Analisis Usahatani Penangkaran Benih Kedelai (Glycine Ma. Varietas Gepak Ijo Di Desa Belor Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan (Analysis Of Soybean (Glycine Max. ) Seeds Breeding Of Gepak Ijo Varieties In Belor Village. Ngaringan District. Grobogan Regenc. Suhada Issifah*. Sulistyowati **, dan Eko Suharyono** *Alumni Program Studi S-1 Agribisnis STIP Farming Semarang **Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Farming Semarang suhadaissifah2011@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan kelayakan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo. Penelitian dilakukan di Desa Belor Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan pada bulan Maret Ae Mei 2023. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan cara survei. Metode pengambilan sampel menggunakan StratiAed Random Sampling berdasarkan luas lahan garapan dan diperoleh 36 sampel petani. Variabel yang dihitung meliputi biaya sewa lahan, pajak, benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja serta hasil produksi Data dianalisis menggunakan rumus matematika untuk pendapatan dan kelayakan. Hasil penelitian menyatakan bahwa : . Pendapatan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo rata-rata sebesar Rp. 844,58 . Usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo layak secara Anansial untuk diusahakan. BEP penerimaan Rp. 252,72 sedangkan penerimaan riil Rp. 266,53. BEP produksi 1. 042,48 kg sedangkan produksi riil 303,22 kg. BEP harga Rp. 016,74 sedangkan harga jual riil Rp. 111,11 dan R/C 1,25. Kesimpulan : usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo menguntungkan dan layak secara Anansial untuk diusahakan. Kata Kunci : pendapatan, penangkaran. Gepak Ijo ABSTRACT The purpose of this study were to determine income and the feasibility of soybean seed breeding varieties Gepak Ijo. This was conducted in the Belor Village Ngaringan Distrik Grobogan regency from March - May 2023. The method used was descriptive by means of a survey. The sampling method used StratiAed Random Sampling and obtained 36 samples of farmers growing the Gepak Ijo variety. The calculated variables include the cost of land rent, taxe, seeds, fertilizers, pesticides, and labor as well as the results of grain production. Data were analyzed using mathematical formulas for income and feasibility. The results : . The average net income of soybean seed Gepak Ijo variety is Rp. 844,58. Farming of soybean seed Gepak Ijo varieties is Anancially feasible to operate. BEP revenue Rp. 252,72 while the real revenue is Rp. 266,53. BEP production 1. 042,8 kg while the real production 1. 303,22 kg. BEP price Rp. 016,74 while the real price Rp. 111,11 and R/C 1,25. Conclusion : Farming of soybean seed Gepak Ijo variety is proAtable dan Anancially feasible to cultivate. Keywords: income, seed breeding. Gepak Ijo PENDAHULUAN Kedelai (Glycine max. merupakan salah satu dari tiga komoditas pangan utama setelah padi dan jagung (PAJALE = Padi. Jagung. Kedela. Kedelai merupakan bahan pangan sumber protein nabati utama bagi Kebutuhan kedelai dari tahun ke tahun terus meningkat. Kedelai dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan protein murah bagi masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Kedelai merupakan sumber protein dengan harga terjangkau. Suhada Issifah*. Sulistyowati **, dan Eko Suharyono** : Analisis Usahatani Penangkaran Benih Kedelai (Glycine Ma. Varietas Gepak Ijo Permintaan akan kedelai sangat tinggi namun belum mampu terpenuhi oleh produksi nasional. Kedelai biasanya dimanfaatkan sebagai bahan baku olahan seperti tahu, tempe, oncom, susu kedelai, tauco, dan lain- lain. Bagian kedelai yang biasanya dapat dimanfaatkan adalah bagian Kedelai merupakan salah satu sumber protein dengan kandungan gizi yang tinggi dan harga yang relatif Seiring dengan peningkatan laju pertumbuhan penduduk Indonesia, terjadi peningkatan kebutuhan pemenuhan protein. Hal ini berimbas dengan semakin meningkatnya permintaan kedelai di Indonesia. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk Tahun 2020 laju pertumbuhan penduduk tahun 2010 Ae 2019 sebesar 1,31% (Wisnu, 2. , sementara konsumsi kedelai perkapita tahun 2020 adalah 12,15 kg (Susena. Berdasarkan proyeksi dari PUSDATIN diperkirakan jumlah konsumsi ini akan terus meningkat hingga tahun 2024 sebesar 10,74% (Jayani, 2. Pertumbuhan produksi kedelai nasional tidak sejalan dengan peningkatan permintaannya. Produksi kedelai dalam negeri kurang dari 1 juta ton per tahun sementara kebutuhan kedelai per tahun rata-rata mencapai 2 juta ton (Anonim, 2. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah melalui kementerian pertanian telah berupaya untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kedelai dengan memfasilitasi pengembangan kedelai seluas 52. 000 ha 000 ha diantaranya untuk penangkaran benih varietas unggul yang tersebar di 16 daerah di Indonesia, diantaranya ialah Jawa Tengah, salah satunya di Kabupaten Grobogan. Varietas yang dianjurkan salah satunya adalah gepak ijo. Kabupaten Grobogan merupakan salah satu sentra produksi benih kedelai di Jawa Tengah. Banyak petani dan kelompok tani di Kabupaten Grobogan yang bekerja sama dengan produsen benih palawija, diantaranya adalah petani di Desa Belor. Kecamatan Ngaringan yang merupakan sentra lahan kedelai varietas Gepak ijo. Keunggulan paling utama dari varietas tersebut adalah bisa untuk kecambah sayur, tahan terhadap serangan hama ulat grayak. Aphis sp. , penggulung daun, dan Phaedonia sp. dan harga jualnya lebih tinggi dari varietas lain. Hal inilah yang mendorong penulis untuk melakukan penelitian dan menganalisis usahatani penangkaran benih kedelaivarietas Gepak Ijo, karena varietas Gepak Ijo merupakan varietas baru yang mempunyai daya keunggulan lebih dibanding varietas lain yang diharapkan bisa menggantikan varietas yang telah lama ada di masyarakat. Tu j u a n y a n g i n g i n d i c a p a i p a d a penelitian ini ialah : . Mengetahui pendapatan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo di Desa B e l o r. K e c a m a t a n N g a r i n g a n . Kabupaten Grobogan. Mengetahui kelayakan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo di Desa Belor. Kecamatan Ngaringan. Kabupaten Grobogan. METODE PENELITIAN Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilakukan terhadap lahan petani di Desa Belor. Kecamatan Ngaringan. Kabupaten Grobogan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret Mei 2023. Data yang diambil adalah data pada Musim Tanam bulan April Ae Juni Alasan pemilihan Desa Belor sebagai lokasi penelitian karena daerah tersebut merupakan sentra penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo di Kabupaten Grobogan. Metode Dasar Penelitian . Vol. No. 1 Maret 2025 Penelitian dilakukan berdasarkan metode deskriptif analisis . enggambarkan sesuai menurut apa adany. , berdasarkan fakta yang baru saja berlangsung . x post fact. , kemudian dianalisis sesuai tujuan penelitian. Dimana variabel bebas . iaya produks. dan variabel tidak bebas . sudah terjadi di lapangan sehingga peneliti mengambil data yang sudah ada dan melakukan analisis. Budidaya kedelai varietas Gepak Ijo sudah berjalan dan hasil panen sudah dibeli oleh produsen benih kedelai sehingga data diperoleh secara riil sesuai dengan kondisi saat pengambilan data. Metode Penentuan Sampel Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratiAed random sampling, yang berarti setiap anggota populasi mempunyai kesempatan untuk dipilih menjadi responden dengan cara diundi Dalam hal ini dilakukan berdasarkan strata luas lahan yang Metode tersebut dipilih karena kepemilikian luas lahan yang beragam pada populasi petani antara 0,25 Ae 2,0 Luasan kepemilikan lahan petani penanam kedelai varietas gepak ijo distratiAkasi atau dikelompokkan menjadi 4 . sub populasi, yaitu: Sub Populasi I, kepemilikan lahan antara 0,25 Ae 0,5 ha. Sub Populasi II, kepemilikan lahan antara 0,6 Ae 1,00 ha. Sub Populasi i, kepemilikan lahan antara 1,01 Ae 1,5 ha. Sub Populasi IV, kepemilikan lahan 6 Ae 2 ha Populasi petani penangkar kedelai varietas Gepak Ijo sebanyak 239 Kemudian diambil sampel sebanyak 15% dari populasi. Penentuan sampel pada masing Ae masing strata/sub populasi dilakukan secara acak. Sehingga nantinya didapatkan 36 sampel responden