Meningkatkan Kemampuan Bahasa Jawa Anak Melalui Metode Bercerita Dengan Menggunakan Media Boneka Tangan Pada Kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum Dwi Bhakti Indri. Nur Kilpi Hidana2 1,2,Universitas KH. Abdul Chalim e-mail : kilpihidana@gmail. Abstrak Penelitian ini membahas tentang meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan pada kelompok A di Ra Miftahul Ulum Pandanarum, studi ini di laksanakan karena kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A belum berkembang secara baik. Subjek penelitian adalah seluruh anak yang ada di kelompok A dengan jumlah 25 Data di kumpulkan melalui observasi, dokumetasi, dan tes. Studi ini memiliki beberapa tujuan antara lain, mengetahuin: . gambaran umum kemampuan bahasa jaa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. kegiatan pembelajaran melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak paa kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. pengaruh metode bercerita dengan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Penelitian ini mnegunakan pendekatan kuantitatif dengan model penelitian eksperimen. Bentuk eksperimen yang digunakan adalah one group pretest-posstest design. Dari hasil penelitian ni diketahui sig <0,05 yaitu 0,000, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata peningkatan terhadap kemapuan bahasa jawa anak sebelum dan sesudah diberkan perlakuan yaitu 27,76 menjadi 66,56 sehingga Ho di tolak dan Ha diterima artinya adanya pengaruh dari metode bercerita dengan menggunakan media boneka tagan terhadap kemampuan bahasa jawa anak. Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan maka kesimpulannya adalah metode bercerita dnegan menggunakan media boneka tangan berpengaruh terhadap kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Kata kunci: kemampuan bahsa jawa anak, bercerita, meia boneka tangan Abstract This study discusses improving children's Javanese language skills through storytelling methods using hand puppets in group A at Ra Miftahul Ulum JOECES Journal of Early Childhood Education Studies Volume 2. Nomor 2 . Penerapan Tehnik Chelist Pandanarum. This study was conducted because children's Javanese language skills in group A have not developed well. The research subjects were all 25 children in group A. Data were collected through observation, documentation, and tests. This study has several objectives, including knowing: . a general description of children's Javanese language abilities in group A at RA Miftahul Ulum Pandanarum. learning activities through storytelling methods using hand puppets to improve children's Javanese language abilities in group A at RA Miftahul Ulum Pandanarum. the effect of storytelling methods using hand puppets in improving children's Javanese language abilities in group A at RA Miftahul Ulum Pandanarum. This study uses a quantitative approach with an experimental research model. The form of the experiment used is one group pretest-posttest design. From the results of this study, it is known that sig <0. 05 is 0. 000, this can be seen from the average value of the increase in children's Javanese language abilities before and after being given treatment, namely 27. 76 to 66. 56 so that Ho is rejected and Ha is accepted, meaning that there is an influence of the storytelling method using hand puppets on children's Javanese language abilities. From the results of the research that has been conducted, the conclusion is that the storytelling method using hand puppets has an effect on the Javanese language skills of children in group A at RA Miftahul Ulum Pandanarum. Keywords: Economy. Family. Growth. Development. Basic Needs PENDAHULUAN Perkembangan kemampuan berbahasa erat sekali kaitanya dengan kemampuan berbicara. Semakin orang mahir berbicara, semakin kaya pula kemampuan berbahasanya. Dengan bertambahnya kekayaan dalam berbahasa, anakanak akan lebih merasa percaya diri dalam berkomunikasi dengan rang lain. Perkembangan bahasa pada anak usia dini merupakan salah satu peranan yang sangat penting dalam kemajuan kognitif mereka. