Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 EDUKASI DAN IMPLEMENTASI LUBANG RESAPAN BIOPORI UNTUK MITIGASI BANJIR DAN PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK Ikhtisholiyah1. Akhmad Andi Andi Saputra2. Hasti Suprihatin3. Nazilatus SaAoidah4. Muhammad Dias Echa Mantovani5 1,2,3,4,5 Universitas Gresik. Gresik ikhtisholiyah@gmail. com1, patih. 25@gmail. suprihatin007@gmail. com3 nazilasaidah@gmail. ecamantofani@gmail. ABSTRACT Iker-iker Geger Village is a village located in Cerme District. Gresik Regency. that often experiences seasonal flooding due to rainwater runoff that cannot be absorbed optimally by the soil, especially during high rainfall in the rainy season. The flat topography, clay soil type, and suboptimal drainage system exacerbate this condition. In addition, household organic waste management in the village is still limited, with most waste being burnt or dumped into waterways, contributing to drainage blockages and environmental pollution. These problems require a simple yet impactful approach, one of which is through the application of biopore infiltration pit technology that has proven effective in increasing groundwater absorption, reducing the volume of surface runoff, as well as processing organic waste into compost that is beneficial for local agriculture. This community service program aims to provide education and direct assistance to the people of Iker-Iker Geger Village in making and utilizing biopores as a sustainable environmental solution. This activity involves elements of the community, village officials, and students, with a participatory approach that is expected to increase environmental awareness and encourage village independence in overcoming the problems of inundation and organic waste. Through this program, the community not only gained technical skills, but also instilled a spirit of mutual cooperation in protecting the environment, in line with the principles of sustainable development and local Keywords: biopores, flood mitigation, organic waste management, community empowerment ABSTRAK Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Desa Iker-iker Geger adalah salah satu desa yang terletak di Kecamatan Cerme. Kabupaten Gresik yang kerap mengalami banjir musiman akibat limpasan air hujan yang tidak mampu diserap optimal oleh tanah, terutama saat curah hujan tinggi di musim Topografi datar, jenis tanah lempung, serta sistem drainase yang kurang optimal memperparah kondisi tersebut. Selain itu, pengelolaan sampah organik rumah tangga di desa ini masih terbatas, dengan sebagian besar limbah dibakar atau dibuang ke saluran air, yang berkontribusi pada penyumbatan drainase dan pencemaran lingkungan. Permasalahan ini memerlukan pendekatan sederhana namun berdampak nyata, salah satunya melalui penerapan teknologi lubang resapan biopori yang terbukti efektif dalam meningkatkan daya serap air tanah, mengurangi volume limpasan permukaan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos yang bermanfaat bagi pertanian lokal. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan langsung kepada masyarakat Desa Iker-Iker Geger dalam pembuatan dan pemanfaatan biopori sebagai solusi lingkungan Kegiatan ini melibatkan unsur masyarakat, perangkat desa, dan mahasiswa, dengan pendekatan partisipatif yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong kemandirian desa dalam mengatasi permasalahan genangan dan sampah organik. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga ditanamkan semangat gotong royong dalam menjaga lingkungan hidup, sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan kearifan lokal. Kata Kunci: biopori, mitigasi banji, pengolahan sampah organik, pemberdayaan masyarakat. Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 PENDAHULUAN Desa Iker-Iker Geger, yang terletak di dataran rendah Kecamatan Cerme. Kabupaten Gresik, secara periodik mengalami genangan air dan banjir musiman. Kerentanan hidrologis ini diakibatkan oleh kombinasi faktor geofisik dan antropogenik, yaitu kapasitas infiltrasi alami tanah yang rendah . idominasi jenis tanah lempung, aluvial, dan grumuso. dan sistem drainase yang kurang optimal. Kondisi ini diperburuk oleh praktik pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal, di mana pembuangan limbah ke saluran air memicu penyumbatan drainase dan degradasi lingkungan. Gap ilmiah dan teknis yang muncul adalah kesenjangan antara kondisi permeabilitas tanah yang rendah dengan kebutuhan akan solusi konservasi air tanah yang sederhana dan efektif untuk memitigasi risiko banjir dan mengelola limbah organik secara terpadu. Memanfaatkan lubang biopori untuk memproses sampah organik adalah cara efektif untuk mengoptimalkan permeabilitas tanah. Struktur tanah yang menjadi lebih berpori akibat aktivitas ini meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air hujan. Konsekuensinya, limpasan air permukaan menurun, dan mitigasi risiko banjir tercapai. Oleh karena itu, biopori adalah instrumen yang memberikan nilai tambah dalam pengelolaan sampah dan konservasi air secara simultan. (Nardiansyah. Biopori buatan memiliki fungsi ganda sebagai sarana infiltrasi air dan tempat pemrosesan limbah organik. Sampah sisa makanan yang diletakkan di dalam lubang akan mengalami dekomposisi biologis oleh fauna tanah. Hasil dekomposisi ini adalah kompos, suatu material yang Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 esensial untuk menjaga kesehatan organisme tanah dan memberi nutrisi pada tanaman di sekitarnya. (Rachmat Rahadiansyah. Risma et, 2. Lubang Resapan Biopori (LRB) merupakan intervensi teknologi tepat guna yang sangat relevan dan aplikatif untuk mengatasi kedua isu fundamental tersebut secara simultan. LRB adalah lubang silindris vertikal yang berfungsi ganda: Fungsi Hidrologis: Meningkatkan daya serap air tanah dan secara signifikan mengurangi volume limpasan permukaan . un-of. , yang merupakan kunci dalam mitigasi genangan dan banjir. Efikasi LRB terbukti mampu mereduksi limpasan, bahkan pada tipe tanah Fungsi Ekologis: Menggunakan sampah organik sebagai umpan yang memicu aktivitas biota tanah, sehingga menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi pertanian lokal. Pada pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh (Arga et al. menyatakan bahwa dengan tingkat kepadatan penduduk yang signifikan. Desa Kaliwungu mengalami penyusutan drastis lahan hijau untuk resapan. Konsekuensinya, desa sering mengalami masalah genangan air di area publik dan pemukiman saat musim hujan. Ditambah lagi, observasi lapangan yang dilakukan tim KKN Desa Kaliwungu mengungkapkan adanya isu penumpukan limbah domestik. Kami meyakini bahwa penanganan isu lingkungan ini memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, bukan semata-mata kewajiban pemerintah desa. Oleh karena itu, kami memperkenalkan program pengabdian masyarakat yang diperbarui dengan fokus pada sosialisasi dan pemasangan lubang biopori di beberapa kediaman Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Meskipun LRB telah teruji efektif, murah, dan mudah direplikasi, implementasi teknis dan keberlanjutannya di Desa Iker-Iker Geger, sebagai wilayah tepian sungai yang rentan bencana, memerlukan upaya edukasi dan pemberdayaan masyarakat yang terstruktur. Oleh karena itu, program pengabdian kepada masyarakat ini menjadi krusial untuk menjembatani kesenjangan antara pengetahuan teknis dan praktik langsung di lapangan. