Berkala Ilmiah Pendidikan Volume 4 Nomor 3. November 2024 scidac plus IMPLEMENTASI METODE DEMONSTRASI GUNA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VII DI MTS MAAoARIF 5 SEKAMPUNG LAMPUNG TIMUR Abdul Hasan AsAoari1*. Sayyidul Abrori2. Rina Mida hayati3. Moch. Zainal Arifin Hasan4 123Universitas MaAoarif Lampung. Indonesia 4Sekolah Tinggi Ilmu SyariAoah Sultan Fatah Lampung. Indonesia cebongoy@gmail. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keefektifan penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dan juga bertujuan sebagai upaya untuk memilih metode yang tepat dalam pembelajaran fiqih. Hal ini dikarenakan penerapan cara yang sesuai pada saat belajar mengajar akan sangat berpengaruh pada hasil belajar. Penelitian ini termasuk kedalam field research dengan pengambilan data melalui observasi, dokuentasi dan wawancara. Pendidikan yaitu upaya yang dilaksanakan dengan sengaja dan tersusun guna mencapai suatu proses pengajaran supaya siswa dapat menemukan dan mengengembangkan potensi yang ada pada dirinya masing-masing. Oleh sebab itu, dalam proses pembelajaran membutuhkan metode yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan sempurna, yaitu rangkaian tindakan sistematis yang dilakukan oleh guru dalam mengajar suatu materi pelajaran. Untuk mengetahui bagaimana penerapan metode demosntrasi pada mata pelajaran fiqih kelas VII diMTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur peneliti menganalisa proses pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik dengan memperagakan materi fiqih yang sedang dipelajari seperti sholat kemudian peserta didik mengikutinya. Dalam melakukan penilaian pada peserta didik dilakukan dengan mengadakan ujian praktik dan ujian tertulis perihal materi sholat. Dengan begitu peserta didik tidak hanya mendapatkan materi tetapi juga pengalaman dan pembelajaran secara langsung. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mencapai hasil belajar yang maksimal. Kata Kunci: Pendidikan,Demostrasi,Hasil belajar Abstract The aim of this research is to analyze the effectiveness of using the demonstration method in improving student learning outcomes and also aims as an effort to choose the right method in learning fiqh. This is because applying appropriate methods during teaching and learning will greatly influence learning outcomes. This research is included in field research with data collection through observation, documentation and Education is an effort carried out deliberately and in a structured manner to achieve a teaching process so that students can discover and develop the potential that exists in each of them. Therefore, the learning process requires appropriate methods so that learning objectives can be achieved perfectly, namely a series of systematic actions carried out by the teacher in teaching a subject matter. To find out how to apply the demonstration method in class VII fiqh subjects at MTs Maarif 5 Sekampung, east Lampung, researchers Artikel ini menggunakan lisensi Creative Commons Attribution 4. 0 International License A 2024 Abdul Hasan AsAoari. Sayyidul Abrori. Rina Mida hayati analyzed the learning process carried out by educators by demonstrating the fiqh material being studied, such as prayer, then the students followed suit. The assessment of students is carried out by holding practical exams and written exams regarding prayer material. That way, students not only get material but also direct experience and learning. This is done as an effort to achieve maximum learning outcomes. Keywords: Education,Demonstration,Learning outcomes PENDAHULUAN Pendidikan adalah sebuah upaya untuk merubah sikap dan tata laku seseorang (Husnul, 2. , yang juga termasuk suatu upaya dalam mendapatkan pengetahuan baik itu dari lembaga pendidikan formal ataupun nonformal agar menjadi insan kamil . Sebagaimana cita-cita pancasila dalam UUD 1945 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, karena itu pendidikan juga menjadi indikator penting dalam penentuan kemajuan sebuah bangsa. Pendidikan dimulai sejak manusia dilahirkan sampai dia meninggalkan Dalam Islam Konsep Pendidikan tertera didalam ayat-ayat Al-qurAoan dan juga hadits Nabi. Sebagaimana perspektif Al-QurAoan pada surat Luqman ayat 13 Aea Ea a UeE aa UIOA e a a AaOu e Ca aE Ea eC aI A aI aEeIa aN aON aaO O a a aNau O a A a acaI aE a eeaEe a ac aacEE n u acI A Artinya : AyDan . ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajarana kepada anaknya. Auwahai anakku ! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Alla. adalah benar-benar kedzaliman yang besarAy. (QS. Luqman:. Ayat tersebut menjelaskan tentang metode dalam pendidikan anak sejak dini (Ahmad & Ummah, 2. Pendidikan dasar yang diajarkan mencakup pendidikan akidah, akhlak dan syariat dengan metode pembelajaran melalui nasehat. Selain nasehat juga diperlukan pendekatan kontekstual pada aspek keimanan dengan mengenalkan sifat-sifat Allah dan menceritakan kisah-kisah Nabi dan Rasul baik secara langsung maupun melalui media pemndukung. Dengan ini dapat dipahami bahwa setiap orang tua memiliki tugas dan tanggung jawab serta peran yang baik dalam mendidik anak sesuai Al Qur'an. Dalam sebuah hadits dinyatakan juga pentingnya menuntut ilmu. a a a AaEa a uEe a aeE Aa aOea U aaEA AE I ea a IeEA Artinya: AuMencari ilmu wajib bagi setiap muslim laki-laki dan perempuanAy Menuntut ilmu hukumnya adalah wajib bagi setiap muslim dan muslimah dimulai sejak mampu melakukannya (Agus, 2. , sejak dalam kandunganpun bapak dan ibunya juga sudah wajib melaksanakan proses pendidikan dengan cara datang kemajelis-majelis ilmu ataupun ketempat yang baik dan bermanfaat serta menjauh dari hal-hak yang negatif dan kemaksiatan. Dengan ini dapat dinyatakan bahwa pendidikan merupakan hal dasar yang penting bagi setiap manusia. Karena dengan pendidikan manusia dapat mengetahui apa yang belum diketahuinya dan bisa menjalani kehidupan dengan baik atas dasar pengetahuan. Dengan belajar, diharapkan seseorang mampu mencapai derajat manusia yang sesungguhnya, didalam konsep pendidikan Islam hal ini dinamakan manusia yang berkepribadian insan kamil atau manusia Salah satu indikator untuk menjadi insan kamil selain memiliki kecerdasan adalah memiliki perilaku yang baik atau akhlakul karimah, mungkin hal inilah yang dirasa cukup berat oleh para pendidik karena pada kenyataannya proses belajar belum mampu sepenuhnya mencapai hal tersebut. Diperlukan penentuan tujuan pendidikan yang tepat dan tujuan pendidikan inilah yang akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia yang berkualitas. Dalam pendidikan ada satu fase yang disebut pembelajaran. Pembelajaran yaitu interaksi edukatif yang dilakukan oleh pendidik dan peserta didik dalam situasi tertentu (Hasanah & Himami, 2. Dimana dalam proses ini seorang pendidik dituntut untuk aktif sehingga terjadi interaksi yang harmonis demi tercapainya tujuan pembelajaran dengan baik. Seperti yang tertera dalam surat Al kahfi ayat 70 yang menceritakan bagaimana metode nabi khidir dalam mengajarkan ilmu kepada nabi musa yaitu Nabi Musa baru dibolehkan untuk bertanya jika perjalanan yg dilaluinya sudah selesai (Zubairi, 2. , maka dapat simpulkan bahwa dalam belajar etika dan kepatuhan merupakan suatu kebutuhan yang harus tertanam di dalam diri peserta didik. Dalam proses pembelajaran juga terdapat beberapa komponen yang meliputi tujuan, subjek belajar, materi pembelajaran, penunjang proses pembelajaran berupa fasilitas , buku sumber pelajaran, dan alat ataupun media pembelajaran serta metode pembelajaran. Proses pembelajaran tidak mengalir begitu saja, tetapi juga membutuhkan metode yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan sempurna (Rahmi & Fajriwati, 2. Setiap metode dalam pembelajaran digunakan untuk menghasilkan sistem pembelajaran yang efektif dan efisien dalam memfasilitasi pencapaian tujuan pembelajaran. Karena hal ini maka dilakukan suatu riset lapangan untuk mengetahui implementasi suatu metode pembelajaran dalam mata pelajaran fiqih dikelas VII salah satunya adalah metode demonstrasi, agar mengetahui apakan metode ini efektif dan efisien dalam mencapai hasil belajar yang baik ataukah tidak. Seperti penelitian yang sudah dilaksanakan oleh Hakim perihal efektifitas penggunaan metode demonstrasi pada pembelajaran Fiqih di MA Kapetakan menyatakan bahwa efektivitas pembelajaran menggunakan metode demonstrasi terhadap prestasi