Jurnal Ilmiah Pamenang - JIP E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 6 No. Juni 2024, 34 - 43 ANALISIS KUALITAS SOAL TRY OUT INTERNAL UJI KOMPETENSI TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN (UKTTK) TAHUN 2022 AN QUALITY ANALYSIS OF QUESTIONS FOR INTERNAL TRY-OUT OF PHARMACY TECHNICIAN COMPETENCIES ACADEMIC YEAR 2022 Farida Tuahuns1*. Alifa Sabrina2. Fitri Savitri3 1,2,3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan IKIFA *faridatuahuns@gmail. Abstrak Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian (UKTTK) merupakan salah satu ujian kompetensi yang dilakukan oleh Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) pada akhir masa pendidikan vokasi guna sebagai syarat memperoleh Sertifikat Kompetensi (Serko. Pelaksanaan UKTTK dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kompetensi TTK dalam pekerjaan kefarmasian. Keberhasilan mahasiswa mengikuti UKTTK tidak terlepas dari kemampuan mereka yang terus diasah melalui soal-soal try-out internal. Diperlukan adanya suatu evaluasi terhadap soal ujian try-out internal UKTTK guna mendapatkan hasil pengukuran yang tepat. Penelitian ini dilakukan untuk mengukur tingkat kesukaran dan daya pembeda masing-masing soal try-out internal UKTTK di STIKes IKIFA tahun 2022. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini dengan subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat i yang mengikuti try-out internal di STIKes IKIFA. Objek penelitian ini adalah soal try-out ke-3 dengan data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif. Hasil uji validitas empiris menunjukkan dari 180 soal, terdapat 18,89% . yang tidak valid, namun nilai Cronbach Alpha pada uji reliabilitas berada pada nilai yang cukup baik yaitu 0,921. Sedangkan untuk uji kesukaran dan daya pembeda soal, mayoritas soal berada pada kategori sukar 28% . dan memiliki daya pembeda yang buruk 40% . Selain itu, terdapat 10 soal yang memiliki daya pembeda negatif, yang mengindikasikan soal tersebut tidak bisa membedakan peserta yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas soal try-out internal masih perlu dilakukan perbaikan dengan melakukan uji kesukaran soal, daya pembeda soal sebelum digunakan. Kata Kunci: tingkat kesukaran soal, daya pembeda soal, uji kompetensi tenaga teknis kefarmasian, tenaga teknis kefarmasian, validitas empiris Abstract The Pharmacy Technician Competencies Test (UKTTK) is one of the competency tests conducted by Pharmacy Technician (TTK) at the end of the vocational education period as a condition for obtaining a Pharmacy Technician Certification (Serko. The implementation of UKTTK is intended to increase the competence of TTK in pharmaceutical work. The success of students participating in UKTTK is inseparable from their ability which continues to be honed through internal try-out questions. It is necessary to have an evaluation of the UKTTK internal try-out questions in order to get the proper measurement goals. This research was conducted to measure the index of difficulty and discrimination index of internal try-out for UKTTK at STIKes IKIFA in the academic year 2022. The descriptive method was used in this study where the research subject is the third-grade students participating in an internal try-out. The third try-out with quantitative data is the subject of this study. The empirical validity test showed that 18. 89% . of the 180 questions were invalid, while the Cronbach alpha score in the reliability test was 0. 