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pendampingan praktis kepada masyarakat, khususnya kelompok PKK, dalam pembuatan dan pemanfaatan LRB sebagai solusi lingkungan yang berkelanjutan. Melalui pendekatan partisipatif ini, diharapkan permasalahan genangan dan sampah organik, serta mendorong kemandirian desa dalam konservasi sumber daya air dan pengelolaan Studi lapangan dan model hidrologi menunjukkan penurunan puncak banjir setelah pemasangan biopori di area padat penduduk, selain itu juga membahas kendala teknis seperti lapisan batuan dan kebutuhan pemasangan pipa (Simanjuntak et al. , 2. Berdasarkan temuan geografis, pada pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh (Amalia et al. , 2. Kelurahan Jatirejo terletak pada dataran tinggi yang mengakibatkan aliran air terbatas pada jalur Area topografi rendah . di wilayah tersebut rentan mengalami akumulasi genangan air. Oleh karena itu, langkah awal program difokuskan pada penyelenggaraan edukasi dan training biopori bagi masyarakat setempat. Pendekatan pelatihan ini menekankan pada solusi terintegrasi dengan memanfaatkan biopori sebagai sarana resapan air dan pengolahan limbah organik serta limbah Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 otol plastik rumah tangg. Pelaksanaannya mencakup persiapan substansi materi, penentuan lokasi implementasi, dan mobilisasi logistik. Pengabdian masyarakat (Abdulloh et al. , 2. , menekankan pada aspek pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan biopori. Melalui pelibatan ketua RT/RW dan masyarakat setempat, biopori dijadikan media komposting alami. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah ramah lingkungan. Penerapan biopori di kawasan perkotaan terbukti meningkatkan infiltrasi tanah sekaligus mempercepat penguraian sampah organik. Relevansi kegiatan ini dengan artikel pengabdian sebelumnya yaitu pelibatan perangkat kelurahan dan masyarakat yang menekankan aspek pengelolaan sampah organik menggunakan biopori. Pada pengabdian masyarakat ini melibatkan kelompok PKK Desa sebagai penggerak pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga, sehingga lebihn tepat sasaran dan penerapan LRB (Lubang Resapan Biopor. di Kawasan Pedesaan. Berdasarkan tinjauan lapangan Desa Iker iker Geger merupakan desa tepian sungai yang rentan banjir didukung permeabilitas tanah yang rendah, sehingga perlu dilakukan pemetaan catchment area di Desa Iker iker Geger untuk mengurangi genangan atau banjir. Hal ini relevan dengan pengabdian masyarakat yang dilakukan terkait Determining Biopore Infiltration Hole as Catchment Flood (Suleman et al. , 2. , peneliti sebelumnya menggunakan GIS untuk menentukan lokasi optimal penempatan biopori dalam sub-catchment sehingga Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 memaksimalkan pengurangan aliran puncak. Menunjukkan nilai tambah perencanaan spasial untuk efektivitas biopori. Hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh (Ikhtisoliyah & Fathimah, 2. meliputi warga berhasil membuat biopori secara mandiri setelah pelatihan dan pendampingan. Lubang biopori memiliki peran ganda yang signifikan. Pertama, teknologi ini efektif dalam mitigasi genangan air saat musim hujan karena kemampuannya meningkatkan daya serap tanah. Peningkatan kemampuan serapan ini juga membantu menjaga ketersediaan air tanah, sehingga dapat mencegah kekeringan selama musim kemarau. Selain itu, biopori menawarkan manfaat lain yang tak kalah penting, yaitu pengelolaan sampah organik dengan mengubahnya menjadi kompos. Aspek ini tidak hanya membantu mengurangi volume sampah, tetapi juga meningkatkan kesuburan tanah. Lebih jauh lagi, inisiatif ini mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pengelolaan sumber daya air yang Relevansi dengan kegiatan pengabdian ini meliputi edukasi dan pemberdayaan yang menonjolkan aktivitas sosialisasi & pelatihan masyarakat. Terdapat Implementasi Praktis seperti adanya pelaksanaan di rumah warga di beberapa titik . emberi contoh nyata bagaimana biopori dibuat dan dikelol. Diperoleh manfaat ganda, tidak hanya mitigasi genangan dan kekeringan, tapi juga pengelolaan sampah organik & konservasi sumber daya air. Kegiatan Pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran lingkungan serta mendorong kemandirian desa dalam mengatasi permasalahan genangan air dan sampah organik. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, diharapkan biopori Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 dapat menjadi langkah konkret dalam pengurangan banjir, peningkatan kualitas tanah, dan pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan, sejalan dengan kebutuhan dan kearifan lokal desa. Program ini juga memanfaatkan kompetensi rekayasa teknik sipil dan lingkungan dari Fakultas Teknik Universitas Gresik. PELAKSANAAN DAN METODE Kegiatan pengabdian masyarakat telah diselenggarakan di ruang aula Kantor Desa Iker-iker Geger. Kecamatan Cerme. Kabuoaten Gresik. Acara ini berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 6 dan 13 Agustus 2025 dimulai pada pukul 09. 00 dan berakhir pada pukul 11. WIB. Jumlah peserta kegiatan ini adalah 17 orang ibu-ibu dari kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa IkerIker Geger. Selama penyampaian materi, para peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif, khusunya saat mendalami penjelasan mengenai manfaat biopori bagi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode edukasi dan pelatihan partisipatif dengan pendekatan Community-Based Participatoru Reseacrh (CBPR). Kegiatan ini dilakukan dalam kurun waktu 5 . Struktur pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi empat tahapan utama, yang diuraikan sebagai Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Tahap Kegiatan Persiapan Koordinasi II. Edukasi Sosialisasi i. Pelatihan Praktik dan Implementasi Tabel 1. Struktur Pelaksanaan Kegiatan Deskripsi Alat Kegiatan Koordinasi dengan Dokumen MoU, mitra (Perangkat Peta/Sketsa Desa dan Ketua lokasi. PKK). Survei Biopori. Penyiapan materi edukasi dan Penyampaian Proyektor LCD, teoritis Laptop. Modul pelatihan/materi . Permasalahan ppt. hidrologis di desa Kuesioner Awal . Konsep dan (Pre-Tes. Biopori banjir dan kompos, . Tata Biopori yang benar Demonstrasi Bor Biopori (Auger/Mata pembuatan LRB. Bor Khusu. Peserta secara Pipa PVC (Diameter membuat LRB di c. , lokasi yang telah Penutup/Jaring . rea Pelindung, publik/fasilitas Meteran. Alat Pengisian Tulis. Sampah LRB dengan Organik Rumah sampah organik. Tangga. Jumlah Peserta Tim mitra desa 17 Orang (Anggota PKK) 17 Orang (Anggota PKK) Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Evaluasi peserta . ost-tes. dan keberhasilan IV. Evaluasi Penyerahan Monitoring desa/kelompok PKK. Penyusunan laporan akhir. Kuesioner Akhir (Post-tes. Formulir Monitoring. Kamera Dokumentasi. Tim Biopori. Indikator Keberhasilan dan Metode Monitoring Indikator Keberhasilan Keberhasilan program diukur berdasarkan dua aspek utama: Peningkatan pemahaman dan implementasi fisik. Tabel 2. Indikator Keberhasilan Aspek Indikator Kuantitatif Target Kuantitatif Peningkatan rata-rata skor minimal 20% pada Peningkatan Selisih skor post-test Pengetahuan dengan pre-test peserta konsep dan manfaat Biopori. Minimal 5 titik LRB Jumlah titik LRB yang terpasang Implementasi berhasil dibuat dan strategis desa . asilitas Fisik terisi sampah organik Persentase LRB yang terawat dan terisi secara Minimal 80% LRB Keberlanjutan berkala dalam satu berfungsi dan terawat. bulan pertama pascakegiatan Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Menurut (Mudiah et al. , 2. di Desa Lipukasi, pemasangan biopori dilakukan di tiga lokasi, menghasilkan keuntungan yang spesifik berdasarkan kondisi di lapangan. Contohnya, instalasi di kebun singkong terbukti efektif dalam meminimalisir erosi tanah dan mempercepat infiltrasi air. Hasil observasi ini menguatkan literatur sebelumnya yang melaporkan bahwa