belajar peserta didik diperlihatkan dari perhitungan rata-rata prestasi belajar (Hakim & Arif, 2. yaitu pencapaian nilai belajar peserta didik dari sebelum dan setelah penggunaan metode demonstrasi. Dalam sebuah artikel yang berjudul Pengaruh Metode Demonstrasi Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Pembelajaran Fiqih juga dinyatakan bahwa dalam proses pembelajaran hendaknya seorang pendidik harus mahir dalam mengelola kelas (Ningsih, 2. agar tujuan pembelajaran tercapai dengan maksimal salah satunya dengan pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang dipelajari. Menurut Tamam metode demonstrasi juga sangat efektif jika diterapkan pada materi keagamaan yang bersifat praktis untuk mempraktikkan hasil dari sebuah proses (Tamam & Ahmad, 2. karena dalam suatu proses pembelajaran seorang pendidik dituntut untuk kreatif dan menguasai kelas agar peserta didiknya tidak merasa bosan. Sebagaimana pelaksanaan praktik sholat yang diadakan oleh pendidik diMTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur khususnya bagi kelas VIIa dengan tujuan untuk mengajak peserta didik agar lebih bersikap aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat dengan langsung memahami perihal materi sholat. Adapun dalam menggunakan metode demonstrasi seorang pendidik hendaknya memperhatikan beberapa syarat, di antaranya: pertama, pendidik harus menyusun tujuan yang ingin dicapai dalam demonstrasi tersebut. kedua, pendidik harus menguasai teori maupun praktik. Ketiga, pendidik harus memperhatikan waktu yang disediakan untuk demonstrasi. Keempat, pendidik harus memperhatikan kondisi siswa, sehingga muncul keinginan dalam diri peserta untuk fokus pada apa yang didemonstrasikan oleh Dengan demikian, metode demonstrasi yang berupa memperagakan barang, kejadian, aturan dan urutan melakukan suatu kegiatan (Ubaedilah & Pratiwi, 2. , baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menarik perhatian peserta didik agar bisa agar lebih fokus terhadap materi pelajaran yang sedang disampaikan oleh pendidik. METODE Pendekatan kualitatif lapangan merupakan metode yang dilaksanakan dalam penelitian ini, yaitu peneliti menganaisa suatu kejadian kemudian hasilnya diwujudkan dengan narasi yang padat dan jelas supaya tidak sulit diterima dan dipahami para pembaca (Miza & Adlini, 2. Metode penelitian sendiri memiliki makna sebagai susunan cara dijalankan peneliti dalam mendapatkan informasi (Sari Mila. Riset ini dilakukan disuatu madrasah atau sekolah tingkat menengah pertama untuk mengetahui keefektifan suatu metode pembelajaran. Yaitu bertempat di MTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur, dari banyaknya populasi peserta didik dari kelas VII . ,b,c,d,. Vi . ,b,c,d,. IX. ,b,c,d,. kelas VIIa adalah yang menjadi sampel fokus penelitian melalui analisis praktek pembelajaan secara langsung. Adapun data skunder didapatkan dari artikel referensi yang berkaitan dengan pembahasan penelitian. Sedangkan sumber data primer didapatkan melalui data lapangan dan informasi dari peserta didik kelas VII, guru mata pelajaran fiqih dan kepala madrasah. Data lapangan tersebut didapatkan dari instrumen pengumpulan data meliputi dokumentasi, wawancara dan observasi (Heni & Rina, 2. Kemudian data yang telah terkumpulkan dianalisis dengan cara mereduksi yaitu memilah, merangkum hal-hal yang pokok (Zuhri, 2. , data tersebut kemudian disajikan dengan lebih singkat dan jelas agar lebih mudah dipahami (Ai & Ekasatya, 2. lalu dilakukan penarikan kesimpulan yaitu menentukan hasil dari penelitian. Dan langkah yang terakhir yaitu melakukan uji keabsahan data dengan empat tahap yang meliputi uji credibility. ji kepercayaan terhadap data hasil penelitian yang disajika. , uji transferability. etepatan hasil penelitia. , uji dependability. emeriksa kebergantungan dan kepastian dat. , serta uji konfirmability(Objektivitas pengujian kualitati. HASIL DAN PEMBAHASAN Penerapan Metode Demonstrasi Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Fiqih Menciptakan suasana pembelajaran yang baik dan mencari metode yang efektif merupakan tugas dari seorang pendidik (Endayani & Cut, 2. Banyak metode yang bisa diterapkan dalam setiappembelajaan dengan menyesuaikan