SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS TRANSFORMASI UMKM JAMUR TIRAM MENUJU SMART ECONOMY: PENGUATAN EKONOMI DESA BLOK 10 MELALUI TEKNOLOGI DAN INOVASI TRANSFORMATION OF OYSTER MUSHROOM SMEs TOWARDS A SMART ECONOMY: STRENGTHENING THE VILLAGE ECONOMY OF BLOCK 10 THROUGH TECHNOLOGY AND INNOVATION Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk1*. Hastuti Handayani Harahap2. Indra Welly Arifin3. Nikson Sitindaon4. Suwadi5 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Karya. Indonesia Email: rudyrajagukguk00241@gmail. com1*, harahaphastutyhandayani@gmail. indrawellyarifin66@gmail. com3, sitindaonnikson@gmail. com4, suwadiwadi5877@gmail. ABSTRAK UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 memiliki potensi ekonomi lokal yang menjanjikan, namun masih menghadapi berbagai kendala seperti produksi manual yang tidak efisien, keterbatasan inovasi produk, serta pemasaran yang masih konvensional. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini bertujuan untuk mendorong transformasi UMKM jamur tiram melalui penerapan teknologi tepat guna, inovasi produk olahan, digitalisasi pemasaran, serta penguatan branding usaha. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pelatihan produksi berbasis inkubator otomatis, pembuatan produk olahan bernilai tambah, aktivasi media sosial dan marketplace digital, serta perancangan identitas visual produk. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi produksi, diversifikasi produk, serta perluasan jangkauan pasar yang berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan UMKM desa menuju integrasi dalam ekosistem smart economy. Kata kunci: UMKM, jamur tiram, smart economy, teknologi tepat guna, inovasi produk, digitalisasi. ABSTRACT The oyster mushroom MSMEs (Micro. Small, and Medium Enterprise. in Blok 10 Village possess significant local economic potential but still face various challenges, including inefficient manual production, limited product innovation, and conventional marketing methods. This Student Creativity Program (PKM) aims to support the transformation of oyster mushroom MSMEs through the application of appropriate technology, product innovation, digital marketing, and branding development. The program was implemented through training in automated incubator-based production, value-added product development, activation of social media and digital marketplaces, and design of product visual The outcomes indicate improved production efficiency, product diversification, and expanded market reach, contributing to the sustainable strengthening of the local village economy. This program is expected to serve as a model for empowering rural MSMEs towards integration into the smart economy Keywords: MSMEs, oyster mushroom, smart economy, appropriate technology, product innovation. PENDAHULUAN UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Namun, keberlanjutan usaha ini terkendala oleh minimnya akses teknologi, strategi pemasaran tradisional, dan kurangnya inovasi dalam proses produksi dan Dalam era digital dan revolusi industri 4. 0, transformasi menuju smart economy merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing dan kesejahteraan masyarakat desa. Volume 4 Nomor 1 . Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk et al Transformasi Umkm Jamur Tiram Menuju Smart Economy: Penguatan Ekonomi Desa Blok 10 Melalui Teknologi Dan Inovasi DOI: https://doi. org/10. 47353/sikemas. Program ini bertujuan untuk memberdayakan UMKM jamur tiram dengan penerapan teknologi tepat guna, digital marketing, dan inovasi produk olahan, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa. UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan. Salah satu sektor yang menjanjikan namun masih kurang tereksplorasi optimal adalah budidaya jamur tiram, yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan potensi pasar yang luas. Di Desa Blok 10, sejumlah pelaku UMKM telah mengembangkan budidaya jamur tiram secara mandiri. Namun, perkembangan usaha tersebut masih stagnan akibat sejumlah kendala klasik seperti keterbatasan teknologi, keterampilan inovasi produk, serta minimnya pemanfaatan media digital dalam pemasaran. Kondisi produksi masih bergantung pada sistem manual yang rentan terhadap perubahan suhu dan kelembaban, menyebabkan kualitas dan kuantitas panen tidak stabil. Selain itu, proses pemasaran masih dilakukan secara konvensional melalui pasar lokal atau dari mulut ke mulut, sehingga jangkauan pasar