Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS METODE KONVENSIONAL DAN BIM AUTODESK REVIT DALAM PERENCANAAN KONSTRUKSI GEDUNG Putu Agus Sepiantara . I Wayan Gde Erick Triswandana . Putu Aryastana* 1Teknik Sipil. Fakultas Teknik dan Perencanaan. Universitas Warmadewa. Denpasar. Bali. Indonesia Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar Bali. Indonesia. *Corresponding author: aryastanaputu@warmadewa. Abstract Building Information Modeling (BIM) provides a significant improvement in efficiency, accuracy, and coordination compared to conventional 2Dbased methods in construction planning and cost estimation. This study employs a descriptive quantitative approach with a comparative method to analyze the effectiveness of conventional and BIM-based methods using Autodesk Revit software in preparing the Quantity Take Off (QTO). Bill of Quantity (BOQ), and Cost Budget Plan (RAB) for the Kerobokan Traditional Village Office Building project in Bali. The secondary data include architectural, structural, and utility design drawings, as well as the 2022 Work Unit Price Analysis (AHSP). The findings indicate that the implementation of BIM reduces project preparation time by 37. 72% compared to the conventional method. Furthermore, volume discrepancies were found in concrete work . 63%), formwork (-5. 99%), and reinforcement . 26%) due to differences in modeling and measurement principles. These results highlight BIMAos crucial role in enhancing estimation accuracy, time efficiency, and design adaptability, particularly in government building projects that must comply with the Ministry of Public Works Regulation No. 22 of 2018 on Cost Budgeting Guidelines. Keywords: autodesk Revit. BIM. BOQ, cost estimation. QTO. Abstrak Building Information Modeling (BIM) memberikan peningkatan signifikan dalam efisiensi, akurasi, dan koordinasi dibandingkan metode konvensional berbasis 2D dalam perencanaan dan penganggaran konstruksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode komparatif untuk menganalisis efektivitas penerapan metode konvensional dan BIM menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit dalam penyusunan Quantity Take Off (QTO). Bill of Quantity (BOQ), serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) pada proyek Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan. Bali. Data sekunder yang digunakan meliputi gambar desain arsitektur, struktur, dan utilitas, serta Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) tahun 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan BIM mampu mengurangi durasi pengerjaan hingga 37,72% dibandingkan metode Selain itu, terdapat perbedaan volume pekerjaan pada elemen beton . ,63%), bekisting (-5,99%), dan pembesian . ,26%) akibat perbedaan prinsip pemodelan dan metode pengukuran. Temuan ini menegaskan bahwa BIM berperan penting dalam meningkatkan akurasi estimasi, efisiensi waktu, serta kemampuan adaptasi desain terhadap perubahan, terutama dalam proyek bangunan pemerintah yang harus mematuhi regulasi Permen PUPR No. 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan RAB. Kata Kunci : autodesk revit. BIM. BOQ, perhitungan biaya. QTO. PENDAHULUAN Meningkatnya pembangunan di sektor konstruksi menuntut para pelaksana proyek harus menyelesaikan tugas mereka dengan lebih cepat dan efisien. (Ferry & Indrastuti, 2. Dunia konstruksi mempertimbangkan berbagai inovasi untuk mempercepat dan meningkatkan proses konstruksi (Suryapratama et al. , 2. Pemerintah melalui Permen PUPR No. 22/2018 mewajibkan penggunaan Building Information Modeling (BIM) pada pembangunan gedung negara dengan luas lebih dari 2000 mA (PUPR, 2. Namun, adopsi BIM di Indonesia masih relatif rendah, dimana sebagian besar perencana dan kontraktor