Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. PENGARUH PENGGUNAAN AIR KELAPA (Cocos nucifer. TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI (Brassica juncea L. Riny R. Tiwery Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi E-mail: riny_tiwery@gmail. Abstract Background: The research purpose is to know the influences use of coconut water on the growth of mustard plants. The materials used on this research are: Green Mustard Seed. Coconut Water. Water and Soil. Research carried out for 2 months, from 15 September 2010 till 15 November 2010. Method: The research using Design Randomly Complette, that consist of 5 treatments with each treatments: A0 = control without coconut water. A1 = volume of coconut water is 100 ml. A2 = volume of coconut water is 150 ml. A3 = volume of coconut water is 200 ml, and A4 = volume of coconut water is 250 ml. Each treatments repeated 3 times. Data were analyzed using Analysis of Variance and followed by the Smallest Real Test at level 0,5% and 0,1%. Result: The result of the researchshowed that, the use of coconut water give a real impact on the growth of mustard plants on itAos height and number of leaves, that obtained on treatments A 4 = volume of coconut water is 250 ml. Conclusion: The volume of coconut water that most influence on the growth of mustard (Brassica juncea L. ), on plant height and number of leaves, contained in a volume of 250 ml, followed by volume of 200 ml, 150 ml and a further volume of 100 ml, and Control (A. Key Words: Coconut Water. The Growth Of Mustard Plants (Brassica juncea L. Abstrak Latar belakang: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Green Mustard Seed. Air Kelapa. Air dan Tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan, dari 15 September 2010 sampai 15 November 2010. Metode: Penelitian ini menggunakan desain acak Complette, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan masing-masing perlakuan: A0 = kontrol tanpa air kelapa. A1 = volume air kelapa 100 ml. A2 = volume air kelapa 150 ml. A3 = volume kelapa air 200 ml, dan A4 = volume air kelapa 250 ml. Setiap perawatan diulang 3 kali. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varian dan diikuti oleh Real Test Terkecil di tingkat 0,5% dan 0,1%. Hasilnya: Hasil researchshowed itu, penggunaan air kelapa memberikan dampak yang nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi pada itu tinggi dan jumlah daun, yang diperoleh pada perlakuan A4 = volume air kelapa 250 ml. Kesimpulan: Volume air kelapa yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi (Brassica juncea ), tinggi tanaman dan jumlah daun, yang terkandung dalam volume 250 ml, diikuti dengan volume 200 ml, 150 ml dan selanjutnya volume 100 ml, dan Control (A. Kata Kunci: Air Kelapa. Pertumbuhan Tanaman Mustard (Brassica juncea L. Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 86 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. PENDAHULUAN Indonesia memiliki keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi dan hampir terdapat di seluruh dataran Indonesia. Tumbuhan sendiri mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia, salah satunya adalah tanaman sawi. Sawi (Brassica juncea L. ) merupakan tanaman semusim yang berdaun lonjong, halus dan tidak berbulu. Sawi merupakan salah satu dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi Pengembangan budidaya sawi mempunyai prospek baik untuk mendukung upaya peningkatan pendapatan petani dan peningkatan gizi Kelayakan pengembangan budidaya sawi antara lain karena kondisi wilayah Indonesia yang sangat cocok untuk komoditas tersebut. Di samping itu, umur panen sawipun relatif pendek (Rukmana. Namun dewasa ini, yang menjadi masalah adalah semakin sempitnya lahan yang dapat digunakan untuk bercocok Untuk mengatasi masalah