NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 DOI: https://doi. org/10. 55681/nusra. Homepage: ejournal. id/index. php/nusra p-ISSN: 2715-114X e-ISSN: 2723-4649 IMPLEMENTASI ALAT PERAGA AuIKON-EAy MERUPAKAN KUNCI SUKSES MEMAHAMI KONFIGURASI ELEKTRON (CARA PENGISIAN KONFIGURASI ELEKTRON SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF DI SMA) Tin Mulyawati1*. Eka Purwanda1 Program Studi Magister Manajemen Inovasi. Universitas Teknologi Digital. Indonesia *Corresponding author email: tinmulyawati61@guru. Article History ABSTRACT Received: 19 April 2024 Revised: 19 May 2024 Published: 28 May 2024 This research aims to evaluate the effectiveness of using electron configuration content tools ("e-icons") as a learning medium at the Senior High School (SMA) level. Electron configuration is an important concept in chemistry and understanding it can improve students' understanding of class X atomic structure material. Research data will be collected through a knowledge test on the group of students who use the "e-ikon" tool, called the experimental group, and the group of students without using the "e-ikon" tool, called the control group. Also, through a questionnaire that assesses students' perceptions of the use of electron configuration content tools. Data analysis will be conducted to determine whether the use of the electron configuration content tool can improve students' understanding and help them better internalize the concept of electron configuration. The conclusion that can be drawn is that the scores of students from the experimental class group have a higher average score than the average scores of students from the control class group. This means that the "e-icon" tool has a real influence on students in understanding electron configurations. The time needed for teachers to explain is shorter with the help of the AueiconAy tool. Students become happier studying chemistry. Filling in the configuration using tools lasts a long time in the student's memory. Keywords: Electron Configuration. E-Icon. Chemistry Learning Copyright A 2024. The Author. How to cite: Mulyawati. , & Purwanda. Implementasi Alat Peraga AuIkon-EAy Merupakan Kunci Sukses Memahami Konfigurasi Elektron (Cara Pengisian Konfigurasi Elektron Sebagai Media Pembelajaran Inovatif di SMA). NUSRA : Jurnal Penelitian Dan Ilmu Pendidikan, 5. , 700Ae706. https://doi. org/10. 55681/nusra. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Volume 5. Issue 2. Mei 2024 LATAR BELAKANG Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas. Di era globalisasi ini, tantangan pendidikan semakin kompleks, membutuhkan metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif. Salah satu mata pelajaran yang memerlukan pendekatan pembelajaran kreatif adalah kimia, mengingat sifat abstrak dan kompleksitas konsep yang seringkali sulit dipahami oleh siswa. Salah satunya adalah tentang konfigurasi elektron. Materi konfigurasi elektron ini mulai diperkenalkan kepada siswa SMA kelas X di Sementara siswa SMA kelas X berlatar belakang dari SMP yang belum tentu mengenalkan kimia di sekolahnya akibatnya mata pelajaran kimia masih dirasa asing untuk sebagian siswa. Pelajaran kimia adalah kelompok mata pelajaran IPA yang tentu praktikum adalah salah satu jantungnya di pelajaran IPA, sementara di semester 1 baru pengenalan-pengenalan dasar, belum masuk praktikum, padahal untuk pelajaran yang baru dikenal siswa, harus menarik agar siswa antusias. Sehingga merancang dan membuat alat peraga pembelajaran konfigurasi elektron tersebut. Konfigurasi elektron adalah cara penyusunan elektron dalam atom, termasuk pada materi struktur atom. Untuk memudahkan siswa, seorang guru harus melakukan inovasi dalam pengembangan media pembelajaran. Salah satu solusi yang dapat di implementasikan adalah dengan merancang dan mengimplementasikan alat peraga kimia interaktif sebagai media Masalah/kendala konfigurasi elektron pada struktur atom adalah . tidak ada