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan anak yang semakin cepat, kemampuan anak untuk memahami lingkuan di sekitar juga semakin meningkat sehingga perkembangan bahasa mereka pun semakin maju. Dari tahap yang sederhana hingga tahap yang paling kompleks. Perkembangan bahasa sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena pemerolehan bahasa itu secara tidak langsung di dapatkan melalui lingkuangan sekitar mereka(Maghfi. , & Suyadi, 2. Keterampilan bahasa juga merupakan unsur yang sangat penting bagi anakanak. Kemampuan ini sangat penting untuk berkomunikasi dalam kehidupan setiap hari, baik dengan teman maupun orang di sekelilingnnya (Aini, 2. karena itu, pengembangan keterampilan bahsasa/language dari sejak dini itu sangatlah penting untuk diterapkan. Bahasa dipakai oleh bayi untuk mengutarakan suatu mental dan menyampaikan suatu informasi saat mereka berinteraksi dengan orang yang ada disekitar mereka. Anak-anak yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan mengekspresikan kebuthan, mental, dan perasaan mereka melalui penggunaan bahasa yang terwujud dalam kata-kata penuh bermakna (Laily & Indarjo, 2. JOECES Vol. No. Laeli Nurhasanah Namun, di abad teknologi sekarang yang berkembang sangat pesat, banyak sekali budaya di Indonesia yang mulai terlupakan oleh anak-anak usia muda. Bahasa adalah suatu hal yang penting untuk kemajuan anak usia dini. Anakanak bisa belajar dengan cara mendengarkan, berintraksi, membaca, dan mengarang tepat sesuai fase untuk memahami perubahan yang ada di lingkuan sekitar mereka (Apriliawati, 2. Karena bahasa merupakan sarana penghubung untuk berkomunikasi dengan seluruh anggota masyarakat untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan keinginannya. Oleh karena itu perkembangan bahasa untuk anak itu sangat penting. Menggunakan bahasa yang berdasarkan pada pengetahuan individu seseorang tentang bagaimana tata karma dan adat disebut berbicara (Sari, 2. Pada fase peningkatan bahasa remaja dimulai dengan cara mendengar dan menyimak yang paling utama, dan setelah itu anak akan mampu berbicara, membaca dan menulis. Bahasa jawa merupakan bahasa yang digunakan oleh masyarakat yang bersuku jawa. bahasa jawa adalah suatu bahasa yang lahir dari kekayaan warisan kebudayaan bangsa Indonesia yang digunakan oleh masyarakat asli pulau jawa. menurut masitthoh, jawa merupakan suatu wujud peninggalan kebudayaan nenek moyang bangsa sebagai bahasa oleh masyarakat jawa. bahsa jawa saat ini terus berkembang, masyarakat dengan suku lain banyak juga yang memakai bahasa jawa (Nurkhasyanah, 2. Bahasa daerah merupakan bahasa yang digunakan dalam sehari-hari oleh warga Negara di suatu daerah, dan memilki ciri khasnya masing-masing. Menurut penjelasan undang-undang dasar 1945 yang mengamatkan bahasa daerah ialah bahasa jawa akan di hormati dan dan dipelihara oleh Negara, termasuk pemerintah pusat atau pun daerah (Saugi, 2. Oleh karena itu generasi muda sekarang yang terlahir dari suku jawa sudah sepantasnya melestarikan bahasa jawa demi kelangsungan dan tetap terjagannya bahasa jawa di pulau jawa. Dalam pengunaannya, bahasa jawa memiliki aksara sendiri, yaitu aksara jawa, dialek . ariasi bahasa yang berbeda-bed. dari setiap daerah, serta ungguh-ungguh basa . tika atau sopan santun dalam berbahasa jaw. yang berbeda-beda. Bahsa jawa terbagi menjadi tiga tingkatan bahasa yaitu ngoko . , madya . , dan karma . (Handayani, 2. Seiring Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, anak-anak kini lebih cepat beradaptasi dan mengoprasikan berbagai perangkat. Namun, hal ini mengakibatkan banyak anak usia dini yang mengalami keterlambatan dalam perkembangan bahasa mereka, karena disebabkan oleh kurangnnya komunikasi atau interaksi dengan orang tua. Dalam berintraksi, biasanya orang tua lebih memilih menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan bahasa daerahnya, seperti bahasa jawa itu sendiri. padahal sangat penting untuk memperkenalkan bahasa daerah pada anak sejak usia dini, agar mereka dapat melestarikan bahasa daerahnnya. Secara alami, kemampuan berbahasa telah ada pada manusia bahkan sejak dalam kandungan. KAJIAN PUSTAKA Kemampuan bahasa JOECES Vol. No. Penerapan Tehnik Chelist Kemampuan berbahasa terdapat 4 aspek: mendengarkan, membaca, berbicara, dan menulis. Berbahasa berasal dari pengetahuan dasar yang dipelajari secara biologis. Aisyah mengatakan bahwa faktor kognitif sangat memengaruhi perkembangan kemampuan berbahasa anak. Ini termasuk kemampuan anak untuk memahami pilihan bergai dalam keterampilan