materi yang akan disampaikan. Seperti halnya metode demonstrasi yang merupakan metode belajar dengan peragaan untuk memperjelas suatu pengertian untuk memperlihatkan bagaimana melakukan sesuatu di bidang keilmuan kepada peserta didik (Wawan, 2. Metode demonstrasi diarahkan pada pemecahan masalah-masalah yang berakar pada dimensi pribadi dan sosial, oleh karena itu diperlukan keahlian dan keterampilan seorang pendidik dalam menyampaikan materi pembelajaran agar tidak menimbulkan kebosanan dan peserta didik bisa mempunyai minat dan keinginan belajar yang tinggi terhadap materi yang akan diajarkan oleh pendidikPembelajaran dengan menggunakan metode demonstrasi dapat dilakukan pada saat memulai pembelajaran, selama pembelajaran, dan pada akhir pembelajaran tergantung pada tujuan pembelajaran yang hendak dicapai (TeAoa & Yolenta, 2. Pada awal pembelajaran, metode demonstrasi bertujuan untuk memotivasi peserta didik melalui pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh pendidik. Pertanyaanpetanyaan ini diberikan pendidik untuk membimbing peserta didiknya agar sampai pada konsep yang ingin dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Pada saat pembelajaran berlangsung, metode demonstrasi bertujuan untuk mengembangkan suatu konsep atau merangkaikan sejumlah konsep. Metode demonstrasi mempunyai manfaat penting untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran peserta didik. Manfaat metode demonstrasi adalah peserta didik mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang hal-hal yang berhubungan dengan proses mengatur sesuatu, proses membuat sesuatu, proses bekerjanya sesuatu, proses mengerjakan atau menggunakannya, komponen-komponen yang membentuk sesuatu, membandingkan suatu cara dengan cara lain, dan untuk mengetahui atau melihat kebenaran sesuatu. Adapun tujuan dan manfaat metode demonstasi adalah seorang guru dapat mengajarkan suatu proses (Udzah, 2. Ada beberapa tahap dalam penerapan metode demonstrasi untuk pelajaran fiqih sebagai berikut: Tahap Perencanaan Metode Demonstrasi Perencanaan adalah menentukan perihal apa saja yang akan dilakukan sebelum pekerjaan dilakukan (Kurniawati, 2. Hal ini perlu dilakukan agar tujuan pembelajaran bisa dicapai dengan maksimal. Perencanaan juga akan menentukan hasil dari suatu program (Ulil, 2. , dalam kemungkinan suatu program yang dilakukan dengan tanpa perencanaan yang baik akan cenderung tidak berhasil. Dengan artian baik itu kegiatan kecil ataupun besar jika tidak ada perencanaan yang maksimal maka akan memiliki peluang yang kecil untuk berhasil. Awal mula perencanaan sebelum melaksanakan pembelajaran dengan metode demonstrasi yang hendaknya dilakukan oleh pendidik yaitu dengan memahami kompetensi dasar yang akan disampaikan kepada peserta didik. Pada teori yang akan disampaikan untuk peserta didik ialah mengenai tatacara shalat. Langkah yang dilakukan pada tahap awal ini ialah berkoordinasi dengan kepala madrasah sebagai bentuk permintaan izin penelitian supaya dapat diberikan fasilitas sebagaimana yang diperlukan. Kemudian pendidik menyusun RPP . encana pelaksanaan pembelajara. dengan pembahasan tentang shalat yang lengkap dengan ketentuan syarat, rukun dan sunahnya shalat. Lalu, menyiapkan media dan sumber belajar, untuk kelancaran proses pembelajaran media yang akan dipersiapkan berupa gambar gerakan shalat yang benar dan sesuai dengan ketentuan. Adapun sumber belajar yang dipergunakan berupa buku fiqih sebagai pedoman guru kelas VII serta menyiapkan alat evaluasi berupa pengamatan, tes tulis dan lisan untuk mengetahui hasil belajar siswa setelah menggunakan metode demonstrasi pada mata pelajaran fiqih. Perencanaan metode demonstrasi ini meliputi penyajian di kelas, terutama dalam proses belajar mengajar harus terencana dan tersusun dalam bentuk program persiapan. Pembelajaran dengan metode demonstrasi untuk pelajaran fiqih pada materi bab sholat dikelas VIIa dilaksanakan dengan cara mengadakan ujian praktik. Pendidik mempersiapkan materi bab sholat, merumuskan tujuan yang hendak dicapai dapat materi sholat, mempersiapkan alat-alat atau media yang diperlukan untuk mengatur tempat dalam hal ini tempat praktik akan dilaksanakan didalam masjid yang