Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 2775-2933 Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa Toto Alwi*1 Kms Badaruddin2 Febriyanti3 Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang e-mail: totoalwi16@gmail. com, kmsbadaruddin_uin@radenfatah. febriyanti_uin@radenfatah. Submitted: 12-05-2023 Revised : 22-07-2023 Accepted: 02-08-2023 ABSTRACT. This study aims to determine the Learning of Tahfidz Al-Qur`an in shaping the Islamic character of Students at SD IT Islahul Ummah Prabumulih City. Learning evaluation The research was conducted at SD IT Islahul Ummah. Prabumulih City, 2022 to 2023. The research subjects were Tahfidz Al-Qur`an tutors. Madrasa Heads. Administrative Staff, and students of SD IT Islahul Ummah. Prabumulih City. This type of research is qualitative research. Data collection was carried out through interviews, observation, and document studies. All data collected was then analyzed in two stages. The first stage was when the data collection process was in progress, and the second stage after all data was collected was then analyzed by means of descriptive analytic. From this research, it was obtained an explanation that: . The Al-Qur'an tahfidz Learning Curriculum has been applied in the form of a syllabus . In learning, the supervising teachers have made a written plan, letters that must be memorized, . Implementation of Al-Qur'an Tahfidz Learning is carried out outside of class hours. The method of memorizing the Qur'an uses the muroja`ah and sima`i methods. The supervising teacher has a great influence on students in learning Taffid Al-Qur`an. Learning Evaluation is carried out for each student's memorization deposit to the supervising teacher. Keywords: Implementation. Learning Tahfidz Al-Qur`an. Islamic Character https://doi. org/10. 31538/munaddhomah. How to Cite Alwi. Badaruddin. , & Febriyanti. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz AlQur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. , 756-766. PENDAHULUAN Manusia dianggap sebagai di ciptaan Tuhan yang paling sempurna di muka bumi ini. manusia diciptakan banyak sekali anugrah di antara semua makhluk lain dan Allah SWT. mereka kemuliaan dan kesenangan di dunia dan di akhirat (Madkan & Mumtahana, 2022. Sandria et al. , 2. Kegiatan yang paling krusial dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah adalah kegiatan yang melibatkan pembelajaran. Winarno Surachmad yang direferensikan oleh Syarifudin menyatakan bahwa kegiatan belajar mengajar secara fundamental mempengaruhi bagaimana siswa Tujuan pembelajaran adalah memperoleh pengetahuan, menanamkan konsep dan keterampilan, serta membentuk sikap dan perilaku (Hidayat & Asyafah, 2019. Syafaruddin et al. Pembelajaran adalah suatu proses yang menggabungkan komponen manusia, material, fasilitas, peralatan, dan proses (Alakrash & Abdul Razak, 2. Pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan secara bertahap yang dilaksanakan secara sistemik (Arifin et al. , 2022. Maarif et al. , 2020. Surya & Rofiq, 2. Di mana setiap komponen saling berpengaruh. Menurut Said Agil Husain Al-Munawar, umat Islam harus memberikan nasehat dan pelajaran dari al-Qur'an Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa yang mampu memberikan nilai-nilai moral dan spiritualitas manusia guna menghadapi permasalahan dunia saat ini yang sekuler dan materialistis. Tahfidz Al-Qur'an merupakan tugas yangan sangat terpuji dan tanggung jawab yang besar. Hanya seseorang dengan tekad baja dan tekad yang tak tergoyahkan yang dapat mencapainya (Ayyusufi et al. , 2022. Rustiana & Ma`arif, 2022. Safariah & Masykur, 2. Seseorang dengan kemauan yang kuat adalah orang yang terus-menerus antusias dan terobsesi untuk melakukan apa pun untuk mencapai sesuatu berdasarkan apa yang dia pikirkan dan menggerakkannya. Di sisi Allah SWT, menghafal Al-Quran merupakan hobi yang sangat mulia (Hasanah et al. , 2022. Rojiyah et al. Namun, menghafal Al-Quran sangat berbeda dengan menghafal kamus atau buku karena menghafal Al-Quran membutuhkan bacaan dan kelancaran yang sempurna. Jika penghafal AlQur'an tidak bisa membaca dan tidak mengetahui tajwid, maka akan sulit untuk menghafal AlQur'an (Ulumiyah et al. , 2. Gerge R. Terry yang dikutip Syaiful (Sagala, 2. mendefinisikan manajemen sebagai proses menetapkan dan mencapai tujuan melalui penggunaan sumber daya manusia. Proses ini harus melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan tindakan yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pendidkan Agama Islam, jika dilihat dari dinamika perkembangan kuantitas yang dimulai sejak TK hingga SMA terkait dengan pelajaran agama Islam memiliki perkembangan yang signifikan (Farida et al. , 2021. Sirojuddin et al. , 2. Arifuddin Arif mengemukakan tentang kajian Islam sebagai berikut: AuTerciptanya proses pembelajaran yang efektif ditandai dengan beberapa hal, yaitu (Arif et al. , 2021, 2. : . proses tersebut mengajak siswa untuk aktif dan partisipatif. sasaran pembelajaran tidak terbatas pada hafalan hafalan melainkan, pemahaman yang mendalam. memberi penekanan pada proses internalisasi ajaran agama dengan kesadaran itu sendiri, . mendorong siswa untuk menguasai berbagai strategi belajar . earning how to lear. , dan . menanamkan kegairahan yang tinggi dalam penyelesaian tugas". Menurut Fauzi Saleh dan Alimuddin, terdapat beberapa kesulitan-kesulitan yang dihadapi pendidikan Islam, adalah sebagai berikut: Pertama, upaya untuk memikirkan kembali kerangka dikotomis yang masih dilakukan secara sepotong-sepotong dan tidak terintegrasi ke dalam rencana yang jelas dan spesifik. Kedua, metode yang masih cenderung normatif, menawarkan standar yang seringkali kurang. Contohnya dalam konteks sosiokultural, menghambat siswa untuk benar-benar menghayati nilai-nilai agama sebagai prinsip yang meresap dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, dapat dikatakan bahwa kurikulum yang dimaksudkan untuk memberikan tingkat minimal pengetahuan atau kompetensi untuk belajar. Keempat, guru tidak mencari strategi pembelajaran yang dapat digunakan untuk pendidikan agama sehingga pelaksanaan pembelajaran menjadi berulang-ulang (Fauzi Saleh, 2. Adapun Tahfidz Al-Qur`an merupakan salah satu bagian dari Standar Kompetensi Lulusan bagi Sekolah dasar Islam Terpadu yang ditetapkan melalui keputusan yayasan. Dalam peraturan dari yayasan bahwa anak yang menyelesaikan pendidikan di SDIT minimal 2 juz harus sudah hafal, yaitu juz 30 dan juz 29. Karena fungsi-fungsi perencanaan pembelajaran, pengelolaan pembelajaran, organisasi pembelajaran, kepemimpinan pembelajaran, dan evaluasi pembelajaranbelum terlaksana di dalam proses pembelajaran, seperti yang ditunjukkan oleh fenomena Pembelajaran Tahfidz AlQur'an, masih jauh dari sistem manajemen pembelajaran yang efektif. Menurut Syafaruddin dan Irwan Nasution, kegiatan manajerial seperti merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, dan mengevaluasi pembelajaran harus dilakukan dengan memaksimalkan sumber pengajaran yang tersedia baik di dalam maupun di luar kelas (El-Hussari, 2. Tema di atas sudah ada yang melakukan penelitian, diantaranya adalah penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Shobirin dalam penelitiannya terkait pembelajaran tahfidz al-qurAoan dalam penanaman karakter Islami. Menghasilkan bahwa sekolah membentuk Tim TTQ, membuat panduan pengajaran, mengadakan sosialisasi panduan pengajaran TTQ, mengadakan pelatihan Guru TTQ, menyiapkan sarana prasarana, mengadakan pengawasan pendidikan karakter Islami dalam pembelajaran Tahfidz Al QurAoan (Shobirin, 2. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 756-766 757 Toto Alwi*1 Kms Badaruddin2 Febriyanti3 Selanjutnya penelitian yang dilakukan Dinda Dwi Azizah, dan Murniyetti terkait pelaksanaan program tahfidz Al-QurAoan dalam membentuk karakter religious peserta didik. Menghasilkan bahwa perencanaan program tahfidz Al-QurAoan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Padang disusun melalui prosedur sebagai berikut: . Menetapkan tujuan tahfidz Al- QurAoan. Menentukan keberhasilan program tahfidz Al-QurAoan dengan membuat target yang akan dicapai. Menetapkan penanggung jawab program tahfidz Al- QurAoan. Menyusun kegiatan dan jadwal kegiatan program tahfidz Al-QurAoan. Pelaksanaan program tahfidz al-QurAoan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Padang sudah berjalan dengan baik bisa dilihat dengan proses hafalan, metode yang digunakan, dan keterlibatan guru dalam melaksanakan program tahfidz Al-QurAoan dan pembentukan karakter. Program tahfidz Al-QurAoan ini berimplikasi terhadap terbentuknya karakter religius peserta didik menjadi lebih baik seperti iman dan takwa peserta didik menjadi lebih baik, hal ini bisa dilihat dari ketaatan peserta didik dalam beribadah, mengerjakan sholat 5 waktu