921, which is a reasonably good value. The index of difficulty and discrimination index had a majority in the difficult category for 28% . and a poor discrimination index for 40% . There were also 10 items with a negative value on the discrimination index, indicating that these questions could not distinguish between students with high and low knowledge. Overall, the quality of the internal try-out can be improved by testing the index of difficulty and discrimination index Submitted Accepted Website : 20 April 2024 : 26 Juni 2024 : jurnal. id | Email : jurnal. pamenang@gmail. Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. before use. Keywords : index of difficulty, discrimination index. Pharmacy Technician Competencies Test. Pharmacy Technician, empirical validity, internal try-out Pendahuluan Penyelenggaraan upaya kesehatan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab, yang memiliki etik dan moral yang tinggi, keahlian serta kewenangan. Keahlian dari tenaga kesehatan dapat dilihat dari kompetensi yang harus dimiliki oleh Untuk kompetensi dari tenaga kesehatan maka dilakukan proses pengukuran pengetahuan, ketrampilan, dan sikap professional dalam menjalankan praktik yang disebut uji kompetensi (UU RI No 36 Tahun 2. Uji Kompetensi dilakukan kepada tenaga kesehatan agar setiap tenaga kesehatan dapat mencapai standar kompetensi lulusan yang memenuhi standar kompetensi kerja sebagai tenaga kesehatan (Permendikbud No 2 Tahun 2. , dimana salah satu tenaga kesehatan yang dimaksud adalah tenaga kefarmasian (PP RI No 32 Tahun 1. Salah satu dari tenaga Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK) yang bertugas membantu apoteker dalam mengerjakan pekerjaan Setiap TTK dalam menjalankan pekerjaannya wajib memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) dengan terlebih dahulu memiliki sertifikat kompetensi yang didapat dari Ujian Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian (UKTTK) (PP RI No 51 Tahun 2. Pada akhir masa pendidikan vokasi, uji kompetensi secara nasional wajib diikuti oleh mahasiswa bidang kesehatan (UU RI No 36 Tahun 2. Sejak tahun 2020 UKTTK berubah dari tes yang bersifat formatif menjadi sumatif, yang bertujuan untuk mengetahui pencapaian mahasiswa dari pembelajaran yang sudah berakhir (Hasanah. A et al, 2. Terjadi juga perubahan jumlah kelulusan mahasiswa yang mengikuti UKTTK. Di STIKes IKIFA pada saat UKTTK masih bersifat formatif kelulusannya mencapai 100%, namun setelah UKTTK bersifat sumatif pada tahun 2021 kelulusannya hanya mencapai 89,42%. STIKes IKIFA melalui Prodi Di Farmasi mahasiswa dalam memahami soal-soal UKTTK melalui pelaksanaan kegiatan Try Out (TO) Internal. Pelaksanaan kegiatan TO dilakukan sebanyak 4 kali kegiatan selama kurun waktu tahun ajaran 2022/2023 serta diselingi dengan pengayaan bagi mahasiswa yang nilai TO-nya kurang dari 60. Kegiatan TO Internal ini menjadi salah satu agenda wajib setiap tahun. Akan tetapi sejauh ini belum ada evaluasi terkait pelaksanaannya, terutama evaluasi terhadap kualitas instrumen yang digunakan. Upaya mendapatkan hasil pengukuran yang tepat pada suatu ujian dengan memastikan instrumen . oal ujia. yang digunakan harus Soal yang belum terstandarisasi dipandang kurang dapat mencapai tujuan sehingga soal perlu diujikan kepada sampel yang cukup besar kemudian dianalisis untuk menentukan validitas dan reliabilitas dari soal secara keseluruhan. Salah satu tujuan pengukuran adalah untuk mengetahui perbedaan masing-masing peserta tes, sehingga soal yang digunakan harus memperhatikan tingkat kesukaran dan daya pembeda setiap soal (TPIP FIP-UPI, 2. , (Payadnya. IPAA and Jayantika. IGANT. Penelitian terdahulu pada soal Olimpiade Matematika menunjukkan bahwa terdapat perbedaan terkait