Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA Evlin Ocktaviani1. Ali Mufron2 Sekolah Tinggi Ilmu Agama Nahdlatul Ulama Pacitan. Email: evlinokta1999@gmail. com1, alimufron86@gmail. Received: 13-10-2024 DOI: Accepted: 20-10-2024 Published: 31-10-2024 Abstract: The formation of students' religious character requires the development of curriculum management to play an important role as an indicator. So schools can create an environment that strengthens the integration of religious values, religiously relevant content, fostering religious attitudes and values, because religious character education is a crucial aspect in modern education. This research uses a qualitative approach by conducting interviews with school principals, madin heads, tahfid heads, teachers, students and parents and observing the curriculum management development process. The results of data analysis show that curriculum management at SD Nuril Islam is implemented well. By using a full day school program, collaborating on general material, especially in PAI lessons, is strengthened in the Madin and Tahfidz Curriculum. The conclusion of this research is that curriculum management plays a crucial role in forming students' religious character. With the concept, implementation, evaluation at SD Nuril Islam so that it runs smoothly as expected. Keyword: Curriculum Management. Religious Character. Students. Abstrak: Pembentukan karakter religius siswa perlu adanya pengembangan manajemen kurikulum untuk memainkan peran penting sebagai indikator. Maka sekolah dapat menciptakan lingkungan yang memperkuat intregrasi nilai-nilai agama, konten yang relevan dengan keagamaan, pembinaan sikap dan nilai agama, karena pendidikan karakter religius merupakan aspek krusial dalam pendidikan modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara pada kepala sekolah, kepala madin, kepala tahfid, guru, murid serta wali murid dan mengobservasi proses pengembangan manajemen kurikulum. Hasil analisis data bahwa manajemen kurikulum di SD Nuril Islam terimplementasikan dengan baik. Dengan menggunakan program full day school mengkalaborasikan materi yang ada di umum khususnya di Pelajaran PAI dikuatkan di Kurikulum Madin dan Tahfidz. Kesimpulan dari penelitian ini bahawa manajemen kurikulum memainkan peran krusial dalam pembentukan karakter religius siswa. Dengan adanya dari konsep, impelementasi, evaluasi di SD Nuril Islam agar berjalan dengan lancer sesuai harapan. Kata Kunci: Manajemen Kurikulum. Karakter Religius. Siswa. PENDAHULUAN Manajemen atau pengelolaan merupakan komponen integral dan tidak dapat dipisahkan dari proses pendidikan secara keseluruhan. Tanpa manajemen yang baik, tidak mungkin tujuan pendidikan dapat diwujudkan secara optimal. Manajemen pada suatu lembaga pendidikan dapat dikatakan baik bila relevan dengan kondisi sekolah, dinamika zaman, serta sejalan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Manajemen pendidikan menduduki posisi vital dalam dunia pendidikan. Manajemen dapat diibaratkan sebagai ruh yang akan menggerakkan gerak hidup raga Pendidikan (Diana Nirva, 2. Berhasil atau tidaknya dunia pendidikan dalam mencapai tujuannya sangat tergantung pada sejauh mana pengelolaan manajemennya dilakukan dengan baik. Kegagalan manajemen sudah dipastikan menyebabkan gagalnya upaya pencapaian tujuan pendidikan. Terjadi pergeseran paradigma ke institusi pendidikan awalnya dianggap sebagai institusi dan sekarang dianggap sebagai suatu lahan bisnis basah, merupakan alasan penting untuk perlunya perubahan manajemen yang memenuhi tuntutan zaman. Situasi dan dan tuntutan pasca booming-nya masa reformasi membawa konsekuensi kepada para pemimpin Pendidikan untuk melihat kebutuhan masa depan. Sebabnya suatu hal yang logis Ketika mereka yang bertanggung jawab mengambil langkah antisipatif untuk mempersiapkan diri untuk bertahan pada zamannya. Mempertahankan diri dengan meningkatkan kualitas Pendidikan serta pembenahan total mutu Pendidikan berkaitan erat dengan manajemen Pendidikan. Pendidikan sendiri adalah proses AumemanusiakanAy manusia. Dengan pendidikan kita akan menjadi makhluk yang sebenarnya, karena pendidikan akan menjadikan kita manusia yang