BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Pendampingan Pengorganisasian Dan Edukasi Program Kerja Karang Taruna Desa Sumberjati Jatirejo Mojokerto Fina Surya Anggraini. Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto Abstrak Pengadian ini dilatarbelakangi atas keprhatinan peneliti terhadap lembaga kemasyarakatan yang kurang pemahaman terhadap pentingnya organisasi kemasyarakat seperti karang taruna, hal ini dikarenakan kurangnya edukasi program kerja karang taruna. Permasalahan yang muncul dilapangan adalah organisasi karang taruna sudah terbentuk namun tidak berjalan sebagaimana semestinya hanya formalitas belaka, dikarenakan tidak mengetahui fungsi dan cara kerja masingmasing devisi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pendampingan karangtaruna mulai dari pemberian edukasi program kerja sampai kepada pembentukan struktur organisasi karang taruna yang kemudian disahkan oleh kepala desa. Pengabdian ini menggunakan pendekatan PAR (Participatory Action Researc. dengan metode pengambilan data meliputi. observasi, interview dan Adapun hasil dari pengabdian ini adalah terbentunya organisasi karang taruna desa sumberjati dan dilaksanakan sebagaimana tugasnya Kata kunci: Pengorganisasian. Edukasi. Program Kerja. Karang Taruna Abstract This community service activity was motivated by the researcherAos concern regarding the lack of understanding among community institutions about the importance of social organizations such as Karang Taruna. This condition is caused by insufficient education regarding Karang TarunaAos work programs. The problem found in the field was that although Karang Taruna organizations had been established, they were not functioning as they should and existed merely as a formality, due to the membersAo lack of knowledge about the functions and working mechanisms of each division. The purpose of this community service was to provide assistance to Karang Taruna starting from delivering education on its work programs to forming the Karang Taruna organizational structure, which was later officially endorsed by the village 11 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ This program employed the Participatory Action Research (PAR) approach, with data collection methods including observation, interviews, and documentation. The result of this community service was the successful establishment of the Karang Taruna organization in Sumberjati Village, which now operates in accordance with its respective duties. Keywords: Organization. Education. Work Program. Karang Taruna PENDAHULUAN Pemuda adalah aset bangsa yang harus selalu diperhatikan baik itu aspek pendidikan maupun karakternya. Terdapat sebuah ungkapan yang mengatakan kejayaan sebuah negara di masa mendatang dapat dilihat dari seberapa hebat kaum pemuda yang dimiliki negara tersebut. 1 Hal tersebut dikarenakan pemudalah yang menjadi cikal bakal penerus pemimpin suatu bansa. Pemuda yang berkualitas dan berprestasi akan menjadi indikator masa depan yang baik suatu bangsa. Bintari mengatakan bahwa pemuda merupakan generasi penerus yang seharusnya memiliki nilai-nilai luhur, bereprilaku baik, memiliki jiwa yang membangun serta visionel melalui tujuan positif di masa depan sehingga diharapkan pemudapemudi dapat menjaga kearifan lokal dan identitas bangsa melalui pendidikan dan karakter bangsa. Pemuda perkembangan dan menentukan kesejahteraan negara. Karena pemudalah yang akan melanjutkan perjuangan serta mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan secara Muhammad Nur dan Marisa S. B Seran AuPendampingan Pembentukan Organisasi Pemuda Karang Taruna Desa SeoAy Jurnal Pengabdian masyarakat Volume 03. Nomor 02 tahun 2020 hal 105. Bintari dan Nur Pramudya AuPeran Pemuda Sebagai Penerus Tradisi Sambatan dalam Rangka Pembentukan Karakter Gotong RoyongAy Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial (JPIS). Volume 25 . , tahun 2016 hal 12 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ terus menerus. pemuda dan organisasi pemuda memiliki arti penting dalam sejarah kehidupan berbangsa dan bernegara berdirinya Republik Indonesia. Organisasi kepemudaan seperti Boedi Oetomo berfungsi mengurusi kehidupan sosial, kelestarian kebudayaan daerah dan lain-lain. Berdasarkan