menjadi sangat terbatas. Padahal, era digital saat ini membuka peluang luas bagi UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem smart economy ekonomi berbasis teknologi informasi, inovasi, dan konektivitas digital. Permasalahan ini tidak hanya menghambat pertumbuhan usaha jamur tiram itu sendiri, tetapi juga berdampak pada perekonomian desa secara keseluruhan. Transformasi menuju smart economy menjadi kebutuhan yang mendesak agar UMKM lokal mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Dengan penerapan teknologi tepat guna dalam produksi, pengembangan inovasi produk turunan jamur, serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace, diharapkan UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 dapat menjadi model penguatan ekonomi desa berbasis teknologi dan inovasi. [Kondisi Eksisting UMKM Jamur Tira. Ie - Produksi manual & tidak stabil - Minim inovasi produk - Pemasaran tradisional - Keterbatasan akses teknologi [Transformasi Menuju Smart Econom. Ie uI Produksi efisien & stabil uI Produk bernilai tambah uI Pemasaran luas & berbasis digital uI Penguatan ekonomi desa Blok 10 [Permasalahan Utama yang Dihadap. Ie O Rendahnya pendapatan & pertumbuhan O Terbatasnya pasar & ketergantungan O Tidak terintegrasi dalam sistem digital [Intervensi Melalui PKM Mahasisw. Ie oa Pelatihan teknologi produksi . nkubator otomatis. OTG) oa Digitalisasi pemasaran (IG. WA Business, e-commerc. oa Inovasi produk olahan . eripik, nugget, abon jamu. oa Penguatan SDM & branding UMKM Gambar 1. Transformasi UMKM Menuju Smart Economy UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 merupakan salah satu potensi ekonomi lokal yang cukup menjanjikan karena tingginya permintaan terhadap produk pangan sehat dan organik. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Berdasarkan kondisi eksisting. UMKM ini masih Volume 4 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS menjalankan proses produksi secara manual dengan kualitas hasil panen yang tidak stabil akibat kurangnya kontrol suhu dan kelembaban pada media tanam. Selain itu, pelaku UMKM cenderung minim melakukan inovasi produk, sehingga hasil panen hanya dijual dalam bentuk mentah, tanpa diversifikasi produk yang bernilai tambah. Masalah lainnya terletak pada sisi pemasaran yang masih bersifat tradisional dan belum menyentuh pemanfaatan teknologi digital. Penjualan hanya dilakukan dalam lingkup pasar lokal atau antar individu, menyebabkan keterbatasan jangkauan dan ketergantungan terhadap pasar Di sisi lain, akses terhadap teknologi informasi juga sangat terbatas, baik dari aspek infrastruktur maupun pengetahuan digital. Hal ini membuat UMKM tidak terintegrasi dalam ekosistem digital yang menjadi ciri utama ekonomi modern. Kondisi tersebut mengakibatkan pendapatan usaha yang rendah, laju pertumbuhan yang lambat, serta kerentanan terhadap fluktuasi pasar dan harga. UMKM belum mampu menembus pasar yang lebih luas dan berkelanjutan, serta belum terlibat dalam ekosistem ekonomi digital yang semakin mendominasi perdagangan saat ini. Masalah struktural dan manajerial ini menuntut adanya intervensi yang tepat, terukur, dan inovatif agar UMKM tidak tertinggal dalam proses transformasi ekonomi Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), diusulkan serangkaian intervensi strategis untuk mentransformasi UMKM jamur tiram menuju smart economy. Pertama, dilakukan pelatihan teknologi produksi dengan memperkenalkan alat bantu seperti inkubator otomatis berbasis OTG yang dapat menjaga kestabilan suhu dan kelembaban, sehingga produktivitas Kedua, diterapkan digitalisasi pemasaran dengan membangun akun Instagram bisnis. WhatsApp Business, dan toko online di marketplace, sehingga pelaku usaha bisa menjangkau konsumen lebih luas dan real-time. Langkah ketiga adalah pengembangan inovasi produk turunan seperti keripik jamur, nugget jamur, dan abon jamur yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya simpan lebih lama. Keempat, dilakukan penguatan kapasitas SDM UMKM dalam hal manajemen, branding, pengemasan, dan storytelling produk, agar citra UMKM lebih profesional dan menarik bagi konsumen modern. Dari seluruh intervensi tersebut, diharapkan akan terjadi transformasi signifikan: proses produksi menjadi lebih efisien dan stabil, produk jamur memiliki nilai tambah dan daya saing, pemasaran berbasis digital menjangkau pasar lebih luas, serta ekonomi desa Blok 10 menjadi lebih tangguh dan adaptif dalam menghadapi era digital. Inisiatif