Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Representasi Rasa Salah yang Dialami oleh Tokoh Utama dalam Novel AuIpar Adalah MautAy Karya Elizashifaa Ega LucianiA. Arief SetyawanA Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Trunojoyo Madura Email: eluciani0804@gmail. com, arief. setyawan@trunojoyo. Abstrak Novel Ipar Adalah Maut merupakan Novel yang ditulis oleh Elizasifaa diterbitkan pada tahun Novel ini di dalamnya menceritakan mengenai permasalahan perselingkuhan yang dialami oleh tokoh utama, yaitu Nisa. Rani, dan Aris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan rasa salah yang dialami tokoh utama dalam novel Ipar Adalah Maut. Adapun teori yang digunakan ialah teori permasalahan psikis teori Saludin Muis, yang memuat beberapa indikator, yakni depresi, obsesi, cemas, takut, tidak aman, rasa salah, tidak mampu, frustasi, bimbang, harapan, ketergantungan, jengkel, marah, sakit hati, tidak puas, penghargaan, perhatian, kepercayaan, merawat, dan pemenuhan. Namun, dalam penelitian ini hanya difokuskan pada bentuk rasa salah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil yang diperoleh tokoh utama Nisa mengalami perasaan bersalah yang mendalam hal ini dibuktikan dengan diperolehnya data sebanyak 10 Tokoh Rani sebanyak 7 data, sedangkan tokoh Aris hanya 5 data. Kata kunci : Novel. Rasa salah. Tokoh utama. Ipar Adalah Maut. Psikologi Sastra. Abstract The novel Ipar Adalah Maut is a novel written by Elizasifaa published in 2023. This novel tells about the problems of infidelity experienced by the main characters, namely Nisa. Rani, and Aris. This study aims to describe the guilt experienced by the main characters in the novel Ipar Adalah Maut. The theory used is the theory of psychological problems of Saludin Muis, which contains several indicators, namely depression, obsession, anxiety, fear, insecurity, guilt, inability, frustration, hesitation, hope, dependence, irritation, anger, hurt, dissatisfaction, appreciated, attention, trust, caring, and giving appreciation. However, this study only focuses on the form of The type of research used in this study is descriptive qualitative. Based on the results obtained, the main character Nisa experiences deep feelings of guilt, this is evidenced by the data obtained as much as 10 data. The character Rani has 7 data, while the character Aris only has 5 data. Keys words: Novel. Guilt, character. Ipar Adalah Maut. Literary Psychology. Copyright A 2025 Author . Journal of Linguistics and Social Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 PENDAHULUAN Karya sastra merupakan sebuah bentuk karya yang disampaikan melalui sebuah bahasa, baik dalam bentuk lisan maupun tulis. Menurut Wiyatmi . , sastra dikatakan sebagai sebuah karya seni yang tidak hanya diciptakan oleh pengarang saja, melainkan kelompok masyarakat tertentu yang menggunakan media bahasa. Seiring berkembangnya zaman, keberadaan sastra semakin berkembang pesat. Seperti saat ini keberadaan sastra dijadikan sebagai wadah dalam menyampaikan sebuah pelarian yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Karya sastra yang saat ini semakin berkembang salah satunya ialah novel. Novel merupakan bentuk karya sastra tertulis, yang ditulis berdasarkan hasil imajinatif dan pengalaman atas realita yang terjadi disajikan dalam bentuk tulisan panjang. Novel termasuk dalam karya satra fiksi, yang di dalamnya menceritakan kehidupan manusia yang berinteraksi dengan lingkungan, dirinya sendiri, serta tuhan (Nurgiyantoro, 2009:. Nurgiyantoro . , menjelaskan bahwa novel merupakan cerita yang disajikan dalam bentuk panjang yang memuat sesuatu secara detail, dan lebih rinci daripada cerita pendek. Novel memiliki fungsi tersendiri untuk penulis. Selain untuk menghibur pembaca juga dapat dijadikan sebagai tempat menyampaikan keresahan yang terjadi atas dirinya. Dalam sebuah novel tentunya menceritakan permasalahan yang terjadi di dalamnya, salah satunya ialah novel Ipar Adalah