TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Pengaruh Kebijakan Papan Pemantauan Khusus (Full Call Auctio. dengan Transaksi Harga Saham Dibawah Lima Puluh Rupiah terhadap IHSG InAoam Widiarma Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia. Surabaya. Jawa Timur. Indonesia inAoamwidiarma@stiesia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif kebijakan Papan Pemantauan Khusus (Full Call Auctio. yang telah dijalankan selama ini di Bursa Efek Indonesia (BEI). Full Call Auction (FCA) merupakan metode lelang berkala secara penuh, sistem lelang periodik yang digunakan untuk menentukan harga saham pada waktu-waktu tertentu di Bursa Efek. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis seperti independent t test, uji korelasi pearson, mann whitney, spearman dan kolmogorov-smirnov. Berdasarkan jumlah pengamatan data sampel sebelum full call auction sebanyak 239 data dan setelah full call auction sebanyak 235 data dengan kurun waktu setahun sebelum dan setahun sesudah full call auction. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh kebijakan full call auction ini yang telah berjalan dapat meningkatkan jumlah volume, value dan pergerakan IHSG, walaupun secara frekuensi sedikit menurun tetapi tidak signifikan. Untuk uji korelasi bahwa volume, value dan frekuensi dengan pergerakan IHSG . saling berhubungan dan bergerak searah dan beriringan yang berarti menunjukkan kebijakan full call auction selama ini berjalan efektif dan menambah likuiditas. Rekomendasi untuk pemerintah melalui BEI dapat memberikan kebijakan-kebijakan yang mumpuni, pruden dan berkesinambungan untuk kemajuan Pasar Modal Indonesia. ABSTRACT Volume 10 Nomor 1 Halaman 56-67 Makassar. Juni 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 13 Mei 2025 Tanggal diterima 19 Mei 2025 Tanggal dipublikasi 1 Juni 2025 Kata kunci : Nilai. Volume. Frequency. Close. Full Call Auction Keywords : Value. Volume. Frequency. Close. Full Call Auction This study aims to determine how effective the Special Monitoring Board (Full Call Auctio. policy that has been implemented so far on the Indonesia Stock Exchange (IDX). Full Call Auction (FCA) is a full periodic auction method, a periodic auction system used to determine stock prices at certain times on the stock exchange. This study uses several analytical techniques such as the independent t test, pearson correlation test, mann whitney, spearman and using the kolmogorovsmirnov normality test. Based on the number of observations of sample data before the full call auction as many as 239 data and after the full call auction as many as 235 data with a period of one year before and one year after the full call auction. The results of this study are that the influence of the full call auction policy that has been running can increase the amount of volume, value and movement of the JCI, although in terms of frequency it has decreased slightly but not significantly. For the correlation test that the volume, value and frequency with the movement of the JCI . are interrelated and move in the same direction and in tandem, it means that the full call auction policy has been running effectively and increasing liquidity. Recommendations for the government through the IDX can provide competent, prudent and sustainable policies for the progress of the Indonesian Capital Market. Mengutip artikel ini sebagai : Widiarma. InAoam. Pengaruh Kebijakan Papan Pemantauan Khusus (Full Call Auctio. dengan Transaksi Harga Saham Dibawah Lima Puluh Rupiah terhadap IHSG. Tangible Jurnal, 10. No. Juni 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Kebijakan yang sudah melalui proses kajian yang lama biasanya menghasilkan sesuatu yang mumpuni dan akurat, selayaknya keputusan yang telah diambil melalui pertimbangan dan pemikiran yang cukup mendalam sehingga dapat dilaksanakan bersama-sama dan diterima oleh masyarakat atau pelaku industri, namun tetap saja TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. muncul pertanyaan apakah kebijakan itu berhasil dan berjalan efektif dan apakah bisa AudianulirAy secara sepihak dan tiba-tiba untuk dirubah, kemudian