biopori memiliki kemampuan meningkatkan daya serap air tanah secara signifikan. Metode Monitoring Metode keberlanjutan fungsi LRB sebagai resapan air dan pengolah sampah. Observasi langsung dan wawancara . : Tim pengabdian, bersama dengan tim pengelola yang ditunjuk . elompok PKK), melakukan kunjungan mingguan selama satu bulan pertama pasca-implementasi. A Fokus Memeriksan LRB (Kedalaman, ketersediaan penutup, dan kondisi lubang dari A Wawancara Menggali masyarakat dalam pengisian sampah organik secara rutin. Dokumentasi Visual : Pengambilan foto secara periodik . ebelum, saat, dan sesuda. untuk mendokumentasikan proses pembuatan, pengisian, dan kondisi pemeliharaan Biopori. Formulir Pemantauan : Distribusi formulir kepada kelompok pengelola/mitra untuk secara mandiri frekuensi pengisian sampah, volume sampah yang masuk, dan masalah yang timbul. Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat dimulai dengan tahap observasi dan koordinasi yang terperinci. Tim pelaksana melakukan survei lapangan untuk memahami kondisi geografis dan sosial Desa Iker-Iker Geger, yang dikenal rentan terhadap banjir musiman. Hasil sembarangan yang berkontribusi pada penyumbatan saluran air. Berdasarkan temuan ini, tim berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menyelaraskan tujuan program. Koordinasi ini tidak hanya kebutuhan dan masalah yang dihadapi masyarakat secara langsung, sehingga topik edukasi biopori menjadi sangat relevan. Gambar 1. Observasi dan Koordinasi dengan Perangkat Desa Fase selanjutnya adalah pemberian penyampaian materi teoritis yang berfokus pada dua isu utama yakni pengelolaan sampah dan mitigasi banjir melalui pembuatan lubang resapan biopori. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dengan Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 mengolah sampah organik menjadi kompos dan menerapkan solusi alternatif untuk mengatasi genangan air. Melalui sesi diskusi yang interaktif, para peserta diberikan pemahaman mendalam tentang konsep biopori, termasuk manfaatnya dalam meningkatkan daya serap air tanah untuk mencegah banjir. Setelah sesi teori, tahap berikutnya adalah sesi pelatihan . implementasi biopori. Seluruh peserta diajak untuk langsung mempraktikkan cara pembuatan lubang biopori yang benar di area sekitar balai desa. Instruktur membimbing mereka secara langsung, mulai dari menentukan lokasi yang tepat, menggunakan bor biopori, hingga memasukkan sampah organik ke dalam lubang. Pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa para peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang memadai untuk mengimplementasikan biopori di lingkungan rumah masing-masing. Kegiatan ini menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan, di mana ibu-ibu PKK saling membantu dan berbagi pengetahuan. Setelah sosialisasi dilaksanakan pelatihan praktik pembuatan biopori. Dalam (Prasetiyo. Praptining Rahayu, 2. lubang biopori di Desa Karang Tengah. Kaliwungu. Kendal, diimplementasikan secara strategis dengan memilih berdasarkan tingginya frekuensi akumulasi air permukaan, yang memungkinkan biopori berfungsi ganda: mengurangi limpasan dan mengoptimalkan infiltrasi air ke dalam reservoir tanah. Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 1. Sosialisasi Biopori dan Pengolahan Sampah Organik Peralatan yang digunakan untuk pembuatan lubang resapan biopori terdiri dari berbagai komponen. Komponen utama yang diperlukan adalah bor biopori, gergaji besi, pipa paralon berdiameter 4AoAo dengan lubang-lubang di sampingnya, tutup paralon, kabel tis, semen, dan cetok. Gambar peralatan ini dilampirkan untuk mempermudah pemahaman. Gambar 2. Bor tanah. Pipa Biopori. Dop Biopori Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Gambar 3. Before-after Pembuatan Lubang Resapan Biopori . Before . After Berikut tahapan membuat lubang resapan