Alignment: Journal of Administration and Educational Management Volume 1. Nomor 1. Juni 2018 e-ISSN : 2598-5159 p-ISSN : 2598-0742 DOI : https://doi. org/10. 31539/alignment. KEPEMIMPINAN WANITA SEBAGAI KEPALA SEKOLAH STUDI DI SDNEGERI KECAMATAN BALUNG KABUPATEN JEMBER Selasi Priatiningsih Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan. PGRI Jember selasicezzi26@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tipe kepemimpinan kepala sekolah perempuan serta persepsi guru terhadap gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan di Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kecamatan Balung. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan metode survey untuk mendapatkan gambaran umum tipe dan gaya kepemimpinan para sekolah perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuisioner dan wawancara terhadap 54 guru yang ada di 5 SD Negeri yang dikepalai oleh kepala sekolah perempuan. Teknik sampling menggunakan sampling jenuh dengan menggunakan seluruh populasi dari 5 Hasil penelitian menunjukkan tipe dominan dari 5 kepala sekolah perempuan termasuk kedalam tipe kepemimpinan pribadi dengan mean 10. 148 (SD 1. sedangkan tipe otoriter memperoleh nilai terkecil menjadi tipe minor yang dipilih guru dengan mean 9. Sedangkan persepsi guru menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Kecamatan Balung cenderung feminin dengan mean 3. 68 dan transformasional dengan mean 3. 11yang juga didukung oleh dua indikator dari gaya maskulin dan transaksional. Simpulan, tipe dominan dari kepemimpinan kepala sekolah perempuan yang AopribadiAo serta gaya kepemimpinan yang AofemininAo dan AotransformasionalAo. Kata Kunci: Kepemimpinan Wanita. Kepala Sekolah Wanita. Sekolah Dasar Balung ABSTRACT This study aims to describe the type of leadership of female principals and teacher perceptions of the leadership style of female principals in State Primary Schools in Balung District. The approach used is a quantitative approach with a survey method to get an overview of the types and styles of leadership of girls' schools. Data collection was carried out using questionnaire techniques and interviews with 54 teachers in 5 public elementary schools headed by female principals. The sampling technique uses saturated sampling using the entire population of 5 schools. The results showed the dominant type of 5 female principals included in the type of personal leadership with a mean of 10,148 (SD 1,. while the authoritarian type obtained the smallest value to be the minor type chosen by teachers with a mean of 9,056 . While the teacher's perception shows that the principal's leadership style in SD Negeri Balung District tends to be feminine with a mean of 3. 68 and transformational with a mean of 3. 11 which is also supported by two indicators of Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 masculine and transactional styles. Conclusions, the dominant type of female headmaster's leadership is 'personal' and 'feminine' and 'transformational' leadership Keywords: Women's Leadership. Women's Principal. Balung Elementary School PENDAHULUAN Wanita sering diidentikkan dengan kelembutan dan kelemahan. Oleh sebab itu, diskriminasi sering terjadi karena wanita dianggap tidak lebih mampu melakukan halhal yang bisa dikerjakan oleh laki-laki. Melihat kondisi wanita yang sering direndahkan harkat dan martabatnya, muncullah apa yang disebut emansipasi wanita. Hal ini tentu saja tidak bisa dipisahkan dari jasa seorang R. Kartini yang bergerak menerobos dinding pemisah antara hak wanita dan laki-laki. Beliau secara nyata berusaha menyetarakan hak-hak wanita pada masanya. Pada masa sekarang, para wanita mulai menunjukkan kemampuannya dengan pergerakan-pergerakan wanita yang menetang penjajahan atas diri mereka. Beberapa contoh perkumpulan wanita seperti Gerwani (Gerakan Wanita Indonesi. dan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakya. merupakan gerakan wanita yang memiliki api perjuangan Kartini pada tahun 1960an (Nathan, 2. Para wanita pada masa sekarang lebih bebas mengekspresikan diri mereka terlebih lagi dalam ranah-ranah penting seperti Pendidikan. Para wanitaaktif menjadi tenaga pengajar, staf pengajaran bahkan mengepalai instansi tertentu (Syuqqah. Telah