e-ISSN: 2502-6445 p-ISSN: 2502-6437 https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS X SMK 7 MUARO BUNGO Riska Mayeni. Revi Handayani. ,Taufik Abdul Hasan Amarullah. Risma Wiwita. 1,2,3,. Pendidikan Matematika. STKIP Pesisir Selatan email: riskamayenipessel@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pada bidang dalam menulis teks karangan narasi untuk mendeskripsikan: . bentuk kesalahan penggunaan bahasa Indonesia yang meliputi kesalahan . bentuk kesalahan berbahasa pada bidang diksi dalam menulis teks karangan narasi dan . mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pada bidang kalimat dalam menulis teks karangan narasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif pendekatan analisis isi dengan sampel Karangan Narasi siswa kelas X SMKN 7 Bungo yang berjumlah 28 orang. Hasil penelitian ini adalah sebagai Pertama kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa kelas X SMKN 7 Bungo yaitu kesahan ejaan sedangkan untuk kesalahan kalimat paling sedikit dijumpai berbahasa dalam bidang ejaan pada karangan nasari siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo yaitu berada dipersentase 25, 97%. Kedua. Kesalahan diksi pada karangan narasi siswa kelas X SMKN 7 Bungo berada pada persentase 15,29% lebih sedikit dibandingkan dengan kesalahan ejaan. Ketiga, untuk perentase kesalahan kamimat lebih sedikit dibandingkan kesalahan ejaan dan diksi yaitu berada pada persentase 10,71%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa kelas X SMKN 7 Bungo yaitu kesahan ejaan sedangkan untuk kesalahan kalimat paling sedikit dijumpai. Kata Kunci: Kesalahan Berbahasa. Bentuk KeslahanBerahasa. Karangan Narasi. Abstract This research aims to describe forms of language errors in the field of writing narrative essay texts to describe: . forms of errors in the use of Indonesian which include errors . forms of language errors in the field of diction in writing narrative essay texts and . describing forms of language errors in the field of sentences in writing narrative essay This research is a qualitative descriptive research with a content analysis approach with a sample of 28 Narrative Essays from class X students at SMKN 7 Bungo. The results of this research are as follows. Firstly, the most errors made by class Second, diction errors in the narrative essays of class X students at SMKN 7 Bungo were 15. 29% less than spelling Third, the percentage of spelling errors is less than spelling and diction errors. So it can be concluded that the most errors made by class Keywords: Language Errors. Forms of Language Errors. Narrative Essays. PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan untuk berinteraksi antar sesama baik secara lisan maupun tulisan. Dalam keterampilan berbahasa Indonesia ada empat aspek keterampilan yang harus dikuasai diantaranya . Keterampilan menyimak . Keterampilan Berbicara . Keterampilan keterampilan menulis. Empat aspek keterampilan berbahasa Indonesia menjadi tolak ukur kemampuan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah salah satunya sekolah tingkat SMK. Namun kenyataan yang terjadi ditemukan permasalahan bahwa masih rendahnya kemampuan siswa dalam keterampilan JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Bulan 2023 berbahasa Indonesia salah satunya keterampilan menulis karangan narasi. Berdasarkan wawancara dari guru SMK Negeri 7 Bungo Jambi dan siswa ditemukan kesulitan-kesulitan mengenai tata bahasa dalam menulis karangan narasi diketahui bahwa siswa kesulitan dalam bidang ejaan, diksi, dan kalimat. Jadi berbahasa siswa, maka semakin rendah tingkat pencapaian tujuan pengajaran Begitu pula sebaliknya. Untuk itu, diperlukan adanya upaya untuk Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan sebagai berikut: Untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pada bidang ejaan dalam menulis teks karangan narasi siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi Untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pada bidang diksi dalam