Upaya Pondok Pesantren Dalam Pemberdayaan Santri Melalui Kewirausahaan Di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Syaik Abdillah1. Lukman Nulhakim2 STAI Al Musadadiyah Garut abdillah@stai-musaddadiyah. 1513@stai-musaddadiyah. DOI : 10. 37968/jhesy. Abstrak Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut adalah salah satu pesantren yang berbasis enterpreneur . , tidak hanya bergerak dibidang pendidikan agama saja akan tetapi santri juga diajarkan untuk berwirausaha, yang tujuannya adalah agar setelah santri keluar dari pondok pesantren dapat mandiri dan memiliki keterampilan. Dalam praktiknya Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut selalu meningkatkan kemampuan seluruh santrinya, agar bukan hanya secara materi saja mereka memahaminya dan menguasainya akan tetapi lebih jauh mereka secara paraktik maupun pengaplikasiannya. Adapun permasalahan yang dibahas adalah upaya pemberdayaan Santri berbasis wirausaha di pondok pesantren Nurul Hidayah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian lapangan dalam pengumpulan data pada metode ini dilakukan melalui interview, observasi, dokumentasi, untuk mendapatkan data tentang pemberdayaan kewirausahaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut, setelah semua data terkumpul maka penulis menganalisis data tersebut dengan analisis data yang menggunakan metode berfikir secara deduktif. Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan tiga upaya pemberdayaan yang dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut. Pertama, dengan menciptakan nuansa atau suasana yang dapat memunculkan bakat atau potensi para santri. Kedua, dengan memperkuat bakat dan potensi yang dimiliki oleh para santri dalam berwirausaha. Ketiga, dengan meningkatkan minat partisipasi para santri melalui penerapan macam-macam peraturan yang mewajibkan para santri untuk ikut serta dalam kegiatan kewirausahaan pesantren. Kata Kunci: Pemberdayaan. Kewirausahaan. Pondok Pesantren Abstract Nurul Hidayah Islamic Boarding School in Karangtengah Garut is one of the boarding schools based on entrepreneurship. It is not only focused on religious education but also teaches its students entrepreneurship skills. The goal is for students to become self-reliant and skilled individuals after leaving Hak Cipta . 2022 Jurnal Hukum Ekonomi Syariah (JHESY) Abdillah. Nulhakim Jurnal Jhesy Vol. No. the boarding school. In practice. Nurul Hidayah Islamic Boarding School constantly enhances the abilities of all its students, ensuring they not only understand but also practically apply and master the skills. The issue addressed in this study is the empowerment efforts of entrepreneurial-based students at Nurul Hidayah Islamic Boarding School. The researcher conducted field research to collect data, employing methods such as interviews, observations, and documentation to gather information about entrepreneurial empowerment at Nurul Hidayah Islamic Boarding School. After gathering all the data, the researcher analyzed it using deductive thinking methods. The results of the study show three empowerment efforts undertaken at Nurul Hidayah Islamic Boarding School in Karangtengah Garut. Firstly, by creating an atmosphere conducive to bringing out the talents or potential of the students. Secondly, by strengthening the talents and potential of the students in entrepreneurship. Thirdly, by increasing the participation interest of the students through the implementation of various regulations that require students to participate in entrepreneurial activities at the boarding school. Keywords: Empowerment. Entrepreneurship. Islamic Boarding School Pendahuluan Sebagai makhluk sosial, manusia mempunyai angan-angan dan cita-cita untuk hidup bersama dengan damai dan sejahtera. Terlebih di era modern ini tidaklah mungkin bagi seseorang secara