APLIKASI EKSTRAK JAGUNG DAN AIR KELAPA MUDA SEBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH PADA PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO Dominikus Hambur1*. Defiyanto Djami Adi2. Silfanus Jelatu3 1,2,3 Program Studi Agronomi. Fakultas Pertanian dan Peternakan. Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng Email Korespondensi: defiyantoadi36@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis zat pengatur tumbuh (ZPT) alami ekstrak jagung dan air kelapa muda terhadap pertumbuhan awal bibit bibit tanaman kakao. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai bulan Juli 2023 di Hombel Ruteng. Kecamatan Langke Rembong. Kabupaten Manggarai. Penelitian ini menggunakan Rancanagn Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan perlakuan yang dicobakan adalah dosis ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa muda terdiri dari 6 perlakuan yaitu: tanpa perlakuan (P. , dosis 40 mL/Polibag (P. , dosis 60 mL/Polibag (P. , dosis 100 mL/Polibag (P. , dosis 150 mL/Polibag (P. , dosis 200 mL/Polibag (P. , terdapat 24 unit percobaan sehingga pada unit penelitian ini memiliki 24 polibag sebagai media tanam. Parameter yang diamati adalah jumlah daun, diameter batang, panjang daun, dan bobot basah. Hasil penelitian pada perlakuan (P. berpengaruh nyata terhadap jumlah daun . 00 hela. , panjang daun . 05 c. , diameter batang . 20 m. dan bobot basah bibit tanaman kakao . Kata Kunci: Bibit kakao. ZPT ABSTRACT The purpose of this study is to determine the effect of the dosage of natural plant growth regulators (PGR), corn extract, and coconut water on the early growth of cocoa seedlings. This research was conducted from May to July 2023 in Hombel Ruteng. Langke Rembong District. Manggarai Regency. This study used a Randomized Complete Block Design (RCBD) with 4 treatment replicates, which consisted of 6 treatments: no treatment (P. , 40 mL/Polibag (P. , 60 mL/Polibag (P. , 100 mL/Polibag (P. , 150 mL/Polibag (P. , and 200 mL/Polibag (P. There were 24 experimental units, so this research had 24 polibags as planting media. The parameters observed were leaf count, stem diameter, leaf length, and wet weight. The results showed that treatment (P5 had a significant effect on the number of leaves . 00 strand. , leaf length . , stem diameter . 20 m. and wet weight of cocoa plant seeds . Keywords: cocoa seedlings. PGR (Plant Growth Regulator. ISSN: 2962-3634 CIWAL: Jurnal Pertanian https://jurnal. id/index. php/ciwal CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 PENDAHULUAN seperti di Provinsi Sulawesi Utara. Perkebunan merupakan salah satu Sulawesi Selatan. Maluku, dan Irian sektor penting dalam pembangunan Jaya. Luas perkebunan kakao yang ekonomi nasional. Sektor ini juga dikelola oleh rakyat sebesar 1. hektar, sedangkan luas perkebunan besar masing-masing Pembangunan sektor perkebunan tidak sebesar 674 hektar dan 8. 218 hektar (Ditjenbun, 2. Sentra lingkungan nasional maupun global. tanaman kakao Indonesia terbesar di Sektor perkebunan juga dipengaruhi Sulawesi . ,8 %). Sumatera . ,3%). Jawa . ,3 %). Nusa Tenggara Timur, hingga daerah karena dianggap sebagai Nusa Tenggara Barat. Bali . ,0 %), salah satu pilihan pemerintah dalam Kalimantan . ,6 %). Maluku dan Papua mengentaskan kemiskinan (Ramadhan et . ,1 %) (Meyuliana et al. , 2. , 2. Kakao (Theobroma cacao L. Kakao (Theobroma merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup potensial. Kakao merupakan penting bagi perekonomian nasional, penghasil devisa negara terbesar ketiga khususnya sebagai penyedia lapangan pada sub sektor