Al Yazidiy: Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Volume 7 Number 1 Mei 2025 P-ISSN: 2964-6472. E-ISSN: 2961-7278. Hal 175-193 DOI: https://doi. org/10. 55606/ay. Available online at: https://ejurnalqarnain. id/index. php/AY Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural Rafi Ardiansyah Universitas Citra Nusantara *rafieahmad11@gmail. Alamat: Jl. Lidah Wetan. Surabaya Koresponden penulis: rafieahmad11@gmail. Abstract: Character education is an important foundation in shaping a noble and responsible generation. In the context of a multicultural society, the integration of local wisdom values is a strategic approach to instill positive character from an early age. This research aims to analyze how local wisdom values can be integrated into character learning for elementary school students in areas with diverse cultural The research method used is a descriptive qualitative study with a case study approach in three elementary schools in the Central Java region. Data collection techniques were conducted through in-depth interviews, lesson observations, and documentation. The results showed that the integration of values such as gotong royong, tolerance, courtesy, and respect for parents derived from local culture proved effective in shaping students' attitudes and behaviors in daily life at school. These values are incorporated through thematic activities, hands-on practices, and learning media based on folklore and local culture. In addition, support from teachers and parents is an important factor in the successful implementation of these character values. This research recommends strengthening the local wisdombased curriculum and training teachers in contextual learning approaches to make character education more relevant and meaningful for students in the midst of social and cultural diversity. Keywords: Local wisdom, character education, multicultural, humanities Abstrak: Pendidikan karakter merupakan fondasi penting dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Dalam konteks masyarakat multikultural, integrasi nilai-nilai kearifan lokal menjadi pendekatan strategis untuk menanamkan karakter positif sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran karakter siswa sekolah dasar di wilayah dengan latar belakang budaya yang beragam. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus di tiga sekolah dasar di wilayah Jawa Tengah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi pembelajaran, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai seperti gotong royong, toleransi, sopan santun, dan hormat kepada orang tua yang berasal dari budaya lokal terbukti efektif membentuk sikap dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari di Nilai-nilai tersebut dimasukkan melalui kegiatan tematik, praktik langsung, serta media pembelajaran berbasis cerita rakyat dan budaya lokal. Selain itu, dukungan dari guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan implementasi nilai karakter ini. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kurikulum berbasis kearifan lokal serta pelatihan guru dalam pendekatan pembelajaran kontekstual agar pendidikan karakter lebih relevan dan bermakna bagi siswa di tengah keberagaman sosial dan budaya. Kata kunci: Kearifan lokal, pendidikan karakter, multikultural, humaniora INTRODUCTION Sorotan lembaga pendidikan saat ini menjadi sorotan yang paling utama, dikarenakan sebuah lembaga pendidikan menjadi acuan terbentuknya Received: May 8, 2025 . Revised: May 12, 2025. Accepted: . May 28, 2025 Online Available: May 30, 2025. Published: May 30, 2025. * Rafi Ardiansyah, rafieahmad11@gmail. Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural generasi yang terdidik, bermoral, dan berkarakter. Lembaga pendidikan saat ini sudah mulai berlomba-lomba satu sama lain untuk terus maju sesuai dengan strateginya masing-masing, namun persamaannya yaitu pada sub sistem yang ada didalam lembaga tersebut, termasuk bagian humas. Humas menjadi salah satu ketergantungan untuk mengukur kemajuan sebuah lembaga pendidikan, baik lembaga pendidikan formal maupun nonformal, lembaga pendidikan negeri atau swasta, ataupun lembaga pendidikan yang berada di naungan sebuah pesantren atau di luar naungan pesantren (Rohani 2. Pesantren mengajarkan tentang semua yang berhubungan dengan agama Islam. Pesantren selalu dikembangkan dan dibudidayakan sejak awal berdirinya hingga saat ini, dan tentunya kemajuan era globalisasi menjadi tantangan yang siap dihadapi dan dinetralisir dengan ajaran agama agar peserta didik tetap pada jalur beragama namun tidak tertinggal dengan kemajuan zaman (Sholikah and Anwari 2. Lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pesantren sudah pasti memiliki ciri khas yang menjadi pembeda dengan lembaga pendidikan yang lain. Pesantren memiliki konfigurasi yang mengakar pada ajaran islam yang berkembang dalam masyarakat, sehingga bisa membentuk lingkungan dengan tata nilai kehidupan yang positif sebagai kultur dan unsur utama didalamnya (Sanusi. Nujum, and Ramlawati 2. Penetralan latar belakang santri sudah ada sejak pesantren ada, namun tidak semua pesantren memberikan kebebasan kepada santri, dan cenderung mewajibkan semua yang ingin belajar di pesantren untuk menetap di asrama pesantren (Damayanti 2. Beberapa pesantren menyatakan kebebasan terhadap peserta didiknya, apakah mau menetap di asrama pesantren atau menjadi santri kalong yaitu santri yang tidak menetap di pesantren. Pemberian kebebasan tersebut sudah pasti terorganisir terhadap apa yang harus dilakukan dan risiko apa yang perlu dihadapi (Yayan Musthofa. AsyAari, and Habibur Rahman 2. Tujuannya yaitu tetap melestarikan dan menanamkan nilainilai agama kepada siapapun yang ingin mempelajarinya (Sari and Atqia Pesantren tetap dengan beberapa kelebihannya yaitu memberikan pengawasan penuh, membimbing, dan memberi teladan secara total, seperti Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 dalam persoalan ibadah, sopan santun dan akhlak yang lainnya (Waidi. Saefudin, and Mujahidin 2. Tujuannya yaitu menjadikan insan yang unggul dalam pengetahuan dan berakhlakul karimah. Hal ini juga menjadi daya pikat bagi masyarakat, dan menjadi bagian dari strategi humas yang ada di pesantren dalam membangun citra positif dan peningkatan mutu lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan pesantren (Karmilah 2. Perkembangan tekhnologi yang pesat saat ini juga menjadi salah satu tantangan bagi pesantren (Azizah et al. , utamanya dalam mendidik generasi muda yang perlu akan bimbingan dalam pengembangan karakter dan pemahaman tentang seputar agama islam. Bersamaan dengan lahirnya perkembangan tekhnologi, maka generasi yang lahir disebut dengan generasi Zoomer . enerasi Z) yaitu generasi yang lahir antara tahun 1997 sampai 2012 (Chonista. Mufid, and Nasaruddin 2. Generasi yang lahir dengan dihadapkan beberapa tantangan dan diharuskan untuk diimbangi dengan pemahaman dan pemanfaatan yang tepat terhadap kemajuan tekhnologi mengembangkan dan menyebarluaskan ajaran islam (Isnaini et al. Adanya generasi Z di pesantren juga menjadi tantangan bagi humas pesantren untuk membangun dan mengelola opini masyarakat terhadap sikap dan perilaku yang ditampakkan oleh santri generasi Z, karena ada dua kemungkinan yang mendominasi terhadapnya. Apakah pesantren bisa menciptakan santri generasi Z saat ini dengan berimplikasi kepada sikap dan perilaku positif atau malah sebaliknya sehingga juga akan berdampak pada citra pesantren kepada masyarakat luas (Kurniawan 2. RESEARCH METHODS Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian narrative description dan pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi yang berkaitan dengan strategi humas dalam mengelola opini publik terhadap sikap dan perilaku santri generasi z. Penggunaan metode ini diharapkan dapat menghasilkan suatu deskripsi yang lengkap dan utuh tentang strategi humas yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan semua elemen yang ada di sekolah dengan melakukan Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural beberapa program unggulan untuk seluruh siswa, baik siswa yang berasal dari santri Pesantren Al-Kaustar maupun siswa yang berasal dari luar Pesantren AlKaustar. Dalam rangka menentukan kebenaran sebuah data, peneliti menggunakan trianggulasi metode sebagai alat uji keabsahan data. Data yang sudah terkumpul dan dijamin kebenarannya dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman yang dilaksanakan melalui beberapa tahapan sebagai berikut : Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan sebelum sampai akhir penelitian. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan sepanjang melakukan penelitian. Reduksi Data Reduksi data adalah proses penggabungan dan penyeragaman segala bentuk data yang diperoleh menjadi satu bentuk tulisan yang akan dinamis. Reduksi data merupakan proses analisis dari data yang sudah dikumpulkan. Proses reduksi berlangsung sampai penelitian Penyajian Data Pada prinsipnya, penyajian data adalah mengolah data setengah jadi yang sudah seragam dalam bentuk tulisan dan sudah memiliki alur tema yang jelas. Dalam penelitian ini, penyajian data dilakukan dengan menggunakan teks naratif. Menurut Miles & Huberman . menyebutkan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif (Sugiyono 2. Kesimpulan Penarikan menjawab fokus penelitian berdasarkan hasil analisis data. Tahap penarikan kesimpulan/verifikasi menjurus pada jawaban atas pertanyaan penelitian yang diajukan dan mengungkap AuwhatAy dan AuhowAy dari temuan penelitian tersebut. Dalam model analisis interaktif, ketiga Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 komponen tersebut berjalan bersama pada waktu kegiatan pengumpulan data sebagai satu siklus yang berlangsung sampai akhir penelitian. Gambar 1:Analisis Data Model Interaktif Selain itu data diperoleh dari sumber bacaan dan berbagai macam sumber lainnya yang berkaitan dengan topik pembahasan untuk memperkuat penemuan dan melengkapi informasi yang diperoleh. Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara dan dokumentasi diorganisasikan ke dalam kategori, dijabarkan ke dalam unit-unit, dilakukan sintesa, dan dibuat RESULTS Humas melakukan berbagai macam cara untuk tetap menciptakan citra positif lembaga terhadap masyarakat. Baik dengan menguatkan daya apa saja yang sudah ada di lembaga atau menguatkan hubungan dengan masyarakat Lahirnya tekhnologi yang bersamaan dengan lahirnya santri zaman ini mempertahankan kualitas lembaga sekaligus menciptakan siswa-siswi yang berjiwa santri sebagai simbolik penting dan khas dari lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan pondok pesantren (Rahmalia 2. Terciptanya siswa-siswi yang berjiwa santri serta mendominasi terhadap sikap dan perilaku yang islami merupakan visi utama dari lembaga yang berada dibawah naungan pesantren, begitu juga di lembaga SMP Taruna Islam Al-Kaustar. Merupakan sebuah lembaga yang berada di bawah naungan pesantren sekaligus rumah tahfidz di wilayah Kraksaan Probolinggo. Sebuah Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural lembaga yang berstatus swasta namun menjadi titik tengah antara lembaga negeri dan swasta biasanya, dengan memunculkan pembaharuan bahwa siswasiswi yang ada di lembaga tersebut tidak diwajibkan mondok di pesantren AlKaustar, menerima siswa-siswi yang dari luar pesantren juga, dengan tujuan agar tidak ada batasan dalam menyebarluaskan ajaran islam khususnya untuk generasi Z saat ini. SMP Taruna Islam Al-Kaustar dengan pembaharuan tersebut sudah tentu juga menyediakan dan memberikan pengetahuan intelektual yang terus di upgrade sesuai dengan tuntutan zaman. Hal ini diungkapkan dan sesuai dengan visi SMP Taruna Islam Al-Kaustar yang biasa tercantum di brosur sekolah. Faisol Adib dalam tulisannya di NU Online Jateng menyatakan bahwa perbedaan santri zaman dulu