Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Investor Untuk Investasi Aset Kripto Di Indonesia FaAoaghnin Hadita1. Irfan Nabhani2. Oktri Mohammad Firdaus3 1, 2, 3 Program Studi Magister Manajemen. Universitas Garut Aninhadita36958@gmail. nabhani@uniga. firdaus@uniga. Abstrak Cryptocurrency saat ini menjadi trending fenomena di sejumlah negara dengan penerapan regulasi yang beragam, di Indonesia tercatat keberadaan dari 14 menjadi 18 pedagang diakhir 2021 lalu bertumbuh menjadi 25 pedagang resmi sebagai platform yang melisting aset kripto yang legal terverifikasi memenuhi syarat disahkan Bappebti. Selain itu, tingginya pertumbuhan investor pada aset kripto, ditandai dengan terbentuknya komunitas-komunitas investor kripto di Indonesia dengan jumlah kurang lebih 12 juta komunitas yang terhimpun ke dalam Grup di Media Sosia seperti Telegram. Facebook dan Whatsapp. Penelitian ini bertujuan untuk analisis pada faktor-faktor yang memberi pengaruh terhadap keputusan investor untuk melakukan investasi pada aset kripto. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan 100 kuesioner pada responden yang berinvestasi pada aset kripto, data diolah menggunakan SEM-PLS. Hasil menunjukan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor psikologis dan faktor pribadi memiliki pangaruh terhadap keputusan investor untuk melakukan investasi pada aset kripto di Indonesia Kata Kunci: Cryptocurrency. Investasi. SEM-PLS. Pendahuluan Aktifitas investasi kini sudah jadi lazim dilakukan bagi masyarakat, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Bertumbuh kembang melaju pesat dengan basis internet sebagai informasi dan teknologi pada gawai mendorong laju percepatan berubahnya ekonomi global. Salah satu perubahan ekonomi tamapak signifikan adalah munculnya ekosistem mata uang virtual (Afrizan dan Marliyah, 2. Mata uang virtual dan teknologi blockchain adalah keniscayaan perubahan dalam teknologi finansial, yang bentukannya sangat berbeda dengan mata uang yang diterapkan pada sistem perbankan yang ada dan berlaku yang dikenal selama ini. Bertolak belakang seperti pada sistem pertukaran konvensional, mata uang virtual seperti Aset Kripto atau diistilahkan sebagai Cryptocurrency, beroperasi melalui teknologi Blockchain (Afrizan dan Marliyah, 2. Cryptocurrency saat ini menjadi trending fenomena di sejumlah negara dengan penerapan regulasi yang beragam. Cryptocurrency berteknologi kini sudah menjadi bagian yang mengubah tataran transaksi keuangan di beberapa negara semisal Amerika Serikat. Jepang dan China, yang tidak dapat dipungkiri. Diketahui tercatat ada lebih dari 2. 500 mata uang kripto terdata di seantero dunia, dimana di Indonesia diakui sebagai aset kripto di Tahun 2020. Mata uang ini mulai Hadita, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. berkibar dan menjadi tenar sejak kelahirannya di Tahun 2008 dimana Bitcoin diciptakan sebagai pelopor secara mendunia. Tercatat ada 10 negara dengan populasi Cryptocurrency yang menjadi mayoritas penggunanya di awal bulan Februari Tahun 2020. Berdasarkan catatan tersebut Nigeria menempati rangking pertama dengan pangsa pasar 34%, kemudian diikuti negara yang ada di Asia yaitu Vietnam 21% dan Filipina dengan pangsa 20% diikuti negara-negara lain di belahan benua dunia lain yang diyakini akan terus berubah dan bertumbuh mengikuti perkembangan sistem informasi dan teknologi Aset Kripto di tahun selanjutnya. (Statista, 2. Mata uang virtual dan teknologi blockchain adalah keniscayaan perubahan dalam teknologi finansial, yang bentukannya sangat berbeda dengan mata uang yang diterapkan pada sistem perbankan yang ada dan berlaku yang dikenal selama ini. Bertolak belakang seperti pada sistem pertukaran konvensional, mata uang virtual seperti Aset Kripto atau diistilahkan sebagai Cryptocurrency, beroperasi melalui teknologi Blockchain (Afrizan dan