disediakan oleh pihak madrasah. Persiapan tempat ini dibantu oleh peserta didik dengan menyapu dan memepersiapkan sajadah untuk shof. Adapun perkiraan waktu yang akan dipergunakan dalam pelaksanaan praktik sholat kelas VII ini dilakukan dengan waktu 40 Alokasi waktunya yaitu 10 menit pertama untuk demonstrasi gerakan dan bacaan sholat oleh pendidik, 20 menit untuk praktik peserta didik, dan 10 menit teakhir untuk evaluasi bersama peserta didik. Metode demonstrasi didefinisikan sebagai cara seorang pendidik untuk mengajar dengan memakai penjelasan verbal dan mampu memperlihatkan secara langsung tentang tatacara mengerjakan sesuatu dalam proses belajar mengajar. Dengan ini metode demonstrasi berarti menunjukkan, mengerjakan, dan menjelaskan. Jadi dalam demonstrasi pendidik menunjukkan dan menjelaskan cara-cara mengerjakan shalat, melalui metode demonstrasi ini diharapkan peserta didik dapat mengetahui langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan (Purwantinah, 2. Tahap Pelaksanaan Metode Demonstrasi Pendidik menyampaikan program pembelajaran yang terencana yaitu dengan RPP, mempersiapkan alat-alat yang hendak dipakai, mengucap salam, absensi peserta didik dan pemberian motivasi yang berkaitan dengan pelajaran yang akan disampaikan. Pada bab sholat ini pendidik memberikan wejangan dan motivasi tentang pentingnya melaksanakan ibadah sholat. Pendidik menjelaskan syarat rukun dan sunnahnya sholat secara lugas. Hal ini dilakukan agar para peserta didik merespon pelajaran dengan baik yang pada akhirnya akan mencapai tujuan yang diinginkan melalui metode demonstrasi. Kemudian pendidik mengarahkan peserta didik ketempat praktik yaitu dimasjid yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Ujian praktik ini terlaksana dalam beberapa tahapan yaitu: pertama, pendidik menyampaikan standar kompetensi yang akan dicapai tentang materi bab sholat. Kedua, pendidik mencontohkan gerakan-gerakan sholat yang baik dan benar bersamaan dengan menjelaskan tentang rukun dan sunnahnya dalam sholat. Seperti dalam pembacaan surat al-fatihah harus dilafadzkan, karena itu termasuk kedalam rukun qouliyah (Siregar & Nirmalasari, 2. dan mengingatkan peserta didik ketika selesai membaca doAoa qunut pada rokaat kedua sholat subuh untuk tidak mengusapkan tangannya kewajah. Karena gerakan tersebut tidak termasuk dalam gerakan sholat dan bisa membatalkan sholat (MaAoruf & Afafa, 2023. Ketiga, peserta didik maju secara berkelompok untuk mendemonstrasikan apa yang telah dicontohkan oleh pendidik. Pada tahap ini pendidik melakukan penilaian untuk hasil belajar para peserta didik. Hasil belajar merupakan peroleh prestasi akademik seorang peserta didik (Afniola & Salwa, 2. Pendidik membuat kelompok, dengan meminta peserta didik berhitung 1 sampai 3 dari pembagian kelompok yang pertama. Masing-masing berkumpul/membentuk kelompok dengan nomor yang sama. Setelah itu barulah peserta didik melakukan praktik sholat dengan secara berkelompok. Praktik dilaksanakan bergantian perkelompok dengan pembagian 3 kelompok 1 kelompok terdiri dari 11 orang. Pada tahap pelaksanaan metode demonstrasi seorang pendidik menjadi faktor penentu yang amat dominan dalam pendidikan (Hozaini & Fahri, 2. Karena pendidik memegang peranan kendali pada proses belajar mengajar, di mana proses pembelajaran merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan. Adapun proses pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila seoang pendidik dapat berkembang dengan profesional dan disiplin dalam setiap perannya. Sebagai tokoh yang berperan sebagai pemberi inspirasi, motivasi, sebagai pembimbing dalam mengembangkan sikap dan tingkah laku serta nilai-nilai dan sebagai orang yang menguasai pendidikan, pengetahuan maka hendaknya guru juga mempersiapkan dengan semaksimal mungkin materi pelajaran yang akan diajarkan (Bhidju & Roni, 2. Seorang pendidik berperan sebagai demonstrator, yaitu pendidik harus menyiapkan beberapa media yang dibutuhkan dalam proses demonstrasi dan menyediakan waktu yang dibutuhkan dan menjadi seorang model dan memperagakan suatu kejadian atau proses suatu masalah, serta bertindak sebagai evaluator yang mengoreksi, dan menilai hasil demonstrasi peserta didik. Dengan