ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 6. Nomor 1. Maret 2025 ISSN: 2745-827X (Onlin. PENGARUH PERSEPSI DAN RASA PERCAYA DIRI TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM MENCAPAI PENGUASAAN KONSEP GEOMETRI Eni Suheni1. Rika Mulyati Mustika Sari 2. Rafiq Zulkarnaen 3 1,2,3 Magister Pendidikan Matematika,Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Universitas SingaPerbangsa Karawang Email . 0632050006@student. ABSTRAK Pemahaman terhadap konsep geometri merupakan aspek yang krusial dalam proses belajar matematika. Meski demikian. Sebagian besar siswa belum sepenuhnya mampu menguasai materi ini dengan baik. Persepsi terhadap media pembelajaran serta tingkat kepercayaan diri diduga menjadi faktor yang turut memengaruhi penguasaan siswa dalam materi geometri. Maka dari itu, kajian ini bertujuan menganalisis: . dampak kolektif dari persepsi terhadap media pembelajaran dan kepercayaan diri terhadap penguasaan konsep geometri . peran persepsi terhadap media pembelajaran sebagai variabel independent dan . pengaruh rasa percaya diri secara Penelitian menggunakan strategi kuantitatif dengan model regresi Responden dalam penelitian ini berjumlah 84 siswa dari SMAN 1 Kedungwaringin. Kabupaten Bekasi, yang diambil menggunakan teknik pemilihan sampel secara proporsional dan acak. Dari analisis yang dilakukan, terungkap bahwa kedua variabel independen, yaitu persepsi terhadap media pembelajaran dan rasa percaya diri, secara signifikan dan positif memengaruhi penguasaan konsep geometri. Persepsi terhadap media pembelajaran memberikan kontribusi yang lebih besar dibanding rasa percaya diri. Kesimpulannya, penggunaan media pembelajaran yang tepat dan peningkatan kepercayaan diri siswa dapat menunjang pemahaman konsep Guru disarankan menyusun pembelajaran inovatif yang mendukung pengembangan kepercayaan diri siswa dalam mempelajari matematika. Kata Kunci: Persepsi. Media Pembelajaran, rasa percaya diri. Konsep Geometri. ABSTRACT Understanding geometric concepts is a crucial aspect of the mathematics learning process. However, most students have not yet fully mastered this Perceptions of instructional media and the level of self-confidence are suspected to be contributing factors that influence studentsAo mastery of geometry. Therefore, this study aims to analyze: . the collective impact of perceptions of instructional media and self-confidence on the mastery of geometric concepts, . the role of perception of instructional media as an independent variable, and . the partial influence of self-confidence. This research employs a quantitative http://journal. id/index. php/ELIPS Pengaruh Persepsi Atas Media Pembelajaran dan Rasa Percaya Diri A strategy using a multiple regression model. The respondents consisted of 84 students from SMAN 1 Kedungwaringin. Bekasi Regency, selected through proportional and random sampling techniques. The analysis revealed that both independent variablesAiperceptions of instructional media and self-confidenceAi significantly and positively influence the mastery of geometric concepts. Among them, perception of instructional media contributed more substantially than selfconfidence. In conclusion, the appropriate use of instructional media and the enhancement of studentsAo self-confidence can support the understanding of geometric concepts. Teachers are advised to design innovative learning approaches that foster the development of students' self-confidence in learning Keywords: Perception. Instructional Media. Self-Confidence. Geometric Concepts. PENDAHULUAN Pendidikan memegang peranan strategis dalam pembangunan nasional karena bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang bermutu. Melalui proses pendidikan, individu diarahkan menjadi pribadi yang religius, berakhlak, berpengetahuan luas, sehat jiwa dan raga, serta memiliki pribadi yang mandiri,bertanggung jawab dan berjiwa sosial. Dalam konteks kemajuan bangsa, pendidikan menjadi pondasi utama dalam menciptakan pembangunan yang Meski demikian, sistem pembelajaran di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya dalam pengembangan kemampuan berpikir siswa. Proses belajar cenderung berfokus pada kemampuan menghafal daripada pemahaman yang mendalam dan penerapan konsep dalam konteks kehidupan nyata. Idealnya. Kegiatan belajar mengajar harus bersifat aktif dan mengikutsertakan siswa secara penuh selama proses pencarian keilmuan yang penting. Dalam hal ini, guru mendampingi dan memfasilitasi siswa dalam belajar untuk membangun pemahaman