p-issn 2087 9296 e-issn 2685 6166 IDENTIFIKASI ELEMEN ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL DI KAWASAN PECINAN JAMBLANG Kevin Volante . Iwan Purnama a IDENTIFIKASI POLA TATA RUANG PADA BANGUNAN GEDONG DUWUR KABUPATEN INDRAMAYU Nanda Aldiyan. Nurhidayah. Edi Mulyana A. ANATOMI ARSITEKTUR GEDUNG BUNDAR KEBUMEN Rahel Zahra Anindya. Sasurya Chandra A. PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ARSITEKTUR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON Moh Machali Hidayatullah. Yovita Adrian a. KONSEP ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF Helmi Nur Riyaman. Sasurya Chandra a. AA. IDENTIFIKASI FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA GEDUNG CERUTU DI KOTA SURABAYA Rayden Lauwirya Soegiarto. Stephanus Wirawan Dharmatanna. Rully Damayanti . PENGARUH KELEMBABAN RUANG TERHADAP KERUSAKAN PLAFOND Studi Kasus : Ruang Kerja Bidang Penataan Ruang Pada Gedung Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Revina Ulfa Giardita . Eka Widiyananto a DESAIN LANSKAP TELAGA SUNDA SEBAGAI KAWASAN EDUTOURISM Rahmat Akhirul Amin. Akhmad Arifin Hadi A. AA. a DARI LOKAL KE SAKRAL : TRANSFORMASI DESAIN GEREJA BERBASIS IDENTITAS LOKAL Bramasta Putra Redyantanu a. STRATEGI DESAIN FAyNADE TERHADAP OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA SDN 02 CIPUTAT. TANGERANG SELATAN Jasmin Lalila. Utami a. PENERAPAN KONSEP EKOLOGI PADA RE-DESAIN TAMAN KOBER DI PURWOKERTO Nesa Indira Jani. Ayu Krisnawati. Wita Widyandini a. EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK KENYAMANAN VISUAL STUDI KASUS FOOD COURT DAN CO-WORKING SPACE SEKOLAH VOKASI IPB Diva Nurfadhilah. Nurtati Soewarno. Andri Sopiandi a. VOLUME 17 NOMOR 1 Jl. Evakuasi No. 11 Cirebon. April 2025 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 17 No. 1 April 2025 KATA PENGANTAR Jurnal Arsitektur adalah jurnal yang diperuntukan bagi mahasiswa program studi arsitektur dan dosen arsitektur dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan melalui penelitian dan pengabdian dengan ruang lingkup penelitian dan pengabdian mengenai ilmu arsitektur diantaranya bidang keilmuan kota, perumahan dan permukiman, bidang keilmuan ilmu sejarah,filsafat dan teoti arsitektur, bidang keilmuan teknologi bangunan, manajemen bangunan, building science, serta bidang keilmuan perancangan arsitektur. Hasil kajian dan penelitian dalam Jurnal Arsitektur ini adalah berupa diskursus, identifikasi, pemetaan, tipelogi, review, kriteria atau pembuktian atas sebuah teori pada fenomena arsitektur yang ada maupun laporan hasil pengabdian masyarakat. Semoga hasil kajian dan penelitian pada Jurnal Arsitektur Volume 17 No. 1 Bulan APRIL 2025 ini dapat bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada keilmuan Hormat Saya. Ketua Editor Eka Widiyananto Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No 1 / April 2025 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 17 No. 1 April 2025 TIM EDITOR Ketua Eka Widiyanant. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Anggota Sasurya Chandra | Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Farhatul Mutia. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Yovita Adrian. Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dr. Jimat Susilo ,S. Pd. ,M. Pd | Universitas Gunung Jati Cirebon Ardhiana Muhsin | Institut Teknologi Nasional Bandung Reviewer Dr. Iwan Purnama,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Nurhidayah,ST. ,M. Ars | Prodi Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dr. Adam Safitri,ST. ,MT | Prodi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Nono Carsono,ST. ,MT | Prodi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Dr. Ir. Nurtati Soewarno. MT | Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung Ir. Theresia Pynkyawati. MT | Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung Wita Widyandini,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Universitas Wijayakusuma Purwokerto Alderina Rosalia,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Universitas Palangka