Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol. 15 No. 1 Juni 2023 Available Online : https://journal. pAeISSN 2088-1312 eAeISSN 2962-004X PENGARUH BEBAN KERJA. GAYA KEPEMIMPINAN DAN KOMPENSASI MONETER TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT BUMI MULIA PERKASA Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI. Depok Jhonson. sitanggang@gmail. com1 , wandiui@yahoo. Abstrak Sebagai salah satu perusahaan swasta PT Bumi Mulia Perkasa burusaha meingkatkan kualitas dari kinerja para karyawannya. Adapun permasalah ialah rendahnya komunikasi, kurangnya bentuk tanggungjawab dari karyawan terhadap pekerja yang diberikan oleh perusahaan, tidak adanya pendelegasian wewenang yang diberikan pimpinan kepada karyawan sehingga karyawan ragu-ragu dalam menggambil keputusan dan tindakan atas pekerjaan yang dibebankan kepadanya, dan kurangnya bentuk kompensasi yang diberikan perusahaan kepada karyawannya sehingga mengakibatkan kinerja karyawan menurun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriftif kuantitatif dengan jenis penelitian yang digunakan berupa pengumpulan data menggunakan kuisioner. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara sampling jenuh. Adapun sampel tersebut berjumlah 30 responden, dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil uji regresi menunjukan bahwa 53,8% faktor-faktor kinerja dapat dijelaskan oleh beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter sedangkan sisanya 46,2% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan hasil uji F menunjukan bahwa secara simultan variabel beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hasil uji t menunjukan bahwa variabel gaya kepemimpinan dan variabel kompensasi moneter berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan variabel beban kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kata kunci : Beban Kerja. Gaya Kepemimpinan. Kompensasi. Kinerja Karyawan. Abstract As one of the private companies. PT Bumi Mulia Perkasa burusaha improves the quality of the performance of its employees. The problems are low communication, lack of form of responsibility from employees to workers given by the company, absence of delegation of authority given by the leader to employees so that employees hesitate in making decisions and actions on the work assigned to them, and lack of compensation given by the company to its employees resulting in decreased employee performance. The research method used is quantitative descriptive with the type of research used in the form of data collection using questionnaires. Sample selection is carried out by means of saturated sampling. The sample amounted to 30 respondents, using multiple linear regression The results of the regression test showed that 53. 8% of performance factors could be explained by workload, leadership style and monetary compensation while the remaining 46. 2% was explained by other factors not studied in this study. While the results of the F test show that simultaneously the variables workload, leadership style and monetary compensation have a significant effect on performance. The results of the t test showed that leadership style variables and monetary compensation variables had a significant effect on performance, while workload variables did not have a positive and significant effect on performance. Keywords: Workload. Leadership Style. Compensation. Employee Performance. (*) Corresponding Author : Jhonson Sitanggang1, jhonson. sitanggang@gmail. com, 81371310648 Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. INTRODUCTION Seiring dengan perkembangan zaman yang semakin maju serta meningkatkan kompetisi disegala bidang yang menuntut suatu perusahaan untuk bekerja lebih efektif dan efisien, tingkat kompetisi yang tinggi menuntut pula suatu organisasi untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimilikinya. Karyawan sebagai sumber daya manusia yang sangat penting dan merupakan salah satu kunci keberhasilan organisasi, pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan mendorong