ditinjau kembali untuk melihat seberapa AuampuhAy dari hasil keputusan tersebut dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Peristiwa di pasar modal terjadi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, tidak hanya berasal dari lingkungan ekonomi saja, namun juga berasal dari lingkungan non ekonomi seperti politik dan sosial budaya, hal tersebut bisa berakibat pro dan kontra oleh pelaku pasar modal, maka banyak pertimbangan yang perlu dipelajari secara cermat (Indriani & Mariana, 2. Pada tanggal 19 Juli 2024, tercatat jumlah data emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah mencapai 934 perusahaan sehingga total annual fund-raised atau total dana yang telah dihimpun sebanyak Rp116 triliun di pasar modal, termasuk obligasi dan right issue. Selain itu jumlah investor SID (Single Investor Identificatio. di BEI sebanyak 13,2 juta, meningkat dari enam tahun sebelumnya yang hanya memiliki 2,5 juta. Kita bisa melihat bahwa saat ini investor domestik sudah mencapai hampir 55% dari sisi kepemilikan dan dari sisi trading harian sudah hampir 62%, jika dilihat enam tahun yang lalu investor asing 70% yang bertransaksi. Apabila meninjau kembali kondisi perekonomian yang terpuruk akibat dampak dari pandemi Covid-19 memicu banyak emiten menjual sahamnya dengan harga murah, keadaan seperti itu semakin memperburuk dan semakin berkurangnya kepercayaan investor kepada pasar modal maka pemerintah perlu menerbitkan suatu kebijakan antisipasi (Suhardini, 2. Kebijakan Papan Pemantauan Khusus (PPK) atau Full Call Auction (FCA) merupakan metode lelang berkala secara penuh, sistem lelang periodik yang digunakan untuk menentukan harga saham pada waktu-waktu tertentu di bursa efek. Sistem ini berbeda dengan sistem perdagangan konvensional yang menggunakan mekanisme continuous auction, dimana harga saham terus diperbaharui berdasarkan penawaran dan permintaan pasar. Papan pemantauan khusus membantu investor untuk memantau saham yang telah diklasifikasikan ke dalam beberapa papan pemantauan sesuai dengan kriterianya masing-masing. BEI sebagai penyelenggara yang mempunyai data lengkap perusahaan tercatat di bursa, melakukan proses screening dan mengelompokkan dari sekian banyak emiten yang listing. Papan pemantauan khusus memang sengaja diperuntukkan bagi emiten-emiten yang dibawah pengawasan BEI dan menyadarkan para investor untuk memahami karakteristik dan tingkat risiko dari saham-saham terdaftar, begitu juga dengan notasi khusus yakni investor bisa melihat saham-saham mana saja yang dalam keadaan baik maupun buruk menurut tanda huruf dan angka di layar bursa. Praktek full call auction dibeberapa negara telah dilakukan dalam perdagangan saham, negara-negara yang telah menerapkan dengan metode serupa, misalnya India (BSE dan NSE) dengan sistem lelang panggilan berkala (Periodic Call Auctio. dan Amerika Serikat dengan menerapkan kebeberapa saham yang kurang likuid juga menggunakan call auction. Adanya papan pemantauan khusus itu juga bermula dari banyaknya saham yang diam tidak bertransaksi dan pastinya tidak likuid diharga Rp 50, tanpa adanya bid atau offer. Meski demikian, merupakan kesempatan bagi investor yang memiliki saham dibawah harga Rp 50 dapat melikuidasi atau menjual, bagi yang berminat dapat membelinya dibawah harga Rp 50. Harga saham terendah kini bukan lagi Rp 50 melainkan bisa menyentuh Rp 1 per saham, hal ini seiring Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan papan pemantaun khusus tahap pertama, diterapkan kepada beberapa emiten yang perlu pengawasan serta menjadi perlindungan bagi investor agar sahamsaham yang masuk pemantauan khusus harus lebih diperhatikan sebelum Namun apabila saham sudah ada perubahan perbaikan positif bisa beralih masuk kembali ke pasar reguler, tidak luput dari peran penyedia likuiditas atau Liquidity Provider (LP). Dengan demikian LP merupakan perusahaan yang sekuritas besar yang dapat mengatasi masalah likuiditas pada suatu saham. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Ada banyak alasan kenapa harga saham bisa turun hingga diharga 50, diantaranya kinerja fundamental yang kurang baik, ekuitas yang negatif, dituntut pailit, belum menerbitkan laporan keuangan hingga dalam proses likuidasi dan beberapa mengajukan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utan. Bagi investor, memiliki harga saham di level 50 membuat tidak likuid karena tidak bisa melakukan penjualan, maka likuiditas menjadi faktor penting dalam perusahaan seperti halnya kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan arus kas, perusahaan yang likuid biasanya akan dipercaya oleh para investor bahwa perusahaan dapat melunasi hutang-hutangnya dengan menggunakan dana internal mereka (Ramadhani & Zannati, 2. Papan pemantauan khusus adalah papan pencatatan untuk perusahaan tercatat yang memenuhi kriteria tertentu yang ditetapkan oleh BEI. Implementasi papan pemantaun khusus tahap II . ull periodic call auctio. merupakan tindak lanjut dari papan pemantauan khusus tahap I . ybrid call auctio. yang telah diimplementasikan sejak 12 Juni 2023 (Perdana, dkk. , 2. Bursa Efek Indonesia resmi memberlakukan kebijakan baru saham dalam papan pemantauan khusus pada tanggal 28 Maret 2024, semua saham yang terancam disuspensi atau dihapus dari pencatatan di bursa diperdagangkan dengan mekanisme periodic call auction. Implementasi ini diperbarui dengan kebijakan full periodic call auction, sesuai Peraturan Nomer I-X tentang penempatan pencatatan efek bersifat ekuitas pada papan pemantauan khusus serta pengumuman nomer Peng-00001/BEI. PB1/03-2024 tanggal 20 Maret 2024. Dengan metode perdagangan ini, pembentukan harga diharapkan menjadi lebih fair karena memperhitungkan seluruh order yang ada di order book sehingga memberikan proteksi kepada investor atas potensi aggressive order yang masuk pasar. Penerapan full call auction oleh Bursa Efek Indonesia dengan tujuan meningkatkan segmentasi papan pencatatan sesuai strategi investasi investor, meningkatkan transparansi kondisi perusahaan, memberikan alternatif segmentasi papan pencatatan yang lebih sesuai dengan strategi investasi investor, meningkatkan likuiditas saham dengan kondisi tertentu dan meningkatkan perlindungan investor. Ada beberapa hal mengapa FCA yang berlaku saat ini perlu dievaluasi seperti mekanisme perdagangan FCA telah membuat likuiditas saham di Indonesia bergerak tidak pasti, saham yang overvalued tidak bisa dijual dan tidak bisa bergerak, transparansi FCA harus terus diperbaiki, pengawasan bursa selalu dilakukan untuk menghindari adanya manipulasi terhadap harga yaitu pergerakan harga yang tidak biasa atau biasa yang disebut UMA (Unusual Market Activitie. kemudian terjadinya suspensi (Rahman et al. , 2. Praktik-praktik yang dilarang dalam pasar modal seperti memanipulasi pasar dan transaksi semu dapat merugikan investor terutama investor retail, upaya yang disengaja untuk mengganggu pasar, memberikan informasi palsu dan menyesatkan, membentuk harga dan volume perdagangan tertentu tanpa mengacu pada mekanisme pasar yang semestinya (Widiarma & Syahrenny, 2. Pelanggaran di pasar modal tidak hanya mengganggu nilai pasar, tetapi juga mengancam stabilitas keuangan nasional dan menghambat pertumbuhan ekonomi. Ketidaktransparan dan ketidakadilan dapat membuat investor ragu untuk berpatisipasi, yang pada akhirnya dapat menghambat kinerja pasar modal secara keseluruhan, adanya kasus-kasus manipulasi pasar memiliki potensi pelanggaran di pasar modal dan melemahkan kepercayaan investor. Pentingnya penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang didukung dengan regulasi yang memadai akan mencegah berbagai bentuk ketidakjujuran yang merugikan pemegang saham atau stakeholder (Herlina. Dari latar belakang alasan mengapa dilakukan penelitian, maka peneliti dapat menguraikan penelitian ini dikarenakan dengan tujuan yaitu untuk mengetahui TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. seberapa besar pengaruh kebijakan full call auction terhadap arus modal yang mengalir di IHSG, untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kebijakan full call auction terhadap jumlah lot yang ditransaksikan di IHSG dan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kebijakan full call auction terhadap berapa kali transaksi yang diperjualbelikan di IHSG. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada para stackholder dan pelaku pasar modal, dengan adanya kebijakan yang pruden dan akuntabel tetap mengacu pada GCG, menunjukkan langkah nyata bahwa pengambil keputusan dapat berdedikasi tinggi dalam memperbaiki sistem di BEI dan bertujuan untuk memajukan perkembangan industri pasar modal di Indonesia. Beberapa kriteria saham yang masuk pada Papan Pemantauan Khusus: Harga rata-rata saham selama 6 bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler periodic call auction kurang dari Rp 51. Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini tidak menyatakan pendapat . Tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan auditan dan/atau Laporan Keuangan interim terahir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya. Perusahaan tercatat yang merupakan perusahaan tambang minerba atau induk dari perusahaan tambang minerba yang belum memperoleh pendapatan dari core business hingga tahun buku ke-4 . sejak tercatat di Bursa. Memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir. Tidak memenuhi persyaratan untuk tetap tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Bursa Nomor I-A dan Peraturan Bursa Nomor I-V. Memiliki likuiditas rendah dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari Rp5. 000,00 . ima juta rupia. dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari 10. epuluh rib. saham selama 6 . bulan terakhir di Pasar reguler dan/atau Pasar reguler periodic call auction. Perusahaan tercatat dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan Memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material, dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian. Dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari 1 . hari bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh pesetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan (OJS). Mekanisme periode call auction order akan dikumpulkan terlebih dahulu dan akan match pada akhir sesi. Order-order yang dikumpulkan tersebut akan match pada setiap akhir sesi. Jadi misalnya setiap Senin-Kamis akan match pada 5 titik, yaitu pertama 59, titik kedua 10. 59, titik ketiga 11. 59, titik keempat 14. 59 dan titik terahir 15. Tabel 1. Sesi Call Auction pada Full Call Auction (Jadwal Perdagangan Hari Senin Ae Kami. * Call Auction Sessions Order Collection Phase Randon Closing Order Matching Phase Session 1 00 Ae 09. 00 Ae 09. 01 Ae 09. Session 2 00 Ae 10. 00 Ae 10. 01 Ae 10. Session 3 00 Ae 11. 00 Ae 11. 01 Ae 11. Break 00 Ae 13. Session 4 00 Ae 14. 00 Ae 14. 01 Ae 14. Session 5 00 Ae 15. 00 Ae 15. 01 Ae 16. Post Trading 01 Ae 16. *Untuk hari jumat hanya terdapat 4 sesi, dimana sesi 3 ditiadakan, sedangkan sesi 2 diperpanjang sampai dengan 11. Sumber: Ellen May TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Gambar 1. Kerangka Konseptual Hubungan Variabel METODE PENELITIAN Menurut Sugiyono . penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada Aufilsafat positivismAy, menekannya pemikiran rasional objektif dan empiris. Ciri yang mendasar pada jenis penelitian kuantitatif adalah mengumpulkan data-data yang relevan dan lebih terstruktur dengan melakukan analisis secara numerik dan statistik. Kemudian dari hasil uji hipotesis menghasilkan temuan yang dapat diukur dan dirumuskan secara sederhana dalam sebuah kesimpulan dan rekomendasi. Memilih sebagian dari populasi untuk sampel dari penelitian merupakan metode yang digunakan untuk teknik sampling, ada dua jenis teknik sampling yaitu probability sampling dan non-probability sampling (Suriani et al. , 2. Maka peneliti menggunakan sampel tidak acak untuk mempelajari dan kemudian menarik kesimpulan dari datadata yang sudah ada, karena objek variabel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jumlah keseluruhan berdasarkan kurun waktu yang diteliti menggunakan pendekatan data historis yang sudah tercatat di BEI. Sampel yang digunakan dari data historis dalam kurun waktu setahun sebelum dan sesudah kebijakan full call auction. Pengumpulan data dari penelitian ini dengan menggunakan penelitian jenis kuantitatif, berarti