Raya Iskandar,ST. ,MT | Prodi Arsitektur Universitas Muhammadiyah Palembang Jurnal Arsitektur p-ISSN 2087-9296 e-ISSN 2685-6166 A Redaksi Jurnal Arsitektur Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon Gd. Lt. 1 Jl. Evakuasi No. Cirebon 45135 Telp. 482196 - 482616 Fax. 482196 E-mail : jurnalarsitektur@sttcirebon. website : http://ejournal. id/index. php/jas Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No 1 / April 2025 JURNAL ARSITEKTUR | STTC Vol. 17 No. 1 April 2025 DAFTAR ISI Kata Pengantar a. Daftar Isi a. IDENTIFIKASI ELEMEN ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL DI KAWASAN PECINAN JAMBLANG Kevin Volante . Iwan Purnama a IDENTIFIKASI POLA TATA RUANG PADA BANGUNAN GEDONG DUWUR KABUPATEN INDRAMAYU Nanda Aldiyan. Nurhidayah. Edi Mulyana A. ANATOMI ARSITEKTUR GEDUNG BUNDAR KEBUMEN Rahel Zahra Anindya. Sasurya Chandra A. PERUBAHAN FUNGSI DAN BENTUK ARSITEKTUR PADA BANGUNAN CAGAR BUDAYA SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON Moh Machali Hidayatullah. Yovita Adrian a. KONSEP ARSITEKTUR KOLONIAL PADA BANGUNAN GEREJA SANTO YUSUF Helmi Nur Riyaman. Sasurya Chandra a. AA. IDENTIFIKASI FASAD BANGUNAN CAGAR BUDAYA GEDUNG CERUTU DI KOTA SURABAYA Rayden Lauwirya Soegiarto. Stephanus Wirawan Dharmatanna. Rully Damayanti . PENGARUH KELEMBABAN RUANG TERHADAP KERUSAKAN PLAFOND Studi Kasus : Ruang Kerja Bidang Penataan Ruang Pada Gedung Dinas PUTR Kabupaten Cirebon Revina Ulfa Giardita . Eka Widiyananto a DESAIN LANSKAP TELAGA SUNDA SEBAGAI KAWASAN EDUTOURISM Rahmat Akhirul Amin. Akhmad Arifin Hadi A. AA. a DARI LOKAL KE SAKRAL : TRANSFORMASI DESAIN GEREJA BERBASIS IDENTITAS LOKAL Bramasta Putra Redyantanu a. STRATEGI DESAIN FAyNADE TERHADAP OPTIMALISASI PENCAHAYAAN ALAMI PADA SDN 02 CIPUTAT. TANGERANG SELATAN Jasmin Lalila. Utami a. PENERAPAN KONSEP EKOLOGI PADA RE-DESAIN TAMAN KOBER DI PURWOKERTO Nesa Indira Jani. Ayu Krisnawati. Wita Widyandini a. EVALUASI PENCAHAYAAN ALAMI UNTUK KENYAMANAN VISUAL STUDI KASUS FOOD COURT DAN CO-WORKING SPACE SEKOLAH VOKASI IPB Diva Nurfadhilah. Nurtati Soewarno. Andri Sopiandi a. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No 1 / April 2025 PENERAPAN KONSEP EKOLOGI PADA RE-DESAIN TAMAN KOBER DI PURWOKERTO Nesa Indira Jani 1. Ayu Krisnawati 2 . Wita Widyandini 3 Mahasisawa Program Studi Arsitektur 1-2 Ae Universitas Wijayakusuma Purwokerto Dosen Program Studi Arsitektur 3 Ae Universitas Wijayakusuma Purwokerto Email: nesa. indira28@gmail. com1, ayu2002nawati@gmail. witawidyandini050578@gmail. ABSTRAK Saat ini kondisi Taman Kober sangat memprihatinkan dengan fasilitas yang tidak dipelihara dengan baik dan terkesan seadanya saja, selain itu juga desain taman yang cenderung sama dengan taman desa lainnya kurang menampilkan citra khas yang dimiliki oleh Taman Kober. Redesain dilakukan untuk meningkatkan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional dan berkelanjutan, dengan mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Untuk itu re-desain Taman Kober menggunakan pendekatan konsep ekologi. Elemen desain mencakup pemanfaatan tanaman lokal, fasilitas ramah lingkungan, serta partisipasi masyarakat untuk menciptakan ruang komunitas yang inklusif dan Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan, wawancara dengan masyarakat setempat, dan studi Hasil penelitian berupa konsep desain taman, meliputi site plan dan ilustrasi 3D, yang diharapkan dapat memberikan manfaat lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kata kunci : Arsitektur Ekologi. Purwokerto. Ruang Terbuka Hijau. Taman Kober PENDAHULUAN Perkembangan pembangunan di kawasan perkotaan Indonesia tumbuh pesat dari tahun ke tahun, terlihat dari pesatnya pembangunan berbagai infrastruktur kota. Adanya pembangunan infrastruktur kota memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya secara ekonomi. Hal tersebut selaras dengan pernyataan Joga dan Ismaun . yang menjelaskan bahwa ruang kota ditata untuk meningkatkan kualitas kehidupan kota dan masyarakat perkotaan. Sebuah kota bisa tetap berkelanjutan apabila