Economos :Jurnal Ekonomi dan Bisnis Volume 8. Nomor 3. Desember 2024 p-ISSN. e-ISSN. 2655-321X DAMPAK KINERJA KEUANGAN PADA HARGA SAHAM PERUSAHAAN PERTAMBANGAN SUB-COAL PRODUCTION DI BEI 2020-2022 The Impact of Financial Performance on Stock Prices of Sub-Coal Production Mining Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) 2020Ae2022 Dewi Puspita. Syamsuddin. Asriani Hasan. Email : dewi20967@gmail. , syamsuddin@unismuh. , hasan@unismuh. Universitas Muhammadiyah Makassar Jalan Sultan Alauddin No. 259 Makassar kecamatan Rappocini Kelurahan Gunung Sari Abstract Financial performance is a depiction or assessment of the effectiveness, efficiency, and success of an organization, particularly a company, in managing and optimizing financial resources over a specific period. This study aims to examine the effect of the Current Ratio (CR). Return on Equity (ROE), and Debt to Equity Ratio (DER) on the stock prices of coal production subindustry mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2020Ae2022 This research employs a quantitative method. The sampling technique used in this study is purposive sampling. The data used in this study is secondary data, including financial reports and stock prices obtained from w. The study utilizes partial linear regression analysis using SmartPLS version 4. 9 software. The results of this study indicate that the Current Ratio (CR) variable does not have a significant effect on stock prices. Furthermore, the Return on Equity (ROE) variable significantly affects stock prices with a significance value of 007 < 0. Lastly, the Debt to Equity Ratio (DER) variable does not have a significant effect on stock prices. Keywords: Current Ratio. Return on Equity. Debt to Equity Ratio. Stock Prices Abstrak Kinerja keuangan adalah gambaran atau penilaian terhadap efektivitas, efisiensi, dan keberhasilan suatu organisasi, terutama perusahaan, dalam mengelola dan mengoptimalkan sumber daya keuangan selama periode tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Current Ratio (CR). Return on Equity (ROE) dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap harga saham Perusahaan pertambangan Sub Industri Produksi Batubara yang terdaftar di BEI tahun 2020 Ae 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan data sekunder yakni data laporan keuangan dan harga saham yang diperoleh dari w. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier parsial dengan menggunakan software SmartPLS versi 4. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Selanjutnya variabel Return on Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham dengan nilai signifikansi 0,007 <0,05. Selanjutnya,variabel Debt to Equity Ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Keywords: Current Ratio. Return on Equity. Debt to Equity Ratio ,Harga Saham PENDAHULUAN Investasi pada aset tetap berwujud seperti rumah, tanah, atau properti lainnya adalah salah satu dari banyak pilihan investasi yang tersedia di Indonesia saat ini. Perusahaan yang telah go public tentunya menginginkan harga saham yang dijual memiliki potensi harga yang tinggi, sehingga dapat mendorong investor untuk memasukkan dananya ke dalam perusahaan yang dimaksud. Tingginya harga saham dapat dilihat melalui penilaian kinerja keuangan Dalam hal ini, laporan keuangan diperlukan untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan meningkat atau menurun. Dengan demikian, investor sangat membutuhkan informasi keuangan. Sektor pertambangan batubara menjadi salah satu subsektor andalan di Indonesia sebab memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan negara. Perusahaan harus dapat mempertahankan harga sahamnya yang stabil karena ini menunjukkan seberapa besar keberhasilan perusahaan di masa depan. Harga saham di pasar modal dapat naik turun dengan cepat karena kinerja perusahaan dan kondisi global. Penawaran dan permintaan saham emiten dapat mempengaruhi harga saham sebuah perusahaan. Investor harus menggunakan rasio keuangan saat membuat keputusan investasi. Salah satu