dan santri zaman sekarang telah terlihat dengan Bisa dikatakan bahwa santri zaman dulu terkenal dengan ketaatan dan intensitas ilmunya, karena hanya berfokus pada belajar, mengaji, dan mengabdi, tanpa bersaing dengan disrupsi. Saat ini kefokusan tersebut bukan terhapus, namun ada penurunan tekanan karena santri saat ini diharuskan bisa mengarungi tantangan tekhnologi yang menuntut setiap santri untuk maju dan menyeimbangkan diri, namun tetap hormat taAdhim kepada guru. Hal tersebut akan berdampak pada sikap dan perilaku santri yang bisa saja akan menyeimbangkan dengan kemajuan zaman, atau bahkan bisa memberi pandangan baru kepada masyarakat bahwa santri saat ini memiliki wawasan dan pengetahuan yang lebih luas serta bisa tetap menanamkan nilai islam. Menyikapi hal tersebut, bagian humas pesantren sekaligus lembaga pendidikan perlu dengan cermat mengelola opini-opini yang timbul dari masyarakat dengan berbagai cara, salah satunya dengan meningkatkan kualitas lembaga pendidikan sekaligus kualitas siswa-siswi yang ada, yang tercermin dari program-program yang diadakan oleh lembaga tersebut. Bagian humas SMP Taruna Islam Al-Kaustar berkolaborasi dengan semua elemen yang ada di sekolah termasuk juga ketua yayasan pesantren bersama-sama membangun program-program unggulan yang mampu menjawab kekhawatiran para orang tua terhadap santri atau siswa-siswi saat ini, terlebih lagi dalam menciptakan Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 sikap dan perilaku positif di tengah pergaulan generasi saat ini yang sudah cukup menimbulkan kekhawatiran jika salah dalam mengambil keputusan. Kemajuan tekhnologi tidak bisa dicegah dengan penolakan semata, namun harus diimbangi dengan tindakan yang berwujud mengikuti perkembangan zaman dengan tepat sasaran dan pemanfaatan. Tindakan yang dilakukan di dunia maya atau dunia nyata harus seimbang, karena prinsip etika profesi humas adalah bertanggungjawab, kebebasan dan kejujuran. Apa yang disampaikan kepada masyarakat sudah pasti harus sesuai kenyataan dengan yang ada di lembaga. Titik tengah antara lembaga pendidikan dan masyarakat adalah sebuah kepercayaan, sehingga akan terikat dan saling membutuhkan dan menguntungkan satu sama lain. SMP Taruna Islam Al-Kaustar mengajarkan nilai-nilai islam dimulai dari hal sederhana sebagai langkah awalnya dalam mendidik sikap dan perilaku siswa-siswinya untuk terbentuk sesuai dengan ajaran agama islam yaitu dengan menyediakan dan mengajarkan sebuah kebersihan. Lingkungan sekolah yang bersih, indah dan rapi akan menjadi pendukung kegiatan belajar mengajar berjalan dengan kondusif dan menimbulkan kenyamanan saat Hal ini diungkapkan oleh ketua yayasan pesantren Al-Kaustar Ibu Nyai Mahtumah. Hi berdasarkan hasil wawancara menyatakan bahwa : AuKebersihan perlu diterapkan dan diajarkan kepada peserta didik kita, karena kebersihan adalah sebagian dari iman. Mengajarkan nilai islam juga harus dari hal yang sederhana sehingga nanti akan terbiasa menerapkan nilai islam lainnya. Lingkungan belajar yang bersih akan membuat kenyamanan dalam belajar dan kemungkinan besar pelajaran akan gampang diserap oleh semua siswa-siswiAy Hal ini menunjukkan bahwa mengajarkan kebersihan itu adalah wujud menanamkan nilai islam dalam diri setiap siswa-siswi yang ada di SMP Taruna Islam Al-Kaustar. Hal ini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi orang tua untuk memberikan kepercayaan terhadap SMP Taruna Islam Al-Kaustar sebagai pilihan terhadap anaknya untuk belajar. Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural Gambar 2:Gedung dan Lingkungan Belajar yang Asri Model seragam yang dipilih di SMP Taruna Islam Al-Kaustar juga menjadi wujud dari pengamalan nilai islam di sekolah yaitu dengan memilih seragam yang serba tertutup dari ujung kepala sampai ujung kaki, baik bagi siswa ataupun siswi. Khususnya bagi siswi ada kerudung khusus yang memang disediakan oleh sekolah dengan model panjang dan menutupi dada. Hal ini dimaksudkan oleh pihak sekolah untuk mengajarkan nilai islam yaitu menutup aurat, sehingga jika terbiasa dilakukan di sekolah maka nantinya diharapkan juga untuk di biasakan di rumah masing-masing. Gambar 3:Model Seragam dengan Kerudung yang Menutupi Dada SMP Taruna Islam Al-Kaustar sebagai sekolah unggul berbasis AlQuran tidak hanya sebagai slogan dan namanya saja, namun dibuktikan dengan pembiasaan dan program yang diajarkan kepada setiap siswa-siswi. Dimulai sebelum masuk kelas, di SMP Taruna Islam Al-Kaustar seluruh siswa-siswi diwajibkan mengikuti sholat dhuha berjamaah yang dilaksanakan di masjid Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 yang terletak di depan gedung SMP Taruna Islam Al-Kaustar. Tidak hanya sholat dhuha, namun siswa-siswi juga diwajibkan mengikuti sholat berjamaah dhuhur dan ashar. Memberikan pembiasaan sekaligus sebagai wujud penanaman nilai dan karakter islam kepada siswa-siswi sehingga pembiasaan itu akan dibiasakan juga saat pulang ke rumah. Hal ini menjadi salah satu acuan kepada para orang tua bahwa SMP Taruna Islam Al-Kaustar memang benar adanya dalam mengajarkan nilai islam di tengah perkembangan zaman Pihak humas SMP Taruna Islam Al-Kaustar memanfaatkan media sosial untuk memaparkan dan menginformasikan semua kegiatan yang ada di sekolah sehingga para orang tua juga lebih mudah mengakses kegiatan yang ada di Menggunakan beberapa media sosial seperti facebook, instagram, saluran WA yang bisa diikuti oleh seluruh siswa dan orang tua. Gambar 4:Pembiasaan dan Pembinaan Karakter Sholat Dhuha Berjamaah Selain itu, kepala sekolah SMP Taruna Islam Al-Kaustar Bapak Akhmad Iskandar. Pd. M mengungkapkan bahwa di SMP Taruna Islam Al-Kaustar juga mengajarkan semua bentuk rukun silam yang menjadi kewajiban bagi setiap orang muslim kepada semua siswa-siswinya berdasarkan hasil wawancara yang mengungkapkan bahwa: AuDisini tidak hanya sholat dhuha yang diwajibkan kepada siswa, tapi juga pengamalan puasa sunnah yang diwajibkan juga kepada guru dan tenaga pendidik, materi dan praktik zakat dan diadakan manasik haji bagi siswa yang hendak lulus dari SMP Taruna Islam Al-KaustarAy Hal ini menunjukkan bahwa benar adanya bahwa di SMP Taruna Islam Al-Kaustar tidak hanya diajarkan pengetahuan umum saja, namun juga Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural pendidikan karakter islam yang di wujudkan dari berbagai macam ajaran dan pembiasaan yang dilakukan kepada siswa-siswinya. Diketahu dari salah satu unggahan di salah satu media sosial SMP Taruna Islam Al-Kaustar tentang anjuran puasa sunnah sebagai pendukung dari kegiatan dan pembiasaan yang ada di SMP Taruna Islam Al-Kaustar. Gambar 5:Pembiasaan dan Pembinaan Karakter Puasa Sunnah Selain pembiasaan-pembiasaan tersebut. SMP Taruna Islam Al-Kaustar memiliki program-program unggulan yang bisa menjadi salah satu alasan bagi para orang tua kenapa harus memilih SMP Taruna Islam Al-Kaustar sebagai next space anak-anaknya setelah lulus dari pendidikan dasar. Program yang ada di SMP Taruna Islam Al-Kaustar yaitu: Kelas tahassus . husus penghafal Al-Qura. Hafidz juz Aamma Program mengartikan juz Aamma Pembinaan siswa berprestasi Boarding and fullday school Bilingual learning Pengembangan life skill of IT Pembelajaran berbasis IT Program-program tersebut sudah tentu di prakarsai dan di bimbing khusus oleh guru yang memang memiliki kemampuan dan kualitas yang bagus di setiap program yang diadakan, seperti contoh dalam program penghafal AlQuran yang menjadi program unggulan di SMP Taruna Islam Al-Kaustar yang memang di bimbing langsung oleh salah satu guru di SMP Taruna Islam Al-Kaustar yang sudah dinyatakan lulus dan hafal Al-Quran 30 juz yaitu Ibu Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 Nayla Sakinah. Pd. Ibu Silvia Harira Gudsy. Pd, dan Bapak M. Okasa Firdausi. Pd. Gambar 6:Samaan dan Ziyadah Para Penghafal Al-Quran di SMP Taruna Islam AlKaustar Segala kiat dan usaha yang dilakukan oleh ketua