JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. PESAN MORAL BALASAN AMAL PERBUATAN DALAM QS. LUQMAN AYAT 16 Tajudin Subki IAIN Kediri tajudinsq24@gmail. Dian Sri Lestari IAIN Kediri dianleastarii13@gmail. Chikmatun Ni'am IAIN Kediri chikmaniam1202@gmail. Abstract: This article discusses the moral message about retribution for good deeds contained in Surah Luqman verse 16, seen from the perspective of Al-Jailani's interpretation. Surah Luqman is part of the Koran which contains moral instructions and valuable wisdom. Verse 16 of this surah specifically highlights the principle of just reward from Allah SWT for human Tafsir Al-Jailani places emphasis on the deep meaning of this verse, highlighting that every human action will have its own consequences. The analysis in this article reveals that the moral message contained in this verse emphasizes the importance of awareness of the consequences of every action carried out by humans, both in relation to others and to the Creator. By understanding this principle, people are expected to be able to develop a responsible attitude in everyday life and pay more attention to the consequences of every action they take. Keywords: Moral message, charitable recompense. Luqman. PENDAHULUAN Al-Qur'an, kitab suci umat Islam, bukan hanya menjadi pedoman spiritual, tetapi juga sumber inspirasi dan hikmah bagi manusia dalam setiap aspek kehidupannya. Salah satu tema yang secara konsisten ditekankan dalam al-Qur'an adalah konsep balasan atas amal perbuatan Setiap tindakan, baik besar maupun kecil, memiliki konsekuensi moral yang akan dinilai di hadapan Allah SWT. Dalam al-QurAoan permasalahan terkait amal yang kita lakukan selama masa hidup akan dipertanggungjawabkan baik kecil maupun besar. Salah satu ayat tentang balasan atas amal perbuatan adalah QS. Luqman ayat 16. Pada ayat tersebut. Allah berfirman, "Hai anakku, sesungguhnya jika ada sesuatu seberat biji sawi, berada di dalam batu karang, atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya. Sungguh Allah Maha Halus . emurah lag. Maha Mengetahui. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 95 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Secara garis besar ayat ini merupakan rangkaian nasihat Luqman kepada anaknya, sebagaimana di ayat-ayat sebelumnya yaitu ayat 13 hingga ayat 16. Di Ayat 13 disampaikan bahwa Luqman menasehati anaknya untuk tidak mempersekutukan Allah, karena perbuatan tersebut merupakan kezaliman yang besar. Lalu pada ayat 14 Luqman memberikan nasehatkan anaknya untuk beribadah dengan Allah dengan cara berbakti kepada kedua orang tua. Kemudian di ayat 15 masih terkait dengan ayat 14 yaitu berkenaan dengan orang tua, dimana dalam ayat ini dijelaskan bahwa jika orang tua memerintahkan hal yang bertolak belakang dengan perintah Allah maka hal tersebut jangan dilaksanakan. Dalam penelitian ini fokus kajiannya terdapat dalam QS. Luqman ayat 16, yang fokus membahas pesan moral balasan amal perbuatan. Perspektif yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah perspektif dari seorang ulama besar yaitu Syekh Abdul Qadir Jailani, melalui karya Tafsir Al Jailani menggali kedalaman makna ayat ini, menyoroti pesan moral yang terkandung di dalamnya. Penelitian yang membahas QS. Luqman sudah banyak dilakukan sebelumnya, namun hanya membahas satu tema yang sama yaitu berkenaan dengan konsep pendidikan yang ideal. Diantara penelitian tersebut yaitu penelitian yang dilakukan Ridwan Abdul Gani dkk, dengan judul Konsep Pendidikan Islam dalam Al-QurAoan. Telaah Terhadap Surat Luqman Ayat 1219. 2 Dalam penelitian tersebut membahas mengenai kandungan Al-QurAoan sebagai dasar ideal pendidikan Islam, dengan menyimpulkan bahwa konsep pendidikan Islam yang terkandung dalam nasihat Luqman al-Hakim merupakan konsep pendidikan Islam yang sempurna dan Hasil riset yang dilakukan tidak menemukan penelitian terkait dengan apa tema judul yang akan diteliti yaitu terkait dengan Pesan Moral dari QS. Luqman ayat 16 yang membahas mengenai balasan amal perbuatan. Penelitian ini merupakan kajian yang memiliki tujuan untuk menguatkan pesan yang disampaikan dalam QS. Luqman ayat 16 dengan menggali nilai-nilai moral yang penting untuk kita pahami