memiliki etika, moral dan karakter untuk keselamatan pribadi ataupun untuk ketertiban dan perdamaian manusia. Hidayat Nurwahid . Tetapi kenyataannya akhir-akhir ini Indonesia dikatakan oleh banyak pihak tengah mengalami keterpurukan akibat krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis multidimensional. Hal ini terbukti dari fenomena sosial yang menunjukkan perilaku yang tidak berkarakter. Pelaksanaan pendidikan karakter tidak diserahkan kepada guru agama saja, karena pelaksanaan pendidikan karakter harus dipikul oleh semua pihak, termasuk kepala sekolah, para guru, staf tata usaha, bahkan orang tua di Heri Gunawan . Untuk mewujudkan hal itu semua, perlu dicari jalan terbaik untuk membangun dan mengembangkan karakter manusia dan bangsa Indonesia agar memiliki karakter yang baik, unggul dan mulia. Upaya yang tepat untuk itu adalah melalui pendidikan, karena pendidikan memiliki peran yang sangat penting . dan sentral dalam menanamkan, mentranformasikan dan menumbuh kembangkan karakter positif siswa, serta mengubah watak yang tidak baik menjadi baik. Seperti yang dikatakan oleh para ahli, bahwa pendidikan merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti . ekuatan batin, karakte. , pikiran . , dan tubuh anak. Jadi jelaslah, pendidikan merupakan wahana utama dalam menumbuh kembangkan karakter siswa yang baik. Sehudin dalam Setiyani dan Ida Nurhayati mengatakan bahwa garisgaris besar program full day school adalah membentuk sikap yang islami antara lain pengetahuan dasar tentang Iman. Islam dan Ihsan, pengetahuan dasar Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa tentang akhlak terpuji dan tercela, kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya, kebanggaan kepada Islam dan semangat memperjuangkan agama, pembiasaan berbudaya Islam . emar beribadah, gemar belajar, disiplin, kreatif, mandiri, hidup bersih dan sehat, belajar adab-adab Isla. Selanjutnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan, antara lain pengetahuan materi-materi pokok program pendidikan, mengetahui dan terampil dalam beribadah sehari-hari. Mengetahui dan terampil baca dan tulis Al-QurAoan, memahami secara sederhana isi kandungan amaliyah sehari-hari. Kecenderungan Sebagaimana dalam hadist tentang kewajiban menuntut ilmu yaitu AuMenginginkan Kebahagiaan Dunia-Akhirat Harus Wajib dengan IlmuAy aAE a aEa eONa aE a eE aIa aO aI eIa a a aNa aI aEa eONa aE a eE aIA a aI eIa a a aa E ac eIOa aEa eONa aE a eE aIa aO aI eIa a a aA Artinya : AuBarang siapa yang menginginkan . dunia, maka hendaknya dengan ilmu. Dan barang siapa yang menginginkan . akhirat, maka hendaknya dengan Dan barangsiapa yang menginginkan . dunia akhirat, maka hendaknya dengan ilmu. Menurut Achmed El-Hisyam dalam bukunya Jamal MaAomurasmani berpendapat sejarah munculnya program full day school lahir pada awal tahun 1980-an di Amerika Serikat yang diterapkan untuk sekolah Taman Kanakkanak (TK), yang akhirnya melebar ke jenjang Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Dalam program full day school, para guru biasanya memanfaatkan waktu yang lebih lama untuk memperdalam materi dan memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam, sehingga anakanak dapat memahami konsep secara lebih baik. Selain itu, program full day school juga mendorong pembelajaran yang terintegrasi, di mana anak-anak dapat belajar melalui berbagai cara, seperti melalui eksplorasi, kolaborasi, dan Program full day school juga memerlukan perencanaan dan persiapan yang matang, serta diperlukan juga sumber daya yang cukup untuk menyediakan lingkungan belajar yang aman, menyenangkan dan efektif. Oleh karena itu, program full day school harus dirancang dan dilaksanakan dengan baik untuk memastikan keberhasilan dan efektivitasnya. Aspek yang dapat dipengaruhi oleh program full day school yaitu, pertama di bidang kesehatan jika program full day school berarti siswa tidak perlu pergi ke sekolah lagi pada siang hari, maka ini bisa memberi mereka lebih banyak waktu untuk olahraga dan kegiatan fisik lainnya. Program tersebut menyebabkan siswa merasa terlalu lelah atau stres, hal itu dapat berdampak negatif pada kesehatan mereka. Kedua, di bidang Akademik program full day school