PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (Andi Ae Irma Ae Oktavian. PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR DI PROVINSI BANTEN DAN DKI JAKARTA Andi Maddeppungeng Jurusan Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Email : andi_made@yahoo. Irma Suryani Jurusan Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Email : arsitek17@yahoo. Oktaviana Kiki Amarilis Jurusan Teknik Sipil Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Email : amarilliz@gmail. Abstrak: Kesuksesan suatu proyek konstruksi yaitu dengan mengevaluasi kinerja kontraktor. Dimana proyek konstruksi melibatkan banyak pihak. Pihak-pihak yang terlibat dalam proses konstruksi tersebut secara tidak langsung membentuk rantai pasok yang kompleks. Untuk itu diperlukan analisis yang bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor rantai pasok dan pengaruhnya terhadap kinerja kontraktor. Faktor-faktor rantai pasok yang dianalisis yaitu aliran informasi, aliran material dan aliran finansial. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan penyebaran kuisioner kepada responden yaitu staf perusahaan kontraktor, kemudian data kuisioner tersebut dianalisa dengan uji validitas, reliabilitas dan normalitas, uji multikolinieritas, analisis konfirmatori dan analisis model persamaan struktural dengan bantuan program SPSS v. 20 dan AMOS v. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 24 indikator rantai pasok yang berpengaruh terhadap kinerja kontraktor di Provinsi Banten dan DKI Jakarta. Aliran informasi dan material berpengaruh signifikan positif terhadap kinerja kontraktor, dimana aliran informasi berpengaruh lebih kuat . terhadap kinerja kontraktor dibandingkan aliran material . Sedangkan aliran finansial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja kontraktor. Kata Kunci : Rantai Pasok. Kinerja Kontraktor. SEM. AMOS Abstract: The success of a construction project is to evaluate the performance of the contractor. Where the construction project involving multiple parties. The parties involved in the construction process indirectly forming a complex supply chain. It required the analysis that aims to identify the factors of supply chain and its influence on the performance of the contractor. Factors analyzed the supply chain is the flow of information, the flow of material and the flow of financial. This research used a survey by distributed questionnaires to the respondents who work in the contractor company, then the questionnaire data were analyzed by validity, reliability and normality, multicollinearity test, confirmatory analysis and structural equation modeling analysis with SPSS software v. 20 and AMOS software V. The results of this research showed there are 24 indicators of supply chain were effected to the performance of contractors in Province Banten and DKI Jakarta. The flow of information and material positive significant effect on the performance of the contractor, where information flow is stronger effect . on the performance of contractors than the material flow . While the financial flow does not significantly influence the performance of the Keywords : Supply Chain. Performance Contractors. SEM. AMOS 75 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 9 Nomer 2 | Juli 2018 Pendahuluan Ruang Lingkup Penelitian Hubungan berbagai pihak dalam suatu menghasilkan produk konstruksi disebut rantai pasok konstruksi (Capo et al. , 2. Dalam proyek-proyek konstruksi seringkali ditemui tingkat kerumitan yang tinggi dalam hal koordinasi pengadaan shop drawing, peralatan, material, sumber daya manusia dan pembiayaan karena melibatkan banyak pihak dalam proses pelaksanaannya yang menimbulkan ketidakefisienan. Menurut Wisner dalam Sutoyo . , bahwa pengelolaan rantai pasok dapat menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi, dan memperbaiki penghantaran hasil akhir suatu produk atau jasa tepat waktu kepada Menurut Bertelsen . , pengelolaan rantai pasok konstruksi yang kurang baik meningkatkan biaya proyek hingga 10%. Dari hasil penelitian Sutoyo . , faktorfaktor rantai pasok yaitu aliran informasi, aliran material, dan