Maut yang menceritakan permasalahan yang dialami oleh tokoh utama. Novel ini diperankan oleh Nisa. Rani. Aris. Ibu Nisa. Yusuf. Raya. Mama Yusuf, dan Mbak Rohma. Dari beberapa tokoh tersebut yang menjadi tokoh utama ialah. Nisa . stri Ari. Aris. uami Nis. , dan Rani. dik kandung Nis. Dapat dikatakan sebagai tokoh utama, karena dalam novel tersebut menceritakan mengenai permasalahan yang terjadi diantara mereka bertiga, sehingga ketiga orang tersebut saling berkaitan dan sering muncul dalam setiap peristiwa yang terjadi. Menurut Stanton . bahwa bentuk permasalahan terbagi menjadi dua yaitu permasalahan eksternal dan permasalahan internal. Permasalahan internal merupakan permasalahan yang muncul berasal dari dalam diri seseorang, serta dapat dikatakan sebagai permasalahan psikis. Salah satu bentuk permasalahan internal ialah rasa Menurut Ferguson dan Stagge . , bahwa Rasa salah merupakan bentuk kegelisahan yang terjadi pada diri individu atas penyesalan baik berbentuk keputusan maupun tindakan yang telah dilakukan. Penelitian ini dikaji menggunakan teori permasalahan psikis Saludin Muis . , bahwa seseorang yang memiliki permasalahan psikis akan mengalami depresi, obsesi, cemas, takut, tidak aman, rasa salah, tidak mampu, frustasi, bimbang, harapan, ketergantungan, jengkel, marah, sakit hati, tidak puas, penghargaan, perhatian, kepercayaan, merawat, dan Namun, dalam penelitian ini hanya difokuskan pada bentuk rasa salah yang dialami oleh tokoh utama dalam novel Ipar Adalah Maut. Menurut Saludin Muis . rasa salah merupakan penyesalan atas perilaku yang telah dilakukan, seseorang yang mengalami Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 rasa salah menganggap tindakan yang telah dilakukan ialah sebuah kejahatan atau perilaku Sehingga, seseorang yang mengalami rasa salah akan menyadari semua yang telah Penelitian ini relevan dengan Penelitian yang dilakukan oleh Dewi Ayu Setyaningsih . mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, dengan judul penelitian AuAnalisis Konflik Batin Tokoh Utama Dalam Novel Alaila Karya Raden Chedid: Kajian Psikologi SastraAy. Hasil penelitian yang diperoleh dikaji menggunakan teori konflik batin Sigmud Freud. Disimpulkan bahwa dalam novel Alaila karya Raden Chedid banyak terjadi konflik batin pada aspek superego sebanyak 34 data yang ditemukan. Adapun persamaan antara penelitian tersebut dengan penelitian ini keduanya sama-sama menggunakan objek penelitian berupa Perbedaanya terdapat pada teori yang digunakan. Teori yang digunakan dalam penelitian Dewi Setya Ningsih terfokus pada konflik batin Sigmund Freud, sedangkan pada penelitian ini teori yang digunakan ialah teori permasalahan psikis Saludin Muis . yang difokuskan pada bentuk rasa salah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perasaan bersalah yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ipar adalah maut karya elizashifaa. Perasaan bersalah ini muncul berasal dari permasalahan yang telah dilakukan oleh tokoh utama, adapun permasalahan yang diangkat dalam novel ini ialah perselingkuhan yang dilakukan oleh Aris dengan adik iparnya sendiri yaitu Rani. Sehingga, dengan adanya penelitian ini pembaca mampu mengetahui gambaran dan penyebab perasaan bersalah muncul dalam novel ipar adalah maut. METODE PENELITIAN Analisis yang dilakukan tergolong dalam penelitian deskriptif kualitatif. Dikatakan penelitian deskriptif, karena dalam penelitian ini menggambarkan serta menjelaskan sebuah fenomena yang diangkat dalam penelitian, yang ditulis dalam bentuk naratif (Anggito & Setiawan, 2018:. Hal tersebut didukung dengan adanya beberapa dokumen seperti dokumentasi, laporan dan lain sebagainya sebagai pendukung untuk memperkuat bahwa penelitian tersebut digali sesuai fakta. Dalam penelitian ini data yang disajikan berbentuk deskripsi yang menggambarkan fenomena yang diangkat. Data tersebut diungkapkan dalam bentuk kata dan kalimat yang terdapat dalam novel Ipar Adalah Maut. Penelitian ini menggunakan