proporsi kesukaran soal dari panitia dengan hasil analisis. Akan menunjukkan bahwa mayoritas soal memiliki daya pembeda yang baik (Dewi. SS. Hariastuti. RM and Utami. AU. , 2. Adanya perbedaan terkait proporsi kesukaran soal juga terlihat pada analisis soal ujian pelatihan radiografi tingkat 1. Sehingga diperlukan adanya penyesuaian tingkat kesukaran untuk butir soal yang tidak sesuai dengan proyeksi tingkat kesukaran awal (Bagiyono, 2. Penyusunan soal TO Internal di STIKes IKIFA sudah menyesuaikan dengan Blue Print yang memuat beberapa level kompetensi Selain itu, juga telah dilakukan screening awal oleh panitia guna memastikan konten soal sesuai dengan kompetensi lulusan. Akan tetapi belum dilakukan uji validitas secara empiris dan uji reliabilitas untuk melihat kekonsistenan soal TO tersebut. Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. Pembagian proporsi tingkat kesukaran soal dan uji daya pembeda juga perlu dilakukan untuk memastikan kualitas instrumen yang akan digunakan. Berdasarkan uraian di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas soal TO Internal di STIKes IKIFA. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam pembuatan soal TO Metode Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dimana data yang dianalisis tidak digunakan untuk menerima atau menolak hipotesis, melainkan hasil analisis dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat i yang mengikuti TO Internal di STIKes IKIFA. Objek penelitian ini adalah Soal TO Internal ke-3 dengan data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yang diperoleh dari hasil pengerjaan soal yang dianalisis secara statistik dengan menggunakan software Microsoft Excel dan SPSS. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini berupa butir soal berbentuk pilihan ganda yang dianalisis kualitas soal berupa uji validitas empiris dan Kemudian dilanjutkan dengan uji tingkat kesukaran dan daya pembeda. Selain itu juga dilakukan wawancara terhadap 2 orang dosen penyusun soal TO yang juga bertindak sebagai panitia. Skema penelitian disajikan pada gambar 1 di bawah ini. pengujian terhadap kualitas soal. Subjek Gambar 1. Skema Penelitian Penilaian instrumen merupakan hal yang mutlak harus dilakukan oleh pembuat soal guna menghasilkan instrumen yang mampu untuk mengukur tujuan yang akan dicapai. Tahapan pengembangan instrumen disajikan pada gambar 2 (Gatriyani. NP and Mayasari. N 2. Salah satu tahapannya yaitu uji validitas yang dilakukan untuk memastikan bahwa soal TO dapat mengukur kemampuan mahasiswa TTK dengan kondisi bahwa butir soal dikatakan valid jika Soal yang valid kemudian dilanjutkan dengan uji reliabilitas untuk memastikan konsistensi alat Alat ukur dinyatakan reliabel ketika nilai Cronbach Alpha ( ) (Riyanto. S Hatmawan. AA. Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. Gambar 2. Tahapan Pengembangan Instrumen Penelitian Setelah itu, setiap butir soal dianalisis untuk menentukan indeks kesukaran dan daya pembeda soal sesuai dengan jawaban peserta Indeks kesukaran soal diukur menggunakan rumus sebagai berikut: Rentang Tingkat Kesukaran 0,20-0,39 0,40-0,59 0,60-0,79 0,80-1,00 . Dimana P adalah tingkat kesukaran. adalah jumlah perserta tes yang menjawab benar, dan adalah jumlah partisipan. Uji tingkat kesukaran soal dilakukan untuk menentukan apakah soal termasuk kedalam menggambarkan kemampuan peserta tes (Payadnya. IPAA and Jayantika. IGANT. Indeks tingkat kesukaran soal berkisar antara 0,00-1,00. Indeks tingkat kesukaran akan mencapai 0,00 jika seluruh peserta tes tidak dapat menjawab soal dengan benar, sedangkan mencapai 1,00 jika seluruh