PASTORALIA STIPAS Keuskupan Agung Kupang Jurnal Penelitian Dosen P-ISSN: 2579-9355 E-ISSN: 2797-2216 Volume 5 Nomor 1. Edisi Juni 2024 UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MELALUI MEDIA AUDIO VISUAL GERAK KELAS V SEKOLAH DASAR SANTO. PETRUS MEDAN Maria Nur Setia Pasaribu. Din Oloan Sihotang. Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura KAM. Indonesia Pendidikan Keagamaan Katolik. Sekolah Tinggi Pastoral Santo Bonaventura KAM. Indonesia 1 marianursetia@gmail. com , 2 oloansihotang81@gmail. Abstrak Melalui dua siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini menilai penggunaan materi audio-visual untuk meningkatkan prestasi belajar peserta didik kelas V Sekolah Dasar St. Data dikumpulkan dengan menggunakan pretest dan posttest, peserta didik pada siklus pertama memiliki nilai rata-rata 59, yang diklasifikasikan sebagai "mulai berkembang". Setelah penggunaan materi audio-visual termasuk presentasi PowerPoint dan film, nilai rata-rata meningkat menjadi 91 pada siklus kedua - meningkat 32 poin - dan diklasifikasikan sebagai "sangat baik". Selain meningkatkan kinerja akademik, pemanfaatan materi audio-visual juga meningkatkan keterlibatan peserta didik karena materi tersebut menawarkan rangsangan visual dan suara, yang membantu pemahaman dan mendorong keterlibatan dan percakapan di dalam Hasilnya kegunaan multimedia audio visual membuka pintu bagi pendekatan pembelajaran yang lebih dinamis dan efektif. Kata Kunci Media Audio-Visual, pembalajaran, prestasi belajar. Abstract Through two cycles of Classroom Action Research (CAR), this study assesses the use of audiovisual materials to enhance the learning achievement of fifth-grade students at St. Elementary School. Data were collected using pretests and posttests. In the first cycle, students had an average score of 59, classified as "developing. " However, following the utilization of audiovisual materials, including PowerPoint presentations and films, the average score rose to 91 in the second cycle, an increase of 32 points, and was classified as "very good. " Apart from improving academic performance, the utilization of audio-visual materials also increased student engagement. These materials provide visual and auditory stimuli, aiding comprehension and fostering participation and conversation in the classroom. The utility of audio-visual multimedia opens doors for more dynamic and effective learning approaches. Keywords Audio Ae Visual Media. Learning Achievement. Learning PENDAHULUAN Menurut Gonzaga & Kase . , prestasi belajar merupakan penekanan utama dalam pendidikan karena berfungsi sebagai pengukur kapasitas peserta didik untuk memenuhi tujuan pembelajaran. Yuniantika . , dan Amelia & Khusus . , prestasi belajar memiliki komponen kognitif, emosional, dan Lebih lanjut Ii & Inventori . , peningkatan hasil belajar yang diperoleh seseorang siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan belajar dapat digambarkan sebagai prestasi belajar. Pengetahuan, kemampuan, dan sikap yang dikembangkan selama proses pendidikan semuanya termasuk dalam prestasi Menurut Tjiptono & Anastasia . , pencapaian pembelajaran tidak hanya menunjukkan seberapa baik Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 peserta didik memahami materi, tetapi juga seberapa baik mereka dapat menerapkan pengetahuan dan kemampuan mereka dalam konteks baru. Dalam konteks pendidikan, prestasi belajar sangat penting untuk mengukur kemajuan peserta didik dan mempengaruhi keputusan yang dibuat oleh guru. Prestasi akademik dapat digunakan sebagai indikator seberapa baik peserta didik berhasil mencapai tujuan akademis mereka dan sebagai alat evaluasi untuk meningkatkan standar pengajaran (Warjono, 2. Berdasarkan fakta-fakta yang di atas, pencapaian belajar sangat penting bagi pengalaman pendidikan peserta didik dan berdampak pada cara guru menilai kinerja siswa, mengambil keputusan, dan meningkatkan kualitas pengajaran. Studi sebelumnya yang dilakukan pada tahun ajaran 2011Ae2012 di