hal tersebut menginspirasi terbentuknya organisasi masyarakat serupa ditiap tingkatan administrasi pemerintah semisal ditingkat RT/RW, dusun, desa, kecamatan hingga nasional seperti Karang Taruna. Pembangunan Indonesia yang belum baik sudah menjadi rahasia umum. Khususnya desa memiliki banyak potensi yang belum tergarap dengan baik menjadi faktor Indonesia belum maju secara signifikan dan menyisakan berbagai persoalan sepeti pendidikan dan kesejahteraan masyarakat desa. Upaya pemerintah dalam menstimulus gerakan pemuda yakni dengan dibentuknya dasar hukum pembentukan organisasi pemuda Karang Taruna. Karang Taruna adalah organisasi sosial kemasyarakatan sebagai wadah dan sarama pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak dibidang usaha kesejahteraan sosial. 3 Terbentuknya Karang Taruna berdasarkan adanya rasa tanggung jawab dan peduli para anggotanya khususnya para pemuda. Anggota dari Karang Taruna adalah setiap masyarakat yang berusia 13 Ae 45 tahun yang berada di desa/kelurahan. Keberadaan Karang Taruna dianggap sangat penting karena diharapkan menjadi Peraturan Pemerintah Menteri Sosial RI Nomor 77 Tahun 2010 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 angka 1. Peraturan Pemerintah Menteri Sosial RI Nomor 77 Tahun 2010 Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 angka 2. 13 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ mengembangkan potensi bagi pemuda selain itujuga tempat para pemuda untuk menggali, menyalurkan potensi, saling bertukar informasi, menjalin kebersamaan, membangun rasa tanggung jawab dan kepedulian diri sendiri serta masyarakat. Keberadaan Karang Taruna dimaksudkan sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat, khususnya generasi muda. Fungsi Karang Taruna sendiri tertuang dalam Peraturan Menteri Sosial No. Tahun 2010 yaitu. mencegah timbulnya masalah kesejahteraan sosial, khususnya generasi muda. menyelenggarakan kesejahteraan sosial meliputi rehabilitas, perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan diklat setiap anggota masyarakat terutama generasi muda. meningkatkan Usaha Ekonomi Produktif. menumbuhkan, memperkuat dan memelihata kesadaran dan tanggung jawab sosial setiap anggota masyarakat terutama generasi muda untuk berperan secara aktif dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial. menumbuhkan, memperkuat, dan memelihara kearifan lokakl. memelihara dan memperkuat semangat kebangsaan. Bhineka Tunggal Ika dan tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesai. Berdasarkan hal tersebut dapat dipahami bahwa Karang Taruna memiliki peran yang sangat penting dalam memajukan dan mengembangkan lingkungan desa. Tanpa adanya Karang Taruna berdampak: . kurangnya wadah untuk menampung aspirasi dan partisipasi dalam kegiatan pembangunan dan kreatifitas, sehingga berakibat rendahnya keterlibatan generasi muda dalam upaya pembangunan lokak. minimnya program pemberdayaan. kehilangan peluang kewirausahaan bagi pemuda. Peraturan Pemerintah Menteri Sosial RI Nomor 77 Tahun 2010 Bab i Kedudukan. Tugas Pokok dan Fungsi pasal 6. 14 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ kurangnya kesadaran sosial, dikhawatirkan pemuda menuangkan ekspresi dengan kegiatan yang negatif. kurangnya pelestarian budaya. dan masih banyak lagi. Sumberjati merupakan salah satu desa di kecamatan Jatirejo kabupaten Mojokerto provinsi Jawa Timur yang Karang Tarunanya telah lama pasif. Karang Taruna di Desa Sumberjati telah berdiri sejak tahun 2010. Kala itu banyak kegiatan positif dan pemberdayaan pemuda yang dilakukan bahkan pernah para pemuda mencetak prestasi untuk Desa Sumberjati. Kurangnya hanya organisasi berjalan tanpa struktur yang tertulis di atas kertas. Tidak keluar SK dari pemerintah desa, tidak memiliki AD/ART Karang Taruna. Namun meskipun demikian Karang Taruna melakukan banyak kegiatan positif. Tahun 2010 banyak kegiatan yang diselenggarakan Karang Taruna Desa Sumberjati, mulai dari pelatihan, latihan voli hingga mengikuti perlombaan, latihan mendayung juga mengikuti lomba danmencetak prestasi 5 besar, memlihara kebersihan dan keindahan Desa, memudahkan perairan masyarakat desa melalui PAMSIMAS yang bekerjasama dengan desa, penanaman jiwa nasionalisme melalui kegatan memperingati