banyak posisi kepala sekolah yang diduduki oleh para wanita hebat. Banyak juga dari mereka sukses menjalani tugas sebagai seorang kepala yang membawa sekolah mereka kepada prestasi-prestasi membanggakan. Posisi dibidang kepemimpinan akademis saat ini akan lebih mudah dikejar oleh wanita karena adanya persamaan hak untuk menempuh Pendidikan tinggi. Prestasi yang dicapai oleh mereka juga mendapat pengakuan dari masyarakat. Tidak ada lagi pembedaan kepemimpinan instansi. Terlebih lagi Indonesia yang pernah dipimpin oleh presiden wanita pertama yaitu Megawati Soekarno Putri. Contoh ini pastilah sangat berpengaruh besar dalam masyarakat akan pandangannya terhadap kaum wanita untuk menjadi pemimpin. Lebih jauh lagi, mengepalai instansi Pendidikan seperti sebuah sekolah tentunya bukan hal yang mudah untuk dijalani. Kepala sekolah memiliki banyak tugas yang menaungi para pendidik, staf kependidikan serta siswa yang tidak sedikit Seperti diketahui kepala sekolah memiliki beberapa tugas meliputi mempengaruhi, mendorong, membimbing serta menggerakkan guru, staf, siswa, orang tua siswa, masyarakat serta stakeholder (Murniati, 2. Kepala sekolah memiliki peran sebagai konseptor yang melakukan penyusunan, peaksanaan dan tindak lanjut misi sekolah. sebagai manajer yang mengakomodir kepentingan tiap2 Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 menanamkan nilai-nilai kebenaran yang dijadikan landasan dalam rangka mewujudkan visi (Jelantik, 2. Namun, masih saja kepemimpinan wanita di Indonesia dipandang sebelah mata. Lagi-lagi pembuktian hasil kerjalah yang akan berbicara dan menepis segala pandangan buruk kepada kepemimpinan wanita. Pemberdayaan wanita juga sudah tidak sesuai lagi dengan kenyataan banyaknya kegiatan yang dilakukan oleh wanita. Hal yang lebih sesuai adalah peningkatan keberdayaan wanita (Suratman, 2. Kepemimpinan kepala sekolah wanita dalam manajemen kependidikan secara umum ternyata mampu mewujudkan kepemimpinan yang efektif karena wanita mempunyai keunggulan dalam memerankan dan menciptakan efektivitas organisasi, seperti pewujudan prestasi sekolah, terciptanya hubungan kekerabatan serta dapat memberdayakan anggotanya dan juga menekankan struktur organisasi dengan menekankan kerjasama tim, kepercayaan, fleksibelitas dan kemauan berbagi informasi (Halihah, 2. Namun, kepemimpinan pun dapat juga berbeda tergantung pada situasi dan kondisi tertentu. Oleh karena itu, sangat penting untuk menginvestigasi berbagai jenis, gaya dan bentuk kepemimpinan kepala sekolah wanita, contohnya di jenjang pendidikan yang berbeda pula. Dalam hal ini, persepsi para guru dianggap penting untuk memberikan pendapat dan penilaian akan hal tersebut. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan kepemimpinan kepala sekolah wanita dalam manajemen pendidikan sekolah dasar di kecamatan Balung. METODE PENELITIAN Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif untuk memperoleh data yang berasal dari para guru di lima SD Negeri Kecamatan Balung yang dikelalai oleh kepala sekolah perempuan. Sampel yang didapat yaitu melalui sampling jenuh yaitu dengan mengambil semua jumlah populasi sebagai sample dengan margin of error 5 % dengan jumlah sample . sebanyak 54 orang guru yang tersebar pada 5 SD Negeri yang dipimpin oleh kepala sekolah perempuan. SDN Balung Lor 01 dengan jumlah guru 12 orang. SDN Balung Lor 03 9 orang. SDN Balung Lor 04 11 orang. SDN Balung Lor 05 12 orang dan SDN Balung Lor 06 10 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument berupa kuisioner yang akan disebar kepada para guru. Selanjutnya Teknik wawancara juga akan dilakukan untuk mendukung data yang berasal dari kusioner dan dilakukan untuk memperoleh dari kepala skeolah dan para guru. Dokumentasi dilakukan juga untuk memperoleh data berupa informasi yang terdokumentasi sebagai arsip. Selanjutnya data dianalisis melalui tahapan identifikasi, transkripsi wawancara, perhitungan kuisioner, dan analisis dokumen. Untuk hasil kuesioner, dilakukan perhitungan dengan menggunakan Likert Scale dengan limapilihan jawaban dengan Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 skala 1-5 dengan pilihan berupa TidakPernah (TP). Jarang (J). Sering (S). Sangat Sering (SS) dan Selalu (SL). HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis data melalui prosedur statistik yang didukung oleh data wawancara terhadap 54 orang guru di 5 SD Negeri Balung Lor Kecamatan Balung, terlihat bahwa tipe dan juga gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan adalah sebagai berikut: Tipe Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Tipe kepemimpinan diketahui melalui penyebarang kuisioner terhadap 54 guru di 5 SD Negeri Kecamatan Balung yang dipimpin oleh kepala sekolah perempuan serta melalui hasil wawancara terhadap 15 guru perwakilan dari 5 SD tersebut. Hanya 5 tipe kepemimpinan dari G. Terry yang terkandung dalam 15 kuisioner yaitu kepemimpinan pribadi, non pribadi, otoriter, demokratis dan Kepemimpinan berdasarkan bakat tidak diikutsertakan karena tipe ini merupakan tipe kepemimpinan dimana seseorang sebagai penggagas munculnya organisasi informal. Sedangkan Sekolah Dasar Negeri adalah organisasi berasal dari Tabel 1 Tipe Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Tipe Kepemimpinan Kepemimpinan Pribadi Kepemimpinan Paternalistis Kepemimpinan Demokratis Kepemimpinan Non-Pribadi Kepemimpinan Otoriter Mean Deviasi Standar Terlihat dari perhitungan maka rata-rata kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SD Negeri Kecamatan Balung mayoritas bersifat pribadi yaitu nilai tertinggi dengan mean 10. 148 (SD 1. Pada kepemimpinan ini, kepala sekolah melakukan tindakan-tindakan dengan mengadakan kontak pribadi baik secara lisan atau langsung yang dilakukan oleh pemimpin seperti halnya mengundang rapat, meminta bantuan, dan menyampaikan pesan. Hal ini sesuai dengan karakter perempuan yang lebih mementingkan perasaan dari pada logika. Dan tipe ini seiring dengan tipe kepemimpinan paternalis yang bersifat keibuan dalam melakukan Tipe ini merupakan tipe dengan skor tertinggi kedua setelah tipe pribadi yaitu dengan mean 10. 057 (SD 1. dinilai dari perhitungan kuesioner para guru. Tipe ini dianggap sebagai sosok yang dapat mengayomi serta bijaksana dalam Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 bersikap terutama disaat timbulnya masalah yang membutuhkan solusi. Keakraban juga terlihat antara hubungan kepala sekolah dan para guru. Selanjutnya tipe demokratis menempati urutan ke 4 dan non-pribadi kelima. Dapat disimpulkan bahwa tipe kepemimpinan kepala sekolah yang masih memiliki sifat demokratis dengan mean 10 . seperti mendengarkan masukan, kritik dan Tipe ini juga menunjukkan bahwa kepala sekolah masih bersama-sama dengan para guru untuk menyelesaikan permasalahan bersama-sama. Tipe kepemimpinan otoriter yang menempati posisi terakhir menunjukkan bahwa meskipun masih ada sifat otoriter namun kepala sekolah tidak bersifat otoriter sepenuhnya melainkan lebih menekankan pada peraturan untuk menegakkan kedisiplinan di sekolah. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan Untuk menjawab pertanyan penelitian kedua, kuesioner kedua juga didistribusikan kepada 54 guru yang sama. Mereka diharuskan memberikan nilai pada setiap pernyataan dengan memilih kriteria Tidak Pernah (TP). Jarang (J). Sering (S). Selalu (SL) dan Sangat Sering (SS) dengan range skor 1-5. Hasil yang diperoleh dari analisis data menunjukkan gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan tidak hanya menunjukkan gaya feminin saja tetapi juga ada beberapa sikap maskulin yang juga ditunjukkan. Secara umum hasil analisis data terlihat dalam table dibawah. Tabel 2 Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan berdasarkan Femininitas dan Maskulinitas Gaya Kepemimpinan Maskulin Agresif Kompetitif Yakin akan kemampuan diri Pengambil keputusan Rata-rata Feminin Simpatik Lembut Pemalu Sensitif terhadap kebutuhan orang lain Rata-rata Mean Kategori 1,24 1,85 2,63 4,03 2,44 Ada sedikit kecenderungan Ada sedikit kecenderungan Ada sedikit kecenderungan Cenderung Ada sedikit kecenderungan 4,85 4,06 1,14 4,65 3,68 Sangat cenderung Cenderung Ada sedikit kecenderungan Sangat cenderung Cenderung Kecenderungan gaya kepemimpinan berdasarkan femininitas dan maskulinitas kepala sekolah perempuan di SD Negeri di Kecamatan Balung menunjukkan kecenderungan gaya kepemimpinan feminin sesuai dengan gender kepala sekolah Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 sebagai perempuan yaitu dengan mean 