SMP Muhammadiyah 7 Surakarta di Kelas Vi PK mengungkapkan kekurangan dalam metode pengajaran. Melalui dua siklus penelitian tindakan kelas, dengan menggunakan citra visual dan pendekatan pembelajaran Mind Mapping, tindakan diambil untuk mengatasi kelemahan ini (Keguruan, 2. Novitasari ddk . mengetahui bagaimana penggunaan Adobe Illustrator sebagai alat pengajaran memengaruhi prestasi belajar ekonomi peserta didik di SMA Srijaya Negara Palembang. SMA Negeri Suko Harjo melakukan penelitian tindakan kelas dua siklus. Peningkatan prestasi belajar, kualitas proses pembelajaran saat menggunakan media film, dan tanggapan terhadap media adalah fokus utama dari penelitian ini. Menurut Puspitarini & Utanto . survei, tes objektif, dan observasi digunakan untuk mengumpulkan data. Penelitian ini menyelidiki penggunaan media audio-visual oleh pengajar Pendidikan Agama Katolik di SD St. Petrus Medan untuk meningkatkan prestasi belajar. Tujuannya adalah untuk memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan peserta didik untuk mencapai prestasi belajar yang lebih baik, seperti yang dikemukakan oleh (Gonzaga & Kase. Berbagai elemen, seperti teknik kerja siswa, prestasi belajar, dan kondisi lingkungan, semuanya berdampak pada prestasi belajar (Ii & Inventori, 2018. Sihotang et al. , 2. Lebih lanjut dan Inventori mengemukakan prestasi belajar juga dapat dipengaruhi oleh interaksi sosial yang terjadi di dalam kelas, serta kapasitas peserta didik untuk mengelola stres yang berkaitan dengan pembelajaran dan menumbuhkan kecintaan untuk belajar (Ii & Inventori, 2. Prestasi belajar juga telah dikaitkan dengan sumber-sumber tertentu dengan perubahan perilaku pada peserta didik yang disebabkan oleh latihan dan pengalaman. Prestasi belajar dapat dilihat sebagai bukti keberhasilan peserta didik dalam studi mereka atau sebagai kapasitas mereka untuk menyelesaikan tugas mereka sesuai dengan nilai yang mereka terima (Taringan, 2. Singkatnya, pencapaian pembelajaran memainkan peran penting dalam perjalanan pendidikan peserta didik dan memengaruhi cara pendidik menilai kemajuan peserta didik, membuat keputusan, dan meningkatkan kualitas pengajaran. Sejumlah faktor internal dan eksternal, seperti gaya belajar dan kapasitas peserta didik untuk memahami materi pelajaran, mempengaruhi pencapaian ini. Hasil penelitian Simamora et al. , . dan Anggela et al. , . , memotivasi anak-anak untuk mencapai prestasai belajar yang tinggi adalah tanggung jawab utama pendidik dan orang tua. Hal ini telah dibuktikan bahwa media pembelajaran, khususnya materi audio-visual seperti film dan video, dapat meningkatkan hasil belajar dengan cara menarik minat dan menggairahkan pikiran peserta didik (Suwarni, 2. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Kesejahteraan fisik dan mental peserta didik serta variabel eksternal seperti keluarga dan lingkungan sekolah berdampak pada kemampuan mereka untuk belajar (Yuniantika, 2. Rasa ingin tahu dan kepercayaan diri adalah contoh variabel internal, sedangkan dinamika keluarga dan strategi pendidikan adalah contoh elemen eksternal. Menurut Anggela et al . dan Sihotang dkk, . , pendidik harus mahir dalam penggunaan media ini sebelum memperkenalkannya kepada peserta didik. Alat bantu untuk melaksanakan proses pengajaran dan mencapai pengajaran dan pembelajaran yang efektif adalah media audio visual gerak (Hildayah, 2. Alat bantu guru meliputi bahan cetak, audio, visual, verbal, dan audio-visual yang digunakan dalam proses belajar mengajar (Baharuddin, 2. Segala sesuatu yang bergerak yang bersifat audiovisual dan memiliki potensi untuk merepresentasikan emosi, ide, fokus, dan keterampilan peserta didik untuk mendukung pembelajaran mereka (Luh & Ekayani, 2. Perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian peningkatan hasil belajar media visual dalam bentuk papan narasi dijelaskan dalam hasil penelitian (Farida, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dan memastikan seberapa besar peningkatan keberhasilan pembelajaran