hari besar RI pada 17 agustus, seringnya melakukan perkumpulan dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan solidaritas, dan masih banyak lagi. Tahun 2019 tepatnya covid-19 menyerang seluruh negara termasuk Indonesia. Social distancing pun dilakukan. Hal ini mengakibatkan kendornya tali solidaritas dan Karang Taruna Sumberjati. Tidak kegiatankegiatan yang sering dilakukan setiap tahunnya. Covid-19 selesai komitmen anggota Karang Taruna Sumberjati belum kembali. Upaya apapun telah dilakukan desa untuk mengaktifkan kembali Karang Taruna, namun hingga kini 2023 belum ada 15 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Karang Taruna dapat bangkit dan berjalan lagi tidak cukup hanya dibangun komitmen, tentunya membutuhkan dukungan dari banyak elemen, tidak hanya pemerintah desa melainkan juga masyarakat. Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik untuk membantu melakukan pendampingan terhadap Karang Taruna Desa Sumberjati dengan judul AuPendampingan Pengorganisasian Dan Edukasi Program Kerja Karang Taruna Desa Sumberjati JatirejoAy METODE Jenis penelitian Metode yang Kelompok kami digunakan dalam pengabdiann masyarakat ini adalah PAR. PAR atau Participatory Action Research merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebutuhan praktis masyarakat, serta produksi ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial keagamaan. PAR adalah metode riset yang dibutuhkan keterlibatan masyarakat dan menentukan masalah dan bagaimana menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan Langkah yang dilakukan pengabdi pada metode PAR adalah Mapping. Transektoral. Ranking Problem. Alur Sejarah. Trend and Change. Teknik Kalender Musim. Teknik Daily Routine. Teknik Diagram Venn. Diagram Alur. Analisis Pohon Masalah dan Analisis Pohon Harapan. Teknik pengumpulan data Agus Afandi. Nabiela Laily. Dkk. AuMetodologi Pengabdian MasyarakatAy, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Kementrian Agama RI. , hal 4 . 16 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ Teknik pengumpulan data dalam pengabdian ini adalah melaksanakan seluruh rangkaian dalam metode penelitian PAR dan pengambilan data melalui observasi. FGD, interview dan dokumentasi. Observasi untuk mengetahui kondisi lingkungan desa sumberjati sebelum terjun ke lapangan. Interview dilakukan untuk mendapatkan data masalah-masalah yang ada di desa sumberjati dengan melakukan perangkingan masalah bersama masyarakat, wawancara ini berbentuk semi terstruktur. Untuk mendukung pengambilan data terkait pengabdian ini, peneliti menggunakan teknik dokumentasi dengan mengambil foto atau dokumen penting milik desa sumberjati. Teknik analisa data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman, model ini memiliki tiga tahap analsis data yakni reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Reduksi data dilakukan denagn mengumpulan data yang dibutuhkan kemudian di sajikan datanya dan dibuat kesimpulan. 17 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan masalah diatas, pasifnya karang taruna mengakibatkan tidak berjalanya kegiatan dimasyarakat dan aspirasi warga karang taruna tidak tertampung dengan baik. Hal ini disebabkan tidak ada pengetahuan terhadap tugas-tugas setiap seksi-seksi yang telah terstruktur. Oleh karena itu diperlukan adanya sosialisai dan edukasi terkait keorganisasian karang taruna, sehingga karang taruna dapat kembali aktif dan bisa memahami fungsi dan tugas nya masing-masing. Berdasarkan deskripsi tersebut di gambarkan kerangka berpikir sebagai berikut: Gambar 1. 1 Kerangka Berpikir 18 |BAHRI BAHRI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Juni 2024 ISSN: x x . https://ejournal. id/index. php/muljeh/ PENUTUP Dengan adanya program pengabdian ini membantu masyarakat sumberjati untuk menemukan masalah yang ada disana dan membantu menyelesaikan masalah tersebut. Adapun masalah yang ada dan urgen adalah adanya karang taruna yang tidak aktif lagi karena kurangnya pengetahuan tentang tugas masing-masing pengurus karang taruna. Dengan ini solusi yang dilakukan pengabdi yaitu melakukan sosialisasi dan edukasi tentang tugas karang taruna untuk kemudian membentuk struktur organisasi baru dengan tugas baru yang direncanakan. DAFTAR PUSTAKA