aliran finansial berpengaruh terhadap kinerja kontraktor, yaitu masing-masing 0,848 dan 0,382. Sedangkan Analisis pengaruh rantai pasok terhadap kinerja kontraktor yang mengacu pada indikator yang teridentifikasi dari penelitian sebelumnya. Proyek konstruksi yang diteliti adalah proyek pemerintah maupun swasta di Provinsi Banten dan DKI Jakarta, baik yang telah dilaksanakan maupun yang sedang dalam tahap konstruksi. Perusahaan kontraktor yang akan diteliti adalah kontraktor dengan klasifikasi menengah dan besar dengan klasifikasi 5, 6, dan 7. Pelaksanaan proyek konstruksi Tahun 2010-2014, dengan nilai proyek diatas Rp. 1 Milyar. Rumusan Masalah Faktor-faktor apa sajakah yang sangat mempengaruhi rantai pasok konstruksi di Provinsi Banten dan DKI Jakarta? Tujuan Penelitian Berdasarkan dengan rumusan masalah diatas, yang menjadi tujuan penelitian ini Menganalisis faktor-faktor rantai pasok konstruksi di Provinsi Banten dan DKI Jakarta. 76 | K o n s t r u k s i a Tinjauan Pustaka Sutoyo Soepiandhy . bahwa terdapat 3 faktor utama yang mempengaruhi rantai pasok konstruksi bangunan gedung meliputi aliran informasi, aliran material, aliran Aliran informasi di pengaruhi indikator-indikator revisi rencana kerja, detail desain tidak lengkap, kendala pelaksanaan, dan kinerja pemasok. Aliran material dipengaruhi oleh volume material, kualitas material, dan waktu tenggang. Aliran finansial dipengaruhi oleh kelancaran pembayaran, frekuensi pembayaran, arus dana proyek dan perubahan harga material. Aliran material dan finansial berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor, yaitu: 0,848 dan 0,382. Sedangkan aliran informasi tidak berpengaruh terhadap kinerja Lisda Rahmasari . penelitiannya yang berjudul Pengaruh Supply Chain Management Terhadap Kinerja Perusahaan Dan Keunggulan Bersaing (Studi Kasus pada Industri Kreatif di Provinsi Jawa Tenga. , supply chain management PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (Andi Ae Irma Ae Oktavian. berpengaruh positif dan signifikan terhadap keunggulan bersaing, praktek supply chain management berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan, dan keunggulan bersaing berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan. Kerangka Konseptual Dan Hipotesis Kerangka pemikiran teoritis hubungan antara keempat faktor yang di analisis dalam penelitian ini di sajikan pada gambar Gambar 1. Kerangka Konseptual Sumber : Sutoyo S, . Hipotesis Penelitian : H1 : Pengelolaan aliran informasi rantai pasok konstruksi yang baik berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor. H0 : Pengelolaan aliran informasi rantai pasok konstruksi yang baik berpengaruh negatif terhadap kinerja kontraktor. H2 : Pengelolaan aliran material rantai pasok konstruksi yang baik berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor. H0 : Pengelolaan aliran material rantai pasok konstruksi yang baik berpengaruh negatif terhadap kinerja kontraktor. H3 : Pengelolaan aliran finansial rantai pasok konstruksi yang baik berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor. H0 : Pengelolaan aliran finansial rantai pasok konstruksi yang baik berpengaruh negatif terhadap kinerja kontraktor. Definisi Rantai Pasok Konstruksi Rantai pasok menurut Vrijhoef . adalah jalinan kerjasama perusahaan yang berinteraksi untuk menyampaikan produk . arang atau jas. kepada pelanggan akhir. Manajemen Rantai Pasok Konstruksi Manajemen berpengaruh terhadap kinerja perusahaan karena, menurut Anatan dan Ellitan dalam Rohaesih . , aplikasi manajemen rantai pasok pada dasarnya memiliki tiga tujuan utama yaitu, penurunan biaya . eduction cos. , penurunan modal . apital reductio. ervice Maka dengan diterapkannya manajemen rantai pasok sebagai strategi menciptakan keunggulan bersaing, karena keunggulan bersaing adalah dasar bagi perusahaan untuk mampu menciptakan nilai untuk pelanggan akhir yang dapat perusahaan untuk menciptakan nilai tersebut kepada pelanggan. Rantai pasok umumya ada 3 . aliran yang harus dikelola yaitu, 1. aliran material yang mengalir dari hulu . dan ke hilir . , 2. aliran uang dan sejenisnya yang mengalir dari hilir ke hulu, aliran