masih mengandalkan metode konvensional berbasis gambar 2D (Ogi et al. , 2. Metode tradisional mendasarkan perhitungan volume pekerjaan pada dokumen 2D yang dibuat secara manual, baik dengan tangan maupun dengan alat bantu yang dibuat dan diproses oleh manusia, dapat menyebabkan kesalahan dalam input dan interpretasi data (Juliani & Renaningsih, 2. Banyak faktor yang berkontribusi terhadap ketidakakuratan metode perhitungan volume konvensional, seperti kegagalan transfer data, potensi bahaya pada kegagalan ganda, beberapa elemen yang tidak berfungsi, dan grafik 2D yang sering kali mengindikasikan kegagalan yang dapat mengakibatkan masalah yang lebih kompleks (Anwar & Nurchasanah. Menggunakan metode konvensional membutuhkan lebih banyak waktu karena tidak dapat diintegrasikan dengan mulus satu sama lain (Berlian et al. , 2. Proses pengurangan volume pekerjaan dengan menggunakan metode ini membutuhkan sekitar 50% hingga 80% dari waktu kerja untuk mengurangi biaya proyek (Olsen & Taylor, 2. Melihat kekurangan dari metode konvensional di atas, para profesional di industri konstruksi kini didorong untuk mulai menerapkan BIM dalam setiap proyek (Tigauw et al. , 2023. Shafira dan Feriza, 2. Salah satu perangkat e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025/61 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember lunak berbasis BIM adalah Autodesk Revit yang dapat mempercepat proses konstruksi (Fikri & Septiropa, 2. Autodesk Revit adalah perangkat lunak berbasis BIM yang mudah digunakan untuk membuat model 3D dan mengecek volume pekerjaan. Karena hasil pemodelan 3D akan mempengaruhi hasil perhitungan volume, maka model yang dibuat harus tepat dan akurat (Love, dkk, 2013. Laorent et al. , 2. Revit menonjol karena kemampuannya untuk meningkatkan kemampuan artistik dan visualisasi secara efektif (Ramadhan & Maulana, 2. Selain itu. Revit berfokus pada elemen perancangan teknis seperti logika struktur, pembiayaan, dan manajemen proyek (Amri et al. , 2. Penelitian ini membandingkan efektivitas metode konvensional dan BIM Autodesk Revit dalam menyusun QTO. BOQ, dan RAB untuk proyek Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan di Bali. Tujuan penelitian adalah untuk mengukur selisih durasi pengerjaan antara metode konvensional dan BIM, perbedaan volume pekerjaan utama . eton, bekisting, pembesia. , serta perbandingan Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). METODE Tahapan dari penelitian ini juga disajikan secara skematis dalam bentuk diagram alir. Diagram alir ini bertujuan untuk memperjelas dan meringkas tahapan penelitian. Gambar 1. Diagram Alir Penelitian 62/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode komparatif untuk membandingkan efektivitas metode konvensional dan Building Information Modeling (BIM) dalam perencanaan konstruksi. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa gambar Detailed Engineering Design (DED) Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan dan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kabupaten Badung Triwulan II Tahun 2022. Perhitungan konvensional dilakukan dengan perangkat lunak Microsoft Excel berdasarkan gambar kerja, sementara metode BIM dilakukan dengan pemodelan menggunakan Autodesk Revit 2023 yang mampu menghasilkan Quantity Take Off (QTO) secara otomatis dari model tiga dimensi. Pengukuran durasi pengerjaan dilakukan dengan perekaman layar . creen recordin. untuk menghitung waktu yang dibutuhkan dari proses awal hingga diperolehnya QTO. Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Output dari pemodelan Revit kemudian diekspor untuk pembuatan BOQ dan RAB sesuai AHSP, yang selanjutnya dibandingkan dengan hasil metode konvensional. Diagram alir penelitian ditampilkan pada Gambar 1 yang menunjukkan tahapan mulai dari pengumpulan data, pemodelan, perhitungan kuantitas, hingga analisis HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umur Proyek dan Ruang Lingkup Penelitian Penelitian ini dilakukan pada proyek pembangunan Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan yang berlokasi di Kabupaten Badung. Bali. Penelitian ini berfokus pada pekerjaan struktur bangunan, meliputi pemodelan dan analisis elemen pondasi pile cap, sloof, kolom, retaining wall, balok, pelat lantai, ring balok, dan atap baja. Perhitungan dengan Metode Konvensional Perhitungan metode konvensional dilakukan dengan bantuan Microsoft Excel berdasarkan gambar Detailed Engineering Design (DED). Proses dimulai dari penyusunan back up volume setiap elemen struktur secara manual, yang kemudian dirangkum menjadi BOQ sesuai format Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kabupaten Badung Triwulan II Tahun 2022. Dari BOQ tersebut, selanjutnya disusun RAB sebagai estimasi biaya proyek. Untuk menjaga kejelasan penyajian pada artikel ini, hanya ditampilkan contoh perhitungan volume pada pekerjaan struktur kolom basement sebagai representasi dapat dilihat pada Tabel 1 . Perhitungan lengkap untuk seluruh elemen struktur dapat dilihat pada dokumen pendukung. Tabel 1. Volume pekerjaan kolom lantai basement metode konvensional Uraian Pekerjaan Kolom Lantai Basement - 25 Unit Bekisting Tulangan Pokok D16 = 16 Tulangan Sengkang Tumpuan Tulangan Sengkang Lapangan Tulangan Sengkang Ekstra Tumpuan Tulangan Sengkang Ekstra Lapangan Beton Volume Satuan 136,00 459,53 757,74 505,16 596,34 397,56 13,60 Setelah dilakukan perhitungan volume pekerjaan pada sub bab sebelumnya, tahap selanjutnya adalah menyusun Bill of Quantity (BOQ). Berikut ditampilkan contoh perhitungan BOQ pada Tabel 2 untuk salah satu item pekerjaan, yaitu pekerjaan kolom pada struktur basement. Tabel 2. Bill of Quantity pekerjaan kolom lantai basement Uraian Pekerjaan Volume Vi Kolom Lantai Basement - 25 Unit 1 Bekisting 136,00 2 Tulangan Pokok D16 = 16 459,53 3 Tulangan Sengkang Tumpuan 757,74 4 Tulangan Sengkang Lapangan 505,16 5 Tulangan Sengkang Ekstra Tumpuan 596,34 6 Tulangan Sengkang Ekstra Lapangan 397,56 7 Beton 13,60 Satuan Harga Satuan Total Harga Rp255. 513,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp1. 837,09 Rp34. 836,00 Rp116. 972,01 Rp35. 633,51 Rp23. 089,00 Rp28. 459,84 Rp18. 639,89 Rp16. 984,40 e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025/63 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Setelah diperoleh Bill of Quantity (BOQ) untuk setiap item pekerjaan, tahap selanjutnya adalah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pada Tabel 3 bagian berikut disajikan hasil perhitungan RAB untuk seluruh pekerjaan struktur berdasarkan metode konvensional, dimana total Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp. 657,56. Tabel 3. Rekapitulasi RAB dengan metode konvensional Uraian Pekerjaan Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Struktur Lantai 3 Pekerjaan Struktur Lantai 4 Pekerjaan Struktur Lantai 5 Pekerjaan Struktur Lantai 6 Pekerjaan Struktur Lantai 7 Pekerjaan Struktur Lantai Dak Atap Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) Jumlah Harga Rp. 179,79 611,27 118,37 118,37 118,37 118,37 118,37 322,35 952,28 657,56 Perhitungan dengan Metode BIM Perhitungan dengan metode Building Information Modeling (BIM) dilakukan melalui pemodelan tiga dimensi menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit 2024. Seluruh elemen struktur bangunan, termasuk pondasi pile cap, sloof, kolom, retaining wall, balok, pelat lantai, ring balok, dan rangka atap baja, dimodelkan secara parametrik untuk menghasilkan representasi yang akurat dan terintegrasi. Pemodelan ini