perkebunan setelah karet kerja, sumber pendapatan, dan sebagai dan kelapa sawit, pentingnya tanaman penyumbang devisa negara. Kakao juga kakao dalam perekonomian Indonesia membuat permintaan benih tanaman kakao meningkat (Rokhim dan Adelina, pengembangan agroindustri (Kristanto. Masalah tanaman kakao yang sering dihadapi hingga kini adalah Sentra rendahnya produktivitas yang secara diusahakan oleh perusahaan perkebunan umum rata-ratanya 900 kg/ha. Faktor besar umumnya terletak di beberapa penyebabnya adalah penggunaan bahan provinsi seperti Sumatera Utara. Jawa tanaman yang kurang baik, teknologi Tengah, dan Jawa Timur, sedangkan budidaya yang kurang optimal, umur tanaman serta masalah serangan hama terdapat di Indonesia bagian timur dan penyakit (Meyuliana et al. , 2. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 Zat (ZPT) pertumbuhan tunas karena mengandung merupakan senyawa yang berperan sitokinin dalam bentuk zeatin sebesar 53,94 ppm, auksin 1,67 ppm, dan pertumbuhan sel tanaman. Penggunaan giberelin 41,23 ppm (Herawati et al. zat pengatur tumbuh tergantung pada ZPT auksin dalam jumlah tinggi arah pertumbuhan yang diinginkan. pada tanaman akan merangsang inisiasi Sitokinin dan auksin merupakan dua akar, dan auksin dalam jumlah seimbang golongan ZPT dalam kultur jaringan yang memiliki peranan sangat penting. terbentuknya kalus (Widasari et al. Pertumbuhan akan terhambat apabila Sitokinin alami yang pertama kali tanpa zat pengatur tumbuh dalam media, ditemukan adalah pada tanaman jagung bahkan tidak tumbuh. Penggunaan ZPT yang disebut zeatin (Bisht et al. , 2. Keanekaragaman pertumbuhan kalus dan organ-organnya. mengandung senyawa bioaktif yang ZPT sintetik yang saat ini biasa dapat diekstraksi sebagai zat pengatur digunakan, harganya relatif mahal dan tumbuh . uksin, giberelin, dan sitokini. kadang langka ketersediaannya. Perlu diantaranya adalah ekstrak senyawa dari digunakan ZPT yang murah dan dapat biji jagung (Hernawati et al. , 2. Air kelapa mengandung asam organik, asam kemampuannya sama atau lebih dari amino, purin, gula, asam nukleat. ZPT alkohol, vitamin, mineral dan zat pengatur tumbuh berupa auksin 0,07 diekstrak dari senyawa bioaktif tanaman mg/L, sitokinin 5,8 mg/L dan sedikit sebagai zat pengatur tumbuh (Kartika, giberelin (Ratnawati et al. , 2. Tujuan dari penelitian ini adalah Zat pengatur tumbuh (ZPT) dapat mengetahui pengaruh pemberian dosis diperoleh dari senyawa organik maupun ZPT ekstrak jagung dan air kelapa muda Salah satu sumber zat pengatur tumbuh organik adalah ekstrak biji tanaman kakao. Ekstrak biji jagung muda dapat CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 METODE Terdapat Waktu dan Tempat Penelitian ini telah dilaksanakan memiliki 24 polibag sebagai media sejak bulan MeiAeJuli 2023 di Hombel Ruteng. Kecamatan Langke Rembong. Prosedur Penelitian Kabupaten Manggarai. Provinsi Nusa Tanah dicampurkan dengan pupuk Tenggara Timur. Alat dan Bahan perbandingan 1:1. Campuran tanah dengan pupuk kompos diisi ke dalam penelitian yaitu, penggaris, alat tulis, polibag yang berukuran 20 cm x 20 cm. timbangan, jangka sorong, ember, gelas Benih yang digunakan dalam penelitian Alat ukur, blender, kamera, polibag, kertas ini berasal dari indukan/tanaman yang label, saringan, baskom, sekop, plastik sehat dan buah matang, dipisahkan dari dan pisau. Bahan yang dugunakan dalam penelitian yaitu, benih Biji dipisahkan direndam dalam air bersih kakao (Varietes Trinitari. , air kelapa, selama A 15 menit, tiriskan dan kering jagung muda, tanah, pupuk kompos, air. Persemaian Metode Penelitian Penelitian selama 4 hari sebelum ditanam (HST). Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 ulangan, perlakuan yang dicobakan adalah dosis zat pengatur tumbuh alami . kstrak jagung dan air kelap. terdiri dari 6 perlakuan yaitu: P0 : Kontrol . anpa perlakua. P1 : 40 mL/polibag P2 : 60 mL/polibag P3 : 100 mL/polibag P4 : 150 mL/polibag P5 : 200 mL/polibag benih kakao terlebih dahulu disemai dalam wadah persemaian . , benih yang dipilih dari buah yang sudah cukup matang di rendam dalam air A 1-2 jam agar bebas dari lendir dan dicuci. Benih yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan benih varietes Trinitario. Penanaman bibit dilakukan pada sore hari. Pembuatan lubang tanam sedalam A 2 cm. Tempat pembibitan atau naungan yang digunakan berupa atap yang terbuat dari plastik transparan. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 fungsinya untuk mengurangi intensitas Parameter Penelitian penyinaran dan tetesan air hujan. Diameter Batang Pemeliharaan meliputi penyiraman Diukur 2 cm di atas pangkal batang dan penyiangan. Penyiraman dilakukan dua kali sehari, yaitu pada pagi dan sore pengamatan dilakukan pada bibit berumur 56 HST. Penyiangan minggu sekali, penyiangan dilakukan Jumlah Daun secara manual dengan mencabut gulma Dihitung berdasarkan daun yang yang tumbuh di sekitar bibit tanaman sudah terbentuk sempurna, pada bibit berumur 21, 42 dan 56 HST. Panjang Daun . Pembuatan ZPT Alami ZPT menggunakan bahan ekstrak jagung muda dan air kelapa. Sebanyak 8 kg Pengukuran pangkal daun sampai ujung daun pada bibit berumur 56 HST. Bobot Basah Tanaman tongkolnya, diblender sampai halus Bobot kemudian disaring. Ekstrak jagung muda dimasukkan ke dalam wadah . olume tanaman termasuk akar pada bibit wadah 20 Lite. dan ditambahkan berumur 56 HST dengan air kelapa muda sebanyak 17,6 Analisis Data Liter. Campuran ekstrak jagung dan air Data hasil penelitian dianalisis kelapa muda siap digunakan sebagai ZPT alami. (ANOVA) dan apabila ada pengaruh Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh Penyemprotan ZPT P0=kontrol. P1= 40 mL. P2= 60 mL. P3=100 mL. P4= 150 mL. P5= 200 mL, menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. HASIL DAN PEMBAHASAN penyemprotan dilakukan 7 hari sekali. Penyemprotan ZPT dilakukan 8 kali sampai bibit kakao berumur 56 hari setelah tanam (HST). Jumlah Daun Hasil analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakuan dosis ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 Hasil uji lanjut (BNJ) jumlah daun bibit ekstrak jagung dan air kelapa mampu tanaman kakao akibat perlakuan dosis zat pengatur tumbuh (ZPT) alami ekstrak seperti jumlah daun, yang ditandai jagung dan air kelapa muda tertera pada dengan meningkatnya jumlah daun di Tabel 1. setiap pengamatan yang Perlakuan dosis ZPT alami ekstrak Ekstrak jagung dan air kelapa juga jagung dan air kelapa terhadap jumlah mengandung karbohidrat yang berperan dalam proses metabolisme sel pada awal (Kasi Hutabarat jumlah daun baik pada umur 21 maupun Marpaung 42 HST, namun menunjukkan pengaruh nyata pada pengamatan 56 HST pada sitokinin dalam suatu bahan mampu perlakuan P5 . mL/Poliba. yaitu merangsang sel-sel untuk pembentukan 00 helai. Tabel 1. Jumlah Daun Bibit Tanaman pembelahan sel pada primordia daun Sitokinin yang mendukung bertambahnya jumlah Kakao daun (Wulandari et al. , 2. Jumlah Daun . HST HST Hasil analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakuan dosis ZPT Perlakuan HST Panjang Daun . alami ekstrak jagung dan air kelapa Ket : (P. : Kontrol. (P. : 40 mL/polibag. (P. 60 mL/polibag. (P. : 100 mL/polibag. (P. terhadap panjang daun bibit tanaman kakao (Tabel . Tabel 2. Panjang Daun Bibit Tanaman 150 mL/polibag. (P. : 200 mL/polibag. angka yang diikuti huruf yang sama pada Kakao memberikan hasil tertinggi terhadap Panjang Daun . 