informasi yang bisa terjadi dari hulu ke hilir ataupun sebaliknya (I Nyoman. Karakteristik Rantai Pasok Konstruksi Dalam hubungannya dengan struktur dan fungsinya menurut Vrijhoef et al. karakteristik rantai pasok konstruksi meliputi tiga elemen, yakni : A Supply chain memusatkan aliran material pada proyek konstruksi dimana obyek atau produk tunggal berupa bangunan atau lainnya yang akan dirakit 77 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 9 Nomer 2 | Juli 2018 berasal dari material yang dipasok dari Temporary menghasilkan satu proyek konstruksi organisasi proyek. Oleh karenanya rantai pasok konstruksi bersifat tidak stabil, tersekat-sekat, khususnya antara pembangunan proyek. Secara tipikal, manajemen rantai pasok pada proyek konstruksi berbeda-beda, tergantung pada prototype dan produk yang akan dibuat. Oleh karenanya meskipun prosesnya hampir sama, tapi model supply chain yang akan dibentuk perlu disesuaikan dengan prototype proyek bersangkutan. Pelaku Rantai Pasok Konstruksi Pada rantai pasok konstruksi terdapat beberapa pihak atau pelaku yang terlibat dalam pengelolaan rantai pasok yaitu owner, kontraktor, subkontraktor dan spesialis, supplier, dan subkontraktor tenaga kerja. Hubungan Kerjasama Pasok Konstruksi Kinerja Kontraktor Menurut Imam Soeharto . , kinerja suatu proyek erat hubungannya dengan pencapaian tujuan proyek, dimana tujuan proyek dibatasi oleh 3 . batasan yaitu : Anggaran, proyek harus diselesaikan dengan biaya yang tidak melebihi Jadwal, proyek harus dikerjakan sesuai dengan kurun waktu dan tanggal akhir yang telah ditentukan. Mutu, produk atau hasil kegiatan proyek harus memenuhi spesifikasi dan kriteria yang di persyaratkan. Rantai Rantai pasokan konstruksi memiliki peran sangat penting karena didalamnya terdapat pihak-pihak yang terlibat, ada pihak yang berperan sebagai supplier ,dan pihak yang berperan sebagai customer. Dilihat dari sisi pandang kontraktor, pihak yang berperan dalam proses produksi di site konstruksi dapat dikelompokkan sebagai AusupplierAy terlepas dengan siapa pihak tersebut memiliki hubungan kontrak. Adapun pihak yang akan menerima atau menggunakan produk yang dihasilkan oleh rantai pasok adalah AycustomerAy. Dengan demikian ada beberapa hubungan kerjasama yang terjadi 78 | K o n s t r u k s i a didalam proses produksi konstruksi yaitu hubungan antara kontraktor dengan owner menunjukan hubungan ke hilir, dan hubungan ke hulu yang terjadi antara kontraktor dengan pihak-pihak yang terlibat dalam proses produksi. Gambar 2. Batasan Proyek Sumber : Imam Soeharto, 1995 Structural Equation Modeling (SEM) Model persamaan struktural (Structural Equation Modelin. merupakan suatu teknik analisis multivariat generasi kedua yang menggabungkan antara analisis faktor dan analisis jalur sehingga memungkinkan peneliti untuk menguji dan mengestimasi secara simultan hubungan antara multiple laten variabel independen dan multiple laten variabel dependen dengan banyak indikator serta dapat menguji model dengan efek PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (Andi Ae Irma Ae Oktavian. mediator maupun moderator, model dalam non-linier pengukuran (Chain 1998. Gaven et al. Garson 2012, dalam Hengky Laten, 2. Konsep Dasar Struktural (SEM) Model Persamaan Model Pengukuran Model pengukuran adalah hubungan antara variabel indikator . ariabel Hubungan ini dinyatakan dengan faktor pembebanan yang menunjukkan besarnya korelasi antara indikator dengan variabel laten yang dijelaskannya. Dalam melakukan analisa pada model pengukuran ini, metode yang digunakan adalah analisis faktor Variabel Laten dan Variabel Observasi Variabel laten merupakan variabel yang tidak dapat diukur secara langsung, sering juga konstruk akan tetapi diukur dengan indikator-indikatornya. Variabel laten dapat berupa variabel eksogen, variabel endogen, variabel mediasi ataupun variabel moderasi. Variabel observasi merupakan variabel yang dapat mengukur secara langsung sering disebut juga manifest variable yang menjelaskan unobserved variable untuk model, tetapi tidak punya kemampuan untuk men-generalisasi. Nilai derajat bebas dihitung dengan