peserta tes dapat menjawab seluruh soal dengan Suatu soal akan dikatakan sukar jika indeks kesukaran mendekati 0,00 dan dikatakan mudah apabila indeks kesukaran 1,00. Secara pembagian rentang tingkat kesukaran dikategorikan sebagai berikut (Supriyadi. Tabel 1. Tingkat Kesukaran Soal Rentang Tingkat Kategori Kesukaran 0,00-0,19 Sangat Kategori Sukar Sedang Mudah Sangat Instrumen yang baik adalah apabila tingkat kesukaran dari hasil perhitungan minimal masuk dalam kategori sedang (Payadnya. IPAA and Jayantika. IGANT. Hal ini disebabkan karena tingkat kesukaran soal memiliki hubungan dengan daya pembeda. Jika soal memiliki tingkat kesukaran maksimal maka daya pembedanya akan rendah, sedangkan tingkat kesukaran rendah menunjukkan tidak adanya daya (Supriyadi. Untuk menentukan daya pembeda suatu soal, terlebih dahulu peneliti perlu mengurutkan skor Kemudian mengambil 27% dari peserta tes yang memiliki skor tertinggi . elompok ata. dan 27% dari peserta tes yang memiliki skor terendah . elompok bawa. (Payadnya. I and Jayantika. , 2. Daya beda dapat ditentukan besarnya dengan rumus berikut (Istyantono. EP. , 2. adalah indeks daya beda. adalah jumlah jawaban benar oleh peserta tes kelompok atas. adalah jumlah jawaban Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. benar oleh peserta tes kelompok bawah. jumlah peserta didik. Kriteria indeks daya beda soal ditampilkan pada tabel berikut. (Istyantono. EP. , 2. Tabel 2. Kriteria Indeks Daya Pembeda Butir Soal Indeks Pembeda Kateg DP Ou 0,4 Sangat 0,3 O DP O 0,39 Baik 0,2 O DP O 0,29 Cukup DP O 0,19 Buruk Tabel 3. Hasil Validitas Kat Nomor 2, 7, 10, 14, 16, 18, 24, 27, 49, 58, 70, 74, 75, 78, 81, Tida 83, 84, 85, 93, k Valid 102, 103, 106, 4 8,89 109, 115, 116, 120, 122, 131, 141, 143, 146, 153, 159, 166 Setiap membedakan antara siswa yang pandai dan Jika hampir semua siswa dapat menjawabnya dengan benar maka dapat dikatakan daya pembeda soal tersebut rendah. Soal seperti ini dapat diperbaiki atau dibuang (TPIP FIP-UPI, 2. Jika pada uji kesukaran soal tidak terdapat nilai negatif, maka pada indeks daya pembeda terdapat nilai Nilai indeks daya pembeda yang negatif mengindikasikan bahwa soal tersebut lebih banyak dijawab benar oleh peserta tes kelompok bawah daripada peserta pada kelompok atas. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items Soal yang digunakan dalam TO belum melalui validitas konsep . udgment exper. karena belum dilakukan diskusi panel oleh beberapa expert di bidang farmasi. Soal TO baru melalui screening awal terkait kesesuaian soal dengan blue print yang ada. Selain itu, soal TO belum diujikan kepada responden untuk mengetahui persentase soal yang valid dan tidak valid serta uji reliabilitas. Sehingga dalam penelitian ini soal-soal tersebut dihitung validitas empiris dan uji reliabilitas yang disajikan pada tabel 3 dan 4. Hasil dan Pembahasan Penelitian menganalisis kualitas soal TO ke-3 yang meliputi validitas empiris dan uji reliabilitas, kemudian tingkat kesukaran dan daya beda Data yang digunakan adalah jawaban semua peserta tes sebanyak 230 mahasiswa. Hasil uji validitas empiris menunjukkan terdapat 146 soal yang valid dan 34 soal tidak Tabel 3 dan 4 menunjukkan sebaran soal yg tidak valid dan hasil dari uji Tingkat Kesukaran Soal Berdasarkan Blue Print Uji Kompetensi D3 Farmasi dan D3 Analis Farmasi dan Makanan tahun 2022 aspek kognitif yang Pengetahuan/hafalan/ingatan . Pemahaman . Penerapan . Analisis . Sintesis . Penilaian/penghargaan/evaluasi . Sebaran indikator soal TO dan level kognitifnya disajikan pada tabel 5. Tabel 5. Sebaran Indikator Soal Berdasarkan Level Kognitif (TP APDFI dan PAFI, 2. Bidang Indikator Lev Pengujian Kognitif Soal Mampu melakukan pelayanan resep/Salinan Mampu melakukan pelayanan informasi Bidang Pelayanan Farmasi sediaan farmasi, alkes, dan Bahan Medis Habis Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. Bidang Pengujian Indikator Lev Kognitif Soal Pakai (BMHP) sesuai resep Bidang Manajemen Farmasi Mampu melakukan pelayanan swamedikasi Mampu melakukan pencatatan/pelaporan Mampu kebutuhan Sediaan Farmasi. Alat Kesehatan, dan BMHP Mampu melakukan proses pengadaan sediaan farmasi, alat kesehatan dan BMHP Mampu melakukan proses penerimaan Sediaan Farmasi. Alat Kesehatan, dan BMHP Mampu melakukan proses penyimpanan Sediaan Farmasi. Alat Kesehatan, dan BMHP Mampu melakukan pendistribusian Sediaan Farmasi. Alat Kesehatan, dan BMHP Mampu melakukan pencatatan dan pelaporan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP Mampu melakukan pemusnahan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP Produk sediaan solid Produk sediaan semisolid Bidang Teknologi Farmasi Produk sediaan liquid Produk sediaan steril Bidang bahan alam Sebaran Blue Print menunjukkan terdapat 234 indikator soal dengan mayoritas berada pada level 3 (L. terkait penerapan sebanyak 193 soal . , 48%), dilanjutkan level 2 (L. terkait pemahaman sebanyak 29 soal . ,39%). Kemudian diikuti oleh level 1 (L. tentang hafalan dan level 4 (L. tentang analisi masing-masing sebanyak 9 . ,85%) dan 3 soal . ,28%) . Pelaksanaan UKTTK dimaksudkan sebagai upaya peningkatan TTK kefarmasian, sehingga tidak mengherankan bahwa aspek kognitif yang banyak dinilai berada pada level 3 yaitu penerapan. Terdapat 5 kategori yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur kesukaran soal TO, yaitu sangat sukar, sukar, sedang, mudah dan sangat mudah. Tabel 6 menunjukkan sebaran komposisi kesukaran soal dimana mayoritas soal TO . %) berada pada kategori sukar, diikuti oleh kategori sedang . %) dan sangat mudah . %). Sedangkan kategori mudah dan sangat sukar menempati posisi ke-4 dan ke-5 dengan nilai masing-masing Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. Tabel 6. Sebaran Komposisi Tingkat Kesukaran Soal Kategori Sangat Sukar Nomor Soal 31, 58, 64, 76, 77, 81, 82, 84, 100, 116, 123, 124. Soal 11, 14, 17, 21, 27, 43, 50, 60, 61, 62, 63, 66, 75, 85, 88, 89, 91, 92, 95, 98, 99, 104, 105, 106, 107, 109, 110, 111, 113, 114. Sukar 115, 119, 120, 121, 122, 126, 131, 133, 144, 145, 149, 153, 154, 155, 156, 157, 158, 159, 162, 177 3, 20, 22, 30, 38, 40, 41, 42, 44, 47, 48, 49, 51, 52, 54, 56, Sedang 57, 59, 67, 68, 74, 80, 83, 86, 87, 90, 94, 96, 97, 101, 102, 103, 108, 112, 117, 118, 125, 129, 143, 148, 150, 151, 152, 165, 167 2, 4, 5, 9, 13, 18, 23, 25, 29, 33, 34, 35, 36, 37, 39, 45, 46, Mudah 53, 55, 65, 70, 71, 72, 78, 79, 128, 136, 138, 142, 164, 173,175, 176, 179, 180 1, 6, 7, 8, 10, 12, 15, 16, 19, 24, 26, 28, 32, 69, 73, 93, 127, Sangat 130, 132, 134, 135, 137, 139, 140, 141, 146, 147, 160, 161. Mudah 163, 166, 168, 169, 170, 171, 172, 174, 178 akan terbiasa dengan beragam tingkat Indikator soal pada Blue Print mengacu kesukaran soal untuk masing-masing level pada level kognitif berdasarkan Taksonomi Bloom yang didominasi oleh level 3 (L. Sedangkan Daya Pembeda Soal menggunakan konsep tingkat kesukaran soal. Untuk menghitung daya pembeda soal, maka soal TO didominasi oleh kategori soal maka dibuat Kelompok Atas (KA) dan Pembuatan soal TO sebaiknya Kelompok Bawah (KB) dengan komposisi menerapkan semua kategori tingkat kesukaran 27% dari atas dan 27% dari bawah. Hasil soal untuk setiap level kognitif soal yang peserta nomor 1 