Adegan Makan dalam Film-film Roufy Nasution (Analisa Semiotika Roland Barthe. Minfadly Robby1,Yanti Heriyawati2. Enok Wartika3 Indicinema, 2,3Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung Jl. Buah Batu No. Cijagra. Kec. Lengkong. Kota Bandung. Jawa Barat 40265 robby@gmail. com, 2yheriya@gmail. com, 3enok_wartika@yahoo. ABSTRACT Roufy Nasution is a filmmaker from Bandung who has produced many audio-visual works. This article aims to explain the meaning of signs, signifiers and signified of eating scenes in films made by Roufy Nasution. Roufy NasutionAos films studied here are Jeni Lova. Elise and Unseen Foot. The Substitute Woman. A Matter of Time, and The Boy with Moving Image. The study applies a qualitative descriptive method based on Roland BarthesAo semiotic theory. This qualitative descriptive method looks at the signs of the eating scenes in Roufy NasutionAos films. The results show that the eating scenes in Roufy NasutionAos films are closed to peopleAos lives. The conversations coming out in the eating scenes are the emotional determinants and clues of the filmAos characters. The signssignifiers from one film to another made by Roufy are not related to one another. However, the types of shots taken by Roufy are generally similar. Roufy interprets the eating scene as a sacred moment to talk about complaints. Keywords: Semiotics. Barthes. Roufy Nasution. Food Scenes. Film PENDAHULUAN Latar Belakang Dalam adegan makan-makan terdapat sebuah bentuk kegiatan sosial masyarakat yang menyiratkan hubungan seseorang perindividu, kelompok, dan kelas sosial. Dalam sebuah sajian makan terdapat cerita yang keluar dari para pelaku Kegiatan makan menjadi krusial dalam kehidupan manusia. Tanpa makan manusia tidak akan hidup. Makan menjadi kebutuhan paling dasar yang paling Objek ini . memperoleh status sistem hanya ketika ia melewati suatu rangkaian bahasa, yang menggali penanda-penandanya . alam nomenklatu. dan menyebutkan petandapetandanya (Barthes, 2017: . Semakin makanan dan film menyatu dalam pola komunikasi massa yang masif. Budaya makan yang tampil di layar tidak hanya Film merupakan sebuah media baru yang digunakan oleh kreatornya untuk menyampaikan segala kegelisahan. Keindahan film sebagai sebuah media untuk bercerita dari kreatornya menjadi hal yang sangat amat lumrah. Sebagai medium ekspresi bentuk film menjadi sebuah hal ihwal yang paten untuk mengungkap berbagai hal yang dalam pengemasan ceritanya dapat menggunakan simbolsimbol, tanda dan lainnya. Di mana ada substansi visual, misalnya, terdapat makna yang ditegaskan oleh duplikasi dalam sebuah pesan linguistik sehingga paling tidak satu bagian dari pesan ikonik, jika dipandang dari segi sistem relasi struktural, menjadi bersifat pleonastis atau diambil oleh sistem linguistik (Barthes, 2017: 16-. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 untuk mengemas sebuah estetika dari bentuk makanan namun juga unsurunsur budaya makanan dari proses produksi sampai ke proses sosial budaya yang ditimbulkan dari sebuah makanan. Perilaku masyarakat untuk mengonsumsi suatu makanan dapat diamati pada layar yang berkaitan dengan makanan tersebut. Makanan dikemas dengan cantik, menarik, dan membentuk citra yang lezat bagi penontonnya (Harsanto, 2009: . Layar dan budaya makanan dalam kebudayaan merupakan kegiatan ekspresif yang memperkuat kembali hubunganhubungan dengan kehidupan sosial, sanksi-sanksi, agama, ekonomi, ilmu pe- psikologis melalui pernyataan-pernyataan Bahasa dapat dianggap sebagai ekspresi atau ungkapan pengalaman kehidupan manusia. Melalui ujaran dan tulisan, bahasa itu diungkapkan secara nyata dan dipahami oleh manusia (Budianto, 2004: . Bahasa yang terkumpul di atas