3,68. Gaya feminine yang dominan adalah simpatik dengan mean 4,85 yang ditunjukkan dengan sikap seperti simpatik terhadap permasalahan siswa, guru dan staf. Kecenderungan kedua yang juga menunjukkan karakter perempuan yaitu sensitive terhadap kebutuhan orang lain yang ditunjukkan dengan sikap seperti jika para guru sedang melakukan kegiatan sekolah misalnya melatih siswa untuk persiapan lomba maka kepala sekolah akan berusaha memenuhi kebutuhan yang diperlukan baik berupa materi atau dukungan moral. Gaya kepemimpinan feminism selanjutnya yaitu sikap lembut. Sesuai dengan karakter perempuan yang santun, lemah lembut dan sopan dalam bertutur dan bersikap juga ditunjukkan oleh gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SD Negeri Kecamatan Balung. Meskipun begitu angka yang ditunjukkan bukanlah angka yang mendominasi yaitu hanya 4,06 namun masih memiliki kriteria AocenderungAo. Selanjutnya adalah sikap pemalu ditunjukkan dengan kriteria Aoada sedikit kecenderunganAo dengan mean 1,14 yang berarti kepala sekolah perempuan di SD Negeri Kecamatan Balung tidak terlalu pemalu dalam bertugas sebagai pemimpin. Mereka lebih banyak menunjukkan sikap terbuka kepada staf dan guru di Para guru menyatakan bahwa sikap pemalu akan terlihat kadangkala ketika mereka berhadapan dengan pihak luar sekolah. Sikap pemalu tidak terlalu ditunjukkan sebagai gaya karena tugas mereka yang berperan sebagai pemimpin memanglah dituntut untuk selalu terbuka dan juga tegas dalam bersikap. Namun begitu berdasarkan analisis item, ternyata salah satu sikap dalam gaya maskulin juga dimiliki oleh kepala sekolah perempuan yaitu sebagai pengambil keputusan dengan kategori AocenderungAo ditunjukkan dengan mean 4,03. Hal ini ditunjukkan pada saat berlangsungnya rapat yang bersifat mendadak atau dalam rapat bulanan sekolah. Selanjutnya yaitu gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan yang termasuk gaya transformasional dan transaksional akan terlihat dari gambaran umu pada tabel dibawah. Tabel 3 Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan berdasarkan Gaya Transformasional dan Transaksional Gaya Kepemimpinan Transformasional Karisma Inspirasional Stimulasi intelektual Perhatian individual Rata-rata Mean Kategori 2,89 2,36 3,08 4,12 Ada sedikit kecenderungan Ada sedikit kecenderungan Ada sedikit kecenderungan Cenderung Cenderung Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 Transaksional Penugasan kerja Penghargaan kerja Tanggungjawab Rata-rata 2,65 2,05 3,78 Ada sedikit kecenderungan Ada sedikit kecenderungan Cenderung Ada sedikit kecenderungan Berdasarkan analisis data kepemimpinan kepala sekolah wanita cenderung memiliki gaya transformasional yang memang dinyatakan lebih unggul dari gaya transaksional (Robbins. Judge . Kedua gaya salingmelengkapi satu sama lain karena memiliki nilai positif masing-masing tergantung kebutuhan. Namun berdasarkan kuisioner, persepsi para guru menyatakan bahwa hanya sedikit perbedaan antara gaya kepemimpinan transformasional dan transaksional yaitu dengan selisih 0. 28 skor saja dari masing-masing mean 3. dan 83 . Ada 5 indikator untuk mengukur persepsi para guru tentang kecenderungan kepemimpinan transformasional yaitu berupa karisma, inspirasional, stimulasi intelektual dan perhatian individual (Timotius, 2. Indikator tertinggi di tunjukkan oleh sikap perhatian individual dengan mean 4. 12 pada kategori AocenderungAo. Dalam hal ini kepala sekolah sering memberikan perhatian secara individual lebih kepada bentuk perhatian orang per orangan, contohnya pada kesulitan yang dialami oleh guru yang bentuknya pribadi berupa musibah. Untuk ketiga indikator lainnya berada pada kategori yang sama yaitu Aoada sedikit kecenderunganAo meskipun skor yang diperoleh berbeda berdasarkan perhitungan mean. Masing-masing yaitu karisma, inspirasional dan stimulasi intelektual menunjukkan hanya sedikit kecenderungan sikap yang ditunjukkan dari persepsi para guru. Stimulasi intelektual merupakan suatu hal yang dapat menstimulus atau merangsang atau menggerakkan para guru secara intelektual dengan kemapuan akademis yang menonjol. Persepsi para guru mengenai hal ini dinilai dengan mean 3. 