teori Saludin Muis yang difokuskan pada rasa salah yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ipar adalah maut. HASIL PEMBAHASAN Kisah ini berawal dari datangnya seorang Rani adik kandung Nisa yang masih menduduki bangku kuliah tinggal di rumah Nisa, dengan alasan rumah Nisa dekat dengan Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 kampus Rani. Sejak awal Rani sudah kagum dengan kakak iparnya yaitu Aris yang memiliki ketampanan dari segi fisik yang tinggi, dada bidang, gagah dan tanggung jawab serta kepribadian yang baik sopan dan santun, hal ini membuat Rani menjadi kagum. Semakin hari kekaguman Rani menguasai dirinya hingga melakukan hal nekat yang seharusnya tidak boleh dilakukan, tetapi hal itu tetap dilakukan Rani. Saat Nisa pergi ada acara, di rumah tinggallah Aris dan Rani berdua. Saat Aris sendirian dengan alasan Rani menghampiri dan menanyakan materi kuliah, saat dijelaskan bukannya mendengarkan Rani malah memandangi Aris dengan nafsu, sehingga Rani nekat memberikan ciuman kepada Aris. Hal ini menjadi awal buruk yang dilakukan mereka berdua. Bukannya merasa bersalah atas yang dilakukan mereka berdua malah semakin menjadi-jadi. Sikap Aris terhadap Nisa pun menjadi berubah membuat Nisa Nisa mengingat temannya pernah menceritakan kasus perselingkuhan. Dengan sikap beraninya Nisa menuruti perkataan temannya dengan membuka hp milik Aris, dan menemukan Aplikasi kalkulator. Semua keburukan Aris dan Rani terbongkar saat itu juga. Nisa meninggalkan Aris dan kembali pulang kerumah orang tuanya bersama Raya anaknya. Mendengar kabar yang buruk keadaan orang tua Rani dan Nisa menjadi menurun, sakitsakitan hingga meninggal. Bukannya Rani tobat dan jera atas perbuatannya malah semakin kurang ajar terhadap Nisa. Rumah tangga Nisa berakhir perceraian tetapi tidak dengan karir Nisa. Nisa membuka usaha hingga sukses. Hasil dan pembahasan penelitian ini diperoleh data dari sumber yang disesuaikan dengan tujuan penelitiannya. Adapun aspek yang diteliti yaitu rasa salah yang dialami oleh tokoh utama dalam novel ipar adalah maut karya elizashifaa. Disesuaikan dengan teori permasalahan psikis saludin muis . yang memuat depresi, obsesi, cemas, takut, tidak aman, rasa salah, tidak mampu, frustasi, bimbang, harapan, ketergantungan, jengkel, marah, sakit hati, tidak puas, penghargaan, perhatian, kepercayaan, merawat, dan pemenuhan. Namun, dalam penelitian ini difokuskan hanya pada bentuk rasa salah. Menurut saludin muis . rasa salah merupakan rasa salah merupakan penyesalan atas perilaku yang telah dilakukan, seseorang yang mengalami rasa salah menganggap tindakan yang telah dilakukan ialah sebuah kejahatan atau perilaku tercela. Sehingga, seseorang yang mengalami rasa salah akan menyadari semua yang telah dilakukan. Bentuk rasa salah yang dialami tokoh Nisa dalam novel Ipar Adalah Maut karya Elizashifaa. Kutipan 1 AuhA. Ay Wanita Ia benci pada pikirannya sendiri, tetapi sulit sekali untuk menyingkirkan pemikiran itu. Mungkin ini adalah efek dari seringnya ia melihat video viral tentang perselingkuhan, hingga akhirnya pemikiran itu masuk dan tertanam dalam otaknya. Pada akhirnya. Nisa pun melajukan mobil sambil melantunkan zikir untuk menenangkan hati. Ay (IAM, 2023:. Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah. Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa selalu memikirkan hal buruk terhadap Aris suaminya. Hal tersebut terjadi, karena Nisa selalu melihat video viral mengenai perselingkuhan. Dikatakan Nisa mengalami rasa salah, karena ia menyadari apa yang telah dipikirkan terhadap suaminya itu terlalu berlebihan, sehingga ia berdzikir untuk menenangkan Kutipan 2 AuNisa, kamu tuh suAoudzon banget sama adek sendiri. Ay Auharusnya nggak perlu ditegur. ntar kalo Rani stress gimana?Ay Autapikan apapun bisa terjadi. Ay Aumasa kamu nggak percaya sih sama suami sendiri?Ay Auadekmu sendiri lho itu. Nisa. NisaA hatinya jangan kotor sampai berburuk sangka ke orang lain. Nggak boleh begitu. Ay (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah. Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa telah menegur Rani. Dikatakan bahwa Nisa mengalami rasa salah, karena ia menyadari bahwa yang ia lakukan teralu berlebihan seperti menegur dan suAoudzon kepada adiknya sendiri. Hal ini terjadi, karena Rani selalu menggunakan pakaian terbuka, sehingga Nisa memutuskan untuk menegur Rani. Kutipan 3 Nisa menunduk. Perlahan, ia mulai menyalahkan dirinya sendiri lagi. Mungkin memang dia yang selama ini overthinking dan berpikir terlalu jauh. Ibu saja tidak berpikir ke arah sana lagipula. Nisa tahu betul bagaimana Aris dan Rani. Ah, memang ia saja yang terlalu berlebihan. Ia berjanji dalam hati, setelah ia akan berbicara baik-baik dan meminta maaf pada Rani. (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan telah diketahui Nisa mengalami rasa salah. Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa telah berprasangka buruk kepada Aris dan Rani. Dikatakan bahwa nisa mengalami rasa salah, karena Nisa menyadari bahwa dirinya terlalu berpikir terlalu jauh kepada Aris dan Rani, bahkan sampai menegur Rani, sehingga terjadi kesalapahaman antara Nisa dan Rani. Kutipan 4 AuAstaghfirullahAAy Nisa menggumam pelan sambil berjalan masuk. Kembali melirik pintu kamar Rani yang tertutup rapat. Satu pemikiran menyentil hatinya. Ia merasa, ilmu agama yang ia pelajari selama ini membuatnya merasa lebih Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 baik dan lebih bersih dari orang lain. Itu salah. Ia tahu dan sadar, sudah tugasnya bahwa tegurannya tadi pagi kurang lembut. Ibu benar, harusnya Nisa memilih cara lain yang lebih lembut. Tetapi saat ini masalah utamanya adalah Rani marah dan Nisa harus meminta maaf padanya. Ia tidak akan membahas soal pakaian lagi. Lagi pula untuk apa? Ia percaya seseksi apapun pakaian Rani, jika Aris tetap menundukkan pandangan dan berpegang pada imannya. Semuanya akan baik-baik saja. Ay (IAM,2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah, karena telah meluapkan keresahannya dengan menegur Rani secara terang-terangan bahwa ia tidak menyukai, jika Rani menggunakan pakaian terbuka di rumah. Dikatakan Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa menyadari apa yang dilakukan itu terlalu berlebihan dan teguran yang diucapkan kurang lembut, sehingga menyinggung Rani. Kutipan 5 "Boleh masuk?" tanya Nisa penuh harap Sebagai jawaban. Rani membuka pintu lebih lebar lagi. Setelah Nisa masuk dan duduk di pinggir ranjang, ia segera menutup pintu. "Kamu marah, ya? Mbak minta maaf ya Dek soal yang tadi pagi," ucap Nisa to the point. la meraih tangan Rani dengan lembut. Sorot matanya penuh la sangat berharap Rani mau memaafkannya. Karena sang adik masih diam saja. Nisa pun melanjutkan perkataannya, "Mbak nggak bermaksud apa-apa. Mbak juga nggak bermaksud su'udzon sama kamu. Sebenarnya murni cuma mengingatkan kamu aja. Tapi cara Mbak pasti kurang berkenan buat kamu. Jadi Mbak minta maaf. " (IAM,2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah terhadap Rani. Nisa merasa bersalah terhadap Rani karena telah menegurnya dengan berlebihan, hingga membuatnya sakit hati. Nisa mengungkapkan rasa salahnya dengan menemui Rani untuk meminta maaf, ia menyadari apa yang ia lakukan terlalu berlebihan hingga menegur dan berpikir yang tidak-tidak tentang Rani. Hal ini menggambarkan bahwa tokoh Nisa mengalami rasa salah, karena ia menyadari dan menyesal telah menegur Rani hingga terjadi perselisihan Kutipan 6 AuNisa menutup pintu lemari pendingin. Ia menghela napas. Kembali ia menyalahkan dirinya sendiri yang mulai overthinking terhadap adiknya sendiri. Ini salah. Rani itu polos. Bahkan pacaran saja belum pernah. Mana mungkin Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 terjadi hal yang tidak diinginkan? Jujur, saat ini Nisa merasa sangat jahat karena telah memikirkan yang tidak-tidak. Padahal ia sendiri tahu bagaimana sifat Rani. Kejam sekali karena ia