memungkinkan visualisasi desain secara menyeluruh serta mempermudah pengelolaan informasi setiap elemen struktur. Contoh visualisasi pemodelan struktur tiga dimensi ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 2. Visualisasi model 3D struktur Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan dengan Autodesk Revit 2024 Setelah pemodelan selesai, dilakukan proses pemeriksaan benturan . lash detectio. untuk mengidentifikasi potensi konflik antar elemen struktur. Tahap ini penting untuk memastikan bahwa tidak ada tumpang tindih atau kesalahan desain yang dapat mengganggu pelaksanaan konstruksi. Setelah model tervalidasi, proses dilanjutkan dengan penghitungan volume pekerjaan Quantity Take Off (QTO) secara otomatis. Proses ini dilakukan melalui fitur perhitungan kuantitas pada Autodesk Revit, yang mengekstrak data volume secara langsung dari model parametrik. Hasil keluaran QTO dari perangkat lunak ditampilkan pada Gambar 3. 64/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Gambar 3. Tampilan Output Quantity Take Off (QTO) dari Autodesk Revit 2024 Data volume yang dihasilkan dari proses QTO kemudian diekspor dan diolah menjadi Bill of Quantity (BOQ). BOQ ini memuat uraian pekerjaan, satuan, volume, harga satuan, dan total biaya per item pekerjaan. Penyusunan BOQ dilakukan dengan mengacu pada Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kabupaten Badung Triwulan II Tahun 2022, sehingga hasil perhitungan sesuai dengan standar biaya yang berlaku. Sebagai contoh. BOQ untuk pekerjaan struktur kolom basement ditampilkan pada Tabel 4. Tabel 4. Volume pekerjaan kolom lantai basement metode BIM Uraian Pekerjaan Volume Satuan Vi Kolom Lantai Basement - 25 Unit 1 Bekisting 136,00 2 Tulangan Pokok D16 = 16 1813,36 3 Tulangan Sengkang Tumpuan 268,66 4 Tulangan Sengkang Lapangan 151,05 5 Tulangan Sengkang Ekstra Tumpuan 423,32 6 Tulangan Sengkang Ekstra Lapangan 238,26 7 Beton 13,60 Harga Satuan Total Harga Rp255. 513,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp47. 448,50 Rp1. 837,09 Rp. 944,00 Rp 76. 610,36 Rp11. 094,41 Rp 6. 782,93 Rp 17. 899,82 Rp 10. 484,01 Rp. 208,66 Selanjutnya. BOQ yang telah disusun menjadi dasar dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). RAB disajikan dalam bentuk rekapitulasi per lantai, mencakup basement, lantai dasar, lantai dua, lantai tiga, dan atap, sehingga memberikan gambaran total biaya pekerjaan struktur pada setiap bagian bangunan. Rekapitulasi RAB ditampilkan pada Tabel 5, diperoleh sebesar Rp. 348,39. Tabel 5. Rekapitulasi RAB dengan metode BIM Uraian Pekerjaan Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Struktur Lantai 3 Pekerjaan Struktur Lantai 4 Pekerjaan Struktur Lantai 5 Pekerjaan Struktur Lantai 6 Pekerjaan Struktur Lantai 7 Pekerjaan Struktur Lantai Dak Atap Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) Jumlah Harga Rp. 112,88 076,72 504,34 680,87 680,87 680,87 680,87 689,07 241,91 348,39 e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025/65 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Mengukur Durasi Pengerjaan dengan Metode Konvensional Setelah diperoleh hasil perhitungan volume. Bill of Quantity (BOQ), dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan struktur Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan dengan metode konvensional, tahapan selanjutnya adalah mengukur durasi waktu yang dibutuhkan dalam penyusunan seluruh dokumen tersebut. Berdasarkan hasil perekaman layar, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses perhitungan secara konvensional adalah 4 jam 49 menit. Rincian durasi per tahap pekerjaan disajikan pada Tabel 6 dimana durasi terlama yaitu pada pengerjaan perhitungan backup volume selama 4 jam 16 menit. Tabel 6. Durasi pengerjaan