serta dalam kita laksanakan di kehidupan sehari-hari. Harapannya, hasil dari penelitian ini dapat menjadikan pemahaman yang lebih luas serta berhati-hati atas segala perbuatan yang dilakukan, dengan landasan daripada pesan yang disampaikan dalam QS. Luqman ayat 16, melalui perspektif Tafsir Al-Jailani. RukhaAo FajAoris Rusyidah dan Zaenal Abidin. AuPendidikan Islam di Keluarga Menurut QS. Luqman Ayat 13-16,Ay Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam 3, no. 2 (Februari 2. : 95Ae97. Ridwan Abdul Gani dkk. AuKonsep Pendidikan Islam dalam Al-Quran. Telaah Terhadap Surat Luqman Ayat 1219,Ay Diversity: Jurnal Ilmiah Pascasarjana 1, no. Agustus 2. , https://doi. org/10. 32832/djipuika. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 96 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif melalui kajian pustaka atau library Sumber primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tafsir Jailani yang merupakan karya dari ulama besar yaitu Syekh Abdul Qadir Jailani. Alasan penulis menggunakan Tafsir Jailani adalah kesesuaiannya judul yang akan diteliti, yaitu berfokus pada pesan moral dari QS. Luqman ayat 16. Dari sudut pandang penulis Syekh Abdul Qadir Jailani memiliki keistimewaan sendiri yaitu dikenal nya Syekh Abdul Qadir Jailani sebagai Sufi besar. Hal tersebut dirasa cukup menarik untuk mengungkapkan sudut pandang dalam penelitian ini. Adapun sumber sekunder yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah berbagai literatur yang terkait, baik buku, jurnal, dan lainnya. PEMBAHASAN Biografi Syeikh Abdul Qodir Al-Jailani Syekh Abdul Qadir Jailani merupakan tokoh sufi yang termasyhur di Indonesia. Tokoh sufi ini lebih dikenal Masyarakat dengan cerita-cerita karomahnya dibanding spiritualnya. Aljailani nama lengkapnya Abu Muhammad Muhyidin Abdul Qadir bin Musa bin Abdullah AlJailani (Al-Jail. tahun 471 H/1078 M. Ia lahir di Jilan, di wilayah Tharistan yang berada di Sebelah Selatan Laut Kaspia Iran. Syekh Abdul Qadir berasal dari keluarga ulama yang sederhana dan berasal keturunan Fatimah binti Rasulullah. Melalui garis keturunan ayahnya, ia memiliki hubungan nasab sampai Hasan bin Ali, sementara melalui garis keturunan ibunya, ia memiliki silsilah nasab sampai Husein bin Ali. Syaikh AoAbdul Qadir menerima pendidikan awalnya di bawah bimbingan langsung kakeknya, seorang sufi dan ulama terkemuka bernama Syaikh Abdullah as-ShaumaAoi. Selain itu, dia juga belajar dari ulama-ulama lain di Jilan yang memiliki hubungan keluarga dengannya. Sejak kecil, dia telah dikenal sebagai anak yang saleh, rajin beribadah, dan menjauhi kesenangan Dia juga terkenal karena kehausannya akan ilmu, baik itu ilmu ushul maupun furuAo. Maka dari itu, dia memutuskan untuk pergi ke Baghdad, yang pada saat itu merupakan pusat peradaban dan pengetahuan dunia. Kafrawi Kafrawi. AuPemikiran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani Tentang MaAorifat,Ay AL-LIQO: Jurnal Pendidikan Islam 5, no. : 83, https://doi. org/10. 46963/alliqo. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 97 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Dia mengungkapkan bahwa pada usia 18 tahun, tepatnya pada tahun 488 H, dia berangkat ke Baghdad untuk meneruskan pendidikannya. Pada saat yang sama. Baghdad sedang berduka atas meninggalnya Syaikh Abu Muhammad Rizqullah at-Tamimi seorang ulama besar, dan pada masa pemerintahan Khalifah al-Mustadhir Billah Abul Abbas Ahmad bin al-Muqtadi bi Amrillah Abul Qasim Abdullah al-Abbasiy. Pada periode tersebut. Hujjatul Islam Abu Hamid al-Ghazali juga membuat keputusan untuk melepaskan posisinya di Nidhamiyah dan memilih untuk uzlah. Di tengah kota yang penuh dengan kehidupan malam. Syaikh 'Abdul Qadir mendalami studi tentang al-Qur'an. Fikih, hadis, kalam, sastra, tasawuf, dan bidang keilmuan agama Dalam pembelajaran tentang al-Qur'an, qira'at, dan tafsir. Syaikh 'Abdul Qadir belajar dari Abu al-Wafa ibn 'Uqail al-Hanbali serta Abu al-Khaththab Mahfuzh al-Kaludzani. Selain itu, ia juga memperdalam pemahaman fikih Hanbali dengan bimbingan al-Qadhi Abu Sa'd alMubarak ibn Ali al-Mukharrami dan Abu al-Hasan Muhammad ibn al-Qadhi Abu Ya'la al-Fira' al-Hanbali. Di bidang hadis. Syaikh 'Abdul Qadir mendapat ilmu