08 dimana hal ini tidak begitu terlihat. Karisma berhubungan dengan kualitas pribadi individu yang membuat orang lain kagum dan memuja atas Sedangkan rata-rata karisma yang dinilai dari persepsi para guru yaitu dengan mean 2. 89 yang berarti hanya sedikit rasa kagum. Indikator selanjutnya yaitu inspirasional yang berarti seorang kepala sekolah yang dapat meninspirasi dan mengilhami para guru dengan menunjukkan sikap dan prestasi yang dapat membuat mereka ingin melakukan hal serupa. Persepsi guru menunjukkan sikap inspirasional dengan mean 2. 36 dengan kategori Aoada sedikit kecenderunganAo. Kecenderungan yang kurang pada indikator ini yaitu kurangnya sikap dan prestasi kepala sekolah yang membuat para guru kagum yang cenderung menunjukkan kurangnya kreativitas dan inovasi kepala sekolah dalam melakukan hal Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 Gaya kedua yaitu gaya kepemimpinan transaksional yang diukur dari 3 indikatorberupa penugasan kerja yang jelas, penghargaan kerja dan tanggungjawab dengan mean 2. Angka ini lebih kecil dari gaya transformasional namun tetap menunjukkan kategori Aoada sedikit kecenderunganAo yang berarti bahwa sikap ini terdapat pada gaya kepemimpinan kepala sekolah perempuan di SD Negeri Kecamatan Balung. Meskipun begitu indikator tanggungjawab muncul sebagai angka persepsi tertinggi dengan mean 3. 78 dengan kategori AocenderungAo. Menurut para guru, kepala sekolah cenderung menunjukkan sikap bertanggungjawab terhadap tugastugas yang diembannya seperti pada kegiatan belajar mengajar, kegiatan perlombaan, kegiatan ekstrakulikuler siswa yang semuanya melibatkan kinerja guru. Tanggungjawab yang ditunjukkan berupa peranserta aktif, control kegiatan dan tindakan siap ketika terjadi permasalahan. Penugasa kerja menunjukkan Aoada sedikit kecenderunganAo dengan mean 2. dikarenakan pembagian tugas yang kurang terstruktur dengan baik melainkan hanya insidental sehingga agak sulit membedakan job description masing-masing penanggungjawab kegiatan. Sedangkan penghargaan terhadap kerja menempati angka terkecil dengan mean 2. 05 dengan level Aoada sedikit kecenderunganAo yaitu reward dan penghargaan sangat jarang diberikan ketika adanya perjanjian kerja antara kepala sekolah dan guru. Feedback dari hasil kerja yang memuaskan atau terlaksana dengan baik tidak diiringi dengan pemberian penghargaan kepada guru yang Berdasarkan hasil analisis data serta pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa persepsi para guru SD Negeri di Kecamatan Balung menunjukkan kecenderungan gaya kepemimpinan yang feminine dan transformasional dengan beberapa indicator dari gaya kepemimpinan maskulin dan transaksional yang juga mendukung gaya kepemimpinan feminis dan transformasional. SIMPULAN Persepsi guru sangat penting untuk mengetahui tipe dan gaya kepemimpinan kepala sekolah agar hasil yang diperoleh dapat berfungsi sebagai informasi dan koreksi sehingga terciptanya pembenahan dan kerjasama untuk mencapai visi dan misi sekolah yang telah digagas. Untuk hasil survei dengan indikator yang memiliki nilai minor dapat dinilai tipe kepemimpinan otoriter yang kurang baik dalam kepemimpinan agar dipertahankan dengan mengambil nilai positif dari tipe ini dan meninggalkan nilai negatifnya. Sedangkan tipe kepemimpinan mayor berupa tipe kepemimpinan pribadi yang cenderung dianut oleh kepala sekolah di SD Negeri Kecamatan Balung menunjukkan adanya hubungan kekerabatan yang baik antara pimpinan dan guru sebagai staf pengajar. Namun disisi lain, tipe pribadi juga dapat Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 merugikan orang lain yang tidak memiliki kedekatan dengan kepala sekolah sehingga ada baiknya sikap kepala sekolah lebih terbuka. Hasil penelitian survei ini menunjukkan tipe dominan dari kepemimpinan kepala sekolah perempuan yang AopribadiAo serta gaya kepemimpinan yang AofemininAo dan AotransformasionalAo. Namun gaya tersebut juga didukung oleh dua indikator yang masing-masing menunjukkan gaya maskulin dan transaksional. Hasil penelitian ini diharapkan untuk memberikan informasi serta gambaran kepemimpinan kepala sekolah perempuan sebagai seorang wanita di SD Negeri Kecamatan Balung yang dapat berguna sebagai bahan refleksi dan koreksi untuk mencapai visi dan misi Alignment:Journal of Administration and Educational Management 1. :1-10 DAFTAR PUSTAKA