metode konvensional Tahapan Perhitungan Backup Volume Penyusunan Bill of Quantity (BOQ Penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Total Durasi 4 Jam 16 Menit 0 Jam 31 Menit 0 Jam 2 Menit 4 Jam 49 Menit Mengukur Durasi Pengerjaan dengan Metode BIM Pada tahap ini, pengukuran durasi pengerjaan dengan metode Building Information Modeling (BIM) dimulai dari saat dilakukannya pengecekan clash detection pertama kali pada model struktur, hingga diperoleh hasil akhir berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB). Pemilihan titik awal dari proses clash detection ini dilakukan agar perbandingan durasi dengan metode konvensional menjadi lebih seimbang, mengingat jika pengukuran dimulai dari tahap pemodelan, maka durasi pengerjaan akan menjadi sangat panjang dan tidak relevan untuk dibandingkan secara langsung dengan metode konvensional yang hanya berfokus pada perhitungan volume, penyusunan BOQ, dan RAB. Berdasarkan hasil perekaman layar, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan seluruh proses perhitungan secara BIM adalah 3 jam 49 menit. Rincian durasi per tahap pekerjaan disajikan pada Tabel 7 dimana durasi terlama yaitu pada pengerjaan Menyusun Bill of Quantity (BOQ) Revit selama 2 jam 45 menit. Tabel 7. Durasi pengerjaan metode BIM Tahapan Cek Clash Detection Mengeluarkan Quantity Take Off (QTO) Revit Menyusun Bill of Quantity (BOQ) Revit Menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) Revit Total Durasi 0 Jam 3 Menit 0 Jam 38 Menit 2 Jam 45 Menit 0 Jam 23 Menit 3 Jam 49 Menit Perbandingan Durasi Pengerjaan dengan Metode Konvensional dan Metode BIM Untuk memperjelas perbandingan efisiensi durasi antara metode konvensional dan metode BIM, dilakukan analisis deviasi waktu pengerjaan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode BIM mampu mempercepat proses perhitungan volume, penyusunan BOQ, dan RAB dibandingkan metode konvensional. Dapat dilihat pada Tabel 8. Tabel 8. Perbandingan durasi pengerjaan metode konvensional dengan metode BIM Metode KonvenDeviasi Persentase DeviMetode BIM Durasi Keterangan BIM < Konvensional Berdasarkan tabel di atas, metode BIM mampu mempercepat durasi pengerjaan sebesar 1 jam atau 37,72% dibandingkan metode konvensional. 4 Jam 49 Menit 3 Jam 49 Menit 1 Jam 0 Menit 37,72% Perbandingan BOQ antara Metode Konvensional dan Metode BIM Setelah dilakukan perhitungan volume dan penyusunan BOQ pada masing-masing metode, baik secara konvensional maupun dengan menggunakan BIM (Autodesk Revi. , pada bagian ini akan dilakukan perbandingan antara keduanya. Berikut ini disajikan rekapitulasi perbandingan hasil penyusunan BOQ pekerjaan struktur basement terhadap volume beton dapat dilihat pada Tabel 9, bekisting dapat dilihat pada Tabel 10, dan pembesian dapat dilihat pada Tabel 11 menggunakan metode konvensional dan metode BIM. 66/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Tabel 9. Perbandingan BOQ volume beton metode konvensional dengan metode BIM Uraian Pekerjaan Total Volume Beton Konvensional Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Struktur Lantai 3 Pekerjaan Struktur Lantai 4 Pekerjaan Struktur Lantai 5 Pekerjaan Struktur Lantai 6 Pekerjaan Struktur Lantai 7 Pekerjaan Struktur Lantai Dak Atap Total 207,46 79,35 77,31 77,31 77,31 77,31 77,31 74,75 28,22 776,33 Total Volume Beton Bim 192,93 68,86 66,56 66,79 66,79 66,79 66,79 64,54 25,97 686,01 Deviasi Biaya Presentase Deviasi Keterangan 5=3-4 14,53 10,49 10,75 10,52 10,52 10,52 10,52 10,21 2,25 90,32 6=5/3 7,00% 13,22% 13,91% 13,61% 13,61% 13,61% 13,61% 13,66% 7,97% 11,63% Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Tabel 10. Perbandingan BOQ volume bekisting metode konvensional dengan metode BIM Uraian Pekerjaan Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Struktur