Educate Journal of Community Service in Education Vol. No. , pp. 65-76 | e-ISSN: 2828-5727 http://journal. id/index. php/educate Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan Rani Rahim1*. Muya Syaroh Iwanda Lubis2. Asrindah Nasution3. Ahmad Taufiq Harahap4. Nur Rahmi Rizqi5. Zainal Azis6 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dharmawangsa. Medan. Indonesia1,4 Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Dharmawangsa. Medan. Indonesia2 Program Studi Administrasi Bisnis. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Dharmawangsa. Medan. Indonesia3 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Al Washliyah. Medan. Indonesia5 Program Studi Pendidikan Matematika. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan. Indonesia6 ranirahim@dharmawangsa. id*1, muyasyarohiwanda@dharmawangsa. asrindanasution90@dharmawangsa. id3, atharahap7573@dharmawangsa. id 4, rizqi@gmail. com5, zainalaziz@umsu. *Corresponding Author Submit: 19 Oktober 2025. revisi: 11 Desember 2025, diterima: 18 Desember 2025 ABSTRAK Perkembangan teknologi dan inovasi dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memanfaatkan alat edukasi yang efektif dan inovatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru-guru MIS Nurul Hidayah Medan dalam menggunakan berbagai alat edukasi untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemaparan materi dan demonstrasi penggunaan alat edukasi. Alat edukasi yang diperkenalkan mencakup media pembelajaran visual, audio-visual, alat peraga konkret, serta aplikasi teknologi pendidikan yang sesuai dengan karakteristik siswa madrasah ibtidaiyah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru MIS Nurul Hidayah Medan sebanyak 10 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan mengimplementasikan alat edukasi dalam pembelajaran. Para guru mampu mengidentifikasi jenis alat edukasi yang sesuai dengan materi pembelajaran dan karakteristik siswa. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pengisian kuesioner kepuasan peserta. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di MIS Nurul Hidayah Medan, dimana guru menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. Kata kunci: Alat Edukasi. Media Pembelajaran. MIS Nurul Hidayah Medan. Pelatihan ABSTRACT Technological developments and innovations in education require teachers to continuously improve their competencies in utilizing effective and innovative educational tools. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of MIS Nurul Hidayah Medan teachers in using various educational tools to support a more interactive and engaging learning process. The activity implementation methods include material presentation and demonstrations of the use of educational tools. The educational tools 32585/educate. 7391 | 65 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi Ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. introduced include visual learning media, audio-visuals, concrete demonstrations, and educational technology applications that are appropriate to the characteristics of elementary school students. This activity was attended by all 10 MIS Nurul Hidayah Medan teachers. The results of the activity showed an increase in teachers' understanding and skills in designing and implementing educational tools in Teachers were able to identify the types of educational tools that are appropriate to the learning materials and student characteristics. Evaluation of the activity was carried out through pre-tests and post-tests and filling out participant satisfaction questionnaires. This community service activity has a positive impact on improving the quality of learning at MIS Nurul Hidayah Medan, where teachers become more creative and innovative in delivering lesson materials to students. Keywords: Educational Tools. Learning Media. MIS Nurul Hidayah Medan. Training Copyright A 2025 The Author. This is an open access article under the CC BY-SA license. PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang Dalam konteks pendidikan dasar, khususnya di Madrasah Ibtidaiyah, peran guru sangat strategis dalam membentuk karakter dan kompetensi peserta didik. Namun, tantangan yang dihadapi guru saat ini semakin kompleks, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tuntutan pembelajaran abad 21 yang mengharuskan penggunaan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik (Nur. , & Madkur. A, 2. Guru sebagai ujung tombak pendidikan memiliki peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik (Suharsimi, 2. Namun demikian, tidak semua guru memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam menggunakan alat-alat edukasi, baik yang bersifat konvensional maupun berbasis teknologi. Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Nurul Hidayah Medan sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tingkat dasar memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan berkualitas kepada peserta didiknya. Observasi awal menunjukkan bahwa guru-guru di MIS Nurul Hidayah Medan masih memiliki keterbatasan dalam hal pengetahuan dan keterampilan menggunakan alat-alat edukasi yang beragam. Pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dengan metode ceramah dan penggunaan media pembelajaran yang terbatas (Rusman. Alat edukasi atau media pembelajaran merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran yang dapat meningkatkan efektivitas transfer pengetahuan dari guru kepada Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa dalam belajar (Arsyad. A, 2. Alat edukasi yang dimaksud mencakup berbagai jenis media pembelajaran seperti alat peraga manipulatif, media visual, audio-visual, hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat edukasi yang tepat dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, mempermudah pemahaman konsep abstrak, dan mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa, (Daryanto, 2. Penggunaan alat edukasi yang efektif juga sejalan dengan teori pembelajaran konstruktivisme yang menekankan pentingnya siswa membangun pengetahuannya sendiri melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan lingkungan belajar (Trianto, 2. Oleh karena itu, guru perlu dibekali dengan kompetensi untuk memilih, mengembangkan, dan menggunakan alat edukasi yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran dan kebutuhan siswa. 32585/educate. 7391 | 66 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Pelatihan merupakan salah satu upaya pengembangan profesional guru yang efektif untuk meningkatkan kompetensi pedagogik. Pelatihan guru bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional guru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya (Mulyasa, 2. Melalui pelatihan mengenai alat edukasi, diharapkan guru-guru dapat memahami berbagai jenis alat edukasi, cara pembuatan, serta teknik penggunaannya dalam pembelajaran sehari-hari di kelas. MIS Nurul Hidayah Medan sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam di tingkat dasar memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menggunakan alat edukasi menjadi salah satu hambatan dalam mewujudkan pembelajaran yang efektif dan menyenangkan. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat dalam bentuk pelatihan mengenai alat edukasi kepada guruguru MIS Nurul Hidayah Medan menjadi sangat penting dan strategis. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa masih banyak guru, khususnya di madrasah, yang belum optimal dalam memanfaatkan alat edukasi dalam pembelajaran. Penelitian yang dilakukan oleh (Tafonao, 2. mengungkapkan bahwa salah satu kendala dalam pembelajaran adalah minimnya pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan serta menggunakan media pembelajaran yang variatif. Kondisi ini juga dialami oleh guru-guru di MIS Nurul Hidayah Medan, di mana berdasarkan observasi awal, sebagian besar guru masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dengan minimnya penggunaan alat edukasi yang inovatif. Berdasarkan analisis situasi tersebut, program pengabdian masyarakat ini dirancang untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru MIS Nurul Hidayah Medan tentang berbagai jenis alat edukasi dan cara penggunaannya dalam proses pembelajaran. Melalui pelatihan ini, diharapkan guru-guru dapat meningkatkan kompetensi pedagogiknya dalam menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan bermakna bagi siswa. Program pelatihan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kompetensi guru maupun kualitas pembelajaran di MIS Nurul Hidayah Medan. Dengan meningkatnya pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan alat edukasi, diharapkan proses pembelajaran dapat berlangsung lebih aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal (Sanjaya, 2. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan September 2025 di MIS Nurul Hidayah Medan yang beralamat di Jl. Tangguk Bongkar II No. Tegal Sari Mandala II. Kec. Medan Denai. Kota Medan. Sumatera Utara 20224. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari. Peserta kegiatan ini adalah seluruh guru MIS Nurul Hidayah Medan yang berjumlah 10 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelatihan partisipatif yang melibatkan peserta secara aktif dalam proses pembelajaran. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: Tahap Persiapan Tahap persiapan meliputi: Koordinasi dengan pihak sekolah untuk menentukan jadwal dan kebutuhan kegiatan Penyusunan materi pelatihan dan instrumen evaluasi Persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk demonstrasi dan praktik Pembuatan modul pelatihan untuk peserta Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode sebagai berikut: Pre-test 32585/educate. 7391 | 67 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Sebelum kegiatan pelatihan dimulai, peserta diberikan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan dan pemahaman awal tentang alat edukasi dan penggunaannya dalam pembelajaran. Pre-test berbentuk tes tertulis dengan 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian. Pemaparan Materi Pemaparan materi dilakukan oleh tim pengabdian dengan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Materi yang dipaparkan meliputi: C Konsep dan jenis-jenis alat edukasi C Prinsip pemilihan alat edukasi yang sesuai dengan karakteristik siswa MI C Teori belajar yang mendasari penggunaan alat edukasi C Langkah-langkah merancang pembelajaran dengan alat edukasi C Evaluasi efektivitas penggunaan alat edukasi Demonstrasi Tim pengabdian melakukan demonstrasi penggunaan berbagai alat edukasi, meliputi: C Media pembelajaran visual . oster, flashcard, peta konse. C Media audio-visual . ideo pembelajaran, animasi edukati. C Alat peraga konkret . odel matematika, kit IPA sederhan. C Aplikasi teknologi pendidikan (Quizizz. Kahoot. Canva for Educatio. Post-test Di akhir kegiatan, peserta diberikan post-test dengan soal yang setara dengan pre-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan pemahaman setelah mengikuti Tahap Evaluasi Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan beberapa instrumen: C Pre-test dan Post-test: Untuk mengukur peningkatan pengetahuan kognitif peserta C Observasi: Untuk menilai keterampilan peserta dalam praktik menggunakan alat C Kuesioner Kepuasan: Untuk mengukur kepuasan peserta terhadap pelaksanaan Instrumen yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi: Tes Pengetahuan Tes pengetahuan berbentuk tes tertulis yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan 5 soal uraian yang mengukur pemahaman peserta tentang konsep alat edukasi, jenis-jenis alat edukasi, dan prinsip penggunaannya dalam pembelajaran. Lembar Observasi Lembar observasi digunakan untuk menilai keterampilan peserta dalam praktik menggunakan alat edukasi. Aspek yang dinilai meliputi: C Ketepatan pemilihan alat edukasi sesuai materi C Kemampuan mengoperasikan atau menggunakan alat edukasi C Kreativitas dalam merancang penggunaan alat edukasi C Kemampuan mengintegrasikan alat edukasi dalam skenario pembelajaran Kuesioner Kepuasan Kuesioner kepuasan menggunakan skala Likert 1-5 untuk mengukur tingkat kepuasan peserta terhadap berbagai aspek kegiatan, meliputi: C Kesesuaian materi dengan kebutuhan C Kualitas penyampaian materi C Kualitas demonstrasi dan praktik C Fasilitas dan sarana yang disediakan 32585/educate. 7391 | 68 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. C Manfaat kegiatan secara keseluruhan Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif: Analisis Kuantitatif C Hasil pre-test dan post-test dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata, standar deviasi, dan persentase peningkatan (N-Gain scor. C Hasil observasi keterampilan dianalisis dengan menghitung nilai ratarata dari setiap aspek yang dinilai C Hasil kuesioner kepuasan dianalisis dengan menghitung persentase tingkat kepuasan untuk setiap aspek Analisis Kualitatif C Analisis terhadap hasil refleksi peserta dan catatan lapangan selama HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diikuti oleh 10 orang guru MIS Nurul Hidayah Medan. Berdasarkan hasil pre-test yang dilakukan sebelum kegiatan pelatihan, diperoleh data sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Pre-test Pengetahuan Peserta Aspek Penilaian Nilai Rata-rata Konsep alat edukasi Jenis-jenis alat edukasi Prinsip pemilihan alat edukasi Merancang pembelajaran dengan alat edukasi Evaluasi penggunaan alat edukasi Rata-rata Keseluruhan Kategori Cukup Cukup Kurang Kurang Kurang Kurang Hasil pre-test menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan awal peserta tentang alat edukasi masih dalam kategori kurang dengan nilai rata-rata 55. Aspek yang paling rendah adalah kemampuan merancang pembelajaran dengan alat edukasi . dan evaluasi penggunaan alat edukasi . Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun guru memiliki pemahaman dasar tentang konsep alat edukasi, mereka masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam mengaplikasikannya secara praktis dalam pembelajaran. Dari hasil wawancara informal dengan peserta, ditemukan beberapa kendala yang dihadapi guru dalam menggunakan alat edukasi, antara lain: Keterbatasan pengetahuan tentang jenis-jenis alat edukasi yang tersedia Kurangnya keterampilan dalam merancang dan membuat alat edukasi sendiri Keterbatasan waktu untuk mempersiapkan alat edukasi Minimnya fasilitas dan anggaran untuk pengadaan alat edukasi Kurangnya pelatihan yang diterima sebelumnya. 32585/educate. 7391 | 69 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Gambar 1. Guru sedang mengerjakan pre-test Pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan jadwal sebagai berikut: Hari Pertama: C Sesi 1: Pembukaan, pre-test, dan pengenalan konsep alat edukasi C Sesi 2: Jenis-jenis alat edukasi dan prinsip pemilihannya C Sesi 3: Demonstrasi penggunaan media visual dan audio-visual C Sesi 4: Praktik merancang dan membuat media visual Hari Kedua: C Sesi 5: Demonstrasi penggunaan alat peraga konkret C Sesi 6: Pengenalan dan praktik aplikasi teknologi pendidikan C Sesi 7: Simulasi pembelajaran menggunakan alat edukasi C Sesi 8: Refleksi, post-test, dan penutupan Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan berpartisipasi dalam setiap kegiatan praktik. Suasana pelatihan berlangsung kondusif dan interaktif. Pemaparan Materi Pada sesi pemaparan materi, tim pengabdian menjelaskan berbagai konsep teoretis yang mendasari penggunaan alat edukasi dalam pembelajaran. Materi yang disampaikan meliputi: Konsep Alat Edukasi: Pengertian, fungsi, dan manfaat alat edukasi dalam pembelajaran di MI. Jenis-Jenis Alat Edukasi: Klasifikasi alat edukasi berdasarkan karakteristiknya . isual, audio, audio-visual, multimedi. dan berdasarkan penggunaannya . lat peraga, media cetak, media elektroni. Prinsip Pemilihan Alat Edukasi: Kriteria pemilihan alat edukasi yang meliputi kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, karakteristik siswa, materi pembelajaran, efisiensi dan efektivitas, serta ketersediaan. Teori Belajar: Penjelasan singkat tentang teori belajar yang relevan . ehaviorisme, konstruktivisme, kognitivism. dan implikasinya terhadap penggunaan alat edukasi. Langkah-Langkah Merancang Pembelajaran dengan Alat Edukasi: Proses sistematis mulai dari analisis kebutuhan, pemilihan alat, perancangan penggunaan, implementasi, hingga Peserta memberikan respons positif terhadap pemaparan materi. Mereka menyatakan bahwa materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai dengan contoh-contoh konkret yang relevan dengan konteks pembelajaran di MI. 32585/educate. 7391 | 70 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Gambar 2. Guru sedang memaparkan materi di depan peserta kegiatan Demonstrasi Pada sesi demonstrasi, tim pengabdi memperkenalkan dan memperagakan penggunaan berbagai alat edukasi. Beberapa alat edukasi yang didemonstrasikan antara lain: Media Visual: C Pembuatan poster pembelajaran menggunakan aplikasi Canva C Penggunaan flashcard untuk pembelajaran kosakata bahasa Inggris C Pembuatan peta konsep untuk memudahkan pemahaman materi Media Audio-Visual: C Pencarian dan pemilihan video pembelajaran yang berkualitas dari YouTube C Penggunaan aplikasi Powtoon untuk membuat animasi edukatif sederhana C Teknik menampilkan video pembelajaran dengan efektif di kelas Alat Peraga Konkret: C Penggunaan balok Dienes untuk pembelajaran operasi hitung matematika C Pembuatan alat peraga sistem tata surya dari bahan sederhana C Penggunaan kit IPA sederhana untuk eksperimen Aplikasi Teknologi Pendidikan: C Penggunaan Quizizz untuk membuat kuis interaktif C Penggunaan Kahoot untuk permainan edukatif C Penggunaan WordWall untuk membuat berbagai aktivitas pembelajaran interaktif C Pengenalan Google Classroom untuk pengelolaan kelas digital Gambar 3. Tim pengabdi memperkenalkan contoh-contoh alat edukasi yang telah diterapkan di dalam kelas 32585/educate. 