ini bukan hanya memperkuat daya saing UMKM lokal, tetapi juga menjadi model replikasi bagi desa-desa lainnya dalam membangun ekonomi desa berbasis teknologi dan inovasi. Permasalahan yang dihadapi oleh UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 merupakan potret nyata dari tantangan struktural yang dihadapi oleh banyak pelaku usaha mikro di daerah pedesaan: rendahnya akses terhadap teknologi, keterbatasan kapasitas manajerial, serta minimnya inovasi dan strategi pemasaran yang adaptif terhadap era digital. Padahal. UMKM merupakan tulang punggung ekonomi lokal dan berperan strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, mengurangi pengangguran, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari bawah. Urgensi utama dari program ini adalah karena ketertinggalan UMKM dari tren transformasi digital yang sedang berlangsung secara masif. Tanpa adanya intervensi nyata. UMKM seperti jamur tiram di Desa Blok 10 akan semakin tertinggal dalam kompetisi pasar. Volume 4 Nomor 1 . Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk et al Transformasi Umkm Jamur Tiram Menuju Smart Economy: Penguatan Ekonomi Desa Blok 10 Melalui Teknologi Dan Inovasi DOI: https://doi. org/10. 47353/sikemas. baik di tingkat lokal maupun nasional. Ketergantungan pada metode konvensional bukan hanya membatasi potensi pertumbuhan, tetapi juga menciptakan kerentanan terhadap guncangan eksternal seperti inflasi harga bahan baku, penurunan daya beli, atau perubahan preferensi Selain itu, era revolusi industri 4. 0 dan ekonomi digital menuntut pelaku UMKM untuk beradaptasi secara cepat dan tepat. Transformasi ke arah smart economy bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan mutlak agar UMKM tetap relevan dan berdaya saing. Oleh karena itu, kegiatan PKM ini memiliki urgensi tinggi sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendampingi masyarakat desa beradaptasi terhadap perubahan zaman melalui pendekatan teknologi dan inovasi. Program ini mendesak untuk dilaksanakan karena akan memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi pelaku UMKM, seperti peningkatan efisiensi produksi melalui penerapan teknologi tepat guna (OTG), perluasan pasar melalui pemasaran digital, serta peningkatan pendapatan melalui diversifikasi produk jamur tiram. Selain itu, keberhasilan program ini juga dapat menjadi model pembelajaran dan pemberdayaan desa lain dalam mewujudkan kemandirian ekonomi lokal berbasis potensi unggulan. Lebih luas lagi, program ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam mendorong digitalisasi UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, serta pembangunan desa berbasis inovasi. Mahasiswa, sebagai agen perubahan, memiliki peran penting dalam menjadi jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan riil Oleh karena itu, program PKM ini bersifat urgen dan strategis, baik dalam konteks pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi desa, maupun pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Identifikasi Masalah Berdasarkan hasil observasi awal dan analisis terhadap kondisi UMKM jamur tiram di Desa Blok 10, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan utama sebagai berikut: Proses produksi masih konvensional, tanpa dukungan teknologi tepat guna sehingga produktivitas dan kualitas panen tidak stabil. Keterbatasan dalam inovasi produk, karena hasil budidaya hanya dijual dalam bentuk mentah tanpa diolah menjadi produk bernilai tambah. Strategi pemasaran yang belum menyentuh aspek digital, mengakibatkan terbatasnya jangkauan pasar dan rendahnya daya saing. Kurangnya kemampuan SDM UMKM dalam manajemen usaha, branding, dan pengemasan produk secara modern. Belum adanya integrasi UMKM ke dalam ekosistem smart economy yang mengandalkan teknologi, inovasi, dan konektivitas digital. Tujuan Kegiatan Kegiatan ini dirancang untuk menjawab permasalahan di atas dan secara spesifik bertujuan Mentransformasi proses produksi jamur tiram melalui penerapan teknologi tepat guna agar lebih efisien, stabil, dan berkelanjutan. Mendorong pengembangan inovasi produk jamur tiram menjadi produk olahan . eripik, nugget, abo. yang memiliki nilai tambah dan daya simpan tinggi. Volume 4 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS Meningkatkan literasi digital dan keterampilan pemasaran online bagi pelaku UMKM agar mampu memasarkan produk secara luas melalui platform digital. Membangun sistem branding, kemasan, dan identitas usaha yang menarik dan