terjadi keseimbangan antara pembangunan dengan kelestarian lingkungannya. Untuk menghadirkan suasana lansekap alami di perkotaan dapat dilakukan dengan membuat taman Taman kota didefinisikan sebagai suatu wilayah terbuka yang didominasi oleh vegetasi dan air, serta diperuntukkan bagi penggunaan umum (Konijnendijk et al. , 2. Urbanisasi yang berkembang pesat seringkali mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan di wilayah perkotaan. Jumlah penduduk serta aktifitas yang meningkat akan menyebabkan meningkatnya polusi udara sebagai akibat peningkatan emisi gas kendaraan, limbah industri, dan limbah sampah yang mencemari udara. Salah satu cara untuk mengatasi dampak negatif menurunnya kualitas lingkungan adalah dengan menciptakan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai kawasan rekreasi sekaligus penyokong ekologi lingkungan. Saat ini Kelurahan Kober. Kecamatan Purwokerto Barat. Kabupaten Banyumas telah memiliki taman desa yang bernama Taman Kober. Akan tetapi kondisinya cukup memprihatinkan dimana fasilitas yang ada tidak dipelihara dengan baik dan terkesan seadanya saja. Selain itu desain taman yang cenderung sama dengan taman desa lainnya menjadi penyebab kurang munculnya citra khas yang dimiliki oleh Taman Kober. Selain itu Taman Kober juga memiliki masalah internal pada fasilitasnya yang sudah tidak layak, diantaranya tempat bermain seperti perosotan yang berlubang, panjat tali yang putus, jogging track yang sempit, stand kuliner tidak tertata rapi, vegetasi yang masih kurang mengakibatkan panas, dan sampah yang masih berserakan . ihat gambar di bawah in. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Gambar 1. Kondisi Existing Fasilitas Taman Kober Sumber : (Dokumentasi Penulis, 2. Untuk itu perlu dilakukan suatu desain ulang . dengan menampilkan tema yang khusus, sehingga dihasilkan suatu desain baru yang khas, serta mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat Kelurahan Kober akan adanya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Taman Kober sebagai salah satu ruang publik, memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai taman desa dengan konsep ekologi yang lebih holistik serta dapat memecahkan permasalahan yang sudah ada. Konsep taman desa berbasis ekologi bertujuan untuk mengintegrasikan fungsi sosial dan lingkungan ke dalam satu ruang yang harmonis. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada keindahan keberlanjutan ekologi, seperti pemberdayaan masyarakat sekitar dalam memanfaatkan dan mengelola taman desa. Redesain Taman Kober diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Redesain Taman Kober dengan pendekatan konsep ekologi nantinya akan melibatkan berbagai elemen desain, seperti penggunaan tanaman lokal dan fasilitas yang ramah lingkungan. Selain itu, pendekatan ini juga membuka peluang partisipasi masyarakat untuk menjadikan taman sebagai ruang komunitas yang inklusif dan edukatif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang Taman Kober dengan pendekatan ekologi yang tidak hanya menghasilkan taman desa yang estetis, namun juga fungsional, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kelurahan Kober. KERANGKA TEORI Re-desain berasal dari kata redesign yang terdiri dari kata re dan design. Menurut American Heritage Dictionary . dalam Ferina . Ayredesign means to make a revision in the appearance or function ofAy yang dapat diartikan membuat revisi dalam penampilan fungsi. Lebih lanjut Collins English Dictionary . dalam Ferina . mengatakan Ayredesign is to change the design of . Ay. Jadi dapat disimpulkan bahwa re-desain adalah merancang ulang sesuatu sehingga terjadi perubahan dalam penampilan atau fungsi. Setelah mengetahui pengertian re-desain lebih lanjut akan dibahas mengenai pengertian taman. Menurut Djamal . , taman adalah sebidang tanah terbuka dengan luasan tertentu di dalamnya ditanami dengan bunga, dikombinasikan dengan kreasi dari bahan lainnya. Taman umumnya dipergunakan untuk, bersantai, dan Pengertian mengenai Arsitektur Ekologi dijelaskan oleh Frick . yang menjelaskan bahwa Arsitektur Ekologi merupakan perancangan arsitektur yang berwawasan lingkungan. Manusia dan lingkungan hidup berdampingan dan keduanya memberikan hubungan timbal balik yang saling mempengaruhi, untuk itu agar kehidupan berjalan selaras dan serasi maka diperlukan keseimbangan hubungan yang sangat baik antara manusia dengan lingkungan, agar keindahan tetap terjaga. Ciri-ciri Arsitektur Ekologi menurut Frick . adalah memiliki keselarasan dengan lingkungan, yaitu bangunan harus dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, seperti iklim, topografi, dan ekosistem. Selain itu, penggunaan sumber daya lokal yang memanfaatkan bahan bangunan dengan sumber daya alam yang tersedia di sekitar lokasi proyek. Sehingga energi menjadi lebih efisien terhadap desain bangunan karena membutuhkan sedikit energi untuk pengoperasiannya, misalnya melalui penggunaan pencahayaan alami dan ventilasi alami. Masih metode Frick . , perancangan Arsitektur Ekologi menekankan pentingnya memahami kondisi objek penelitian secara menyeluruh, termasuk iklim, topografi, tanah, air, dan vegetasi. Sehingga, identifikasi terhadap potensi dan kendala pada penelitian bertujuan untuk mengoptimalkan desain agar dapat memanfaatkan potensi alam dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. METODE PENELITIAN Penelitian ini membahas tentang permasalahan yang menjadi latar belakang dilakukannya re-desain pada Taman Kober, sehingga metode pengumpulan data yang digunakan pada re-desain Taman Kober di Purwokerto Sebagai Taman Desa dengan Konsep Ekologi menggunakan metode penelitian kualitatif. Dikarenakan metode yang digunakan adalah penelitian kulitatif, maka data yang terkumpul berbentuk kata-kata atau gambar sehingga tidak menekankan pada angka (Sugiono, 2. Pengumpulan data dilakukan melalui: A Survey lokasi penelitian A Wawancara dengan pengguna, pengelola, serta warga sekitar Taman Kober A Dokumentasi berupa kajian literatur yang diperoleh dari jurnal, dokumen pribadi, serta dokumen resmi terkait penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini meliputi alat tulis, kamera, alat ukur serta perangkat komputer yang digunakan untuk mengolah data dengan perangkat lunak seperti Microsoft Word. Google Earth. Auto CAD. SkatchUp. Lumion, dan Canva. Pada penelitian ini metode yang dilakukan menggunakan proses Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 berpikir, dimana batasan penelitian ini dilakukan dari tahap inventarisasi, analisis, sintesis, konsep pengembangan, dan konsep desain. Hasil akhir dari penelitian ini berupa konsep desain yang terdiri dari siteplan dan ilustrasi . D). PEMBAHSAN Lokasi Penelitian Lokasi penelitian dilakukan di Taman Kober. Kelurahan Kober. Kecamatan Purwokerto Barat. Kabupaten Banyumas, yang memiliki luas A 1. 723 mA . ihat Gambar . Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2024 hingga Desember 2024. Re-Desain Taman Kober Re-desain Taman Kober menggunakan tema Asmaraloka dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang mendukung kegiatan sosial yang lebih Asmaraloka terdiri dari kata asmara yang berarti cinta kasih dan loka yang berarti dunia, jadi asmaraloka memiliki arti dunia yang penuh kasih sayang (Yufi, 2. Adanya tema Asmaraloka pada re-desain Taman Kober, diharapkan dapat menjadi tempat yang mampu mewadahi berbagai aktivitas sosial masyarakat sekitar, seperti berinteraksi, berkumpul, dan bersosialisasi dengan penuh cinta Hal ini digambarkan secara detail melalui site plan dan render 3D berikut, yang memperlihatkan tata ruang dan elemen desain yang mendukung terciptanya suasana taman yang asri, nyaman, dan terkesan Taman Kober juga ditata dengan mengimplementasikan eksterior yang unik. Selain itu pada Taman Kober juga ditata tempat UMKM sebagai pendukung aktifitas utama di dalam Taman Kober. Gambar 2. Peta Lokasi Kecamatan Purwokerto Barat (Sumber: Google, 2. Gambar 4. Siteplan Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. Fasilitas-fasilitas umum yang ditata pada re-desain Taman Kober diantaranya sebagai