praktikumnya, siswa susah membayangkan bagaimana wujudnya konfigurasi elektron itu. Salah satu solusi yang dapat di implementasikan adalah dengan membuat alat peraga kimia yang inovatif dan interaktif sebagai media pembelajaran di SMA. Alat meningkatkan daya tarik siswa terhadap pelajaran kimia, memfasilitasi pemahaman konsep secara konkret, serta memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan Maka dibuatlah suatu alat peraga untuk mengkongkritkan pengisian konfigurasi elektron yang diberi nama alat Auikon-eAy, alat isi konfigurasi elektron. METODE PENELITIAN Penelitian pendekatan penelitian deskriptif kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang implementasi alat peraga pembelajaran kimia interaktif "ikone". Populasi penelitian ini adalah siswa SMA kelas X. Sampel dipilih di SMA Negeri 25 Bandung, karena penulis mengajar di SMA Instrumen pengumpulan data digunakan tes pemahaman konfigurasi Digunakan untuk mengukur elektron oleh siswa. Dilakukan wawancara pandangan siswa tentang pengalaman menggunakan "ikon-e" dan persepsi terhadap pembelajaran konfigurasi elektron. Wawancara dengan Guru, dilakukan untuk mendapatkan insight dari guru tentang implementasi "ikon-e" dan peran mereka dalam proses pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri 25 Implementasi Alat Peraga AuIkon-EAy Merupakan Kunci Sukses Memahami Konfigurasi Elektron (Cara Pengisian . Oe Mulyawati at al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan yang terlibat dalam proses pembelajaran mata pelajaran kimia. Penelitian akan difokuskan pada siswa yang berpartisipasi dalam penggunaan alat peraga pembelajaran kimia interaktif "ikon-e" dengan tujuan mendalami dampak implementasi tersebut terhadap pemahaman konfigurasi elektron. Subjek penelitian mencakup siswa dari 1 kelas yang telah memasukkan "ikon-e" sebagai bagian dari metode pembelajaran kimia di SMA. Model pembelajaran yang diambil adalah Group Investigation pendekatan Discovery Learning dalam satu kelas baik kelas eksperimen maupun kelas kontrol dibagi menjadi 8-9 kelompok berisi 4 -5 orang siswa Observasi langsung dilakukan di kelas eksperimen yang menggunakan alat "ikone" dan di kelas kontrol yang tidak menggunakan alat Auikon-eAy untuk melihat interaksi siswa dengan alat peraga dan Pemantauan interaksi siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan untuk menilai tingkat keterlibatan dan pemahaman siswa selama pembelajaran pengisian konfigurasi elektron. Pelaksanaan: Pengamatan dilakukan secara langsung atau melalui rekaman video, dengan fokus pada interaksi siswa dengan fitur-fitur interaktif "ikon-e" maupun tanpa Auikon-eAy. Data yang diperoleh dari berbagai teknik pengumpulan tersebut akan di integrasikan untuk memberikan implementasi "ikon-e" dalam pembelajaran konfigurasi elektron di SMA. Volume 5. Issue 2. Mei 2024 berupa lingkaran dengan diameter 2 cm menganalogikan kulit, ada 7 tingkatan, di beri warna sesuai urutan tingkat energi dari yang terendah ke yang tertinggi me-ji-ku-hibi-ni-u . erah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ung. , merah kulit ke 1, jingga kulit ke 2, kuning kulit ke 2, hijau kulit ke 4, biru kulit ke 5, nila kulit ke 6 dan ungu kulit ke 7. Kawat berbeda ukuran sebagai analogi sub kulit s, p, d, f, sub kulit s dari kawat berukuran 1 cm, sub kulit p dari kawat berukuran 4 cm, sub kulit d berukuran 7 cm, sub kulit f dari kawat berukuran 10 cm dan biji sempoa sebagai elektron berdiameter 1,5 Alat peraga ini berupa alat peraga tiga dimensi, bisa dilihat dan dirasakan. Alat peraga ini bisa dibawa kemana-mana, dikelas, perpustakaan, koridor sekolah, taman, atau dimanapun karena sederhana dan tidak terlalu memakan tempat. Desain Konsep Alat Alat "ikon-e" adalah suatu alat peraga yang dibuat oleh penulis terdiri dari papan albasiah berukuran 14 X 18 cm sebagai alas, stiker berisi diagram mnemonik Moeller Gambar Alat Auikon-eAy . oto dokumen pribad. Penggunaan Alat Auikon-eAy Implementasi Alat