sudah berprasangka buruk pada adiknya yang polos itu. Wajar kalau tempo hari Rani tersinggung. Ay (IAM,2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa merasa bersalah terhadap Rani, karena telah berpikir terlalu jauh tentang Rani ketika ia sering menggunakan pakaian yang terbuka di depan Aris. Dikatakan Nisa merasa bersalah, karena Nisa menyadari dan menyesal dengan apa yang telah ia lakukan, ia telah menyadari bahwa teguran yang diungkapkan kepada Rani membuatnya tersinggung. Kutipan 7 AuAh, kenapa aku jadi cemburuan sama ovt gini sih? Gak! Gak! Pikiranku gak bener nihi!Ay Batin Nisa berkecambuk lagi. Kembali, ia berpikiran yang tidaktidak. Nisa tahu ini salah. Bukan Aris atau Rani yang salah, tetapi ia sendiri. salah dengan ovtnya yang tidak berkesudahan. Ia merasa salah sudah berpikir terlalu jauh. Nisa menarik napas Panjang. Ia Kembali memasukkan potongan bokso ke dalam mulutnya. Ay (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa telah berpikir terlalu jauh mengenai Aris dan Rani. Dikatakan Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa menyadari kesalahannya telah berpikir yang berlebihan terhadap suami dan adik kandungnya. Selain itu. Nisa menyadari bahwa bukan Aris dan Rani yang membuat dirinya berpikir seperti ini, namun ia sendiri yang overthinking tidak Kutipan 8 Auaduh, aku lupa ngabarin, mas. Aku mau jenguk temenku yang lahiran. Aku tinggal sendiri dulu, nggak apa-apa kan, mas?Ay Sesal Nisa meminta pengertian Aris. Namun ekspresi pria itu sulit sekali disembunyikan. Au ini aku sendirian benar di rumah?Ay Auiya. Rani kuliah sampai sore. Raya pulang jam empat sore. Soalnya ada les,Ay jelas Nisa tiba-tiba merasa bersalah. Iya menggigit bibirnya lalu berkata. AusorryAAy (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa telah meninggalkan Aris sendirian di rumah. Dikatakan Nisa mengalami rasa salah, karena menyadari ia tidak memberitahu Aris bahwa ia akan keluar dan merasa menyesal telah meninggalkan Aris sendiri di rumah, disisi lain, ia tidak bisa membatalkan janji dengan temannya. Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Kutipan 9 AuIbu minta maaf. Maaf udah hancurin kamu kayak gini. Maafin ibu. Ibu gagal. Maafin ibu. Au ucap Ibu sesenggukan sambil memeluk sang putri. Nisa tidak tega melihat ibunya seperti ini. Ia membalas pelukan sang ibu. Au ibu nggak salah. Ibu jangan nyalahin diri sendiri gini. Nisa juga minta maaf. Nisa nggak bisa jaga adikAAy (IAM, 2023: . Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah. Nisa mengalami rasa salah, karena ia merasa tidak bisa menjaga Rani dengan baik. Dikatakan Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa menyadari bahwa dirinya telah gagal dalam menjadi kakak yang seharusnya menjaga Rani adiknya dengan baik. Perasaan bersalah ini muncul karena Rani telah selingkuh dengan kakak iparnya sendiri . uami Nis. Kutipan 10 "Di sini yang jadi korban tuh Nisa. Buk! Yang sakit tuh Nisa! Tapi yang Ibuk pikirin selalu Rani. Rani. Rani! Nisa capek. Buk! Capek!" Entah apa yang merasuki Nisa hingga ia berteriak seperti orang gila pada ibunya sendiri. Ia mengunci pintu, lalu berjalan ke kamar sambil membawa kunci pintu itu. Sesampai di kamar, ia menangis terisak di pembaringan. Batinnya berperang dalam rasa bersalah dan kesedihan. Jujur, ia menyesal telah membentak sang ibu. Tak sedikit pun ia bermaksud jahat dan kasar pada wanita yang telah melahirkannya itu. Namun akumulasi kepada wanita permasalahan yang datang beruntun itu membuatnya lepas kontrol. Belum selesai ia menghadapi masalah rumah tangga takdir pun menghajarnya dengan masalah kesehatan sang ibu kesedihan itu menumpuk, lalu meledak tanpa kendali. (IAM, Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa telah meluapkan emosi dengan berteriak kepada Ibunya. Nisa membentak Ibunya, karena Ibunya selalu membela Rani. Bahkan, ketika Nisa menjadi korban perselingkuhan dan Ibunya menderita lupa ingatan tetap saja yang diingat hanya Rani. Hal ini membuat