yayasan dan semua guru dan tenaga pendidik yang ada di SMP Taruna Islam Al-Kaustar tak lain hanya untuk mendidik siswa-siswinya unggul dalam segala bidang dan mampu berdaya saing di setiap perkembangan zaman dengan tetap mengamalkan ajaran islam. Keberhasilan SMP Taruna Islam Al-Kaustar ini terwujud dari beberapa prestasi yang sudah diukir oleh siswa-siswi yang ada serta terdapat testimoni yang diungkapkan oleh para alumni siswa-siswi SMP Taruna Islam Al-Kaustar. Menyatakan bahwa menjadi bagian dari SMP Taruna Islam AlKaustar merupakan salah satu pengalaman belajar yang tak akan terlupakan yang dinyatakan dalam wawancara yang dilakukan dengan Detycha Faza Nailaisha. AuSaya bangga pernah menjadi bagian dari SMP Taruna Islam AlKaustar, guru-guruya humble dan seru. Banyak pengalaman berharga, seperti menjadi MC, pidato bahasa inggris dan ikut organisasi. Program hafalannya juga sangat bermanfaatAy. Hal tersebut dinyatakan dan merupakan wujud dari keberhasil SMP Taruna Islam Al-Kaustar dalam mendidik siswa-siswinya baik dalam bidang akademik maupun pendidikan karakter. Para alumni lulusan dari SMP Taruna Islam Al-Kaustar sudah pasti mempunyai bekal hafalan Al-Quran dan banyak Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural yang diterima di sekolah-sekolah favorite di wilayah Kraksaan-Probolinggo dengan semua bekal ilmu dan pengetahuan yang didapat di SMP Taruna Islam Al-Kaustar. Keberhasilan SMP Taruna Islam Al-Kaustar terus selalu disuarakan kepada masyarakat luas oleh pihak humas sehingga opini positif masyarakat terhadap SMP Taruna Islam Al-Kaustar terus mengalir dan kepercayaan dari masyarakat tersebut berdampak positif pula kepada SMP Taruna Islam AlKaustar. Bahkan ada banyak permintaan dari para orang tua yang meminta kepada ketua yayasan untuk mendirikan Sekolah Menengah Atas di pesantren Al-Kuastar karna ingin melanjutkan apa yang sudah di dapat di SMP Taruna Islam Al-Kaustar, seperti melanjutkan hafalan Al-Quran yang dengan uletnya dilakukan selama masa SMP. Upaya yang dilakukan oleh SMP Taruna Islam Al-Kaustar tidak hanya untuk meningkatkan kualitas dan mutu siswa-siswinya, namun juga dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru pengajar yang ada di SMP Taruna Islam AlKaustar, dengan alasan bahwa untuk melahirkan peserta didik yang terdidik harus berawal dari pendidik yang terdidik pula. Opini masyarakat yang positif terhadap SMP Taruna Islam Al-Kaustar juga berasal dari kualitas guru pengajar yang ada sehingga kepercayaan masyarakat untuk menitipkan anaknya belajar di SMP Taruna Islam Al-Kaustar juga semakin meningkat. SMP Taruna Islam Al-Kaustar membuktikan bahwa santri atau siswasiswi generasi Z bisa menyeimbangkan antara pengetahuan akademik, pendidikan karakter dan ajaran islam lainnya bisa di dapat dan di amalkan Membuktikan juga bahwa generasi yang lahir bersamaan dengan lahirnya perkembangan tekhnologi bukan menjadi alasan untuk menyurutkan ajaran islam. Dari SMP Taruna Islam Al-Kaustar dapat diambil pelajaran bahwa Semua tergantung dengan siapa yang mengelola dan memakainya, menanamkan jiwa santri juga tidak hanya kepada yang berdiam diri dan menetap di asrama pesantren saja, namun bisa juga kepada peserta didik yang tidak menetap di asrama pesantren. Dipastikan juga bahwa seluruh pendidik yang ada di SMP Taruna Islam Al-Kaustar akan berusaha terus untuk Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 mengembangkan kualitas yang ada demi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, bermutu dan berkarakter islam. Gambar 7:Program. Prestasi dan Testimoni Alumni SMP Taruna Islam Al-Kaustar DISCUSSION Strategi humas dalam mengelola opini publik terhadap sikap dan perilaku santri generasi Z menjadi isu menarik untuk ditelaah lebih mendalam, hal ini mengingat bahwa banyaknya simpang siur kabar dan penilaian masyarakat terhadap generasi Z saat ini, ada yang bernilai postif dan ada pula yang menilai negatif. Lembaga pendidikan yang berada dibawah