Majalah Cendekia Mengabdi Volume 4. Nomor 2. Halaman 128-132. Mei 2026 DOI: 10. 63004/mcm. https://wpcpublisher. com/jurnal/index. php/majalahcendekiamengabdi Empowering the Creativity of Children at the Al-Ma'Un Orphanage Through Mask Accessory Making Training: Collaboration between UMPR and Nasyiatul Aisyiyah "Create. Share, and Make an Impact" Halida Suryadini1. Windya Nazmatur R2. Siti Juhairiah3. Ziaurrahman4. Ainun Jariah5. Doddy Teguh Y6. Gusti Iqbal Tawaqal7. Verawati8. Dewi Sari Mulia9. Ulla Ramadini10. Amelia Dwi Astuti11. Achmad Zainul R12. Nur Annisa13. Rospala Hanisah S14. Nafa Aqla Islami15. Supriadi16 Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Palangkaraya *Korespondensi: halidasuryadini@umpr. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya pada 11 Maret 2026 melalui kolaborasi Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah, dan pihak panti asuhan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman anak asuh tentang airborne disease serta mengembangkan kreativitas mereka melalui pelatihan pembuatan aksesoris masker. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang mencakup tahap penyuluhan, praktik, pendampingan, dan Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. sekitar 90% anak asuh mampu membuat aksesoris masker secara mandiri. Selain mendorong kreativitas, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kewirausahaan. Secara keseluruhan, program kolaboratif ini berdampak positif terhadap penguatan kemandirian anak asuh. Kata kunci: pengabdian masyarakat, airborne disease, aksesoris masker, kreativitas, kemandirian. ABSTRACT This community service program was conducted at Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya on March 11, 2026, through collaboration between Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah, and the orphanage The program aimed to improve childrenAos understanding of airborne diseases and to develop creative skills through mask-accessory-making training. Using the Participatory Action Research (PAR) method, the activities included counseling, practice, mentoring, and evaluation. The results showed increased knowledge and technical skills, with approximately 90% of participants able to independently create mask accessories. The program also encouraged creativity and entrepreneurial awareness among the children. This collaboration demonstrated a positive impact in fostering the independence of children in orphanages. Keywords: community service, airborne disease, mask accessories, creativity, independence. PENDAHULUAN Panti asuhan merupakan lembaga sosial yang berperan penting dalam mendampingi, membina, dan mempersiapkan anak asuh agar memiliki kemampuan hidup mandiri setelah masa pengasuhan berakhir. Kemandirian tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup penguatan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, serta kesiapan sosial dan ekonomi anak asuh. Oleh karena itu, program pemberdayaan yang diberikan kepada anak-anak di lingkungan panti perlu dirancang secara kontekstual, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan potensi diri. Upaya pemberdayaan anak asuh sejalan dengan pilar Keluarga Muda Tangguh yang dikembangkan oleh Nasyiatul Aisyiyah sebagai bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat. Dalam perspektif gerakan Muhammadiyah dan organisasi Majalah Cendekia Mengabdi Vol. No. Hal. Mei 2026 DOI: 10. 63004/mcm. otonomnya, kegiatan sosial berbasis pemberdayaan dapat dipahami sebagai bentuk dakwah bil hal, yaitu dakwah yang diwujudkan melalui tindakan nyata dan memberi dampak langsung bagi masyarakat. Berdasarkan kerangka tersebut. Universitas Muhammadiyah Palangkaraya bersama Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya dengan mengangkat semangat AuBerkreasi. Berbagi, dan BerdampakAy. Berdasarkan kondisi mitra, kegiatan anak asuh selama ini lebih banyak berfokus pada aspek akademik dan keagamaan, sehingga ruang pengembangan keterampilan motorik halus melalui aktivitas seni kriya masih perlu diperkuat. Di sisi lain, aksesoris masker memiliki potensi sebagai produk kreatif yang tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan peluang ekonomi. Meskipun penggunaan masker tidak lagi seketat pada masa pandemi, aksesoris masker seperti konektor dan strap tetap relevan karena mendukung kenyamanan penggunaan, terutama bagi pengguna hijab, sekaligus berkembang sebagai bagian dari produk fesyen sederhana yang dapat diproduksi dengan modal relatif terjangkau. Pemilihan pelatihan pembuatan aksesoris masker didasarkan pada beberapa pertimbangan, yaitu ketersediaan bahan baku yang mudah diperoleh di pasar lokal Palangka Raya, teknik pembuatan yang relatif sederhana namun tetap melatih ketelitian, serta peluang pengembangan produk bernilai ekonomis. Kegiatan ini juga relevan dengan edukasi kesehatan, khususnya pengenalan penyakit yang ditularkan melalui udara . irborne diseas. serta pentingnya penggunaan masker secara tepat sebagai salah satu upaya pencegahan penularan penyakit di lingkungan komunal. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan anak asuh mengenai airborne disease, mengembangkan keterampilan motorik halus dan kreativitas melalui pembuatan aksesoris masker, serta menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui pengenalan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi kelembagaan antara perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan lembaga sosial dalam mendukung pemberdayaan anak asuh secara berkelanjutan. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), yaitu pendekatan yang menempatkan mitra dan peserta sebagai subjek aktif dalam proses identifikasi kebutuhan, pelaksanaan tindakan, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Pendekatan ini dipilih karena sesuai dengan karakter kegiatan pemberdayaan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kemandirian anak asuh melalui keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya pada 11 Maret 2026. Sasaran kegiatan adalah anak asuh yang berada di lingkungan panti asuhan. Pelaksana kegiatan terdiri atas dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah, serta pengelola Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya. Majalah Cendekia Mengabdi Vol. No. Hal. Mei 2026 DOI: 10. 63004/mcm. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi survei lokasi, koordinasi dengan pengelola panti, penentuan kebutuhan peserta, serta penyediaan alat dan bahan pelatihan. Alat yang digunakan antara lain tang aksesoris dan gunting, sedangkan bahan yang disiapkan meliputi manik-manik, tali elastis, senar, serta kokot udang atau pengait. Tahap pelaksanaan dilakukan dalam bentuk penyuluhan dan workshop. Penyuluhan diberikan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai airborne disease, jenis masker, fungsi masker, serta cara penggunaan masker yang benar. Selanjutnya, kegiatan workshop difokuskan pada pengenalan alat dan bahan, teknik pemilihan serta perpaduan warna, dan praktik pembuatan aksesoris masker. Pada sesi praktik, peserta dibimbing secara bertahap untuk membuat satu konektor masker dan satu strap masker hingga selesai. Tahap pendampingan dilakukan secara langsung oleh dosen, mahasiswa, dan anggota Nasyiatul Aisyiyah dengan rasio satu mentor untuk 3 hingga 5 peserta. Pendampingan diberikan untuk memastikan peserta memahami teknik perangkaian, pengikatan, dan penyambungan aksesoris dengan benar serta menghasilkan produk yang rapi dan kuat. Tahap evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta, serta penilaian hasil karya berdasarkan aspek kerapian, ketepatan teknik, dan kreativitas. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya pada tanggal 11 Maret 2026. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah, dan Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun Palangkaraya. Gambar 1. pelaksanaan pretest dan postest Tahap awal pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan pelaksanaan pretest untuk mengukur tingkat pengetahuan anak-anak di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun terkait workshop pembuatan aksesoris masker. Setelah kegiatan berlangsung, peserta kemudian mengikuti posttest guna mengetahui perbandingan peningkatan pengetahuan mereka mengenai workshop tersebut serta penyuluhan tentang penyakit yang ditularkan melalui udara . irborne diseas. Tahap berikutnya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pelaksanaan penyuluhan yang disampaikan oleh salah satu dosen dari Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. Materi yang diberikan berfokus pada airborne disease atau penyakit yang ditularkan melalui udara. Adapun pembahasan dalam Majalah Cendekia Mengabdi Vol. No. Hal. Mei 2026 DOI: 10. 63004/mcm. penyuluhan meliputi mekanisme penularan penyakit melalui udara, contoh-contoh penyakit airborne, faktor-faktor yang meningkatkan risiko penularan, langkah-langkah pencegahan penyakit airborne, pengenalan masker kesehatan beserta fungsi utamanya, jenis-jenis masker kesehatan, serta tata cara penggunaan masker yang benar. Gambar2. penyuluhan terkait materi airborne desease Gambar 3. Workshop pembuatan aksesoris masker Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan pelatihan pembuatan aksesoris masker. Kegiatan ini didampingi oleh dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya bersama perwakilan Pengurus Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalimantan Tengah. Peningkatan Kapasitas Teknis Sebelum mengikuti pelatihan, sebagian besar peserta belum mengenal fungsi alat seperti tang aksesoris maupun teknik pemasangan stopper. Namun, setelah kegiatan berlangsung, sekitar 90% peserta mampu memasang pengait secara mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa metode demonstrasi yang digunakan cukup efektif dalam mentransfer keterampilan teknis kepada peserta. Implementasi Tema "Berkreasi. Berbagi, dan Berdampak" (PPNA, 2. Berkreasi: Anak-anak diberi kesempatan untuk menentukan sendiri pola dan kombinasi warna yang digunakan, sehingga lahir berbagai karya kreatif yang mencerminkan karakter dan identitas remaja mereka. Berbagi: Sebagian produk hasil pelatihan diserahkan kembali kepada panti untuk dimanfaatkan bersama maupun diberikan kepada pengurus sebagai bentuk penghargaan dan rasa terima kasih. Berdampak: Peserta mulai menyadari bahwa waktu luang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Bahkan, beberapa anak menunjukkan ketertarikan untuk memasarkan hasil karya mereka di lingkungan sekolah. Majalah Cendekia Mengabdi Vol. No. Hal. Mei 2026 DOI: 10. 63004/mcm. Kendala yang Dihadapi Kendala utama yang dihadapi dalam kegiatan ini adalah perbedaan tingkat konsentrasi peserta serta ukuran bahan yang relatif kecil sehingga memerlukan ketelitian dan kesabaran yang tinggi dalam proses pengerjaannya. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendekatan personal dan pendampingan intensif dari para mentor. Gambar 4. Dokumentasi pengabdian masyarakat di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-Ma'un. SIMPULAN Program pengabdian kolaboratif ini berhasil mengembangkan keterampilan tangan anak-anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Al-MaAoun. Kolaborasi antara organisasi kepemudaan seperti Nasyiatul Aisyiyah, perguruan tinggi, dan lembaga sosial terbukti mampu menghadirkan suasana pembelajaran yang menarik, menyenangkan, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi peserta. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Palangkaraya, serta Pihak pengurus panti asuhan Muhammadiyah Al-Ma`un palangkaraya dan PWNA atas kontribusi yang telah diberikan. REFERENSI