metode penelitian ini lebih kepada angka dan statistika, beberapa cara untuk mengumpulkan data. Pertama, menggunakan kuesioner atau angket dari para responden untuk mengumpulkan sampling. Kedua, mendapatkan data set statistik dari lembaga independen di pasar modal tujuannya memperoleh informasi dan data valid yang ada di bursa. Terakhir yang ketiga, mendapatkan informasi berdasarkan wawancara seperti menanyakan langsung dari seseorang yang ahli dibidangnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merupakan gabungan dari kumpulan seluruh pergerakan saham-saham yang ada didalamnya, untuk mengetahui aktivitas perdagangan keseluruhan saham tercemin melalui jumlah value, volume, frekuensi dan close, berikut penjelasannya: Value: menunjukkan jumlah nilai uang atau dana yang diperjualbelikan dari keseluruhan saham di IHSG berdasarkan hitungan harian. Volume: menunjukkan jumlah lot yang diperdagangkan dari keseluruhan saham di IHSG secara harian. Frekuensi: menunujukkan seberapa kali transaksi saham keseluruhan yang diperjualbelikan dalam kurun waktu tertentu, dalam hal ini dihitung harian di IHSG. Close: menunjukkan pergerakan IHSG berdasarkan penutupan harian. IHSG tidak hanya mencerminkan performa pasar saham di Indonesia tetapi juga memberikan gambaran mengenai perekonomian nasional. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Penelitian ini menggunakan beberapa teknik analisis seperti independent t test dan korelasi pearson jika normal sedangkan jika tidak normal menggunakan uji hubungan korelasi yaitu mann whitney dan spearman. Selain itu, untuk menguji sampel dari data populasi yang memiliki distribusi tertentu menggunakan uji normalitas kolmogorovsmirnova. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Deskripsi Data Penelitian Deskriptif data pada variabel volume, value, frequency dan close baik sebelum dan setelah adanya full call auction ditampilkan dalam bentuk range . inimum dan maximu. , median dan mean. Jumlah pengamatan data sebelum full call auction sebanyak 239 data dan setelah full call auction sebanyak 235 data. Berikut gambaran deskriptif data variabel volume, value, frequency dan close baik sebelum dan setelah adanya full call auction Tabel 2. Deskripsi Data Penelitian Sebelum dan Setelah Full Call Auction Variabel Volume Full Call Auction Sebelum 239 Setelah 235 Sebelum Value Setelah Frequency Close Sebelum Setelah Sebelum Setelah Min-Max Median Mean 9917262793 Ae 88789187740 11687672502 Ae 48358956262 6783677461899 Ae 6903674470684 Ae 837785 Ae 1533359 671352 Ae 1681738 6618,923 Ae 7433,315 6161,218 Ae 7905,390 19128306025,31 20204187693,25 10888399499449,13 6923,800 7196,017 13102376505838,66 1144635,47 1131427,59 6972,101 7191,135 Hasil perhitungan data variabel volume sebelum full call auction didapatkan rentang nilai volume sebesar 9917262793 hingga 88789187740 dengan nilai median sebesar 17328366370 dan rerata sebesar 19128306025,31. Sedangkan untuk data volume setelah full call auction didapatkan rentang nilai volume sebesar 11687672502 hingga 48358956262 dengan nilai median sebesar 18924207607 dan rerata sebesar 20204187693,25. Pada variabel value sebelum full call auction didapatkan rentang nilai value sebesar 6783677461899 hingga 33841683213979 dengan nilai median sebesar 10099201168858 dan rerata sebesar 10888399499449,13. Sedangkan untuk data value setelah full call auction didapatkan rentang nilai value sebesar 6903674470684 hingga 116033735073263 dengan nilai median sebesar 11776938744170 dan rerata sebesar 13102376505838,66. Pada variabel frequency sebelum full call auction didapatkan rentang nilai frequency sebesar 837785 hingga 1533359 dengan nilai median sebesar 1138574 dan rerata sebesar 1144635,47. Sedangkan untuk data frequency setelah full call auction didapatkan rentang nilai frequency sebesar 671352 hingga 1681738 dengan nilai median sebesar 1109619 dan rerata sebesar 1131427,59. Pada variabel close harga IHSG sebelum full call auction didapatkan rentang nilai close harga IHSG sebesar 6618,923 hingga 7433,315 dengan nilai median sebesar 6923,800 dan rerata sebesar 6972,101. Sedangkan untuk data close