dengan tepat waktu, mengerjakan sholat dhuha, berdoAoa sebelum dan sesudah pelajaran, dan menghafal dan mengamalkan isi Al-QurAoan (Azizah, 2. Mengenai motivasi santri dalam menghafal Al-Qur'an, menurut Sakban dkk. yang mencoba mengangkat penelitian tentang motivasi santri menghafal Al-Qur'an di Pondok Pesantren Tahfiz Husnul Khotimah Cipanas, menyimpulkan bahwa yang paling berperan dalam motivasi santri adalah guru dan didukung oleh beberapa faktor seperti tersedianya tenaga honorer. makan-makan, suasana cottage yang nyaman dan santri diperbolehkan menggunakan MP3 Al-Qur'an speaker sebagai media yang memudahkan mereka dalam menghafal dan menggunakan Mushaf Al-Qur'an khususnya Mushaf Al-Hufaz (Agustina dkk. , 2. Dengan demikian, posisi penelitian penulis berbeda dengan penelitian terdahulu, karena penelitian ini berfokus pada pelaksanaan pembelajaran tahfidz al-qurAoan yang menjadi bagian kurikulum pembelajaran dan menjadi bagian materi pada jam pelajaran. Sehingga bukan hanya metode menghafal yang difasilitaskan kepada siswa, tetapi juga meuangkan waktu khusus untuk memperhatikan bacaan dan makhrojnya. Adapun fokus penelitian kami adalah bagaimana pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan dalam membentuk karakter Islami bagi siswa di SD IT Islahul Ummah Prabumulih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembelajaran tahfidz Al-QurAoan dalam membentuk karakter Islami bagi siswa. Berdasarkan hal-hal yang dikemukakan di atas, diketahui bahwa belum tercapainya tujuan Pembelajaran Tahfiz Alquran. Maka, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dan membahasnya dalam artikel ini. METHOD Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian di mana didalamnya peneliti menyelidiki kejadian, fenomena kehidupan individu-individu dan meminta seseorang atau sekolmpok individu untuk menceritakan kehidupan Penelitian ini mengunakan pendekatan studi kasus di mana Bogdan dan Biklen berpendapat, studi kasus merupakan pengujian secara rinci terhadap suatu latar atau satu orang subjek di dalam peristiwa tertentu (Creswell, 2. Informan pertama atau informan kunci yang paling sesuai dan tepat ialah Kepala SDIT Isahul Ummah Prabumulih. Informan pendukung dalam penelitian ini adalah Kepala Tata Usaha. Waka Kurikulum. Guru Pembimbing Tahfidz. Siswa SD IT Isahul Ummah Prabumulih. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini dilakukan di SD IT Ishaul Ummah Kota Prabumulih. Dalam penelitian ini, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai metode pengumpulan data. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman. Langkah reduksi data adalah mengumpulkan semua data hasil observasi dan wawancara. Tahap penyajian data adalah saat data yang dibutuhkan untuk penelitian ditampilkan. Seorang peneliti sampai pada kesimpulan selama tahap verifikasi berdasarkan kejadian yang terjadi di lapangan. (Agustina dkk. , 2. 758 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa Analisis data adalah proses sistematis pengumpulan data dari wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Dengan mengkategorikan data ke dalam kelompok-kelompok, mendeskripsikannya ke dalam unit-unit, mensintesiskannya, menyusunnya menjadi pola-pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari, serta menarik kesimpulan yang jelas bagi dirinya atau orang lain. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, fervikasi atau penarikan kesimpulan, dan pengecekan keabsahan penemuan. (Lexy J. Moleong, 2. RESULT AND DISCUSSION Result Berdasarkan hasil observasi yang telah peneliti lakukan ditemukan bahwa, kepemimpinan dan strategi kebijakan Kepala SD IT, sangat memacu terhadap peningkatan kemajuan kuantitas dan kualitas Pembelajaran Tahfiz Alquran. Keadaan ini ditopang oleh komunikasi dan kerjasama yang baik dengan para guru pembimbing dan pegawai administrasi. Di antara strategi/kebijakan yang dilakukan antara lain adalah: . Dalam setiap pelajaran dan semester, siswa diwajibkan untuk mengingat huruf maqra'-maqra'. Pilih instruktur Tahfiz Al-Qur'an dan tawarkan bantuan yang . Membagi kelas dan memberikan pengawas kepada setiap siswa. Memasukkan Pelajaran Tahsin Qiraah, yang fokus pada pembelajaran bacaan Alquran dan tajwid, di setiap mata pelajaran wajib seminggu sekali . x 40 meni. Mewajibkan siswa setiap pagi, 5-10 menit sebelum jam belajar untuk tasmiAo. Membaca Al-Qur`an secara bergiliran satu per satu sebelum