ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Nomor 1 April 2021 Halaman 39-44 E-ISSN : 2775-1694 Pelatihan Adat Melayu Kearifan Lokal Pakaian Adat Daerah Musi Banyuasin Mengandung Nilai Sejarah Peninggalan Pangeran Indah Permata1. Lesi Hertati2. Lilis Puspitawati3. Rilla Gantino4. Meifida Ilyas5 Universitas Indo Global Mandiri Palembang. Sumatera Selatan. Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Komputer. Bandung-Indonesia Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Esa Unggul Jakarta-Indonesia Fakultas Ekonomi Akuntansi Universitas Satya Negara Jakarta- Indonesia mail: 2hertatilesi@yahoo. id, 3lilis. puspitawati@email. gantino@esaunggul. id, 5meifidacantique@yahoo. Abstrak Musi Banyuasin memiliki kekayaan budaya yang unik dan menarik dari daerah lainnya. Berbagai macam budaya, adat dan suku daerah di Indonesia tercermin dari banyaknya pakaian adat di setiap daerah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Musi Banyuasin memiliki pakaian adat dengan keunikan dan kekhasan yang berbedabeda. Setiap daerah di Sumatera Selatan yang memiliki pakaian adat ini digunakan untuk acaraacara resmi seperti upacara adat dan budaya dan saat upacara pernikahan. Pakaian adat ini digunakan sebagai bukti kecintaan warga terhadap pakaian peninggalan yang harus dilestarikan dengan tetap menggunakannya. Pada pakaian pria ditambahkan aksesoris berupa logam emas di sekitar pakaiannya. Ada kalung berbentuk tanduk kerbau yang terbuat dari emas. Kemudian ditambah dengan sebuah mahkota berwarna emas di kepalanya. Sementara pada pakaian wanita memiliki lebih banyak hiasan dan aksesoris. Baju adat Musi banyuasin ini dihiasi dengan banyak aksesoris seperti kalung emas, ada mahkota dan konde yang juga terbuat dari emas. Kata kunci: Pakaian Adat. Daerah Musi Banyuasin. Nilai Sejarah Abstract Musi Banyuasin has a unique and interesting cultural wealth from other regions. Various kinds of culture, customs and regional tribes in Indonesia are reflected in the many traditional clothes in every region in Indonesia. One of them is Musi Banyuasin Regency in South Sumatra. Musi Banyuasin has traditional clothes with different uniqueness and uniqueness. Every area in South Sumatra that has traditional clothing is used for official events such as traditional and cultural ceremonies and during wedding ceremonies. This traditional clothing is used as proof of the people's love for heritage clothing that must be preserved while still using it. In men's clothes, accessories in the form of gold metal are added around the clothes. There is a necklace in the shape of a buffalo horn made of gold. Then added with a golden crown on his head. Meanwhile, women's clothing has more decorations and accessories. This traditional Musi Banyuasin dress is decorated with many accessories such as gold necklaces, crowns and hairbeds which are also made of gold. Keywords: Traditional Clothing. Musi Banyuasin Region. Historical Value Pendahuluan Indonesia memiliki kekayaan budaya yang unik dan menarik dari Negara lainnya. Berbagai macam budaya, adat dan suku di Indonesia tercermin dari banyaknya pakaian adat di setiap daerah di Indonesia. Keberagaman budaya dan tradisi lokal di Indonesia yang merupakan This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Nomor 1 April 2021 E-ISSN : 2775-1694 ekspresi simbolik, sekaligus wujud akulturasi agama, etnik dan budaya lokal. Aspek agama memberikan warna yang cukup besar dalam pembentukan tradisi lokal, seperti dalam pandangan Clifford Geertz yang melihat agama sebagai suatu sistem kebudayaan (Harsojo, 1. Menurut E. B Taylor. Kebudayaan adalah keseluruhan kompleks, yang di dalamnya terkadang ilmu pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral islam, hukum, adatistiadat, dan