Journal for Quality in Women's Health Vol. 5 No. 1 March 2022 | pp. p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: https://doi. org/10. 30994/jqwh. Studi Deskriptif Pengetahuan dan perilaku Mahasiswa Kebidanan dalam menghadapi Pandemi Covid-19 Gita Kostania1*. Niken Bayu Argaheni2 Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Malang Program Studi Kebidanan Program Sarjana Terapan. Fakultas Kedokteran. Universitas Sebelas Maret * Corresponding author: Gita Kostania . shigita@gmail. Received: Februari 26 2022. Accepted: Maret 22 2022. Published: Maret 29 2022 ABSTRAK Penyebaran virus Covid-19 terjadi secara masif sehingga menimbulkan pandemi di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, prevalensi Covid-19 masih cukup tinggi dan mengalami gelombang pandemi yang berulang. Mahasiswa kebidanan merupakan individu calon tenaga kesehatan yang nantinya berkontribusi pada upaya kesehatan masyarakat dalam garda terdepan, turut berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian terjadinya pandemi. Mereka dapat menjadi role model di masyarakat. Untuk itu pentingnya dilakukan upaya kewaspadaan dengan menggali sejauhmana pengetahuan dan perilaku mahasiswa kebidanan dalam menghadapi wabah COVID-19. Penelitian menggunakan rancangan survey deskriptif, dengan bantuan google form. Populasi adalah seluruh mahasiswa kebidanan di provinsi Jawa Tengah dengan teknik sampling purposive, didapatkan jumlah sample 155 responden. Pengolahan data secara deskriptif, didapatkan data: mayoritas responden dalam kategori usia dewasa . ,9%), dan menempuh pendidikan Diploma . ,2%). Pengetahuan mahasiswa tentang Covid-19 dalam kategori Cukup . ,09%), dan perilaku mahasiswa dalam menghadapi pandemic Covid-19 dalam kategori Cukup . ,51%). Aspek pengetahuan mahasiswa perlu ditingkatkan lagi, dengan meningkatkan informasi yang valid serta diharapkan dapat menjalankan perilaku kesehatan secara optimal di masa pandemi COVID-19. Pihak institusi pendidikan diharapkan menambahkan bahan kajian terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada individu, serta ibu dan anak. Kata kunci: pandemi Covid-19, pengetahuan, perilaku This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Pada penghujung tahun 2019, dunia dihebohkan dengan munculnya penyakit menular baru yang muncul di Tiongkok yang disebabkan oleh Coronavirus Disease (Covid-. Hal ini mengingatkan pada kejadian 17 tahun lalu, ketika wabah Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) pertama kali muncul di Tiongkok. Jika dilihat dari angka kematian akibat virus (Case Fatality Rate atau CFR). CFR Covid-19 lebih rendah dibandingkan CFR SARS yang 2% sedangkan SARS mencapai 10%. Meski CFR lebih rendah, kasus Covid-19 tumbuh pesat. Virus Corona bersifat zoonosis . enular antara hewan dan manusi. Penelitian menyebutkan bahwa SARS-CoV ditularkan dari kucing luwak ke manusia dan MERS-CoV dari unta ke Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 sampai 14 hari setelah terpapar. Tanda dan gejala umum infeksi virus corona termasuk gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk, dan sesak napas. Pada kasus yang parah dapat menyebabkan pneumonia. Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. (Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, 2020. Sholikah & Suni, 2. Saat ini, penyebaran virus Covid-19 terjadi secara masif sehingga menimbulkan pandemi di berbagai belahan dunia. Atas kejadian ini. World Health Organization telah menilai risiko akibat virus tersebut termasuk dalam kategori tinggi di tingkat global dan telah mendeklarasikan status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) sejak 30 Januari 2020. Data dari WHO . menyatakan bahwa per April 2020 kasus penduduk dunia yang terkonfirmasi sejumlah 2. 207 jiwa, dengan jumlah kematian sebanyak 088 jiwa. Negara dengan peringkat tertinggi penduduknya yang terkonfirmasi adalah Amerika Serikat, yaitu sebanyak 665. 330 jiwa dengan jumlah kematian sebanyak 30. Adapun di Asia, negara dengan jumlah penduduk terbanyak yang terkonfirmasi Covid19 adalah China, yaitu 84. 180 jiwa dengan jumlah kematian sebesar 4. 642 jiwa. Di Indonesia sendiri, prevalensi Covid-19 masih cukup tinggi, yaitu 5. 