profesional. Mewujudkan UMKM berbasis teknologi dan inovasi sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa dalam kerangka smart economy. Luaran yang Diharapkan Dari kegiatan PKM ini, diharapkan tercapai luaran sebagai berikut: Peningkatan kapasitas produksi UMKM jamur tiram dengan dukungan teknologi . isalnya inkubator jamur otomatis berbasis OTG). Terciptanya produk olahan jamur tiram seperti keripik jamur, nugget jamur, atau abon jamur sebagai bentuk diversifikasi usaha. Tersedianya media pemasaran digital aktif (Instagram Business. WhatsApp Business, dan marketplac. untuk memperluas jangkauan pasar. Desain kemasan produk dan branding yang menarik dan kompetitif, serta label produk UMKM yang telah memiliki identitas visual. Panduan digitalisasi UMKM . odul/ebook sederhan. sebagai bahan edukasi dan keberlanjutan program. Artikel ilmiah populer atau laporan kegiatan sebagai dokumentasi hasil implementasi Peningkatan penghasilan dan skala usaha UMKM jamur tiram, serta kontribusi terhadap penguatan ekonomi Desa Blok 10 secara menyeluruh. METODELOGI PELAKSANAAN Kegiatan ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Identifikasi Masalah dan Kebutuhan UMKM budidaya jamur tiram di Desa Blok 10 menunjukkan potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal berbasis pertanian terpadu. Namun, potensi ini belum mampu dimaksimalkan secara optimal akibat sejumlah kendala mendasar yang bersifat teknis, manajerial, maupun struktural. Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi dengan pelaku UMKM serta perangkat desa, dapat diidentifikasi beberapa permasalahan utama berikut ini: Produksi Belum Menggunakan Teknologi Tepat Guna Proses budidaya jamur tiram masih dilakukan secara manual tanpa pengendalian suhu dan kelembaban otomatis. Hal ini menyebabkan kualitas dan kuantitas panen menjadi tidak konsisten, serta rentan terhadap perubahan iklim mikro. UMKM membutuhkan alat bantu seperti inkubator jamur otomatis berbasis energi hemat (OTG). Minimnya Inovasi Produk Olahan Hasil panen jamur tiram hanya dijual dalam bentuk segar/mentah, tanpa pengolahan lebih Kondisi ini membatasi nilai jual produk dan memperpendek masa simpan. Pelaku UMKM membutuhkan pelatihan dan pendampingan dalam pengolahan produk turunan, seperti keripik jamur, abon, atau nugget jamur. Strategi Pemasaran Masih Konvensional Volume 4 Nomor 1 . Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk et al Transformasi Umkm Jamur Tiram Menuju Smart Economy: Penguatan Ekonomi Desa Blok 10 Melalui Teknologi Dan Inovasi DOI: https://doi. org/10. 47353/sikemas. Sebagian besar pelaku usaha hanya mengandalkan penjualan dari mulut ke mulut dan pasar tradisional setempat. Belum ada pemanfaatan media sosial, marketplace, atau e-commerce. UMKM membutuhkan akses terhadap literasi digital dan sarana pemasaran online agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan modern. Keterbatasan Kemampuan Manajerial dan Branding Produk Pelaku UMKM belum memahami pentingnya identitas merek, kemasan menarik, dan sistem pencatatan keuangan sederhana. UMKM membutuhkan pelatihan branding, desain kemasan, serta manajemen usaha sederhana agar produk lebih kompetitif dan profesional. Belum Terintegrasi ke dalam Ekosistem Smart Economy UMKM di Desa Blok 10 masih terisolasi dari perkembangan ekonomi digital dan inovasi berbasis teknologi. Untuk mendorong transformasi menuju ekonomi desa yang cerdas . mart econom. , dibutuhkan program pendampingan berbasis kolaborasi antara mahasiswa, teknologi, dan masyarakat. Kebutuhan Utama yang Teridentifikasi: Kebutuhan Solusi yang Diberikan Melalui PKM Alat produksi yang efisien dan Inkubator jamur otomatis berbasis OTG Pelatihan inovasi dan pembuatan produk olahan Produk jamur bernilai tambah Pembuatan akun IG. WA Business, dan Pemasaran digital Peningkatan manajemen dan Pelatihan desain kemasan, logo, label, dan Edukasi teknologi dan ekonomi Modul digitalisasi UMKM dan pelatihan penggunaan IT Sasaran Kegiatan Sasaran utama dari kegiatan ini adalah: Sasaran Penjelasan Pelaku UMKM Sebagai penerima manfaat langsung dari kegiatan, termasuk Jamur Tiram di Desa peningkatan teknologi produksi, inovasi produk, pemasaran digital. Blok 10 dan manajemen usaha. Secara tidak langsung akan menerima dampak ekonomi melalui Masyarakat Desa peningkatan penghasilan UMKM, peluang kerja, dan penguatan Blok 10 ekonomi desa. Mahasiswa Sebagai pelaksana yang menerapkan ilmu dan keterampilan dalam Pelaksana PKM menyelesaikan masalah nyata di masyarakat. Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian Perguruan Tinggi kepada masyarakat dan hilirisasi hasil riset. Jadwal Kegiatan Tabel berikut menunjukkan rencana pelaksanaan kegiatan: Volume 4 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS Bulan / Minggu Kegiatan Juni 2025 (Minggu 1Ae Survei lapangan, koordinasi dengan mitra UMKM dan pemerintah desa, pengumpulan data awal, pemetaan masalah dan kebutuhan Desain program, pengadaan alat inkubator jamur otomatis, desain pelatihan, pembuatan media edukasi dan branding awal Pelatihan inovasi produk olahan . bon, nugget, keripik jamu. , uji coba produksi, desain kemasan produk Juni 2025 (Minggu 3Ae Pelatihan digital marketing (IG Business. WA Business, marketplac. , aktivasi akun dan pelatihan penggunaan Evaluasi dan penguatan SDM UMKM, revisi produk, dokumentasi hasil kegiatan, publikasi artikel populer dan laporan akhir Serah terima alat dan media edukasi, presentasi hasil kegiatan, dan perencanaan keberlanjutan program bersama UMKM dan desa Anggaran Biaya Rincian anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan adalah sebagai berikut . isesuaikan untuk proposal PKM 5 Bidang maksimal Rp 6. Uraian Penggunaan Dana Jumlah (R. Pengadaan inkubator jamur otomatis . Bahan baku dan media tanam jamur . erbuk kayu, bibit, dl. Bahan pembuatan produk olahan jamur Pelatihan dan workshop . odul, alat tulis, konsums. Desain dan cetak kemasan, label, dan branding Pengembangan dan aktivasi akun digital (IG. WA. Transportasi dan koordinasi lapangan Dokumentasi, publikasi, dan pelaporan akhir Biaya tidak terduga Total Dokumentasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat jamur tiram pada UMKM di Desa Blok 10 Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi dalam mendorong pemberdayaan UMKM lokal melalui pendekatan teknologi, inovasi, dan digitalisasi. Dokumentasi kegiatan dilakukan secara sistematis mulai dari tahap persiapan hingga evaluasi Berikut rangkuman dokumentasi berdasarkan tahapan kegiatan: Volume 4 Nomor 1 . Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk et al Transformasi Umkm Jamur Tiram Menuju Smart Economy: Penguatan Ekonomi Desa Blok 10 Melalui Teknologi Dan Inovasi DOI: https://doi. org/10. 47353/sikemas. Gambar 2. Observasi Awal dan Koordinasi dengan Mitra Kegiatan awal dimulai dengan kunjungan ke lokasi UMKM jamur tiram di Desa Blok 10. Dilakukan wawancara dan observasi langsung terhadap proses budidaya, produksi, serta Koordinasi bersama pelaku UMKM untuk menjelaskan tujuan program PKM dan rencana intervensi kegiatan. Gambar 3. Diskusi Pemanfaat Kemasan Jamur Tiram Kemasan memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai jual, kualitas tampilan, dan daya saing produk UMKM, termasuk pada produk jamur tiram. Dalam konteks pengembangan usaha jamur tiram di Desa Blok 10, pemanfaatan kemasan tidak hanya bertujuan untuk Volume 4 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS melindungi produk, tetapi juga sebagai sarana komunikasi dan identitas usaha yang mampu membentuk persepsi positif konsumen. Gambar 4. Diskusi Bagaimana Proses Produksi Jamur Tiram Dalam diskusi ini teridentifikasi bahwa pelaku usaha masih menggunakan metode manual dengan tingkat keberhasilan yang fluktuatif, terutama karena belum adanya alat bantu seperti inkubator otomatis atau sistem pengendalian kelembapan dan suhu. Selain itu, proses sterilisasi masih dilakukan secara tradisional menggunakan drum uap sederhana tanpa pengatur suhu yang Tim PKM memberikan masukan terkait teknologi tepat guna yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas produksi, termasuk penggunaan inkubator untuk pengeringan olahan jamur, serta tata letak kumbung jamur yang optimal. Diskusi ini menjadi titik awal penting dalam merancang pelatihan dan pendampingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan mitra. HASIL DAN PEMBAHASAN Aspek Produksi dan Teknologi Tepat Guna dan Bagaimana meningkatkan efisiensi dan stabilitas produksi jamur tiram pada UMKM di Desa Blok 10 melalui penerapan teknologi tepat guna Produksi jamur tiram di Desa Blok 10 saat ini masih dilakukan secara manual dengan sarana yang sangat terbatas. Proses budidaya mengandalkan inkubasi alami dalam ruangan yang tidak memiliki sistem pengatur suhu dan kelembapan yang konsisten. Akibatnya, pertumbuhan jamur kerap tidak stabil, waktu panen tidak menentu, dan kualitas hasil budidaya bervariasi. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas dan pendapatan pelaku UMKM. Untuk menjawab tantangan ini, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) akan melakukan intervensi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa inkubator jamur otomatis berbasis sensor suhu dan kelembapan. Teknologi ini dirancang secara sederhana namun fungsional, dengan memanfaatkan komponen seperti thermostat digital, humidifier, dan kipas ventilasi yang dapat dikontrol otomatis. Peralatan ini juga dapat dirakit menggunakan bahan lokal dengan biaya yang relatif terjangkau, sehingga sesuai dengan kapasitas finansial dan daya dukung lingkungan UMKM desa. Volume 4 Nomor 1 . Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk et al Transformasi Umkm Jamur Tiram Menuju Smart Economy: Penguatan Ekonomi Desa Blok 10 Melalui Teknologi Dan Inovasi DOI: https://doi. org/10. 47353/sikemas. Melalui penerapan alat ini, proses pertumbuhan jamur dapat dikendalikan secara lebih efisien dan seragam. Kelembapan udara yang ideal untuk jamur tiram . ekitar 80Ae90%) serta suhu yang stabil . Ae28AC) menjadi faktor kunci yang dapat dicapai dengan teknologi ini. Hal ini memungkinkan waktu panen menjadi lebih terprediksi, jumlah hasil meningkat, dan kualitas jamur lebih baikAibaik dari sisi bentuk, tekstur, maupun rasa. Tidak hanya penyediaan alat, kegiatan ini juga akan dilengkapi dengan pelatihan teknis bagi pelaku UMKM, mulai dari cara penggunaan, perawatan alat, hingga monitoring pertumbuhan jamur secara mandiri. Mahasiswa pelaksana PKM akan melakukan pendampingan langsung di lapangan agar proses alih teknologi berjalan efektif. Dengan pendekatan ini, produksi jamur tiram di Desa Blok 10 diharapkan dapat mengalami transformasi dari sistem tradisional ke arah sistem produksi modern yang efisien, terkontrol, dan berkelanjutan. Langkah ini menjadi fondasi penting dalam upaya mewujudkan UMKM desa yang siap bersaing di era smart economy. Aspek Inovasi Produk dan Diversifikasi Olahan dan Bagaimana mendorong inovasi produk olahan jamur tiram agar memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh pelaku UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 adalah terbatasnya bentuk produk yang ditawarkan kepada pasar. Saat ini, sebagian besar hasil panen hanya dijual dalam bentuk jamur segar. Produk segar memiliki masa simpan yang sangat singkat dan sangat tergantung pada permintaan harian yang fluktuatif. Hal ini menyebabkan potensi kerugian tinggi jika tidak segera laku dijual. Selain itu, ketergantungan pada satu jenis produk membuat pelaku UMKM sangat rentan terhadap penurunan permintaan dan tekanan harga pasar. Pengembangan produk ini akan mengacu pada prinsip produk sehat, praktis, dan ramah lingkungan. Proses pelatihan akan mencakup teknik pengolahan sederhana dengan peralatan yang bisa dimiliki atau dibangun oleh UMKM, seperti alat penggoreng sederhana, spinner minyak, dan pengemas manual. Pelatihan juga mencakup uji rasa, uji daya tahan, serta penyusunan takaran bahan baku agar produk konsisten dan aman dikonsumsi. Selain sisi teknis, mahasiswa pelaksana PKM juga akan membantu UMKM dalam melakukan riset pasar mini untuk mengetahui selera konsumen lokal dan potensial. Ini bertujuan agar inovasi produk tidak hanya sekadar baru, tetapi juga relevan dengan kebutuhan pasar dan tren gaya hidup sehat yang terus berkembang. Dengan pendekatan ini. UMKM tidak hanya mampu mengurangi risiko kerugian akibat produk tidak laku dalam bentuk segar, tetapi juga meningkatkan nilai jual dan memperluas segmen pasar. Inovasi ini juga membuka peluang masuk ke pasar oleh-oleh khas desa, gerai kuliner lokal, hingga platform e-commerce makanan Melalui kegiatan ini, inovasi produk jamur tiram menjadi pintu masuk penting untuk mendorong transformasi UMKM Desa Blok 10 menuju ekonomi desa berbasis kreativitas, kemandirian, dan daya saing tinggi. Aspek Pemasaran dan Digitalisasi dan Bagaimana meningkatkan kapasitas pemasaran UMKM jamur tiram melalui pemanfaatan platform digital dan media sosial Pemasaran menjadi salah satu kelemahan utama dalam pengelolaan UMKM jamur tiram di Desa Blok 10. Selama ini, penjualan produk hanya mengandalkan cara-cara tradisional seperti menjajakan langsung ke pasar, dari mulut ke mulut, atau mengandalkan pelanggan tetap di sekitar desa. Metode ini sangat terbatas jangkauannya dan kurang efektif dalam menjangkau Volume 4 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS konsumen yang lebih luas, terutama di era digital yang serba cepat dan kompetitif. Dalam