berbicara dan memahami pesan yang mereka terima (Isnainia & NaAoimah, 2. Satu dari banyak aspek pengembangan anak usia dini yang dapat ditingkatkan adalah kemampuan verbal-linguistik, kata Puspita. Bahasa diterapkan untuk berinteraksi antara satu manusia dan manusia lain melalui sistem simbol suara yang berasal dari ucapan manusia (Syarifudin, 2. Oleh karena itu, mendorong, mengingatkan, dan meningkatkan kemampuan berbahasa sejak usia dini sangat penting, terutama dalam hal pertumbuhan mulut anak, terutama dalam hal kosa kata. kemampuan bahasa merupakan kemampuan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan manusia dengan suara yang bebas. Ini digunakan untuk berkolaborasi, berinteraksi, dan menganali diri dalam komunikasi yang efektif Kegiatan pembelajaran Pemilihan cerita, cerita yang dipilih harus menyesuaikan umur dan minat Cerita yang sederhana, dengan plot yang mudah dipahami anak dan pesan moral yang jelas dan sangat ideal. Dongeng, cerita rakyat, atau cerita pendek yang imajinatif merupakan pilihan yang baik (Annas, 2. Boneka tangan, siapkan boneka tangan yang menarik, beragam karakter, dan dalam kondisi baik. Boneka yang mudah digerakkan dan ekspresif akan meningkatkan daya Tarik cerita (Sidiq et al. , 2. Setting, siapakan ruang yang nyaman dan memungkinkan interaksi yang baik anatara pendongeng dan anak-anak. Tata ruang agar anak-anak dapat melihat boneka tangan dengan jelas. Pengenalan boneka, pendongeng memperkenalkan masing-masing boneka tangan, memberi nama, dan sedikit gambaran karakternya. Interaksi awal seperti bertanya nama kesukaan boneka dapat membangun kedektan anak dengan boneka. Bercerita. Pendongng menggunakan boneka tangan untuk menghidupkan karakter dalam cerita. Geran boneka tangan yang ekspresif, intonasi suara yang bervariasi, dan ekspresi wajah pendongeng juga dapat melibatkan anak-anak dengan mengajukan pertanyaan selama bercerita (Salsabila et al. , 2. Intraksi dan diskusi, setelah bercerita, pendongeng mengajak anak-anak berciskusi tentang cerita, menanyakan bagian favorit, pesan moral, atau perasaan mereka terhadap karakter. Hal ini penting untukmemastian pemahaman anak dan meningkatkan kemampuan mereka dalam mengekspresikan pikiran. Pengertian bahasa jawa Bahasa jawa merupakan bahasa yang mengakui unggahan suara atau bahasa pada tataran keberadaan. Variasi antara tingkat komunikasi lainnya didasarkan pada anggapan pembicara dan hubungannya dengan lawan bicara. Bahasa jawa berasal dari tingkatan leksikon dalam bahasa jawa adalah ngoko, madya, dan karma (Suryaningsih, 2. Salah satu tingkatan tuturnya yaitu karma inggi. Karma inggil merupakan salah satu komponen bahasa jawa yang digunakan pada tinggkat tinggi karena digunakan untuk menyatakan rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Di era JOECES Vol. No. Laeli Nurhasanah teknologi yang semakin maju ini, bahasa karama inggil semakin jarang digunakan, khususnya dalam bidang pendidikan anak usia dini dan lingkuangn keluarga yang menjadi landasan pendidikan anak. Di lingkungan keluarga semakin banyak orang lebih memilih bahasa Indonesia ketimbang bahsa daerah sendiri untuk komunikasi sehari-hari. Peserta didik diajarkan oleh guru berkomunikasi dengan baik, oleh karena itu banyak orang tua lebih membiasakan anaknya untuk menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahaa sehari-hari baik itu dirumah maupun disekolah Penelitian Terdahulu Penelitian yang relevan adalah penelitian yang telah dilakukan oleh individu dan menghasilkan temuan yang valid, sesuai dengan judul dan tujuan peneliti yang diterapkandalam penelitian tersebut. Sebelum melakukan penelitian. Penulis telah melihat atau menelaah beberapa penelitian yang cukup relevan untuk dijadikan Kerangka penelitian Pembelajaran bahasa jawa sangat penting untuk anak serta dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa mereka, serta mendalami mengeksplorasi budaya Jawa dan dapat menyerap nilai yang terkandung di dalamnnya, menunjukan sikap yang baik terhadap bahasa dan sastra jawa. peebelajaran bahasa jawa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan anak dalam berkomukasi dan berintraksi, baik secara lisan mapun secara tertulis (Prihastuti. Untuk mencapai suatu pelaksanaan yang lancar, sangat penting untuk menciptakan proses belajar yang kondusif. Salah