Peraga AuIkon-EAy Merupakan Kunci Sukses Memahami Konfigurasi Elektron (Cara Pengisian . Oe Mulyawati at al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Cara menggunakan alat ini adalah sebagai berikut: misal akan membuat konfigurasi elektron untuk atom Sc dengan nomor atom 21. Ambil biji sempoa . nalogi elektro. sebanyak 21 buah, kemudian sesuai alur diagram mnemonik Moeller, biji sempoa disebar dari warna merah kulit ke 1 . ingkat energi terenda. , pada sub kulit s dan seterusnya sampai biji sempoa nya tersebar habis. Maka akan didapatlah konfigurasi elektron 1s22s22p63s23p64s23d1 Gambar Contoh Pengisian Konfigurasi Elektron . oto Implementasi terhadap siswa Pada pembelajaran Kelas eksperimen Kelas terbagi menjadi 9 kelompok kecil, setiap kelompok ada 4 orang terdiri dari siswa dengan nilai heterogen. Guru memberikan penjelasan pembelajaran yang akan digunakan adalah model group Investigation Discovery Volume 5. Issue 2. Mei 2024 Learning, pendekatan pembelajaran di mana siswa diberi kebebasan untuk menemukan pengetahuan dan pemahaman secara mandiri Yang akan ditemukan adalah cara pengisisan konfigurasi elektron caraAufbau dengan diagram mnemonik Moeller menggunakan alat Auikon-eAy. Guru hanya memberikan kata kunci warna-warna yang ada di alat menggambarkan tingkat energi (Kuli. dari me-ji-ku-hi-bi-ni-u . erah kulit ke 1, jingga kulit ke 2, kuning kulit ke 3, hijau kulit ke 4, biru kuit ke 5, nila kulit ke 6 dan ungu kulit ke . dan tiang sebagai sub kulit dari yang terpendek s sampai tertinggi f. Siswa diberikan masalah yaitu setiap kelompok harus bisa mengisi konfigurasi elektron dengan nomor atom yang berbeda. Dari pengamatan diharapkan siswa menemukan pola sesuai urutan tanda panah yang ada di alat. Didapat hasil ada 1 kelompok yang tidak mengikuti arah tanda panah sisanya 8 kelompok sudah mengikuti dengan benar. Hasil diskusi kelompok didapat . Sub kulit s di tiang terpendek hanya bisa terisi 2 biji sempoa ( 2 elektron maksimu. , sub kulit p di tiang ke dua hanya bisa terisi 6 biji sempoa . elekron maksimu. , sub kulit d di tiang ketiga hanya bisa terisi 10 biji sempoa . elektron maksimu. dan sub kulit f hanya bisa terisis 14 biji sempoa . elektron maksimu. Pengisian konfigurasi elektron dimulai dari energi terendah di kulit ke 1 . arna mera. , sub kulit s tiang terendah, sampai energi tertinggi kulit ke 7 . i warna ung. Di akhir pertemuan dilakukan tes perorangan dari jumlah siswa sebanyak 34 orang, siswa yang mengikuti tes ada 33 orang, siswa yang tidak bisa mengisi konfigurasi elektron hanya ada 8 orang dan nilai rata-rata siswa 77 jadi daya serap klasikal sudah mencapai 77% dan ketuntasan belajar klasikal 76%. Pada pembelajaran Kelas control Implementasi Alat Peraga AuIkon-EAy Merupakan Kunci Sukses Memahami Konfigurasi Elektron (Cara Pengisian . Oe Mulyawati at al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Kelas terbagi menjadi 9 kelompok kecil, setiap kelompok ada 4 orang terdiri dari siswa dengan nilai heterogen. Guru memberikan penjelasan pembelajaran yang akan digunakan adalah model group Investigation Discovery Learning, pendekatan pembelajaran di mana siswa diberi kebebasan untuk menemukan pengetahuan dan pemahaman secara mandiri Yang akan ditemukan adalah cara pengisian konfigurasi elektron cara Aufbau dengan diagram mnemonik Moeller Auikon-eAy. Pembelajaran hanya menggunakan media power point, dan untuk materi siswa bisa melihat di google class room. Setelah berdiskusi kelompok setiap satu orang perwakilan ke depan untuk memberikan kesimpulan pengisisan konfigurasi elektron dimulai dari subkulit: 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d10 4p6 5s2 4d10 5p6 6s2 4f14 5d10 6p6 7s2 5f14 6d10 7p6. Sub kulit s maksimum elektron 2, sub kulit p maksimum 6, sub kulit d 10 dan sub kulit f ada 14 elektron. Kemudian setiap kelompok diberikan masalah harus bisa mengisi konfigurasi elektron dengan nomor atom yang berbeda. Intinya setiap kelompok elektron tanpa