dari beberapa ulama seperti Abu Ghalib al-Baqilani. Ja'far as-Siraj al-Baghdadi. Ahmad at-Tammar. Muhammad ibn Maimun an-Nursi. Abul Qasim ar-Razaz. Abu Thalib al-Yusufi, dan Ahmad al-Banna. Keanekaragaman guru-guru ini menjadikannya dikenal sebagai ahli hadis, dan karyanya banyak mengandung hadis Nabi Muhammad SAW. Al-Qadhi Abu Sa'id Al-Makhrami al-Hanbali, guru Syekh Abdul Qadir, membangun sekolah di salah satu sudut kota Baghdad dengan menggunakan uang pribadi. Ia mengajarkan fiqih beraliran Imam Ahmad bin Hanbal. Di sekolah ini, ia juga membantu sang guru mengajar sampai gurunya menghadap Ilahi. Ketika sang guru meninggal, tidak ada murid lain yang dinilai lebih menonjol daripada Syekh Abdul Qadir. Murid yang lain bersepakat untuk menyerahkan sekolah sang guru Ia pun memangku sekolah itu untuk mengajar, berfatwa, memberi nasihat dan saran. Saking populernya majlis sang Syekh, sekolah itu tidak sanggup lagi menampung luapan masyarakat yang ingin belajar. Sang Syekh pun memutuskan untuk mengajar di mushala, di Shalih Ahmad al-Syami. AuSyekh Abdul Qadir Al-Jailani Kisah Hidup Sultan Para Wali Dan Rampai Pesan Yang Menghidupkan HatiAy (Jakarta: zaman, 2. , 16. Aly Mashar and Nailal Muna. AuFilsafat Etika Tasawuf Syaikh AoAbdul Qadir Al-Jailani: Kajian Etika Salik Dalam Kitab Ghunyat Li Thalibi Thariq Al-Haqq,Ay Jurnal Intelektual: Jurnal Pendidikan Dan Studi Keislaman 10, no. : 274, https://doi. org/10. 33367/ji. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 98 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. luar tembok pembatas Baghdad, agar bisa menyampaikan materi pengajarannya sehingga bisa diikuti oleh semua peminatnya. Syekh Abdul Qadir belajar kepada al-Qadi Abu Said al Mukharimi di Babul Azaj, di mana Syaikh al Mukharimi memiliki madrasah kecil. Karena usianya yang sudah tua, pengelolaan madrasah itu diserahkan kepada Syekh Abdul Qadir. Dari sana. Syaikh Abdul Qadir mulai menyebarkan dakwah kepada masyarakat, baik yang beragama Islam maupun nonIslam. Dia juga menerima khirqah . ubah suf. dari Syaikh al Mukharimi, yang merupakan warisan dari tokoh-tokoh sufi agung seperti Syaikh Junaid al-Baghdadi. Syeikh Sari as-Saqati. Syaikh Ma'ruf al Karkhi, dan lainnya. Selain itu. Syaikh Abdul Qadir juga mengasah ilmunya dengan ulama-ulama besar lainnya seperti Ibnu Aqil. Abul Khatthat. Abul Husein Al-Farra, dan Abu Sa'ad Al Muharrimi. Semua guru-guru ini adalah ulama-ulama besar yang memiliki pengetahuan luas dalam bidang agama, sehingga tidak mengherankan jika Syaikh Abdul Qadir kemudian menjadi ulama besar yang menggantikan peran mereka. Pada tahun 521 H/1127 M. Syaikh Abdul Qadir Jailani mengajar dan memberikan fatwa dalam segala aliran pemikiran Islam. Ia menyebarkan dakwah kepada berbagai kalangan masyarakat dan menjadi dikenal luas. Selama 25 tahun. Syaikh Abdul Qadir Jailani menjalani kehidupan sebagai sufi pengembara di Padang Pasir Iraq. Akhirnya, ia diakui sebagai salah satu tokoh sufi terkemuka dalam dunia Islam, selain memimpin sebuah madrasah dan ribath di Baghdad yang berdiri sejak tahun 521 H hingga wafatnya pada tahun 561 H dan dimakamkan di Qadiriyah. Baghdad. Konteks QS. Luqman Ayat 16 Surat Luqman adalah surat ke-31 dalam Al-Qur'an. Ayat 16 dari Surat Luqman yaitu: a AE a ac s I eI a e aE aA a aE eI A eOA ca AA e a s a eO AOA a AO a aI acO a acI aN e a eI a aE aI e aCA AE I O a eO aAOA a U a a Ae a e a e a N a ac NA AcEE E a eOA a eO UA A O a aN cEE aIA a AeEA (Luqman berkata,) AuWahai anakku, sesungguhnya jika ada . uatu perbuata. seberat biji sawi dan berada dalam batu, di langit, atau di bumi, niscaya Allah akan menghadirkannya . ntuk diberi balasa. Sesungguhnya Allah Mahalembut. lagi Mahateliti. Shalih Ahmad al-Syami. AuSyekh Abdul Qadir Al-Jailani Kisah Hidup Sultan Para Wali Dan Rampai Pesan Yang Menghidupkan Hati,Ay 74Ae75. Karomah ahmad Mifathul and Kunaenih. AuPemikiran Telogi Syekh Abdul Qadir Jailani,Ay Mutsaqqafin. Jurnal Pendidikan Islam Dan Bahasa Arab 1 . : 6Ae7. Allah Mahalembut artinya ialah ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu, betapapun kecilnya. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 99 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Luqman memiliki dua versi nama lengkap yang berbeda dalam sejarah. Menurut Muhammad bin Ishak, nama lengkapnya adalah Luqman bin Ba'ura' bin Nahur bin Tarih, yang dianggap Tarih sebagai Azar, ayah Ibrahim. Sementara itu, menurut As-Suhaili, nama lengkapnya adalah Luqman bin Anqa' bin Sarun, dan ia adalah seorang Nubah dari penduduk Ailah. Menurut Ibnu al-Musayyib Luqman al-Hakim adalah seorang pria berkulit hitam yang berasal dari Mesir dan bekerja sebagai penjahit. Namun, menurut Mujahid. Luqman adalah seorang tukang kayu. Sementara itu. Imam asy-Syaukani mempertimbangkan apakah Luqman berasal dari bangsa Arab atau non-Arab, tetapi pendapat yang lebih umum adalah bahwa Luqman adalah orang Arab. Argumen yang mendukung pendapat ini adalah bahwa nama Luqman berasal dari kata Arab "laqoma," yang berarti menyuapi. Dari beberapa pandangan tersebut, penulis lebih cenderung mendukung pandangan Imam Asy-Syaukani karena asal-usul nama Luqman yang berasal dari bahasa Arab dan memiliki makna yang relevan. Luqman al-Hakim merupakan tokoh yang disebutkan dalam al-Quran dalam surah yang dinamakan sesuai namanya. Ia terkenal karena surah tersebut mengandung banyak ajaran dan nasihat kepada anaknya, baik dalam hubungan vertikal dengan Allah maupun horizontal dengan sesama manusia. Ahmad Musthafa Al Maraghi menjelaskan bahwa surah Luqman al-Hakim diturunkan saat kaum Quraish menanyakan kepada Nabi Muhammad tentang ajaran dan contoh yang diberikan Lukman al-Hakim kepada anaknya serta ketaatan anaknya terhadap ajaran Menurut Imam al-Shabuni menjelaskan bahwa sebab turunnya surah Luqman berkenaan dengan sahabat yakni Sa'ad bin Abi Waqas, dia berkata: dahulu aku adalah seorang laki-laki yang berbakti kepada ibuku, lalu aku masuk islam, ibuku berkata: Hai Sa'ad, apa yang terjadi kepadamu yang aku lihat saat ini? Engkau akan tinggalkan agamamu ini atu aku tidak akan makan dan minum hingga aku mati. Maka karena engkau aku dipanggil "Hai pembunuh ibunya" Lalu aku berkata, jangan engkau lakukan itu wahai ibu! Karena kau tidak akan meninggalkan agamaku dalam keadaan apapun. Syaikh Imam Al-Qurthubi. Tafsir Qurthubi Jilid 14 (Jakarta: Pustaka Azzam, 2. , 143Ae44. Nur Kholidah Nasution. AuInternalisasi Nilai Pendidikan Islam Dalam Kisah Luqman Al-Hakim Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Di Era Desrupsi,Ay El-Hikmah 4, no. : 1Ae23. Prof. DR Hamka. Tafsir AL-Azhar Juz 21 (Jakarta: Putra Punjimas, 1. , 114. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 100 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 Maka dia . melakukannya satu hari satu malam tidak makan, dia telah sungguhsungguh untuk melakukan hal itu. Lalu ia (Sa'ad bin Abi Waqa. melakukan hal yang sama dengan ibunya, dia pun berusaha melakukan hal itu. Lalu dia . pun melakukan hal yang sama lagi. Setelah itu aku manyaksikan ibuku seperti itu dan aku berkata: Wahai ibuku, harap engkau ketahui demi Allah Swt sekiranya engkau mempunyai seratus jiwa pun, dan jiwa itu meninggalkanmu agar aku meninggalkan agamaku, demi Allah Swt aku tidak akan meninggalkan agamaku. 12 Kemudian turun surah Luqman ayat 15. aa U e a a e a a e a e a e a e a a a a e a AOaI NE EO I aE aO I EO EE aN aEI AaE aNI OA aNI aAOA a a a a a a e a a e a e ca ca U e a e a a e ca a a aa A aE acoacO acI aE acO aI e a a aE eI A aI a a aE eI a aI aE eI a eI e aIE eO aIA AEIO IOA nO a aOE II IA Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan-Ku dengan sesuatu yang engkau tidak punya ilmu tentang itu, janganlah patuhi keduanya, . pergaulilah keduanya di dunia dengan baik dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian, hanya kepada-Ku kamu kembali, lalu Aku beritahukan kepadamu apa yang biasa kamu Terdapat dua pendapat tentang latar belakang turunnya Surah Luqman. Pertama, ada seorang dari Quraisy yang datang kepada Rasulullah SAW untuk meminta penjelasan tentang kisah Luqman al-Hakim dan anaknya mengenai berbakti kepada orang tua. Pendapat kedua, dari Imam Al-Syaubuni mengenai Sa'ad bin Abi Waqas yang masuk Islam tetapi ditolak oleh ibunya yang sebelumnya selalu dia berbakti kepada ibunya. Dari kedua pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa Surah Luqman diturunkan sebelum Nabi Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, dengan