56 HST Ket : (P. : Kontrol. (P. : 40 mL/polibag. (P. jumlah daun bibit tanaman kakao. 60 mL/polibag. (P. : 100 mL/polibag. kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf = 5% Perlakuan mL/polibag (P. pada umur 56 HST Kandungan sitokinin yang terdapat pada Perlakuan (P. mL/polibag. (P. CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 mL/polibag. angka yang diikuti huruf Tabel 3. Diameter Batang Bibit Tanaman yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada Diameter Batang . 56 HST Ket : Ket : (P. : Kontrol. (P. : 40 mL/polibag. Perlakuan taraf = 5% Pengamatan panjang daun bibit tanaman kakao pada umur 56 HST, dipengaruhi oleh pemberian ZPT alami Kakao Pencapaian panjang daun bibit tanaman kakao dengan hasil tertinggi pada (P. : 60 mL/polibag. (P. : 100 mL/polibag. (P. mL/polibag. (P. mL/polibag. angka yang diikuti huruf yang pemberian ZPT alami ekstrak jagung dan sama pada kolom yang sama menunjukkan air kelapa sebanyak 200 mL/polibag (P. tidak berbeda nyata pada taraf = 5% dengan rata-rata panjang daun tanaman Hasil uji lanjut 05 cm. Pemberian air kelapa muda pada tanaman dengan konsentrasi batang bibit tanaman kakao pada umur yang tepat dapat menambah unsur hara 56 HST, pemberian ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa dengan dosis yang berbeda (P0. P1. P2. P3. tidak Kandungan berpengaruh nyata. Namun berpengaruh giberelin dalam air kelapa baik untuk nyata dengan perlakuan (P. Pemberian ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa (Ratnawati et al. , 2. Diameter Batang . mL/polibag (P. Hasil analisis ragam menunjukkan diameter batang bibit tanaman kakao. adanya pengaruh perlakaun dosis ZPT Pertambahan biomassa dengan adanya alami ekstrak jagung dan air kelapa perubahan ukuran diameter batang bibit terhadap diameter batang bibit tanaman kakao (Tabel . mL/polibag ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa mampu meransang Hormon sitokinin berfungsi dalam perkembangan Kombinasi CIWAL: Jurnal Pertanian. Vol. 2 No. 2, 2023 sitokinin yang terdapat dalam air kelapa menyatakan bahwa selain sitokinin, juga memengaruhi aktivitas kambium dalam ekstrak jagung dan air kelapa yang terdapat di dalam batang kakao muda juga terdapat karbohidrat dalam (Kieber dan Schler, 2. gula sederhana yang berperan dalam Bobot Basah . proses metabolisme sel pada awal Hasil analisis ragam menunjukkan adanya pengaruh perlakaun dosis ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang tanaman kakao (Tabel . Tabel 4. Bobot Basah Bibit Tanaman bahwa pemberian zat pengatur tumbuh Kakao (P. : 60 mL/polibag. (P. : 100 mL/polibag. mL/polibag. (P. mL/polibag. angka yang diikuti huruf yang sama pada kolom yang sama menunjukkan tidak berbeda nyata pada taraf = 5% Hasil uji lanjut bahwa pemberian ZPT alami ekstrak jagung dan air kelapa muda tidak berbeda nyata pada perlakuan P0. P1. P2. P3. P4, namun berpengaruh nyata pada perlakuan (P. , pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) alami ekstrak jagung dan air kelapa sebanyak 200 mL/polibag (P. dengan rata-rata 4. memberikan hasil terbaik terhadap bobot basah bibit tanaman kakao. Kasi et al. , . (ZPT) alami ekstrak jagung dan air Perlakuan Bobot Basah . 56 HST Ket : Ket : (P. : Kontrol. (P. : 40 mL/polibag. (P. mL/polibag (P. dapat meningkatkan jumlah daun, panjang daun, diameter batang dan bobot basah bibit tanaman DAFTAR PUSTAKA