923 jiwa dengan jumlah kematian sebanyak 520 jiwa. (Sukesih. Usman. Budi, & Sari, 2. Indonesia harus siap dengan potensi penyebaran Covid-19. Hal ini disebabkan letak geografis Indonesia yang berbatasan langsung dengan beberapa negara yang terkena dampak penyebaran virus Covid-19 serta perkembangan globalisasi dan semakin lancarnya lalu lintas antar negara. Untuk mengoptimalkan tahap pencegahan, perlu dilakukan upaya lain, seperti: mendirikan posko pencegahan Covid-19. meningkatkan Komunikasi. Edukasi, dan Informasi (KIE) terkait virus agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat akibat terpapar informasi yang tidak benar. membangun paradigma positif di antara para pemangku dan proaktif dalam membangun kesadaran masyarakat agar ikut terlibat dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. (Adli et al. , 2022. Cao et al. , 2020. Sholikah & Suni. Mengingat terbatasnya informasi penularan 2019-nCoV yang saat ini belum diketahui, maka strategi PPI digunakan untuk mencegah atau membatasi penularan infeksi dengan menerapkan kewaspadaan kontak, droplet dan airborne. Prinsip-Prinsip Strategi Pencegahan dan Pengendalian Infeksi Terkait Pelayanan Kesehatan Mencegah atau membatasi penularan infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan memerlukan penerapan prosedur dan protokol yang disebut dengan AukontrolAy. Secara hierarkis ini telah diatur sesuai dengan efektivitas PPI, yang meliputi pengendalian administratif, pengendalian dan rekayasa lingkungan serta APD. (Kemenkes RI, 2020. Saravanan. Mahmoud. Elshami, & Taha, 2. Selain dilakukan oleh pemerintah, kesiapsiagaan pada fase pencegahan juga dapat dilakukan oleh masing-masing individu. Upaya yang dapat dilakukan antara lain: penggunaan masker jika mengalami gejala batuk pilek. segera pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada keluhan lebih lanjut. menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. masak daging dan telur sampai matang. berhati-hatilah saat bersentuhan dengan hewan, terutama hewan liar. hindari kontak dengan orang yang menunjukkan gejala penyakit pernapasan. (Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, 2020. Sholikah & Suni, 2. Mahasiswa kebidanan merupakan individu calon tenaga kesehatan yang nantinya berkontribusi pada upaya kesehatan masyarakat dalam garda terdepan, turut berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan dan pengendalian terjadinya pandemi. Mereka dapat menjadi role model di masyarakat. Sebagai mahasiswa kebidanan yang menjalani praktek magang di lahan praktik (Rumah Sakit. Puskesmas. Klini. dalam lingkup terbatas, mereka juga mempunyai resiko tinggi tertular virus. Untuk itu pentingnya upaya kewaspadaan dengan meningkatkan kesadaran diri akan informasi kesehatan, masalah-masalah kesehatan dan solusi yang terbaik guna mempertahankan dan/ meningkatkan status kesehatan mereka. Harapannya, setelah mereka lulus pendidikan dan berkontribusi langsung di masyarakat, mereka dapat menjadi agen perubahan dalam memutus mata rantai penyebaran penyakit Journal for Quality in Women's Health Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa (Bilecen, 2020. David Marcellino Triditra Limbong. Sitorus, & David MarcellinoTriditra Limbong, 2021. Defina & Rizkillah, 2021. Santiago & Cajucom, 2. Berdasarkan uraian tersebut, perlu dilakukan penelitian untuk menggali sejauhmana pengetahuan dan perilaku mahasiswa kebidanan dalam menghadapi wabah COVID-19. Dengan mengetahui pengetahuan dan perilaku mahasiswa ini, dapat menjadi dasar pihak institusi pendidikan dalam menyusun program pendidikan pra klinik dan klinik guna optimalisasi peran mereka di masyarakat, dan tentunya menjaga status kesehatan mahasiswa dan masyarakat. METODE Desain penelitian adalah deskriptif, dengan pengumpulan data menggunakan metode Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kebidanan yang menempuh pendidikan kebidanan di provinsi Jawa Tengah. Teknik sampling menggunakan purposive sampling, dengan kriteria inklusi: mahasiswa kebidanan yang bersedia mengisi kuesioner pada saat dilakukan open survey tanggal 1 April s. 2 Juni 2020. lembar kuesioner terisi