teori yang digunakan dalam membuat keputusan yaitu teori sinyal . ignaling theor. Teori sinyal dikemukakan oleh Spence pada 1973, dimana pemilik informasi memberikan sinyal untuk menggambarkan kondisi perusahaan yang bermanfaat bagi pihak penerima . Teori sinyal membantu investor dalam membuat keputusan investasi dengan mengevaluasi informasi yang diberikan perusahaan. Informasi ini dapat dibagi menjadi dua analisa, yakni sinyal positif dan sinyal negatif. Sinyal positif dapat meningkat harga saham dan nilai Perusahaan, sementara sinyal negatif dalam mengurangi minat investor. Maka dari itu, untuk membuat suatu keputusan investasi, investor sangat membutuhkan informasi yang lengkap, relevan, akurat dan tepat waktu (Brigham & Houston, 2. Selain itu, untuk mengambil suatu keputusan dalam memilih investasi, investor juga dapat melihat dari kinerja keuangan suatu perusahaan. Salah satu kinerja keuangan suatu perusahaan dapat dilihat dari Current Ratio. Current Ratio atau biasa juga disebut dengan rasio lancari adalah metode evaluasi kinerja keuangan perusahaan berdasarkan saat ini. Rasio lancar juga merupakan indikator dari likuiditas jangka pendek. Jenis rasio ini dapat mencerminkan kemampuan suatu perusahaan untuk melunasi hutang jangka pendek dengan aset yang dimiliki. Rasio lancar yang rendah, dapat menurunkan harga saham. Sebaliknya, rasio lancar yang tinggi dapat menjukkan bahwa dana perusahaan yang tidak produktif dapat mengurangi keuntungan suatu perusahaan ( et al Hidayat, 2. Bukan hanya current ratio yang dapat menggambarkan kesehatan dan kinerja Perusahaan melainkan Return On Asset juga memiliki peran penting dalam hal kesehatan dan kinerja perusahaan. Return On Asset (ROE) adalah salah satu jenis rasio profitabilitas yang mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan yang berasal dari modal sahamnya (Aulia & Safri, 2. semakin tinggi nilai ROE, semakin baik kinerjanya. Hal ini akan menarik investor untuk menginvestasikan modalnya di perusahaan tersebut. Jika perusahaan memiliki nilai ROE yang tingg, maka hal ini menunjukkan harga saham yang tinggi sedangkan ROE yang rendah menunjukkan harga saham yang rendah. Kinerja keuangan suatu perusahaan juga dapat dipengaruhi oleh rasio hutang . everage rati. Salah rasio hutang yang mempengaruhi kinerja keuangan adalah Debt To Equity Ratio (DER). Debt To Equity Ratio (DER) adalah jenis rasio hutang yang digunakan untuk mengevaluasi Tingkat hutang, pendanaan Perusahaan, dan indikator penting dalam analisis keuangan. Hal ini dapat membantu untuk mengukur tingkat hutang dalam suatu Perusahaan. Oleh karena itu. Perusahaan perlu memantau kinerja keuangan Seperti ROA. EPS, dan DER guna meningkatkan harga saham (Dewi & Suwarno, 2. Harga saham merupakan nilai yang terjadi di pasar pada waktu tertentu atau mengalami fluktuasi secara cepat dan dipengaruhi oleh pelaku pasar. Fluktuasi harga saham dapat ditentukan melalui interaksi antara permintaan dan penawaran saham di pasar modal. Salah satu cara untuk mengukur harga saham yakni melihat harga penutupannya . losing pric. (RifaAoi, 2. Harga saham suatu Perusahaan bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk faktor mikro dan makroekonomi. Faktor mikroekonomi mencakup kinerja Perusahaan yang bisa dikendalikan, sementara faktor makroekonmi berasal dari luar Perusahaan yang tidak bisa dikontrol (Tandelili, 2. Faktor Ae faktor makroekonomi yang memengaruhi harga saham salah satunya adalah situasi ekonomi global karena Covid-19 serta dinamika politik antara Rusia dan Ukraina (Fatmawati & Hermafiani, 2. Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan pertambangan pada subsektor industri batu bara yang terdaftar pada bursa efek indonesia (BEI). Data yang digunakan pada sub-sektor yakni data pada tahun 2020 hingga 2022 dimana tahun tersebut masih dalam masa pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19, terjadi fluktuasi harga saham Perusahaan pada sub-sektor Batubara. Berdasarkan penelitian (Umar et al. , 2. menyatakan bahwa ada penurusan harga saham pada sub-sektor pertambangan selama Covid-19 meskipun terjadi fluktuasi harga batu bara terjadi. Namun, penurunan harga saham tersebut tidak mencolok sebelum dan setelah pandemi. Selama pandemi Covid-19, performa keuangan pada Perusahaan sub-sektor pertambangan, khususnya Batubara mempunyai peran yang signifikan dalam menentukan harga saham. Maka dari itu, inilah perbedaan kunci dari penelitian Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham. Adapun variabel kinerja keuangan yang digunakan yaitu Current Ratio. Return On Equty (ROE) dan Debt To Equity Ratio (DER) Terhadap Harga Saham. Penelitian Sebelumnya, yang dilakukan oleh (Indra Andiana, 2. menyatakan bahwa beberapa variabel kinerja keuangan yang relevan adalah Current Ratio. DER, dan PER. Selanjutnya, penelitian serupa juga dilakukan oleh (Hasan & Rizaldi, 2. menyatakan bahwa ROA memiliki pengaruh positif terhadap harga saham. Konsep yang dikemukakan oleh (D. Hidayat, 2. menyatakan bahwa variabel kinerja keuangan biasanya dihubungkan dengan harga saham sehingga hipotesis yang ditentukan diuji untuk melihat hubungan signifikan antara variabel Ae variabel tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi perkembangan dari penelitian guna memberikan landasan referensi yang berguna bagi penelitian mendatang. METODE PENELITIAN Penelitian ini mengeksplorasi dampak kinerja keuangan terhadap saham melalui metode analisis Partial Least Square (PLS). Penelitian ini mengadopsi pendekatan eksplanatori untuk menjelaskan hubungan antara variabel dengan menguji hipotesis. Variabel kinerja keuangan yang dipertimbangkan melalui Return on Equity (ROE). Debt to Equity Ratio (DER), dan Return on Asset (ROA). Sementara itu, variabel harga saham yang digunakan meliputi harga penutupan saham perusahan di sektor pertambangan pada sub-industri Batubara (Coal Industr. Penelitian ini mempergunakan objek perusahaan pertambangan sub industri coal production yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan data keuangan dari tahun 2020 Ae 2022. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 34 data, dengan 30 data dipilih menggunakan metode purposive sampling. Adapun kriteria tertentu dari data yang dipilih yaitu: Perusahaan pertambangan sub-industri batubara . oal industr. yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 Ae 2022. Perusahaan pertambangan sub-industri Batubara . oal industr. yang mempublikasikan laporan keuangan secara rutin selama priode 2020 Ae 2022. Data yang dianalisis berasal dari laporan keuangan Perusahaan di sektor pertambangan subindustri Batubara . oal industr. Variabel yang diukur dalam penelitian ini mencakup variabel independent, yakni (X. Variabel Current Ratio, (X. Variabel Return on Equity (ROE), (X. Variabel Debt to Equity Ratio (DER). Sementara, variabel dependen dalam penelitian ini adalah harga saham. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Current Rasio (CR) terhadap harga saham perusahaan pertambangan sub industri coal production. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk melihat pengaruh Return non Equity (ROE) terhadap harga saham perusahaan pertambangan sub industri coal production. Penelitian ini juga melihat pengaruh Debt to Equity Rasio (DER) terhadap harga saham perusahaan pertambangan sub industri coal Hasil Analisis Statistik Deskriptif Hasil analisis statistik deskriptif di bawah bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum dari data penelitian yang dilakukan. Berikut hasil analisis statistik deskriptif yang disajikan pada tabel di bawah ini. Tabel 1 Hasil Analisis Statistik Deskriptif Variabel Scale min 0,210 ROE -2,560 DER -18,750 Harga 50,000 Saham Sumber : Data Sekunder Diolah Scale max Mean 10,070 2,120 24,850 1,829 0,156 1,055 Standard 1,563 0,540 4,356 49000,000 4081,222 8773,437 Berdasarkan hasil analisis di atas, dapat dilihat bahwa variabel Current Rasio (CR), memiliki nilai mean = 1,829 dengan standar deviasi sebesar 1,563. Dengan kata lain bahwa variabel Current Rasio (CR) memiliki variabilitas yang tinggi. Berikutnya variabel ROE memiliki nilai mean = 0,156 dengan standar deviasi sebesar 0,540 yang berarti bahwa variabel ROE memiliki variabilitas yang tinggi. Selanjutnya, variabel DER memiliki nilai mean sebesar 1,055 dengan standar deviasi sebesar 4,356. Artinya, variabel DER memiliki variabilitas yang tinggi. Harga saham memiliki nilai mean sebesar 4. 