Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 PENGARUH EKSTRAK KAYU MANIS (CINNAMMOMUM LAURACEAE) TERHADAP DISMENORE PADA SISWI KELAS IX Bunga Tiara Carolin1*. Suprihatin2. Lutfiatun3. Shinta Novelia4 Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. Ragunan. Kota Jakarta Selatan e-mail: bunga. tiara@civitas. , atin_bio@yahoo. lutfiatun756@gmail. com, cdrchinta@yahoo. Artikel Diterima : 6 September 2023. Direvisi : 24 September 2023. Diterbitkan : 29 September 2023 ABSTRAK Pendahuluan: setiap remaja mengalami perubahanfisik maupun psikis, perubahan ini meliputi semua perkembangannya yang dialami sebagai persiapan memasuki masa Gangguan pada menstruasi dengan prevalensi terbesar adalah dismenore yaitu sebesar 89,5%. Prevalensi penderita dismenore di Indonesia adalah sebesar 64,5% dengan kasus terbanyak ditemukan pada usia remaja, yaitu usia 17-24 tahun. Angka kejadian dismenore tipe primer di Indonesia adalah 54,89%, sedangkan sisanya 45,11% adalah tipe Salah satu alternative pengobatan dismenore yaitu dengan ekstrak kayu Tujuan: untuk mengetahui pengaruh ekstrak kayu manis pada siswi pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol terhadap kejadian dismenore pada siswi IX. Metode: menggunakan quasy experiment dengan rancangan two group pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas IX yang berjumlah 66 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu sebagai kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan ektrak yang sudah berbentuk kapsul sebanyak 500 mg . buah kapsu. dan dikonsumsi selama 3 hari berurutturut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar Visual Analog Scale. Analisa data menggunakan uji paired t test dan independen t test. Hasil: hasil analisis univariat rata-rata nilai pretest diberikan ekstrak kayu manis pada kelompok intervensi yakni sebesar 4,82 dan nilai rata-rata posttest diberikan ekstrak kayu manis pada kelompok intervensi yakni sebesar 0,27 sedangkan rata-rata pretest pada kelompok kontrol yaitu sebesar 4,82 dan nilai rata-rata posttest sebesar 1,12. Hasil uji bivariat antara kelompok intervensi dan kontrol didapatkan p-value 0,000. Kesimpulan dan Saran: terdapat pengaruh pemberian ekstrak kayu manis terhadap kejadian dismenore pada siswi kelas IX. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan informasi tentang dismenore dan menjadikan ekstrak kayu manis sebagai alternatif yang bisa digunakan untuk mengatasi intensitas dismenore. Kata Kunci: dismenore, ekstrak kayu manis, siswi Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 70 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Introduction: Every teenager experiences physical and psychological changes, these changes include all the development they experience in preparation for entering adulthood. Disorders of menstruation with the greatest prevalence is dysmenorrhea, which is equal to 89. The prevalence of dysmenorrhea sufferers in Indonesia is 64. 5% with most cases found in adolescents, namely 17-24 years old. The primary type of dysmenorrhea in Indonesia is 89%, while the remaining 45. 11% is the secondary type. One alternative treatment for dysmenorrhea is cinnamon extract. Objective: to determine the effect of cinnamon extract in female students in the intervention group and control group on the incidence of dysmenorrhea in female students IX. Method: using a quasy experiment with a two group pretest and posttest design. The population in this study was class IX female students, totaling 66 respondents who were divided into two groups, namely the intervention group and the control Sampling using purposive sampling technique. The intervention was given extracts in the form of capsules of 500 mg . and consumed for 3 consecutive days. The instrument used in this study uses a sheet of Visual Analog Scale. Data analysis used paired t test and independent t test. Results: The results of the univariate analysis mean the pretest score given cinnamon extract in the intervention group was 4. 