Nisa capek, sehingga Nisa membentak Ibunya. Dikatakan bahwa Nisa mengalami rasa salah, karena Nisa merasa bersalah dan menyesal telah membentak Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Bentuk rasa salah yang dialami tokoh Rani dalam novel Ipar Adalah Maut karya Elizashifaa. Kutipan 1 AuRani mengucapkan salam dengan sangat lesu. Tidak ada orang di rumah. Aris sudah berangkat kerja. Nisa masih di sekolah Raya, dan Raya belum pulang. Tanpa berpikir panjang. Rani mengunci diri di kamar. Semangat hidupnya merosot drastis sampai-sampai ia tidak sanggup untuk mengganti pakaian dan kehilangan nafsu makan. Dalam keremangan kamar, ia memaki dirinya sendiri Penyesalan dan rasa bersalah terus menghantuinya selama berjam-jam. memeluk guling dengan wajah sendu. "Aku udah gila. Gimana mungkin aku kasih ciuman pertamaku ke Mas Aris. Rani menenggelamkan wajah di bantal. Suara isakan terdengar. Tangisannya pecah di antara bantal itu. la yakin, tidak ada yang bisa mendengar suara tangisannya yang menyedihkan itu. (IAM,2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Rani merasa bersalah. Rani merasa bersalah atas apa yang ia lakukan dengan Aris. Hal itu terjadi pada Rani saat ia telah memberikan ciuman kepada Aris. Dikatakan bahwa Rani mengalami rasa salah, karena Ia menyadari dan menyesal telah melakukan ciuman dengan Aris, sehingga ia merenung dalam kesedihannya dengan mengurung diri di kamar. Kutipan 2 AuNisa membalas senyum sang adik. Tiba-tiba ia bangkit dari kursi, "Aku ke rumah Sekar dulu sebentar. Mau ambil frozen food. Pinjem motornya, ya. " "Oke. Mbak. " Rani menatap kepergian sang kakak dari teras. Dari luar, terlihat baikbaik saja. Namun jauh di dalam lubuk hatinya. Rani menyimpan rasa bersalah. Kakaknya sudah sangat tulus, tetapi ia mengkhianati kebaikan itu. Peribahasa "air susu dibalas dengan air tuba" itu nyata adanya. Demi apa pun. Rani tidak bermaksud berbuat jahat. Namun eksistensi Aris di dunia ini sudah terlalu menggoyahkan hati dan keimanannya. Ia tahu ini. tetapi ia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Setiap kali Aris muncul di hadapannya, hasrat ingin menyentuh dan memiliki itu pun kembali menggebu-gebu. Ay (IAM,2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Rani mengalami rasa salah. Rani merasa bersalah, karena menyadari apa yang telah ia lakukan dengan Aris adalah Dikatakan Rani mengalami rasa salah, karena ia menyadari kesalahannya terhadap Nisa. Ia menyadari ketulusan Nisa padanya, malah ia membalas dengan berselingkuh dengan kakak iparnya sendiri suami Nisa. Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Kutipan 3 "Lecet dikit,Ay jawab Rani singkat. la menunjukkan seprai pada Nisa, lalu melanjutkan dengan pelan, "Mbak, aku haid. Spreinya kena darah aku. Maaf ya. Mbak. Ini mau aku cuci kok. "Eh, nggak usah!" tahan Nisa langsung merebut seprai itu. Aukamu jalan aja susah, masa mau nyyuci sprei ?, udah, biar mbak aja. Kamu balik ke kamar ya. Lukanya obtain biar cepet sembuh. Ay Autapi ada darah aku lho, mbak. Ay Aunggak apa-apa. Masa mbak tega nyuruh kamu yang lagi sakit buat nyuci. AyAkhirnya Rani mengangguk. Aumakasih, mbak. Aku jadi nggak enak. Mana motornya lecet lagi. Maaf ya mbak baru bilang. Abis mbak pulangnya pas aku udah tidur. (IAM,2023:. Berdasarkan telah diketahui Rani merasa bersalah. Rani mengalami rasa salah, karena ia telah menjatuhkan motornya hingga lecet. Selain itu, ia telah mengiyakan Nisa untuk mencucikan spreinya yang terkena darah. Dikatakan Rani merasa bersalah, karena ia menyadari kesalahannya karena telah melecetkan sepeda motor Nisa dan memberikan sprei kepada Nisa untuk dicucinya. Kutipan 4 "Aku pulang cepet biar bisa sambut kamu," senyum Rani. Yusuf merangkul sang istri, lalu mengajaknya masuk rumah. "Tadi aku iseng cek-cek mobil di dealer. Banyak mobil bagus yang cocok buat kamu. Minggu depan kita ke sana, ya? Aku pengen beliin satu buat kamu. " "Ah, baik banget sih suamiku. Makasih, ya," ucap Rani manja. Lagi dan lagi. Yusuf selalu memanjakannya, seakan pria itu tak pernah kehabisan cara untuk memuliakan dan meratukannya di rumah ini. Tiba-tiba Rani tersenyum sembari memeluk Yusuf dengan kuat. Namun di balik wajah yang tersenyum itu, ada hati yang merasa bersalah. Yusuf sudah mencurahkan cinta dan materi padanya. Parahnya, ia malah bermain api dengan Kaka ipar. Sungguh tidak tahu diri. Rani sadar itu, tetapi sialnya ia tidak bisa berhenti. (IAM,2023: . Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Rani merasa bersalah. Rani merasa bersalah kepada Yusuf, karena ia telah mengkhiatinya dengan selingkuh dibelakang. Yusuf ingin selalu membahagiakan dengan memberi apa yang Rani inginkan. Dikatakan Rani mengalami rasa salah, karena ia menyadari mengkhianati Yusuf dengan apa yang ia dilakukan dibelakang dengan Aris adalah sebuah kesalahan. Kutipan 5 Hati Rani bergetar penuh rasa bersalah melihat ibunya. Dengan suara pelan, ia berkata, "Maafin Rani. Buk. " "Minta maaf sama mbakmu!" balas ibu dengan Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 nada tinggi. Sesaat setelah mengatakan itu, ibu terduduk di kursi dengan lemas. Lalu mulai menangis lagi. "Ya Allah. Kok tega kamu sama kakakmu sendiri. (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Rani mengalami rasa salah. Rani merasa bersalah, karena telah mengkhinati kakaknya sendiri. Hal ini membuat Ibu menangis lemas di rumah. Dikatakan Rani mengalami rasa salah, ketika melihat keadaan Ibu yang lemah membuat Rani merasa menyesal atas apa yang telah ia lakukan, sehingga Rani meminta maaf kepada Ibunya. Kutipan 6 Mata Rani mulai berkaca-kaca, sementara ibu mengusap air mata sambil tersengguk-sengguk. "Kok ya harus kakakmu sendiri yang kamu giniin! Apa kata orang nanti. Nduk?! Anakku dua-duanya gagal! Padahal Ibuk udah bangga-banggakan punya menantu baik-baik! Ternyata kayak gini kelakuanmu sama Aris! Malu Ibuk!" "Maaf. Buk. " Hanya itu yang bisa Rani ucapkan. Tidak ada satu pun pembelaan diri darinya. Ia sudah tersudut oleh semua perkataan sang ibu. "Maafmu buat apa?! Nggak bisa kembalikan keadaan! Harusnya kamu mikir sejak dulu!" sahut ibu ketus. "Iya. Buk. Rani tau. Maaf. " Ibu menggeleng lemah. "Ibuk sudah gagal. Ibuk gagal mendidik kamu!" (IAM,2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Rani mengalami rasa salah. Rani merasa bersalah atas apa yang telah ia perbuat dengan kakak iparnya. Rani meminta maaf kepada Ibunya, karena telah selingkuh dengan Aris suami kakak kandungnya Dikatakan Rani merasa bersalah, karena ia menyadari perbuatan yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan serta tidak ada kata lain selain minta maaf yang diucapkan oleh Rani pada Ibu. Namun, permintaan maaf itu tidak akan merubah apapun, karena semuanya telah terjadi. Kutipan 7 Rani menarik napas panjang. "Buk, maafin Rani, ya. "Lho? Kenapa. Dek? Ujianmu dapet nilai jelek? Nggak apa-apa! Nanti Ibuk temenin belajar biar nilainya bagus!" sahut ibu mengelus lengannya. "Ibuk kenapa jadi gini?" ucap Rani sedih. "Ibuk demensia," jawab Nisa yang tiba-tiba muncul. la masuk ke dalam kamar. "Ibuk suka halusinasi waktu masa kecil kita. Dia nyariin kamu terus. " (IAM, Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Rani merasa bersalah atas perselingkuhan yang ia perbuat dengan kakak iparnya. Hal ini membuat kondisi Ibu menjadi lemah. Suatu hari Rani datang ke rumah Ibunya melihat kondisi Ibu yang lemah menderita sakit demensia yang berpengaruh pada ingatannya. Penyakit ini membuat ingatan Ibu menurun, hanya ingat pada masa kecil Rani. Hal ini membuat Rani merasa bersalah, sehingga Rani menyesal dan meminta maaf kepada Ibu. Dikatakan bahwa Rani mengalami rasa salah, karena menyadari ia merasa bersalah telah melakukan perbuatan yang keji, hingga membuat Ibu menjadi sakit. Bentuk rasa salah yang dialami tokoh Aris dalam novel Ipar Adalah Maut karya Elizashifaa. Kutipan 1 "Astaghfirullahaladzim Ya Allah, kenapa bisa beginiAy Aris terlihat masih menyesali perbuatannya