demikian kualitas pembelajaran di sekolah diharapkan dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dan memberikan hasil yang optimal bagi peserta didik tersebut. Setelah selesai praktik langkah selanjutnya yang dilakukan adalah mengevaluasi hasil belajar peserta didik. Evaluasi Penerapan Metode Demonstrasi Evaluasi merupakan proses ataupun kegiatan untuk menilai sesuatu (Phafiandita & Primadani, 2. Evaluasi ini perlu dilakukan agar pendidik bisa mengetahui tingkat kepahaman peserta didiknya. Ada tiga alasan utama diperlukannya evaluasi dalam kegiatan pembelajaran (Anwar, 2. yaitu: Pertama, apabila dilihat dari pendekatan proses pendidikan maka bisa diketahui relevansi antara tujuan pendidikan, proses pembelajaran dan prosedur evaluasi yang Kedua, kegiatan mengevaluasi hasil belajar peserta didik termasuk salah satu ciri dari seorang pendidik yang profesional. Ketiga, kegiatan pendidikan merupakan kegiatan tersusun yang mencakup kegiatan planning, programming, organizing, actuating, controlling dan evaluating Penerapan metode demonstrasi sangatlah penting untuk mengetahui kemampuan peserta Apabila praktik telah selesai maka dilakukan proses evaluasi hasil belajar baik itu dengan memberikan tugas yang berkaitan dengan materi sholat ataupun dengan melakukan evaluasi bersama tentang jalannya proses praktik sholat. Evaluasi dengan tanya jawab secara yaitu dengan memberi pertanyaan kepada peserta didik apakah ada yang mengalami kesulitan melaksanakan praktik sholat, apakah ada yang belum paham terhadap demonstrasi sholat yang diberikan oleh pendidik dan pendidik juga memberikan kesempatan untuk mengutarakan pendapat mereka perihal pelaksanaan praktik sholat yang sudah dilaksanakan. Dalam hal ini terlihat ada beberapa peserta didik yang belum tepat gerakan sholatnya dan pendidik kembali mengingatkan dan membenarkan gerakan tersebut. Dalam tahap evaluasi ini berkesinambungan dengan proses pengambilan nilai. Penilaian dilakukan agar dapat mengetahui tingkat kepahaman dan pengetahuan peserta didik. Apakah terdapat peningkatan atau penurunan, apabila terjadi penurunan dalam pencapaian hasil belajar maka pendidik harus berupaya untuk membantu agar peserta didik bisa mengalami peningkatan nilai. Penerapan metode demonstrasi memberikan pengaruh baik dalam hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih kelas VII, yaitu dalam 3 aspek yang berupa : Aspek afektif Yaitu yang mencakup tentang yang diterapkan peserta didik dalam proses pembelajaran (Nadiyah & Amalia, 2. Untuk mata pelajaran fiqih kelas VII diMTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur ada beberapa peserta didik yang tidak menyukai mata pelajaran fiqih, hal ini terlihat dari sikap peserta didik ketika merespon penjelasan dan pendemonstrasian bab sholat yang sedang dilakukan oleh pendidik ada sebagian diantara mereka yang tidak memperhatikan. Pendidik juga melakukan cara ain untuk menilai aspek afektif peserta didiknya dengan cara memberikan pertanyaan yang harus dikerjakan dengan berdiskusi, dengan cara ini peserta didik lebih berantusias dalam merespon tugas tersebut karena mereka bisa berdiskusi dan berkerjasama dengan kawan satu Pihak madrasah juga serius dalam menekankan ketertiban bagi para peserta didiknya. Uuntuk peserta didik yang tidak masuk kelas dengan alasan tidak suka dengan mata pelajaran yang sedang berlangsung ataupun dengan tanpa alasan maka akan diserahkan kepada dewan guru yang berwajib untuk mendapatkan sanksi. Hal ini dilakukan dengan tujuan menjalankan peraturan madrasah dan demi menertibkan kegiatan pembelajaran. Aspek kognitif, berkaitan dengan pemahaman, pengetahuan dan nilai ulangan harian (Afifah & Nurhayati, 2. Pendidik melakukan tes lebih lanjut untuk mengetahui sejauh mana kepahaman peserta didik dalam materi sholat. yarat, rukun, dan sunahny. dengan cara tes tanya jawab, karena mereka sudah pernah melaksanakan praktik sholat dengan benar maka mereka lebih mudah menjawab pertanyaan yang diberikan. Selain itu pendidik juga memberikan tes tertulis setiap kali selesai satu materi sebagai nilai harian. Adapun bagi peserta didik yang tingkat pemahamannya lebih lambat maka akan dilakukan pedekatan dan perhatian yang lebih