yang dapat dicapai di SD Santo Petrus Medan melalui penggunaan media visual gerak. Penelitian ini menyelidiki penggunaan media visual bergerak, seperti film dan animasi, untuk meningkatkan prestasi belajar dan proses pembelajaran dengan fokus pada peserta didik sekolah dasar. Membandingkan hasil pretest dan posttest merupakan tujuan awal untuk mengukur seberapa besar peningkatan prestasi belajar setelah penggunaan media visual gerak. Penelitian ini juga mengevaluasi seberapa baik media ini membantu peserta didik memahami dan mengingat materi, serta bagaimana media ini mempengaruhi kinerja dan keterlibatan mereka dalam kegiatan kelas. Selain itu, penelitian ini juga melihat bagaimana media visual gerak mempengaruhi prestasi peserta didik. METODE Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran peserta didik dan profesionalisme serta pengetahuan kurikulum guru melalui penggunaan teknik Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK melibatkan aktivitas yang disengaja, observasi metodis, dan instruksi dalam pengaturan kelas. Yusuf . , penelitian ini terdiri dari dua siklus perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi, yang dilaksanakan di SD Santo Petrus Medan pada tahun ajaran 2024-2025 dengan penekanan pada kelas V. Untuk menilai keberhasilan dari langkah-langkah yang dilakukan, data dikumpulkan dengan menggunakan pretest, posttest, dan instrumen lainnya. Setelah tindakan direncanakan dan dilaksanakan sesuai dengan kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan, analisis data menunjukkan adanya peningkatan yang cukup besar dalam pemahaman dan prestasi belajar. Hal ini menunjukkan bahwa PTK merupakan strategi yang berguna untuk meningkatkan prestasi peserta didik dan profesionalisme guru. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Tabel 1. Kriteria Prestasi Belajar Kriteria Indikator Kriteria 80 - 100 Sangat Baik Baik Cukup Baru Berkembang Untuk memenuhi kriteria keberhasilan, penelitian ini harus mendapatkan persentase rata-rata pencapaian pembelajaran sebesar 91% atau lebih tinggi, yang dianggap "sangat baik". Proyek ini akan berlanjut ke siklus berikutnya jika temuan menunjukkan bahwa peserta didik tertentu masih belum memenuhi persyaratan Khususnya dalam hal konservasi lingkungan, guru memberikan komentar lisan mengenai pemahaman peserta didik terhadap materi. HASIL DAN PEMBAHASAN Dua siklus yang masing-masing terdiri dari dua tahap kegiatan pembelajaran digunakan untuk melaksanakan penelitian ini. Model ini tidak digunakan pada siklus pertama pembelajaran. sebaliknya, model ini digunakan pada siklus kedua pembelajaran. Para peneliti melakukan investigasi sesuai dengan rencana tindakan yang telah divalidasi oleh para ahli. Modul dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), selain refleksi tambahan, merupakan salah satu sumber belajar yang dibuat. Video dengan contoh-contoh soal dan presentasi Power Point dengan bagian pertama dari solusi LKPD adalah sumber belajar yang digunakan. Tabel 2. Langkah Penerapan Media Visual Gerak Kegiatan Deskripsi Kegiatan Guru menyapa dan mengabsen, lalu membuka pembelajaran dengan doa pembuka Pembuka Guru menyampaikan judul materi dan tujuan pembelajaran. Guru memberikan apersepsi tentang materi pembelajaran Guru membentuk menjadi beberapa kelompok Guru mengeksplorasi pengalaman hidup tentang lingkungan dengan membaca surat dari teman Tahun 2070 Guru mendalami hasil eksplorasi dengan memberikan pertanyaan. Guru mendalami hasil eksplorasi berdasarkan Mazmur 104:18-31,dan memberi pertanyaan Inti Guru mempersiapkan Video tentang kelompok-kelompok pelestarian lingkungan memeberikan refleksi kepada tentang 38 fakta luar angkas,mendengarkan suara pelanen serta keindahan alam dimusim semi,dan mempersiapkan lagu wajib nasional-ibu pertiwi. Guru mengawasi yang aktif dan memberi penilaian Guru meminta untuk mengkomunikasikan kedepan tentang pelestarian lingkungan Guru dan membuat kesimpulan dari materi terlibat dalam pelestarian