satu cara untuk menciptakan pemebelajaran yang kondusif adalah dengan cara memanfaatkan medua pemelajaran yang efektif. Dalam era pembelajaran yang berkembang sangat pesat dan beraneka ragam saat ini, guru dapat memanfaatkan berbagai macam media yang tersedia. Dengan memilih metode yang tepat untuk menyampaikan informasi atau materi dalam bahasa Jawa kepada peserta didik, terutama anak usia dini, diharapkan minat dan keinginan mereka untuk belajar bahasa jawa akan meningkat. Karena penggunaan media yang menarik dapat menarik perhatian siswa dan membuat kelas menjadi nyaman dan menyenangkan. Pemilihan media boneka tangan dalam proses pembelajaran ditunjukan untuk menyesuaikan dengan ciri-ciri anak usia dini umumnnya masih bayi. Pada tahap perkembangan ini, anak-anak mulai bisa menunjukan minat terhadap boneka tangan sebagai sarana penyampaian suatu informasi (Awalia et al. , 2. Melalui penggunaan media boneka tangan dalam metode bercerita, diharapkan anak-anak dapat berintraksi dan berkomunikasi secara aktif dengan guru serta pendidik lainnya. Dalam hal ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap kerja sama dan kompetitif, dan bisa memotovasi mereka untuk belajar dengan media boneka tangan, diharapkan semangat belajar anak-anak usia dini semakin meningkat, sehingga kemampuan bahasa jawa mereka dapat berkembang lebih baik melalui cara bercerita yang JOECES Vol. No. Penerapan Tehnik Chelist METODE PENELITIAN Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui kebenaran ilmiah. Untuk mengetahui kebenaran tersebut perlu adanya sebuah metode penelitia. Berdasarkan focus masalah dan tujuan penelitian yang telah dirumuskan meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak melalui metode bercerita menggunakan media boneka tangan pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Maka penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksperimen. Penelitian sekarang ini, menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain pre-experimental designs . dengan desain onegroup Pretest-Posttest design merupakan kegiatan observasi yang terdiri dari satu kelompok . idak ada kelompok eksperimen atau kelompok contro. dan dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum ekperimen . dan sesudah eksperimen . (Istiqomah et al. , 2. Pelaksanaan Penelitian ini di lakukan di RA Miftahul ulum pandanarum berlokasi di desa Jl. bung tomo Km. pandanarumkecamatan pacet, kabupaten mojokerto, jawa timur. Berdasarkan pengertian diatas, dapat disimpulkan, bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Pada penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Populasi dalam penelitian ini seluruh peserta didik RA Miftahul Ulum Pandanarum yang berjumlah 25 peserata didik terdiri dari 13 laki-laki dan 12 Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sample yang diambil dari populasi itu, apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk Dari latar belakang, rumusan masalah, dan tujuan penelitian yang telah dipaparkan, penelitian telah membatasi permasalahan dalam penelitian ini sesuai judul yang telah peneliti ajukan. Penenliti ini hanya mencakup pada meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Teknik pengumpulan data menggunakan Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, melalui pendekatan penelitian eksperimen berbasis pre-experimental design jenis one-group pretest-posttest design. Yang merupakan satu kelompok eksperimen diukur variabel dependennya . re-tes. kemudian diberikan stimulusnya dan kemudian diukur kembali variabel dependennya . ost-tes. tanpa ada kelompok pembanding (Siadari, 2. Data primer merupakan data yang diperoleh secara nyata dan langsung mengenai kemampuan bahasa jawa anak yang diteliti (Yunianto et al. , 2. Data primer dalam penelitian ini yaitu diambil dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrument penelitian merupakan sebuah fasilitas atau alat yang digunkan oleh seseorang peneliti dalam mengumpulkan data-data agar penelitiannya lebih mudah, hasilnya sangat baik, data-data yang dikumpulkan tersebut lebih sistematis, lebih lengkap (Ariska, 2. Dari pendapat diatas dapa diketahui bahwa instrument JOECES Vol. No. Laeli Nurhasanah penelitian adalah sebuah alat yang digunakan atau fasilitas yang dapat dipergunakan untuk mempermudah seseorang