biasanya memberikan waktu yang lebih lama Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa untuk pelajaran dan pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan kinerja akademik siswa. Namun, jika siswa merasa terlalu lelah atau terganggu oleh jadwal yang padat, hal itu dapat mempengaruhi kinerja mereka secara negatif. Ketiga, di bidang sosial Program full day school dapat memungkinkan siswa untuk lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman sekelas dan membentuk hubungan yang lebih kuat dengan mereka. Namun, jika siswa merasa terlalu lelah atau terlalu terfokus pada akademik, hal itu dapat mempengaruhi kemampuan mereka untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kegiatan ekstrakurikuler. Keempat. Keseimbangan kerja hidup: Jika program full day school memberikan waktu yang lebih lama untuk pelajaran dan aktivitas ekstrakurikuler di sekolah, siswa mungkin perlu menghabiskan waktu yang lebih sedikit untuk pekerjaan rumah dan kegiatan di luar sekolah. Namun, jika program tersebut menambah beban kerja siswa dan mengurangi waktu luang mereka, hal itu dapat mempengaruhi keseimbangan kerja-hidup mereka secara Kurikulum dan pembelajaran merupakan dua hal yang tidak dapat Sebagai suatu rencana atau program, kurikulum tidak akan bermakna manakala tidak diimplementasikan dalam bentuk pembelajaran. Demikian juga sebaliknya, tanpa kurikulum yang jelas sebagai acuan, maka pembelajaran tidak akan berlangsung secara efektif. Seperti halnya SD Nuril Islam Sistem full day school dapat memerlukan perubahan dalam kurikulum yang ada. Pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan berfokus pada pembelajaran yang mendalam perlu dilakukan dengan baik. SD Nuril Islam merupakan salah satu Sekolah Dasar favorit di Kota Pacitan. Letak sekolah yang berada di perbatasan kota dan berada dipinggir jalan utama sehingga sangat mudah di akses baik dari daerah pacitan kota maupun daerah sekitarnya. Di SD Nuril Islam tersedia makan siang, selain itu tersedia juga pilihan armada antar jemput siswa untuk memudahkan orang tua yang memiliki kesibukan. Diadakannya sistem pembelajaran full day school di SD Nuril Islam karena banyaknya siswa yang ditinggal orang tuanya bekerja sehingga anak dirumah tidak ada yang memperhatikan. Banyak anak yang mempunyai perilaku menyimpang misalnya berbohong, tidak disiplin, mencontek dan berani kepada orang tua dan guru. Selain itu pihak sekolah menginginkan siswa-siswa pandai dalam hal umum serta agama. Beberapa permasalahan yang muncul dalam manajemen kurikulum termasuk intregitas materi kurikulum, pengelolaan waktu pembelajaran, dan peran guru dalam Menyusun dan mengajar kurikulum yang efektif. SD Nuril Islam bukan hanya pada fasilitas yang diberikan saja tetapi juga dalam implementasi kurikulumnya. Sekolah ini menerapkan program yang berbeda dengan sekolah dasar lain dalam pelaksanaanya. Salah satunya yaitu pembelajaran kitab Mabadiq Fiqhiyah Juz 1 dan beberapa materi Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa pembelajaran yang berfokus terhadap keagamaan siswa. Selain itu pembentukan karakter religius siswa di SD Nuril Islam sangatlah diperhatikan, dengan kurikulum sekolah yang berbasis Islami diharapkan siswa akan memiliki karakter religius, berakhlakul kharimah, cerdas dan terampil. (Faidholloh Muqtafi, 2. Pelaksanaan full day school yang ada di Lembaga SD Nuril Islam proses di mulai pada pukul 07. 00 WIB. Sebelum memulai belajar pembiasaan sebelum kegiatan belajar mengajar siswa ada kegiatan membaca dan menghafal doa-doa sehari hari, hafalan Juz AoAmma setelah itu proses kegiatan belajar mengajar dimulai pada pukul 08. 10 WIB. Di SD Nuril Islam ini ada program unggulan Madin dan Tahfidz. Pada pukul 11. 15 WIB makan siang dilanjut sholat dhuhur dan pada pukul 12. 