hingga 63 dijadikan KA dan Misalkan untuk level kognitif 1 nomor 168 hingga 230 dijadikan KB. Sebaran (L. bisa menerapkan konsep sangat mudah, komposisi daya pembeda disajikan dalam mudah hingga sangat sukar secara bertahap tabel 7 berikut ini: dalam soal-soal TO. Sehingga mahasiswa Tabel 7. Sebaran Komposisi Daya Pembeda Soal Kateg Sangat Baik Baik Cukup Baik Buruk Nomor Soal 16, 22, 23, 36, 37, 40, 41, 42, 44, 45, 46, 48, 52, 56, 61, 67, 69, 72, 73, 117, 121, 136, 138, 164, 175 4, 9, 13, 29, 30, 35, 39, 53, 54, 55, 65, 68, 71, 77, 89, 97, 101, 104, 118, 126, 145, 149, 150, 154, 163, 165, 167, 168, 169, 170, 172, 176 1, 3, 6, 8, 11, 12, 15, 21, 28, 34, 38, 43, 50, 51, 57, 60, 62, 66, 79, 80, 86, 87, 88, 90, 105, 107, 108, 112, 119, 125, 127, 128, 130, 132, 134, 135, 139, 140, 147, 148, 151, 152, 155, 156, 157, 160, 173, 174, 177, 178, 179 2, 5, 7, 10, 14, 17, 18, 19, 20, 24, 25, 26, 27, 31, 32, 33, 47, 49, 58, 59, 63, 64, 70, 74, 75, 76, 78, 81, 82, 83, 84, 85, 91, 92, 93, 94, 95, 96, 98, 99, 100, 102, 103, 106, 109, 110, 111, 113, 114, 115, 116, 120, 122, 123, 124, 129, 131, 133, 137, 141, 142, 143, 144, 146, 153, 158, 159, 161, 162, 166, 171, 180 Soal Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. Tabel 7 menunjukkan sebaran komposisi daya pembeda soal yang didominasi oleh kategori buruk sebanyak 72 soal . %), diikuti oleh cukup baik 51 soal . %) dan kategori baik serta sangat baik yang masingmasing 32 soal . %) dan 25 soal . %). Kategori buruk terjadi ketika daya pembeda soal DP O 0,19. Untuk soal nomor 2, 10, 74, 75, 84, 106, 115, 122, dan 143 memiliki mengindikasikan bahwa soal tersebut sukar bagi kelompok atas dan relatif mudah bagi kelompok bawah. Artinya soal tersebut memiliki daya pembeda yang terbalik, sehingga sebaiknya pada TO selanjutnya sebaiknya tidak perlu digunakan lagi . Jika dilihat berdasarkan uji validitas empiris, maka 9 dari 10 soal yang memiliki DP negatif termasuk ke dalam soal yang tidak valid dikarenakan nilai Gambar 3 di bawah ini menampilkan soal nomor 10 yang masuk dalam kategori soal tidak valid serta memiliki daya pembeda bernilai negatif Gambar 3. Soal TO Nomor 10 Jika kesukaran soal, maka soal nomor 10 masuk ke dalam kategori sangat mudah. Terbukti dari content soal yang memang mudah, mahasiswa mungkin hanya akan terkecoh pada pilihan jawaban B, karena untuk pilihan jawaban A. D dan E mudah untuk diidentifikasi. Berdasarkan Blue Print, soal tersebut masuk ke dalam indikator produksi sediaan solid, yaitu mahasiswa mampu melaksanakan pengemasan sesuai dengan ketentuan untuk mendukung penggunaan, menjaga stabilitas dan waktu kadaluarsa. Soal ini berada pada level ke-3 (L. Rangkuman Pertanyaan Dan Jawaban Panitia Try Out Pada penelitian ini dilakukan wawancara kepada 2 orang dosen yang bertindak sebagai panitia pembuatan soal. Daftar pertanyaan berikut jawaban kedua dosen tersebut disajikan pada tabel 8. Pertanyaan yang diajukan tidak melalui proses validitas dan reliabilitas tetapi didasarkan pada temuan dari hasil analisis soal dan telaah dokumen soal Tabel 8. Pertanyaan dan Rangkuman Jawaban Panitia TO Pertanyaan Jawaban Dosen 1 Jawaban Dosen 2 Apakah bapak/ibu Iya, kami diberikan Blue Kami membuat bank mengacu pada Blue Print saat Print untuk penyusunan soal soal, tetapi prodi yang akan penyusunan soal TO? Bersumber darimana saja Dari soal-soal tahun Sumber-sumbernya dari soal yang bapak/ibu susun? sebelumnya, internet dan internet dan soal-soal tahun materi kuliah Apakah bapak/ibu Tidak ada, kami hanya Tidak ada, saya belum mempunyai proporsi tingkat mengacu pada Taksonomi pernah menggunakan proporsi Analisis