yang sangat impulsif. Ia menatap Rani dengan hati tak "Lupain yang tadi Ran. Anggep aja nggak pernah terjadi-apaapa. Oke?" (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Aris mengalami rasa salah. Aris merasa bersalah, karena telah melakukan hal yang tidak senonoh dengan Rani. Dikatakan ia merasa bersalah karena ia menyadari bahwa ia telah melakukan kesalahannya yang telah berbuat hal tidak senonoh dengan Rani yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Selain itu. Aris menyadari kesalahannya dengan beristighfar. Kutipan 2 Biar Rani Aris mengangguk sebelum kembali fokus pada martabaknya. Untuk beberapa saat, situasi mendadak hening karena keduanya sibuk dengan makanan masing-masing. Dalam keheningan itu. Aris menatap Nisa cukup lama. Kedatangan Rani yang tiba-tiba tadi membuat perasaan bersalah terbit dalam Mengingat bagaimana ia melanggar kesetiaan, membuatnya merasa Ia merasa jadi manusia paling munafik satu semesta saat ini. Ia benarbenar Rani terlanjur menggodanya. (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Aris merasa bersalah. Aris merasa bersalah, karena telah melanggar kesetiaannya kepada Nisa. Ia merasa menjadi orang yang paling buruk mudah tergoda dengan rayuan Rani. Dikatakan Aris merasa bersalah karena ia menyadari bahwa ia mudah tergoda dnegan rayuan Rani dan menyesal telah melanggar kesetiaanya pada Nisa. Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Kutipan 3 Aris merasa bersalah. "Maaf ya. Ran. Mas salah udah hancurin kamu. " (IAM, Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Aris merasa salah. Aris merasa bersalah, karena telah melakukan hubungan yang lebih intim dengan Rani. Hal ini dikatakan rasa salah karena Aris menyadari apa yang ia lakukan adalah kesalahan perbuatan yang sudah berlebihan ia telah menghancurkan adik iparnya sendiri sehingga, ia meminta maaf kepada Rani. Kutipan 4 "Puas kamu udah hancurin keluarga aku?" desis Nisa marah tajam. "Maafin aku. Nisa. Aku nggak bermaksud buat hancurin semuanya," ucap Aris lirih. (IAM, 2023:. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Aris merasa salah. Aris merasa bersalah kepada Nisa, karena Ia telah menghancurkan hubungan rumah tangganya selingkuh dengan Rani adik iparnya sendiri. Dikatakan Aris merasa bersalah karena ia menyadari apa yang ia lakukan sudah kelewatan, sehingga ia meminta maaf kepada Nisa. Kutipan 5 "Demi Allah, aku udah bener-bener nyesel. Nisa, ayo kita mulai dari awal lagi, ya? Demi Raya. Kasian dia masih kecil tapi udah ngalamin ini," ucap Aris "Harusnya kamu mikirin itu sejak dulu. "Aku nyesel. Nis. Aku janji, aku bakal berubah jadi lebih baik lagi. Berdasarkan kutipan di atas telah diketahui Aris merasa bersalah. Aris merasa bersalah, karena telah melakukan perselingkuhan dengan Rani. Dikatakan Aris merasa bersalah terhadap Nisa, karena Aris menyesal dan menyadari bahwa apa yang ia lakukan sudah kelewatan. Selain itu, ia menyadari apa yang ia lakukan akan berdampak tidak baik bagi Raya. Tidak hanya itu saja. Aris juga menginginkan Nisa kembali dengan menjanjikan akan berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. KESIMPULAN Dalam sebuah novel tentunya mengangkat sebuah permasalahan. Salah satunya ialah novel Ipar Adalah Maut. Permasalahan yang diangkat dapat berdampak pada batin seseorang, salah satunya ialah rasa salah. Rasa salah muncul akibat adanya penyadaran dan penyesalan Vol. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 atas tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai bentuk rasa salah tokoh utama dalam novel Ipar Adalah Maut karya Elizasifaa. Adapun tokoh utama dalam novel ini ialah Nisa. Rani . dik kandung Nis. , dan Aris . uami Nis. Sehingga, dapat ditarik kesimpulan bahwa tokoh utama yang memilili perasaan bersalah yang lebih komples ialah Nisa, hal ini dibuktikan dengan diperolehnya data sebanyak 10. Tokoh Rani memiliki perasaan bersalah cukup kompleks sebanyak 7 data, sedangkan tokoh Aris hanya 5 DAFTAR PUSTAKA