petani penanam kedelai varietas Gepak Ijo. Sehingga didapat jumlah sampel sebagai berikut : Metode Pengumpulan Data Sumber data untuk penelitian ini terdiri dari dua data yaitu data primer dan data Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumber Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan wawancara dengan petani. Data Sekunder merupakan data yang diperoleh secara tidak langsung dalam berbagai Metode Analisis Data Analisis usahatani dilakukan dengan menganalisis pendapatan sebagai Penerimaan usahatani adalah perkalian antara produksi yang dihasilkan dengan harga jual. Secara matematis dirumuskan sebagai berikut: TR = Y . Keterangan : TR = Total Revenue (Penerimaa. Y = Yield (Jumlah Produks. Suhada Issifah*. Sulistyowati **, dan Eko Suharyono** : Analisis Usahatani Penangkaran Benih Kedelai (Glycine Ma. Varietas Gepak Ijo Py = Price Yield (Harga jua. Biaya total, yaitu penjumlahan biaya tetap . iaya yang besar kecilnya tidak tergantung pada besar kecilnya produks. dan biaya variabel . iaya yang jumlahnya berubah-ubah sesuai dengan besar kecilnya jumlah produks. , yang dapat dinrumuskan sebagai berikut : TC = FC VC Keterangan = Total Cost (Biaya Tota. = Fixed Cost (Biaya Teta. = Variable Cost (Biaya Variabe. Pendapatan, yaitu penerimaan usaha tani dikurangi dengan biaya total yang dikeluarkan, yang dapat dinyatakan sebagai berikut : Pd = TR Ae TC Keterangan : = Pendapatan, = Penerimaan, = Biaya Total Analisis kelayakan yang digunakan adalah analisis BEP dan analisis R/C HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Analisis pendapatan merupakan analisis untuk mengetahui tingkat pendapatan petani pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo. Analisis pendapatan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo seperti pada Tabel 5. Tabel 2. Analisis Pendapatan Usahatani Penangkaran Benih Kedelai Varietas Gepak Ijo per Hektar di Desa Belor Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan Tahun 2023 . Vol. No. 1 Maret 2025 Pendapatan usahatani diperoleh dari penerimaan dikurangi dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan petani. Penerimaan usahatani merupakan jumlah produksi dikalikan dengan harga jual yang berlaku. Jumlah produksi dan biaya produksi merupakan faktor yang sangat mempengaruhi penerimaan dan pendapatan petani untuk penangkaran Biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh petani untuk melakukan usahatani penangkaran benih kedelai. Biaya produksi terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Tetap Biaya tetap adalah biaya yang besarannya tidak tergantung dengan jumlah produksi. Biaya tetap pada usahatani penangkaran benih kedelai terdiri dari biaya sewa lahan dan pajak. Petani tidak memiliki aset peralatan pertanian sehingga tidak ada biaya penyusutan peralatan. Pekerjaan yang memerlukan peralatan pertanian seperti hand tractor untuk pengolahan tanah dan combine harvester untuk panen masuk dalam biaya tenaga kerja. Biaya tetap usahatani kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 000, yang terdiri dari Rp. 000,- untuk sewa lahan dan Rp. 000,- untuk pajak. Biaya Variabel Biaya variabel adalah biaya yang besarannya berubah-ubah sesuai dengan besarnya jumlah produksi. Biaya variabel pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo terdiri dari biaya pembelian benih, pupuk, pestisida dan biaya upah tenaga kerja. Pada Tabel 2 dapat dilihat biaya variabel usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 490,74 per hektar. Kebutuhan benih per hektar untuk penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo adalah 50 kg/ha. Namun pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa biaya pembelian benih per hektar pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 416,67. Harga benih kedelai saat itu adalah Rp. 000/kg, sehingga kebutuhan benih pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas gepak ijo tersebut sebesar 43,7 kg/ha. Kebutuhan benih ini lebih rendah dibanding rekomendasi kebutuhan benih secara teknis. Hal ini dikarenakan petani menghemat kebutuhan benih karena harga benih yang mahal dengan pengurangan jumlah benih per lubang tanam ataupun