Kualitas Soal Try Out Internal Uji. ( Farida Tuahuns. Dk. kesukaran soal? Is there any empirical validity and reliability tests for the try-out questions? Apakah bapak/ibu terhadap soal yang dibuat? Bloom yang diberikan di Blue Print No, we only do an initial screening to ensure that the content based on indicators. Tidak ada, kami hanya melakukan screening awal yang disesuaikan dengan Berdasarkan rangkuman jawaban dengan panitia TO menunjukkan bahwa soal-soal TO berasal dari soal-soal tahun sebelumnya yang telah dimodifikasi, bersumber dari internet dan juga materi perkuliahan, dimana panitia hanya melakukan screening awal terkait kesesuaian isi dan tujuan materi. Uji validitas secara empiris dan reliabilitas belum dilakukan pada soal TO. Selain itu, belum adanya diskusi panitia secara keseluruhan untuk memutuskan soal mana saja yang akan digunakan untuk TO. Jadi penentuan final terkait soal yang akan digunakan langsung diputuskan oleh prodi. Proporsi soal yang digunakan mengacu pada level kognitif yang ada di blue print. Kesimpulan Hasil uji validitas menunjukkan dari 180 soal, terdapat 18,89% . yang tidak valid namun nilai cronbach alpha nya berda pada nilai yang cukup baik yaitu 0,921. Sedangkan untuk uji kesukaran dan daya pembeda soal mayoritas soal berada pada tingkat kesukaran sukar 28% . dan memiliki daya pembeda yang buruk 40% . Bahkan terdapat 10 soal yang memiliki daya pembeda negatif, yang mengindikasikan soal tersebut tidak bisa membedakan peserta yang memiliki kemampuan tinggi dan rendah. Pada salah satu soal yang memiliki daya pembeda negatif terlihat bahwa content soal mudah dengan pilihan jawaban tidak mampu mengecoh pengetahuan peserta tes. Sehingga hal ini bisa dijadikan dasar bagi penelitian selanjutnya terkait fungsi distraktor pada pilihan jawaban soal TO internal. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas soal TO internal masih perlu dilakukan perbaikan dengan melakukan uji kesukaran soal, daya pembeda soal sebelum digunakan dalam try out internal. seperti itu dalam menyusun soal TO There is no empirical validity test. we give the questions that have been made to the Departement directly. Tidak ada uji validitas, soal yang sudah dibuat kami berikan kepada program studi Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh Panitia Try-out yang telah membantu memberikan data dan bersedia Juga, mengucapkan terima kasih kepada Bapak Benjamin Atta Owusu atas saran dan dukungannya yang baik selama penelitian ini. Daftar Pustaka Bagiyono 2017. AoAnalisis Tingkat Kesukaran Dan Daya Pembeda Butir Soal Ujian Pelatihan Radiografi Tingkat 1Ao. Widyanuklida, vol. 16, no. 1, pp. 1Ae12. Dewi. SS. Hariastuti. RM and Utami. AU 2019. AoAnalisis Tingkat Kesukaran dan Daya Pembeda Soal Olimpiade Matematika (OMI) Tingkat SMP Tahun 2018Ao. Transformasi-Jurnal Pendidikan Matematika & Matematika, vol. 3, no. 15Ae26. Fatimah. LU & Alfath. K 2019. AoAnalisis Kesukaran Soal, daya Pembeda Dan Fungsi DistraktorAo. Jurnal Komunikasi Dan Pendidikan Islam, vol. 8, no. 2, pp. 37Ae64 Gatriyani. NP and Mayasari. N 2022. Metode Penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Tohar Media. Makassar Hasanah. A et al 2021. Evaluasi pembelajaran. Media Sains Indonesia. Bandung Istyantono. EP 2016. Uji Statistik Di Ilmu Farmasi Dengan Program Statistika Komputasional R. Sanata Dharma University Press. Yogyakarta Payadnya. IPAA and Jayantika. IGANT 2018. Panduan Penelitian Eksperimen Beserta Analisis Statistik Dengan SPSS. Deepublish. Yogyakarta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1996 Tentang Tenaga Kesehatan. Ucapan Terima Kasih