Marliyah, 2. Investasi digital saat ini sedang digandrungi oleh para investor termasuk investor yang berada di Indonesia. Investasi digital yang menjadi tren saat ini, dimana aset kripto menjadi pilihan. Investasi aset kripto berbasis aplikasi telah didukung pemerintah Indonesia dengan adanya keberadaan aplikasi perdagangan yang terdaftar di Bappebti. Aset kripto yang ada dan beredar saat ini sudah mengalami pertumbuhan yang pesat di seluruh dunia sehingga pemerintah Indonesia berupaya mengejar ketertinggalannya dengan pembentukan Bursa Kripto Indonesia sebagai wadah regulasi dan akan membuat mata uang digital yang langsung diluncurkan oleh Bank Indonesia (BI) mengadopsi sistem CBDC. Di Indonesia Bursa Kripto Indonesia ini akan menjadi satu-satunya di dunia di mana pemerintah ikut meregulasi sebagai pengatur tata kelola investasi aset kripto sebagai komoditasinvestasi, tercatat keberadaan dari 14 menjadi 18 pedagang diakhir 2021 lalu bertumbuh menjadi 25 pedagang resmi sebagai platform yang melisting aset kripto yang legal terverifikasi memenuhi syarat disahkan Bappebti. Selain itu, tingginya pertumbuhan investor pada aset kripto, ditandai dengan terbentuknya komunitas-komunitas investor kripto di Indonesia dengan jumlah kurang lebih 12 juta komunitas yang terhimpun ke dalam Grup di Media Sosia seperti Telegram. Facebook dan Whatsapp. Peneliti melihat banyak peluang yang belum terungkap secara komprehensif apa dan bagaimana yang perlu disiapkan sehingga peneliti melakukan analisis dan mengambil judul penelitian AuAnalisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Investor Untuk Investasi Aset kripto di IndonesiaAy Literature Review Ausop dan Aulia . dalam penelitiannya yang berjudul Teknologi Aset kripto Bitcoin Dalam Transaksi Bisnis Menurut Syariat Islam mendapatkan hasil penelitian Teori penelitian di bidang teknokultur, komputasi & pemodelan. Setiawan. Cholisso-din. dalam penelitiannya yang berjudul Prediksi nilai Cryptocurrency bitcoin menggunakan algoritma (ELM), mendapatkan hasil penelitian untuk Perbandingan hasil metode KNN, nilai MAE dan RMSE pada Aset Kripto. Mulyanto . dalam penelitiannya yang berjudul Pemanfaatan Aset kripto Sebagai Penerapan Mata Uang Rupiah Ke Dalam Bentuk Digital Menggunakan Teknologi Bitcoin, mendapatkan hasil Aset Kripto hanya dapat dilakukan transaksi sebagai komoditas dengan pertukaran rupiah melalui aplikasi. Septia dan Yulianingsih, . dalam penelitia tersebut yang berjudul Perlindungan Hukum Bagi Investor dalam Transaksi Aset Kripto, mendapatkan hasil Kontroversi Aset Kripto sebagai mata uang virtual ditolak di banyak negara termasuk Di Indonesia. Alami, et al . dalam penelitiannya yang berjudul Analisis Sistem Pertambangan Bitcoin Dan Litecoin dengan Menggunakan Metode Pembayaran Aset Kripto. Hadita, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. mendapatkan hasil bahwa Proses Penambangan pada Bitcoin dan Litecoin yang kurang efektif dan efisien. Metodologi Penelitian ini dilakukan menggunakan dan menerapkan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data kuantitatif untuk menjawab berupa angka-angka yang bisa dihitung dengan satuan, volume investasi, jumlah investor, skala prioritas tujuan berinvestasi, skala prioritas investasi menurut investor. Operasionalisasi variable yang digunakan dalam penelitian sebagai Tabel 1: Operasionalisasi Variable Penelitian Variabel Faktor Budaya Faktor Sosial Faktor Pribadi Faktor Psikologis Definisi/ Konsep Variabel Budaya merupakan variabel yang memberi gambaran detail tentang tingkah laku sang konsumen yang diadopsi dari adat istiadat, kebiasaankebiasaan yang mana mengalami perubahan dan berlaku di dalam kehidupan masyarakat (Kotler dan Keller, 2. Faktor pengaruhnya pada perilaku konsumen yang mana peran keluarga dan status sosial sebagai kelompok acuan (Kotler dan Keller, 2. Faktor Pribadi