berikut: Gambar 3. Lokasi Taman Kober (Sumber: Google, 2. Akses menuju lokasi penelitian, yaitu Taman Kober dapat dijangkau dengan menggunakan kendaraan roda empat . atau roda dua . Saat ini kondisi Taman Kober dalam aspek penataan lansekap taman dapat dikatakan masih kurang maksimal. Untuk itu. Taman Kober perlu dilakukan re-desain yaitu penataan dan perbaikan ulang supaya kondisi taman lebih optimal dan menarik bagi pengunjung untuk berkunjung ke Taman Kober sebagai tempat untuk rekreasi dan refreshing. Dengan penataan ulang Taman Kober ini, maka Taman Kober tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpulnya anak-anak dan keluarga, namun juga menjadi destinasi wisata masyarakat Ruang Komunal Ruang Komunal, yang meliputi: lapangan, mini amphiteatre dan panggung, digunakan untuk kegiatan sosial dan budaya oleh masyarakat, seperti pertunjukan wayang, menari, kegiatan ibu-ibu PKK dan lainnya. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Gambar 5. Gambar Existing Panggung dan Communal Space Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 6. Desain Panggung dan Communal Space Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. Penerapan konsep ekologi yang mengharuskan adanya keseimbangan hubungan antara manusia dengan lingkungan dengan tujuan agar keindahan tetap terjaga, terlihat pada desain panggung dan Communal Space dimana posisi panggung tetap di tempat lama, namun atap dirubah dengan bentuk atap lengkung yang memberi kesan lebih luwes dan selaras dengan alam jika dibandingkan dengan bentuk atap lamanya yang berbentuk datar memberikan kesan kaku. Vegetasi yang digunakan ada yang berupa pohon rindang untuk peneduh serta pohon cemara sebagai pengarah pandangan pengunjung ke panggung dan sekaligus juga berfungsi sebagai pembatas alami antara Taman Kober dengan Lapangan Gempar. Kober. Open space juga tetap berada di bagian depan panggung, namun ukuran diperkecil, sehingga tempat duduk penonton panggung yang berbentuk amphiteatre ukuran dan jumlahnya lebih optimal. Adanya amphiteatre ini dapat digunakan oleh pengunjung sebagai tempat bersosialisasi dan berkomunikasi baik bagi masyarakat sekitar Taman Kober maupun bagi pengunjung umum. Konsep ekologi juga diterapkan dengan cara memanfaatkan potensi alam dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penerapannya pada re-desain Taman Kober adalah dengan menghadirkan elemen tata ruang luar yag berbentuk kolam yang dirancang dengan fungsi untuk menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman. Kolam ini menjadi salah satu solusi terhadap permasalahan utama taman, yaitu kondisi udara yang cenderung Elemen air dapat memberikan efek pendinginan alami sekaligus meningkatkan estetika taman secara Gambar 7. Gambar Existing Playground Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 8. Gambar Existing Fasilitas Playground Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 9. Desain Area Playground (Sumber: Analisa Penulis, 2. Spot Area Belajar Spot belajar, digunakan sebagai area belajar yang difasilitasi bangku dan meja. Area PlayGround Area Playground, sebagai tempat bermain anak-anak yang memiliki fasilitas berbagai wahana permainan, seperti perosotan, ayunan, jungkat-jungkit, jaring labalaba, dan permainan lainnya. Playground di desain dengan bentuk tertutup dan berbahan dasar plastik yang kuat agar lebih aman bagi anak anak. Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Gambar 10. Gambar Existing Spot Belajar Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 11. Desain Spot Belajar Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. Spot belajar didesain dengan menggunakan material yang lebih aman agar ramah anak. Desain tempat duduk yang ada sandarannya akan membuat anak lebih nyaman sehingga anak akan lebih betah untuk belajar dan membaca di spot ini. Atap didesain berbentuk bulat seperti corong. Bentuk atap yang lebar berguna untuk berteduh sekaligus penampung air hujan sebagai pendukung ekologi lingkungan Taman Kober harus dapat menyesuaikan dengan lingkungan sekitar, seperti