lingkungan Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Guru melakukan umpan balik secara lisan tentang materi pembelajaran, untuk mengukur tingkat Penutup penguasaan tentang materi pembelajaran terlibat dalam pelestarian lingkungan. Pada siklus I, dua pertemuan diadakan untuk melakukan penelitian, dengan setiap pertemuan berkonsentrasi pada subjek kegiatan pelestarian lingkungan dalam kerangka pendidikan agama Katolik. Materi visual bergerak yang telah divalidasi, seperti presentasi PowerPoint dan video, digunakan dalam proses pengajaran. Para peserta didik juga memiliki akses ke modul yang berfungsi sebagai sumber belajar. Instruktur peserta didik membantu peneliti menilai pencapaian pembelajaran dengan menggunakan ukuran yang telah ditetapkan sebelumnya. Tabel 3. Hasil Prestasi Belajar Siklus I Kode Nama Siswa AMCM ACT BRG CPP CKDS CAH DIS EBS FTS GNG GEG INR JOS KGBS LIM MSS MSN RYH SLS WPP YIS MPN EOM JMS GHM LAM Presentase Rata-Rata Pretest Posttest Rata-rata Rata-rata pencapaian pembelajaran pada siklus I, dengan skor 59, memenuhi persyaratan "baru berkembang" berdasarkan data pretest dan posttest. Selain itu, hanya 59% peserta didik yang memenuhi kriteria keberhasilan belajar yang telah ditetapkan sebelumnya, yang merupakan kekurangan yang cukup Karena proporsi ini sangat jauh dari target, para peneliti memutuskan untuk melanjutkan ke siklus Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 II. Sebelum dimulainya siklus II, para peneliti melakukan refleksi untuk menilai kekurangan yang terjadi selama proses pembelajaran pada siklus I. Hasil refleksi ini menunjukkan bahwa beberapa penyesuaian Daftar modifikasi yang diperlukan oleh para peneliti, yang ditampilkan pada Tabel 4, dibuat setelah refleksi tersebut. Table 4. Alternatif Perbaikan Kekurangan Kekurangan Solusi Perbaikan Beberapa peserta didik masih kurang aktif dalam proses Guru memberi pengawasan kepada peserta didik Guru memberi perhatian lebih agar dapat mengerti Beberapa kemampuan peserta didik rendah pembelajaran berlangsung Menerapkan modul ajar yang telah dibuat dan menyelesaikan hal-hal yang perlu ditingkatkan dari pembelajaran sebelumnya adalah metode yang digunakan untuk melakukan penelitian Siklus II. Siklus II akan membahas materi yang sama, yaitu terkait pelestarian lingkungan, untuk para siswa. Untuk membuat semua orang bersemangat dalam belajar, peneliti memulai pertemuan ini dengan sebuah lagu. Para peneliti menggunakan presentasi PowerPoint, film, dan teks Alkitab sebagai bahan tambahan untuk melengkapi pelajaran yang diajarkan kepada peserta didik selama prosedur ini. Instruktur peserta didik membantu peneliti dalam mengamati pencapaian atau mengevaluasi pencapaian pembelajaran dengan menggunakan indikator yang telah ditetapkan sebelumnya. Temuan penelitian dari siklus ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Hasil Prestasi Belajar Siklus II Nama AMCM ACT BRG CPP CKDS CAH DIS EBS FTS GNG GEG INR JOS KGBS LIM MSS MSN RYH Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Pretest Posttest Rata-rata Nama SLS WPP YIS MPN EOM JMS GHM LAM Pretest Posttest Presentase Rata-Rata Rata-rata Berdasarkan data pada tabel 54, rata-rata pencapaian pembelajaran memenuhi kriteria "sangat baik", dengan nilai 91. Penelitian ini memilih untuk tidak melanjutkan ke siklus berikutnya karena proporsi pencapaian pembelajaran telah mencapai 91. Sebelum penelitian, kriteria keberhasilan telah terlampaui dengan nilai tersebut. Manajemen pembelajaran yang efektif memiliki kekuatan untuk meningkatkan keberhasilan peserta didik dan mendorong partisipasi peserta didik yang lebih besar di kelas. Karena prestasi belajar adalah ukuran kapasitas peserta didik untuk memenuhi tujuan pembelajaran, maka prestasi belajar adalah tujuan utama Menurut Gonzaga & Kase . , memperbaiki dan meningkatkan pengetahuan merupakan salah satu tujuan pendidikan untuk meningkatkan prestasi belajar. Menurut Yuniantika . kinerja seorang peserta didik setelah melalui proses pembelajaran tercermin dari nilai atau skor yang mereka