belajar, yang bertujuan untuk membantu siswa agar lancar dalam membaca atau menghafal Alquran. Memutar audio Tahfiz murattal sebelum jam masuk. Selain itu, bacaan murattal dari surat-surat yang membentuk maqra' Tahfiz Al-Qur'an diulangi secara samar-samar sepanjang hari pada pengeras suara audio, menjaga suasana Al-Qur'an. Penulis sangat terkesan dengan gambaran sekelompok anak muda membaca Alquran saat istirahat sambil memegang Alquran di masing-masing tangan. Kepala sekolah mengatakan bahwa, persentase keberhasilan siswa yang mampu menghafal Alquran meningkat selama tiga tahun terakhir. Penulis mengamati bahwa kepemimpinan Kepala IT SD dan jajarannya merupakan pembelajaran yang kuat dalam upaya melaksanakan pembelajaran di sini, khususnya dalam pembelajaran Tahfiz Al-Qur'an. Pesan senada disampaikan oleh seorang guru pembimbing tahfidz yang mengatakan bahwa pembelajaran tahfidz Al-Qur'an secara umum memberikan dampak yang sangat baik bagi perkembangan sekolah karena mengikuti kemajuan Dapat disimpulkan dari temuan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi di atas, pembelajaran Tahfidz Al-Quran berjalan dengan baik dan sudah maju dari tahun-tahun Metode Pembelajaran Tahfiz Al-Qur'an Digunakan di Sekolah IT Islahul Ummah Teknik adalah cara untuk mencapai tujuan dengan cepat dan efektif. proses pembelajaran yang digunakan untuk mempraktikkan rencana yang telah disiapkan dalam situasi kegiatan nyata untuk mencapai tujuan yang ditetapkan seefektif mungkin. Oleh karena itu, pendekatan yang digunakan untuk mempelajari sistem rangkaian pemebalajaran sangat penting. Menurut penulis, memasukkan Tahsin Qiraat ke dalam jam pelajaran di kelas Madrasah merupakan teknik yang sangat cocok untuk memfasilitasi pembelajaran Tahfiz Al-Qur'an karena Tahsin Qiraat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kemampuan membaca Al-Qur'an secara tepat dan benar. Untuk semua tingkatan. Tahsin Qiraat menawarkan dua jam pengajaran setiap minggu . elas 2 x 40 meni. , dengan tujuan membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan membaca pemahaman dan meringankan beban menghafal Alquran. Selain itu, peneliti melakukan wawancara pada hari yang berbeda, melihat proses hafalan dan muroja'ah, serta mengumpulkan banyak setoran hafalan terkait dengan pertanyaan utama penelitian. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 756-766 759 Toto Alwi*1 Kms Badaruddin2 Febriyanti3 Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan Sebelum peneliti melakukan penelitian yang sebenarnya terlebih dahulu peneliti melakukan penelitian studi pendahuluan, pemilihan lembaga ini didasari dari ketertarikkan peneliti tentang Pelaksanaan Pembelajaran tahfidz Al-Qur`an yang diterapkan guru dalam penyelenggaraan program unggulan Tahfidz AL-Qur`an. Berdasarkan hasil penelitian di lembaga tersebut. Memperoleh hafalan Al-QurAoan bukanlah perkara yang mudah, maka diperlukan strategi jitu dari guru agar hafalan Al-QurAoan siswa data yang diperoleh menunjukkan bahwa untuk mengajar guru metode tahfidz AlQur`an menggunakan pembelajaran melalui penerapan pembelajaran yang unik dan kreatif sehingga membuat siswa semangat dalam menghafal. Dalam program ahfidz guru menggunakan metode Tasmi (Mendengarka. dan Muroja`ah. Pengulangan atau muroja`ah dilakukan agar hafalan tetap bertahan dan menjadi lebih baik. Sehingga seorang penghafal Alquran harus pandai mengatur waktu luang. Setelah melakukan muroja`an, para siswa kemudian menyetor ayat berikutnya seminggu sekali kepada guru hafalan. Hal ini sesuai hasil wawancara peneliti dengan Ustazdah Prima Agustina yang sekaligus Penggagas Program Tahfidz Al-Aur`an. AuUntuk Pembelajaran Tahfidz Al-QurAoan ini biasanya menggunakan metode tasmiAo . dan murojaAoah mbak. Sejauh ini metode tersebut begitu efektif diterapkan pada anak-anak, dan dengan metode tasmiAo . diharapkan siswa menjadi bersemangat karena disimak oleh partner yang dipilih sendiri sehingga akan memudahkan siswa dalam menghafal, dan metode murojaAoah atau pengulangan diharapkan anak-anak mampu menjaga dan meningkatkan hafalannya. Biasanya murojaAoahnya itu di sekolah dan di pondok Panggung ketika akan melakukan setoran. Ay Hal yang sama juga diungkapkan oleh Yuningsih. Pd Selaku Guru Al-Qur`an Hadits yang sekaligus Pendorong anak-anak dalam meningkatkan hafalannya, bahwa: AuIya, di sini untuk program tahfidz menggunakan metode Menyimak dan muroja`ah Pak . ini dipilih karena dirasa begitu efektif. Selain agar anak tidak mudah lupa dengan hafalannya, juga akan semakin memudahkan siswa untuk menambah hafalannya. Kerena semaanya akan disimak oleh temannya sendiri terlebih dahulu. biasanya kan siswa itu lebih suka disimak oleh temanya sendiri daripada sama Untuk pelaksanaanya metode pun sangat santai tapi serius. Tidak begitu mengekang anak sehingga anak akan senang dan diharapkan akan semakin banyak menambah hafalannya. Ay Berdasarkan hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa, dalam pelaksanaannya menggunakan metode tasmiAo . dan murojoAoah yang disimak oleh teman yang dipilihnya sendiri agar memiliki semangat dalam menghafal. Dengan adanya metode murojoAoah ini, diharapkan siswa mampu menghafal tanpa adanya paksaan dan memiliki rasa senang dalam Berdasarkan temuan studi yang dilakukan di sekolah tersebut bahwa, program unggulan tahfidz Al-Qur'an menggunakan tata cara tasmi'. dan muroja'ah yang semakin mendukung hafalan tersebut. Tugas ini dilakukan dua kali dalam seminggu, satu kali sebelum dilakukan setoran hafalan kepada guru dan satu kali sebelum dimulainya kelas. Melalui Jumadi Saputra Guru juga mempertimbangkan kefasihan, makhraj, dan kemampuan hafalan siswa. Guru yang menyimak bacaan siswa mengatakan bahwa pembacaan yang dilafalkan siswa masih kurang akurat dalam penyebutan makhrojnya. Hasil observasi tersebut, juga diperkuat dengan hasil dokumentasi sebagai Gambar 1. anak sedang sima`i semaan teman 760 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa Berdasarkan hasil wawancara dan observasi di atas dapat diketahui bahwa setoran hafalan dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Setoran dilakukan oleh siswa terhadap dosen Karena metode tasmiAo dilakukan kepada sesame teman sejawat, guru pengampu memberikan pernyataan bahwa makhroj hurufnya masih kurang tepat. Pembelajaran Muroja`an dan Tasmi`(Semaa. Teknik simaan digunakan untuk memulai hafalan al-qur'an. Siswa membacakan berdasarkan apa yang telah dihafalnya sambil didengarkan oleh temannya. Metode muroja'ah digunakan setelah murid menghafal atau sebelum menyetorkannya ke guru dan disimak oleh temannya terlebih dahulu agar hafalannya bertahan lama. Hafalan akan sellau diingat jika hafalan tersebut diulang beberapa kali, dan tetap istiqamah untuk murojo'ah di rumah, penghafal harus memiliki kesadaran yang kuat dan memiliki tujuan yang serius dalam menghafal Al-Qur'an. Tentu saja, bagaimana kedua strategi itu diimplementasikan tergantung pada paradigma pembelajaran yang dipilih guru. Yang paling penting yaitu siswa merasa mudah untuk belajar dan menyenangkan. Teknik pemilihan metode dalam menghafal merupakan komponen penting dari guru, terutama ketika membantu siswa menghafal lebih banyak Al-Qur'an. Seorang guru dapat belajar tentang kepribadian setiap siswa dan preferensi belajar melalui gaya belajar mereka, dan mereka juga dapat menemukan seberapa kreatif setiap siswa memadukan teori yang telah mereka pelajari dengan penerapannya pada tugas-tugas Sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibu Prima Agustina Bahwa : AuSetiap anak mempunyai kemampuan yang berbeda . Ya Apak dalam menghafal, namun dengan perbedaan itu bisa saling melengkapi dalam pembiasaan setiap hari setelah membaca AL-Qur`an secara klasikal. Dilanjutkan dengan metode muroja`ah, metode ini sejauh ini begitu efektif diterapkan untuk anak-anak. Anak yang cepat dalam menghafal ayat ALQur`an. Biasanya cepat lupa. Sebaliknya anak yang sulit dan lama dalam proses menghafal ayat AL-QUr`an. Alhasil daya ingatannya semakin kuat dan tahan lama untuk itu, muroja`ah itu sangat penting diterapkanAy. Kecerdasan seorang anak bukanlah faktor kekuatan ingatannya. Namun, membaca dan menghafal Al-Qur'an membutuhkan niat dan ketekunan yang benar. Oleh karena itu pendampingan orang tua juga diperlukan. orang tua harus menyisihkan waktu untuk mendorong anak-anak mereka saat mereka menghafal Al-Qur'an. Karena peran orang tua dalam kehidupan anaknya sama pentingnya dengan tujuan dan istiqamahnya. Hal ini dijelaskan oleh salah satu siswa yang mengatakan bahwa : AuIya Pak. Selain menghafal saya juga meminta restu dan dukungan orang tua. Karena menurut saya doa orang tua itu sangat mujarab apalagi doa ibu. Untuk itu saya selalu meminta doa orang tua ketika akan setor hafalan semoga dilancarkan hafalannyaAy. Pemilihan metode dan penerapannya sangat penting. Tidak peduli seberapa baik suatu metode diterapkan, jika implementasi atau penerapannya buruk, hasilnya tidak akan sebaik yang Program Tahfidz bertujuan untuk menyelesaikan minimal dua juz hafalan dalam lima semester, dan setiap juz akan dilakukan muroja'ah atau ujian. Selain itu, muraja'ah akan dipraktekkan secara keseluruhan saat semester enam dimulai. Sebelum mengikuti wisuda. Muroja'ah harus diselesaikan secara keseluruhan. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Jumadi Saputra. Bahwa : AuDari sekolah sudah ditentukan minimal 2 juz yaitu Juz 29 dan juz 30. Tapi boleh juga menghafal lebih dari 2 juz, ini juga ada anak namanya Azam Al-Faizd sudah setor 2 juz. Hafalan ini menjadi prasyarat untuk jurusan agama dalam mengikuti wisudah nanti. Ya kalau tidak hafal 3 juz berarti tidak bisa ikut wisuda. Dan hafalan ini juga diberikan sertifikat nantinyaAy. Hal ini juga dipertegas oleh Jumadi Saputra bahwa : AuProgram Tahfidz Al-QurAoan ini sudah ditentukan 2 juz. Nanti juga ada penilaiannya, yang akan langsung dinilai oleh pengampunya. Yang dinilai seputar tajwid, makharijul huruf, dan Dan nilai ini nantinya akan dimasukkan dalam raport, serta akan menjadi syarat mengikuti wisudaAy. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 756-766 761 Toto Alwi*1 Kms Badaruddin2 Febriyanti3 Berdasarkan hasil wawancara di atas ddapat disimpulkan bahwa, target hafalan harus dibuat di setiap harinya, menentukan target hafalan adalah bagian dari kegiatan yang sangat positif. adanya targetnya hafalan, diharapkan dapat menghindari target hafalan yang belum terselesaikan. Menyusun target dalam program hafalan yang baik adalah menetapkan tujuan dari menghafal itu Pendekatan penetapan tujuan ini setidaknya akan sangat bermanfaat dalam membantu siswa menghafal Al-Qur'an. Siswa perlu mahir dalam memilih mushaf Al-Qur'an. Al-Qur'an akan lebih mudah dihafal oleh siswa jika mushafnya jelas. Misalnya dengan menggunakan mushaf Usmani. Al-Qur'an dapat dihafal hanya dengan satu mushaf, yang akan semakin meningkatkan daya ingat calon Hafidz. Catatan hafalan otak akan terpengaruh jika digunakan lebih dari satu mushaf, apalagi jika susunan dan catatannya berbeda. Discussion Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz AL-Qur`an Abdullah Syukur juga mengatakan, pelaksanaan merupakan aktifitas atau usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan semua rencana dan kebijaksanaan yang telah dirumuskan dan ditetapkan dengan dilengkapi segala kebutuhan, alat-alat yang diperlukan, siapa yang melaksanakan, dimana tempat pelaksanaanya mulai bagaimana cara yang harus dilaksanakan, suatu proses rangkaian kegiatan tindak lanjut setelah program atau kebijaksanaan ditetapkan yang terdiri atas pengambilan keputusan. Langkah yang strategis maupun operasional dan kebijakan menjadi kenyataan guna mencapai sasaran dari program yang ditetapkan semula. (Syukur, 2. Selain itu menurut Ahsin. W,umat Islam pada dasarnya berkewajiban untuk secara riil dan konsekuen berusaha memelihara Al-Qur`an, karena pemeliharaan terbatas sesuai dengan sunnatullah yang telah ditetapkan-Nya tidak menutup kemungkinan kemurnian ayat-ayat AlQur`an akan diusik dan diputar balikan oleh musuh-musuh Islam, apabila umat Islam sendiri tidak mempunyai kepedulian terhadap pemeliharaan kemurnian Al-Qur`an. Salah satu usaha nyata dalam proses pemeliharaan kemurnian Al-Qur`an itu ialah dengan menghafalkannya. (Ahsin W. AlHafidz, 2. Berdasarkan teori di atas, terdapat kesesuaian dengan hasil penelitian yang telah dilakukan di Ditemukan bahwa untuk mengajar tahfidz Al-Qur`an guru menggunakan pembelajaran melalui penerapan metode pembelajaran yang unik dan kreatif sehingga membuat peserta didik bersemangat mengikuti hafalan. Pada program tahfidz guru menggunakan metode Tasmi (Menyima. dan Muroja`ah. Mengulang atau muroja`ah dilakukan agar hafalan tetap bertahan dan semakin bagus. Sehingga seorang penghafal Al-Quran harus pandai mengatur waktu kosong. Setelah melakukan muroja`ah, kemudian siswa melakukan setoran ayat selanjutnya setiap satu minggu sekali kepada pengampuh hafalan. Pada program unggulan tahfidz Al-Qur`an ini menggunakan metode tasmi`. dan muroja`ah. Kegiatan ini dilakukan setiap satu minggu dua kali yakni pada saat akan melakukan setoran hafalan pada pengampuh dan pada awal jam pelajaran yang diajar. Oleh Jumadi Saputra Dalam setoran tersebut, juga dinilai