penenliti dalam mengumpulkan data-data agar hasil dari laporan tersebut valid (Suwarni & Haryono, 2. Instrument penelitian ini menggunakan teknik penilaian skala likert, setiap indikator akan memiliki pilihan yaitu: BB . MB . BSB . BSB . Intrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini merupakan adalah instrument yang dikembangkan dari teori yang dikemukakan oleh Beverly Otto. Ketika anak mempelajari bahasa mereka harus mengembangkan kemampuan dari lima aspek komponen yang berbeda, yaitu fonetik, semantic, sintaksis, morfemik dan Teknik analisis data merupakan cara untuk memproses dan menjadi informasi setelah semua data yang diperlukan untuk menjawab permasalahn secara lengkap analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriftif, uji normalitas, paired sample T-test. HASIL & PEMBAHASAN Penyajian data dan analisis data Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang bertujuan untuk melihat pengaruh suatu variabel terhadap variabel lain. Penelitian ini tentang meningkatkan kemampuan bahasa jaa naka melalui metode bercerita dengan menggunkan media boneka tangan pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Peneliti ingin melihat apakah ada penigkatan dari metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan terhadapa kemampuan bahasa jawa anak. Pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dengan cara melakukan eksperimen one group pre-test posttest penelitian ini hanya dikukan pada satu kelompok saja tanpa ada kelompok Deskripsi data penelitian Berdasarkan hasil rumusan masalah dan tujuan penelitian maka melakukan pengumpulan data. Dalam pengumpulan data ini dilakukan sebanyak tiga kali, yaitu sebelum treatment, treatment, dan sesudah treatment. Data yang diperoleh, dari penelitian tersebut berasal dari pretest dan posttest yang mana menggunakan 5 indikator dan 14 item peryataan dan 20 butir instrument penelitian Deskripsi data pretest Penelitian eksprimen ini adalah penelitian untuk mengetahui sebab akibat dari suatu subfjek penelitian. Penelitian eksperimen bertujuan untuk melihat gambaran umum kemampuan bahasa jawa anak dan pengaruh dari metode bercerita melalui media boneka tangan terhadap kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Pada data pretest dengan nilai ratarata 27,76. Deskripsi data treatment Setelah peneliti menetapkan subjek maka langkah selanjutnya adalah merencanakan untuk melakukan treatment . dengan menggunakan metode pembelajaran metode bercerita melalui media boneka tangan. Deskripsi data posttest JOECES Vol. No. Penerapan Tehnik Chelist Pada data yang telah diproleh dari Treatment yang sudah selesai dilakukan akan dijadikan perbandingan dengan data data pretest dan data posttest. pada data posttest dengan nilai rata-rata 66,56. tabel deskriptif statistic diatas dengan 25 responden menunjukan bahwa hasil dari pretest dengan nilai range 28, nilai minimum 20, nilai maximum 48, berjumlah 694, dengan nilai rata-rata 27,76 dan setandar deviation 7. 201 dan variance 51. 857 dan nilai yang didapat dari hasil posttest yaitu dengan nilai hasil range 30, nilai minimum 50, nilai maximum 80 , berjumlah 1664 dengan nilai rata-rata 66,56 dan setandar deviation 7. 959 dan uji normalitas di atas hasil dari out one sample kolmogrov-smirnov test, data yang diperoleh yaitu Asymp. bernilai 0,116 > . ebih besa. dari 0,05. Artinya, bahwa data yang diuji normalitas pada penelitian ini menunjukan data berdistribusi normal. Paired sample T-test diketahu bahwa nilai yang diperoleh adalah -33. dengan nilai rata-rata yang diperoleh = -38. maka bisa diketahui bahwa nilai signifikasi 0,05 lebih kecil dari signifikan. -taile. yaitu 0,000. Jadi Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh metode bercerita menggunakan media boneka tangan terhadap kemampuan bahasa jawa anak di RA Mitahul Ulum Pandanarum Gambaran umum kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Adapun gambaran umum mengenai kemampuan bahasa jawa anak di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Dari hasil penelitian yang penulis temukan ada beberapa anak di kelompok A yang lebih sering menggunakan bahasa Indonesia ketimbang bahasa daerahnya yaitu bahasa jawa dan kurangnya dalam kemampuan bahasa jawanya. Dalam proses pembelajaran pada kelompok A di RA miftahul Ulum Pandanarum. Guru