tujuan menghibur Rasulullah SAW saat mengalami kesulitan dalam berdakwah yang tidak langsung diterima oleh masyarakatnya. Hal ini menekankan bahwa kebaikan seringkali diikuti dengan penolakan dari orang lain, seperti yang dialami oleh Sa'ad bin Abi Waqas dan Rasulullah SAW dalam berdakwah. Tafsir Al-Jailani tentang QS. Luqman Ayat 16 A( O a aI acO a acI aNALuqman berkat. : AuHai anakku, sesungguhnya jika ada . uatu perbuata. baik perbuatan buruk yang kau lakukan yang melawan tauhid atau perbuatan baik yang memperkuat tauhid, sekecil apa pun itu, maka keduanya senantiasa dalam pengetahuan Allah. ca a a a e a a e Intinya. A aI EAjika itu berupa sekecil apa pun yang yang kau lakukan A aICE sAseberat biji e a a a e satu biji A aII e sEAdari sawi dalam perumpamaan ukuran kecilnya A AEIAdan berada setelah a A A eOAdalam batu di dalam sebuah batu, yakni kamu melakukan perbuatan sekecil itu AA a sA Hamka, 115. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 101 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 ea ae ea ca A O AOAatau di langit di atas langit A O AO eE eAatau tempat yang sangat tersembunyi AE I O aA di dalam bumi, di dasar bumi. Intinya andaikan kamu berada di tempat yang paling tersembunyi a A aO e aN NAniscahya Allah Yang Maha Melihat semua tingkah lakumu akan mendatangkan AcEEA a a perbuatan paling kecil dan tersembunyi itu, dan akan membalasnya sesuai dengan yang e a U a a Aac NA Singkatnya. A aI cEE E a eOA aO UAsesungguhnya Allah Mahahalus lagi Maha Mengetahui yakni Yang Maha Melihat semua yang rahasia dan samar yang tidak terhalang oleh apa pun atas segala sesuatu, sekecil apapun, dan Allah adalah Yang Paling Tampak dan Paling Jelas dari semua ciptaan-Nya. Ayat 16 ini merupakan sambungan dari ayat-ayat sebelumnya sebagai pesan-pesan yang disampaikan Luqman kepada anaknya. Dari penafsiran diatas maka dapat dipahami bahwa QS. Luqman ayat 16 ini menjelaskan mengenai balasan terhadap sesuatu yang kita perbuatan sekecil apapun perbuatan itu. Dan diakhir ayat ini mempertegas bahwasannya Allah adalah Yang Maha Halus serta Yang Maha Melihat semua rahasia dan hal apapun meskipun terhalang segala Maka ini menunjukkan pesan tentang menguatkan tauhid bahwa Allah adalah Tuhan yang wajib kita Imani dan patuhi. Pesan Moral dalam Perspektif Al-Jailani Pesan moral merupakan pesan yang mengandung pengajaran, nasihat-nasihat, baik secara lisan maupun tertulis, mengenai bagaimana cara manusia seharusnya hidup dan bertindak agar menjadi individu yang baik. Sumber utama dari ajaran moral ini adalah berbagai individu yang memiliki otoritas, seperti orang tua, guru, tokoh masyarakat, serta orang-orang Sumber-sumber ajaran moral ini meliputi tradisi, adat istiadat, ajaran agama, atau ideologi tertentu. Dalam pemahaman terhadap pesan moral, konsep-konsep moral seperti sikap baik dan keadilan, sebagaimana dijelaskan oleh Harold Lasswell, menjadi pedoman. Sikap baik dan keadilan mencerminkan nilai-nilai yang diharapkan dalam perilaku moral sesuai dengan ajaran Islam. Faktor-faktor seperti kognitif, emosional, kepribadian, dan situasional memainkan peran penting dalam membentuk perilaku moral. Kognitif memengaruhi penalaran moral, emosi terkait dengan kepentingan pribadi, kepribadian membentuk identitas moral, dan situasional menciptakan konteks yang memengaruhi perilaku moral. Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Tafsir Al-Jailani (Jakarta: Penerbit QAF, 2. , 299. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 102 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Pesan moral dapat dibagi menjadi empat bagian, yaitu hubungan manusia dengan Tuhan, diri sendiri, sesama manusia, dan alam. Dalam konteks Surat Luqman, pesan moral mencakup ajaran-ajaran agama, sikap terhadap diri sendiri, interaksi sosial, dan tanggung jawab terhadap alam. Ayat-ayat dalam Surat Luqman dapat diinterpretasikan sebagai indikator moral yang mencakup aspek-aspek seperti taqwa . etaatan kepada Tuha. , penghormatan terhadap orang tua, larangan terhadap kesyirikan, keadilan, dan kebijaksanaan. Nasehat yang diberikan oleh Luqman kepada anaknya meliputi berbagai aspek yang terkait dengan amal-amal saleh, di mana salah satu puncaknya adalah