rangka meningkatkan daya saing dan memperluas pasar UMKM, program PKM ini akan menghadirkan pendekatan strategis melalui digitalisasi pemasaran. Kegiatan ini akan dimulai dengan pelatihan dan pendampingan dalam pemanfaatan platform digital yang mudah digunakan oleh pelaku UMKM, seperti: Instagram Business, untuk membangun identitas visual dan menjangkau konsumen muda. WhatsApp Business, untuk komunikasi profesional, fitur katalog produk, dan auto-reply Marketplace lokal atau nasional (Tokopedia. Shope. , untuk memperluas jangkauan penjualan secara daring. Melalui pelatihan ini, pelaku UMKM akan dibimbing untuk membuat dan mengelola akun media sosial, merancang konten pemasaran sederhana . oto produk, testimoni, promos. , serta memanfaatkan fitur interaktif yang ada, seperti story, live video, hingga tautan katalog. Tak hanya itu, strategi digitalisasi juga mencakup penguatan pada sisi komunikasi merek dan pelayanan pelanggan digital. Pelaku usaha akan diberi wawasan mengenai pentingnya kecepatan merespons pesan, menjaga estetika tampilan digital, serta penggunaan bahasa promosi yang menarik dan sopan. Langkah ini sangat penting mengingat tren konsumen saat ini lebih banyak mengakses informasi dan melakukan transaksi melalui gawai dan media sosial. Dengan digitalisasi pemasaran. UMKM jamur tiram Desa Blok 10 tidak lagi bergantung hanya pada pasar lokal, melainkan dapat menembus pasar luar daerah bahkan luar pulau secara daring. Selain itu, penggunaan media sosial juga membantu membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, mendorong pemasaran dari mulut ke mulut secara digital . igital word of mout. , serta memungkinkan pelaku UMKM untuk memantau tren dan preferensi pasar secara real-time. Dengan adanya digitalisasi pemasaran ini, kapasitas promosi dan penjualan UMKM jamur tiram akan meningkat secara signifikan. Ini menjadi langkah penting menuju transformasi UMKM berbasis teknologi dan informasi, sekaligus memperkuat peran ekonomi digital dalam mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Aspek Branding dan Identitas Produk dan Bagaimana membangun identitas usaha dan sistem branding yang menarik untuk produk jamur tiram Desa Blok 10 Dalam dunia usaha, khususnya di era ekonomi digital dan kompetisi terbuka, identitas produk dan kekuatan merek . menjadi kunci untuk membedakan suatu produk dari Sayangnya. UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 masih belum memiliki identitas usaha yang kuat. Produk yang dijual belum memiliki nama usaha, logo, desain kemasan yang menarik, atau citra merek yang mudah dikenali oleh konsumen. Hal ini membuat produk sulit dikenali, kurang menarik di pasar, dan tidak memiliki nilai emosional atau eksklusivitas di mata Melalui kegiatan PKM ini, akan dilakukan intervensi strategis berupa pembangunan sistem branding dan identitas produk yang dirancang secara sederhana namun efektif. Langkah pertama adalah membantu UMKM menentukan nama merek . rand nam. yang mencerminkan karakter lokal, nilai usaha, dan keunikan jamur tiram yang dihasilkan. Selanjutnya, tim pelaksana akan Volume 4 Nomor 1 . Frederick Rudy Sentosa Rajagukguk et al Transformasi Umkm Jamur Tiram Menuju Smart Economy: Penguatan Ekonomi Desa Blok 10 Melalui Teknologi Dan Inovasi DOI: https://doi. org/10. 47353/sikemas. merancang logo dan slogan produk yang mudah diingat, serta menciptakan desain kemasan yang fungsional, menarik, dan ramah lingkungan. Branding tidak hanya terbatas pada desain visual, tetapi juga mencakup narasi dan pesan yang ingin disampaikan ke konsumen. Dalam hal ini, akan dibangun cerita merek . rand stor. yang menonjolkan nilai-nilai lokal seperti kearifan desa, budidaya alami, serta semangat wirausaha masyarakat. Cerita ini akan dituangkan dalam narasi pada kemasan maupun media sosial, sehingga konsumen memiliki emosional bonding terhadap produk. Kemasan juga akan dirancang sesuai standar dasar produk olahan pangan, seperti Nama produk Komposisi bahan Tanggal kedaluwarsa Berat bersih Logo halal atau lokal apabila memungkinkan Dengan sistem branding yang kuat, produk jamur tiram dari Desa Blok 10 akan memiliki daya tarik visual yang lebih tinggi, kredibilitas yang lebih baik, serta mudah dikenali oleh konsumen di pasar lokal maupun daring. Branding juga menjadi dasar untuk pengembangan usaha lebih lanjut, seperti perluasan produk, kemitraan distribusi, dan promosi digital. Penerapan branding ini akan diikuti dengan pelatihan dan pendampingan praktis