telah menerapkan teknik bercerita sebagai strategi pembelajaran untuk menyampaikan materi pembelajaran dan menciptakan suasana kelas yang Dengan menggunkan metode ini, guru dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan intraktif serta membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik. Dengan menggunakan bahasa jawa dalam metode bercerita, guru dapat membantu anak mengembangkan kemampuan bahasa jawa secara alami danmeningkatkan pemahaman budaya jawa. guru juga dapat memadukan nilai-nilai budaya jawa dalam cerita, sehingga anak dapat memahami dan menghayati budaya jawa secara lebih mendalam. Penggunaan bahasa jawa dalam metode becerita juga dapat membantu anak mengembangkan kemampuan komunikasi dan ekspresi diri dalam bahasa jawa, serta meningkatkankepercayaan diri anak dalam menggunakan bahasa jawa dalam berbagai konteks. Dengan terbiasanya menggnakan bahasa jawa, anak-anak akan menjadi lebih familiar dengan bahasa daerahnya sendiri dan tidak akan kehilangan kemampuan untuk menggunakannya. Mereka akan dapat memahami dan memnggunakan bahasa jawa denga lebih baik, sehingga identitas budaya dan warisan leluhur mereka dapat JOECES Vol. No. Laeli Nurhasanah Penelitian ini mengambil sampel pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum dengan jumlah responden 25 anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan bahasa jawa anak melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Pada saat melakukan penelitian tes yang dilakukan sebanyak 2 kali sebelum (Pretes. perlakuan dan sesudah . Tujuan dari pretest untuk mengetahui kemampuan awal sebelum diberikan treatment . dan posttest untuk mengetahui setelah diberikan perlakuan. Pada penelitian awal yang dilaksanakan pada tanggal 14 februari, sebelum diberikan perlakuan . melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan, terdapat hasil dari tabel pretest bahwa di kelompok A dengan jumlah responden 25 anak. Anak ywang mendapatkan skor tertinggi dengan jumlah skor 48 dan anak yang mendapatkan skor terendah dengan jumlah skor 20 dari data distribusi frekuensi. Diagram lingkaran, dan diagram batang hasil persentase yang di dapatkan dari 25 anak pada kelompok A, 22 anak dikategorikan belum berkembang (BB) dengan hasil persentase 88% dan anak dikategorikan mulai berkembang (MB) dengan hasil persentase 12%. kegiatan pembelajaran melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum Pada rumusan masalah yang ke dua peneliti menjelaskan terkait kegiatan pembelajaran yang dilakukan di kelas, kegiatan awal dalam memulai pembelajaran melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan untuk meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Pada tahap awal Peneliti memilih cerita sesuai dengan media boneka tangan yang digunakan, peneliti menggunakan boneka tangan dengan bentuk binatang dan peneliti memilih cerita sesuai bentuk media dengan tema kanca becik. Dan setelah itu tahap kedua pelaksanaan kegiatan peneliti dibantu oleh guru dalam memberikan perlakuan kepada anak. Pada tahap selanjutnya guru memperkenalkan masing-masing boneka tangan kepada anak-anak dan guru memberikan nama kepada masing-masing boneka tangan yang akan di kenalkan kepada anak-anak. Dan guru menjelaskan sedikit gambaran karakter tokoh dalam cerita. Pada tahap selanjut bercerita, guru bercerita di depan dan di saksikan oleh anak-anak dengan mneggunakan media boneka tangan dengan tema yang sudah Dan guru memberikan beberapa pertanyaan yang sesuai dengan instrument yang di buat peneliti. Dan guru memberikan kesempatan kepada anakanak untuk menjaab pertanyaan yang dierikan oleh guru. Tahap selanjutnya guruw mengajak anak-anak untuk berduskusi terkait cerita yang sudah disampaikan. Pengaruh metode bercerita dengan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum JOECES Vol. No. Penerapan Tehnik Chelist Pada rumusan masalah yang terakhir peneliti akan menjelaskan secara rinci pengaruh metode bercerita dengan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Melalui beberapa langkah, langkah tersebut mencakup observasi pertama pada 25 anak untuk mengetahui tingkat kemampuan bahasa jawa anak melalui metode bercerita dengan menggunkan media boneka tangan. Setelah dilakukannya pretest Selanjutnya peneliti memberikan treatment atau perlakuan kepada anak-anak di kelompok