rumus : df = A [. ] Ae t AA . p = jumlah variabel indikator endogen q = jumlah variabel indikator eksogen t = jumlah parameter model yang harus di Under Identified Keadaan dimana model structural dengan Hal mengindentifikasi bahwa parameter yang diestimasi lebih banyak dari matriks input sehingga analisis model tidak dapat Over Identified Keadaan dimana lebih banyak persamaan dari pada parameter yang diestimasi . erajat Pengidentifikasian generalisasi dapat dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh kecocokan model yang tinggi dengan derajat bebas besar. Identifikasi Model Identifikasi model berkaitan dengan jumlah persamaan yang ada dibandingkan dengan banyak parameter yang ditaksir, sebagai upaya mencari solusi yang unik Dalam mengidentifikasi sebuah model ada tiga macam kriteria : Just Identified Keadaan dimana persamaan yang ada sama dengan banyak koefisien yang diestimasi . erajat bebas = . Dimana model struktural dapat dengan pasti mengestimasi 79 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 9 Nomer 2 | Juli 2018 Metode Penelitian Gambar 3. Bagan Alir Penelitian Sumber : Analisis Penulis, 2014 Pengumpulan Data Survey Pendahuluan dan Rancangan Kuisioner Survey pendahuluan dan rancangan mensurvey proyek-proyek konstruksi yang ada di Provinsi Banten dan DKI Jakarta yang akan dijadikan objek penelitian dan untuk mendapatkan verifikasi, klarifikasi dan validasi variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini. Pada tahap ini dilakukan penyebaran kuisioner kepada 5 orang pakar. Para pakar tersebut memberikan tanggapan, perbaikan dan masukan terhadap 31 variabel penelitian yang diajukan. Dari hasil rekapitulasi kuisioner tahap pertama, variabel AI4 termasuk kedalam 80 | K o n s t r u k s i a variabel aliran material, variabel AM3 mengalami perubahan kalimat dan variabel AF7 dihilangkan. Dalam kuisioner tahap pertama ini tidak ada variabel tambahan dari para pakar, sehingga ada 30 variabel yang akan digunakan pada pengumpulan tahap kedua. Pengumpulan Data Tahap Kedua Setelah melakukan survey pendahuluan dan rancangan kuisioner didapat variabel penelitian yang berjumlah 30 variabel, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data tahap kedua. Pada tahap kedua ini pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden. Penyebaran kuisioner tahap kedua ini dilakukan pada proyek-proyek pemerintah maupun swasta di Provinsi Banten dan DKI Jakarta, baik yang telah dilaksanakan maupun yang sedang dalam proyek Dari 120 kuisioner yang disebar, hanya 104 kuisioner yang dikembalikan. Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas Berikut ini adalah hasil uji validitas dengan software SPSS v. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Aliran Informasi Variabel Indikator AI1 AI2 AI3 AI4 AI5 Aliran AI6 Informasi AI7 AI8 AI9 AI10 AI11 Sumber : Hasil Analisis . PValue PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (Andi Ae Irma Ae Oktavian. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Aliran Material Variabel Indikator AM1 AM2 AM3 AM4 Aliran AM5 Material AM6 AM7 AM8 AM9 Sumber : Hasil Analisis . PValue Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Aliran Finansial Variabel Indikator AF1 AF2 AF3 Aliran AF4 Finansial AF5 AF6 AF7 Sumber : Hasil Analisis . PValue Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Kontraktor Variabel Indikator KK1 Kinerja KK2 Kontraktor KK3 Sumber : Hasil Analisis . PValue Semua variabel dinyatakan valid karena memiliki nilai korelasi lebih besar dari rtabel, dimana r-tabel untuk a = 5% dengan derajat bebas 102 adalah 0. 1946, yang berarti signifikan. Uji Reliabilitas Berikut adalah hasil uji reliabilitas dengan software SPSS v. Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach's N of Alpha Items Sumber : Hasil Analisis . Nilai cronbachAos alpha dari 30 indikator adalah 0,868. Nilai cronbachAos alpha dari pengujian ini lebih dari 0,70 sehingga indikator pembentuk setiap variabel adalah Asumsi Model Persamaan Struktural Uji Normalitas Hasil uji normalitas dengan software SPSS Tabel 6. Hasil Uji Normalitas KolmogorovSmirnova Statistic df Sig. 074 104 . 080 104 . 