081,222 dengan standar deviasi sebesar 8. 773,437 yang berarti bahwa harga saham memiliki variabilitas yang tinggi. Hasil Uji Validitas Konvergen Tujuan adari uji validitas konvergen ada untuk mengetahui setiap hubungan indikator dengan konstruk yang diukur. Uji validitas ini dapat dilakukan dengan menguji nilai loading factor atau outer loading dimana uji ini menunjukkan korelasi antara indikator dengan Indikator dengan nilai loading yang rendah menunjukkan bahwa indikator tersebut tidak bekerja dengan baik dalam merefleksikan konsrtuk yang diukur. Untuk memastikan validitas konvergen, maka nilai outer loading sebaiknya lebih besar dari 0,7. Gambar di bawah ini merupakan hasil uji validitas konvergen. Gambar 1 Hasil Uji Validitas Konvergen Variabel Tabel 2 Hasil Uji Validitas Konvergen DER Harga_Saham ROE 1,000 DER 1,000 Harga_Saham 1,000 ROE 1,000 Berdasarkan gambar 1 dan tabel 2 di atas dapat dilihat bahwa nilai uji validitas konvergen yaitu 1 > 0,7. Dengan kata lain, hasil uji validitas konvergen terpenuhi. Validitas Diskriminan Uji validitas diskriminan bertujuan untuk mengevaluasi suatu variabel atau indikator untuk dapat membedakan antara dua konstruk atau kategori yang berbeda. Pemeriksaan terhadap uji ini, dengan nilai Average Variance Extracted (AVE) lebih besar dari 0,5. Berikut rangkuman hasil uji validitas diskriman dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 3 Hasil Uji Validitas Diskriminan Average Variance Extracted (AVE) DER Harga Saham ROE Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji diskriminan dengan AVE sebesar 1,00 > 0,5. Dengan kata lain, bahwa variabel tersebut memenuhi syarat validitas yang dilihat dari nilai AVE. Hasil Uji Reabilitas Uji reabilitas yang digunakan pada penelitian ini yaitu dengan melihat nilai Croanbach Alpha. Uji reabilitas penting untuk memastikan akurasi, konsistensi, dan ketetpatan instrumen dalam mengukur konstruk. Maka dari itu agar uji reabilitas dapat terpenuhi, nilai Croanbach Alpha > 0,7. Tabel 4 Hasil Uji Reabilitas Composite Cronbach's Alpha (CA) Reliability (CR) DER Harga Saham ROE Dari hasil uji reabilitas di atas, dapat dilihat bahwa secara keseluruhan nilai composite reability (CR) sebesar 1 > 0,7 dan nilai CronbachAos Alpha sebesar 1 > 0,7. Artinya, hasil uji reabilitas pada penelitian ini terpenuhi. Hasil Analisis Model Struktural (Inner Mode. Uji struktural atau inner model dipergunakan untuk melihat adanya pengaruh antar Uji ini dapat dilakukan dengan menggunakan Uji Bootstraping. Beberapa uji analisis model struktural yang dilakukan adalah Uji R-Square. Uji Q-Square, dan Model Fit. Gambar di bawah ini menunjukkan hasil analisis model struktural. Gambar 2 Hasil Analisis Model Struktural R-Square Uji R-Square pada penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh antara Current Rasio (CR). Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Rasio (DER) terhadap Harga Saham. Hasil uji R-Square dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 5 Hasil Uji R-Square R-square Harga Saham Berdasarkan hasil tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai R-Square pada variabel harga saham sebesar 0,057 atau sebesar 5,7%. Artinya, 5,7% harga saham dapat dipengaruhi oleh variabel Current Rasio (CR). Retur non Equity (ROE), dan Debt to Equity (DER) sedangkan selisihkan sebesar 94,3% adalah pengaruh dari variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa hubungan antar variabel lemah. Uji Q-Square Uji Q-Square dapat digunakan untuk mengevaluasi relevansi prediksi model. Uji ini juga digunakan untuk menunjukkan seberapa baik nilai observasi yang dihasilkan oleh model dan juga estimasi. Jika nilai Q-Square > 0 maka hal