00 WIB siswa sekolah Khoirul Anam . Waktu mereka dihabiskan di sekolah, sehingga secara tidak langsung antara teman satu dengan yang lain memiliki ikatan emosional, sosial, toleransi, menghargai, menghormati, kerja sama, kepedulian dan solidaritas sesama teman. Selain itu akan terbentuk karakter religius dengan pembiasaan islami yang dilaksanakan baik dilingkungan sekolah maupun dirumah, yang sudah dikoordinasikan dengan orang tua sehingga guru dan orang tua dapat saling memantau perkembangan siswa. Peneliti tertarik mengadakan penelitian di SD Nuril Islam yang telah menerapkan pembelajaran dengan sistem full day school karena ingin melihat manajemen kurikulum atau pengelolaan yang dijalankan oleh lembaga Melalui penelitian secara mendalam, diharapkan dapat diketahui proses pengelolaan program full day school dalam kaitannya dengan peningkatan kualitas pendidikan karakter siswa untuk mengupas masalah manajemen kurikulum full day school dan mengetahui seberapa besar dengan adanya manajemen kurikulum full day school dalam pembentukan karakter religius terhadap siswa. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif dimana data yang dikumpulkan adalah berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka. Selain itu, yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah di teliti. Kehadiran peneliti dalam penelitian kualitatif sangat di perlukan. Sebab peneliti bertindak sebagai intrumen penelitian sekaligus pengumpul data. Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan Tindakan selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain. Lexi J. Moleong . dalam penelitian ini, peneliti sebagai pengamat aktivitas, pewawancara, dan observatory. Peniliti mengikuti serangkaian langkah dalam proses analisis data, dimulai dengan tahap pengumpulan data dan kemudian dilanjut dengan reduksi data dan penyajian data . ata displa. setelah itu Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa peneliti melakukan pengambilan kesimpulan atau verifikasi dengan menggunakan teknik uji keabsahan data yang meliputi kredibiltas data. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Kurikulum Program Full Day School Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Perencanaan menurut G. R Terry yaitu perencanaan adalah proses kegiatan yang menyiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Istilah perencanaan juga dimaknai sebagai suatu proses kegiatan pemikiran yang sistematis mengenai apa yang akan di capai, kegiatan yang harus dilakukan, langkah-langkah metode, pelaksanaan yang dibutuhkan untuk menyelenggarakan kegiatan pencapaian tujuan yang dirumuskan secara rasional dan logis serta berorientasi ke depan. Setelah peneliti melakukan sinkronisasi antara teori yang ada dengan diperolehnya data maka perencanaan di SD Nuril Islam ada 3 tahap yaitu sebagai Pertama, menentukan tujuan program full day school dalam pembentukan karakter religius siswa di SD Nuril Islam. Tujuan merupakan harapan atau cita-cita yang diinginkan oleh suatu perencanaan. Adapun konsep dari religius menjelaskan bahawa religius merupakan sistem yang kompleks dari kepercayaan dan sikap-sikap yang menghubungkan individu dari satu keberadaan atu kepada sesuatu bersifat keagamaan Zakiah Daradjat, . Sesuai dengan teori diatas hasil wawancara dari penelitian menjelaskan bahwa program full day school dalam pembentukan karakter religius yang ada di SD Nuril Islam memiliki tujuan agar siswa disana dapat mengenali nilai-nilai moral, pemahaman ajaran agama, mempunyai rasa empati dan etika. Dikarenakan zaman sekarang siswa sangat membutuhkan bekal agama. Kedua. Langkah-langkah yang harus dilakukan perencanaan program full day school dalam pembentukan karakter religius siswa di SD Nuril Islam proses penyusunan rencana yang harus diperhatikan adalah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam mencapai tujuan yaitu dengan mengumpulkan data, mencatat, dan menganalisis data serta merumuskan keputusan. Adapun cara yang digunakan SD Nuril Islam yaitu disesuaikan dengan visi misi dengan mencatat dan menganalisis program yang disesuaikan dengan lingkungan Maka dalam pembentukan karakter religius pada siswa sekolah melakukan toleran terhadap pelaksanaan ibadah, perilaku yang patuh dlam melaksanakan ajaran agama yang dianut dan hoidup rukun lebih mendekatkan diri percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan hal-hal tersebut siswa memiliki rasa saling menghargai, menghormati dan toleransi. Ketiga. Menentukan orang yang tanggung jawab dalam perencanaan program full day school di SD Nuril Islam untuk mencapai tujuan yang dilakukan oleh