peroleh. Amelia & Khusus . , menjelaskan bahwa pencapaian akademik meliputi komponen kognitif, emosional, dan psikomotorik. Hasil dari suatu kegiatan belajar, yang mencakup sikap, kemampuan, dan pengetahuan yang diperoleh selama mata pelajaran, dikenal sebagai prestasi belajar (Ii & Inventori, 2. Keberhasilan akademik menunjukkan kemampuan seorang peserta didik dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam konteks baru, selain dari kemampuan mereka untuk memahami materi pelajaran (Tjiptono & Anastasia, 2. Prestasi belajar adalah faktor kunci dalam mengevaluasi kemajuan peserta didik dalam konteks pendidikan dan membantu guru dalam mengambil keputusan. Prestasi belajar dapat digunakan untuk menilai dan meningkatkan kualitas pengajaran serta pembelajaran, serta menjadi ukuran untuk kinerja peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (Warjono, 2. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, keberhasilan akademik memainkan peran penting dalam proses pembelajaran peserta didik dan memengaruhi kemampuan mereka untuk belajar, pengambilan keputusan oleh guru, serta metode yang digunakan untuk menilai kemajuan siswa. Banyak elemen, termasuk kebiasaan kerja, prestasi akademik, kualitas kepribadian, dan lingkungan, memengaruhi keberhasilan akademik peserta didik (Ii & Inventori, 2. Interaksi sosial di dalam kelas, kapasitas peserta didik dalam mengelola stres akademik, dan kecenderungan mereka untuk belajar dapat mempengaruhi keberhasilan akademik mereka (Ii & Inventori, 2. Menurut beberapa otoritas, modifikasi perilaku yang terjadi akibat latihan dan pengalaman juga terkait dengan keberhasilan akademik. Keberhasilan akademik adalah tanda bahwa pembelajaran telah berhasil atau menunjukkan kemampuan peserta didik untuk menyelesaikan tugas akademik sesuai dengan persyaratan yang mereka penuhi (Taringan, 2. Sebagai kesimpulan, prestasi akademik mempengaruhi Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 seberapa baik peserta didik belajar, memengaruhi cara guru mengambil keputusan, dan meningkatkan kualitas pengajaran. Kemampuan peserta didik untuk memahami materi pelajaran, metode belajar yang mereka sukai, serta berbagai faktor internal dan eksternal merupakan elemen yang memengaruhi prestasi akademik Simamora . Agar peserta didik dapat mencapai hasil belajar yang baik, orang tua dan guru sangatlah penting Anggela . Media pembelajaran, khususnya media audio visual seperti film dan video, terbukti efektif meningkatkan prestasi belajar dengan merangsang pikiran dan meningkatkan keterlibatan peserta didik Suwarni . Untuk memaksimalkan efektivitas medium ini, diperlukan lebih banyak penelitian. Prestasi akademik dipengaruhi oleh elemen eksternal dan internal, seperti lingkungan keluarga dan sekolah, serta faktor internal seperti kesehatan fisik dan psikologis para peserta didik (Yuniantika, 2. Rasa ingin tahu dan keyakinan diri adalah contoh faktor internal, sedangkan dinamika keluarga dan strategi pendidikan adalah contoh faktor eksternal. Salah satu alat yang membantu dalam pengajaran dan pembelajaran adalah media audio-visual gerak. Media yang digunakan harus mendukung tujuan pendidikan untuk menjamin pembelajaran yang efektif. Oleh karena itu, sebelum menggunakan media digital di dalam kelas, para guru harus dilatih tentang cara penggunaan yang benar (Anggela et al, 2. Media audio visual gerak suatu alat untuk melakukan proses pengajaran untuk mencapai berhasilnya belajar mengajar (Hildayah, 2. Media cetak, audio, visual, verbal, dan audio-visual adalah semua alat yang berguna bagi guru dalam proses pengajaran dan pembelajaran (Baharuddin, 2. Menurut Luh & Ekayani . , materi audiovisual gerak dapat digunakan untuk meningkatkan proses kognitif, afektif, dan perseptual para peserta didik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih mudah. Hasil penelitian Farida . menunjukkan cara menggunakan media visual, seperti story board, untuk perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian peningkatan