harga IHSG setelah full call auction didapatkan rentang nilai close harga IHSG sebesar 6161,218 hingga 7905,390 dengan nilai median sebesar 7196,017 dan rerata sebesar 7191,135. Analisis Pengujian Hipotesis Uji Normalitas Sebelum dilakukan uji hipotesis dilakukan uji normalitas data untuk variabel volume, value, frequency dan close pada data sebelum dan setelah. Uji normalitas yang TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. digunakan adalah uji kolmogorov smirnov dimana data dinyatakan normal jika nilai /p uji > 0,05. Tabel 3. Hasil Pengujian Normalitas Variable Volume Value Frequency Close Full Call Auction Sebelum Setelah Sebelum Setelah Sebelum Setelah Sebelum Setelah Kolmogorov Smirnov 0,216 0,108 0,207 0,290 0,038 Sig. Hasil pengujian normalitas pada variabel volume didapatkan nilai p/sig. data volume sebelum full call auction = 0,000 dan setelah full call auction = 0,000 dimana semua < 0,05 yang berarti data volume baik sebelum dan setelah full call auction dinyatakan tidak berdistribusi normal. Pada pengujian normalitas pada variabel value didapatkan nilai p/sig. untuk data volume sebelum full call auction = 0,000 dan setelah full call auction = 0,000 dimana semua < 0,05 yang berarti data value baik sebelum dan setelah full call auction dinyatakan tidak berdistribusi normal. Pada pengujian normalitas pada variabel frequency didapatkan nilai p/sig. untuk data volume sebelum full call auction = 0,200 dan setelah full call auction = 0,067 dimana semua > 0,05 yang berarti data frequency baik sebelum dan setelah full call auction dinyatakan berdistribusi Pada pengujian normalitas pada variabel close didapatkan nilai p/sig. data volume sebelum full call auction = 0,000 dan setelah full call auction = 0,000 dimana semua < 0,05 yang berarti data close baik sebelum dan setelah full call auction dinyatakan tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil uji normalitas data untuk variabel volume, value, frequency dan close maka dalam uji perbandingan untuk variabel volume, value dan close menggunakan metode non parametrik sedangkan untuk variabel frequency menggunakan metode parametrik. Uji Beda Sebelum dan Setelah Full Call Auction Uji perbedaan sebelum dan setelah full call auction untuk variabel volume, value dan close dilakukan dengan uji mann whitney dikarenakan saat uji normalitas data dinyatakan tidak normal, sedangkan untuk variabel frequency dilakukan dengan uji T Test dikarenakan saat uji normalitas data dinyatakan normal. Hasil pengujian selengkapnya adalah sebagai berikut: Tabel 4. Uji Beda Sebelum dan Setelah Full Call Auction Variabel Volume Value Frequency Close Full Call Auction Sebelum Setelah Sebelum Setelah Sebelum Setelah Sebelum Setelah Mean A SD 19128306025,31A7422132193,89 20204187693,25 A 5649322044,56 10888399499449,13 A 3411994589447,68 13102376505838,66 A 8315851626617,79 1144635,47 A 134497,59 1131427,59 A 170737,29 6972,101 A 218,108 7191,135 A 359,477 Sig. 0,000 0,000 0,351 0,000 Berdasarkan hasil uji perbandingan nilai volume pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji mann whitney didapatkan nila p/sig. sebesar 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada perbedaan siqnifikan nilai volume antara sebelum dengan setelah full call auction dimana berdasarkan nilai median dan mean didapatkan bahwa volume setelah full call auction lebih tinggi dibandingkan sebelum full call auction. Hasil TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. uji perbandingan nilai value pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji mann whitney didapatkan nila p/sig. sebesar 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada perbedaan signifikan nilai value antara sebelum dengan setelah full call auction dimana berdasarkan nilai median dan mean didapatkan bahwa value setelah full call auction lebih tinggi dibandingkan sebelum full call auction. Hasil uji perbandingan nilai frequency pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji T Test didapatkan nila p/sig sebesar 0,351dimana > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan siqnifikan nilai frequency antara sebelum dengan