mereka. Keberhasilan pembelajaran sangat dipengaruhi oleh keterlibatan aktif siswa serta bagaimana proses tersebut mampu merangsang kemampuan berpikir kritis. Pada proses belajar matematika, geometri adalah bagian dari konsep penting dan berkaitan erat dengan dukungan daya pikir rasional ,spasial dan esensial dalam aktivitas harian maupun penerapan di berbagai bidang studi. Sayangnya, tidak sedikit siswa yang mengalami hambatan dalam menguasai materi ini. Susanto . mengungkapkan bahwa salah satu penyebab kesulitan tersebut adalah persepsi siswa terhadap media pembelajaran yang digunakan. Sementara itu. Hudojo . menegaskan bahwa tingkat kepercayaan diri siswa dalam menghadapi materi matematika juga turut memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami Rosyidi & Widodo . menyatakan bahwa media pembelajaran memainkan peran penting dalam mendukung pemahaman konsep geometri. Pernyataan ini diperkuat oleh temuan sebelumnya yang menunjukkan bahwa penggunaan media visual dan teknologi seperti Geogebra berperan dalam memudahkan siswa memahami konsep secara optimal (Susanto, 2. Sementara. Noviyanti dan Kusumah . menyebutkan bahwa mereka yang memiliki keyakinan diri yang baik cenderung lebih tangguh saat menghadapi kesulitan serta lebih terbuka dalam mengeksplorasi konsep matematika. Hal ini sejalan dengan pandangan Bandura . yang menekankan bahwa kepercayaan diri atau self-efficacy merupakan faktor penting dalam pencapaian akademik. Eny Suheni. Rika Mulyati M. Rafiq Sulkarnaen ELIPS: Vol. No. Maret 2025 Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi & Suryadi . juga menemukan adanya keterkaitan antara persepsi terhadap media pembelajaran dengan kepercayaan diri pada proses belajar matematika. Siswa yang merasa terbantu oleh media cenderung lebih percaya diri dalam memahami materi geometri. Tetapi, hasil observasi di SMAN 1 Kedungwaringin menunjukkan bahwa pemanfaatan media pembelajaran masih belum optimal. Mayoritas guru masih mengandalkan metode ceramah dan buku teks sebagai sumber utama. Akibatnya, pemahaman siswa terhadap materi geometri masih rendah, terlihat dari hanya 35% siswa yang mencapai KKM sebelum mengikuti remedial. Situasi ini mencerminkan bahwa proses kegiatan belajar mengajar yang belum berorientasi pada siswa, keterlibatan siswa dalam proses belajar belum optimal, dan minim penggunaan media pembelajaran yang mengakibatkan pemahaman konsep geometri siswa menjadi kurang optimal. Karena itu, diperlukan terobosan dalam penggunaan media dan pendekatan pembelajaran agar siswa dapat belajar secara mandiri, aktif, serta memiliki kepercayaan diri dalam memahami konsep-konsep geometri. METODE Kajian ini mengadopsi strategi kuantitatif melalui teknik survei guna mengkaji peran persepsi pada media pembelajaran serta tingkat kepercayaan diri terhadap penguasaan konsep geometri. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan teknik regresi linier multiple dengan tujuan guna melihat sejauh mana keterkaitan antara aspek-aspek yang dianalisis. Prosedur Penelitian Survei dilakukan dengan membagikan angket /kuisioner berbasis Google Form kepada respoonden guna mengetahui bagaimana persepsi mereka terhadap media pembelajaran serta sejauh mana tingkat kepercayaan diri mereka. Adapun data mengenai penguasaan konsep geometri menggunakan nilai ulangan harian topik bahasan geometri yang diperoleh siswa. Seluruh data yang diperoleh diolah dengan menggunakan Teknik regresi linier multiple. Pada analisis ini. X1 = persepsi terhadap media pembelajaran . X2 = kepercayaan diri berperan sebagai variabel independent . , sedangkan Y = penguasaan konsep geometri menjadi variabel dependen . Gambar bentuk keterkaitan antar aspek yang diteliti Keterangan : X1 = persepsi terhadap penggunaan media pembelajaran = Tingkat kepercayaan diri = Tingkat pemahaman konsep Geometri Pengaruh Persepsi Atas Media Pembelajaran dan Rasa Percaya Diri A Populasi dan Sampel Subjek penelitian ini mencakup seluruh murid kelas XII di SMAN 1 Kedungwaringin, sebanyak 313 siswa. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan memanfaatkan metode stratified pemilihan sampel secara acak, yang mempertimbangkan perbedaan jenjang kelas dan program Berdasarkan hasil data yang dihitung dengan menggunakan rumus Slovin dan tingkat signifikansi 5%, diperoleh jumlah sampel sebanyak 84 siswa. Strategi Pengumpulan Data Data penelitian diambil menggunakan dua instrumen utama: Angket (Kuesione. Instrumen ini digunakan agar bisa mengetahui persepsi siswa terhadap media pembelajaran dan tingkat kepercayaan dirinya. Setiap butir jawaban didalam angket menggunakan lima opsi jawaban, yang berkisar dari sangat tidak setuju hingga sangat Tes Penguasaan Konsep Geometri Tes ini bertujuan untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi geometri. Sebelum dipakai untuk proses pengumpulan data, soal-soal pada tes ini telah melalui proses validasi oleh para ahli serta telah diuji coba terlebih dahulu. Metode Analisis Data Uji Validitas dan Reliabilitas Validitas instrumen diuji menggunakan korelasi Pearson Product Moment untuk memastikan bahwa item yang digunakan mengukur konstruk yang tepat. Reliabilitas instrumen diuji menggunakan metode CronbachAos Alpha guna mengetahui konsistensi jawaban responden. Analisis Deskriptif Data dari angket dan tes dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan persepsi siswa, tingkat kepercayaan diri, serta penguasaan konsep geometri secara umum. Analisis Regresi Linier Berganda Untuk menganalisis sejauh mana pengaruh persepsi terhadap media pembelajaran dan kepercayaan diri terhadap pemahaman konsep geometri, digunakan metode analisis regresi linier berganda. Adapun bentuk model persamaan regresi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: ycU = yca yca1 ycU1 yca2 ycU2 yce Dengan : Y = Penguasaan konsep geometri ycU1 = Persepsi terhadap media pembelajaran ycU2 = Rasa Percaya diri a = Konstanta yca1, yca2 = Koefisien Regresi e = Error Uji Asumsi Klasik Sebelum analisis regresi dilakukan, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas guna memastikan bahwa data telah memenuhi asumsi-asumsi dasar dalam model regresi. Eny Suheni. Rika Mulyati M. Rafiq Sulkarnaen ELIPS: Vol. No. Maret 2025 Uji Hipotesis Untuk mengetahui pengaruh simultan kedua variabel bebas terhadap variabel terikat,maka digunakan Uji F, sedangkan untuk melihat pengaruh masing Ae masing variabel secara parsial maka digunakan uji t. Keputusan pengujian ditentukan berdasarkan nilai signifikansi dengan taraf = 0,05. Tabel Kisi-kisi Instrumen Persepsi atas Media Pembelajaran Tabel Instrumen Rasa Percaya Diri HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Deskriptif Untuk memberikan gambaran mengenai distribusi data pada setiap variabel penelitian, yaitu pandangan terhadap media pembelajaran, tingkat kepercayaan diri, dan pemahaman konsep geometri,maka digunakan analisis deskriptif. Distribusi data dianalisis berdasarkan nilai terendah . , nilai tertinggi . , nilai rata-rata, nilai tengah . , dan frekuensi tertinggi . serta standar deviasi. Dari hasil analisis, secara umum siswa memiliki persepsi yang cukup baik terhadap media pembelajaran, dan tingkat kepercayaan diri mereka Pengaruh Persepsi Atas Media Pembelajaran dan Rasa Percaya Diri A menunjukkan kecenderungan yang positif. Adapun pemahaman memperlihatkan adanya variasi yang cukup mencolok antar siswa Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Pengujian normalitas dilakukan menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, yang ditandai oleh nilai signifikansi lebih besar dari 0,05. Uji Linearitas Untuk memastikan hubungan linear antara variabel bebas dan variabel terikat, dilakukan uji Hasil uji antara XCA . ersepsi terhadap media pembelajara. dan Y . enguasaan konsep geometr. menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,175 (> 0,. , yang berarti hubungan keduanya bersifat linear. Begitu pula dengan XCC . asa percaya dir. dan Y, yang menunjukkan nilai signifikansi 0,072 (> 0,. , juga menunjukkan pola hubungan linear. Analisis Regresi Linier Berganda dan Uji Hipotesis Uji F Simultan Pengujian hipotesis secara simultan menunjukkan bahwa kedua variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep geometri. Nilai F Eny Suheni. Rika Mulyati M. Rafiq Sulkarnaen ELIPS: Vol. No. Maret 2025 sebesar 18,719 dengan signifikansi 0,000 (< 0,. mengindikasikan bahwa model regresi yang dibangun valid untuk digunakan. Besarnya kontribusi dari kedua variabel bebas terhadap variabel terikat ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi sebesar 31,6%. Persamaan regresi yang diperoleh adalah: Y=18,957 0,293X1 0,458X2 Artinya, setiap kenaikan satu unit persepsi terhadap media pembelajaran (XCA) akan meningkatkan penguasaan konsep geometri sebesar 0,293 unit, dan setiap peningkatan satu unit rasa percaya diri (XCC) akan meningkatkan penguasaan konsep geometri sebesar 0,458 unit. Tabel Hasil Perhitungan Pengujian Koefisien Korelasi Ganda Variabel X1 dan X2 Terhadap Y Tabel Hasil Perhitungan Pengujian Signifikan