kepada pelaku UMKM, agar mereka memahami pentingnya membangun dan menjaga citra merek secara berkelanjutan. Melalui upaya ini. UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi juga pemilik merek lokal yang kuat, yang mampu bersaing dalam ekosistem smart economy dan menjadi kebanggaan desa. Aspek Keberlanjutan dan Integrasi Smart Economy dan Bagaimana mengintegrasikan UMKM jamur tiram ke dalam ekosistem smart economy untuk mendukung penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan Dalam era transformasi digital dan ekonomi berbasis informasi, konsep smart economy menuntut pelaku usahaAitermasuk UMKMAiuntuk tidak hanya fokus pada produksi dan penjualan, tetapi juga pada efisiensi, inovasi, teknologi, dan keberlanjutan. UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 memiliki potensi besar untuk masuk ke dalam ekosistem ini, asalkan diberdayakan secara sistematis dengan pendekatan terintegrasi. Smart economy menekankan kolaborasi antara teknologi, kewirausahaan, dan keberlanjutan ekonomi lokal. Dalam konteks ini, program PKM tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi dan pemasaran, tetapi juga membangun pondasi keberlanjutan usaha yang mencakup aspek teknologi tepat guna, inovasi produk, branding, dan digitalisasi secara terpadu. Integrasi UMKM jamur tiram ke dalam smart economy dilakukan melalui beberapa langkah strategis, antara lain: Pemanfaatan teknologi sederhana namun cerdas, seperti inkubator otomatis, sistem kontrol kelembapan, dan pelaporan panen berbasis digital sederhana (Excel/Google Shee. , untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Volume 4 Nomor 1 . SiKemas Journal Jurnal Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN . : 2962-3324 | https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIKEMAS Digitalisasi pemasaran dan komunikasi bisnis, melalui media sosial dan platform ecommerce, yang memungkinkan UMKM menjangkau pasar yang lebih luas dengan biaya Penguatan manajemen usaha dan pencatatan keuangan digital, agar pelaku UMKM dapat membuat keputusan usaha berbasis data dan membangun track record usaha yang kredibel. Penerapan prinsip circular economy, misalnya dengan memanfaatkan limbah serbuk kayu dan limbah jamur untuk pakan ternak atau kompos, guna mendukung keberlanjutan lingkungan. Konektivitas sosial dan ekonomi dengan aktor lokal lainnya, seperti kelompok tani, koperasi desa, dan sekolah kejuruan, untuk membangun ekosistem usaha yang saling mendukung dan Semua upaya ini akan diarahkan untuk menjadikan UMKM jamur tiram sebagai model wirausaha desa berbasis teknologi dan inovasi, yang bukan hanya bertahan di pasar, tetapi juga berkembang secara mandiri dan inklusif. Pendekatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan PKM semata, tetapi membuka peluang berkelanjutan untuk replikasi di desa-desa lain dan potensi pendampingan lanjutan melalui kolaborasi dengan pemerintah desa atau mitra strategis lainnya. Dengan terintegrasinya UMKM jamur tiram dalam kerangka smart economy. Desa Blok 10 dapat mengalami penguatan ekonomi lokal secara menyeluruh: menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta membangun desa yang mandiri dan adaptif terhadap perkembangan zaman. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) ini dirancang untuk mendorong transformasi UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 ke arah yang lebih produktif, inovatif, dan berdaya saing melalui pendekatan teknologi tepat guna, digitalisasi, inovasi produk, branding, dan integrasi ke dalam ekosistem smart economy. Permasalahan yang selama ini membelenggu UMKM seperti proses produksi yang manual, pemasaran tradisional, dan minimnya nilai tambah produk, diatasi melalui intervensi strategis yang sistematis dan berbasis pemberdayaan. Kegiatan ini tidak hanya menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan pemasaran, tetapi juga memperkuat identitas usaha, memperluas akses pasar, serta membangun fondasi keberlanjutan yang mengarah pada kemandirian ekonomi desa. Melalui pelatihan, pendampingan, serta digitalisasi sistem usaha, program ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan UMKM berbasis desa yang tangguh dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi modern. Dengan terlaksananya program ini, diharapkan UMKM jamur tiram di Desa Blok 10 mampu naik kelas: menjadi bagian aktif dari ekonomi digital, meningkatkan pendapatan, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan inklusif. DAFTAR PUSTAKA