topografi. Area di sebelah Utara ini relatif rata sehingga untuk area parkir tidak perku dilakukan cut and fill. Area parkir yang baru dilengkapi dengan area parkir untuk mobil, motor, dan sepeda. Area parkir juga diberi vegetasi peneduh yang cukup banyak untuk menyejukan udara yang panas sebagai tanggapan Solusi ini merupakan salah satu penerapan konsep ekologi pada re-desain Taman Kober. Food Court Area Parkir Gambar 14. Gambar Existing Foodcourt Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 12. Gambar Existing Area Parkir Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 13. Desain Area Parkir Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. Area parkir saat ini berlokasi di pinggir taman tanpa adanya aturan yang ketat, sehingga pengunjung dapat parkir dimana saja. Pada re-desain area parkir ditempatkan di sebelah Utara taman, sehingga tidak mengganggu sirkulasi pengunjung di dalam taman. Selain supaya tidak mengganggu sirkulasi, penempatan parkir di sebelah Utara juga sebagai tanggapan akan konsep ekologi dimana bangunan Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 Gambar 15. Desain Foodcourt Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. Penerapan konsep ekologi pada desain foodcourt adalah dengan menerapkan bentuk yang dinamis dan Hal ini bertujuan untuk fleksibilitas pergerakan angin sebagai penyejuk alami. Selain itu penggunaan material bangunan yang menggunakan bahan kayu ramah lingkungan juga sebagai penerpan konsep ekologi pada foodcourt Taman Kober. Untuk lantai bangunan juga didesain dengan model panggung tujuannya agar udara dapat masuk leluasa ke bawah bangunan, sehingga bangunan akan lebih sejuk karena adanya udara yang mengalir di bawah bangunan. Kamar Mandi Kamar mandi letaknya digabungkan dengan foodcourt, letak sitenya berada di tengah tengah antara communal space dan taman bunga agar mudah dijangkau. Bangku taman diberi semacam penutup pada bagian atasnya yang berbentuk lengkung sebagai tanggapan akan permasalahan angin yang cukup kencang dan panas matahari di Taman Kober ini. Taman Bunga Taman bunga merupakan area bagian belakang Taman Kober yang sudah terbengkalai. Taman bunga difungsikan bukan hanya sebagai taman dengan tujuan estetika saja, tetapi juga berfungsi sebagai taman yang dapat memfilter adanya bau tidak sedap yang berasal dari pengolahan tempat barang bekas yang terletak di bagian Utara Taman Kober Gambar 19. Gambar Existing Lahan Terbengkalai Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 16. Gambar Existing Kamar Mandi Taman Kober (Sumber: Dokumentasi Penulis, 2. Gambar 17. Desain Kamar Mandi Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. Bangku Taman Bangku Taman, digunakan sebagai tempat duduk yang berada di depan, belakang dan indoor area foodcourt. Gambar 18. Desain Bangku Taman (Sumber: Analisa Penulis, 2. Gambar 20. Desain Taman Kober (Sumber: Analisa Penulis, 2. PENUTUP Taman Kober sebagai taman desa tidak hanya sekadar menciptakan ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi sebuah proyek transformatif yang memiliki dampak positif yang luas bagi masyarakat Purwokerto. Taman Kober tidak hanya berfungsi sebagai paru-paru kota, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, budaya, dan Mengusung konsep ekologi sebagai pendekatan desainnya, penerapannya dapat dilihat Desain panggung dan Communal Space yang berdekatan memungkinkan pengunjung dapat bersosialisasi dengan lebih erat. Bentuk atap spot belajar berbentuk corong lebar Jurnal Arsitektur Ae Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon / Vol 17 / No. 1 / April 2025 yang berguna untuk berteduh sekaligus penampung air hujan sebagai pendukung ekologi. Penggunaan material dari bahan alami untuk kearifan lokal dan faktor keamanan pengunjung. Desain bangunan berbentuk panggung untuk memudahkan sirkulasi udara di bawah bangunan sehingga bangunan menjadi lebih sejuk Desain penutup bangku taman sebagai tanggapan terhadap permasalahan angin Taman bunga sebagai unsur estetika dan filter bau lingkungan sekitar DAFTAR PUSTAKA