pelaksanaan shalat serta berbagai tindakan kebajikan yang tercermin dalam upaya memerintahkan yang baik dan mencegah yang buruk, serta nasehat sebagai perlindungan bagi seseorang dari kegagalan, yakni kesabaran dan ketabahan. Memerintahkan untuk melakukan yang baik mengandung pesan bahwa seseorang seharusnya tidak mengajak orang lain untuk melakukan sesuatu yang dia sendiri tidak melakukannya terlebih dahulu. Begitu juga dalam melarang kemungkaran, hal tersebut menegaskan bahwa orang yang melarang seharusnya terlebih dahulu mencegah dirinya sendiri dari melakukan kemungkaran. Alasan mengapa Luqman tidak secara langsung memerintahkan anaknya untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan adalah karena ia lebih menekankan pada perintah, dorongan, dan pencegahan. Di sisi lain, membiasakan anak untuk mempraktikkan tuntunan ini akan menumbuhkan dalam dirinya jiwa kepemimpinan serta kepekaan sosial. 15 Inilah beberapa pesan moral yang disampaikan oleh Lukman Hakim kepada anaknya: Nasehat untuk menghormati orang lain Nasehat untuk menghormati orang lain adalah panduan tentang pentingnya menghargai dan menghormati hak, martabat, dan keberadaan orang lain dalam interaksi sosial dan kehidupan sehari-hari. Ini termasuk sikap yang menunjukkan penghargaan terhadap orang lain, seperti bersikap sopan, menghormati pendapat dan perasaan mereka, serta tidak melakukan tindakan yang merugikan atau melecehkan orang lain secara verbal atau fisik. Nasehat ini mendorong individu untuk memperlakukan orang lain dengan penuh Annisa Rahma. AuPenyampaian Pesan Moral Dalam Islam Studi Kasus Ayat-Ayat Surat Luqman . :16-. ,Ay Mutiara: Multidisciplinary Scientific Journal . Hlm. 946Ae947, https://doi. org/10. 57185/mutiara. Eka Abdul Hamid and Rika Wanda Nuraeni Zakiya. AuTafsir QurAoan Surat Luqman Ayat 12 Ae 19 Substansinya Dengan Pesan Moral Luqman Al-Hakim Dalam Pendidikan Islam,Ay Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-Ilmu Agama 2, 2 . : Hlm. 35, https://doi. org/10. 51482/almujaddid. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 103 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 penghormatan dan empati, membentuk dasar penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis dengan sesama manusia. Begitu Pula yang di katakan lukman hakim kepada anaknya, dalam tafsirnya AlMaraghi Menjelaskan bahwa sesudah Luqman memberikan wasiat kepada anaknya dengan berbagai macam hal, kemudian ia mengingatkan kepada anaknya hal-hal yang lain yaitu: Janganlah kamu memalingkan muka kamu terhadap orang-orang yang kamu berbicara dengannya, karena sombong dan meremehkannya. Akan tetapi hadapilah mereka dengan muka yang berseri-seri dan gembira, tanpa rasa sombong dan tinggi diri. Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan angkuh dan menyombongkan diri, karena sesungguhnya hal itu adalah cara jalan orang-orang yang angkara murka dan sombong, yaitu mereka yang gemar melakukan kekejaman di muka bumi dan suka berbuat dhalim terhadap orang lain. Akan tetapi berjalanlah dengan sikap sederhana karena sesungguhnya cara jalan yang demikian mencerminkan rasa rendah diri, sehingga pelakunya akan sampai pada kebaikan. Luqman juga menjelaskan Aoillat dari larangan itu, sebagaimana yang disebut dalam firma-Nya a ca AA e a ac aE E acEI aOeE a eI AO E e aI a U u acIA a a a AcEE eE aO a ac E acEA a AOeE A a a a a a a ae a AOA s AI sE AA Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Luqman:. Mengajarkan Ilmu Tauhid Luqman pernah berkata kepada anaknya pada waktu ia memberi pelajaran kepadanya. AuAnakku sayang, janganlah kamu mempersekutukan Allah, karena sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar. Ay Redaksi ayat di atas membicarakan akan nasihat Luqman kepada putranya yang tercinta dimulai dari peringatan terhadap perbuatan syirik. Luqman syirik/mempersekutukan Allah. Perbuatan syirik adalah hal yang buruk dan tindak kezhaliman yang nyata. Dengan demikian menghindarkan anak dari syirik dengan JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 104 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. memberikan pemahaman kepada mereka tentang syirik pada hakikatnya adalah menjauhkan mereka terjatuh dalam kezaliman yang