kemampuan yang lain serta kebiasaan yang di dapat oleh manusia sebagai anggota ( Andi & Sadat. Salah satu adat yang harus dilestarikan ada pada provinsi Sumatera Selatan. Sumatera Selatan memiliki kurang lebih 6 pakaian adat dengan keunikan dan ke khasannya yang berbeda-beda. Setiap daerah di Sumatera Selatan yang memiliki pakaian adat ini digunakan untuk acara-acara resmi seperti upacara adat dan budaya dan saat upacara Pakaian adat ini digunakan sebagai bukti kecintaan warga terhadap pakaian peninggalan yang harus dilestarikan dengan tetap menggunakannya. (Anholt. Simon. Dovi & Kando, 2020: Widiya. Hertati. Puspitawati. Gantino. Ilyas, 2. Menurut beberapa kisah pakaian adat dari Sumatera Selatan ini merupakan pakaian adat yang diangkat dari pakaian kesultanan pada dahulu kala. Pakaian yang hanya digunakan oleh pihak kerajaan ini kemudian sekarang menjadi pakaian adat dari beberapa kota dan kabupaten yang ada di Sumatera Selatan. Seperti pada salah satu kabupaten di Musi Banyuasin yang terletak di Provinsi Sumatera Selatan dengan ibu kota Kota Sekayu. Musi Banyuasin memiliki sejarah ciri khas dan karakteristik tersendiri, terutama dalam adat istiadat maupun kehidupan masyarakat dan keseniannya. Seperti yang diungkapkan oleh Geertz. Clifford. kita perlu menjaga kelestarian adat istiadat yang ada di masyarakat untuk harus tetap dipatuhi dan ditaati guna menjaga keharmonisan hidup dalam bermasyarakat. Pelestarian adat istiadat yang dimaksud adalah merupakan pelestarian adat istiadat yang selama ini sudah banyak dipengaruhi oleh budaya luar karena adanya arus globalisasi yang dapat mempengaruhi kebudayaan dan tatanan serta kehidupan dalam masyarakat. (Kanada & Rabial, 2012: Hertati. Zarkasy, iAdam. , iUmar, iSuharman, 2. Adapun adat istiadat yang perlu dilestarikan di Musi Banyuasin yaitu pakaian adatnya. Pakaian adat Banyuasin ini menjadi pakaian adat Sumatera Selatan lainnya yang mempunyai tampilan menarik. Seperti namanya, pakaian adat ini merupakan pakaian adat asli warga Musi Banyuasin. Sumatera Selatan. Salah satu pakaian adat Musi Banyuasin yang terkenal unik merupakan baju sedekah lemang. Pakaian adat Musi Banyuasin ini memiliki warna yang agak gelap dan hitam yang dikombinasikan dengan warna kuning emas. (Rokian & Ajmal, 2014: Pateda. Mansoer, 2. Pakaian ini juga sering digunakan untuk acara pernikahan. Untuk komponen utamanya dari pakaian tersebut berupa baju kurung. Sementara itu, bagi wanita, dipakaikan aksesoris yang sangat khas yaitu penutup kepala berbentuk Loyang dengan warna emas. Penutup kepala tersebut difungsikan sebagai tempat untuk menaruh lemang. Untuk perhiasan leher, para wanita mengenakan subang koin dua tingkat, kalung anak ayam, gelang kano, gelang sempuru, cincin zamrud, dan pending. Bagi pria, aksesoris yang dipakai meliputi peci pesirah yaitu peci hijau yang dilapisi emas, badong, keris, jam bandul yang dipakai di dada sebelah kiri, dan cincin batu Kemudian, sebagai alas kaki, baik pria maupun wanita menggunakan selop tutup. (Fatmawati, 2019: Sepriady, 2018: Kanada & Rabial. , 2012: Sukma. Irawan. 2015: Novianita, 2016: Hertati. Puspitawati. Gantino. Ilyas. ,2. Realisasi Kegiatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjudul Makna Kearifan Lokal Pakaian Adat Daerah Musi Banyuasin Mengandung Nilai Sejarah Peninggalan Pangeran. Kegiatan pengabdian menggunakan anggaran mandiri tim pengabdian, sehingga menjadi kendala dalam pengolahan http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Nomor 1 April 2021 E-ISSN : 2775-1694 dan pelestarian masakan adat daerah. Pengaturan jadwal sosialisasi disesuaikan dengan protokol kesehatan yang ketat dan Sebagian kegiatan memanfaatkan media virtual dalam kegiatan sosialisasi. Metode Pelaksanaan Kegiatan Pada metode pelaksanan