menulis teks karangan narasi siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi Untuk mendeskripsikan bentuk kesalahan berbahasa pada bidang kalimat dalam menulis teks karangan narasi siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana berbahasa pada bidang ejaan dalam menulis teks karangan narasi siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi? Bagaimana berbahasa pada bidang diksi dalam menulis teks karangan narasi siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi? Bagaimana berbahasa pada bidang kalimat dalam menulis teks karangan narasi siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi? Analisis merupakan suatu prosedur yang digunakan oleh peneliti maupun guru yang meliputi pengumpulan sampel, pengidentifikasian kesalahan yang terdapat dalam sampel, pengevaluasian atau penilaian taraf keseriusan kesalahan itu (Ellis dalam Tarigan & Tarigan, 2011: . Jadi, berbahasa ini diharapkan memberikan banyak keuntungan, khususnya yang berhubungan dengan kegiatan pengajaran bahasa Indonesia. Dengan adanya analisis kesalahan berbahasa tersebut akan dapat dipahami dan diungkapkan berbagai kesalahan yang dibuat siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi. Keterampilan menulis merupakan keterampilan yang sulit dari empat keterampilan berbahasa yang lainnya, karena dalam menulis memerlukan keterlibatan dalam proses berpikir. Rendahnya kemampuan menulis siswa juga dilontarkan oleh Tarigan . 7: . bahwa kualitas hasil belajar bahasa Indonesia siswa sampai saat ini belum Selanjutnya Saleh Abbas . 6: . , berpendapat menulis sebagai proses berpikir berarti bahwa sebelum dan atau saat setelah menuangkan gagasan dan perasaan secara tertulis diperlukan keterlibatan proses berpikir. Agar siswa dikatakan dapat terampil dalam menulis, maka diperlukan ide-ide yang bisa dituangkan dalam sebuah bentuk karangan. Karangan itu sendiri memiliki klasifikasi dan jenis yang beragam contohnya saja karangan deskripsi, argumentasi, dan Karangan narasi menceritakan suatu peristiwa atau kejadian. Sejalan JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Bulan 2023 dengan pendapat Zainnurahman . 1: . mengungkapkan bahwa narasi merupakan menceritakan sebuah Karangan narasi dapat berupa karangan fiksi ataupun karangan non fiksi. Selanjutnya Qutrinnida,dkk . berpendapat bahwa karangan narasi mengisahkan kejadian manusia dalam sebuah peristiwa dari waktu ke waktu dan menghadapi suatu konflik yang disusun secara sistematis. Karangan narasi bertujuan untuk menyampaikan gagasan dalam urutan waktu dengan maksud menghadirkan didepan mata angan angan pembaca mengenai serentetan peristiwa Dari masalah-masalah yang ada maka muncul anggapan bahwa menulis merupakan beban berat bagi siswa. guru juga ikut mengeluhkan hal yang sama termasuk dalam hal penguasaan bahasa siswa dalam karangan tersebut. Dalam hal ini, semakin tinggi tingkat kesalahan berbahasa siswa, maka semakin rendah tingkat pencapaian tujuan pengajaran Begitu pula sebaliknya. Untuk itu, diperlukan adanya upaya untuk Ada beberapa aspek yang dapat diteliti dalam kegiatan analisis kesalahan berbahasa, maka tidak semua aspek digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini diantaranya bidang ejaan, diksi, dan Hal ini juga relevan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Sumarwati . yang menemukan bahwa pada umumnya organisasi tulisan menampakkan penalaran bahasa yang kurang logis, dan terdapat banyak kesalahan bahasa yang meliputi pemakaian ejaan, diksi, kalimat, dan ada beberapa tulisan yang sama atau mirip. Akan tetapi, dalam penelitian ini peneliti menganalisis kesalahan berbahasa ditinjau dari empat aspek, yaitu ejaan, diksi, kalimat, dan Selanjutnya penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Praptiningsih . dalam tesisnya yang berjudul AuAnalisis Kesalahan Berbahasa dalam Karangan Siswa Kelas VII Sekolah Menengah PertamaAy kesalahan berbahasa dalam karangan siswa dari segi morfologi, ejaan, sintaksis, dan Dari hasil eksperimennya ditemukan