tersebut, penggunaan pot, polybag dan wadah-wadah yang tidak terpakai lagi merupakan alternatif yang tepat. Biasanya orang hanya menanam tanaman hias dan buah dalam polybag. Kini, sayuran juga dapat ditanam dalam polybag. (Redaksi Trubus, 2. Untuk mendapatkan hasil produksi yang baik, maka pertumbuhan tanaman harus diperhatikan misalnya penggunaan bahan organik dan kebutuhan akan air. Manfaat lain dari penggunaan bahan organik untuk pemakaian pupuk kimia (Kabelan, 2. Cara lain yang dapat digunakan untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman yaitu dengan menggunakan air kelapa (Cocos nucifera L. ) sebagai pengganti pupuk kimia. Air kelapa merupakan salah satu produk tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Air kelapa yang sering dibuang oleh para pedagang di pasar tidak ada salahnya bila dimanfaatkan sebagai penyiram tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air kelapa kaya akan kalium, mineral diantaranya Kalsium (C. Natrium (N. Magnesium (M. Ferum (F. Cuprum (C. , dan Sulfur (S), gula dan Disamping kaya mineral, dalam air kelapa juga terdapat 2 hormon alami yaitu auksin dan sitokinin yang berperan sebagai pendukung pembelahan sel (Suryanto. MATERI DAN METODE Penelitian ini dilaksanakan pada Green House Sekolah Pertanian Pembangunan Provinsi Maluku. Passo dari tanggal 15 September 2010 sampai dengan 15 November 2010. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 konsentrasi: A0 = Kontrol/tanpa air kelapa. A1 = Volume air kelapa 100 ml. A2 = Volume air kelapa 150 ml. A3 = Volume air kelapa 200 ml dan A4 = Volume air kelapa 250 ml. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Penelitian ini dilakukan dalam 3 . tahap, yaitu tahap persiapan persiapan media tanam meliputi tanah yang diambil dari kebun rakyat di hutan desa Suli pada kedalaman 0-20 cm dari permukaan. Tanah dibersihkan dari kotoran dan dedaunan yang terdapat di dalamnya. Kemudian disaring dengan untuk memisahkan tanah dari campuran batuan. Kemudian tanah dijemur di bawah sinar matahari selama 3 hari berturut-turut Dan di masukan ke dalam media tanam sebanyak A bagian dari ukuran media selanjutnya sebelum dilakukan penyemaian terhadap benih sawi, media penyemaian disiram sampai lembab. Benih sawi dibenamkan secara merata di permukaan media semai kemudian ditutup dengan tanah tipis setebal 0,5-1,0 cm. Benih sawi disemai selama 1 - 2 minggu. Setelah semai, bibit dipindahkan ke polybag yang telah disiram terlebih dahulu. Penanaman dilakukan pada sore untuk menghindari penguapan air sehingga media tanamnya akan tetap lembab. Penyiraman dengan menggunakan air biasa dilakukan setiap pagi sedangkan penyiraman dengan menggunakan air kelapa dilakukan setiap seminggu sekali pada sore hari. Volume yang diberikan untuk masing-masing perlakuan adalah: A1 = volume air kelapa 100 ml/tanaman A2 = volume air kelapa 150 ml/tanaman A3 = volume air kelapa 200 ml/tanaman A4 = volume air kelapa 250 ml/tanaman Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 87 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. Dan tahapan yang terakhir yaitu pengamatan dilakukan pada saat tanaman berumur 21 HST sampai tanaman berumur 35 HST. Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman dan jumlah daun. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis varians dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada taraf 0,5 % dan 0,1 % untuk mengetahui perbedaan dari masing-masing perlakuan. HASIL DAN PEMBAHASAN Data hasil penelitian rata-rata tinggi tanaman sawi pada minggu ke-1 setelah pemberian air kelapa dapat dilihat pada tabel Tabel 1. Rata-rata Tinggi Tanaman Sawi . Pada Minggu Ke-1 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-Rata Tinggi Tanaman . 