terdiri dari tahapan kegiatan sosialisasi, pengajaran, aplikasi, dan Pada tahapan sosialisasi diberikan Pelatihan berkumpul dirumah masyarakat. Tahapan ketiga diberikan sosialisasi adat Melayu. tahap akhir adalah tahapan evaluasi, dimana diberikan pemahaman dan solusi pelestarian kue adat daerah. Indikator pelaksanaan berupa Kuesioner pre-test dan post-test serta kemampuan dan tingkat pemahaman dalam menguasi pangsa pasar. Keberhasilan sosialisasi dapat dilihat dari hasil jawaban kuisioner pre-test . ebelum sosialisas. dan post-test . esudah sosialisas. dengan tingkat keberhasilan 100%, sedangkan bagi masyarakat yang buta aksara pengisian kuesioner akan dibimbing oleh tim Sosialisasi. Pengabdian masyarakat ini menggunakan biaya secara pribadi tidak ada rincian tabel biaya dan banyak dilakukan dengan virtual dikarenakan musim wabah Corona dan jarak yang cukup jauh. Waktu Efektif Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan pada bulan Maret. Pebuari. Juni 2021 atau tahun dapat tabel jadwal kegiatan pelaksanaan. Tabel 1 Metode Pelaksanaan Metode Pelaksanaan Tahap Sosialisasi Pengajaran Aflikasi Evaluasi Bentuk Pelatihan di rumah penduduk Sosialisasi Budaya Lokal Pelatihan Adat Melayu Sosialisi macam-macak Adat melayu Lokal Indikator Pelaksanaan Kuesioner pretest dan posttest Kuesioner pretest dan posttest Mampu bercerita adat local Unik Melestarikan Budaya Melayu Keberhasilan sosialisasi dapat dilihat dari hasil jawaban kuisioner pre test. ebelum sosialisas. dan post test. esudah sosialisas. dengan tingkat keberhasilan 100%,sedangkan bagi masyarakat yang buta aksara pengisian,kuesioner akan dibimbing oleh tim Sosialisasi. Pengabdian masyarakaat ini menggunakan biaya secara pribadi tidak ada rincian tabel biaya dan banyak dilakukan dengan virtual diraenakan musim wabah Corona dan jarak yang cukup jauh. Tempat Kegiatan Lokasi pengabdian pada masyarakat ini berada pada gambar peta seperti tampak dibawah Gambar 1. Peta Kabupaten Musi Banyuasin. Provisi Sumatera Selatan. Pelaksanaan dan pengabdian ini berlokasi di Sekayu Musi banyuasin Dikarenakan protokoler kesehatan selama Covid19 yang mengharuskan untuk jaga jarak, sehingga tidak memungkinkan kegiatan penyuluhan diikuti oleh dosen, mahasiswa. Pada tahapan pertama, tim melakukan wawancara sembari membagikan dan kuisioner menunggu, masyarakat dan menjawab kuesioner pre-test yang dibuat dibuat dengan hard copi. Waktu yang diberikan http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Nomor 1 April 2021 E-ISSN : 2775-1694 kepada masyarakat untuk menjawab kuesioner pre-test yaitu lebih kurang 5 menit. Selanjutnya, tim menjelaskan terkait tujuan, maksud diadakannya penyuluhan AuMakna Kearifan Lokal Pakaian Adat Daerah Musi Banyuasin Mengandung Nilai Sejarah Peninggalan Pangeran Ay Pelaksanaan dan pengabdian ini berlokasi di Musi banyuasin Dikarenakan protokoler kesehatan selama Covid19 yang mengharuskan untuk jaga jarak, sehingga tidak memungkinkan kegiatan penyuluhan diikuti oleh masyarakat. Mudah mudi Musi banyuasin. Gambar 1 : Sosialisasi pakaian Adat Musi Banyuasin, 2021. Hasil dan Pembahasan Pada tahapan pertama, tim melakukan wawancara sembari membagikan dan kuisioner menunggu, masyarakat menjawab kuesioner pre-test yang dibuat di Google Form. Waktu yang diberikan kepada masyarakat umum kaulah mudah untuk menjawab kuesioner pre-test yaitu lebih kurang 5 menit. Selanjutnya, tim menjelaskan terkait tujuan, maksud diadakannya penyuluhan, dan menjelaskan materi tentang AuMakna Kearifan Lokal Pakaian Adat Daerah Musi Banyuasin Mengandung Nilai Sejarah Peninggalan PangeranAy. Tabel 1 : Rekapitulasi Jawaban Kearifan Lokal Pakaian Adat Daerah Musi Banyuasin No. Indikator Sejarah Melayu Masyarakat Adat Muda-Mudi Sejarah Peninggalan Pangeran Kategori