meja makan menunjukkan cara mereka memaknai meja makan. Orang-orang desa akan berbeda memaknai meja makan dengan orang-orang kota. Perilaku tersebut bisa digolongkan sebagai cerminan budaya dan ciri khas dari masing-masing daerah (Yani & Widyasari, 2020: . Film selain menonjolkan bahasa secara verbal juga menonjolkan aspek visual. Visual makanan yang akan dimakan akan menunjukkan suatu simbol. Seperti karakteristik makanan yang terbagi atas makanan yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan memiliki implikasi lain, yaitu munculnya aspek simbolik. Melalui unsur simbolik makanan misalnya berupa jenis makanan pada berbagai peristiwa atau upacara yang dilakukan manusia, bentuk dan warna makanan, bahan makanan dan sebagainya maka makanan itu memiliki peran tertentu. Peran tersebut dapat berupa keterikatan sosial, terjalinnya persahabatan, dan perubahan gaya hidup (Budianto, 2. Makanan disimbolkan tidak saja dijadikan sumber tenaga dan nutrisi tetapi turut dialihkan ke dalam bentuk film dan diolah sebagai bentuk penggerak naratif dalam sebuah karya. Makanan dalam karya film berfungsi sebagai motif penceritaan, penggerak kepada perlakuan watak dan juga pengiklanan sesuatu makanan. Makanan boleh menjadi lambang sindiran, status sosial maupun merekam dan mendokumentasikan sebuah adegan perasaan (Mohamed & Radzi, 2. ngetahuan, teknologi dengan berbagai Dengan kata lain, kebiasaan makan atau pola makan tidak hanya sekadar mengatasi tubuh manusia saja, melainkan dapat memainkan peranan penting dan mendasar terhadap ciri-ciri dan hakikat budaya makan (Budianto, 2004: . Adegan makan yang berada dalam layar menafikkan segala hal perasaan, kondisi sosial karakter dan kepribadian karakter. Pada shoot yang tepat penonton akan dibuat terperangah dengan adegan makan. Bagaimanapun shoot yang mempengaruhi imaji penonton dalam adegan makan dapat memicu perspektif lain sebelum beranjak ke adegan selanjutnya. Apa yang terjadi pada meja makan akan menentukan kejadian-kejadian setelahnya. Gambaran kelas yang cukup kentara juga kerap terjadi pada adegan-adegan makan. Sebagai animal symbolicum . akhluk yang bersimbo. Manusia memiliki berbagai simbol yang muncul dalam bentuk bahasa, seni, pengetahuan, sejarah, dan Hubungan atau relasi antar manusia dapat dilakukan secara konseptual dan Robby. Heriyawati. Wartika: Adegan Makan dalam Film-film Roufy Nasution (Analisa Semiotika Roland Barthe. Adegan demi adegan makan akan berisi sebuah pembicaraan yang lepas. Indonesia yang budaya komunalnya cukup tinggi adegan makan sepenuhnya dapat menjadi relevan dalam taraf psikologis. Meja makan ditempatkan sebagai sebuah miniatur pergaulan. Ciri sosial akan nampak dalam adegan-adegan makan pada film-film Indonesia. Yang paling sering terjadi terdapat pada film-film keluarga. Adegan makan ditempatkan untuk mengintrogasi, rapat keluarga, dan bisa saja ditempatkan untuk klimaks sebuah cerita. Karena bagi orang Indonesia makanan merupakan hal yang identik dengan diri keindonesiaan kita. Banyak film-film Indonesia yang menyajikan adegan makan. Namun yang kental menyajikan adegan makan yang bermakna hanya beberapa saja seperti film Tabula Rasa . Aruna dan Lidahnya . , dan Koki-koki Cilik . Film-film tersebut menyajikan makanan dengan secara sadar mendefinisikan makanan yang mereka buat dan mereka makan. Bagaimana adegan makan menjadi menarik dikaji. Dalam memperhatikan dan menelusuri pustaka tentang kajian film sangat jarang yang membahas simbolsimbol adegan makan secara spesifik. penelitian ini menghadirkan rencana simbol yang terdapat pada adegan-adegan makan dalam film. Pembahasan adegan makan film biasanya dimasukkan sebagai kajian film secara menyeluruh. Adegan makan