layak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari atau kerja sama dengan orang lain. Oleh karena itu, kerjasama antara seseorang dengan orang lain merupakan suatu kebutuhan-kebutuhan yang berbentuk dalam berbagai jenis, misalnya saja dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak bisa terlepas dari kehidupan berupa uang, padahal ia memiliki sejumlah barang yang dapat dinilai dengan uang. Dalam kondisi seperti ini seseorang dapat melakukan beberapa mekanisme yang sangat mudah guna mendapatkan uang. Salah satu mekanisme tersebut, misalnya dengan melakukan usaha mandiri atau lebih sering disebut dengan wirausaha. Salah satu yang menjadi masalah mendasar hingga saat ini atau menjadi problem terbesar dari Bangsa Indonesia menghadapi tantangan pembangunan ekonomi dan Pembangunan ekonomi akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi suatu negara. Untuk mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, maka harus dilakukan upaya penanggulangan kemiskinan. Penanggulangan kemiskinan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah. Penanggulangan kemiskinan mencakup aspek yang sangat luas, baik aspek ekonomi, sosial, budaya, bahkan politik. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Jurnal JHESY Vol. No. Abdillah. Nulhakim Namun, bangsa Indonesia saat ini dihadapkan pada dilema yang sangat kacau dalam pembangunan ekonomi rakyatnya, yang berdampak pada munculnya ketimpangan ekonomi di semua lapisan masyarakat. Hal ini disebabkan karena pembangunan ekonomi yang diterapkan tidak mampu menyerap potensi ekonomi masyarakat kelas bawah, termasuk angkatan kerja sebagai salah satu penyumbang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan. Dalam hal ini banyak pihak yang dalam tanda kutip kurang yakin bahwa kewirausahaan yang dilakukan masyrakat dapat diajarkan melalui jalur pendidikan. Mereka yang berpendapat kurang optimis ini bertumpu pada keyakinan bahwa kewirausahaan hanyalah suatu properti mereka bersikap dan berperilaku karena dipengaruhi oleh masyarakat dan sikap mental. Karena faktor keturunan, seseorang bisa menjadi wirausaha. Dengan kata lain, ia menjadi pengusaha karena lingkungan, relasi, dan orang tuanya. Sehingga pendidikan formal yang dimaksudkan untuk membangun kewirausahaan melalui proses intervensi yang terencana dan terkendali, tidak menjadi suatu Mereka hanya percaya pada tatanan alam. Salah satu organisasi yang mengkhawatirkan usaha bisnis adalah sekolah Islami atau lebih dikenal dengan nama pesantren. Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang mengkaji, memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam dengan tetap menekankan perlunya etika yang ketat dalam kehidupan sehari-hari. Dibandingkan dengan kerangka waktu perintis, arah perubahan alam terjadi di sekolah-sekolah tempat tinggal. Jika tujuan pesantren selama ini adalah untuk mengambil bagian dalam perjuangan politik untuk otonomi dan untuk membebaskan masyarakat dari belenggunya, kegiatan yang mendominasi, maka pada saat itu, selama masa kemajuan ini, telah bergerak ke arah moneter. Pesantren saat ini telah melakukan banyak perbaikan, hal ini disebabkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi, permintaan publik dan pengaturan pemerintah terkait dengan kerangka pelatihan. Pesantren adalah fondasi pengajaran kepercayaan di Indonesia, jika dibandingkan dengan organisasi pendidikan dan pendidikan yang muncul di Indonesia, pesantren adalah kerangka sekolah yang paling berpengalaman saat ini dan dipandang sebagai hasil dari budaya Indonesia. Selain itu, dapat dikatakan bahwa pesantren adalah organisasi islam yang sarat dengan kualitas dan adat istiadat yang terhormat yang telah menjadi atribut pesantren dalam hampir keseluruhan rangkaian pengalamannya. Mungkin kualitas-kualitas tersebut memiliki peluang yang cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai alasan untuk bereaksi terhadap globalisasi dan berbagai isu yang dihadapi pesantren, khususnya dan daerah yang lebih luas sebagai aturan umum, seperti otonomi, kerja keras, kejujuran, dan usaha. Salah satunya dengan memupuk watak kebebasan siswa adalah pesantren Nurul Hidayah Karangtengah-Garut. Ini terlihat dari beberapa petunjuk yang mengarah pada produksi kebebasan. Misalnya, https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Abdillah. Nulhakim Jurnal Jhesy Vol. No. dalam membina kerangka pengajaran pesantren, ia berangkat untuk menjadi beragam dengan menumbuhkan akhlak dan latihan keuangan yang andal di mana semua unit khusus di pesantren dikendalikan oleh siswa yang sebenarnya. Jadi ia memiliki kualitas sendiri dan mandiri. Pesantren Nurul Hidayah KarangtengahGarut merupakan salah satu pesantren yang terbukti memiliki kerangka pengajaran pesantren yang menyamarkan sifat-sifat wirausaha . emadai, terorganisir dan terkoordinasi secara mendasa. baik dari segi substansi maupun teknik. Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah-Garut sejak awal berdirinya telah menjalankan usaha bisnis di mana semua latihan bisnis dari interaksi penciptaan yang mendasari hingga menjadi barang dagangan yang lengkap dilakukan oleh siswa. Tidak sama dengan pesantren lain yang hanya memampukan santri senior atau mengikutsertakan santri namun hanya sebagai gatekeeper. Begitu pula dengan bidang usaha yang dijalankan di pesantren ini adalah bidang agraris dan peternakan. Memang, dengan usaha bisnis ini, biaya pelatihan di pesantren ini menjadi lebih murah. Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah penelitian kualitatif. Berdasarkan penjelasan menurut Erickson penelitian kualitatip berusaha untuk mendapatkan, menemukan, dan menggambarkan secara naratif kegiatan yang dilakukan serta dampak atas kegiatan yang dilakukan terhadap kehidupan meraka (Albi Angito dan Johan Setiawan, 2. Penelitian kualitatif mencakup pengunaan subjek yang dikaji dan kumpulan berbagai data empiris/studi kasus, pengalaman pribadi, introspeksi, perjalanan hidup, wawancara, histroris, teks-teks hasil pengamatan, interaksional, visual yang menggambarkan makna keseharian serta problematis dalam kehidupan seseorang atau masyarakat. Penelitian ini dilakukan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Kecamatan Karangtengah Kabupaten Garut. Berdasarkan teknik pengumpulan data kepada para narasumber melalui teknik observasi dan wawancara untuk data primer, sedangkan data sekunder menggunakan studi kepustakaan dan dokumnentasi. Metode yang di gunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian dan Pembahasan Biografi Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah-Garut. Pondok Pesantren Nurul Hidayah berdiri pada tanggal 02 Juli 1984 Di Kabupaten Garut. Provinsi Jawabarat. KH. AA Nandang Abdurrhman adalah pendiri sekaligus pemimpin pertama pesantren Nurul Hidayah berlokai di Cibulakan RT O1 RW 06 Desa Cinta. Kecamatan Karangtengah Kabupaten Garut, pesantren tersebut memiliki https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Jurnal JHESY Vol. No. Abdillah. Nulhakim peran penting bagi perkembangan didaerah. Keputusan KH. AA Nandang untung mendirikan pesantren dilandasi dengan semangat dan dorongan tokoh masyarakat khususnya Ayahanda Abah H. Mukhtar . Kake KH. AA Nandang Abdurrahman dalam rangka pengembangan pendidikan Agama Islam didaerah. Selain itu, daerah ini memang dikenal memiliki tradisi keagamaan yang sangat kuat. Bahkan alumni Pondok Pesantren Nurul Hidayah, mulai merintis mendirikan lembaga pendidikan di tiap daerahnya. Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga iqamatuddyn lainnya yang memiliki dua fungsi utama, yaitu fungsi kegiatan tafaqquh fi al-dyn . engajaran, pemahaman, dan pendalaman ajaran agama Isla. , serta fungsi indzhar . enyampaikan dan mendakwahkan ajaran kepada masyaraka. Pondok Pesantren. Istilah pesantren direncanakan sebagai salah satu jenis pendidikan Islam yang diatur di Indonesia. Kata Pondok Pesantren berarti ruangan, gubuk, ruangan kecil, dalam bahasa Indonesia digunakan untuk menekankan kesederhanaan strukturnya. Bisa juga dikatakan bahwa pondok berasal dari bahasa arab yaitu funduk yang berarti kamar, penginapan, penginapan langsung bagi siswa yang berasal dari daerah asalnya. Pesantren dalam Kamus Kata Besar Bahasa Indonesia mengandung arti asrama, tempat santri atau santriwati untuk konsentrasi mengaji. Santri adalah sebutan untuk santri yang berkonsentrasi pada informasi agama di pesantren, sedangkan Dhoifer, santri dalam adat pesantren dapat dipisahkan menjadi dua macam, yaitu santri mukim khusus dan santri kalong. Santri mukim adalah santri yang berasal dari daerah yang jauh dan tinggal di kompleks pesantren, santri kalong, khususnya santri yang berasal dari wilayah sekitar pesantren, mereka bermukim dari rumahnya sendiri. Dengan penuh permberdayaan, penguatan berasal dari kata 'empowering' . ekuatan atau penguata. Pemberdayaan secara etimologis berasal dari kata power yang berarti pengerahan tenaga, pengerahan tenaga, akal budi, kesanggupan. Oleh karena itu, pemberdayaan adalah suatu upaya untuk menghimpun kapasitas . dalam membangun kesadaran akan kapasitas mereka dan berusaha untuk lebih meningkatkan atau membinanya. 3 Pemberdayaan dan Kewirausahaan. Pemberdayaan mengacu pada kapasitas individu, terutama kelompok yang lemah dan lemah dengan tujuan agar mereka memiliki kualitas dan kapasitas dalam : https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Abdillah. Nulhakim Jurnal Jhesy Vol. No. Memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan . , terutama kebebasan dalam mengemukakan pendapat. Menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya dan memperoleh barang-barang dan jasa-jasa yang mereka perlukan , dan Berpartisipasi dalam proses pembangunan dan keputusan-keputusan yang mempengaruhi mereka. Kewirawirausahaan adalah kemampuan untuk membangun contoh-contoh penalaran imajinatif dan perilaku inventif . embuat hal-hal bar. yang digunakan sebagai premis, aset, kiat, dan siklus untuk menjadikan nilai tambah tenaga dan produk yang dilengkapi dengan keberanian untuk menghadapi tantangan. (Suryana. Pemberdayaan Wirausaha harus dilihat dari beberapa perspektif, khususnya Pertama, mindfulness tentang membina kemampuan membedakan isu-isu yang muncul karena tantangan hidup atau mendekam. Kedua, membina aset-aset yang telah ditemukan, pemberdayaan harapan-harapan upaya untuk mengadvokasi pendekatan-pendekatan ekonomi politik yang secara fundamental berencana bekerja dengan akses bagi individu-individu yang lebih rendah, lemah, dan teraniaya terhadap aset-aset yang dikuasai dan dikuasai oleh perkumpulan-perkumpulan yang solid atau kaya yang oleh pedoman. pemerintah dan yayasan sosial. Maka dari pengertian di atas, pemberdayaan inovatif bagi santri adalah pengenalan akan kekurangan atau kemungkinan santri sehingga membuat dan memperluas rasa percaya diri untuk keluar dari masalah dan mengatasi masalah serta mengembangkan diri dalam wirausaha kewirawirausahaan. Keuntungan pemberdayaan perintis harus dilihat dari 2 sudut pandang: Pertama, keuntungan dari segi moneter, dari segi keuangan, program pemberdayaan daerah biasa dapat meningkatkan pendapatan daerah dan individu yang berada di luar tujuan pemberdayaan. Cara berpikirnya lugas, bahwa persoalan orang miskin kebanyakan adalah mereka tidak punya modal untuk wirausaha. Dengan syafaat pembinaan, mereka bisa menghimpun dana investasi tandan yang digunakan untuk modal wirausaha. Modal yang dikumpulkan di tingkat pertemuan menyambut minat aset dari luar yang lebih menonjol. Memang, bahkan hari ini, adalah mungkin untuk yayasan keuangan untuk menawarkan bantuan modal untuk pertemuan pengembangan Modal wirausaha merupakan salah satu variabel penting dalam siklus penciptaan. Ini berarti bahwa secara fundamental, ditunjukkan bahwa semakin besar modal yang digunakan, semakin menonjol hasil yang dihasilkan. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Jurnal JHESY Vol. No. Abdillah. Nulhakim Kedua keuntungan dari sudut sosial. Pemberdayaan menekankan dukungan area lokal untuk melacak kekhawatiran mereka sendiri, mengalahkan mereka dengan program kerja yang tepat dan mengatur tindakan untuk mendukung mereka. Kerjasama adalah keinginan untuk membantu pencapaian setiap pemberdayaan dengan terprogram yang ditunjukkan dengan kemampuan setiap individu tanpa mengorbankan kelebihannya Pemberdayaanan adalah siklus dan tujuan. Sebagai sebuah interaksi, pemberdayaanan merupakan gerak maju dari latihan-latihan untuk memperkuat pemberdayaanan perkumpulan-perkumpulan yang lemah di mata masyarakat, termasuk orang-orang yang mengalami kemelaratan. Sebagai tujuan, pemberdayaanan mengacu pada kondisi atau hasil yang akan dicapai oleh perubahan sosial, khususnya individu yang mampu, memiliki informasi dan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan fisik, moneter, dan sosial mereka. Pemikiran pemberdayaanan sebagai tujuan sering digunakan sebagai tanda tercapainya pemberdayaanan sebagai suatu interaksi. Motivasi pemberdayaanan sebagai tanda kemajuan adalah keunggulan pemberdayaanan yang dapat dirasakan oleh daerah. Sementara itu, motivasi di balik pemberdayaanan adalah untuk membentuk orang atau membangun kapasitas untuk mendorong diri mereka sendiri ke arah yang lebih unggul di atas premis yang berkelanjutan. Dengan demikian, pemberdayaanan atau perbaikan kelompok masyarakat merupakan upaya untuk memperluas pilihan bagi daerah Ini menyiratkan bahwa individu dimampukan untuk melihat dan memilih sesuatu yang berharga bagi diri mereka sendiri. Oleh karena itu, setiap pemberdayaanan ditujukan untuk memperluas keluhuran manusia agar masyarakat maju dalam berbagai sudut pandang. Seperti ungkapan utusan Allah. AEEI IANI EI OA Dan itu menandakan AuSebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lainAy (H. R ath-Thabran. Allah SWT menjadikan manusia sebagai makhluk yang paling mulia, paling baik, dan itulah sebabnya manusia diberi tugas sebagai khalifah di muka bumi ini. Juga, dalam Al-Qur'an dinyatakan bahwa umat Islam adalah "khaira ummah" atau individu terbaik di antara manusia. Khaira ummah dapat diakui apakah umat Islam terdidik, berkecukupan, dan benar-benar dan sehat secara intelektual, dengan tujuan agar mereka dapat berharga dan bermanfaat bagi orang lain yang masih dalam kekurangan, keterbelakangan, dan keterbelakangan. Dengan usaha bisnis, semakin banyak kelimpahan, semakin banyak individu yang mengambil bagian dalam kekayaan Semakin banyak pekerjaan yang dia lakukan, semakin banyak kerabat dia membuat perbedaan. Hidupnya menjadi berharga bagi orang lain. Dasar-dasar bisnis tersebut membuat dampak Islam berkembang pesat ke pelosokhttps://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Abdillah. Nulhakim Jurnal Jhesy Vol. No. pelosok dunia. Sejalan dengan itu, untuk melakukan usaha yang maju, maka pada saat itu akhlak, etika, dan jiwa inovatif yang dicontohkan oleh Rasulullah dipegang dan benar-benar tepat untuk menjawab berbagai persoalan dan kesulitan hidup di dunia 4 Upaya Pemberdayaan Santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut melakukan upaya-upaya sebagai berikut: Pertama, penyadaran potensi santri, yang diwujudkan dengan mengenalkan santri pada potensinya dan menyadarkannya melalui motivasi dan nasehat. kedua, penyadaran dilakukan dengan menanamkan jiwa dan sikap kewirausahaan. Kedua, upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut untuk mendukung potensi santri, khususnya dengan berupaya menawarkan