sekelompok orang, dilakukan dengan membagi tugas, tanggung jawab, dan wewenang di antara mereka. Menentukan siapa yang Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa menjadi pemimpin, serta saling terintregasi secara aktif. Pentingnya pengorganisasian ini agar tujuan organisasi tercapai secara efektif, efisien, dan Kepala Sekolah Pak Khoirul Anam mempunyai wewenang yang dibantu Kepala Madin Pak Khabib dan Kepala Tahfid Pak Yafi untuk menangani program full day school yang ada di SD Nuril Islam mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi. Sedangkan bertanggung jawab dalam pembentukan karakter religius yaitu semua SD Nuril Islam baik kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan dalam bentuk salingk mengingatkan dan mencontohkan yang baik untuk siswannya. Perencanaan Program Full Day School Rapat Perencanaan Menetapkan Tujuan Menetapkan Langkah-Langkah Sesuai Visi Misi Menetapkan Orang yang Tanggung Bagan. 1 Perencanaan Program Full Day School di SD Nuril Islam Impelementasi Kurikulum Program Full Day School Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa. Baharuddin . dalam teorinnya full day school sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang dilakukan mulai pukul 07. 00 WIB dengan durasi istirahat setiap dua jam sekali. Dengan demikian sekolah dapat mengatur jadwal pelajaran dengan leluasa, disesuaikan dengan bobot mata pelajaran dan pendalaman materi. Sekolah full day school merupakan model sekolah umum yang memadukan sistem pembelajaran islam secara intensif, yaitu dengan memberi tambahan waktu khusus untuk pendalaman keagamaan siswa (Jamal MaAomur Asmani, 2. Biasanya jam tambahan tersebut dialokasikan pada jam setelah Sholat Dzuhur sampai Sholat Asar. Sementara pada sekolah umum anak biasanya sekolah sampai pukul 13. 00 WIB. Teori yang dirumuskan oleh Syaiful Sagala yang berkaitan dengan peran pemimpin dalam menggerakkan anggotanya adapun teorinya yaitu penggerakan adalah usaha membujuk orang melaksanakan tugas-tugas yang telah ditentukan dengan penuh semangat mencapai tujuan institusi. Pemimpin mempunyai peran yang sangat penting dalam menggerakkan personel Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa sehingga semua program semua program kerja institusi terlaksana. Penggerakan merupakan usaha yang dilakukan oleh seorang pemimpin kepada para bawahannya dengan jalan mengarahkan dan memberikan petunjuk agar mereka mau melaksanakan tugasnya dengan baik menuju tercapainya tujuan yang telah ditentukan bersama (Kompri, 2. Pelaksanaan program full day school dalam meningkatkan karakter religius siswa di SD Nuril Islam berbeda dengan sekolah lain dalam pelaksanaan program full day school yang lebih berfokus pada kemampuan akademik saja. Akan tetapi dalam pelaksanaan program full day school yang ada di SD Nuril Islam memadukan antara kemampuan akademik, nonakademik dan bidang keagamaan. Bentuk dari pelaksanaan full day school sendiri di mulai pada hari Senin-Jumat, dimulai pada pukul 07. 00 WIB sampai dengan pukul 00 WIB. Berdasarkan hasil wawancara menyatakan bahwa pelaksanaan program full day school untuk meningkatkan mutu karakter Religius di SD Nuril Islam tidak bisa terlepas dari campur tangan kepala sekolah. Kepala sekolah bertanggung jawab atas pelaksanaan program full day school untuk mengarahkan dan mendayagunakan fasilitas yang dimiliki agar tujuan dari perencanaan bisa terealisasi. Dengan cara memberikan motivasi dan arahan, memberikan teguran secara personal, selain itu kepala sekoalah memberikan contoh yang baik agar semua stakeholders yang ada di sekolah juga mengikuti. Terdapat berbagai fasilitas yang dapat menunjang program full day school belajar mengajar anak seperti ruang kelas, masjid, aula, gazebo maupun lapangan olahraga. Kepala Sekolah berpesan untuk merawat dan menjaga kebersihan fasilitas yang dimiliki. Evaluasi Kurikulum Program Full Day School Dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Pengawasan menurut G. Terry Pengawasan adalah proses pengamatan dan pengukuran suatu kegiatan operasional dan hasil yang dicapai dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya yang terlihat dalam rencana. Pengawasan dilakukan dalam usaha menjamin