dibahas secara sepintas. Urgensi pembahasan secara tematik dan sekuensing diperlukan agar elemen tanda pada adegan makan teruji dan dibahas secara komprehensif. Berdasarkan kondisi demikian, penulis melakukan penelitian adegan-adegan makan pada film-film Roufy Nasution. Penulis mengajukan rumusan masalah yang menarik. Pertama. Bagaimana adegan makan dalam film-film Roufy Nasution terkait dengan tanda dan penandanya? Kedua, apakah hubungan antar tanda dalam adegan makan film-film Roufy Nasution? Gambar 1. Still foto Aruna dan Lidahnya (Dokumentasi: w. com, 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Mengingat adegan makan dalam filmfilm Roufy Nasution hanya terdapat di beberapa film. Peneliti membatasi adegan makan dalam film-film Roufy Nasution hanya pada adegan yang berada di meja makan atau ruang makan. Film-filmnya antara lain Jeni Lova . Elise and Unseen Foot . The Substitute Woman . A Matter of Time . dan The Boy with Moving Image . Seperti film-film Roufy lainnya yang tidak menyelipkan adegan makan. Filmfilm yang terdapat adegan makan ini juga unggul pada segi sinematografi, artistik dan penggunaan bahasa baku dalam Adegan makannya tidak hanya ditempatkan sebagai sampiran namun juga sebagai sebuah pengisi yang penting dalam membangun cerita. Dari daftar film yang menjadi objek penelitian ini merupakan film-film Roufy yang masuk di festival film dan juga masih sering berlayar di pemutaran-pemutaran alternatif. Metode Analisis adegan makan dalam film-film Roufy Nasution tersebut dilakukan dengan metode analisis simbol, tanda dan dialog pada film dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes yang mengkaji semiotika dengan menganalisis sistem tanda, semiotika normatif, yaitu semiotika yang khusus menelaah sistem tanda yang dibuat oleh manusia, semiotik sosial, yaitu semiotika yang menelaah sistem tanda yang dihasilkan oleh manusia yang berwujud lambang dan semiotika struktural, yaitu semiotika yang khusus menelaah sistem tanda yang dimanifestasikan melalui struktur bahasa yang ada dalam film. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambar 2. Tangkapan layar dari media player peneliti film Jeni Lova (Dokumentasi: Tangkapan layar media player Minfadly Robby, 2. Robby. Heriyawati. Wartika: Adegan Makan dalam Film-film Roufy Nasution (Analisa Semiotika Roland Barthe. Jeni : AuOh. Wow. Sekarang suamimu dimana?Ay Lilis : AuYang pasti dia sedang bekerja Ay Makna Denotasi dan Konotasi pada Adegan Makan Film Jeni Lova Adegan 13 dan 15 Sign Signifier Signified A Dua Orang A Di Warung Lilis A Pakaian kuning dan bunga-bunga A Ikan bakar yang sud A ah dimakan A Dua lelaki A Di pantai A Berjas coklat dan salur putih Jeni dan Lilis Dua orang pria Terdapat Jeni dan Lilis banyak hal. Terdapat violin, dan sesekali Jeni (Adegan . Lilis : AuJen, kamu pergi ke pantai ini sendiri?Ay Jeni : AuIya. Tapi sebentar lagi calon suami saya akan menjemput kok. Dan sebenarnya saya harus melakukan pre-wedding. Ay Lilis : AuJadi kamu kabur?Ay Jeni : AuIya, saya kabur ke pantai karena ingin mencari inspirasi untuk menyelesaikan bagian terakhir cerita pendek saya. Ay Dua orang pria yang di pantai Pada kedua adegan tersebut yang dipotong dengan montase berdasarkan konotasinya membicarakan pernikahan. Jeni melarikan diri dari calon tunangannya karena kemanjaan calon tunangannya dengan dalih mencari inspirasi untuk bagian terakhir cerita pendek yang Sebelum diskusi ini terjadi Lilis memainkan violin dengan sendok nasi. Jeni merasa terhibur dengan permainan fake violin tersebut. Melarikan diri erat dengan makna mencari hiburan. Usaha Jeni mencari hiburan tidak sia-sia. Usaha lari atau eskapis orang-orang biasanya mencari tempat tenang seperti