Lantai 3 Pekerjaan Struktur Lantai 4 Pekerjaan Struktur Lantai 5 Pekerjaan Struktur Lantai 6 Pekerjaan Struktur Lantai 7 Pekerjaan Struktur Lantai Dak Atap Total Total Volume Bekisting Konvensional 1101,66 653,09 611,35 611,35 611,35 611,35 611,35 595,51 214,59 5621,58 Total Volume Bekisting Bim Deviasi Biaya Presentase Deviasi Keterangan 1197,00 657,18 633,18 635,18 635,18 635,18 635,18 607,00 323,00 5958,08 5=3-4 -95,34 -4,09 -21,83 -23,83 -23,83 -23,83 -23,83 -11,49 -108,41 -336,50 6=5/3 -8,65% -0,63% -3,57% -3,90% -3,90% -3,90% -3,90% -1,93% -50,52% -5,99% Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Bim > Kontrak Tabel 11. Perbandingan BOQ volume pembesian metode konvensional dengan metode BIM Uraian Pekerjaan Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pekerjaan Struktur Lantai 1 Pekerjaan Struktur Lantai 2 Pekerjaan Struktur Lantai 3 Total Volume Pembesian Konvensional Total Volume Pembesian Bim 24596,68 Deviasi Biaya Presentase Deviasi 5=3-4 6=5/3 20679,95 3916,73 15,92% 15713,48 8927,26 6786,22 43,19% 14484,46 8927,26 5557,20 38,37% 14484,46 8927,26 5557,20 38,37% Keterangan Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak 68/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember 14484,46 8927,26 5557,20 38,37% 14484,46 8927,26 5557,20 38,37% 14484,46 8927,26 5557,20 38,37% 14000,61 8895,91 5104,70 36,46% 10287,19 4200,84 6086,35 59,16% 137020,27 87340,26 36,26% Pekerjaan Struktur Lantai 4 Pekerjaan Struktur Lantai 5 Pekerjaan Struktur Lantai 6 Pekerjaan Struktur Lantai 7 Pekerjaan Struktur Lantai Dak Atap Total Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Bim < Kontrak Dari perbandingan BOQ antara metode konvensional dan BIM, diperoleh deviasi positif pada volume beton sebesar 11,63 % dan pada pembesian sebesar 36,26 %, yang menunjukkan bahwa metode BIM menghasilkan volume lebih kecil dibandingkan metode konvensional. Perbedaan ini disebabkan oleh tingkat detail perhitungan, dimana metode manual cenderung menggunakan asumsi atau penyederhanaan, sedangkan Revit menghitung volume berdasarkan model tiga dimensi yang lebih presisi. Sementara itu, pada pekerjaan bekisting diperoleh deviasi negatif sebesar Ae5,99 %, yang berarti perhitungan volume dengan BIM lebih besar daripada metode Hal ini terjadi karena Revit secara otomatis menghitung seluruh permukaan elemen beton, termasuk sisi yang saling terhubung, sedangkan metode manual biasanya hanya memperhitungkan tiga sisi utama. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya (Setiawan et al. , 2025. Nugroho, 2. yang melaporkan hasil serupa pada perhitungan volume bekisting menggunakan Revit. Item Pekerjaan yang Mengalami Perbedaan Volume Selain menganalisis deviasi BOQ antara metode konvensional dan BIM, penting mengidentifikasi item dengan perbedaan volume signifikan. Analisis menunjukkan hampir semua item berbeda volumenya karena perbedaan metode perhitungan dan detail pemodelan di Revit. Tabel 12 mencatat hanya 10 item dengan volume sama pada kedua metode. Tabel 12. Item pekerjaan dengan volume yang sama Uraian Pekerjaan VII i Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pilecap P1 - 11 Unit Beton Pilecap P2 - 14 Unit Beton Retaining Wall Tulangan Horizontal 2 Lapis Balok Anak Lantai Muka Tanah Tulangan Pokok Beton PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI Satuan Volume Konvensional Volume BIM Selisih Volume Keterangan 33,05 33,06 0,00 BIM=Kontrak 21,44 21,43 0,00 BIM=Kontrak 1356,98 1356,98 0,00 BIM=Kontrak 166,59 2,04 166,59 2,04 0,00 0,00 BIM=Kontrak BIM=Kontrak 10,94 10,94 0,00 BIM=Kontrak 0,09 0,09 0,00 BIM=Kontrak 0,09 0,09 0,00 BIM=Kontrak BASEMENT Kolom Lantai 1 - 19 Unit Beton PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI Tangga Lantai 3 Balok Anak Pegangan Bordes Beton PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI Tangga Lantai 4 Balok Anak Pegangan Bordes Beton 68/e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI Tangga Lantai 5 Balok Anak Pegangan Bordes Beton PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI Tangga Lantai 6 Balok Anak Pegangan Bordes Beton PEKERJAAN STRUKTUR LANTAI Dak Atap Kolom Lantai Dak Atap - 12 Unit Beton 0,09 0,09 0,00 BIM=Kontrak 0,09 0,09 0,00 BIM=Kontrak 1,49 1,49 0,00 BIM=Kontrak Pekerjaan dengan bentuk sederhana seperti kolom, pilecap, dan elemen tangga menunjukkan volume yang sama antara metode konvensional dan BIM. Namun, pada pekerjaan dengan bentuk kompleks atau yang perhitungannya di Revit mencakup seluruh permukaan elemen, seperti bekisting, terdapat perbedaan volume, dimana BIM sering menghasilkan angka lebih tinggi. Temuan ini penting untuk mengevaluasi efektivitas BIM pada pekerjaan dengan detail geometris yang kompleks. Perbandingan RAB antara Metode Konvensional dan Metode BIM Perbandingan Rencana Anggaran Biaya (RAB) antara metode konvensional dan metode Building Information Modeling (BIM) dilakukan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan nilai biaya yang dihasilkan dari kedua pendekatan ini. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, pada bagian ini disajikan tabel perbandingan RAB pada setiap level struktur Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan. Tabel 13 ini menunjukkan hasil perhitungan biaya dengan kedua metode, termasuk selisih nilai yang terjadi antara metode konvensional dan BIM. Tabel 13. Perbandingan RAB antara metode konvensional dan metode BIM Uraian Pekerjaan Jumlah Harga Konvensional Jumlah Harga Bim Deviasi Biaya Presentase Deviasi Rp. Rp. Rp. 5=3-4 6=5/3 179,79 11,02% Bim < Konvensional 31,47% Bim < Konvensional 27,29% Bim < Konvensional 27,11% Bim < Konvensional 27,11% Bim < Konvensional Pekerjaan Struktur Lantai Basement Pekerjaan Struktur Lantai 1 611,27 040,01 Pekerjaan Struktur Lantai 2 118,37 014,56 Pekerjaan Struktur Lantai 3 118,37 364,23 Pekerjaan Struktur Lantai 4 118,37 364,23 Keterangan e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Desember 2025/69 Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi. org/10. 20961/mateksi. ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol 13. No 2 . : Desember Bim < KonPekerjaan Struktur 27,11% 118,37 364,23 Lantai 5 Bim < Kon282. 6 Pekerjaan Struktur 27,11% 118,37 364,23 Lantai 6 Bim < Kon7 Pekerjaan Struktur 28,52% 322,35 199,30 Lantai 7 Pekerjaan Struktur Bim < Kon8 11,53% Lantai Dak Atap 952,28 033,73 65. 918,55 Bim < KonTotal 657,5 7. 909,7 2. 24,01% 7,85 Perbandingan RAB menunjukkan deviasi positif 24,01 %, menandakan biaya dengan metode BIM lebih kecil dibandingkan konvensional. Selain lebih cepat. BIM juga lebih akurat, sehingga menjadi alat yang lebih andal untuk mendukung keputusan manajemen biaya proyek. KESIMPULAN Penerapan BIM pada proyek Gedung Kantor Desa Adat Kerobokan terbukti lebih efisien dibandingkan metode konvensional, dengan durasi pengerjaan lebih cepat . elisih 1 jam atau 37,72%). Sebagian besar item pekerjaan menunjukkan perbedaan volume, dimana metode BIM menghasilkan volume lebih kecil untuk beton (Ae11,63%) dan pembesian (Ae36,26%), namun lebih besar untuk bekisting ( 5,99%) karena perbedaan prinsip perhitungan. Estimasi biaya dengan BIM juga lebih rendah sebesar 24,02% dibandingkan metode konvensional. Secara keseluruhan. BIM memberikan keunggulan dalam kecepatan, ketelitian perhitungan, dan efisiensi biaya. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih penulis tujukan kepada CV. Rinjani Jaya Utama yang telah banyak membantu dalam usaha memperoleh data yang saya perlukan. REFERENSI