serta memberikan penjelasan berulang-ulang secara khusus agar dia mampu memahami materi seperti peserta didik yang lain. Penilaian dalam aspek kognitif ini perlu dilakukan karena perkembangan kognitif pada peserta didik akan mempengaruhi dalam pencapaian nilai akademiknya. Pihak madrasah juga memberikan apresiasi khusus kepada peserta didik yang memiliki nilai akademik dengan peringkat berupa penghargaan berbentuk piagam. Terlebih lagi peserta didik tersebut akan diikutsertakan dalam perlombaan ataupun olimpiade berbasis madrasah dengan tujuan untuk mengembangkan dan mendukung prestasi peserta didiknya. Aspek psikomotorik, yang merupakan aspek yang berkaitan dengan skill dan keterampilan yang melibatkan fungsi sistem saraf serta otot (Rizal & Budi, 2. Kebijakan dari pihak MTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur untuk mendukung perkembangkan aspek psikomotorik peseta didiknya dengan menyediakan sarana prasarana seperti lab komputer untuk melatih keterampilan siswa dalam bidang IT, kegiatan pagar nusa juga untuk melatih ketangkasan siswa, serta praktek ibadah untukmata pelajaran keagamaan seperti fiqih. Aspek psikomotorik ini meliputi kesiapan, peniruan, pembiasaan, dan penyesuaian. Pendidik pada mata pelajaran fiqih melaksanakan ujian praktek sholat untuk peserta didik kelas VIIa, peserta didik yang melakukan gerakan sholat dengan baik dan benar sesuai ketentuan yang sudah didemonstrasikan maka akan mendapat nilai yang baik. Karena ketika seorang peserta didik telah memahami dan menginternalisasikan materi sholat dalam dirinya, maka dia akan mampu mengaplikasikan pemahamannya dalam gerakan sholatnya dan menerapkannya dalam kegiatan sholatnya sehari-hari. Dari penerapan metode demonstrasi yang telah diterapkan oleh pendidik diMTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur didapatkan bahwa metode demonstrasi memberikan dampak positif pada peningkatan hasil belajar peserta didik. Hasil belajar tersebut tercakup dalam 3 ranah yaitu pada aspek afektif yang meliputi nilai dan sikap emosi,perasaan dan nilai dari peserta didik dalam berlangsungnya proses pemelajaran fiqih. Kemudian aspek kognitif berupa pengetahuan, pemahaman dan penerapan peserta didik terhadap materi sholat yang sudah Serta pada aspek psikomotorik yang meliputi keterampilan peserta didik dalam menerima materi pelajaran dengan melakukan praktik. Nilai harian peserta didik kelas VII pada mata pelajaran fiqih juga mengalami peningkatan dari nilai rata-rata sebelumnya 67,90 setelah menerapkan metode demonstrasi terutama dengan praktik sholat nilai rata-ratanya menjadi 77,36. Dengan ini menunjukan bahwa metode demonstrasi cukup efektif dalam membantu meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran fiqih. Praktik sholat Dengan terlaksananya praktik sholat ini menjadi wujud dari penerapan metode demonstrasi. Metode ini cukup baik apabila digunakan pada mata pelajaran fiqih karena memilik beberapa kelebihan diantaranya : Pertama. Menjadikan bahan ajar lebih nyata untuk dipahami peserta didik sehingga dapat menghindari pemahaman yang beragam. Memudahkan peserta didik memahami pelajaran dengan cara melihat secara langsung dan prosedur informasi bahan ajar yang diberikan Proses pengajarannya lebih menarik dan menyenangkan. Kedua, dapat merangsang dan memotivasi peserta didik untuk lebih aktif dalam mengamati dan mendorong peserta didik untuk dapat menerapkannya sendiri. Ketiga, dapat menyajikan bahan ajar yang tidak dapat disajikan dengan metode lainnya karena dengan metode ini pengalaman peserta didik bertambah karena peserta didik membantu pelaksanaan. Keempat, pelajaran yang diberikan lebih tahan lama dan peserta didik bukan saja mendengar uraian yang diberikan pendidik, tetapi memerhatikannya bahkan turut serta dalam praktik demonstrasi. Kelima, lebih cepat diserap karena perhatian peserta didik dapat dipusatkan pada titik yang dianggap penting oleh pendidik dan dapat diamati oleh peserta didik. Pada saat demonstrasi perhatian peserta didik hanya tertuju kepada yang Dengan demikian maka penggunaan metode demonstrasi ini dapat mengurangi kesalahan-kesalahan penjelasan lisan dan salah paham dari peserta didik dan juga menghindari adanya