mengenai makhraj, tajwid, serta kelancaran hafalannya, guru sangat memperhatikan bacaan siswa mulai dari tajwidnya, pelafalannya atau makhraj dan juga Guru membenarkan bacaannya siswa kurang tepat. Pembelajaran Muroja`an dan Tasmi`(Semaa. Menurut Raisya Maula Ibnu Rusyd, metode tasmiAo atau samaAoan ialah memperdengarkan hafalan kepada orang lain, seperti kepada senior yang lebih lancer atau temannya. Tujuan dari metode ini agar calon hafidz dapat mengetahui letak kesalahan dalam menghafal ayat-ayat al qurAoan baik dari segi pengucapan huruf maupun dari aspek tajwidnya (Partono & Rizqiyah, 2. Secara tidak langsung dengan adanya metode samaAoan ini akan membuat santri untuk memurojoAoah maka santri akan merasa malu jika terlalu banyak kesalahan bacaan. Dengan melihat semangat yanga da pada santri yang melafadzkan hafalannya tanpa disadari semangat itu juga akan menularkan pada santri yang menyemaAokan hafalannya, dari hal itulah yang dapat meningkatkan kualitas hafalan alqurAoan siswa. 762 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa Menurut Tim Dosen PAI. Metode adalah suatu cara yang bisa ditempuh atau cara yang ditentukan secara jelas untuk mencapai dan menyelesaikan suatu tujuan. (PAI, 2. Setiap penghafal memiliki metode tersendiri dalam menghafal, adapun beberapa metode menghafal diantaranya sebagai berikut : No. Metode Mnghafal A Metode Audio/TalaqqiAo A A A A A A Deskripsi . Siswa mendengarkan ayat-ayat yang akan dihafal dari bacaan . Pada era sekarang, peran guru dapat digantikan dengan cara mendengarkan murattal syekh yang telah direkam dalam Aplikasi penyimpanan internal/eksternal pada android. (Abidin. Yogyakart. Metode One Day One . Satu ayat yang akan dihafal sebaiknya didengar terlebih dahulu melalui media-media elektronik seperti MP3,MP4 dan AlAyat Qur`an digital. Lanjutkan dengan cara mengikuti secara perlahan-lahan bacaan tersebut berulang-ulang sampai hafal. Setelah hafal sebaiknya diperdengarkan dengan orang lain, teman atau ustadz . Dapat dilakukan dengan cara langsung membaca satu ayat tersebut secara tartil dan berulan-ulang. Usahakan sabar dan tidak tergesah-gesah. Metode 5 ayat A metode ini yaitu menghafal satu hari lima ayat lima ayat. Jika seorang A A Metode Tarkir Metode Modern dapat menghafal lima ayat dalam sehari, maka ia dapat menghatamkan hafalan Al-Qur`an selama lima tahun dua bulan. mengulang hafalan atau mensima`kan hafalan yang pernah dihafalkan atau sudah pernah disima`kan kepada guru tahfidz. Metode yang memanfaakan alat-alat teknologi, seperti rekaman dan Berdasarkan teori di atas, terdapat kesesuaian dengan hasil penelitian yang telah dilakukan di Metode yang digunakan oleh SD IT yaitu menggunakan metode simaan dilakukan ketika awal akan menghafalkan ayat. Siswa membaca ayat yang dihafal dan temannya menyimak bacaanya. Sedangkan metode muroja`ah dilakukan setelah siswa menghafalkan atau sebelum setoran ke pengampu hafalan dan sesudah menghafal agar hafalan bisa bertahan lama. Penerapan metode tasmiAo dan murojoah ini digunakan oleh seluruh siswa dalam melaksanakan kegiatan hafalan. Metode simaan sendiri digunakan dengan cara peserta didik mendengarkan bacaan al-qurAoan dari guru tahfidznya atau bisa juga dengan murottal. Tidak hanya di sekolah, di rumah juga bisa dilakukan oleh orang tua dengan memperdengarkan ayat-ayat al-qurAoan yang dibacakan oleh orang Faktor-Faktor Pendukung Menghafalkan Al-QurAoan Persiapan Jiwa: Penghafal AL-Qur`an sebelum masuk pada dirinya secara langsung diperlukan mempunyai kesiapan dalam segala aspek kehidupan, ini juga Membutuhkan kesiapan yang matang sebelum seseorang melakukan suatu program atau rencana. Dengan kesiapan yang matang seseorang akan mampu mengahadapi, menjalankan serta mampu mengambil resiko baik yang berimbas pada aspek yang positif atau negative. Dengan kesiapan para calon penghafal AlQur`an diharapkan mampu menghadapi, menjalankan dan menyelesaikan program yang sudah ditentukan (Astuti & Nugraheni, 2021. Mahjoob et al. , 2. Dan hal tidak akam menimbulkan suatu keterkejutan dalam dirinya pada suatu proses pembelajaran yang dijalankannya. Jadi seorang calon penghafal Al-Qur`an harus mengerti bahwasanya proses yang akan dijalani tersebut merupakan satu langkah pertama dari perjalanan yang sangat jauh untuk memperdalam isi AlQur`an. Kitab Allah yang suci dari segala kebatilan merupakan tali Allah yang terulur ke bumi untuk pedoman dalam menjalin kehidupan (Fatmawati, 2. Dan langkah tersebut harus berdasarkan Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. 