setelah full call auction. Hasil uji perbandingan nilai close pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji mann whitney didapatkan nila p/sig. sebesar 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada perbedaan signifikan nilai close antara sebelum dengan setelah full call auction dimana berdasarkan nilai median dan mean didapatkan bahwa close setelah full call auction lebih tinggi dibandingkan sebelum full call auction. Uji Hubungan Volume dengan Close pada Sebelum dan Setelah Full Call Auction Uji hubungan antara volume dengan close pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji spearman dikarenakan data close dinyatakan tidak berdistribusi normal, dinyatakan ada hubungan jika nilai sig. /p untuk uji Spearman < 0,05. Hasil pengujian selengkapnya adalah sebagai berikut: Tabel 5. Uji Korelasi Volume dan Close Kondisi Sebelum Full Call Auction Setelah Full Call Auction Uji Hubungan Volume Ei Close Volume Ei Close Nilai Korelasi . -0,025 0,236 Sig. 0,705 0,000 Hasil uji hubungan antara volume dengan close pada sebelum full call auction berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p/sig. 0,705 dimana > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara volume dengan close pada sebelum full call Sedangkan untuk uji hubungan antara volume dengan close pada setelah full call auction berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p/sig. 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara volume dengan close pada setelah full call auction, berdasarkan nilai koeffisien kolerasi . didapatkan nilai sebesar 0,236 dimana bernilai positif yang berarti bahwa hubungan volume dengan close pada setelah full call auction adalah positif atau searah dimana kenaikan volume setelah full call auction akan berkolerasi dengan kenaikan close setelah full call auction begitu sebaliknya penurunan volume setelah full call auction akan berkolerasi dengan penurunan close setelah full call Gambar 2. Korelasi Volume dengan Close Gambar 3. Korelasi Volume dengan Close Sebelum Full Call Auction Setelah Full Call Auction TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. Uji Hubungan Value dengan Close pada Sebelum dan Setelah Full Call Auction Uji hubungan antara value dengan close pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji spearman dikarenakan data close dinyatakan tidak berdistribusi normal, dinyatakan ada hubungan jika nilai sig. /p untuk uji spearman < 0,05. Hasil pengujian selengkapnya adalah sebagai berikut: Tabel 6. Uji Korelasi Value dan Close Kondisi Sebelum Full Call Auction Setelah Full Call Auction Uji Hubungan Value Ei Close Value Ei Close Nilai Korelasi . 0,289 0,025 Sig. 0,000 0,701 Hasil uji hubungan antara value dengan close pada sebelum full call auction berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p/sig. 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara value dengan close pada sebelum full call auction, berdasarkan nilai koeffisien kolerasi . didapatkan nilai sebesar 0,289 dimana bernilai positif yang berarti bahwa hubungan value dengan close pada sebelum full call auction adalah positif atau searah dimana tingginya nilai value sebelum full call auction akan berkolerasi dengan tingginya nilai close sebelum full call auction begitu sebaliknya rendahnya nilai value sebelum full call auction akan berkolerasi dengan rendahnya nilai close sebelum full call auction. Sedangkan untuk uji hubungan antara value dengan close pada setelah full call auction berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p/sig. 0,701 dimana > 0,05 yang berarti tidak ada hubungan signifikan antara value dengan close pada setelah full call auction. Gambar 4. Korelasi Value dengan Close Gambar 5. Korelasi Value dengan Close Sebelum Full Call Auction Setelah Full Call Auction Uji Hubungan Frequency dengan Close pada Sebelum dan Setelah Full Call Auction Uji hubungan antara frequency dengan close pada sebelum dan setelah full call auction menggunakan uji spearman dikarenakan data close dinyatakan tidak berdistribusi normal, dinyatakan ada hubungan jika nilai sig. /p untuk uji Spearman < 0,05. Hasil pengujian selengkapnya adalah sebagai berikut: Tabel 7. Uji Korelasi Frequency dan Close Kondisi Sebelum Full Call Auction Setelah Full Call Auction Uji Hubungan Frequency Ei Close Frequency Ei Close Nilai Korelasi . -0,294 0,259 Sig. 0,000 0,000 Hasil uji hubungan antara frequency dengan close pada sebelum full call auction berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p/sig. 