A yang berupa metode bercerita dengan menggunkan media boneka tangan sebanyak 2 kali pertemuan dimana dalam pemberian treatment atau perlakuan ini guna untuk memantapkan kemampuan bahasa jawa anak, setelah dilakukan treatment atau perlakuan, selanjutnya dilakuan posttest . es akhi. oleh peneliti dan guru untuk mengetahui seberapa berpengaruhnya metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan terhadap kemampuan bahasa jawa anak di kelompok A. Evaluasi hasil dari pengujian yang sudah dilakukan oleh peneliti setelah anak diberikan treatment atau perlakuan dapat dijelaskan bahwa dari jumlah 25 anak di kelompok A, anak yang dapat dikategorikan berkembang sesuai harapan (BSH) ada 13 anak dengan jumlah persentase 52% dan anak yang dikategorikan berkembang sangat baik (BSB) ada 12 anak dengan jumlah persentase 48%. Dari hasil penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan mengalami peningkatan. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukan bahwa keseluruhan kemampuan bahasa jawa anak kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum berada pada kategori berkembang sangat baik (BSB). Hak ini dikarenakan bahwa kemampuan bahasa jawa anak di kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum tersebut sudah mengalami peningkatan. Dimana anak-anak sudah mampu untuk berinteraksi denagn guru, teman dan orangtua dengan menggunakan bahasa jawa. Kemampuan bahasa jawa anak di RA Miftahul Ulum Pandanarum pada kelompok A sudah mulai berkembang tetapi pendidik harus memberikan stimulus sehingga perkembangaanya semakin lebih baik, hal ini dikarenakan kemapuan bahasa jawa anak itu sangat penting. Karena bahasa daerah, yaitu bahasa jawa merupakan bahasa ibu yang sangat penting untuk dilestarikan sejak dini, maka kemapuan bahasa jawannya perlu terus dikembangkan dan dilanjutkan. Dengan demikian, bahasa dan budaya jawa dapat terus dipertahankan dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh melalui metode bercerita dengan menggunakan media boneka tangan terhadap kemampuan bahasa jawa anak pada kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kemampuan bahasa jawa anak ketika diberikan treatment atau perlakuan menggunakan media boneka tangan dan tidak diberikanya treatment atau perlakuan yang tidak menggunakan media boneka tangan. KESIMPULAN JOECES Vol. No. Laeli Nurhasanah Kesimpulan dari sebuah penelitian tentang efektivitas metode bercerita menggunakan media boneka tangan dalam meningkatkan kemampuan bahasa Jawa anak-anak kelompok A di RA Miftahul Ulum Pandanarum. Peneliti menyimpulkan bahwa metode tersebut berhasil meningkatkan kemampuan berbahasa Jawa anak, yang dibuktikan melalui perbandingan nilai rata-rata pretest . ebelum perlakua. sebesar 27,6 dan posttest . etelah perlakua. sebesar 66,56. Kenaikan skor ini menunjukkan bahwa ada perkembangan signifikan dalam kemampuan bahasa anak setelah penerapan metode bercerita dengan boneka tangan. Oleh karena itu, metode tersebut dianggap efektif dan sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan dalam Berdasarkan hasil dari paired sample T-test maka bisa diketahui bahwa nilai signifikasi 0,05 lebih kecil dari signifikan. -taile. yaitu 0,000. Jadi Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi keterangan diatas dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh metode bercerita ,menggunakan media boneka tangan terhadap kemampuan bahasa jawa anak di RA Mitahul Ulum Pandanarum. Dalam proses pembelajaran yang menggunakan metode bercerita dengan media boneka tangan, peneliti mengamati bahwa metode ini mampu mengembangkan indikator kemampuan bahasa Jawa anak. Selama pelaksanaan treatment atau perlakuan, terlihat bahwa anak-anak sangat mengekspresikan diri mereka saat bercerita di depan kelas. Mereka juga menunjukkan perhatian penuh kepada guru ketika guru bercerita menggunakan bahasa Jawa, yang mencerminkan minat dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran. Selain itu, anak-anak tampak sangat semangat dalam menanggapi pertanyaan yang diajukan oleh guru. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bercerita dengan media boneka tangan tidak hanya efektif dalam meningkatkan kemampuan bahasa Jawa, tetapi juga mampu membangkitkan kepercayaan diri, perhatian, dan partisipasi aktif anak dalam proses DAFTAR PUSTAKA