terbesar. Larangan terhadap praktek syirik pada dasarnya adalah ajaran yang menggarisbawahi pentingnya tauhid. Pendidikan tentang tauhid perlu diberikan kepada anak semenjak dini agar mereka dapat berkembang dengan kejernihan pikiran dan kekuatan iman sesuai dengan fitrah yang Allah anugerahkan pada mereka sejak lahir. Oleh karena itu, pendidikan tauhid pada dasarnya bertujuan untuk mempertahankan dan membimbing fitrah alami anak menuju kepercayaan yang lurus. Inilah mengapa peran orang tua sangat penting sebagai pendidik pertama bagi anak mereka sejak lahir. Ketidakseimbangan atau kelalaian dalam fase ini, dengan membiarkan anak menerima pengaruh setan lebih dahulu daripada tauhid, merupakan kesalahan yang serius. Itulah sebabnya. Nabi Muhammad SAW menekankan pentingnya pendidikan aqidah sejak usia dini, bahkan pada saat kelahiran anak, meskipun hal itu terlihat sederhana. Hal ini ditegaskan oleh sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dari Ibnu Abbas. Nabi Muhammad SAW menyarankan agar kalimat pertama yang diucapkan kepada anak-anak adalah kalimat "Ly ilyha illy Allyh" dan mengingatkan mereka dengan kalimat itu ketika mereka mendekati ajalnya. Berdasarkan hadis tersebut, kalimat tauhid (Ly ilyha illy Ally. seharusnya menjadi yang pertama kali didengar dan dipahami oleh anak-anak. Ini sejalan dengan anjuran adzan di telinga kanan anak dan iqamah di telinga kirinya sesaat setelah Ajaran berbakti kepada orang tua serta senantiasa bersyukur Allah menegaskan kepada manusia untuk memperlakukan kedua orang tua dengan baik sebagai bentuk penghargaan atas pengorbanan mereka dalam merawat dan mendidik anak sejak awal kehamilan. Ini termasuk pengorbanan yang dilakukan ketika menyusui anak selama dua tahun, terutama oleh ibu. Oleh karena itu, meskipun orang tua seorang anak mungkin tidak beriman, anak tersebut masih diwajibkan untuk berlaku baik kepada Namun, anak harus tetap mematuhi Allah dalam segala hal, bahkan jika itu berarti menentang perintah kedua orang tuanya dalam hal beragama Islam, karena ketaatan kepada makhluk tidak boleh melanggar ketaatan kepada Allah. Eka Abdul Hamid and Rika Wanda Nuraeni Zakiya. AuTafsir QurAoan Surat Luqman Ayat 12 Ae 19 Substansinya Dengan Pesan Moral Luqman Al-Hakim Dalam Pendidikan Islam,Ay Al - Mujaddid: Jurnal Ilmu-Ilmu Agama 2, 2 . : Hlm. 37, https://doi. org/10. 51482/almujaddid. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 105 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Al-Manawi memberikan penjelasan tentang birr al-Walidain sebagai bentuk penghormatan dan kebaktian kepada orang tua, yang meliputi memperluas kebaikan kepada mereka, memperhatikan keinginan mereka, menghindari yang tidak disukai mereka, dan berinteraksi dengan mereka dengan lemah lembut atau sopan. Pada ayat 14, tafsir Jalalain memberikan makna Aowasiat Allah kepada manusiaAo dengan makna Aoperintah Allah kepada manusiaAo. Sedang Aolemah yang bertambah-tambahAo dijelaskan dengan merinci sebab yang menjadikannya lemah, yaitu karena mengandung mengeluarkan bayi sewaktu lahiran, mengurus anak ketika bayi dan menyapihnya. Menurut Al-QurAoan, bakti anak kepada orang tua adalah hak yang mereka miliki karena peran mereka sebagai wakil Allah dalam memelihara dan mendidik anak-anak dari lahir hingga dewasa. Karena itu, setiap muslim diajarkan untuk bersyukur kepada orang tua, berlaku baik kepada mereka, menjauhi kata-kata kasar, dan selalu mendoakan mereka karena jasa-jasa besar yang telah diberikan kepada mereka sepanjang hidup. Dari ayat tersebut (QS Luqman: 14-. , dapat disimpulkan bahwa dalam pendidikan tentang kebaktian kepada orang tua, penting untuk memberikan argumen yang dapat dipahami oleh manusia melalui penalaran dan pengalaman nyata. Larangan terhadap kesyirikan Allah dan ajakan untuk bersyukur kepada orang tua melalui kebaktian kepada mereka mengajarkan manusia untuk lebih mengutamakan iman kepada Allah sebagai tanda syukur atas segala karunia-Nya sebelum bersyukur kepada manusia, termasuk orang tua. Mengenai rasa syukur kepada Allah, haruslah lebih didahulukan daripada rasa syukur kepada manusia, termasuk kepada orang tua, karena Allah adalah tempat kembali semua makhluk. Untuk menanamkan rasa syukur kepada