Quesioner dibagikan bersamaan dengan pembelajaran online yang dilakukan oleh mahasiswa melalui Google Forms. Didapatkan data yang telah memenuhi kriteria untuk dijadikan sample sebanyak 155 responden. Formulir yang diisi berisi informed consent dan informasi yang cukup mengenai latar belakang, tujuan, prosedur, partisipasi, anonimitas dan kode etik penelitian. Kuesioner terdiri dari dua bagian yaitu karakteristik demografi dan pertanyaan tentang pengetahuan dan perilaku mahasiswa kebidanan. Variabel karakteristik demografi meliputi umur dan program studi. Kuesioner diadopsi dari (Zhong et al. , 2. dan dimodifikasi sesuai dengan bahasa dan budaya Indonesia. Kuesioner pengetahuan terdiri dari 12 pertanyaan utama, (K1-K. 4 pertanyaan mengenai kondisi klinis pasien Covid-19, (K5K. 3 pertanyaan mengenai jalur penyebaran/penularan virus, dan (K8-K12 )5 pertanyaan tentang pencegahan dan pengendalian. Jawabannya terdiri dari ya, tidak, dan tidak tahu. Jawaban benar mendapat 1 poin dan jawaban salah/tidak tahu mendapat 0 poin. Total skor pengetahuan berkisar antara 0-12. Perilaku diukur dengan 2 pertanyaan (P1-P. yaitu apakah responden pernah keluar rumah dan pertanyaan tentang penggunaan masker di luar rumah. Data dianalisis secara deskriptif, dengan kategori kelompok sample: baik . %-100%), cukup . %-75%), dan kurang (<=55%). HASIL Karakteristik Responden Tabel 1 Karakteristik Responden Penelitian Karakteristik Umur O 19 tahun > 19 tahun Pendidikan Diploma Sarjana Profesi Sumber: Data Primer, 2020 Berdasarkan table tersebut, diketahui bahwa mayoritas responden penelitian dalam kategori usia dewasa . ,9%), dan menempuh pendidikan Diploma . ,2%). Journal for Quality in Women's Health Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Pengetahuan tentang Covid-19 Tabel 2 Pengetahuan Mahasiswa Tentang Covid-19 Pertanyaan Persentase (%) Salah Tidak Tahu Benar Gejala klinis utama COVID-19 adalah demam, kelelahan, batuk kering, dan Gejala COVID-19 berbeda dengan pilek. Hidung tersumbat, pilek, dan bersin lebih jarang terjadi pada orang yang terinfeksi virus COVID-19. Saat ini tidak ada obat yang efektif untuk COVID-2019, tetapi pengobatan untuk mengatasi gejala simtomatik dan suportif dini dapat membantu sebagian besar pasien sembuh dari infeksi Tidak semua orang dengan COVID-2019 akan berkembang menjadi kasus yang Hanya mereka yang sudah lanjut usia, yang memiliki penyakit kronis lebih cenderung menjadi kasus yang parah. Makan atau kontak dengan hewan liar akan mengakibatkan infeksi virus COVID-19. Orang dengan COVID-2019 tidak dapat menginfeksi virus ke orang lain ketika tidak ada demam. Virus COVID-19 menyebar melalui droplet pernapasan orang yang terinfeksi. Penduduk biasa dapat mengenakan masker medis untuk mencegah infeksi virus COVID-19 Tidak perlu bagi anak-anak dan remaja untuk mengambil langkah-langkah untuk mencegah infeksi oleh virus COVID-19. Untuk mencegah infeksi COVID-19, orang harus menghindari pergi ke tempat-tempat ramai seperti stasiun kereta api dan hindari menggunakan transportasi umum. Isolasi dan perawatan orang yang terinfeksi virus COVID-19 adalah cara yang efektif untuk mengurangi penyebaran Orang yang memiliki kontak dengan seseorang yang terinfeksi virus COVID-19 harus segera diisolasi dengan benar. Secara umum, periode pengamatan adalah 14 hari. Persentase Rerata (%) / Kategori 67,09 / Cukup Sumber: Data Primer, 2020 Berdasarkan table 2 tersebut, diketahui bahwa pengetahuan mahasiswa tentang Covid-19 dalam kategori Cukup . ,09%). Dari beberapa item yang dibagikan, mahasiswa masih belum memahami tentang cara penularan dan langkah-langkah pencegahan virus Covid-19 . tem pertanyaan nomer 6 dan . Journal for Quality in Women's Health Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa Perilaku dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 Tabel 3 Perilaku Mahasiswa delam Menghadapi Pandemi Covid-19 Pertanyaan Persentase (%) Tidak Dalam beberapa hari terakhir, apakah Anda pergi ke tempat ramai? Dalam beberapa hari terakhir, sudahkah Anda mengenakan masker saat meninggalkan rumah? Dalam beberapa hari terakhir, apakah Anda rutin mencuci tangan dengan sabun dan air Jika terpaksa