7391 | 71 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Umpan Balik dan Refleksi Setelah setiap simulasi, tim pengabdian memberikan umpan balik yang konstruktif. Umpan balik difokuskan pada: C Ketepatan pemilihan alat edukasi sesuai dengan tujuan pembelajaran C Kreativitas dalam merancang penggunaan alat edukasi C Teknik mengintegrasikan alat edukasi dalam skenario pembelajaran C Pengelolaan kelas selama menggunakan alat edukasi C Cara mengevaluasi efektivitas penggunaan alat edukasi Peserta juga diminta untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman mereka selama praktik. Beberapa poin penting dari refleksi peserta antara lain: C Menyadari pentingnya variasi alat edukasi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa C Memahami bahwa alat edukasi tidak harus mahal atau canggih, tetapi dapat dibuat dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar C Merasa lebih percaya diri untuk mencoba menggunakan teknologi pendidikan dalam C Berkomitmen untuk mulai mengimplementasikan alat edukasi yang telah dipelajari di kelas masing-masing Peningkatan Kompetensi Peserta Untuk mengukur peningkatan kompetensi peserta setelah mengikuti pelatihan, dilakukan post-test dengan soal yang setara dengan pre-test. Hasil post-test dibandingkan dengan hasil pre-test sebagai berikut: Tabel 2. Perbandingan Hasil Pre-test dan Post-test Aspek Penilaian Pre-test Post-test Peningkatan N-Gain Konsep alat edukasi 68 (Sedan. Jenis-jenis alat edukasi 76 (Tingg. Prinsip pemilihan alat edukasi 69 (Sedan. Merancang pembelajaran dengan alat edukasi 50. 70 (Tingg. Evaluasi penggunaan alat edukasi 66 (Sedan. Rata-rata Keseluruhan 70 (Tingg. Dari tabel di atas, terlihat adanya peningkatan yang signifikan pada semua aspek pengetahuan peserta. Nilai rata-rata keseluruhan meningkat dari 55. 6 menjadi 86. 6 dengan peningkatan sebesar 31. 0 poin. Nilai N-Gain sebesar 0. 70 menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan peserta berada pada kategori tinggi. Aspek yang mengalami peningkatan paling besar adalah jenis-jenis alat edukasi . 0 poi. dan merancang pembelajaran dengan alat edukasi . 0 poi. Perbandingan hasil Pre-test dan Post-test dapat dilihat dari gambar berikut 32585/educate. 7391 | 72 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Konsep alat Jenis-jenis alat Prinsip Merancang pemilihan alat pembelajaran dengan alat Pre-test Post-test Peningkatan Evaluasi alat edukasi Gambar 4. Perbandingan Hasil Pre-Test dan Post Test Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan demonstrasi dan praktik yang dilakukan sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta tentang berbagai jenis alat edukasi yang dapat digunakan dan cara merancang penggunaannya dalam pembelajaran. Evaluasi Kepuasan Peserta Untuk mengetahui tingkat kepuasan peserta terhadap pelaksanaan kegiatan, dilakukan survei menggunakan kuesioner dengan skala Likert 1-5. Hasil survei dirangkum dalam tabel Tabel 3. Hasil Kuesioner Kepuasan Peserta Aspek yang Dinilai Nilai Rata-rata Persentase Kategori Kesesuaian materi dengan kebutuhan Sangat Puas Kualitas penyampaian materi Sangat Puas Kualitas demonstrasi dan praktik Sangat Puas Fasilitas dan sarana Sangat Puas Manfaat kegiatan Sangat Puas Rata-rata Keseluruhan Sangat Puas Hasil kuesioner menunjukkan bahwa peserta sangat puas dengan pelaksanaan kegiatan pelatihan, dengan nilai rata-rata 4. 7 dari skala 5 atau setara dengan 94%. Aspek yang memperoleh penilaian tertinggi adalah manfaat kegiatan . , yang menunjukkan bahwa peserta merasakan manfaat yang sangat besar dari kegiatan pelatihan ini. Aspek kualitas demonstrasi dan praktik juga memperoleh nilai tinggi . , yang menunjukkan bahwa metode pelatihan yang digunakan sangat efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Beberapa komentar positif dari peserta antara lain: C "Pelatihan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan saya tentang berbagai alat edukasi yang dapat digunakan dalam pembelajaran" C "Saya sangat terbantu dengan demonstrasi langsung dan kesempatan praktik. Sekarang saya lebih percaya diri untuk menggunakan teknologi dalam mengajar" C "Materi yang disampaikan sangat praktis dan langsung bisa diterapkan di kelas" C "Tim pengabdian sangat sabar dan jelas dalam menjelaskan. Suasana pelatihan juga 32585/educate. 