www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Jurnal DEDIKASI HUBUNGAN STATUS GIZI DAN AKTIVITAS OLAHRAGA DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI Bustamam Penjaskesrek FKIP Universitas Syiah Kuala Jl. Hamzah Fansuri, No.7 FKIP. Unsyiah, Darussalam, email: vizamaurizka@gmail.com Abstract: Nutrient status is a body condition as a consequences of food intake and nutrient substances on certainvariable form that can be measured with certain methods. Low or abnormal nutrient status will affect tophysical fitness. Since nutrient status is one of factors that affect physical fitness level. Regular and notoverdoing sport activity will cause fitness above average and by performing sport activity exercise willcause higher physical fitness level. So that the effect to physical fitness have bigger percentage. The aim of this research is to know correlations of nutrient status and sport activity with physical fitnesslevel of eight grade student of SMP Negeri 1 Banda Aceh. This is a non-experiment research with quantitative approach and correlational design. Population in this research is all eight grade student of SMP Negeri 1Banda Aceh that amounted of 270 students. While sample collection technique that applied is cluster sampling with sample amount as big as 47 students. Instrument in this research is IMT/U for nutrient status, sportactivity questioner, TKJI test to measure physical fitness level. Data analysis that applied is logistic regression. Based on data analysis result it can be unknown that nutrient status have significant score0,024 <ρvalue (sig) 0,05, with determination coefficient as big as 42,5%, so Ho1 is rejected and Ha1 isaccepted. Thus, there is correlations between nutrient status with physical fitness as big as 42,5%. Whilesport activity have signification score 0,817 >ρvalue (sig) 0,05 so Ho2 is accepted and Ha2 rejected..Thus, it can be conclude that there is not significant correlation between nutrient status dan sport activitywith physical fitness level on eight grade student of SMP Negeri 1 Banda Aceh. Keywords : nutrient status, sport activity, physical fitness Abstrak: Status gizi merupakan keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zatzat gizidalam bentuk variabel tertentu yang dapat diukur dengan metode-metode tertentu. Status gizi yang rendah atau tidak normal akan memberikan dampak pada tingkat kebugaran jasmani. Karena salah satu yang mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani adalah status gizi. Selain status gizi, adanya aktivitas olahraga yang teratur juga dapat mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani. Aktivitas olahraga yang teratur dan tidak berlebihan akan menghasilkan kebugaran di atas rata-rata, dan dengan melakukan latihan aktivitas. olahraga akan menghasilkan tingkat kebugaran jasmani yang lebih tinggi. Sehingga pengaruh terhadap kebugaran jasmani memiliki persentase yang lebih besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan aktivitas olahraga dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh dan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan status gizi dan aktivitas olahraga terhadap tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMPNegeri 1 Banda Aceh. Jenis penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimen melalui pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh yang berjumlah 270 siswa. Sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah IMT/U untuk status gizi, angket aktivitas olahraga, dan tes TKJI untuk mengukur kebugaran jasmani. Analisis data yang digunakan regresi logistik. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa status gizi memiliki nilai sig 0,024< ρvalue (sig) 0,05, dengan koefisien determinasi sebesar 42,5%, maka Ho1 ditolak dan Ha1 diterima. Jadi, terdapat hubungan antara status gizi dengan kebugaran jasmani sebesar 42,5%. Sedangkan aktivitas olahraga memiliki nilai sig 0,817> ρvalue (sig) 0,05, maka Ho2 diterima dan Ha2 ditolak. Jadi, tidak terdapat hubungan antara aktivitas olahraga dengan kebugaran jasmani. Hasil Regresi Logistik menunjukkan hasil sig. 0,215. Hal ini menunjukkan bahwa sig (0,215)>alpha 0,005, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dan aktivitas olahraga dengan tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh. Kata kunci : Status Gizi, Aktivitas Olahraga, Kebugaran Jasmani. Volume 1, No. 2, Juli 2017 199 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Setiap orang dalam menjalani kehidupannya anaknya.(http://health.kompas.com/read/2012/01/3 sehari-hari tidak terlepas dari aktivitas atau 0/13325976/FaktorUtama.Penyebab.Gizi.Buruk.A kegiatan masing-masing. Untuk melakukan nak, diakses tanggal 12 Nopember 2012). pekerjaan sehari-hari tersebut dibutuhkan Biasanya dengan status gizi yang tidak kebugaran jasmani yang baik. Dengan adanya normal, maka tubuh juga akan sulit atau terganggu kebugaran jasmani yang baik, diharapkan segala saat melakukan aktivitas, khususnya aktivitas pekerjaan atau kegiatan sehari-hari dapat dilakukan olahraga. Misalnya, anak yang memiliki berat dengan maksimal. Bahkan, masih mampu untuk badan lebih (kegemukan) akan sulit untuk melakukan Menurut melakukan gerakan gerakan olahraga yang cukup Sumosardjuno dan Giri Widjojo, kesegaran rumit. Karena olahraga merupakan aktivitas fisik jasmani yang pekerjaan atau tambahan. kebugaran jasmani adalah kemampuan tubuh untuk menyesuaikan fungsi alat-alat tubuh memerlukan cukup tenaga untuk melakukannya. dalam batas fisiologi terhadap Olahraga adalah segala aktivitas fisik yang keadaan lingkungan atau kerja fisik secaraefisien sistematis untuk mendorong, membina, dan tanpa mengembangkan potensi jasmani, rohani, dan lelah berlebihan. (http://www.sarjanaku.com/2011/09/kesegaran- sosial.