naungan pondok pesantren tentu tidak bisa tinggal diam menghadapi hal tersebut. Ada banyak hal yang bisa dilakukan sehingga opini dari masyarakat yang awalnya negatif bisa diubah ke positif dan yang sudah positif ditingkatkan lagi agar seterusnya positif. Dari fakta tersebut relevan dengan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di SMP Taruna Islam Al-Kaustar, yang mana humas sangat berperan dalam mengelola opini public untuk tetap menciptakan citra positif sekolah dengan melakukan berbagai cara. Humas berkolaborasi dengan semua elemen sekolah untuk mendayakan system intra Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural sekolah dengan menyusun beberapa program unggulan yang mampu menjawab dan menghapus sedikit demi sedikit kekhawatiran para orang tua terhadap pendidikan anaknya di era saat ini. Imam Rohani . menyatakan bahwa kualitas lembaga pendidikan dapat ditingkatkan dengan cara membangun komunikasi yang baik dan mengimplementasikan media sosial yang ada. Hal ini juga diterapkan di SMP Taruna Islam Al-Kaustar yang juga menjalin hubungan baik dengan masyarakat luas, namun selain itu bentuk pengoptimalan humas terhadap kualitas sekolah juga dilakukan dengan meningkatkan kegiatan dan program yang ada di sekolah untuk memberikan fasilitas dan untuk meminimalisir opini publik yang negatif terhadap santri atau siswa-siswi generasi Z saat ini. Tabsir Sanusi,dkk . menyatakan bahwa kualitas lembaga pendidikan khususnya yang berada di bawah naungan pesantren salah satunya tergantung sama praktik kepemimpinan transformasi oleh seorang kiai atau ibu nyai yang berkontribusi besar terhadap eksistensi pesantren. Hal ini juga dilakukan oleh ketua yayasan pesantren Al-Kaustar yang dituangkan di lembaga pendidikan nya yaitu SMP Taruna Islam Al-Kaustar, membuat pembaharuan bahwa yang boleh bersekolah di lembaga tersebut tidak hanya santri yang mondok saja, namun juga menerima peserta didik yang dari luar Hal ini membawa pengaruh perubahan yang positif bagi masyarakat dan memberikan pandangan bahwa dalam menyebarluaskan ajaran islam tidak ada batasan latar belakang. Hal ini juga menjadi salah satu munculnya opini positif dari masyarakat terhadap hasil didikan yang dilakukan di SMP Taruna Islam Al-Kaustar yang bisa berdaya saing unggul baik di bidang akademik maupun pendidikan karakter kepada setiap peserta didik yang belajar disana, yang dibuktikan dengan keberhasilan siswa lulusan dari SMP Taruna AlKaustar yang berhasil diterima di Sekolah Menengah Atas dan sederajat ternama di wilayah Kraksaan Probolinggo dan mempunyai bekal hafalan AlQuran minimal kurang lebih 5 juz. Ana Chonitsa,dkk . dalam penelitian yang dilakukan di Pondok Pesantren Al-Utsmani Pekalongan menyatakan bahwa pesantren beserta Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 lembaga pendidikan yang ada dibawahnya memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk moral santri generasi Z dalam tiga dimensi yaitu dimensi Ketuhanan . ablum minalla. , dimensi Kemanusiaan . ablum Minanna. dan dimensi alam sekitar . ablum minal 'ala. Tiga dimensi tersebut juga diterapkan di pesantren Al-Kaustar khususnya di SMP Taruna Islam AlKaustar yang mengajarkan kepada setiap siswa-siswinya melalui programprogram yang diusungnya, dimulai dari menerapkan lingkungan belajar yang bersih dan asri sebagai bagian dari nilai islam yaitu menciptakan kenyamanan bersama dan bentuk kepedulian kepada alam sekitar atau bisa disebut pembentukan moral santri dimensi alam sekitar . ablum minal 'ala. , pembiasaan sholat sunnah dan wajib berjamaah dan praktik rukun islam lainnya sebagai wujud penghambaan kepada Allah SWT atau . bisa disebut pembentukan moral santri dimensi ketuhanan . ablum minalla. , mengajarkan kepada semua siswa-siswinya untuk saling menghargai satu sama lain dan saling tolong menolong atau bisa disebut pembentukan moral santri dimensi kemanusiaan . ablum Minanna. Nurul isnaini . dalam penelitiannya menyatakan