7391 | 73 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Meskipun mayoritas peserta memberikan respons positif, terdapat beberapa saran untuk perbaikan di masa mendatang: C Menambah durasi pelatihan agar lebih banyak waktu untuk praktik C Menyediakan modul atau panduan tertulis yang lebih detail C Melakukan pendampingan pasca-pelatihan untuk memastikan implementasi di kelas C Menyediakan bantuan teknis untuk pengadaan alat edukasi di sekolah Tahapan terakhir dalam kegiatan pengabdian ini adalah tim pengabdi melakukan foto bersama dengan guru-guru di MIS Nurul Hidayah Medan. Gambar 5. Foto bersama tim pengabdi dengan guru-guru MIS Nurul Hidayah Medan Pembahasan Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan alat edukasi efektif dalam meningkatkan kompetensi guru MIS Nurul Hidayah Medan. Peningkatan yang signifikan terlihat baik dari aspek pengetahuan . maupun keterampilan . Metode pelatihan yang menggabungkan pemaparan teori, demonstrasi, dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta. Hal ini sejalan dengan teori (Joyce. , & Showers. B, 2. yang menyatakan bahwa pelatihan guru yang efektif harus mencakup komponen teori, demonstrasi, praktik, dan umpan balik. Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya mendengarkan penjelasan teoritis, tetapi juga melihat demonstrasi langsung dan memiliki kesempatan untuk praktik menggunakan alat edukasi. Tingginya nilai N-Gain . menunjukkan bahwa terjadi pembelajaran yang bermakna selama kegiatan pelatihan. Peningkatan yang tinggi pada aspek merancang pembelajaran dengan alat edukasi . 0 poi. menunjukkan bahwa kesempatan praktik dan simulasi sangat membantu peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan teoretis ke dalam konteks praktis. Tingginya tingkat kepuasan peserta . %) menunjukkan bahwa materi pelatihan sangat relevan dengan kebutuhan guru. Pemilihan alat edukasi yang diperkenalkan dalam pelatihan disesuaikan dengan konteks pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah dan karakteristik siswa usia sekolah dasar. Penggunaan alat peraga konkret, misalnya, sangat sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa MI yang berada pada tahap operasional konkret Piaget dalam (Santrock, 2. Pengenalan aplikasi teknologi pendidikan seperti Quizizz dan Kahoot juga mendapat respons positif dari peserta. Aplikasi-aplikasi ini mudah digunakan, gratis, dan dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif. Penelitian (Hidayat. , & Rahmawati. D, 2. menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi pembelajaran interaktif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa MI secara signifikan. Selain itu, perkembangan teknologi menjadi salah satu penyebab siswa malas belajar dan membaca, lebih senang bermain game online dan melihat youtube (Siwi, 2. Hal ini juga sejalan dengan (Sriyanto, 2. masa era modern saat ini, sangat tepat jika disediakan bahan pembelajaran yang sesuai dengan kemajuan 32585/educate. 7391 | 74 Rahim et al. Pelatihan Mengenai Alat Edukasi ke Guru-Guru MIS Nurul Hidayah Medan. Educate: Journal of Community Service in Education. Vol. No. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) karena pada dasarnya generasi sekarang adalah generasi yang tidak lepas dari perkembangan teknologi. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dan pembahasan kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan alat edukasi di MIS Nurul Hidayah Medan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Tingkat pengetahuan dan keterampilan awal guru MIS Nurul Hidayah Medan dalam menggunakan alat edukasi masih dalam kategori kurang dengan nilai rata-rata pre-test 55. Terjadi peningkatan kompetensi yang signifikan pada guru setelah mengikuti pelatihan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di MIS Nurul Hidayah Medan. Pelatihan mengenai alat edukasi kepada guru-guru MIS Nurul Hidayah Medan telah terlaksana dengan baik dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Antusiasme dan partisipasi aktif peserta menunjukkan keberhasilan kegiatan ini. Guru-guru telah memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menggunakan berbagai alat edukasi, baik digital maupun Diharapkan dengan pelatihan ini, kualitas pembelajaran di MIS Nurul Hidayah Medan akan semakin meningkat dan siswa dapat belajar dengan lebih menyenangkan dan UCAPAN TERIMA KASIH