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara frequency dengan close pada sebelum full call auction, berdasarkan nilai koeffisien kolerasi . didapatkan nilai sebesar -0,294 dimana bernilai negatif yang berarti bahwa hubungan frequency dengan close pada sebelum full call auction adalah negatif atau berlawanan arah dimana tingginya nilai frequency sebelum full call auction akan berkolerasi dengan rendahnya nilai close sebelum full call auction TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. begitu sebaliknya rendahnya nilai frequency sebelum full call auction akan berkolerasi dengan tingginya nilai close sebelum full call auction. Sedangkan untuk uji hubungan antara frequency dengan close pada setelah full call auction berdasarkan hasil uji spearman didapatkan nilai p/sig. 0,000 dimana < 0,05 yang berarti ada hubungan signifikan antara frequency dengan close pada setelah full call auction, berdasarkan nilai koefisien kolerasi . didapatkan nilai sebesar 0,259 dimana bernilai positif yang berarti bahwa hubungan frequency dengan close pada setelah full call auction adalah positif atau searah dimana kenaikan frequency setelah full call auction akan berkolerasi dengan kenaikan close setelah full call auction begitu sebaliknya penurunan frequency setelah full call auction akan berkolerasi dengan penurunan close setelah full call auction. Gambar 6. Korelasi Frequency dengan Gambar 7. Korelasi Frequency dengan Close Sebelum Full Call Auction Close Setelah Full Call Auction Pembahasan Menjadi sebuah temuan mengapa FCA yang berlaku saat ini perlu dievaluasi seperti mekanisme perdagangan FCA telah membuat likuiditas saham bergerak tidak jelas, saham yang overvalued tidak bisa ditransaksikan dan tidak bisa bergerak, transparansi FCA harus terus diperbaiki, pengawasan bursa selalu dilakukan untuk menghindari adanya manipulasi terhadap harga saham. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pengujian data yang ada sebagai alat untuk menerjemahkan hasil analisa lebih lanjut agar dapat menjawab dari temuan-temuan permasalahan tersebut, teknik analisis yang digunakan seperti independent t test dan korelasi pearson jika normal sedangkan jika tidak normal menggunakan uji hubungan korelasi yaitu mann whitney dan spearman. Selain itu, untuk menguji sampel dari data populasi yang memiliki distribusi tertentu menggunakan uji normalitas kolmogorov-smirnova. SIMPULAN Dari hasil penelitian ini bahwa peneliti dapat menyimpulkan terkait pengaruh kebijakan Full Call Auction ini yang telah berjalan dapat meningkatkan jumlah volume, value dan pergerakan IHSG, walaupun secara frekuensi transaksi sedikit menurun namun tidak signifikan. Untuk uji korelasi bahwa volume, value dan frekuensi dengan pergerakan IHSG . saling berhubungan dan bergerak searah dan beriringan berarti menunjukkan kebijakan Full Call Auction selama ini berjalan efektif dan menambah likuiditas dikarenakan harga saham di bawah Rp50 dapat ditransaksikan. Rekomendasi yang diberikan dari hasil penelitian ini untuk beberapa pihak sebagai berikut: Bagi Pemerintah: Melalui BEI atau yang biasa disebut Self-Regulatory Organization (SRO) mempunyai peran untuk melaksanakan kewenangan penerapan aturan di bursa dengan menjaga kebijakan yang pruden dan akuntabel serta memajukan industri Pasar Modal secara keseluruhan. Bagi Masyarakat: Masyarakat dapat berkontribusi untuk membeli saham di BEI dengan harga yang murah karena harga saham saat ini yang cukup terjangkau. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. JUNI 2025. HAL. harga dibawah Rp50 pun juga dapat ditransaksikan di papan pemantauan Bagi Peneliti dan Akademisi: Dapat menyempurnakan hasil penelitian ini dan bisa menjadi masukkan kebijakan pemerintah kedepannya. DAFTAR PUSTAKA