gunung atau pantai. Lari dari entah dari apa atau kemana pun mencari tempat yang cukup sepi dan menenangkan. Gunung atau pantai bisa jadi sepi dan pemilihan pantai Santolo yang cukup sepi menjadi satu pilihan Roufy untuk menghadirkan pantai sebagai usaha eskapis dari rumitnya memutuskan untuk menikah. Jeni lari tepat pada saat ingin melaksanakan prewedding. Rangkaian pre-wedding merupakan hal yang biasa dilakukan saat hari pernikahan hampir dekat. Alasan yang dipakai Jeni bisa jadi terlalu mengada-ada. Makna Denotasi Pengambilan gambar adegan makan dalam film ini menggunakan tipe Medium Close Up Shot. Dari penggambaran di atas terdapat Jeni dan Lilis yang sedang berbincang-bincang banyak hal di Warung Lilis. Jeni memakan ikan bakar, sedangkan Lilis melayani Jeni. Jeni menggunakan dress kuning dan Lilis menggunakan dress bunga-bunga putih. Makna Konotasi Gambar diambil dengan menggunakan tipe Medium Shot. Tipe pengambilan gambar yang dapat membuat penonton seolah hadir dalam adegan. Pada adegan terdapat percakapan antara Jeni dan Lilis. (Adegan . Jeni Lilis Jeni Lilis : AuKamu sudah menikah?Ay : AuSudah. Ay : AuApakah suamimu orang yang : AuKami sudah menikah 2 bulan yang lalu, suami saya orang yang Dia mau menikahi saya dalam keadaan tidak perawan. Ay Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Namun, melarikan diri seseorang tidak membutuhkan alasan yang pasti. Makna Konotasi Gambar diambil dengan menggunakan tipe Medium Shot. Dalam Elise and Unseen Makna Denotasi dan Konotasi pada Foot. Roufy bermain-main dengan simbol Adegan Makan Film Elise and Unseen seperti pisang dan asbak yang menyerupai Foot alat genital pria. Pisang merupakan metaSign Signifier Signified fora dari alat genital pria, sedangkan asbak A Satu Satu Satu orang orang pria pria makan dan rokok kerap kali menjadi simbol di meja kejantanan lelaki dan didukung dengan A Di ruang makan alat genital pria. Piang yang dirangkai A Memakai dengan bentuk seperti senyum iblis dengan rangkaian tanduk ini juga dalam kajian kode-kode Barthes termasuk dalam A Pisang atas pisang buatan Elise. kode hermeneutik, dimana kode tersebut mencakup artikulasi berbagai pertanyaan atau tekateki tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal-hal yang membuat penonton menunggu hingga akhir cerita (Adityawan, 2008: Sementara itu ada penempatan posisi yang Elise dan suaminya yang selayaknya berada dalam Posisi suaminya di meja makan seperti menyerupai seorang pelaku atau saksi pada persidangan. Elise menjadi seorang hakim sebabnya karena suaminya selingkuh. Gambar 3. Tangkapan layar film Elise and Unseen Foot Masih menggunakan tipe (Sumber: https://w. com/video/elise-and-unseen-foot/ Penonton s45s9, 2. seolah dilibatkan pada Makna Denotasi persidangan meja makan. Pengambilan gambar adegan makan Hukumannya adalah Elise memasukkan dalam film ini menggunakan tipe Medium obat tidur ke makanan dan minuman Close Up Shot. Dari penggambaran di Setelahnya ia membunuh atas terdapat Jeni dan Lilis yang sedang suaminya sebelum itu ia memotong kaki berbincang-bincang banyak hal di Warung Lilis. Jeni memakan ikan bakar, sedangkan Makna Denotasi dan Konotasi pada Lilis melayani Jeni. Jeni menggunakan Adegan Makan serial The Substitute dress kuning dan Lilis menggunakan dress Woman Episode 3 bunga-bunga putih. Robby. Heriyawati. Wartika: Adegan Makan dalam Film-film Roufy Nasution (Analisa Semiotika Roland Barthe. Gambar 4. Tangkapan layar dari film The Substitute Woman Episode 3 (Dokumentasi: https://youtu. be/hXxuYexAt_0, 2. A A A Sign Pria dan wanita Di ruang makan Pria memakai warna hijau dan wanita kemeja pantai. Signifier Pria dan Signified Pria dan wanita makan ramen dan masa lalu Makna Denotasi