biopori di Desa Iker iker Geger: Gambar 4. Tahapan Membuat Biopori Menentukan lokasi titik titik biopori Menyiram tanah agar lebih lunak Monitoring dan Evaluas Melubangi n bor tanah Tutup lubang pipa biopori dengan tutup PVC. Memasukkan pipa Biopori ke dalam Mengisi pipa biopori dengan sampah organik Perawatan dan pemanfaatan lubang resapan biopori, untuk menjaga kualitas dan fungsi lubang biopori perlu dilakukan perawatan Proses perawatan ini dapat dijelaskan dalam beberapa tahapan . Pengisian rutin, lubang biopori harus diisi dengan sampah organik secara bertahap idealnya setiap lima hari sekali, untuk memastikan ketersediaan bahan yang akan diurai. Proses pengomposan, biopori Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 yang sudah terisi penuh dibiarkan selama kurang lebih 3 . bulan agar sampah organik dapat terurai sempurna menjadi kompos. Pemanenan dan penggunaan, setelah sampah berubah menjadi kompos, angkat kompos tersebut dari lubang biopori. Kompos yang telah dipanen dapat langsung dimanfaatkan sebagai pupuk untuk tanaman. Setelah itu lubang biopori dapat diisi kembali dengan sampah organik yang baru untuk memulai siklus pengomposan berikutnya. Lubang resapan biopori diakui sebagai solusi teknologi yang ramah lingkungan untuk meningkatkan ketersediaan air tanah. Metode ini bekerja dengan cara memanfaatkan limbah organik yang dimasukkan ke dalam lubanglubang kecil yang dibuat di dalam tanah. (Yohana. Corry. Dientje Griandini, 2. Setelah pelatihan selesai, tim pelaksana melakukan monitoring dan evaluasi terhadap implementasi biopori yang telah dibuat. Tim meninjau kembali lubang-lubang biopori yang sudah terisi sampah organik dan memeriksa kondisi resapannya. Proses evaluasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa praktik yang diajarkan sudah benar dan memberikan hasil yang optimal. Tim juga memberikan umpan balik dan solusi jika ditemukan kendala, seperti lubang yang tersumbat atau penempatan yang kurang efektif. Langkah ini menjadi bukti komitmen keberlanjutan program, tidak hanya berhenti pada edukasi, tetapi juga pendampingan. Tahapan Kegiatan pengabdian masyarakat berbasis partisipatif (Mustopa et al. , 2. meliputi survei lokasi, sosialisasi ke masyarakat dan perangkat desa serta pembuatan biopori . enggunakan pipa PVC, bor tanah, linggis, dan sampah organi. Selain itu Program biopori efektif mengurangi banjir dan mengatasi penumpukan sampah organik. Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Keberlanjutan program memerlukan partisipasi masyarakat dalam membuat dan merawat biopori, serta penempatan lubang di lokasi yang Sejalan dengan kegiatan pengabdian masrakat ini, dimana masyarakat terlibat dalam edukasi dan pelatihan serta adanya keberlanjutan kegiatan yaitu perawatan lubang resapan biopori. Pada kegiatan pemasangan biopori di tingkat kelurahan, fokusnya adalah membangun kesadaran kolektif bahwa biopori dapat mengurangi banjir lokal. Keberhasilan program diukur dari antusiasme warga dan komitmen dalam memelihara lubang biopori secara berkelanjutan (Ni Wayan Lasmi et al. , 2. Relevansi pengabdian masyarakat ini dengan artikel sebelumnya yaitu membangun kesadaran warga secara bersama untuk mengurangi banjir dengan edukasi dan pelatihan membuat lubang resapan biopori dan pengolahan sampah Secara keseluruhan, kegiatan ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Para peserta tidak hanya menerima informasi baru, tetapi juga secara langsung mengaplikasikannya. Respons positif dari ibu-ibu PKK menunjukkan bahwa program ini relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat Desa Iker-Iker Geger, terutama mengingat kondisi geografis wilayah yang rentan terhadap banjir. Kesediaan mereka untuk berpartisipasi aktif, dari sesi materi hingga praktik, menjadi indikator keberhasilan program ini dalam membangun kesadaran kolektif untuk mitigasi bencana dan pengelolaan lingkungan. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mengubah presepsi ibuibu PKK sekaligus menjadi agen perubahan di lingkungan mereka. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan yang telah didapat, mereka diharapkan dapat menularkan praktik baik ini kepada tetangga Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 dan anggota keluarga lainnya. Melalui pendekatan dari rumah ke rumah, implementasi biopori dapat menyebar secara lebih luas, menciptakan dampak yang lebih signifikan bagi seluruh desa dalam jangka panjang. Hal ini menjadi kunci utama untuk mewujudkan desa yang lebih bersih dan tahan terhadap bencana banjir. Dampak lingkungan juga terlihat sebelum implementasi lubang resapan biopori, wilayah percontohan sering mengalami genangan air selama 5 . jam setiap terjadi hujan deras, namun pasca pemasangan LRB, frekuensi dan durasi genangan tersebut berkurang menjadi 2 . jam setiap terjadi hujan deras, menandakan peningkatan laju infiltrasi air hujan ke dalam tanah. Data pengurangan sampah area yang sebelumnya kumuh akibat penumpukan sampah organik dan sering tergenang air, kini menjadi lebih bersih karena sampah diolah di LRB, dan masalah genangan air saat musim hujan juga dapat diatasi dengan biopori. Masyarakat mengakui bahwa aktivitas pengelolaan sampah yang terpadu dengan pemasangan biopori adalah kunci untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan. Program ini terbukti berhasil mengurangi risiko pencemaran air, meminimalkan terbentuknya genangan, dan mengubah dampak buruk limbah rumah tangga menjadi hasil yang bermanfaat, seperti kompos dan pupuk cair. (Yulianto et al. Indikator Sampah Tabel 3. Data Pengurangan Sampah Organik Sebelum Setelah Perubahan Implementasi Implementasi 1,5 Kg/perhari 0,5 Kg/perhari 33,3% Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Tabel 4. Data Kemampuan Menyerap Air Tanah Laju Infiltrasi Rata-rata . m/ja. Peningkat (%) Keterangan Dibanding Kontrol No. Lokasi Kondisi Pengukuran Tanah Tanah liat padat 0. Titik LRB 1 cm/jam LRB Tanah liat padat 0. Titik LRB 2 cm/jam LRB Tanah liat padat 0. Titik LRB 3 cm/jam LRB Tanah liat padat 3-3. Titik LRB 4 cm/jam LRB Tanah liat padat 2,5-4 Titik LRB 5 cm/jam LRB Peningkatan biopori dan Peningkatan biopori dan Peningkatan biopori dan Peningkatan biopori dan Peningkatan biopori dan Hasil analisis efektivitas program edukasi dan implementasi lubang resapan biopori, berdasarkan nilai pre-test dan post-test dari 17 responden dapat dilihat pada grafik dibawah ini : Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 Gambar 5. Grafik statistik deskiptif hasil tes responden Berdasarkan grafik diatas menunjukkan adanya peningkatan signifikan mengenai pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu PKK Desa Iker-Iker Cerme. Nilai rata-rata pada Pre-test . ebelum edukas. adalah 58, kemudian meningkat drastis pada Post-test . etelah edukas. Peningkatan rata-rata ini mencapai 28 poin atau sekitar 32,5% dari nilai Post-test. Peningkatan serupa juga terlihat pada nilai Median . pada Pre-test menjadi 86 pada Post-test, dengan peningkatan 28 poi. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa program edukasi dan implementasi biopori berhasil secara efektif meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK Desa Iker-Iker Cerme terkait mitigasi banjir dan pengelolaan sampah organik menggunakan teknologi biopori. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dipaparkan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Iker-Iker Geger berhasil mencapai tujuannya dalam mengedukasi dan mengimplementasikan solusi mitigasi banjir serta pengelolaan sampah Melalui pendekatan yang terstruktur, mulai dari observasi, penyampaian materi, pelatihan praktik, hingga monitoring, peserta yang terdiri dari ibu-ibu anggota PKK menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan mereka. Antusiasme yang tinggi dan komitmen yang ditunjukkan oleh para peserta menjadi diimplementasikan secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan teoritis, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan praktis untuk mengatasi masalah lingkungan yang ada. Kesadaran akan pentingnya peran aktif dalam menjaga lingkungan, khususnya melalui pembuatan lubang resapan biopori, telah terbentuk di kalangan ibu-ibu PKK. Keberhasilan ini menjadi fondasi penting bagi upaya mitigasi banjir dan pengelolaan sampah yang lebih efektif di masa mendatang, serta membuka peluang untuk replikasi program serupa di wilayah lain yang menghadapi tantangan serupa. Lubang Resapan Biopori (LRB) terbukti menjadi teknologi sederhana, murah, dan ramah lingkungan yang efektif dalam meningkatkan infiltrasi air ke dalam tanah. Teknologi Lubang Resapan Biopori (LRB) dianggap sebagai solusi murah, mudah, dan efektif untuk mengurangi limpasan air hujan sekaligus menambah cadangan air tanah (Martha et al. , 2. Hal ini berkontribusi dalam mengurangi genangan dan risiko banjir lokal, khususnya di wilayah permukiman padat dan daerah rawan banjir. Hasil penerapan menunjukkan bahwa kombinasi antara pengetahuan teknis, partisipasi masyarakat, dan Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 pemerintah/instansi keberhasilan implementasi LRB (Lubang Resapan Biopor. Adapun saran yang direkomendasikan yaitu penguatan program edukasi seperti kegiatan sosialisasi dan pelatihan perlu terus dilakukan secara berkesinambungan, melibatkan sekolah, kelompok masyarakat, hingga instansi pemerintah untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini. Integrasi dengan Program Pemerintah: LRB (Lubang Resapan Biopor. sebaiknya masuk dalam program resmi mitigasi banjir dan pengelolaan sampah, misalnya melalui program kampung iklim, sekolah adiwiyata, atau CSR perusahaan. Pendampingan dan Monitoring: Perlu adanya pendampingan teknis terkait pembuatan, pemeliharaan, serta pemanfaatan kompos dari LRB (Lubang Resapan Biopor. Monitoring berkala juga penting untuk menilai efektivitas dan keberlanjutan program. Inovasi dan Kolaborasi: Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengembangan desain LRB yang lebih adaptif terhadap kondisi tanah/lahan, serta kolaborasi lintas sektor . kademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usah. untuk memperluas jangkauan UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Teknik mengucapkan terimakasih kepada Rektor Universitas Gresik dan Ketua LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyaraka. yang telah memfasilitasi kami melaksanakan kegiatan PKM ini dengan bantuan Pendanaan Hibah Internal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gresik Tahun 2025. Tak lupa kami ucapan terimakasih kepada tim pengabdian kepada masyarakat Edukasi dan Implementasi Lubang Resapan Biopori untuk Mitigasi Banjir dan Pengelolaan Sampah Organik Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774-1672 Fakultas Teknik Tahun 2025 yakni dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Sipil penyelenggaraan kegiatan ini hingga selesai. Kami sampaikan terimakasih yang sedalam dalamnya kepada Kepala Desa Iker iker Geger dan perangkat Desa yang memberikan ijin dan fasilitas untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini di Lokasi kegiatan, serta kepada para peserta kegiatan pengabdian masyarakat yakni kelompok PKK Desa Iker iker Geger kami ucapkan terima kasih atas kehadiran dan antusiasme dalam mengikuti kegiatan Ikhtisholiyah. Akhmad Andi Andi Saputra. Hasti Suprihatin. Nazilatus SaAoidah. Muhammad Dias Echa Mantovani Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume: 6. Nomor: 1. Desember 2025 P-ISSN: 2774-1680. E-ISSN: 2774: 1672 DAFTAR PUSTAKA