bahwa kesalahan yang paling mendominasi adalah kesalahan ejaan. Wenfen . menemukan kesalahan dalam pembelajaran bahasa dari segi kesalahan ejaan, leksikon, dan kesalahan Dari hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa kesalahan peserta didik, untuk tingkat besar tidak disebabkan oleh pengaruh bahasa pertama mereka, melainkan kesalahan mereka diakibatkan dari strategi pembelajaran yang kurang Kemudia Tifani Ainnuriza . mengemukakan hasil penelitiannya dengan judul AuAnalisis Kesalahan Berbahasa Pada Karangan Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 MinggirAy Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak ditemukan berbagai bentuk kesalahan berbahasa pada karangan Bentuk kesalahan berbahasa yang Pertama, kesalahan tetapi kesalahan ini tidak banyak terjadi. Kesalahan yang ditemukan lebih banyak Kedua, kesalahan Kesalahan sintaksis yang ditemukan cukup beragam, kurang lebih ditemukan 13 bentuk kesalahan. Ketiga, kesalahan ejaan pemakaian huruf kapital, kesalahan depan di-, ke-. Kesalahan pada tataran pemakaian huruf kapital, yaitu kesalahan pemakaian huruf pertama pada nama tempat merupakan kesalahan ejaan yang paling dominan dilakukan oleh siswa. Keempat, kesalahan Kesalahan ringan adalah kesalahan JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Bulan 2023 yang paling banyak muncul terutama kesalahan penulisan huruf kapital dan huruf kecil, sedangkan kesalahan berat tidak ditemukan. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan karangan siswa sudah dapat dipahami isi dan maknanya akan tetapi kemampuan siswa dalam menyusun sebuah kalimat belum cukup baik, terbukti dengan masih banyaknya bentuk kesalahan ringan yang ditemukan dan dilakukan secara berulang-ulang. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 7 Bungo Jambi. Subjek penelitiannya yaitu siswa kelas X SMK Negeri Bungo Jambi berjumlah 28 0rang. Adapun jenis penelitian yang dingunakan yaitu kualitatif. Menurut Sudaryanto . metode kualitatif adalah metode penelitian yang hanya berdasarkan fakta yang ada, atau fenomena yang memang ini menggunakan desain penelitian deskriptif. Jenis deskriptif merupakan metode yang berusaha mendeskripsikan fakta secara faktual mengenai data yang diteliti (Arikunto S. , 2011 : . Penelitian ini berbahasa dari hasil karangan narasi siswa. Dengan menggunakan pendekatan analisis isi dengan jenis penelitian studi kasus. Data dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa dokumen dan informan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan cara mengkaji dokumen yang berupa laporan hasil observasi siswa dan in-dept wawancara mendalam dengan beberapa siswa kelas Vi, serta guru Bahasa Indonesia untuk memperoleh data mengenai faktor penyebab terjadinya kesalahan ejaan, diksi, kalimat dan paragraf dalam laporan hasil observasi Selanjutnya, data divalidasi dengan menggunakan teknik triangulasi dan review informan melalui analisis interaktif yang terdiri dari empat tahap, yaitu: . pengumpulan data, . reduksi data, . penyajian data, dan . penarikan simpulan atau verivikasi. Alasan penggunaan teks narasi karangan siswa sebagai sumber data, karena materi teks narasi terdapat di kelas X SMK Negeri 7 Bungo Jambi sesuai dengan kompetensi dasar 3. 3 teks karangan narasi yang merujuk pada kaidah kebahasaan, bahwasannya peserta didik kebahasaan yang terdapat dalam teks narasi yang didengar maupun dibaca. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang telah dilakukan selama 30 hari, dari tanggal 2 September sampai 2 Desember , ditemukan kesalahan pada bidang ejaan beserta perbaikannya, bentuk kesalahan perbaikannya, dan bentuk kesalahan pada bidang sintaksis beserta perbaikannya di dalam menulis karangan narasi siswa SMKN 7 Bungo Dalam penggunaan bahasa dalam karangan narasi di SMKN 7 Muaro Bungo ada beberapa aspek yang dapat diteliti dalam kegiatan analisis kesalahan berbahasa, diantaranya bidang ejaan, diksi, dan kalimat. Pada bagian ini akan dijelaskan kesalahan penggunaan bahasa Indonesia pada