Pengambilan gambar di atas menggunakan tipe Medium Close Up. Terdapat pria dan wanita di ruang makan yang pria memakai kemeja warna hijau dan wanita memakai kemeja pantai. Mereka sedang memakan mie dan saling mengenang satu sama lain. Makna Konotasi Percakapan yang terjadi merupakan sebuah percakapan tentang mie ramen yang dimakan mereka berdua. Obrolan pada meja makan memperlihatkan pria yang masih kikuk melihat wanitanya kembali padahal sudah meninggal. Dan ia baru sadar kalau mie ramen yang dimakan adalah hasil baru belajar 10 jam sebelum kematiannya. Wanitanya berpesan Jika kamu menemukan wanita yang tepat, carilah wanita yang pintar memasak. Pesan yang punya menunjukkan kalau wanitanya khawatir dengan prianya karena takutnya dia makan mie terus. Makna Denotasi dan Konotasi pada Adegan Makan Film A Matter of Time Scene meja ruang keluarga pagi Gambar 5. Tangkapan layar dari film A Matter of Time (Dokumentasi: Minfadly Robby, 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Sign A Dua orang A Di ruang A Pakaian berwarna abuabu A Secangkir susu dan segelas susu. Signifier Dua orang Ibu dan anak ini erat kaitannya dengan sebuah prestise bagi masyarakat kita (Yevita, 2017: Makan roti pada sarapan pagi seringkali dilakukan oleh orang-orang yang berada di kelas menengah ke atas. Hal ini dikarenakan kepraktisan dari roti tersebut. Konotasi ibu dalam adegan ini juga mengkonotasikan fungsi ibu sebagai seorang aktor produksi dari makanan yang dalam kasus ini anak dalam keluarga ini (Marchione, 1980: . Dari percakapan adegan ini menunjukkan perhatian si Ibu terhadap nutrisi si anak yang sedang galau. Karakter Ibu takut anaknya tidak makan karena sedang patah hati. Scene meja ruang makan/siang menjelang sore Signified Terdapat dua orang wanita yang sedang berbincangbincang mengenai pentas kucing. Makna Denotasi Menggunakan tipe shot Medium Shot, dua orang ibu dan anak sedang sarapan di ruang keluarga dengan minum susu dan makan roti. Ibu memakai dress putih motif bunga-bunga dan anak memakai sweatshirt abu-abu. Mereka membicarakan kegiatan yang akan dilakukan pada hari ini dan juga proses penyembuhan patah hati Makna Konotasi Konotasi yang ingin diambil pada adegan ini adalah seorang ibu khawatir sama anaknya pasca patah hati. Terlihat emosi ibu yang sedang dipendam. Takut anaknya tidak membicarakan yang sebenarnya sehingga muncul ajakan ibu untuk melihat kontes kucing. Dalam penanda ini kita juga dapat melihat bahwa rumah merupakan sebuah ruang refleksi berbagai perasaan (Ariwibowo, 2015: . Struktur rumah yang dikepalai oleh ibu merupakan sebuah kewajiban bagi seorang ibu untuk mengepalai rumah tangga dengan segenap perasaan. Ibu bertanggung jawab menghibur anaknya yang sedang patah hati. Sementara itu roti tawar yang dimakan oleh Gambar 6. Adegan makan dalam film A Matter of Time (Dokumentasi: Minfadly Robby, 2. Sign Signifier Signified A Dua orang wanita dan satu orang pria A Di ruang makan A Pakaian jersey timnas jepang dan tshirt motif bunga dan pria menggunakan kaos warna kuning. Dua orang dan satu orang pria sambil makan mie kuah. Terdapat dua orang wanita yang sedang kesedihan dan berdamai dengan masa lalu Robby. Heriyawati. Wartika: Adegan Makan dalam Film-film Roufy Nasution (Analisa Semiotika Roland Barthe. Makna Denotasi Pengambilan gambar dengan tipe Medium Shot. Ibu, anak dan Palupi sedang memakan mie di siang menjelang sore. Ibu memakai dress warna putih motif bunga-bunga. Wanita memakai jersey Jepang Home. Dan pria memakai kaos warna Mereka membuka rahasia dan kesedihannya masing-masing. Sign Satu pria dan satu wanita Di ruang makan Pria memakai kaos warna abuabu dan wanita memakai dress bunga-bunga Nasi padang Alat makan