keberhasilan suatu organisasi dalam mencapai tujuan perusahaan dan meningkatkan kinerja karyawan. Kemampuan karyawan tercermin dari kinerja, kinerja yang baik adalah kinerja yang optimal. Kinerja karyawan tersebut merupakan salah satu modal bagi organisasi untuk mencapai tujuannya. Sehingga kinerja karyawan adalah hal yang patut diperhatikan oleh pemimpin organisasi. PT Bumi Mulia Perkasa sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang Trading Aspal Curah yang berkantor pusat di Jakarta Selatan, memiliki usaha yang meliputi perdagangan aspal dan pengelolaan terminal aspal curah untuk daerah riau dan sumatera utara serta indonesia bagian timur. PT Bumi Mulia Perkasa telah memulai usaha ini sejak tahun 2011. PT Bumi Mulia Perkasa mengelola terminal aspal curah dengan kapasitas total 13. 180 ton di 3 lokasi, dumai, perawang dan pangkalan susu, dari ketiga lokasi pengelolaan terminal aspal curah tersebut perdagangkan aspal dalam setahun dengan volume masing-masing : dumai 15. 000 ton/tahun, pangkalan susu 12. 000 ton/tahun, perawang 000 ton/tahun. Semakin meningkatnya pasar untuk penjualan aspal pertahunnya. PT Bumi Mulia Perkasa memili tujuan untuk memperluas dan mengembangkan usahanya dengan menambah pasar untuk penjualan ke seluruh Indonesia. Dalam rangka memenuhi pencapaian tersebut PT Bumi Mulia Perkasa ingin mendorong setiap karyawan untuk meingkatkan kinerjanya dalam rangka pencapaian tujuan, dalam prosesnya seorang karyawan tidak hanya mendapatkan imbalan yang layak atas apa yang dikerjakanya melainkan juga mendapatkan dukungan dan prilaku yang baik dari perusahaan. METHODS Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian survei yaitu penelitian yang datanya dikumpulkan dari sampel atas populasi untuk mewakili seluruh populasi. Ini berarti bahwa sampel yang digunakan dalam penelitian ini diambil dari populasi yang secara langsung menjadi obyek penelitian (Sugiyono, 2018:. Teknik Analisis Data Teknik analisis data bertujuan untuk menjawab rumusan masalah maupun hipotesis penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda guna mengetahui sejauh mana pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikatnya. Guna menguji pengaruh beberapa variabel bebas yang diteliti dengan variabel terikat dapat digunakan model matematika dibawah ini. RESULTS & DISCUSSION Results Hasil penelitian secara terperinci peneliti sampaikan dibawah ini meliputi karakteristik responden, tanggapan responden, uji kualitas data yang meliputi uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas, serta uji hipotesis yang meliputi hasil regresi, uji simultan, koefisien determinasi, uji parsial serta pengaruh - 76 - Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Beban Kerja Scale Mean Corrected Item- Cronbach's if Item Scale Variance Total Alpha if Item Deleted if Item Deleted Correlation Deleted Kondisi_Pekerjaan Mensosialisasikan_SOP Adanya_SOP_Waktu_Kerja Penggunaan_Waktu_Kerja Target_Kerja Sempitnya_waktu_kerja Waktu_dan_Volume_Pekerjaan Stress_kerja Minim_konsentrasi Keluhan_pelanggan Kenaikan_tingkat_absensi Kebosanan_Kerja Beban_Kerja_rendah Semua nilai rhitung yang terdapat dalam kolom Corrected Item Total Correlation diatas 0,300 sehingga semua item pernyataan kompensasi valid. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan Scale Mean Corrected Cronbach's if Item Scale Variance if Item-Total Alpha if Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted Strategi_yang_jelas Strategi_dikomunikasikan Pemimpin_perubahan Perhatian_dan_memotivasi Peduli_terhadap_permasalahan Lingkungan_dan_kenyamanan Pengetahuan_dan_keahlian Tekad_dalam_menyelesaikan_tugas Berorientasi_pada_kualitas Solid_dan_harmonis Menyelesaikan_konflik Menghargai_setiap_perbedaan Perbedaan_dan_keyakinan Semua nilai rhitung yang terdapat dalam kolom Corrected Item Total Correlation diatas 0,300 sehingga semua item pernyataan Gaya Kepemimpinan valid. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Kompensasi Moneter Scale Corrected Cronbach's Scale Mean if Variance if Item-Total Alpha if Item Item Deleted Item Deleted Correlation Deleted Gaji_Upah Tunjangan_tetap Tunjangan_kesehatan Tunjangan_hari_raya_keagamaan Tunjangan_profesional Tunjangan_makan Tunjangan_transport Bonus_insentif Uang_cuti Liburan Semua nilai rhitung yang terdapat dalam kolom Corrected Item Total Correlation diatas 0,300 sehingga semua item pernyataan Kompensasi Moneter kerja valid. - 77 - Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan Scale Cronbach's Scale Mean Variance if Corrected if Item Item Item-Total Item Deleted Deleted Correlation Deleted Alpha if Kualitas_pekerjaan Keterampilan_dan_kemampuan Kuantitas_siklus_aktivitas Aktivitas_diselesaikan_tepat_waktu Koordinasi_dengan_hasil_output Memaksimalkan_waktu Menaikkan_hasil_dari_SDM Menaikkan_hasil_dari_sumber_daya_lainnya Komitmen_kerja_dan_tanggung_jawab Semua nilai rhitung yang terdapat dalam kolom Corrected Item Total Correlation diatas 0,300 sehingga semua item pernyataan kinerja karyawan valid. Uji Reliabilitas Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach SIMPULAN KETERANGAN 1 Beban Kerja 0,919 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 2 Gaya Kepemimpinan 0,933 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 3 Kompensasi Moneter 0,897 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 4 Kinerja 0,817 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 VARIABEL Semua nilai cronbach diatas 0,600 sehingga semua item pernyataan tersebut dinyatakan reliabel. Hasil Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Uji ini wajib dilakukan sebelum seseorang melakukan analisis regresi linier berganda. Adapun uji klasik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: . uji normalitas, . uji multikolinieritas dan . uji heteroskedastisitas. Gambar 1. Hasil UjiNormalitas - 78 - Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Pada grafik histogram di atas terlihat bahwa variabel berdistribusi normal. Hal ini ditunjukkan oleh gambar histogram tidak miring ke kanan maupun ke kiri sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan. Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Uji Heteroskedastisitas Grafik Scatterplot di atas memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kinerja. Uji Multikolinieritas Tabel 6. Uji Multikolinieritas COLLINEARITY STATISTICS TOLERANCE VIF HASIL SIMPULAN HASIL SIMPULAN VARIABEL Beban Kerja 0,295 > 0,1 3,386 < 10 Gaya Kepemimpinan 0,835 > 0,1 1,197 < 10 Kompensasi Moneter 0,277 > 0,1 3,614 < 10 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai tolerance variabel independen yang ada diatas 0,1, serta nilai VIF variabel independennya semua dibawah 10 yang berarti bawah tidakterjadi Hasil Uji Hipotesis Analisis Regresi Berganda Tabel 7. Analisis Regresi Berganda Unstandardized Coefficients Collinearity Statistics Model 1 (Constan. Gaya_Kepemimpinan Kompensasi_Moneter Beban_Kerja Std. Error Beta Sig. Tolerance VIF Melihat nilai Unstandardizet Coefficients Beta di atas, maka dapat ditentukan persamaan regresi linier bergandayang dihasilkan dari penelitian ini, sebagai berikut: - 79 - Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Y = 8,769 0. 079X1 0. 113X2 0,506X3 Yang berarti bahwa: Konstanta sebesar 8. 769 yang berarti jika variabel beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter dianggap nolmaka variabel kinerja hanya sebesar8. Koefisien regresi variabel beban kerja diperoleh nilai sebesar 0,079 yang berarti jika variabel beban kerja mengalami kenaikan satu satuan sementara variabel gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter diasumsikan tetap maka kinerja juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,079. Koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan diperoleh nilai sebesar 0,113 yang berarti jika variabel gaya kepemimpinan mengalami kenaikan satu satuan sementara variabel beban kerja dan kompensasi moneter diasumsikan tetap maka kinerja juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,113. Koefisien regresi variabel kompensasi moneter diperoleh nilai sebesar 0,506 yang berarti bahwa jika variabel kompensasi moneter mengalami kenaikan satu satuan sementara variabel beban kerja dan gaya kepemimpinan diasumsikan tetap maka kinerja juga akan mengalami kenaikan sebesar 0,506. Hasil Uji F (Simulta. Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimaksudkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen. Pengujian hipotesis ini menggunakan statistik F untuk menyimpulkan hasil uji penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut Tabel 8. Uji F Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Sig. Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung yang diolah dengan menggunakan SPSS adalah sebesar 12,262. Sementara itu nilai Ftabel yang dilihat pada Tabel Nilai- nilai Untuk Distribusi F adalah 2,960. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa nilai Fhitung = 12,262 > dari Ftabel = 2,960. Ini berarti bahwa variabel independen yang terdiri dari beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa. Koefisien Determinan (R. Tabel 9. Hasil Koefisien Determinasi Adjusted R Std. Error of the Square Estimate R Square Tabel diatas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square adalah 0,538 atau 53,8%. Ini berarti bahwa variabel independen berupa beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen kinerja karyawan di PT Bumi Mulia Perkasa sebesar 53,8% sedangkan sisanya sebesar 46,2% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini, misalnyabudaya organisasi, motivasi, komunikasi danlain sebagainya. - 80 - Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Hasil Uji T Parsial Tabel 10. Hasil Uji t Sig. VARIABEL VARIABEL HASIL = 5% Beban Kerja 0,772 2,056 0,447 > 0,05 Tidak berpengaruh signifikan Gaya Kepemimpinan 2,157 2,056 0,040 < 0,05 Berpengaruh signifikan Kompensasi Moneter 3,074 2,056 0,005 < 0,05 Berpengaruh signifikan Guna menentukan H0 maupun H1 yang ditolak atau diterima maka nilai thitung di atas dapat dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat signifikan 5% ( = 0,. Nilai ttabel pada tingkat signifikansi 5% ( = 0,. adalah 2,056. Dengan membandingkan thitung dan ttabel maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial beban kerja tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa karena thitung . < ttabel . serta nilai signifikansinya diatas 0,05. Secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa karena thitung . > ttabel . serta nilai signifikansinya dibawah 0,05. Secara parsial kompensasi moneter berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa karena thitung . > ttabel . serta nilai signifikansinya dibawah 0,05. DISCUSSION Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan diawal dimana sampai saat ini masih ditemui kendala di PT Bumi Mulia Perkasa khususnya mengenai kinerja karyawan sehingga perlu dilakukan variabel beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter maka permasalahan tersebut setidaknya mulai terjawab. Dari ketiga variabel independen yang digunakan, terdapat dua variabel berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa yaitu gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter. Sedangkan variabel independen lainnya yaitu beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa. Tidak berpengaruhnya variabel beban kerja terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa kemungkinan besar disebabkan karena umumnya karyawan memang tidak berkepentingan atas variabel beban kerja dimana karyawan mungkin lebih memperhatikan variable lainnya dibandingkan variabel beban kerja. Bagi karyawan PT Bumi Mulia Perkasa, beban kerja yang mereka rasakan tidak terasa berat dan tidaklah penting. Bagi mereka jauh lebih penting kompensasi yang karyawan Oleh sebab itu kompensasi moneter merupakan variabel yang paling dominan mempengaruhi kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa. Hal ini memang sering terjadi, dimana pada umumnya karyawan akan lebih mementingkan segi gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh pemimpin perusahaan dankompensasi moneter yang diberikan perusahaan kepada karyawannya. Karena dengan