077 104 . 074 104 . Sumber : Hasil Analisis . Variabel Hasil pengujian, nilai signifikansi lebih besar dari 0. 05 sehingga semua data berdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Dengan AMOS determinan matriks kovarians sampel adalah sebesar 4. 00E-17 yang jauh dari nol. Pada program-program komputer SEM telah menyediakan fasilitas AuwarningAy setiap kali terdapat indikasi multikoliearitas atau singularitas. Dalam proses model dan data pada penelitian ini, tidak muncul AuwarningAy pada program 81 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 9 Nomer 2 | Juli 2018 AMOS v. 21, sehingga evaluasi atas multikoliearitas dan singularity dapat terpenuhi dan data ini layak untuk Analisis Faktor Konfirmatori Variabel Aliran Informasi Hasil analisis faktor konfirmatori modifikasi dengan software AMOS v. Tabel 7. Analisis Faktor Konfirmatori Aliran Informasi Modifikasi Hubungan AI1 C AI AI2 C AI AI3 C AI AI4 C AI AI5 C AI AI6 C AI AI9 C AI AI10 C AI AI11 C AI Jumlah Sumber : Hasil Analisis . Standar Loading (A) Error P-value *** *** *** *** *** *** Variabel Aliran Material Hasil analisis faktor konfirmatori modifikasi dengan software AMOS v. Tabel 8. Analisis Faktor Konfirmatori Aliran Material Modifikasi Hubungan AM1 C AM AM2 C AM AM3 C AM AM4 C AM AM6 C AM AM7 C AM AM8 C AM AM9 C AM Jumlah Sumber : Hasil Analisis . 82 | K o n s t r u k s i a Standar Loading (A) Error P-value *** *** *** *** *** *** *** *** PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (Andi Ae Irma Ae Oktavian. Variabel Aliran Finansial Hasil analisis faktor konfirmatori modifikasi dengan software AMOS v. Tabel 9. Analisis Faktor Konfirmatori Aliran Finansial Modifikasi Standar Loading (A) AF1 C AF AF2 C AF AF3 C AF AF4 C AF Jumlah Sumber : Hasil Analisis . Hubungan Dari hasil analisis konfirmatori modifikasi diatas, selanjutnya indikator- Error P-value *** *** indikator tersebut digunakan pada analisis persamaan struktural. Analisis Persamaan Struktural Hasil analisis persamaan struktural dengan software AMOS v. Tabel 10. Estimasi Parameter antar Variabel Laten Model Struktural Hubungan KK C AI KK C AM KK C AF Sumber : Hasil Analisis . Path Coefficien Tabel diatas, adalah aliran finansial merupakan variabel yang tidak signifikan. Maka variabel aliran finansial dihilangkan P-value -0,997 Sig. Sig Sig Sig dari model dan di analisis kembali dengan software AMOS v. Analisis Persamaan Struktural Modifikasi Hasil analisis persamaan struktural dengan software AMOS v. Tabel 11. Estimasi Parameter antar Variabel Laten Model Struktural Sig Path Coefficien KK C AI KK C AM Sumber : Hasil Analisis . Hubungan Sehingga persamaan analisis SEM adalah : P-value Sig. Sig Sig Kinerja Kontraktor = 0. 725 Aliran Informasi 0. 471 Aliran Material. 83 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 9 Nomer 2 | Juli 2018 Goodness Of Fit Model Struktural Signifikansi Tabel 12. Goodness of Fit Model Struktural Signifikan Goodness of Fit Index X2 Ae Chi Square P Ae Value RMSEA GFI AGFI CFI Sumber : Hasil Analisis . Cut of Value Hasil Model Kecil C 0. C 0. C 0. C 0. C 0. Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa seluruh kinerja yang digunakan tidak memenuhi cut of value yang disyaratkan untuk kesesuaian model. Dapat dikatakan Evaluasi Model Marginal Marginal Marginal Marginal Marginal Marginal model tersebut marginal . endekati bai. , karena tidak memiliki nilai yang memenuhi kriteria sehingga model belum diterima. Hasil Pembahasan Dari 30 indikator yang ada, terdapat 24 indikator rantai pasok yang berpengaruh terhadap kinerja kontraktor. Berikut adalah indikator yang berpengaruh berdasarkan hasil analisis. Tabel 13. Indikator Rantai Pasok yang Berpengaruh Variabel Aliran Informasi Indikator AI1 AI2 AI3 AI4 AI5 AI6 AI9 AI10 AI11 AM1 AM2 Aliran Material AM3 AM4 AM6 84 | K o n s t r u k s i a Aktifitas Revisi rencana kerja Kelengkapan detail desain proyek Kendala selama pelaksanaan proyek Koordinasi dengan pihak owner Kesesuaian data yang dipakai Jalur koordinasi untuk mengambil suatu Sistem komunikasi untuk pengadaan dan perubahan harga material Identifikasi permasalahan aliran informasi