Allah, anak dapat diajak untuk mengamati dan memikirkan karunia Allah dalam kehidupan mereka, keluarga mereka, dan lingkungan sekitar mereka, mulai dari hal yang sederhana hingga yang membutuhkan pengamatan lebih cermat. Implikasi dalam Kehidupan Sehari-hari Implikasi Pendidikan dari Q. S Luqman dalam kehidupan sehari-hari meliputi: Berbakti kepada orang tua sebagai kewajiban yang mulia. Menunjukkan cinta terbaik dalam Islam setelah menghormati Allah SWT adalah dengan berbakti kepada orang tua. Abdul Ghaffar. Au183-Article Text-498-1-10-20210615,Ay Komparasi Kitab-Kitab Tafsir Al-QurAoan Era Klasik Dan Modern Atas Teori Dan Model Komunikasi Kelompok Untuk Pendidikan Anak Pada QS. Luqman/31: 13-19 10 . : Hlm. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 106 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Pengabdian kepada kedua orang tua tersebut adalah pendidikan Islam yang tinggi dan Komitmen kepada orang tua juga merupakan bentuk penghargaan kepada Allah SWT, dan menunjukkan penghormatan Islam terhadap tingginya kedudukan orang tua di hadapan Allah. Berbakti kepada orang tua melibatkan melaksanakan hak dan kewajiban, menanamkan perilaku ketaatan dan kepatuhan, menjauhi tindakan yang menyebabkan kekecewaan, serta menunjukkan rasa hormat, patuh, dan perilaku kebaikan pada orang tua. Memiliki karakter syukur untuk memiliki akhlak yang mulia dimulai dengan keteguhan hati dan iman. Keteguhan hati mencerminkan kepribadian seseorang dan keyakinannya akan kebenaran yang ditempuhnya. Keteguhan hati adalah motivasi yang mendorong mencapai Keteguhan hati dapat menghasilkan keteguhan iman dan ketakwaan. Ini melibatkan mendengarkan intuisi dalam hal kebenaran dan kebaikan, tidak tergoda oleh tawaran dan godaan hawa nafsu serta ego pribadi. Jika melakukan kesalahan, penting untuk kembali kepada kebenaran. Oleh karena itu, menjaga keteguhan hati sangatlah penting. Menjadi teladan yang baik bagi anak agar mereka pandai bersyukur. Keteladanan dalam pendidikan adalah metode yang paling persuasif dan berhasil dalam membina dan mendidik anak dalam aspek moral, sosial, dan spiritual. Hal ini karena orang tua merupakan panutan terbaik di mata anak, terutama dalam hal akhlak. Anak cenderung meniru perilaku orang tua, oleh karena itu penting bagi orang tua untuk memberikan contoh yang baik. Kebiasaan anak pada dasarnya mirip dengan kebiasaan orang tua. Oleh karena itu, mengajarkan halhal yang baik sangatlah penting agar berdampak positif pada anak. Menerapkan konsep disiplin oleh orang tua kepada anak. Kepatuhan anak bukanlah hasil dari kekerasan, tetapi bisa muncul dari kesadaran dalam diri anak. Orang tua sebaiknya mendidik anak tentang kepatuhan dengan cara yang membuat mereka menyadari bahwa kepatuhan memiliki nilai positif. Mendidik anak dengan menerapkan disiplin juga akan membentuk karakter anak. Disiplin dapat membentuk kebiasaan yang baik pada seseorang, dan juga membangun hubungan yang baik antar pribadi. KESIMPULAN Terdapat perselisihan mengenai siapakah Luqman, ada yang berpendapat bahwa dia adalah seorang Nabi. namun, tidak ada nash shahih yang menyatakan bahwa Luqman seorang nabi, berdasarkan nash yang shahih Luqman merupakan seorang hamba yang shaleh yang diberikan oleh Allah sebuah hikmh. JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir | Vol. 3 | Nomor 2 | Juli Ae Desember 2024 | 107 JIQTA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. 3 | Nomor 2 | Juli - Desember 2024 E-ISSN : 2828-7339 DOI : https://doi. org/10. 36769/jiqta. Dalam perspektif tafsir al-Jailani. Surah Luqman ayat 16 mengandung pesan yang mendalam tentang balasan amal perbuatan. Ayat ini mengajarkan bahwa setiap amal perbuatan yang dilakukan akan diperhitungkan oleh Allah SWT, baik itu kecil maupun besar. Oleh karena itu, manusia diingatkan untuk selalu bertindak dengan kesadaran akan akibat dari setiap perbuatan, karena pada akhirnya, balasan yang diberikan Allah akan sesuai dengan amal baik atau buruk yang telah dilakukan dalam kehidupan ini. Ini adalah pengingat penting bagi manusia untuk selalu bertindak dengan penuh kesadaran dan kebaikan, karena Allah Maha Mengetahui dan Maha Adil dalam memberikan balasan atas amal perbuatan manusia. DAFTAR PUSTAKA