ini menunjukkan bahwa model memiliki nilai prediktif yang baik. Berikut tabel di bawah ini menunjukkan hasil uji Q-Square. Tabel 6 Hasil Uji Q-Square QApredict Harga_Saham Model Fit Model fit dalam penelitian ini digunakan untuk melihat sejauh mana model yang dibangun sesuai dengan data yang diamati. Beberapa kriteria model fit yaitu nilai SMSR (Standardized Root Mean Square Residual dimana jika nilai ini kurang dari 0,05 dan NFI (Normed Fit Indek. lebih besar dari 0,9, maka model fit memberikan informasi yang akurat. Tabel dibawah ini merupakan hasil model fit yang diperoleh. Tabel 7 Hasil Uji Model Fit Saturated Estimated model 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 1,000 1,000 SRMR d_ULS Chi-square NFI Berdasarkan hasil tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai SRMR < 0,05 dan NFI>0,9 sehingga dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan sudah sesuai dengan data yang ada dan dapat memberikan informasi yang akurat. Uji Hipotesis Hasil uji hipotesis dalam penelitian ini dapat dilihat dari nilai t-statistic dan p-values. Hipotesis penelitian dapat diterima jika nilai p-values < 0,05. Hasil ini dapat dilihat pada tabel path coefficient yang terdapat pada uji bootstrapping pada tabel di bawah ini. Tabel 8 Hasil Uji Bootstrapping (Path Coefficien. Original Sample Standard T statistics Model (|O/STDEV|) (O) (M) (STDEV) CR -> Harga Saham ROE -> Harga Saham 2,682 0,007 DER -> Harga Saham 0,516 0,217 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa hasil p-values sebesar 0,217 menunjukkan bahwa variabel independen yaitu Current Rasio (CR) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu harga saham. Hal ini dapat dilihat bahwa nilai pvalues > 0,05. Dengan kata lain, bahwa uji hipotesis ini ditolak. Selanjutnya nilai p-values 0,007 <0,05 menunjukkan bahwa variabel Return on Equity (ROE) memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel harga saham. Dengan kata lain, uji hipotesis ini diterima. Selanjutnya, nilai p-values 0,516 > 0,05 menunjukkan bahwa variabel DER tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel harga saham. Dengan kata lain, hipotesis ditolak. Pembahasan Pengaruh Current Rasio (CR) terhadap Harga saham Berdasarkan hasil uji hipotesis di atasm, dapat diketahui bahwa Current Ratio tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham pada perusahaan sektor pertambangan sub industri coal production. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara nilai Current Ratio dengan Harga Saham perusahaan. Meskipun demikian nilai CR yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini tidak berarti bahwa harga saham perusahaan yang akan lebih tinggi. Selain itu faktor yang menyebabkan CR tidak berpengaruh signifikan disebabkan karena perusahaan yang tidak likuid sehingga perusahaan tidak mampu untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan berdampak pada hutang jangka panjang sehingga menyebabkan laba perusahaan menurun yang juga dapat mempengaruhi penilaian para investor terhadap perusahaan untuk menentukan keputusannya dalam melakukan investasi. Hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh (Oktianto, 2. dan (Wayan, 2. , menyatakan bahwa Current Rasio (CR) berpengaruh signifikan terhadap harga Hal inilah yang mungkin terjadi karena perbedaan sektor dengan priode penelitian yang digunakan. Namun, hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh (Candra & Wardani, 2. serta penelitian yang dilakukan oleh (Lestari & Suryantini, 2. yang menyatakan bahwa Current Ratio (CR) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Pengaruh Return On Equity (ROE) Terhadap Harga Saham Dari hasil uji hipotesis di atas, dapat dilihat bahwa Return on Equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan sektor pertambangan sub industri coal Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Wayan, 2. dan (Utomo, 2. yang menyatakan bahwa Return on equity (ROE) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini mengidentifikasikan bahwa para pemegang saham