fasilitas yang dibutuhkan santri dan mendatangkan pelatih berpengalaman yang dibutuhkan untuk pengembangan potensinya. Tujuan ketiga adalah meningkatkan partisipasi santri, yang dicapai Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut dengan memberlakukan undang-undang kepada santri yang mewajibkan santri untuk mengikuti kegiatan wirausaha di pondok Sangat penting bagi pondok pesantren untuk melakukan upaya pengembangan santri dalam rangka mewujudkan pemberdayaan kewirausahaan di pondok pesantren. Tahapan pemberdayaan usaha Pondok Pesantren Nurul Hidayah adalah sebagai 5 Penetapan persyaratan. Proses penentuan kebutuhan pemberdayaan wirausaha dengan mempertimbangkan tiga perspektif yaitu, kebutuhan santri, kebutuhan pondok pesantren, dan kebutuhan Klasifikasi Santri. Pada titik ini. Pondok Pesantren Nurul Hidayah membagi santri ke dalam kelompokkelompok berdasarkan minat mereka pada satu jenis produk komersial, dan setiap kelompok ditugaskan dua mentor untuk menasihati mereka. Di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, santri dikelompokkan menjadi tujuh kelompok berdasarkan jumlah bidang usaha. masing-masing kelompok diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengelola produk usaha yang mereka pegang. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Jurnal JHESY Vol. No. Abdillah. Nulhakim Pelatihan. Dalam proses pelaksanaan program pelatihan tersebut menggunakan metode learning by doing yaitu belajar sambil bekerja, dimana dalam semiggu sekali para santri di berikan pelatihan kewirusahaan dan materi yang digunakan disesuaikan dengan Praktik Kewirausahaan. Pada tahap ini, pengurus pesantren yang berperan sebagi mentor mulai menerjunkan para santri untuk mulai mengelola produk menurut berbagai golongannya, usahausaha yang ada di pondok pesantren Pada titik ini, santri bertugas untuk mempromosikan produk-produk pesantren yang mereka miliki. Penilaian. Setiap tiga bulan sekali pengurus Pondok Pesantren Nurul Hidayah akan mengevaluasi apakah pondok pesantren telah berhasil atau tidak dalam memberdayakan santri pada tahap ini, yang akan menjelaskan bagaimana hasil yang diperoleh dari tahapan pemberdayaan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sekolah. 6 Faktor Pendukung dan Penghambat 1 Faktor Pendukung Beberapa aspek yang dapat berkontribusi dalam adopsi pemberdayaan kewirausahaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah: Teknologi yang digunakan sudah memadai, namun belum optimal dalam hal Tersedianya sarana atau pemberdayaan wirausaha. Akses ke pelatihan profesional berkualitas tinggi. 2 Faktor Penghambat Adapun beberapa hambatan dalam mengadopsi pemberdayaan kewirausahaan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah: Perilaku sanggtri yang bisa tidak konsisten. Timbulnya sentimen kebosanan atau kemalasan, yang sewaktu-waktu dapat terjadi di kalangan siswa. Instruksi yang diberikan bersyarat. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Abdillah. Nulhakim Jurnal Jhesy Vol. No. Kesimpulan Berdasarkan paparan data dan pembahasan hasil penelitian, tentang upaya pondok pesantren dalam pemberdayaan santri melalui kewirausahaan dapat disimpulkan sebagai berikut : Pemberdayaan santri melalui kewirausahaan. Pemberdayaan santri melalui kewirausahaan adalah upaya atau usaha Pondok Pesantren dalam memotivasi serta mengembangkan potensi santri menggunakan inovasi untuk mengungkap peluang yang akan meningkatkan kehidupan masyarakat Orang yang diberdayakan memiliki keterampilan, pengetahuan, dan kekuatan untuk mengubah kehidupan mereka sendiri dan kehidupan orang-orang yang mereka Upaya pemberdayaan santri di Pondok Pesantren Nurul Hidayah. Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut melakukan upaya-upaya sebagai berikut: pertama, penyadaran potensi santri, yang diwujudkan dengan mengenalkan santri pada potensinya dan menyadarkannya melalui motivasi dan kedua, penyadaran dilakukan dengan menanamkan jiwa dan sikap Kedua, upaya yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut untuk mendukung potensi santri, khususnya dengan berupaya menawarkan fasilitas yang dibutuhkan santri dan mendatangkan pelatih berpengalaman yang dibutuhkan untuk pengembangan potensinya. Tujuan ketiga adalah meningkatkan partisipasi santri, yang dicapai Pondok Pesantren Nurul Hidayah Karangtengah Garut dengan memberlakukan undang-undang kepada santri yang mewajibkan santri untuk mengikuti kegiatan wirausaha di pondok Sangat penting bagi pondok pesantren untuk melakukan upaya pengembangan santri dalam rangka mewujudkan pemberdayaan kewirausahaan di pondok pesantren. Tahapan pemberdayaan usaha Pondok Pesantren Nurul Hidayah adalah sebagai 3 Penetapan persyaratan. Proses penentuan kebutuhan pemberdayaan wirausaha dengan mempertimbangkan tiga perspektif yaitu, kebutuhan santri, kebutuhan pondok pesantren, dan kebutuhan organisasi. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Jurnal JHESY Vol. No. Abdillah. Nulhakim Klasifikasi Santri. Pada titik ini. Pondok Pesantren Nurul Hidayah membagi santri ke dalam kelompokkelompok berdasarkan minat mereka pada satu jenis produk komersial, dan setiap kelompok ditugaskan dua mentor untuk menasihati mereka. Di Pondok Pesantren Nurul Hidayah, santri dikelompokkan menjadi tujuh kelompok berdasarkan jumlah bidang usaha, masing-masing kelompok diberikan tugas dan tanggung jawab untuk mengelola produk usaha yang mereka pegang. Pelatihan. Dalam proses pelaksanaan program pelatihan tersebut menggunakan metode learning by doing yaitu belajar sambil bekerja, dimana dalam semiggu sekali para santri di berikan pelatihan kewirusahaan dan materi yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan. Praktik Kewirausahaan. Pada tahap ini, pengurus pesantren yang berperan sebagi mentor mulai menerjunkan para santri untuk mulai mengelola produk menurut berbagai golongannya, usaha-usaha yang ada di pondok pesantren Pada titik ini, santri bertugas untuk mempromosikan produk-produk pesantren yang mereka miliki. Penilaian. Setiap tiga bulan sekali pengurus Pondok Pesantren Nurul Hidayah akan mengevaluasi apakah pondok pesantren telah berhasil atau tidak dalam memberdayakan santri pada tahap ini, yang akan menjelaskan bagaimana hasil yang diperoleh dari tahapan pemberdayaan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Sekolah. Faktor Pendukung dan Pengnghambat Faktor Pendukung Beberapa aspek yang dapat berkontribusi dalam adopsi pemberdayaan kewirausahaan Pondok Pesantren Nurul Hidayah: Teknologi yang digunakan sudah memadai, namun belum optimal dalam hal Tersedianya sarana atau prasarana untuk pelaksanaan program pemberdayaan wirausaha. Akses ke pelatihan profesional berkualitas tinggi. https://journal. stai-musaddadiyah. id/index. php/jhesy/ Abdillah. Nulhakim Jurnal Jhesy Vol. No. Faktor Penghambat Adapun beberapa hambatan dalam mengadopsi pemberdayaan kewirausahaan di Pondok Pesantren Nurul Hidayah: Perilaku sanggtri yang bisa tidak konsisten. Timbulnya sentimen kebosanan atau kemalasan, yang sewaktu-waktu dapat terjadi di kalangan siswa. Instruksi yang diberikan bersyarat. Daftar Pustaka Badadu-Zain. Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Sinar Harapan, 1. , h. Benedicta Prihatin Dwi Riyanti. Kewirausahaan dari Sudut Pandang Psikologi Kepribadian, (Jakarta : PT Grasindo, 2. , h. Departemen Pendidikan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. (Jakarta,1. ,h. Edi Suharto. Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat (Bandung: Reflika Aditama, 2. Cet. 1, h. Edi Suharto. Op. Cit. Hidayat . https://konsultasiskripsi. com/2017/01/09/pemberdayaan-kewirausahaan-skripsi-dantesis/ . ,08,2. Lili Badiri. Muhammad Zen. Hudri. Zakat & Wirausaha, (Jakarta: CV. Pustaka