menambah jarak tanam. Biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pupuk pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 629,63, biaya ini dikeluarkan untuk pembelian pupuk granul dan pupuk Pupuk cair lebih banyak digunakan karena lebih mudah terserap tanaman sekaligus untuk penyiraman tanaman karena lahan pertanaman merupakan lahan tadah hujan. Pada Tabel 2, biaya yang dikeluarkan untuk pembelian pestisida pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 460,32 untuk setiap hektar lahan. Biaya tersebut relatif kecil tanaman kedelai merupakan tanaman yang tidak banyak serangan hama dan Organisme pengganggu tanaman (OPT) yang sering menyerang kedelai adalah ulat utamanya ulat grayak. Gepak Ijo sesuai dengan deskripsinya merupakan varietas yang tahan terhadap serangan hama ulat grayak dan penggulung daun sehingga tidak banyak pestisida yang dibutuhkan selama pemeliharaan tanaman. Biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja pada usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo ialah sebesar Rp. 984,13 untuk setiap hektar lahan. Biaya terbesar adalah pada upah tenaga kerja untuk pengolahan tanah karena pengolahan Suhada Issifah*. Sulistyowati **, dan Eko Suharyono** : Analisis Usahatani Penangkaran Benih Kedelai (Glycine Ma. Varietas Gepak Ijo tanah masih manual menggunakan tenaga manusia bukan menggunakan Lahan untuk pertanaman kedelai dibuat guludan-guludan sehingga banyak membutuhkan waktu dan tenaga. Hal inilah yang menyebabkan biaya untuk pengolahan tanah cukup tinggi jika dibandingkan biaya tenaga kerja pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Penangkaran benih budiayanya sedikit berbeda dengan budidaya kedelai untuk Dalam penangkaran benih diperlukan seleksi tanaman dari fase vegetatif sampai menjelang panen. Seleksi adalah membuang campuran varietas lain atau tanaman yang bukan varietas yang dikehendaki. Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga kemurnian varietas sehingga benih yang dihasilkan benar-benar benih dari vareitas tersebut. Seleksi ini dilakukan oleh tenaga kerja yang sudah terlatih dan berpengalaman. Penerimaan pada usahatani penangkaran benih kedelai tergantung pada jumlah produksi yang dihasilkan. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa penerimaan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 213,62 per hektar. Harga jual kedelai pada periode bulan April Ae Juni 2022 adalah berkisar antara Rp. 000,sampai Rp. 000,- per kg. Perbedaan harga jual ini tergantung pada kualitas benih yang dihasilkan. Faktor yang sangat menentukan dalam penerimaan usahatani ini adalah produksi dan harga Semakin tinggi produksi dan harga jual maka semakin tinggi pula penerimaan begitu juga sebaliknya, jika produksi rendah dan harga jual juga rendah maka penerimaannya juga Harga jual kedelai untuk benih lebih tinggi dari kedelai konsumsi. Jika untuk benih kisaran harganya antara Rp. 000 Ae Rp. 000/kg, sedangkan kedelai untuk konsumsi berkisar antara Rp. 000 Ae Rp. 000/kg. Kedelai untuk benih harganya lebih tinggi karena memerlukan proses budidaya yang lebih karena ada proses seleksi baik di lahan pertanaman maupun saat prosesing benih. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa produksi usahatani penangkaran benih kedelai varietas gepak ijo sebesar 298,51 kg/ha. Hasil ini masih jauh dari hasil rata-rata berdasarkan deskripsi tanaman yang sebesar 2,2 ton/ha dan potensi hasil berdasarkan deskripsi tanaman sebesar 2,68 ton/ha (Anonim. Produksi benih kedelai varietas Gepak Ijo di Desa Belor ini lebih rendah dari rata-rata hasil dan potensi hasil dalam deskripsi tanaman kemungkinan disebabkan oleh lokasi lahan yang berada di areal tadah hujan dan berada dibawah tegakan kayu jati dan pohon kayu putih sehingga kebutuhan air, nutrisi tanah dan sinar matahari kurang terpenuhi untuk menunjang pertumbuhan kedelai. Pendapatan usahatani menjadi tolok ukur keuntungan suatu usahatani. Pendapatan usahatani tergantung pada biaya produksi dan penerimaan. Semakin tinggi pendapatan dengan biaya produksi yang sama maka akan didapatkan pendapatan usahatani yang lebih tinggi. Pada Tabel 2 dapat dilihat