82 and the average posttest score given cinnamon extract in the intervention group was 0. 27 while the pretest average in the control group was 0. 82 and the average posttest value of 1. Bivariate test results between the intervention groups and control got a p-value of 0. Conclusions and Recommendation: there is an effect of giving cinnamon extract on the incidence of dysmenorrhea in class IX students. It is hoped that this research can provide information about dysmenorrhea and make cinnamon extract an alternative that can be used to treat the intensity of dysmenorrhea. Keywords: dysmenorrhea, cinnamon extract, schoolgirl Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 71 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Masa remaja merupakan suatu periode transisi dari masa kanak-kanak menuju kemasa dewasa yang meliputi emosional untuk mempersiapkan diri baik pada anak laki-laki maupun pada Setiap psikis, perubahan ini meliputi semua perkembangannya yang dialami sebagai persiapan memasuki masa dewasa. Pada masa ini remaja memerlukan perhatian yang khusus karena pada masa ini pula seorang remaja akan belajar mengenai berbagai kehidupan dan penghayatan mengenai dirinya sendiri. Perubahan karakterisik seksual menjadi salah satu contoh pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada remaja. Pada remaja putri perubahan tersebut dapat dilihat perkembangan pinggang, dan terjadinya haid atau menstruasi (Diananda, 2. Haid atau menstruasi merupakan perdarahan periodik dari rahim yang dimulai sekitar 14 hari setelah ovulasi secara berkala akibat dari lapisan endometrium uterus yang lepas (Sinaga. Gangguan pada menstruasi dengan prevalensi terbesar adalah 89,5% (Yunianingrum, 2. Dismeore terbagi dalam 2 jenis yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder, menurut data WHO . angka kejadian dismenore cukup tinggi rata-rata insidensi terjadinya nyeri haid pada wanita muda antara 16,8Ae81%, rata-rata di Negara Eropa nyeri haid terjadi pada 45-97% wanita, dengan prevalensi terendah di Bulgaria . ,8%) dan tertinggi mencapai 94% di Negara Finlandia. Prevalensi penderita dismenore di Indonesia adalah sebesar 64,5% dengan kasus terbanyak ditemukan pada usia remaja, yaitu usia 17-24 tahun. Angka kejadian dismenore tipe primer di Indonesia adalah 54,89%, sedangkan sisanya 45,11% adalah tipe sekunder JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 (Silviani, 2. Berdasarkan Data Badan Pusat statistik Dinas Kesehatan Kota Depok . dengan jumlah penduduk jenis kelamin perempuan sebanyak 974 jiwa, dengan usia remaja putri 10-19 tahun yaitu sebanyak 184. Dismenore jika berkelanjutan secara terus menerus setiap mentruasi akan menyebabkan perdarahan berat atau tidak normal selama mentruasi. Menstruasi dapat menimbulkan gangguan yangcukup berarti bagi perempuan, gangguan menstruasi yang perempuan adalah dismenore yang merupakanrasa nyeri saat menstruasi yang mengganggu kehidupan sehari-hari wanita dimana dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh dismenore salah satunya adalah tidak dapat menjalankan aktivitas mereka seperti biasa selama 1-3 hari dalam sebulan. Pada remaja yang mengalami dismenore menjadi penyebab pertama tidak mengikuti pelajaran di sekolah bahkan memilih untuk bolos konsentrasi mereka terganggu dan menyebabkan nilai akademik menurun. Meskipun dismenore primer tidak mengancam nyawa tetapi bukan berarti dibiarkan begitu saja, dismenore primer yang dibiarkan tanpa penanganan akan menimbulkan gejala yang merugikan bagi penderitanya(Sibagariang, 2. Adapun diberikan yaitu terapi secara Farmakologi dan terapi Non Farmakologi. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan obat analgetik yang berfungsi sebagai penghilang rasa sakit, seperti obat-obatan paten yang beredar dipasaran antara lain novalgin, ponstan, acetaminophen, upaya farmakologi kedua yang dapat dilakukan hormonal yang bertujuan menekan ovulasi, bersifat sementara untuk membuktikan bahwa gangguan yang terjadi benar-benar dismenore primer, tujuan ini dapat dicapai dengan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 72 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index memberikan salah satu jenis pil kombinasi kontrasepsi (Anurogo,2. Sedangkan penanganan terapi non farmakologi antara lain adalah teknik relaksasi, aromaterapi, yoga, akupresure, dan kompres hangat atau dingin pada daerah yang nyeri, tujuan dari terapi non farmakologi adalah ntuk meminimalisir efek dari zat kimia yang terkandung dalam obat Selain itu terdapat penanganan terapi non farmakologi yaitu pengobatan herbal dengan membuat minuman dari tumbuh-tumbuhan seperti . engandung phytoestrogens untuk menyeimbangkan hormo. , cengkeh, ketumbar, kunyit, bubuk pala, kayu manis (Misliani,2. Kayu manis termasuk genus Cinnamomum yang termasuk dari famili Lauraceae yang meliputi tumbuhan berkayu dengan bentuk daun tunggal, ordo Polycarpicae dan termasuk Kelas Dicotyledoneae. Senyawa aktif yang terdapat dalam kayu manis di antaranya cinzeylanol,cinnezeylanine,2hydroxycinnamaldehidearabinoxylan,sert 2-benzyloxy kandungan analgesik yang terdapat pada kayu manis (Cinnamomu. dapat mengurangi nyeri pada saat menstruasi (Hidayat, 2. Menurut Bahmaniet kayumanis memilikikandunganamidoun, lendir, tanin, kalsium oksalat, gula, minyak atsiri dan resin. Efek fisiologis dari minyak atsiri dan tanin pada kayu manis dalam pengobatan tradisional penenang, sebagai antispasmodik, antiinflamasi sehingga dapat digunakan untuk mengurangi nyeri haid. Efek cinnamaldehyde dalam kayu manis serta eugenol juga dapat mencegah biosintesis Sementara studi farmakologi dan toksikologi yang dilakukan pada manusia tidak menunjukkan risiko tertentu terhadap kayu manis. JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan penelitian yang telah olehJaafarpour . dalam jurnal (Rahmah,2. kayu manis dapat diberikan dalam bentuk Pemberian dengan menggunakan kapsul ini dapat diberikan pada hari pertama dimulainya menstruasi diminum 1x1 sehari yang selanjutnya dinilai selama 72 jam menunjukan bahwa pemberian kayu manis berpengaruh untuk menurunkan nyeri haid karena kayu manis mengandung senyawa utama yang memiliki efek anti inflamasi yang dapat digunakan sebagai pereda nyeri Hal ini dikarenakan terdapat zat utama yang terkandung dalam kayu manis yaitu cinnamaldehyde dan Berdasarkan pendahuluan yang dilakukan pada siswi di Pesantren pada bulan September dengan hasil wawancara didapatkan sebanyak 15 Siswi mengalami nyeri haid dengan tingkat yang berbeda-beda, dan cara penanganan yang berbeda-beda, 3 siswi diantaranya mengalami nyeri sedang dengan kompres air hangat, 2 penanganan istirahat atau tidur, 2 diantaranya nyeri sedang dengan penanganan mengkonsumsi obat-obatan analgetik, 3 diantaranya mengalami nyeri berat dengan penanganan kompres hangat pada perut bagian bawah dan dibiarkan saja. Dari 15 siswa yang mengalami nyeri haid 8 diantaranya mual, pegal-pegal, dan sakit daerah punggung belakang, 2 diantaranya merasakan tidak kuat beraktivitas sehingga izin tidak masuk sekolah, 5 diantaranya tidak terlalu merasakan gejala-gejala nyeri haid sehingga dapat beraktivitas seperti biasanya. Serta dari hasil wawancara yang dilakukan pasien belum pernah dilakukan pemberian ektrak kayu manis sebagai alternatif untuk membantu mengurangi dismenore. Sesuai dengan latar belakang diatas maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh ekstrak Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 73 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Lauracea. terhadap siswiAy. (Cinnammomum BAHAN DAN METODE Penelitian ini menggunakana metode quasi experiment dengan pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan two group pretest dan posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas IX yang berjumlah 66 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi diberikan ektrak yang sudah berbentuk kapsul sebanyak 500 mg . buah kapsu. dan dikonsumsi selama 3 hari berurut-turut. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan lembar Visual Analog Scale. Analisa data menggunakan uji paired t test dan independen t test. HASIL Setelah dilakukan penelitian dan pengolahan data didapatkan hasil sebagai Tabel 1 Pengaruh ekstrak kayu manis terhadap masing-masing Mean ppretest posttest value Intervensi 33 4,82 0,27 0,000 Kontrol 33 4,82 1,12 0,000 Berdarasarkan tabel 1 hasil paired ttestdidapatkan masing masing kelompok p-value< 0,000, karena nilai p< 0,05 artinya H1 diterima, maka ada pengaruh ekstrak kayu manis terhadap kejadian dimenore pada masing-masing kelompok. Dismenore JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Tabel 2 Perbedaan pengaruh ekstrak kayu manis terhadap dismenore antar Dismenore Pretest Posttest Mean Intervensi Kontrol 4,82 4,82 0,27 1,12 1,000 0,000 Berdasarkan independent t test didapatkan p-valueantar kelompok setelah pemberian ekstrak kayu manis yaitu 0,000, karena nilai p< 0,05 artinya H1 diterima, maka ada perbedaan pengaruh ekstrak kayu manis terhadap kejadian dimenore antara kelompok control dan intervensi. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian pretest ekstrak kayu manis padakelompok intervensi terdapat nilai rata-rata 4,82 mengalamidismenore kategori sedang, penurunan yaitu dengan nilai rata-rata0,27 yang mengalami dismenore kategori tidak nyeri, dan pada hasiluji Paired Sample t test didapatkan masing masing kelompok p-value< 0,000, artinya maka ada pengaruh ekstrak kayu manis terhadap kejadian dimenore pada masing-masing Sedangkan hasil independent t test didapatkan p-valueantar kelompok setelah pemberian ekstrak kayu manis 0,000, maka ada perbedaan pengaruh ekstrak kayu manis terhadap kejadian dimenore antara kelompok control dan intervensi. Hal ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Jaafarpour et al. dalam jurnal Rahmah . bahwa kayumanis yang diberikan dalam bentuk kapsul dapat menurunkanintensitas nyeri. Pemberian dengan menggunakan kapsul ini dapatdilakukan pada hari pertama dimulainya menstruasi diminum 1x1sehari yang selanjutnya dinilai selama 72 jam terdapat nilai p- value0,000 menunjukan Jurnal Menara Medika Vol 6 No 1 September 2023 | 74 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index bahwa pemberian kayu manis berpengaruh untukmenurunkan nyeri haid karena kayu manis mengandung senyawautama yang memiliki efek anti inflamasi yang dapat digunakansebagai pereda nyeri haid. Penelitian Maharianingsih . intensitas nyeri diukur dengan Wong Baker Rating Scale. Responden penelitiansebanyak 30 responden remaja yang merupakan siswi SMAN 1. Responden intensitas nyeri nilaip=0,000. Disimpulkan bahwa terdapat pengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas rasa nyeri padaremaja yang mengalami dismenore Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Yulistiana . hasilterdapat pengaruh dengan nilai signifikan P-value 0,000 padapenurunan nyeri haid setelah diberikan kayu manis pada remaja yangmengalami nyeri haid. Dismenore menstruasi yang sulit atau aliran menstruasi yang mengalami nyeri, setiap wanita normal akanmengalami menstruasi Beberapa merasakanrasa nyeri pada tiap siklus membuat penderita untuk istirahat danmeninggalkan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari selama beberapa jamatau beberapa hari disebut dengan istilah dismenore (Anurogo, 2. Menurut merupakan salah satu alternatif yang mudah untuk dilakukan untukmengobati terjadinya dismenore karena didalam kayu terutama Cinnamaldehyde dan Eugenol Adanya kandungan cinnamaldehyde yang memiliki aktivitas sebagai antispasmodik yang dikenal untukmeredakan, mencegah, atau menurunkan risiko kejang otot danmerelaksasi otot sehingga dapat meredakan kram perut serta adanyaperan JMM 2023 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 eugenol yang dapat menekan hormon mengurangi peradangan serta mengurangi dismenoreprimer yang dirasakan oleh KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh pemberian ekstrak kayu manis terhadap kejadian dismenore pada siswi kelas IX. Diharapkan memberikan informasi kepada siswi tentang dismenore dan menjadikan ekstrak kayu manis sebagai salah satu pengobatan alternatif yang bisa digunakan para siswi untuk mengatasi dismenore. KEPUSTAKAAN