Koefisien Regresi Variabel X1 dan X2 Terhadap Y Pengaruh Persepsi Atas Media Pembelajaran dan Rasa Percaya Diri A Uji t (Parsia. Pengaruh Persepsi terhadap Media Pembelajaran (XCA) Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,003 (< 0,. dan nilai t hitung sebesar 3,096. Hal ini membuktikan bahwa persepsi terhadap media pembelajaran memiliki pengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep geometri. Kontribusinya tercatat sebesar 29,3%. Pengaruh Rasa Percaya Diri (XCC) Hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan t hitung sebesar 4,243, yang berarti rasa percaya diri memberikan pengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep geometri. Pengaruhnya tercatat sebesar 45,8%. PEMBAHASAN Temuan regresi memperlihatkan bahwa kedua variabel independent . berkontribusi dengan signifikan terhadap penguasaan konsep geometri, secara bersama-sama maupun Model regresi yang terbentuk telah memenuhi syarat validitas model, termasuk distribusi normal, linearitas, dan tidak adanya multikolinearitas. Secara khusus, persepsi terhadap media pembelajaran terbukti memiliki hubungan positif terhadap penguasaan geometri. Seperti yang ditunjukkan dalam penelitian sebelumnya Susanto . serta Rosyidi & Widodo . , yang menyatakan bahwasanya penggunaan media berbasis teknologi mampu meningkatkan pemahaman siswa dalam topik geometri. Demikian pula, rasa percaya diri siswa memainkan peran penting dalam keberhasilan Siswa yang memiliki self-efficacy tinggi lebih mampu memahami konsep dan menyelesaikan soal geometri secara mandiri, seperti yang juga ditemukan oleh Noviyanti & Kusumah . , serta Sugiman dkk. Kondisi empiris di lapangan, sebagaimana hasil observasi di SMA Negeri 1 Kedungwaringin, mendukung temuan ini. Minimnya penggunaan media pembelajaran interaktif dan dominasi metode ceramah menyebabkan partisipasi siswa rendah dan berdampak pada hasil belajar Penelitian ini menguatkan pentingnya inovasi dalam pembelajaran matematika, terutama melalui pemanfaatan media pembelajaran dan pengembangan aspek afektif siswa, salah satunya rasa percaya diri. PENUTUP Kesimpulan Hasil dari analisis data beserta uji hipotesis mengindikasikan, bahwa persepsi terhadap media pembelajaran maupun rasa percaya diri siswa memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penguasaan konsep geometri. Secara simultan, kedua variabel ini memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan pemahaman konsep geometri pada siswa SMA Negeri di Kabupaten Bekasi, sebagaimana dibuktikan oleh nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,. dan nilai F hitung sebesar 18,719. Secara parsial, persepsi terhadap media pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep geometri, dengan nilai signifikansi 0,003 dan t hitung sebesar 3,096. Begitu Eny Suheni. Rika Mulyati M. Rafiq Sulkarnaen ELIPS: Vol. No. Maret 2025 pula dengan rasa percaya diri, yang menunjukkan pengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep tersebut, dengan nilai signifikansi 0,000 dan t hitung sebesar 4,243. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan media pembelajaran yang dirancang secara efektif serta penguatan aspek afektif berupa rasa percaya diri dapat menjadi kunci penting dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi geometri secara optimal. Saran Sebagai implikasi dari hasil penelitian, disarankan agar guru matematika meningkatkan profesionalismenya dalam mengajar,lebih cermat dan kreatif dalam memilih dan menggunakan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi dan kebutuhan siswa. Media yang bersifat visual dan interaktif dapat dapat dijadikan sebagai pilihan dalam memfasilitasi penguasaan konsep-konsep abstrak, khususnya dalam topik geometri. Selain aspek tersebut, guru diharapkan bisa mengembangkan strategi dalam mengajar yang dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa, seperti melalui metode diskusi kelompok, eksperimen langsung, maupun pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. Oleh karena itu, siswa tidak semata-mata bertindak sebagai penerima informasi, melainkan turut berpartisipasi aktif pada proses belajar, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar. Kajian ini juga memberikan peluang untuk menjadi pijakan bagi kajian lebih lanjut pada mata pelajaran lain, seperti IPA. IPS, atau Bahasa, guna menelaah apakah variabel persepsi terhadap media pembelajaran dan kepercayaan diri juga berperan penting dalam meningkatkan penguasaan konsep dalam disiplin ilmu lainnya. DAFTAR PUSTAKA