bahwa pendapatan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo adalah Rp. 722,88. Pendapatan ini akan lebih tinggi lagi jika petani mampu meningkatkan produksi dan menekan biaya produksi pada kondisi harga jual yang sama. Apalagi kedelai varietas Gepak Ijo ini masih potensi untuk ditingkatkan hasilnya hingga mendekati angka potensi hasil yang ada di deskripsi tanaman. Analisis kelayakan Anansial merupakan analisis yang dilakukan untuk mengetahui layak dan tidaknya suatu usahatani untuk dikembangkan. Adapun analisis kelayakan Anansial usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo seperti pada Tabel 3 berikut: Vol. No. 1 Maret 2025 Tabel 3. Analisis Kelayakan Finansial Usahatani Penangkaran Benih Kedelai Varietas Gepak Ijo per Hektar di Desa Belor Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan Tahun 2023 BEP penerimaan adalah titik impas suatu usaha ditinjau dari besarnya penerimaan yang didapat. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa BEP penerimaan usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 112,45. Apabila dibandingkan dengan penerimaan riil sebesar Rp. 213,62 maka BEP penerimaan lebih kecil (<) dari pada penerimaan riil Hal ini berarti usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo layak untuk diusahakan. Petani kedelai varietas Gepak Ijo memperoleh kelebihan penerimaan sebesar Rp. 101,17. BEP produksi adalah titik impas suatu usaha apabila ditinjau dari jumlah produksi yang dihasilkan. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa BEP produksi usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar 1. 041,48 kg. Apabila dibandingkan dengan produksi riil sebesar 1. 298,51 kg, maka BEP produksi lebih kecil (<) dari produksi riil. Hal ini berarti usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo layak untuk diusahakan. Petani kedelai varietas Gepak Ijo mampu menghasilkan panen 257,03 kg lebih banyak dari titik impas produksi. BEP harga adalah besarnya harga jual minimal suatu produk hasil usaha agar mencapai titik impas. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa BEP harga usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 064,53. Apabila dibandingkan dengan riil sebesar Rp. 111,11, maka BEP harga lebih kecil (<) dari pada harga jual Hal ini berarti usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo layak untuk diusahakan. Petani kedelai varietas Gepak Ijo memperoleh kelebihan harga jual sebesar Rp. 046,58 untuk setiap 1 kg kedelai hasil panen. Analisa R/C merupakan perbandingan antara pendapatan dan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu produk. Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo memiliki nilai R/C = 1,25. Usahatani tersebut dikatakan menguntungkan karena nilai R/C > 1. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil dan pembahasan di atas maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Pendapatan usahatani kedelai varietas Gepak Ijo sebesar Rp. 722,88/ha. BEP penerimaan Rp. 112,45 sedangkan penerimaan riil Rp. 213,62. BEP produksi 041,48 kg sedangkan produksi 298,51 kg/ha. BEP harga Rp. 064,53 sedangkan harga riil Rp. 111,1 dan R/C 1,25 Usahatani penangkaran benih kedelai varietas Gepak Ijo layak secara Anansial untuk diusahakan di Desa Belor Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan. Suhada Issifah*. Sulistyowati **, dan Eko Suharyono** : Analisis Usahatani Penangkaran Benih Kedelai (Glycine Ma. Varietas Gepak Ijo Saran Penggunaan pupuk dan pestisida secara tepat untuk mengurangi biaya produksi yang tidak P e n g g u n a a n a l s i n t a n u n t u k pengolahan tanah sebaiknya dikenalkan ke petani melalui demplot dan pendampingan dari instansi terkait agar petani bisa mengurangi tenaga kerja manusia untuk menghemat biaya tenaga A n w a r. M . d k k . 2 0 1 9 . A n a l i s i s Perbandingan Usahatani Kedelai Polong Muda dan Polong Tua (Suatu Kasus di Desa Sukasari Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciami. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agro Info Galuh Vol. No. September 2019. diakses dari https://jurnal. /index. php/ agroinfogaluh/ article/view/2548 pada 26 April DAFTAR PUSTAKA