sebagai faktor yang timbul serta muncul di diri pribadi Faktor pribadi meliputi tanggapan dari rangsangan yang relatif permanen untuk jangka waktu tertentu terhadap lingkungan dapat diartikan seseorang yang menjadi pembeda sebagai ciri khusus dari orang lainnya (Kotler dan Keller, 2. Faktor psikologis sebagai variabel yang berhubungan dengan konsumen dari sisi kepribadian (Kotler dan Keller, 2. Indikator Jarak Kekuasaan Individualisme/ Groupisme Pola Hidup Penghindaran Ketidakpastian Orientasi Jangka Panjang Skala Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Kelompok Acuan Keluarga Peran dan atau Ordinal Ordinal Ordinal Status Usia Pekerjaan Gaya dan pola Hidup Kepribadian serta Konsep Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Motivasi Persepsi Pengetahuan Keyakinan serta Sikap Ordinal Ordinal Ordinal Ordinal Responden untuk penelitian ini menjadi 100 investor aset kripto untuk mempertimbangkan memudahkan pengolahan data dan mempertajam hasil pengujian. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probabilistic sampling. Tekinik pengumulan data menggunakan kuesioner dan pengolahan data menggunakan Smart PLS V. 3 SEM. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian 1 Model Pengukuran Hadita, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Gambar 1: Model Pengukuran Berdasar atas gambar 1. dari atas, dapat digambarkan bahwa nilai outer loading indikator X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. X4. X4. X5. X5. X5. X5. X5. 5 lebih besar > dari 0. finalnya, bahwa keseluruhan dari masing-masing variabel laten telah mampu menjabarkan pula, bahwa varian dari masing-masing indikator sebagai pengukurnya lebih besar dari ( > ) 0. 5, artinya variabel indikator tersebut harus dipertahankan. Gambar 2: Construct Realiability And Validity Hadita, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Gambaran detail tabel di atas memberi kesimpulan bahwa konstruk seluruhnya telah memenuhi kriteria reliabel, hal ini ditunjukkan dengan nilai composite reliability dan cronbach's alpha di 60, artinya indikator yang telah ditentukan telah mampu mengukur masing-masing variabel laten dengan baik atau dapat dinyatakan keempat model dari pengukuran telah memiliki nilai composite reliability yang layak dan baik. Gambar 3: Nilai AVE Nilai AVE yang ditunjukan pada tabel 3 di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk nilai akar kuadrat dari AVE menggambarkan bahwa ke empat variabel laten mempunyai nilai AVE di atas kriteria minimumnya, diambang 0. 50 sehingga ukuran untuk convergent validity sudah layak atau dikatakan baik atau pun dikategorikan terpenuhinya convergent validity. 2 Model Struktural Gambar 4: Hasil PLS Bootstraping Hadita, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. Hasil PLS Bootstraping gambar 4 di atas menunjukkan bahwa nilai thitung faktor budaya mempengaruhi keputusan investor sebesar 0. 310, faktor sosial mempengaruhi keputusan investor 261, faktor pribadi mempengaruhi keputusan investor sebesar 0. 155, dan faktor psikologis mempengaruhi keputusan investor sebesar 0. Berdasarkan gambar 4. 13 di atas, maka bentuk persamaan penelitian ini Adalah sebagai berikut: = 0. 264 4 C Pembahasan Pertama, karakteristik demografi responden dikemas menggunakan statistik deskriptif. Responden mayoritas dalam penelitian ini bergender pria dalam usia muda 15 sampai usia 25 tahun dengan status pekerjaan sebagai pegawai. Penerimaan gaji berkisar pada nilai antara Rp. 000 sampai kisaran Rp. Aset kripto yang dimiliki yaitu Bitcoin. Menurut pengamatan peneliti dapat diduga gen pria dengan usia tersebut yang sering melakukan investasi pada aset kripto. Kedua, hasil dari hipotesis pertama dari penelitian yang dilakukan ini membuktikan bahwa faktor budaya secara signifikan berpengaruh positif dalam memberi andil keputusan investasi. Semakin besar nilai faktor budaya akan meningkatkan keputusan investasi. Berdasarkan hasil, didapatkan faktor budaya membuktikan adanya pengaruh positif yang penting terhadap keputusan investasi sehingga hipotesis ini diterima. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Irwan, 2. yang dikatakan, bahwa variabel faktor budaya memberkan pengaruh secara signifikan terhadap keputusan dilakukannya pembelian. Ketiga, hasil dari hipotesis kedua dari penelitian terbukti bahwa faktor pribadi berpengaruh positif yang signifikan pula terhadap diambilnya keputusan berinvestasi. Semakin besar valuasi faktor pribadi maka akan meningkatkan nilai keputusan investasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh faktor pribadi membuktikan adanya rangsangan positif yang signifikan terhadap keputusan berinvestasi sehingga hipotesis ini bias diterima. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Irwan, 2. menyatakan bahwa variabel faktor pribadi berpengaruh secara signifikan terhadap munculnya keputusan pembelian. Keempat, hasil dari hipotesis ketiga dalam penelitian ini terbukti bahwa faktor psikologi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan investasi. Semakin besar nilai faktor psikologi akan meningkatkan keputusan investasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh faktor psikologi membuktikan adanya pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan investasi sehingga hipotesis ini diterima. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh (Irwan, 2. yang menyatakan bahwa variabel faktor psikologi berpengaruh secara signifikan terhadap munculnya keputusan pembelian. Kelima, pada hasil hipotesis keempat dalam penelitian, membuktikan bahwa faktor budaya berpengaruh positif yang signifikan pula terhadap munculnya keputusan investasi. Semakin besar nilai faktor budaya akan meningkatkan nilai keputusan investasi. Berdasarkan hasil yang diperoleh faktor budaya membuktikan adanya pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan investasi sehingga hipotesis ini diterima. Hasil tersebut sesuai dengan penelitian terdaulu yang dilakukan oleh (Irwan, 2. yang menyatakan bahwa variabel faktor budaya berpengaruh pula secara signifikan terhadap munculnya keputusan pembelian. Singkatnya, dalam penelitian ini mendapatkan temuan yang menunjukkan bahwa faktor budaya, faktor pribadi, faktor psikologi dan atau faktor sosial terbukti mempengaruhi keputusan para Hadita, et. Journal Of Entrepeneurship and Strategic Management Vol. No. investor untuk melakukan tindakan investasi pada aset kripto . Temuan penelitian ini melengkapi penelitian yang telah dilakukan oleh Irwan . Kesimpulan Bahwa dari hasil penelitian yang dilakukan serta dikuatkan oleh pembahasan yang terperinci dengan pasti tentang analisis faktor - faktor yang mana yang dapat mempengaruhi secara signifikan hingga munculnya tindakan atau perbuatan suatu keputusan dari investor untuk Ielakukan tindakan atau perbuatan investasi di aset kripto di wilayah Indonesia, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Terdapat empat faktor yang memberi pengaruh terhadap keputusan investor untuk investasi aset kripto di Indonesia, yaitu faktor budaya, faktor pribadi, faktor psikologi dan faktor Faktor pribadi memberikan pengaruh positif yang signifikan terhadap diambilnya keputusan investasi, faktor pribadi yang ada pada diri investor mempengaruhi keputusan investor dalam melakukan investasi pada aset kripto. Faktor psikologi memberikan pula pengaruh positif signifikan terhadap keputusan investasi, psikologi investor mempengaruhi keputusan investor dalam melakukan investasi pada aset kripto. Faktor social memiliki peran pula berpengaruh positif yang signifikan akan keputusan investasi, masyarakat atau komunitas sosial pada lingkungan investor mempengaruhi keputusan investor dalam melakukan investasi pada aset kripto. Daftar Pustaka