Menarik Adat-isti adat Indah Asli Muba Tidak ada Jawaban Menarik Adat-isti adat Indah Asli Muba Tidak ada Jawaban Menarik Adat-isti adat Indah Asli Muba Tidak ada Jawaban Menarik Adat-isti adat Indah Asli Muba Tidak ada Jawaban Jawaban Persentase (%) Dalam pakaian adat tersebut terdapat ciri khasnya tersendiri. Seperti pada busana bujang . yang menggunakan setelan beskap beludru berwarna hijau yang pemakaiannya sedikit berbeda karena dikenakan didalam rumpak songket . iasanya beskap tidak dimasukkan http://jurnal. id/index. php/abditeknika ABDITEKNIKA Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 1 Nomor 1 April 2021 E-ISSN : 2775-1694 dalam songket, kecuali baju telok belang. Kemudian memakai badong . epala sabu. emas dengan keris yang terselip di pinggang bagian depan, gelang dilengan dan menyematkan jam bandul/gantung di bagian dada serta memakai peci mantri berplat kuningan & berhiaskan Sedangkan pada busana gadis . berbentuk baju kurung panjang berbahan beludru berwarna hijau dengan hiasan bunga tabur & pucuk rebung, serta menggunakan kain dan selendang songket berwarna hijau yang bermakna kesuburan. Tak lupa memakai pending . kat pinggang ema. , gelang dan kalung anak ayam. Selain warna hijau, pakaian adat yang menjadi ciri khas pada Kabupaten Musi Banyuasin yaitu AuBusana Bangsawan Marga Mantri MelayuAy. Busana ini dibalut dengan warna agak gelap dan hitam yang dikombinasikan dengan warna kuning emas. Untuk Pakaian ini juga sering digunakan untuk acara pernikahan. Dengan kombinasi warna hitam dan kuning keemasan menjadi salah satu bentuk kemewahan yang terpancar dalam pakaian adat tersebut. Busana ini tidak memakai songket melainkan kain brokat yang dihadiahkan oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagni. Belanda untuk puteri Sultan Abdurahman. Aslinya busana ini dilengkapi dengan anting-anting bulan bintang dan sarung tangan dengan sebilah pisau kecil terselip didalamnya sebagai senjata. Sekilas jubah pada busana ini mirip dengan busana pesiar puteri Keraton Yogyakarta (Mataram Isla. Untuk komponen dan aksesoris yang terdapat di pakaian adat ini utamanya dari Busana Kuyung (Bujan. dan Kupek (Gadi. Muba yang berasal dari Marga Mantri Melayu. Ciri khas busana ini yaitu 'Tanjak Trisula' yang dipakai kuyung. Baju kuyung disebut 'Jubah Pangeran' sedangkan kupek disebut 'Baju Kebesaran Ratu' degan jubah bertingkat dua dan memakai tutup kepala 'Tengkuluk. Konon baju ini merupakan busana ananda puteri daripada Sultan Palembang. DYMM Sri Sultan Susuhan Abdurahman Candiwalang Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam Ratu Jamaluddin Mangkurat (Pangeran Ratu Kiemas Hind. yang dititipkan kepada Puyang Punjung di Marga Punjung Babat Toman untuk diserahkan kepada Puyang Depati di Marga Mantri Melayu. Kesimpulan Adapun kesimpulan yang bisa didapat yaitu, bahwa pakaian adat Musi Banyuasin sangat berkaitan erat dengan sejarah Palembang Darussalam. Adapun namanya yaitu AuBusana Sedekah Bumi Zuriat Puyang Burung Jauh Di Marga Sungai KeruhAy. Busana ini dipakai oleh bangsawan keturunan Puyang Burung Jauh dari Kampung Kertayu. Marga Sungai Keruh. Kabupaten Musi Banyuasin (Mub. Negeri Palembang Darussalam. Makna yang terdapat dalam sejarah tersebut yaitu Perayaan Sedekah Bumi merupakan tradisi adat yang lahir dari bentuk rasa syukur penduduk atas panen yang melimpah dan memohon dijauhkan dari musibah bala bencana sepanjang tahun kedepan. Pakaian adat Musi Banyuasin terdapat ciri khas tersendiri dalam aksesoris dan perpaduan warna busana tersebut. Ucapan Terima Kasih Terima kasih kepada muda mudi masyarakat asli Musi banyuasin yang telah banyak berkontribusi tentang adat-isti adat asli baju kebesaran pangeran yang sampai sekarang masih tetap di pakai pada adat kebesaran. Daftar Pustaka