bahwa semua kegiatan terlaksana sesuai dengan kebijaksanaan, strategi, keputusan, rencana, dan program kerja yang telah di analisis, dirumuskan, dan ditetapkan Hasil data yang diperoleh peneliti terdapat kesamaan dengan teori yang dikemukakan oleh G. Terry terkait evaluasi adapun evaluasi yang dilakukan di SD Nuril Islam dalam proses evaluasi program full day school dalam pembentukan karakter religius siswa dengan melihat bagaimana kegiatan yang telah dijalankan sesuai dengan rencana. Melihat catatan setiap minggunya untuk mengetahui kendala dan keberhasilan dalam kegiatan belajar mengajar, indeks delegasi lomba, evaluasi tahun sebelumnya dan dirumuskan program untuk tahun selanjutnya. Evaluasi program full day school dalam membentuk karakter sosial siswa kepala Sekolah dan tenaga pendidik melihat keberhasilan dari perencanaan dan Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa pelaksanaan program full day school di SD Nuril Islam dengan cara melihat ketercapaian tujuan dari. Apabila dirasa sudah tercapai maka evaluasi yang dilakukan cukup dengan memperbaiki program dengan cara mempertegas aturan yang ada di sekolah yaitu setiap siswa harus berada di sekolah selama sehari penuh mulai dari pukul 07. 00- 16. 00 baik kelas I sampai kelas VI, memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung, dan peran serta sumber daya manusia yang ada di sekolah yakni pendidik dan tenaga kependidikan memberikan keteladanan yang baik kepada siswa. Evaluasi di SD Nuril Islam juga melibatkan orang tua murid dengan adanya masukan dari wali murid sekolah dapat mengembangkan program full day school, supaya menjadi lebih baik dalam pengembangan mutu, sekolah juga selalu memberikan informasi kepada wali murid terkait program yang akan dilaksanakan oleh sekolah. Sekolah juga transparansi terkait perkembangan siswa selama di sekolah. Sesuai dengan pendapat Terry pada point di sekolah melakukan koreksi pada pelaksanaan yang sudah dijalankan ternyata dengan adanya program full day school memiliki dampak positif untuk yang dirasakan oleh sekolah, wali murid dan siswa. Maka sekolah menindak lanjuti program full day school yaitu rutin berkomunikasi dengan wali murid untuk memberikan sosialisasi agar orang tua di rumah tetap mengawasi kegiatan belajar anak, hafalan anak, ketekunan salat anak dan batasan menonton tv. Jadi evaluasi program full day school dalam meningkatkan mutu karakter Religius siswa di SD Nuril Islam memiliki alur sebagai berikut: Menjaga Kontak Semua yang Ada di Sekolah Maupun Wali Murid Evaluasi Program Full Day School Membandingkan Standart yang Sudah Ditetapkan Melihat Bagaimana Ketercapaai Tujuan yang Berkaitan Dengan Karakter Bagan. 2 Evaluasi Program Full Day School di SD Nuril Islam Siswa KESIMPULAN Managerial: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : Oktober ISSN: 3031-0695 Journal homepage https://ejournal. id/index. php/managerial/index Evlin Ocktaviani. Implementasi Manajemen Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa konsep pada kurikulum program full day school yang ada di SD Nuril Islam diawali dengan rapat perencanaan, menentukan tujuan program, disesuaikan dengan dengan visi misi serta menentukan orang yang tanggung jawab dalam perencanaan tersebut. Implementasi pada kurikulum program full day school yang ada di SD Nuril program full day school dilaksanakan pada hari Senin sampai Jumat dimulai pukul 07. 00 WIB dengan pembiasaan yang sudah di lakukan diantarannya sebelum pelajaran dimulai siswa doa bersama kemudian penghafalan doa sehari-hari, mengulang hafalan surat-surat pendek, memberi penjelasan/motivasi tentang Aswaja, nilai-nilai akidah akhlak kedalam Pada hari sabtu siswa masuk seperti biasa tetapi pada jam akhir semua siswa wajib mengikuti ekstrakurikuler yang sudah di wajibkan oleh pihak sekolah yaitu Pramuka dan Pagar Nusa. Evaluasi pada kurikulum yang ada di SD Nuril Islam diadakan di awal tahun dan serta melibatkan Wali Murid setiap setahun 2 kali untuk melakukan Untuk evaluasi KBM diadakan setiap 1 minggu sekali serta membandingkan standar yang telah ditetapkan sebelumnya dalam rencana serta melihat ketercapaian tujuan dari perencanaan yang sebelumnya. DAFTAR PUSTAKA