hasil belajar. Tabel 6. Ringkasan Penelitian Prestasi Belajar Persentase Siklus I Siklus II Kriteria Baru Berkembang Sangat Baik Diketahui bahwa penggunaan media visual dinamis di dalam kelas meningkatkan prestasi akademik peserta didik berdasarkan statistik dari Tabel 6. Pada siklus I, persentase rata-rata prestasi akademik peserta didik adalah 59%. pada siklus II, angka tersebut meningkat menjadi 91%. Akibatnya, proporsinya naik sebesar 32%. Hal ini sejalan dengan hasil kegiatan pra-siklus (Taringan, 2. , khususnya pada siklus I dan II, yang menunjukkan adanya peningkatan dalam prestasi akademik, kualitas proses pembelajaran dengan media film, dan respons terhadap media tersebut. Hasil pretest dan posttest menunjukkan bahwa pada awalnya, pertemuan-pertemuan sudah terbiasa dengan strategi pengajaran guru. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pembelajaran biasanya menggunakan format ceramah dan pengajaran secara individu. Para peserta didik melaporkan menggunakan media visual dinamis setelah pengajaran dilakukan selama dua pertemuan bersama para peneliti. Pastoralia Vol 5 No 1. Edisi Juni 2024 Hal ini sejalan dengan temuan penelitian yang menunjukkan bahwa media audio-visual gerak dapat digunakan sebagai alat pengajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Namun, setelah dua sesi, para peserta didik mulai merasa lebih santai dan terbiasa dengan pendekatan pembelajaran berbasis kelompok. Bekerja dalam kelompok juga membuat mereka merasa lebih puas dan menghargai sudut pandang rekanrekan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik dapat menjadi lebih antusias dalam belajar melalui penggunaan media visual dinamis sebagai motivator eksternal. KESIMPULAN Kinerja akademik peserta didik kelas lima di SD St. Petrus Medan telah terbukti meningkat dengan penggunaan teknologi audio-visual di ruang kelas. Dampak pada kemajuan akademik peserta didik dinilai dalam penelitian ini dengan menggunakan dua siklus Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Untuk mengevaluasi perubahan dalam kinerja akademik selama penelitian, data dikumpulkan melalui pretest dan posttest. Berdasarkan temuan tersebut, nilai rata-rata peserta didik meningkat secara signifikan ketika mereka menggunakan media audio-visual. Dengan skor rata-rata prestasi akademik 59 pada siklus pertama, anak-anak diklasifikasikan sebagai pembelajar "baru berkembang. " Namun, pada siklus kedua, rata-rata prestasi akademik peserta didik meningkat menjadi 91 setelah menggunakan materi audio-visual seperti presentasi PowerPoint dan film. Peningkatan iniAikenaikan 32 poin dari siklus pertama ke siklus keduaAimencerminkan dampak positif dari penggunaan materi audio-visual dalam proses pembelajaran. Selain meningkatkan nilai rata-rata, penggunaan materi audio-visual juga meningkatkan partisipasi dan prestasi siswa. Media ini memberikan rangsangan visual dan auditori yang membantu peserta didik lebih mudah memahami isi pelajaran. Selain itu, penggunaan materi audio-visual juga mendorong interaksi dan diskusi yang lebih aktif di antara para siswa, menghasilkan suasana belajar yang lebih dinamis dan kolaboratif. Guru menggunakan bahan audiovisual untuk menerapkan pendekatan berbasis kompetensi. Dengan strategi ini, guru dapat memotivasi peserta didik untuk berprestasi dalam pembelajaran dengan menyajikan materi pelajaran secara lebih menarik dan efektif. Selain itu, peserta didik dapat bekerja sama dalam kelompok, menyuarakan pendapat mereka, dan aktif terlibat dalam kegiatan kelas berkat bantuan bahan audio-visual. Penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan bahan audio-visual dalam pembelajaran adalah model yang tepat untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik dan hasil pembelajaran. Guru dan lembaga pendidikan lainnya dapat mempertimbangkan untuk mengintegrasikan bahan audio-visual ke dalam rencana pembelajaran mereka guna meningkatkan kinerja peserta didik dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. DAFTAR PUSTAKA