Makna Konotasi Konotasi yang ingin disampaikan pada adegan makan ini adalah dalam adegan makan tersaji sebuah pengungkapan isi hati. Ibu mengungkapkan rahasia sebab ayahnya meninggal dan Palupi mengungkapkan kalau makan mie mengingatkan ia pada almarhum ibunya. Adegan makan ini juga mengisyaratkan bahwa yang dipraktikkan merupakan sebuah tradisi makan bersama antar keluarga pada masyarakat urban (Aditya dan Widyasari, 2020: 40-. Makan bersama merupakan cara yang paling mengeratkan hubungan keluarga. Signifier Signified Pria dan makan nasi Pria dan wanita makan nasi padang dan cara terbaik makan nasi Makna Denotasi Seorang pria (Vaiyan. dan seorang wanita (Ningru. Vaiyang memakai kaos warna abu-abu dan Ningrum memakai dress abu-abu bermotif bunga-bunga sedang memakan nasi padang. Mereka membicarakan cara makan nasi padang. Tipe shot yang digunakan adalah Medium Shot. Makna Konotasi Memakai tipe pengambilan gambar medium shot yang bersifat netral. Penonton akan menikmati adegan makan yang natuF. Makna Denotasi dan Konotasi pada Memperhatikan Vaiyang dan Ningrum Adegan Makan Film The Boy with membicarakan cara terbaik memakan nasi Moving Image Diskusi kerap kali terjadi saat kita Adegan: Ruang makan-Day memakan nasi padang bersama teman yang mendebat makan nasi padang harus memakai tangan tanpa sendok atau dengan sendok. Memakai tangan dengan sendok ataupun tanpa sendok erat dengan pengesahan budaya yang berkaitan dengan aturan, teknologi, dan sebagainya yang tumbuh dan berkembang dalam sekelomGambar 7. Adegan makan nasi padang pok masyarakat, sehingga The Boy With Moving Image With Moving Image menjadi kebiasaan dari cara (Dokumetasi: Minfadly Robby, 2. Pantun Jurnal Ilmiah Seni Budaya Vol. 6 No. 2 Desember 2021 makan menjadi ciri khas sekelompok masyarakat dan yang membedakan dengan kelompok masyarakat lainnya (Yevita, 2017: 1-. Namun, usaha membangkitkan percakapan ini oleh Vaiyang dapat diartikulasikan sebagai seorang yang sedang berbasa-basi. Vaiyang dari awal sudah tertarik dengan Ning sehingga ada usaha Vaiyang mendekati Ning. Makna Denotasi Menggunakan tipe shot medium shot terlihat Vaiyang dan Ningrum di ruang Vaiyang memakai kaos abu-abu dan Ningrum memakai piyama warna krem. Keduanya membicarakan nasi goreng dan masa lalu Ning terkait nasi goreng. Makna Konotasi Makna konotasi dalam adegan makan nasi goreng ini terlihat kalau Vaiyang Adegan: Ruang makan-Night Gambar 8. Ning dan Vaiyang makan malam dengan nasi goreng yang dimasak Ning (Dokumentasi: Minfadly Robby, 2. A A A A Sign Satu pria dan satu Di ruang Pria kaos dan Nasi Signifier Pria dan makan nasi memulai pembicaraan dengan nasi gorengnya asin. Suatu basa basi dengan menyindir yang cukup tepat. Ning menjadi tidak enak dan juga terlihat sudah mulai akrab dengan Vaiyang. Seharian bersama Vaiyang menunjukkan jalinan emosional yang makin dekat. Fungsi medium shot hadir untuk membuat penonton berpartisipasi dalam meja makan memperhatikan pembicaraan natural para Meja makan menjadi sebuah pengantar penonton melihat bagaimana Vaiyang gelisah mencari topik dan Ning yang frustasi akan hidup. Signified Pria dan makan nasi Robby. Heriyawati. Wartika: Adegan Makan dalam Film-film Roufy Nasution (Analisa Semiotika Roland Barthe. SIMPULAN Dalam penelitian ini adegan demi adegan makan dalam filmnya Roufy membuat sebuah pengulangan yang serupa dalam sisi teknis pengambilan Penggunaan medium shot cukup sering dipakai. Namun, menjadikannya cukup efektif untuk menempatkan posisi Isu cerita yang dibawa Roufy dalam adegan meja makan adalah isu-isu soal paternalistik, patriarki, dan isu hubungan Isu-isu dekat pada penonton. Ini membuktikan kepintaran Roufy dalam memandang suatu isu. Daftar Pustaka