F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 ANALISIS KEMAMPUAN NUMERIK SISWA MTS KELAS Vi DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-EFFICACY Umi Mukholifah . Luluk Faridah . Khafidhoh Nurul Aini 1,2,3 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum Jl. Airlangga No 3 Sukodadi Lamongan. Indonesia Email: umimukholifah2019@mhs. id 1* lulukfaridah@unisda. khafidhohnurul@unisda. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik siswa MTs kelas Vi dalam memecahkan masalah matematis ditinjau dari Self-Efficacy. Pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, tes dan Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa kemampunan numerik siswa dalam memecahan masalah matematis ditinjau dari Self-Efficacy kategori tinggi, sedang dan rendah memiliki proses yang berbeda-beda. Siswa yang memiliki Self-Efficacy kategori tinggi mampu menyelesaikan 4 soal kemampuan numerik dengan 4 indikator pemecahan masalah dengan maksimal yang mengakibatkan keberhasilan dalam memecahkan masalah yang Siswa yang memiliki Self-Efficacy kategori sedang mampu menyelesaikan 4 soal kemampuan numerik dengan 3 indikator pemecahan masalah saja, siswa kurang maksimal dalam memeriksa kembali pada soal kemampuan numerik. Siswa yang memiliki SelfEfficacy kategori rendah belum mampu menyelesaikan 4 soal kemampuan numerik dengan memenuhi 4 indikator pemecahan masalah matematis, sehingga siswa sulit untuk memecahkan setiap terdapat permasalahan. Kata Kunci :Kemampuan Numerik. Memecahkan Masalah Matematis. Self-Efficacy. ABSTRACT This study aims to describe the numerical abilities of class Vi MTs students in solving mathematical problems in terms of Self-Efficacy. In this study using descriptive qualitative method. Data collection techniques used are questionnaires, tests and interviews. Based on the results of the study it can be seen that students' numerical abilities in solving mathematical problems in terms of Self-Efficacy in high, medium and low categories have different processes. Students who have a high Self-Efficacy category are able to solve 4 numerical ability questions with 4 problem solving indicators to the maximum which results in success in solving the problems they face. Students who have moderate Self-Efficacy categories are able to complete 4 numerical ability questions with 3 problem solving indicators only, students are not maximal in checking back on numerical ability questions. Students who have a low Self-Efficacy category have not been able to solve 4 numerical ability questions by fulfilling 4 mathematical problem solving indicators, so that students find it difficult to solve every problem. Keywords: Numerical Ability. Solving Mathematical Problems. Self-Efficacy. F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 PENDAHULUAN Matematika adalah salah satu disiplin ilmu selain dapat meningkatkan kemampuan berpikir juga dapat meningkatkan dalam berargumentasi, memberikan kontribusi nyata dalam penyelesaian masalah sehari-hari yang tentunya tidak lepas pengembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi. Ada dua faktor yang bisa menyebabkan rendahnya hasil belajar matematika siswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang sangat dominan dalam menunjang keberhasilan belajar matematika adalah kemampuan numerik . umerical abilit. Kemampuan numerik merupakan kemampuan yang berkaitan dengan kecermatan dan kecepatan dalam penggunaan fungsi-fungsi hitung dasar. Indikator penilaian tes kemampuan numerik dengan menggunakan problem solving pada tiap butir soal instrumen, terdiri dari penalaran aritmatika, operasi bilangan, pengetahuan matematika dan seri angka. Pentingnya kemampuan numerik matematis untuk pembelajaran matematika harus diperhatikan oleh guru karena dengan kemampuan numerik matematis yang tinggi akan membuat peserta didik mudah mengikuti pembelajaran khususnya pada pembelajaran matematika, sehingga prestasi belajar peserta didik dalam bidang matematika dapat meningkat. Pemecahan masalah adalah suatu proses untuk mengatasi berbagai kesulitan dalam mencapai suatu tujuan. Pemecahan masalah matematika yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pada prosedur Polya . , yaitu . memahami masalah, . membuat rencana, . melaksanakan rencana, dan . memeriksa kembali. Menurut Jatisunda . kepercayaan diri adalah salah satu faktor penting yang menentukan prestasi matematika siswa khususnya melaksanakan tugas-tugas dalam bentuk soal-soal pemecahan masalah matematika yang tampak bahwa ada hubungan mendukung positif antara serta saling kemampuan pemecahan masalah dan kepercayaan diri. Kepercayaan diri merupakan seberapa besar keyakinan siswa agar berhasil dalam proses pembelajaran. F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 Berdasarkan hasil wawancara dengan Guru matematika pada tanggal 10 Februari 2023 bahwa permasalahan di kelas Vi MTs Tarbiyatut Tholabah adalah minat belajar siswa terutama pada pembelajaran matematika masih terbilang rendah, hal tersebut dikarenakan kurangnya rasa ingin tahu siswa terhadap materi pelajaran. Salsabilah & Meyta . mengelompokkan siswa yang memiliki efikasi diri dengan tiga kategori yaitu tinggi, sedang dan rendah. Penelitian tersebut memaparkan bahwa siswa yang memiliki efikasi diri tinggi mempunyai kemampuan numerik yang baik, sedangkan siswa yang memiliki efikasi diri sedang mempunyai kemampuan numerik yang cukup baik dan siswa yang memiliki efikasi diri rendah mempunyai kemampuan numerik yang kurang baik. Serta menunjukkan bahwa semakin baik efikasi diri yang dimiliki siswa maka kemampuan numerik juga semakin baik. Berdasarkan dari pemaparan yang dijelaskan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul AuAnalisis Kemampuan Numerik Siswa MTs Kelas Vi dalam Memecahkan Masalah Matematis Ditinjau dari Self-EfficacyAy khususnya pada peserta didik MTs Tarbiyatut Tholabah di Kabupaten Lamongan tepatnya di Desa Kranji. Diharapkan penelitian ini dapat memberi informasi terkait kemampuan numerik peserta didik dalam memecahkan masalah matematis ditinjau dari Self-Efficacy, agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran serta menjadi solusi pemecahan masalah matematika khususnya pada era 5. METODE PENELITIAN METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan numerik siswa MTs kelas Vi dalam memecahkan masalah matematis ditinjau drai Self-Efficacy. Menurut Arifin . , data adalah bahan mentah yang perlu diolah, sehingga menghasilkan informasi atau keterangan yang menyimpulkan fakta berupa kata-kata atau lisan dari subjek yang diteliti pada siswa kelas Vi MTs Tarbiyatut Tholabah. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah angket Self-Efficacy, wawancara siswa dan tes kemampuan numerik dalam memecahkan masalah matematis pada siswa kelas Vi MTs Tarbiyatut Tholabah. F A K T O R I A L | Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Volume 1. Nomor 1. Februari 2023 Berdasarkan cara pengumpulannya, yaitu teknik angket, tes dan wawancara. Angket yang digunakan adalah angket untuk mengukur Self-Efficacy Siswa dengan 3 kategori, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kriteria Kategori Self-Efficacy Kategori Self Efficacy Nilai Rendah xO. -SD) Sedang . -SD)