status ekonomi orang tua baik tetap beresiko memiliki anak yang stunting. Berdasarkan latar belakang diatas peneliti tertarik untuk meneliti tentang hubungan antara pola asuh dengan kejadian stunting Wilayah kerja Puskesmas Patianrowo Kabupaten Nganjuk Tahun 2025. Selatan tahun 2025. Analisis bivariate digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis 2 variabel yang berhubungan atau Untuk menguji ada tidaknya hubungan atau berkorelasi. Untuk menguji ada tidaknya hubungan antara Depression Anxiety Stress dengan kejadian fluor albus, dan vulva hygiene dengan kejadian fluor albus digunakan spearman . , berdasarkan pertimbangan tujuan penelitian yaitu korelasi, dengan 3 variabel yaitu 2 variabel bebas dan 1 variabel tergantung serta bersekala data berupa ordinal ordinal. Perhitungannya menggunakan komputerisasi SPSS. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL METODE Rancangan yang di gunakan dalam penelitian ini ada analitik korelasional. Pemilihan rancangan analitik korelasi. Pemilihan rancangan analitik tersebut berdasarkan penyesuaian rancangan penelitian ini mengambil metode Berdasarkan tempat penelitian,termasuk jenis penelitian lapangan. Berdasarkan waktu penelitian ini mengambil metode crosectional. Hal inidi karenakanwaktu pengambilan data hanya di lakukan satu kali saja. Rancangan penelitian berdasarkan ada tidaknya perlakuan dengan menggunakan metode expost facto. Hal ini di karenakan tidak di berikannya intervensi dalam pengungkapan fakta masalah dalam sebuah Berdasarkan sumber data rancangan penelitian ini menggunakan sumber data primer. Pada penelitian ini populasinya adalah seluruh remaja putri di desa marabose kec. Bacan kab. Halmahera selatan tahun 2025. Sampel dalam penelitian ini adalah 16 remaja putri yang berada di desa marabose kec. Bacan kab. Halmahera Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Jurnal Mahasiswa Kesehatan VOLUME 7 NOMOR 1 | OKTOBER 2025 | E-ISSN: 2686-5300 | P-ISSN: 27145409 Taman Jetis Yogyakarta. Skripsi Yogyakarta Annia. Buku pintar kesehatan dan Jakarta Alimul aziz, hidayat. Kebutuhan dasar Jakarta: salemba medika Bahari. H . Cara mudah atasi keputihan. Yogyakarta : Buku Biru Dwi karya. Menjaga organ intim. Depok : kawan pustaka Hawari, dadang. Manajemen stres, cemas dan depresi. Jakarta : FKUI KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hubungan antara Depression Anxiety Stress dan vulva hygiene dengan kejadian fluor albus patologidapat di simpulkan sebagai berikut : Sebagian besar responden mengalami stress Sebagian besar responden mengalami vulva hygiene yang kurang. Ada hubungan antara depression anxiety stress dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan. Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara Tahun 2025. Ada hubungan antara vulva hygiene dengan kejadian fluor albus pada remaja putri di Desa Marabose Kecamatan Bacan. Kabupaten Halmahera Selatan. Provinsi Maluku Utara Tahun 2025 UCAPAN TERIMA KASIH