bahwa pesantren dan lembaga pendidikan yang ada di bawahnya menjadi pusat integrasi yang menghubungkan antara pendidikan agama dengan aspek pendidikan lain yang diharapkan bisa mengkolaborasikan dengan digitalisasi dalam menyiarkan ajaran agama islam. Memanfaatkan literasi digital sebagai pendukung pembelajaran dan media dalam berdakwah. Mengimplementasikan adanya kemajuan tekhnologi juga dilakukan oleh SMP Taruna Islam Al-Kaustar, karena pesantren tidak akan menjadikan peserta didiknya kaku akan Adanya program pengembangan life skill of IT dan pembelajaran berbasis IT merupakan wujud kontribusi sekolah untuk menyeimbangkan antara ajaran agama dan akademik lainnya dengan bertujuan mewujudkan siswa-siswi yang unggul dalam segala bidang. Program tersebut nantinya akan menjadikan siswa-siswi bisa mengaplikasikannya dalam penyebaran agama islam, seperti contoh penyebaran kegiatan-kegiatan keislaman yang ada di sekolah melalui media sosial resmi milik sekolah. Salah satunya yaitu kegiatan sholat dhuha bersama yang diimbuhi dengan penjelasan mengenai tata cara dan Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 Integrasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal dalam Pendidikan Karakter Siswa Sekolah Dasar di Kawasan Multikultural manfaat sholat dhuha, diunggah di berbagai macam media soail milik sekolah seperti instagram, facebook, dan saluran whatsapp sehingga siap dan bisa dikonsumsi publik. Hal tersebut juga sebagai bentuk penyampaian informasi mengenai kegiatan yang ada di sekolah. Khalid Ramdhani,dkk . dalam penelitiannya menyatakan bahwa akhlak guru juga akan mempengaruhi akhlak santri atau siswa-siswi (Ramdhani et al. Dalam hal ini peneliti setuju akan pernyataan tersebut. SMP Taruna Islam Al-Kaustar juga menerapkan hal serupa, dikarenakan seorang guru akan menjadi panutan bagi siswa-siswinya. Diwujudkan dalam salah satu programnya yaitu program tahfidz Al-Quran yang memang dibimbing oleh guru yang sudah dinyatakan lulus dan hafal Al-Quran 30 juz. Hal tersebut dimaksudkan agar para siswa-siswi dapat belajar langsung dan termotivasi serta bertambah semangat dalam menghafal Al-Quran. CONCLUSIONS AND SUGGESTIONS Lahirnya generasi zoomer yang bersamaan dengan lahirnya kemajuan tekhnologi bukan menjadi ancaman, namun menjadi tantangan yang perlu Pesantren dalam menyikapi hal ini melakukan berbagai cara: Mengoptimalkan peranan humas dan pastisipasi masyarakat dengan membangun komunikasi yang baik dan mengimplementasikan media sosial yang ada. Praktik kepemimpinan transformasi oleh seorang kiai atau ibu nyai yang berkontribusi besar terhadap eksistensi pesantren. Membentuk moral santri generasi Z dalam tiga dimensi yaitu dimensi Ketuhanan . ablum minalla. , dimensi Kemanusiaan . ablum Minanna. dan dimensi alam sekitar . ablum minal 'ala. Memanfaatkan literasi digital sebagai pendukung pembelajaran dan media dalam berdakwah. Pembelajaran akhlak dimulai dari akhlaknya seorang guru, karena guru akan menjadi panutan bagi seluruh siswa. Menyusun program unggulan yang bersifat menyeluruh kepada setiap siswa dan melibatkan seluruh pendidik dan tenaga pendidik. Al Yazidiy VOLUME 7. NO. 1,Mei 2025 p-issn: 2964-6472. e-issn. Hal 175-193 Kiat-kiat tersebut dilakukan untuk meningkat kualitas siswa-siswi yang ada dan akan berimplikasi pada kualitas lembaga pendidikan. Pendidikan berkualitas yang memadukan ilmu pengetahuan yang selalu terupgrade dengan mengimplementasikan nilai keislaman, sehingga bisa mencetak generasi yang unggul dan berakhlak. Hal tersebut juga berimplikasi terhadap opini positif yang tercipta di masyarakat, memudahkan dan mendukung strategi yang dilakukan oleh pihak humas pesantren dan lembaga pendidikan dalam mengelola opini masyarakat terhadap pendidikan yang diberikan kepada santri atau siswa-siswi generasi Z saat ini serta menjamin untuk meminimalisir kekhawatiran para orang tua akan pendidikan khususnya pendidikan karakter terhadap anaknya. REFERENCE LIST