karangan narasi siswa SMKN 7 Muaro Bungo. Berikut beberapa hasil temuan kesalahan berbahasa: Kesalahan Ejaan Contoh temuan: Gunung itu terletak di kota bukit tinggi ((L1. ISI-C. P1. Di puncak merapi terdapat Tuguabel didirikan pada tanggal 5 Juli 1994 bekerjasama dengan 10 pendaki laiinya. (L10. ISI-A. P2. Dalam masyarakat minang yang beragama Islam percaya adanya satu Tuhan dalam bentuk yang Esa, yaitu Allah Yang Menciptakan. Yang JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Bulan 2023 d. Melindungi danMemelihara serluruh yang ada di Bumi. Puncak Merpati terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam atau sunset. (L6. ISI-T. LOT. P3. Pintu angina juga di fungsikan sebagai tempat peristirahatan para pendaki untuk beristirahat (L1. ISI-F. P4. tanah hibah seluas 2 hektar dari PT. DmpoTourissm Develoepment Coorporation. (L6. ISI-G. P2. Jam gadang sebagai icon di Bukittinggi berdiri di depan museum bunghatta. (L1. ISIF. P1. membangun Sad Khahyangan tersebut pada abad ke 16. (L1. ISIBP1. sebagian besar adalah milik rakyat yang sebelumnya tinggal (L1. ISI-F. P5. Dari beberapa contoh di atas kesalahan ejaan yang sering dijumpai dalam karangan narasi diantaranya: kesalahan penggunaan huruf kapital, penggunaan huruf miring, penulisan kata turunan, penulisan singkatan dan akronim, penggunaan tanda titik, penggunaan tanda koma, penggunaan tanda hubung, dan penulisan kata depan. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui penguasaan kaidah bahasa Indonesia siswa belum sepenuhnya memadai. Kesalahan bentuk ejaan tersebut dapat diperbaiki menjadi kalimat berikut. Gunung itu terletak di Kota Bukitinggi ((L1. ISI-C. P1. Di puncak merapi terdapat Tugu Abel didirikan pada tanggal 5 Juli 1994 bekerjasama dengan 10 pendaki laiinya. (L10. ISI-A. P2. Dalam masyarakat minang yang beragama Islam percaya adanya satu Tuhan dalam bentuk yang Esa, yaitu Allah melindungi dan memelihara serluruh yang ada di Bumi. Puncak Merpati terkenal sebagai melihatmatahari terbenam atau (L6. ISI-T. LOT. P3. Pintu angin juga difungsikan sebagai tempat peristirahatan (L1. ISI-F. P4. tanah hibah seluas 2 hektar dari PT. DempoTourissm Develoepment Coorporation. (L6. ISI-G. P2. Jam gadang sebagai icon di Bukittinggi berdiri di depan Museum Bunghatta. (L1. ISIF. P1. membangun Sad Khahyangan tersebut pada abad ke- 16. (L1. ISIBP1. sebagian besar adalah milik rakyat yang sebelumnya tinggal di situ. (L1. ISI-F. P5. Kesalahan Kalimat Penulisan kalimat pada karangan narasi siswa SMKN 7 Bungo tentu tidak terlepas dari beberapa kesalahan karena kurang memperhatikan kaidah penulisan dan syarat dalam menulis kalimat efektif. Dalam menulis kalimat efektif harus memenuhi berbagai syarat. Terkait syaratsyarat kalimat efektif yang harus dipenuhi meliputi . kesatuan gagasan. koherensi atau kepaduan yang kompak. kesejajaran atau paralelisme. Berikut ini beberapa contoh temuan kesalahan kalimat efektif dalam karangan narasi siswa SMKN 7 Bungo. Museum Bung Hatta banyak dikunjungi para tamu-tamu dari dalam daerah maupun luar daerah. (L1. ISI-F. P5. Saat ini semakin jarang anak-anak menggunakan permainan tradisional, karena di zaman era globalisasi JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Bulan 2023 semakin canggih serba menggunakan (L3. ISI-B. P3. Didirikan oleh 10 pendaki pada tahun 1993 Masehi. (L2. ISIA. P3. Pada kalimat di atas sapat dianalissi kalimat . dikategorikan sebagai kalimat yang tidak hemat atau pemborosan Karena terjadi pengulangan makna maka untuk memperbaikinya cukup digunakan salah satu saja. Sedangkan pada kalimat . , dapat dikategorikan sebagai kalimat yang tidak lengkap karena subjek tidak jelas. Dari data yang sudah dikumpulkan terdapat kesalahan berbahasa dalam karangan narasi siswa Kelas X SMK Negeri 7 Bungo dapat dilihat dalam gambar 1 berikut. Perbandingan Kesalahan Berbahasa Pada Narasi Sisswa Kelas X SMKN 7 Bungo Gambar 1. 1 Perbandingan Pola Kesalahan Berbahasa Berdasarkan gambar 1. 