Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. LITERASI PENGENALAN UANG KEPADA ANAK-ANAK DI LINGKUNGAN BABAKAN GERUNG Ni Nyoman Nadi Nuartini1*. Ni Putu Sasmika Dewi2. Sri Rahayu Puspawati3, & I Komang Widya Purnama Yasa4 1,2,3,&4 Program Studi Ekonomi Hindu. Fakultas Dharma Duta. Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Jalan Pancaka Nomor 7B. Mataram. Nusa Tenggara Barat 83126. Indonesia *Email: omanadyy@gmail. Submit: 20-10-2025. Revised: 27-10-2025. Accepted: 30-10-2025. Published: 31-10-2025 ABSTRAK: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan pada anak usia dini di Lingkungan Babakan Gerung. Literasi keuangan merupakan kemampuan dasar yang perlu ditanamkan sejak dini agar anak mampu memahami nilai uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri menabung sejak usia muda. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan tiga tahapan utama, yaitu penyampaian materi, permainan edukatif, dan evaluasi. Pada tahap penyampaian materi, anak-anak diperkenalkan dengan berbagai jenis uang, baik logam maupun kertas, beserta fungsi dan nilai nominalnya. Selanjutnya, melalui permainan toko-tokoan, anakanak belajar memahami proses transaksi sederhana serta cara mengelola uang dalam situasi Tahap evaluasi kemudian dilakukan untuk menilai tingkat pemahaman anak terhadap materi yang telah diberikan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak tentang konsep dasar uang dan pentingnya pengelolaan keuangan. Anak-anak terlihat lebih antusias, aktif bertanya, serta mampu mengenali nilai dan fungsi uang dengan lebih baik. Penggunaan alat bantu visual seperti gambar uang dan media permainan terbukti efektif dalam meningkatkan minat belajar. Secara keseluruhan, program ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pendidikan formal dan nonformal dalam membangun kesadaran literasi keuangan sejak usia Melalui pendekatan interaktif dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan sikap bijak dan mandiri dalam mengelola keuangan pada masa mendatang. Kata Kunci: Edukasi Finansial. Literasi Keuangan. Pengabdian kepada Masyarakat. Pengelolaan Uang. ABSTRACT: The Community Service Program (PkM) is carried out with the aim of improving the understanding of financial literacy in early childhood in the Babakan Gerung Environment. Financial literacy is a basic skill that needs to be instilled from an early age so that children are able to understand the value of money, distinguish needs and wants, and get used to saving from a young age. This activity uses a qualitative descriptive method with three main stages, namely material delivery, educational games, and evaluation. At the stage of delivering the material, children are introduced to various types of money, both metal and paper, along with their functions and nominal values. Furthermore, through shop-shop games, children learn to understand the simple transaction process as well as how to manage money in contextual The evaluation stage is then carried out to assess the level of children's understanding of the material that has been given. The results of the activity showed that there was an increase in children's understanding of the basic concept of money and the importance of financial Children look more enthusiastic, actively ask questions, and are able to recognize the value and function of money better. The use of visual aids such as pictures, money, and game media has been shown to be effective in increasing interest in learning. Overall, this program emphasizes the importance of collaboration between formal and non-formal education in building financial literacy awareness from an early age. Through an interactive and fun approach, this activity is expected to foster a wise and independent attitude in managing finances in the future. Keywords: Financial Education. Financial Literacy. Community Service. Money Management. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. How to Cite: Nuartini. Dewi. Puspawati. , & Yasa. Literasi Pengenalan Uang kepada Anak-anak di Lingkungan Babakan Gerung. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5. , 308-315. https://doi. org/10. 36312/nuras. Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is Licensed Under a CC BY-SA Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Dunia saat ini berkembang dengan sangat cepat, termasuk dalam bidang ekonomi yang terus mengalami perubahan. Salah satu aspek penting dalam perkembangan tersebut adalah bidang keuangan, di mana pengenalan mengenai konsep keuangan menjadi hal yang mutlak dipelajari oleh setiap individu. Lusardi . menyatakan bahwa literasi keuangan merupakan aspek penting yang perlu dikuasai oleh masyarakat global seiring dengan tuntutan keterampilan abad ke-21 yang mencakup literasi dasar, kompetensi, dan pembentukan karakter. Upaya ini sejalan dengan pelaksanaan Gerakan Literasi Nasional (GLN) yang saat ini digencarkan oleh pemerintah sebagai bagian dari penguatan kemampuan literasi masyarakat Indonesia. Salah satu literasi dasar yang harus dikuasai oleh masyarakat adalah literasi keuangan. Menurut Azwardi et al. , pendidikan literasi keuangan penting dilakukan sedini mungkin. Literasi keuangan merupakan kemampuan untuk memahami dan menggunakan konsep uang dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menabung, membelanjakan, dan merencanakan keuangan (Rapih, 2. Indeks literasi keuangan Indonesia masih tergolong rendah, yaitu sekitar 38% pada tahun 2019, yang menunjukkan bahwa banyak anak belum memahami konsep dasar uang. Anak yang terpapar materi finansial sejak dini memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu dewasa yang bijak dalam mengelola keuangan. Literasi finansial sejak usia pra-sekolah juga dapat membentuk kebiasaan menabung dan menghindari utang. Konsep ini mendukung pengembangan karakter tanggung jawab dan kemandirian finansial pada anak. Secara global. OECD menegaskan bahwa pendidikan finansial pada masa kanak-kanak memperkuat kemampuan perencanaan dan pengambilan keputusan (Lahallo et al. , 2. Meskipun literasi finansial merupakan kebutuhan dasar, pengajarannya di Indonesia masih sangat terbatas. Banyak orang tua dan guru belum terbiasa membicarakan uang secara terbuka dengan anak. Kurikulum sekolah dasar belum mengintegrasikan literasi keuangan secara menyeluruh dalam pembelajaran. Wahyudi & Rochmawati . menyebutkan bahwa kondisi ini menyebabkan anak sering kali tidak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sehingga mudah terjebak perilaku konsumtif. Untuk menyikapi hal tersebut, berbagai pihak mendorong penerapan kurikulum berbasis permainan atau simulasi jual beli sederhana (Nurlasera et al. , 2. Tanpa materi ini, anak-anak tidak memiliki bekal untuk menghadapi dinamika ekonomi dalam kehidupan nyata. Pengenalan literasi keuangan juga membantu anak mengembangkan kemampuan berhitung dan berpikir logis dalam mengenali nominal uang (Rahma et al. , 2. Anak belajar mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. keinginan, serta membuat rencana kecil seperti membeli makanan atau mainan. Permainan uang membantu anak memahami fungsi uang sebagai alat tukar, bukan sekadar benda fisik. Selain aspek kognitif, literasi finansial juga membentuk karakter positif seperti disiplin dan pengendalian diri. Anak yang terbiasa menabung akan mengembangkan kesabaran dan rasa tanggung jawab sejak usia dini (Asnawi et al. , 2. Metode yang efektif dalam pembelajaran ini antara lain penggunaan cerita, permainan edukatif, dan role-play seperti permainan tokotokoan atau restoran mini. Penggunaan alat peraga dan permainan berbasis web juga terbukti meningkatkan pemahaman anak PAUD terhadap konsep uang. Lokakarya dan simulasi turut memperkuat pemahaman melalui interaksi langsung. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup aspek kemitraan, institusional, dan interdisipliner. Melalui kegiatan ini, mahasiswa menerapkan kompetensi akademik, semangat kewirausahaan, dan profesionalisme dalam menjawab kebutuhan serta permasalahan nyata di masyarakat. Salah satu wilayah sasaran kegiatan PkM adalah Desa Babakan Gerung. Berdasarkan hasil observasi awal, masyarakat di wilayah tersebut menghadapi beberapa permasalahan seperti rendahnya tingkat literasi digital, kurangnya pemanfaatan potensi lokal untuk peningkatan ekonomi, serta keterbatasan dalam pengelolaan usaha mikro. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara potensi sumber daya masyarakat dengan kemampuan untuk mengoptimalkannya (Nur & Bakir, 2. Oleh karena itu, kegiatan PkM ini dirancang sebagai upaya untuk menjembatani kesenjangan tersebut melalui penerapan teori dan praktik akademik yang relevan, dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kemandirian masyarakat Babakan Gerung secara berkelanjutan. Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Mataram secara rutin menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat sebagai bagian dari program akademik sekaligus bentuk kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat pada berbagai bidang, baik pendidikan, ekonomi, hukum, maupun sosial budaya. Mahasiswa IAHN Gde Pudja Mataram diharapkan mampu mengembangkan diri sebagai pemimpin perubahan yang bekerja secara tenang, cerdas, dan tepat dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul di lokasi PkM. Dengan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini, diharapkan tercipta kontribusi nyata dalam pengembangan literasi keuangan bagi anak-anak di Lingkungan Babakan Gerung melalui sosialisasi bertahap agar lebih mudah dipahami. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi keuangan pada anak-anak usia dini di Lingkungan Babakan Gerung. METODE Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada anak-anak melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang dirancang secara interaktif dan Peserta kegiatan merupakan anak-anak yang tinggal di Lingkungan Babakan Gerung. Pelatihan dilaksanakan melalui pemaparan materi, pengenalan bentuk dan jenis uang, serta evaluasi terkait pemahaman anak Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. terhadap konsep dan jenis uang tersebut. Sasaran utama program ini adalah anakanak tingkat TK dan SD di lingkungan tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan Tim pengabdian melakukan pengamatan langsung di lokasi kegiatan untuk memperoleh gambaran mengenai respons dan tingkat pemahaman anak. Kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan dasar literasi keuangan sejak usia Metode pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi beberapa tahapan yaitu: . pemaparan materi secara langsung mengenai pengertian uang, fungsi uang, dan jenis-jenis uang . ang logam dan uang kerta. , serta pentingnya mengenal nilai uang sejak dini. Penyampaian materi menggunakan alat peraga berupa uang mainan, dan pendekatan yang digunakan adalah diskusi serta tanya jawab agar anak lebih mudah memahami konsep dasar keuangan secara . kegiatan menyusun nominal uang dan permainan mencocokkan gambar uang. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa uang merupakan alat tukar yang perlu digunakan dan dikelola secara bijak. evaluasi yang dilakukan pada akhir kegiatan. Evaluasi diberikan dalam bentuk pertanyaan sederhana kepada anak-anak untuk mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Tahap ini bertujuan menilai efektivitas metode pembelajaran yang digunakan serta menjadi dasar perbaikan untuk kegiatan edukatif selanjutnya. Pemaparan Pengenalan jumlah dan harga uang Evaluasi Pengelolaan Gambar 1. Skema Kegiatan PkM. HASIL DAN DISKUSI Hasil Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) diperoleh melalui analisis data secara deskriptif kualitatif berdasarkan kegiatan literasi pengenalan uang kepada anak-anak di Lingkungan Babakan Gerung. Pelaksanaan program ini membawa harapan bahwa seluruh peserta didik mampu memahami dan menguasai materi mengenai pengenalan uang yang telah diberikan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menambah wawasan anak-anak tentang nilai dan fungsi uang sehingga mereka dapat mengembangkan kemampuan mengelola keuangan di masa depan. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. Pendidikan literasi keuangan pada anak tidak hanya berfokus pada pengenalan uang, tetapi juga pada pemahaman mengenai pengelolaan keuangan secara bijak. Menumbuhkan kecakapan literasi keuangan sejak usia dini membantu anak memahami konsep pengelolaan uang, melatih kemampuan mengendalikan pengeluaran, serta mengenalkan aktivitas ekonomi dan transaksi Anak-anak dibiasakan untuk mengatur keuangan pribadi dengan cara yang terencana dan bertanggung jawab (Syahid, 2. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan fokus pada pemberian materi tentang. pengenalan bentuk dan nilai uang. pengenalan harga, pengelolaan keuangan sederhana. evaluasi pemahaman anak mengenai pentingnya mengenal uang sejak usia dini. Program dilaksanakan selama tiga kali pertemuan pada waktu yang telah ditetapkan, yaitu setiap sore 00 WITA, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik dari awal hingga akhir. Materi disampaikan selama kegiatan PkM berlangsung di Lingkungan Babakan Gerung. Kecamatan Gerung Utara. Kabupaten Lombok Barat. Gambar 2. Pemaparan Materi. Kegiatan Pertama Pelatihan diawali dengan penyampaian materi dasar yang mencakup pengenalan konsep uang, fungsi uang, jenis-jenis uang . ang logam dan uang kerta. , serta pentingnya mengenal nilai uang sejak dini. Penyampaian materi menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak-anak di Lingkungan Babakan Gerung. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memahami pentingnya mengenal jenis dan nilai uang sejak dini, sehingga mereka terdorong untuk membiasakan diri menabung serta mampu membelanjakan uang yang diterima dari orang tua secara bijak. Selain penyampaian materi, pelatihan ini juga dilengkapi dengan kegiatan interaktif seperti permainan edukatif dan simulasi jual beli sederhana. Melalui pendekatan bermain sambil belajar, anak-anak diajak mempraktikkan langsung cara menggunakan uang dalam situasi sehari-hari, seperti membeli barang di pasar mini yang disimulasikan. Kegiatan ini menumbuhkan keterampilan mengambil keputusan dalam mengelola keuangan secara bijak sejak usia dini. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. Gambar 3. Pengenalan Jumlah dan Harga Uang serta Pengelolaan Keuangan. Kegiatan Kedua Pertemuan selanjutnya berfokus pada pengenalan jumlah dan harga uang kepada anak-anak. Pada tahap ini, anak-anak diajak mengenal nilai setiap pecahan uang kertas dan uang logam yang berlaku di Indonesia, seperti Rp100. Rp500. Rp1. Rp2. Rp5. Rp10. 000, dan seterusnya. Anak-anak diperkenalkan bentuk dan warna masing-masing pecahan uang, kemudian dijelaskan nilai nominalnya secara bertahap. Setelah itu, mereka diajak melakukan latihan berhitung sederhana. Selain mengenal dan menghitung uang, anak-anak juga diperkenalkan konsep pengelolaan uang secara sederhana, yaitu bahwa uang yang mereka miliki dapat digunakan untuk menabung, membeli jajanan, atau membeli barang yang benar-benar dibutuhkan. Kegiatan ini diselingi permainan edukatif, seperti simulasi membeli barang menggunakan uang mainan, agar anak memahami cara uang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan agar anak-anak memahami nilai uang, mampu melakukan perhitungan sederhana, serta menyadari bahwa setiap barang memiliki harga. Dengan demikian, mereka diharapkan dapat lebih menghargai uang dan belajar menggunakannya secara bijak sejak dini. Gambar 4. Kegiatan Evaluasi. Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. Kegiatan Ketiga Kegiatan ini dilakukan pada akhir pelaksanaan program pengabdian melalui metode tanya jawab kepada anak-anak di Lingkungan Babakan Gerung. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan serta kemampuan anak dalam memahami materi mengenai pentingnya mengenal uang sejak dini. Melalui proses evaluasi tersebut, dapat terlihat sejauh mana anak-anak mampu mengenali jenis uang, memahami nilainya, dan mengetahui cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang pengelolaan uang sejak dini sehingga pengetahuan tersebut menjadi bekal yang bermanfaat bagi masa depan. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa literasi keuangan pada anak-anak di Lingkungan Babakan Gerung telah terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anak terhadap konsep dasar uang, nilai, serta cara sederhana dalam mengelola keuangan. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak usia dini sebagai bekal dalam membentuk sikap bijak dalam penggunaan uang di masa mendatang. Selain memberikan dampak positif bagi peserta, kegiatan ini turut memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa sebagai pelaksana, karena mereka terlibat secara langsung dalam proses edukasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam konteks pendidikan anak. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa dan anak-anak menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan dan partisipatif. Dengan demikian, kegiatan literasi keuangan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diimplementasikan secara berkelanjutan pada berbagai jenjang usia sebagai upaya menanamkan kecakapan finansial sejak dini. SARAN Kegiatan literasi keuangan bagi anak-anak diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan menggunakan metode yang lebih menarik, seperti permainan edukatif atau simulasi kegiatan jual beli. Guru dan orang tua juga diharapkan berperan aktif dalam proses pendampingan agar pemahaman yang diperoleh anak dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi dengan lembaga keuangan serta pelaksanaan evaluasi secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program dan menumbuhkan kebiasaan mengelola uang sejak dini. UCAPAN TERIMA KASIH Puji syukur penulis panjatkan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan pengabdian AuLiterasi Pengenalan Uang kepada Anak-anak di Lingkungan Babakan GerungAy dapat terlaksana dengan baik. Penulis menyampaikan terima kasih kepada Institut Agama Hindu Negeri Gde Pudja Mataram. Kepala Lingkungan Babakan Gerung, serta seluruh masyarakat dan anak-anak peserta kegiatan yang telah berpartisipasi Terima kasih juga penulis sampaikan kepada seluruh tim mahasiswa atas Uniform Resource Locator: https://e-journal. com/index. php/nuras Nuras : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat E-ISSN 2808-2559. P-ISSN 2808-3628 Volume 5. Issue 4. October 2025. Page, 308-315 Email: nurasjournal@gmail. kerja sama dan dedikasi yang diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat dalam membentuk karakter disiplin dan kemandirian anak sejak usia dini. REFERENSI