bentuk kegagalan yang banyak memakan waktu belajar. Dengan banyaknya kelebihan dari penerapan metode demonstrasi tidak menutup kemungkinan bahwa juga terdapat kekurangan yaitu metode demonstrasi dinilai kurang efisien karena dalam tahap persiapan dan pelaksanaan memerlukan beberapa persiapan yang lebih matang dan teliti (Dirja, 2. , dalam hal ini apabila terjadi kurangnya persiapan akan mengakibatkan proses demontrasi menjadi gagal, serta dalam pelaksanaannya perlu kreativitas guru dalam menyampaikan materi pembelajaran. Selanjutnya dari kelebihan dan kekurangan dapat disimpulkan bahwa metode demonstrasi harus betul-betul memperhatikan kesiapan guru dalam perencanaan maupun pelaksanaan, persiapan guru sangat diperlukan dalam penerapan metode pembelajaran baik itu dari segi kemampuan dan ketermpilan serta alat pendukung untuk mendukukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Berdasarkan penuturan seorang peserta didik kelas VII dia mengatakan bahwa lebih senang belajar dengan cara praktik secara langsung. Hal ini dikarenakan ketika pendidik mengajar dengan metode ceramah dan peserta didik hanya terdiam mendengarkan dia sering mengantuk dan bahkan sampai tertidur. Tetapi ketika belajar dengan metode demonstrasi dia tidak lagi pasif karena metode ini melibatkan peserta didik untuk turut aktif saat belajar yaitu dengan praktik dan memberikan mereka pengalaman seara langsung. Wawancara dengan siswa kelas VII KESIMPULAN Kesimpulan Berdasarkan pelaksanaan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode demonstrasi pada mata pelajaran fiqih kelas VII di MTs MaAoarif 5 Sekampung lampung dapat menjadi faktor pendukung untuk meninggikan nilai belajar siswa. Nilai ini meliputi aspek afektif, aspek kognitif dan aspek psikomotorik. Akan tetapi terdapat kekurangan pada salah satu aspek, yaitu pada aspek afektif yang meliputi sikap, minat dan emosi dari peserta didik. Hal ini dikarenakan ada beberapa peserta didik yang tidak menyukai mata pelajaran fiqih dan tidak memperhatikan ketika pendidik melakukan demonstrasi atau peragaan pada materi sholat. Adapun pada nilai harian peserta didik kelas VII pada mata pelajaran fiqih juga mengalami peningkatan dari nilai harian rata-rata sebelumnya 67,90 setelah menerapkan metode demonstrasi terutama dengan praktik sholat nilai rata-ratanya menjadi 77,36. Saran Dengan demikian penerapan metode demonstrasi ini hendaknya tidak dilaksanakan dengan contoh dan peragaan dari pendidik saja, tetapi bisa sesekali diselingi dengan penggunaan metode demonstrasi melalui media elektronik seperti handphone dengan cara memberikan tugas dirumah untuk membuat video praktik sholat secara berkelompok. Atau juga bisa menggunakan media video visual youtobe yang menceritakan tentang materi pembelajaran fiqih seperti tayamum, wudhu ataupun sholat agar peserta didik lebih tertarik untuk melihatnya dan bersemangat untuk mempelajarinya. UCAPAN TERIMA KASIH Dengan terselesaikannya tugas akhir dari penelitian karya ilmiah ini penulis ingin menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT. Yang telah senantiasa memberikan banyak kenikmatan dalam setiap kesempatan. Dan penulis juga ingin memberikan ucapan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam tugas ini, terutama kepada kedua orang tua penulis yang telah meridhoi, dan dengan senang hati mendoAoakan serta mendukung setiap langkah yang dilakukan oleh penulis hingga sampai dijenjang yang sekarang ini. Ucapan terimakasih yang selanjutnya ingin penulis sampaikan kepada bapak dan ibu dosen pembimbing yang selalu memberikan kritik, saran, dan arahan terbaik dalam pelaksanaan penulisan penelitian ini hingga selesai. Juga tak lupa kepada pihak madrasah dari MTs MaAoarif 5 Sekampung lampung timur yang telah mengizinkan dan membatu dalam pelaksanaan riset lapangan disana. Dan ucapan terimakasih yang selanjutnya penulis ucapkan kepada segenap jajaran dewan pengajar di Universitas MaAoarif Lampung serta kawan-kawan seperjuangan dalam mencapai impian. Terimakasih atas segala ilmu dan pengalaman yang telah kalian berikan kepada penulis, dan terimakasih untuk segala kebaikan yang kalian berikan dan semoga kembali kebaikan tersebut kepada kalian. DAFTAR PUSTAKA