gaya kepemimpinan yang baik dan diberikannya kompensasi moneter maka karyawan merasa nyaman dan tahu apa saja yang diberikan oleh perusahaan khususnya yang berhubungan dengan kinerja. Oleh sebab itu banyak karyawan PT Bumi Mulia Perkasa yang justru berharap banyak pada bagaimana perusahaan mem-berikan kompensasi dan bagaimana cara pemimpin mereka menilai atau menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga dapat lebih mengapresiasi kinerja para karyawan khususnya divisi marketing di PT Bumi Mulia Perkasa agar lebih baik lagi. Berpengaruhnya kompensasi moneter dan gaya kepemimpinan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa tentunya sejalan dengan beberapa penelitian terdahulu yang telah penulis sampaikan - 81 - Jhonson Sitanggang1. Mei Iswandi2 / Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 15 . Juni 2023 DOI : 10. 58890/jkb. Seperti halnya banyak dikemukakan oleh para ahli bahwa gaya kepemimpinan sangat berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Hal ini sesuai dengan pendapat yang mengatakan bahwa: AuKepemimpinan sebagai proses mempenga- ruhi dan mengarahkan para pegawai dalam melakukan pekerjaan yang telah digunakan kepada mereka. Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi prilaku orang lain tanpa menggunakan kekuatan, sehingga orang- orang yang dipimpinnya menerima dirinya sebagai sosok yang layak memimpin mereka(Sule dan Saefullah, 2018:. Ay. Jika dibandingkan dengan berbagai penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, tentunya hal ini akan lebih menguatkan penelitian-penelitian tersebut dimana selain karena faktor komunikasi, motivasi dan budaya organisasi, faktor lain yang meningkatkan kinerja karyawan adalah gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter. Selain gaya kepemimpinan ternyata kompensasi moneter juga sangat berpengaruh terhadap Hal ini berarti bahwameningkatnya kinerja seorang karyawan salah satunya dapat dilihat dari banyaknya kompensasi yang diberikan dari perusahaan itu sendiri. Hal ini sesuai dengan pendapat yang penulis kemukakan oleh para ahli dimana: AuKompensasi yang diberikan kepada karyawan/pegawai sangat berpengaruh pada tingkat kepuasan kinerja dan motivasi kerja, serta hasil kerja. Perusahaan yang menentukan tingkat upah dengan memper- timbangkan standar kehidupan normal, akan memungkinkan pegawai bekerja dengan penuh motivasi. Hal ini karena motivasi kerja pegawai banyak dipengaruhi oleh terpenuhi tidaknya kebutuhan minimal kehidupan pegawai dan keluarnya (Mangkunegara, 2017:. Ay. Jika perusahaan memberika kom- pensasi yang layak kepada para karyawannya maka hal tersebut akan sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan kinerja karyawan. Namun sebaliknya jika pem- beriaan kompensasi oleh perusahaan tersebut tidak diterapkan, maka tidak mengherankan para karyawan akan merasa kehilangan motivasi seakang-akan tidak mendapat apresiasi atau timbal balik dari perusahaan atas pekerjaan yang dilakukannya dan hal tersebut akan berujung pada menurunnya kinerja para karyawan tersebut. Pemberian kompensasi dari perusahaan selain sebagai timbal balik juga akan mempengaruhi kesejahteraan dan memotivasi para karyawan, hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Mulyadi . 5:11-. , bahwa tujuan pemberian kompensasi adalah disamping untuk meningkatkan kesejah- teraan karyawan, untuk memotivasi kary- awan, juga untuk meningkatkan produk- tivitas karyawan, dan untuk mempertahankankaryawan yang berpotensi. CONCLUSION Sesuai dengan uraian-uraian di atas serta hasil analisis dan interpretasi data yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat diambil simpulan, sebagai berikut: Secara serempak beban kerja, gaya kepemimpinan dan kompensasi moneter berpengaruh signifikan terhadap kinerjakaryawan PT Bumi Mulia Perkasa. Secara parsial beban tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa. Secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa. Secara parsial kompensasi moneter berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Bumi Mulia Perkasa. REFERENCES