1 dapat berbahasa dalam bidang ejaan pada karangan nasari siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo yaitu berada dipersentase 25, 97%. Kesalahan diksi pada karangan narasi siswa kelas X SMKN 7 Bungo berada pada persentase 15,29% lebih sedikit dibandingkan dengan kesalahan Sedangkan untuk dibandingkan kesalahan ejaan dan diksi yaitu berada pada persentase 10,71%. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa kelas X SMKN 7 Bungo yaitu kesahan ejaan sedangkan untuk kesalahan kalimat paling sedikit dijumpai. Ditemukannya berbahasa pada karangan Narasi Siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor-faktor yang tersebut sebagaiberikut. Penguasaan kaidah bahasa siswa kurang Beberapa siswa mengaku menguasai kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar baik dari segi ejaan, diksi. Menurut sebagian besar guru . %) dikarenakan kebiasaan membaca siswa masih kurang. Kurangnya contoh dari guru. Beberapa siswa memberikan pernyataan contoh-contoh yang diberikan guru hanya beberapa saja sehingga membuat mereka kurang paham. Selain itu, siswa juga mengaku bahwa mereka menulis berdasarkan contoh yang sudah ada meskipun belum tentu benar. Adanya Kesalahan akibat terpengaruh bahasa asing ini misalnya dalam hal pilihan kata atau Menurut guru, para siswa masih menganggap bahwa bahasa Jawa bukanlah penggunaannya pun seakan tidak ada ketentuan-ketentuan lain yang harus Padahal, jika mempelajari bahasa Indonesia, maka bahasa Jawa juga termasuk bahasa asing apalagi bahasa Inggris. SIMPULAN Berdasarkan hasil dari hasil dilihat dari unsur kebahasaan sering terjadi kesalahan berbahasa dalam karangan Narasi Siswa Kelas X SMKN 7 Bungo dibedakan menjadi 3 yaitu kesalahan ejaan, diksi, dan kalimat. Pertama kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa kelas X SMKN 7 Bungo yaitu kesahan ejaan sedangkan untuk kesalahan kalimat paling sedikit dijumpai. kesalahan berbahasa dalam bidang ejaan pada karangan nasari siswa kelas X SMK Negeri 7 Bungo yaitu berada dipersentase JURNAL KEPEMIMPINAN DAN KEPENGURUSAN SEKOLAH Vol. No. Bulan 2023 25, 97%. Kedua. Kesalahan diksi pada karangan narasi siswa kelas X SMKN 7 Bungo berada pada persentase 15,29% lebih sedikit dibandingkan dengan kesalahan ejaan. Ketiga, untuk perentase dibandingkan kesalahan ejaan dan diksi yaitu berada pada persentase 10,71%. Dari gambar di atas dapat disimpulkan bahwa kesalahan terbanyak yang dilakukan siswa kelas X SMKN 7 Bungo yaitu kesahan ejaan sedangkan untuk kesalahan kalimat paling sedikit dijumpai. Kesalahan karangan narasi siswa disebabkan oleh beberapa faktor antara lain penguasaan kaidah penggunaan ejaan kurang memadai, ketidaktelitian dalam menulis, kurangnya motivasi menulis, dan kurangnya kosakata Cara yang dapat dilakukan untuk penggunaan bahasa Indonesia dalam menulis karangan narasi antara lain: menerapkan 5 fase pendekatan proses kebahasaan siswa dengan membaca, guru harus berperan aktif dalam memotivasi siswa untuk sering berlatih mengarang, dan memberikan tugas menulis. UCAPAN TERIMAKASIH Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat rahmat-Nya, menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Penulisan karya tulis ilmiah ini dilakukan Universitas Esa Unggul. Saya menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, cukup sulit bagi saya untuk menyelesaikan karya tulis ilmiah ini. Oleh sebab itu saya mengucapkan terima kasih kepada : Bapak Efendi. SIQ. MA. Selaku Ketua STKIP Pesisir Selatan yang telah memberikan kesempatan untuk menyelesaikan penelitian ini. Bapak Taufik Abdul Hasan Amrullah. Kom. Selaku teman menyelesaikan penelitian ini. Ibu Revi Handayani. Pd. Hum. selaku anggota yang berperan aktif membantu dalam penulisan karya Ilmiah ini. Ibu Risma Wiwita. ST. Kom. yang telah membantu. Terimakasih yang spesial untuk semua Dosen dan perangkat STKIP Pesisir Selatan memberikan dukungannya. ini Penulis menyadari dalam penulisan karya tulis ilmiah ini masih terdapat kekurangan, untuk itu diharapkan kritik dan saran yang menyempurnakan karya tulis ilmiah REFERENSI