Metode transmittal dokumen antar perusahaan supply chain dalam pemrosesan pengadaan Kinerja pemasok Kesesuaian volume material pada saat pengadaan material Kesesuaian kualitas material dengan spesifikasi Waktu tenggang antara waktu pengiriman dengan permintaan Prosedur pergudangan, material handling dan PENGARUH RANTAI PASOK TERHADAP KINERJA KONTRAKTOR (Andi Ae Irma Ae Oktavian. AM7 AM8 AM9 AF1 AF2 Aliran Finansial AF3 AF4 KK1 Kinerja KK2 Kontraktor KK3 Sumber : Hasil Analisis . Pengadaan material langsung dari perusahaan Sistem distribusi material dan peralatan dari gudang pusat sampai ke pengguna di proyek Sistem pencatatan arus keluar masuk material Kelancaran pembayaran oleh pemilik Frekuensi pembayaran Arus dana proyek Perubahan harga material Biaya Waktu Mutu Pengaruh Aliran Informasi Aliran informasi berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor. Semakin baik aliran informasi menunjukkan semakin tinggi kinerja kontraktor. Hal ini tidak sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Soetoyo . bahwa aliran informasi cenderung tidak mempengaruhi proses pekerjaan di lapangan. Kenyataannya aliran informasi seperti revisi rencana kerja, detail desain yang tidak lengkap, informasi kendala selama pelaksanaan, koordinasi dengan pihak owner, dan lain-lain konstruksi dan apabila terjadi Aumiss communicationAy beresiko menimbulkan keterlambatan konstruksi. Pengaruh Aliran Material Aliran material berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor. Semakin baik aliran material menunjukkan semakin tinggi kinerja kontraktor. Hal ini sama dengan penelitian Wals dkk . dalam Soetoyo . bahwa aliran material rantai pasok merupakan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan proyek konstruksi. Kinerja pemasok yang jelek, ketidaksesuaian volume material, ketidaksesuaian mutu material, keterlambatan pengiriman dan lain-lain keterlambatan konstruksi. Pengaruh Aliran Finansial Aliran signifikan terhadap kinerja kontraktor. Hal ini tidak sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Soetoyo . bahwa aliran finansial berpengaruh signifikan terhadap Kenyataannya aliran finansial memang berpengaruh terhadap kinerja kontraktor, dimana kelancaran pembayaran dan tingkat frekuensi pembayaran oleh owner, serta mempengaruhi kelancaran arus dana proyek . ash flo. dan memepengaruhi kelancaran proses pelaksanaan konstruksi. Lain hal, bila antara owner atau kontraktor melakukan perjanjian kerja sama (MoU) dengan pihak pemasok yang menjadi Perjanjian pembelian yang dilakukan merupakan kontrak jangka panjang, sehingga pembayaran bersifat tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja Dan apabila sistem pembelian atas dasar konsinyasi, sistem pembelian ini menyebabkan pembeli tidak menanggung resiko finansial atas penyediaan barang yang dibeli. Selama barang belum dipakai oleh kontraktor, barang masih milik Yang bertanggung jawab atas kerusakan terhadap barang, selama belum dipakai oleh pembeli adalah penjual, namun barang disimpan di gudang pembeli. Dan pada penelitian ini, ada beberapa perusahaan kontraktor yang merupakan 85 | K o n s t r u k s i a Jurnal Konstruksia | Volume 9 Nomer 2 | Juli 2018 anak perusahaan dari perusahaan penyedia dan memproduksi material, sehingga pemenuhan kebutuhan material pada proyek bisa dilakukan tanpa harus mendahulukan pembayaran . Beberapa hal diatas bisa menguatkan bahwa aliran finansial bersifat tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja kontraktor. Kesimpulan Faktor-faktor rantai pasok konstruksi di Provinsi Banten dan DKI Jakarta meliputi aliran informasi, aliran material, dan aliran finansial. Terdapat 24 indikator rantai pasok yang Aliran informasi dan material berpengaruh positif terhadap kinerja kontraktor, aliran finansial tidak Perjanjian jangka panjang, sistem pembelian konsinyasi serta anak perusahaan dari pemasok adalah hal-hal yang menguatkan aliran finansial tidak berpengaruh signifikan. Semakin tinggi pengelolaan aliran informasi dan material semakin tinggi kinerja kontraktor. Aliran informasi mempunyai pengaruh positif . dibandingkan aliran material . Daftar Pustaka