alat, bermodal melihat power point dan materi di google class room saja. Kemudian diberi waktu sekitar 10 menit, kemudian dipresentasikan ke depan. Jika sudah selesai presentasi, setiap siswa mencatat ulang hasil presentasi semua kelompok, yaitu ada 9 kelompok, jadi ada 9 soal yang dicatat. Tanpa alat peraga siswa benar-benar harus menghapal diluar kepala cara pengisian konfigurasi elektron. Diakhir pertemuan dilakukan tes perorangan dari jumlah siswa sebanyak 36 orang, siswa yang mengikuti tes ada 31 orang, siswa yang tidak bisa mengisi konfigurasi elektron 23 orang dan nilai rata-rata siswa 67 jadi daya serap Volume 5. Issue 2. Mei 2024 klasikal sudah mencapai 67%, ketuntasan belajar klasikal 26%. Terlihat dengan jelas siswa masih bingung berapa maksimum elektron yang harus diisi disetiap sub kulit, masih ada di orbital s siswa menulis 3 elektron, setelah kulit ke 3 siswa masih ada yang menulis kembali ke kulit ke satu. Karena hanya berupa diagram dua dimensi saja. Hanya bisa dilihat dan dipegang saja, tidak bisa Tabel 1: Ringkasan Data siswa pada Hasil Analisis Data yang Kelas Kelas Dianalisis Eksperimen Kontrol Jumlah siswa 34 orang 36 orang Jumlah siswa 33 orang 31 orang mengikuti tes Jumlah siswa 25 orang 8 orang yang tuntas Jumlah siswa 8 orang 23 orang yang belum tuntas belajar Nilai rata-rata 77 Daya Serap Klasikal Ketuntasan Belajar Klasikal Dari data terlihat dengan jelas kelas eksperimen nilai rata-rata lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Jumlah siswa yang tuntas belajar lebih banyak di kelas eksperimen dibanding kelas kontrol. Ketuntasan belajar secara klasikal kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas Implementasi Alat Peraga AuIkon-EAy Merupakan Kunci Sukses Memahami Konfigurasi Elektron (Cara Pengisian . Oe Mulyawati at al NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Ini membuktikan dengan penggunan alat Auikon-eAy siswa lebih memahami pengisian konfigurasi elektron. Siswa maksimum elektron di sub kulit s, p, d dan f. dari hasil penemuan menggunakan alat Auikon-eAy, karena alatnya di susun sedemikian rupa tiga dimensi, panjang kawat sebagai sub kulit dibedakan dari yang terpendek s . si maksimal 2 elektro. dan terpanjang f . si maksimal 14 elektro. Jika pengisian elektron melebihi batas maksimal, maka elektron, disini menggunakan biji sempoa akan jatuh dari tiangnya, otomatis siswa akan memindahkan ke sub kulit lain sesuai alur tanda panah pada alat. Dengan menggunakan alat pengisian konfigurasi elektron bertahan lebih lama di memori, siswa menjadi senang karena bermain sambil belajar. Alat peraga ini bisa digunakan di luar kelas, karena alatnya mudah dibawa kemana-mana, sehingga siswa tidak jenuh di dalam kelas. Dengan alat ini siswa lebih mudah menghapal jumlah-jumlah elekron pada sub kulit karena dari hasil pengalamannya menggunakan alat, yang terpenting siswa dapat menemukan sendiri konsep pengisian konfigurasi elektron. KESIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut: . Hambatan: umumnya siswa tidak dapat memahami konfigurasi elektron dengan baik. Misalnya siswa tidak memahami berapa maksimal elektron yang dapat masuk ke setiap sub kulit dan siswa sulit memahami ke sub kulit mana pengisian . Dengan menggunakan alat peraga Auikon-eAy siswa lebih interaktif dan tertarik terhadap mata pelajaran kimia. Penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran inovatif an interaktif seperti Auikon-eAy memiliki potensi Volume 5. Issue 2. Mei 2024 untuk meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam memahami materi kimia. Mereka dapat memahami konfigurasi elektron dengan baik. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa implementasi alat peraga ini dapat membantu guru dalam memberikan pembelajaran yang lebih efektif dan Terbukti nilai rata-rata siswa kelompok eksperimen yaitu siswa yang belajarnya menggunakan alat Auikon-eAy lebih tinggi daripada kelompok kontrol iswa yang tidak menggunakan alat DAFTAR PUSTAKA