11,64 11,81 12,09 12,27 10,87 Tabel 1 menunjukan bahwa, nilai tinggi tanaman sawi tertinggi diperoleh pada perlakuan A4, yaitu 12,27 cm. Sedangkan, terendah pada kontrol, yaitu 10,87 cm. Hasil analisis varians tinggi tanaman sawi pada minggu ke-1 setelah perlakuan air kelapa menunjukan bahwa pemberian air kelapa memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman sawi. Hasil uji BNT tinggi tanaman sawi pada minggu ke-1 setelah perlakuan air kelapa dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Hasil Uji BNT Tinggi Tanaman Sawi Pada Minggu Ke-1 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-rata Beda Terhadap Kontrol 11,64 11,81 12,09 12,27 10,87 0,77 ** 0,94 ** 1,22 ** 1,4 ** Nilai BNT 0,09 0,13 Keterangan: ** = Sangat berbeda nyata Berdasarkan data pada tabel 2 terlihat bahwa, nilai beda terhadap kontrol untuk keempat perlakuan A1. A2. A3 dan A4 > nilai Uji BNT untuk taraf kepercayaan 5 % dan 1 %. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman sawi pada minggu Tabel 3. Rata-rata Tinggi Tanaman Sawi . Pada Minggu Ke-2 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-Rata Tinggi Tanaman . 14,69 14,97 15,53 16,11 13,45 Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 88 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. Tabel 3 menunjukan bahwa, nilai tinggi tanaman sawi tertinggi diperoleh pada perlakuan A4, yaitu 16,11 cm. Sedangkan, terendah pada kontrol, yaitu 13,45 cm. Hasil analisis varians tinggi tanaman sawi pada minggu ke-2 menunjukan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman sawi. Hasil uji BNT, tinggi tanaman sawi pada minggu ke-2 setelah pemberian air kelapa ditunjukan pada tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji BNT Tinggi Tanaman Sawi Pada Minggu Ke-2 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-rata Beda Terhadap Kontrol 14,69 14,97 15,53 16,11 13,45 1,24 ** 1,52 ** 2,08 ** 2,66 ** Nilai BNT 0,18 0,25 Keterangan: ** = Sangat berbeda nyata Berdasarkan data pada Tabel 4. terlihat bahwa, nilai beda terhadap kontrol untuk ke-empat perlakuan A1. A2. A3 dan A4 > nilai Uji BNT untuk taraf kepercayaan 5 % dan 1 %. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman sawi pada minggu ke-2. Tabel 5. Rata-rata Tinggi Tanaman Sawi . Pada Minggu Ke-3 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-Rata Tinggi Tanaman . 17,11 17,57 18,28 18,87 15,66 Tabel 5 menunjukan bahwa, nilai tinggi tanaman sawi tertinggi diperoleh pada perlakuan A4, yaitu 18,87 cm. Sedangkan, terendah pada kontrol, yaitu 15,66 cm. Hasil analisis varians tinggi tanaman sawi pada minggu ke-3 setelah pemberian air kelapa menunjukan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman sawi. Hasil uji BNT tinggi tanaman sawi pada minggu ke-3 setelah pemberian air kelapa ditunjukan pada tabel 6 Tabel 6. Hasil Uji BNT Tinggi Tanaman Sawi Pada Minggu Ke-3 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-rata Beda Terhadap Kontrol 17,11 17,57 18,28 18,87 15,66 1,45 ** 1,91 ** 2,66 ** 3,21 ** Nilai BNT 0,09 0,13 Keterangan: ** = Sangat berbeda nyata Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 89 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. Berdasarkan data pada Tabel 6 terlihat bahwa, nilai beda terhadap kontrol untuk keempat perlakuan A1. A2. A3 dan A4 > nilai Uji BNT untuk taraf kepercayaan 5 % dan 1 %. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman sawi pada minggu Data hasil penelitian rata-rata jumlah daun sawi pada minggu ke-1 setelah perlakuan air kelapa, ditunjukan pada tabel 7. Tabel 7. Rata-rata Jumlah Daun Sawi Pada Minggu Ke-1 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-Rata Jumlah Daun (Hela. 7,13 7,27 7,33 6,93 Tabel 7 menunjukan bahwa, jumlah daun sawi paling banyak diperoleh pada perlakuan A4, yaitu 7,4 helai. Sedangkan, jumlah daun sawi paling sedikit terdapat pada kontrol, yaitu 6,93 helai. Hasil analisis varian jumlah daun sawi pada minggu ke-1 setelah pemberian air kelapa menunjukan pengaruh yang sangat nyata terhadap jumlah daun sawi. Hasil uji BNT jumlah daun sawi pada minggu ke-1 setelah pemberian air kelapa ditunjukan pada tabel 8. Tabel 8. Hasil Uji BNT Jumlah Daun Sawi Pada Minggu Ke-1 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-rata Beda Terhadap Kontrol 7,13 7,27 7,33 6,93 0,2 ** 0,34** 0,4 ** 0,47** Nilai BNT 0,02 0,03 Keterangan: ** = Sangat berbeda nyata Berdasarkan data pada Tabel 8 terlihat bahwa, nilai beda terhadap kontrol untuk keempat perlakuan A1. A2. A3 dan A4 > nilai Uji BNT untuk taraf kepercayaan 5 % dan 1 %. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap jumlah daun sawi pada minggu ke1. Tabel 9. Rata-rata Jumlah Daun Sawi Pada Minggu Ke-2 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-Rata Jumlah daun (Hela. 8,27 8,33 8,67 9,13 8,13 Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 90 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. Tabel 9 menunjukan bahwa, jumlah daun sawi paling banyak diperoleh pada perlakuan A4, yaitu 9,13 helai. Sedangkan, jumlah daun sawi paling sedikit terdapat pada kontrol, yaitu 8,13 helai. Hasil analisis varians jumla daun sawi pada minggu ke-2 setelah pemberian air kelapa menunjukan pengaruh nyata terhadap jumlah daun sawi. Hasil uji BNT jumlah daun sawi pada minggu ke-2 setelah pemberian air kelapa ditunjukan pada tabel 10. Tabel 10. Hasil Uji BNT Jumlah Daun Sawi Pada Minggu Ke-2 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-rata Beda Terhadap Kontrol 8,27 8,33 8,67 9,13 8,13 0,14 TN 0,2 TN 0,54 ** 1 ** Nilai BNT 0,22 0,32 Keterangan: TN = Tidak berbeda nyata ** = Sangat berbeda nyata Berdasarkan data pada Tabel 10 terlihat bahwa, nilai beda terhadap kontrol untuk perlakuan A1 dan perlakuan A2 < nilai Uji BNT. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa untuk perlakuan A1 dan perlakuan tidak memberikan perbedaan nyata terhadap jumlah daun sawi pada minggu ke-2. Sementara, nilai beda terhadap kontrol untuk perlakuan A3 dan perlakuan A4 > nilai Uji BNT. Ini menunjukan bahwa pemberian air kelapa pada perlakuan A3 dan A4 perbedaan sangat nyata terhadap jumlah daun sawi pada minggu ke2. Tabel 11. Rata-rata Jumlah Daun Sawi Pada Minggu Ke-3 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-Rata Jumlah Daun (Hela. 9,27 9,47 9,07 Tabel 11 menunjukan bahwa, jumlah daun sawi paling banyak diperoleh pada perlakuan A4, yaitu 10,4 helai. Sedangkan, jumlah daun sawi paling sedikit terdapat pada kontrol, yaitu 9,07 helai. Hasil analis varian jumlah daun sawi pada minggu ke-3 setelah pemberian air kelapa menunjukan pengruh yang sangat nyata terhadap jumlah dau sawi. Hasil uji BNT jumlah daun sawi pada minggu ke-3 setelah pemberian air kelapa ditunjukan pada tabel 12. Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 91 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. Tabel 12. Hasil Uji BNT Jumlah Daun Sawi Pada Minggu Ke-3 Setelah Perlakuan Air Kelapa. Perlakuan Rata-rata Beda Terhadap Kontrol 9,27 9,47 9,07 0,2 * 0,4 ** 0,73** 1,33** Nilai BNT 0,18 0,29 Keterangan: * = Berbeda nyata ** = Sangat berbeda nyata Berdasarkan data pada Tabel 12 terlihat bahwa, nilai beda terhadap kontrol untuk perlakuan A1 > nilai Uji BNT, hanya pada tingkat kepercayaan 5 %. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa pada perlakuan A1 memberikan perbedaan nyata terhadap jumlah daun sawi pada minggu ke-3, hanya pada tingkat kepercayaan 5 %. Sebaliknya, tidak memberikan perbedaan nyata pada tingkat kepercayaan 1 %. Sementara, nilai beda terhadap kontrol untuk perlakuan A2. A3 dan A4 > nilai Uji BNT untuk taraf kepercayaan 5 % dan 1 %. Ini menunjukkan, pemberian air kelapa pada perlakuan A2. A3 dan A4 memberikan perbedaan yang sangat nyata terhadap jumlah daun sawi pada minggu ke-3. Hasil penelitian menunjukan bahwa, penggunaan air kelapa pada tiap perlakuan A1 = volume air kelapa 100 ml. A2 = volume air kelapa 150 ml. A3 = volume air kelapa 200 ml, dan A4 = volume air kelapa 250 ml memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman sawi pada setiap minggu pengamatan. Kastono . menyatakan bahwa pertumbuhan tanaman termasuk di dalamnya tinggi tanaman dan jumlah daun, terjadi karena adanya proses-proses pembelahan sel dan pemanjangan sel. Pemberian air kelapa pada tanaman sawi memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap tinggi tanaman. Dari keempat perlakuan, yang menunjukan hasil terbaik untuk tinggi tanaman pada tiap minggu pengamatan adalah perlakuan A4 = volume air kelapa 250 ml. Ini disebabkan karena pada volume air kelapa 250 ml terdapat cadangan auksin dan sitokinin yg lebih baik. Kandungan auksin dan sitokinin yang terdapat dalam air kelapa mempunyai peranan penting dalam proses pembelahan sel sehingga membantu pembentukan tunas dan pemanjangan batang. Auksin akan memacu sel untuk membelah secara cepat dan berkembang menjadi tunas dan batang (Pamungkas dkk. Ini didukung oleh hasil penelitian Platos dalam Suryanto . yang menyatakan bahwa hormon hingga 20-70%. Air kelapa selain mengandung hormon tumbuh auksin dan siotokinin, juga mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh Pada volume air kelapa 250 ml memberikan dampak ketersediaan nutrisi yang lebih baik jika dibandingkan dengan jumlah pemberiaan air kelapa dalam volume yang lebih sedikit. Ketersediaan nutrisi bagi tanaman sangat penting untuk proses Dengan adanya unsur kalium (K) yang tinggi, maka air kelapa dapat merangsang pertumbuhan dengan cepat. Menurut Anonim . , selain kalium (K), unsur kalsium (C. juga mempunyai peranan penting dalam proses pembelahan dan pemanjangan sel karena kalsium (C. merupakan penyusun dinding sel. Dengan pemanjangan sel, maka tanaman akan bertambah tinggi. Ini didukung oleh hasil penelitian Katuk . yang menyatakan bahwa pemberian air kelapa pada volume 250 ml menunjukan waktu yang paling cepat pada pertumbuhan tanaman anggrek macan (Grammatohyllum scriptu. Pertumbuhan tinggi tanaman sawi terjadi dalam meristem apikal. Meristem Riny R. Tiwery. Pengaruh Penggunaan Air A 92 Biopendix. Volume 1. Nomor 1. Oktober 2014, hlm. apikal/ujung akan menghasilkan sel-sel baru di ujung akar atau batang, sehingga mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi (Gardner dkk. Seperti halnya tinggi tanaman, pemberian air kelapa juga sangat berpengaruh terhadap jumlah daun tanaman Hasil penelitian menunjukan bahwa dari keempat perlakuan, yang memberikan hasil terbaik adalah perlakuan A4 = volume air kelapa 250 ml. Ini disebabkan karena dalam air kelapa terdapat zat pengatur tumbuh dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Bertambahnya jumlah daun sawi diawali dengan aktivitas sel-sel dalam kubah ujung yang membelah menjadi meristematk, yang selanjutnya akan mengeluarkan tunas-tunas daun (Gardner Hasil penelitian dapat diimplikasikan dalam pembelajaran Biologi pembelajaran Biologi tentang Pertumbuhan dan Perkembangan Pada Tumbuhan. Materi ini erat kaitannya dengan pengaruh unsur hara yang terdapat dalam air kelapa terhadap pertumbuhan tanaman sawi. Implikasi hasil penelitian ini akan dibuat dalam bentuk Lembar Kerja Siswa (LKS). KESIMPULAN Volume air kelapa yang paling tanaman sawi (Brassica juncea L. ), yaitu pada tinggi tanaman dan jumlah daun, terdapat pada volume 250 ml, disusul volume 200 ml, selanjutnya volume 150 ml dan 100 ml, dan Kontrol (A. Disarankan kepada pemerintah maupun isntansi terkait dapat mengembangkan pengunaan air kelapa dalam bidang-bidang mengembangkan pembudidayan tanaman DAFTAR PUSTAKA