perlu memperhitungkan besar kecilnya ROE, karena besar kecilnya ROE mempengaruhi perubahan harga saham di pasar modal. Artinya, perusahaan harus memperhatikan dan menjaga nilai variabel ROE, karena ROE berpengaruh terhadap harga saham. ROE menunjukkan bagaimana tingkat pengembalian ekuitas perusahaan/modal sendiri untuk menghasilkan laba bersih. Semakin tinggi ROE, maka semakin baik pula kinerja perusahaan dalam mengelola modalnya untuk menghasilkan keuntungan bagi pemegang saham. Besarnya laba yang diperoleh perusahaan sangat mempengaruhi investor dalam menilai suatu perusahaan apakah layak dijadikan sarana investasi yang menguntungkan atau tidak, dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Nilai DER yang terlalu tinggi mengakibatkan dampak buruk pada perusahaan terutama pada kinerja perusahaan karena jumlah hutang yang tinggi menunjukkan beban bunga semakin besar dan perusahaan akan mengalami kerugian dan harga saham akan turun. Dalam penelitian ini variabel DER tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Artinya, tidak ada hubungan yang kuat antara DER dengan harga saham. Meskipun nilai DER tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tingkat utang yang tinggi, hal ini tidak berarti bahwa harga saham perusahaan akan lebih Pengaruh Debt to Equity (DER) Terhadap Harga Saham Berdasarkan hasil uji hipotesis di atas, dapat diketahui bahwa Debt to Equity (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan sub sektor pertambangan sub industri coal production. Faktor yang dapat menyebabkan variabel DER tidak berpengaruh signifikan yakni terjadi adanya penilaian yang berbeda dari investor terhadap pentingnya hutang bagi perusahaan. Hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya oleh (Syafitri & Tamba, 2. , menyatakan bahwa Debt to equity ratio (DER) berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hal ini terjadi karena perbedaan sektor serta periode penelitian yang digunakan. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Dingkol, 2. serta penelitian yang dilakukan oleh (Candra & Wardani, 2. menyatakan bahwa Debt to equity ratio (DER) tidak berpengaruh signifikan terhadap harga saham. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, kesimpulan yang diambil dari penelitian ini Current Ratio (CR) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan pertambangan sub industri coal production yang terdaftar di BEI Periode 2020 Ae 2022. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara nilai Current Ratio (CR) tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang baik untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Hal ini tidak berarti bahwa harga saham perusahaan akan lebih tinggi Return on Equity (ROE) memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan pertambangan sub industri coal production yang terdaftar di BEI periode 2020 Ae 2022. Hal ini berarti bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara nilai ROE dengan harga saham perusahaan. Dengan kata lain semakin tinggi nilai ROE, semakin tinggi pula harga saham perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham perusahaan pertambangan sub industri coa production yang terdaftar di BEI periode 2020 Ae 2022. Hal ini berarti bahwa tidak ada hubungan yang kuat antara nilai DER dengan harga saham perusahaan. Artinya, meskipun nilai DER tinggi menunjukkan bahwa perusahaan memiliki tingkat hutang yang tinggi, hal ini tidak berarti bahwa harga saham perusahaan akan lebih rendah. Saran Adapun saran untuk penelitian ini diharapkan dapat menggunakan teknik analisis yang berbeda dengan penelitian ini. Selain itu, penelitian ini hanya menggunakan tiga variabel yaitu Current Ratio (CR). Return on Equity (ROE), dan Debt to Equity Ratio (DER). Penelitian selanjutnya agar dapat mempengaruhi harga saham dan menggunakan periode selanjutnya agar penelitian ini lebih berkembang serta disarankan untuk meneliti perusahaan pada sektor Ae sektor lainnya, seperti perusahaan properti, manufaktur, otomotif, dan perusahaan lainnya. DAFTAR PUSTAKA