756-766 763 Toto Alwi*1 Kms Badaruddin2 Febriyanti3 satu niat dan tekad yang bulat dan kuat, untuk beribadah secara ikhlas kepada Allah SWT tanpa dicampuri niat yang lain. Hal ini sudah dijelaskan di muka pada pokok bahasan keikhlasan. Para calom penghafal Al-Qur`an juga mengetahui terlebih dahulu permasalahan yang ada hubungannya dengan menghafal Al-Qur`an, yaitu suatu perjalan ibadah yang sangat mulia di sisi Allah SWT (Anwar & Hafiyana, 2. Usia yang Ideal: Mengetahui perkembangan individu merupakan suatu dasar untuk menentukan pokok permasalahan yang cocok pada irama perkembangannya. Pada usia kecil atau remaja atau antara umur tujuh tahun sampai lima belas tahun ialah masa biasa diterimanya segala pengetahuan dan hafalan secara mudah dan gampang. Hal ini tidak menutup kemungkinan kesempatan pada usia dewasa. Sebagian besar para sahabat yang terkenal sebagai qari` serta sebagai guru, mereka tidak hafal dalam usia kecil, bahkan sebagian mereka belum masuk Islam kecuali setelah mereka dewasa. Sekalipun demikian keislaman mereka mendorong untuk memperhatikan Al-Qur`an, menghafal dan mengamalkannya, dan mereka berhasil dengan tanpa ada tandingannya. Dahulu orang Arab berkata Au belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Ay Masa kanak-kanak sampai usia di bawah remaja atau lebih adalah dasar pokok untuk belajar menghafal Al-Qur`an. Dengan demikian, bahwa usia yang relatif muda belum banyak terbebani oleh problematika kehidupan yang memberatkan, sehingga ia akan lebih cepat menciptakan konsentrasi untuk mencapai sesuatu yang diiginkannya. Maka usia yang ideal untuk menghafal adalah berkisar antara 5 tahun sampai usia belum dewasa. Menurut Ahsin Wijaya AL-Hafidz adalah pada usia antara 6 sampai 21 tahun. Kecerdasan . aya inga. dan kemauan . yang kuat: Unsur kecerdasan dan daya ingat yang kuat tersebut juga merupakan suatu faktor penunjang dari dunia dalam diri individu yang menghafalkan Al-Qur`an. Disini kecerdasan bukan syarat mutlak akan tetapi sebagai penunjang atas keberhasilan menghafal dengan lancar. Karena sering kita menjumpai mereka yang tampak di depan khalayak ramai bodoh. Akan tetapi setelah dia pindah pada lingkungan lain, dia menjadi pandai dan berhasil. Daya ingat dan faktor kecerdasan tersebut memang diperoleh dari unsur keturunan atau potensi . yang dibawa sejak lahir. Abdul Rabb Nawabuddin menyetujui akan adanya penunjang dari unsur kecerdasan . aya inga. dan kemauan . yang kuat dalam menghafalkan Al-Qur`an. Akan tetapi beliau tidak mengharuskan unsur tersebut pada mereka yang menghafalkan Al-Qur`an. Yang jelas unsur kewajiban atau IQ yang normal sudah Karena hormon yang mendorong kecerdasan pada usia dibawah usia 10 tahun atau lebih sedikit belum mencapai standar pada usia ini. Dengan demikian potensi fitrah atau IQ individu yang baik dan diarahkan dengan pendidikan dan lingkungan yang mendukung, maka akan dapat menghasilkan suatu keberhasilan yang maksilmal (Julhadi et al. , 2. KESIMPULAN Penelitian yang telah dilaksanakan ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`an di SD IT Islahul Ummah Prabumulih berjalan dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan diterapkanny pembelajaran tahfiz setiap hari sebelum jam pelajaran dan terjadwal dalam kurikulum pelajaran secara permanen. Dalam setoran tersebut, juga dinilai mengenai makhraj, tajwid, serta kelancaran hafalannya, guru sangat memperhatikan bacaan siswa mulai dari tajwidnya, pelafalannya atau makhraj dan juga kelancaran. Namun untuk pelafalan tajwidnya, siswa masih kurang tepat. Dalam pelaksanaan pemelajaran tahfidz Al-Qur`an, ditemukan adanya sistem yang diterapkan oleh dewan guru yang memliki dedikasi yang tinggi dalam memajukan Program tahfidz. Namun masih terdapat hambatan pada siswa. Di mana masih ditemukan kuranganya minat dan bakat, kurangnya motivasi dari diri sendiri,kuranganya dukungan dan motivasi dari orang tua. Upaya yang dilakukan oleh sekolah dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan metode simaan dan murojoAoah, agar siswa dapat mengingat hafalannya dalam waktu yang lama. 764 Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam. Volume 4. Issue. 3, 2023, pp. Pelaksanaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur`An Dalam Membentuk Karakter Islami Siswa BIBLIOGRAPHY