keluar rumah, apakah Anda menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain? Sumber: Data Primer, 2020 Kategori 74,51% (Cuku. Berdasarkan table 3 di atas, diketahui bahwa perilaku mahasiswa dalam menghadapi pandemic Covid-19 dalam kategori Cukup . ,51%). Mahasiswa belum mematuhi anjuran untuk tidak bepergian ke tempat ramai. Namun masih menjaga jaran minima l meter dengan orang lain . %). PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang Covid-19 dalam kategori cukup . ,09%). Mahasiswa masih belum memahami tentang cara penularan dan langkah-langkah pencegahan virus Covid-19. Terkait masih rendahnya tingkat pengetahuan mahasiswa, maka pihak institusi pendidikan kebidanan perlu memberikan pengkayaan terhadap mahasiswa tentang Covid-19, terutama untuk materi cara penularan dan langkah-langkah pencegahan. Mahasiswa juga perlu dibekali dengan pengetahuan tentang penularan dan pencegahan Covid-19 pada ibu dan anak. Hasil penelitian Jean S et al . menyatakan bahwa pengetahuan keilmuan yang masih tergolong rendah, dan sumber informasi yang terbatas, dapat mempengaruhi penerimaan informasi mahasiswa dalam memahami virus covid 19. Sumber informasi melalui media sosial lebih baik dibandingkan dengan situs ilmiah resmi yang memiliki banyak berita kontradiktif tentang kasus-kasus yang ada, sehingga sangat memungkinkan bagi mahasiswa untuk memiliki pengetahuan yang sangat variatif. Jika dilihat dari karakteristik siswa yang berada pada usia reproduksi, frekuensi pencarian informasi lebih sering dilakukan di media sosial. Usia termasuk dalam hal-hal yang mempengaruhi pengetahuan antara lain pendidikan, pekerjaan dan faktor eksternal lainnya. Sebagian besar responden masih berpendidikan diploma. Pendidikan mempengaruhi pengetahuan seseorang, seseorang yang memiliki pendidikan rendah juga memiliki pengetahuan yang kurang terhadap perkembangan informasi (Adam et al. , 2021. Baloran, 2020. Berihun et al. , 2021. Hasan et al. , 2. Perilaku mahasiswa dalam menghadapi pandemic Covid-19 dalam kategori Cukup . ,51%). Mahasiswa belum mematuhi anjuran untuk tidak bepergian ke tempat ramai. Namun masih menjaga jaran minimal 1 meter dengan orang lain . %). Kebiasaan mahasiswa di masa pandemi sudah semestinya berubah, dimana mahasiswa harus belajar dan juga menjaga diri agar tidak tertular virus. Menjaga jarak minimal 1 meter dan menggunakan masker terstandar merupakan prinsip dasar pencegahan yang harus dilakukan. Mahasiswa kedokteran di Yordania juga sangat memperhatikan pertahanan diri agar tidak tertular virus selama belajar, mereka meyakini berjabat tangan secara langsung, menyentuh benda yang Journal for Quality in Women's Health Studi Deskriptif Pengetahuan Dan Perilaku Mahasiswa terkena droplet dari pernapasan merupakan transmisi utama penularan, sehingga protokol kesehatan merupakan salah satu strategi untuk meminimalisir penularan virus COVID 19 (Hasan et al. , 2021. Hatami. Abbasi-Kangevari. Malekpour, & Kolahi, 2021. Kholik. Ketut. Suarti. Garnika, & Hidayatullah, 2. Dalam penelitian ini perlu terus dianalisis dari aspek tersebut, perlu penelitian lebih lanjut mengenai sumber informasi yang sering diakses oleh mahasiswa sambil mencari informasi terkait kesehatan dan pencegahan untuk meminimalisir penularan virus COVID 19. KESIMPULAN Pandemi COVID-19 telah mengubah beberapa aspek kehidupan, termasuk mahasiswa yang harus terus belajar dengan berbagai tantangan. Aspek pengetahuan pada siswa perlu ditingkatkan lagi, karena masih ada beberapa hal yang belum diketahui dengan hasil yang Diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan informasi yang valid mengenai pencegahan penularan dan tindak lanjut jika terjadi gangguan kesehatan. Selanjutnya mahasiswa diharapkan dapat menjalankan perilaku kesehatan secara optimal di masa pandemi COVID-19. Dengan perilaku yang baik, mahasiswa dapat menjaga diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya dengan meminimalkan kegiatan skala besar dan menjalankan protokol kesehatan. Pihak institusi pendidikan diharapkan menambahkan bahan kajian terkait upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada individu, serta ibu dan anak. DAFTAR PUSTAKA