(Maksum, 2007 : 1). Aktivitas olahraga jasmani-pengertian-fungsi.html diakses tanggal yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari- 16Februari 2013). hari kadang membutuhkan energi tubuh yang Untuk memperoleh kebugaran jasmani yang besar, dikarenakan mungkin dalam aktivitas baik,juga diperlukan adanya asupan makanan yang olahraga tersebut terdapat gerakan-gerakan yang mengandung zat-zat gizi yang diperlukan oleh cukup kompleks atau rumit. Karena setiap tubuh. Akan tetapi, apabila kebugaran jasmani gerakan kurang baik kemungkinan terjadi adanya asupan membutuhkan makanan yang kurang mengandung zat-zat gizi Aktivitas olahraga yang teratur dapat membantu yang diperlukan oleh tubuh. Masalah kekurangan menjaga kebugaran zat-zat gizi tersebut dapat disebabkan beberapa atau daya tahan adalah keadaan atau kondisi faktor. Penyebab masalah dapat berasal dari dalam tubuh yang dapat berlatih untuk waktu yang diri, misalnya dari faktor genetik, atau bahkan lama, tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan faktor dari luar. Menurut dr. Saptawati Bardosono, setelah Msc, spesialis gizi klinik dan dosen Fakultas (Maksum, 2007: 29). Oleh karena itu, konsumsi Kedokteran Universitas Indonesia, “Sampai saat makanan dalam tubuh yang mengandung zat- ini penderita gizi buruk sebagian besar adalah zat giziyang dibutuhkan tubuh sangat penting anak-anak, karena orangtua mereka kemungkinan untuk menunjang memiliki berbagai masalah yang membuat mereka aktivitas olahraga sehingga daya tahan atau tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi anak- kebugaran fisik seseorang akan selalu terjaga. 200 dalam aktivitas energi olahraga dari pasti dalam tubuh. jasmani. Kebugaran fisik menyelesaikan latihan tersebut aktivitas harian khususnya Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi Berdasarkan observasi yang telah dilakukan Teknik pengambilan sampel dengan cara cluster selama menjalani program pendampingan bagi random sampling. Instrumen yang digunakan mahasiswa. Pengalaman Lapangan (PPL) 16 Juli adalah IMT/U yang bertujuan untuk mengukur s.d 18 September 2015 di SMP Negeri 1 Banda status gizi, Tes TKJI untuk mengukur kebugaran Aceh, dari siswa yang diajar yang berjumlah 205 jasmani, dan angket kuesioner untuk mengukur siswa dari 7 kelas yang terdiri dari 2 rombongan aktivitas olahraga. Angket diadopsi dari Pilar belajar (rombel) kelas VII, 2rombel kelas VIII, Sinulingga Jurusan Pendidikan Olahraga angkatan dan 3 rombel kelas IX hampir 66% siswa atau 2006. Angket ini telah dilakukan uji validitas dan 20 siswa di tiap rombel tersebut sangat antusias reliabilitas. Dengan taraf kesalahan sebesar 5% uji apabila pelajaran penjasorkes telah dimulai. dua fihak dan n = 40, maka diperoleh r tabel Meskipun memberi tugas gerak, =0,312. Kriteria validitas jika r hitung > r tabel, tetapi para siswa sudah melakukan tugas gerak maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid. sendiri, meskipun tidak sesuai dengan materi. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa semua Hal ini menandakan bahwa siswa memiliki pertanyaan mempunyai harga rhitung > dari rtabel. aktivitas olahraga yang cukup tinggi. Teknik analisis data menggunakan Regresi guru belum Mereka lebih senang bergerak daripada harus berdiam diri Logistik. menunggu guru datang. Untuk itu dengan aktivitas fisik tersebut akan mempengaruhi tingkat kebugaran jasmani dan secara tidak langsung kebutuhan akan zat gizi juga harus seimbang. Berdasarkan uraian di atas, maka dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Tabel 1.Hasil Regresi Logistik Variabel penelitian ini akan membahas tentang “Hubungan Hubungan antara Status Gizi dan Aktivitas Olahraga dengan aktivitas olahraga dengan tingkat Tingkat Kebugaran Jasmani dengan studi kasus kebugaran jasmani. status gizi dan Aprrox.Sig n 0,215 pada Siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh”. Dengan menggunakan perhitungan melalui program SPSS 20.0 menunjukkan hasil sig. 0,215. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif noneksperimen. Desain penelitian yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah desain korelasional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh, sedangkan sampelnya adalah 2 rombongan Hal ini menunjukkan bahwa sig (0,215)>alpha 0,005, yang berarti H0 diterima dan H1 ditolak. Jadi tidak terdapat hubungan antara status gizi dan aktivitas olahraga dengan tingkat kebugaran jasmani. Dari uraian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan aktivitas olahraga kelas siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh. Volume 1, No. 2, Juli 2017 201 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIII mempunyai kebugaran jasmani kurang sekali, SMP Negeri 1 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015- kurang, sedang, dan 2016. memiliki nilai sig 0,817> ρvalue (sig) 0,05. Dari baik. Aktivitas olahraga keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa Pembahasan aktivitas Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menggunakan 20.0, hal ini memiliki analisis data SPSS membuktikan bahwa status gizi hubungan yang signifikan dengan tingkat kebugaran jasmani, sedangkan aktivitas olahraga tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kebugaran jasmani siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015-2016, hal ini dikarenakan status gizi memiliki nilai sig 0,024<ρvalue (sig) 0,05, sedangkan aktivitas olahraga memiliki sig 0,817> ρvalue (sig) 0,05. olahraga tidak berhubungan dengan kebugaran jasmani khususnya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015-2016. Berdasarkan hasil penelitian tentang aktivitas olahraga dan kebugaran jasmani. Siswa yang memiliki aktivitas olahraga sering sekali memiliki tingkat kebugaran jasmani kurang. Hal ini dikarenakan siswa melakukan aktivitas olahraga setiap hari dan setiap kali beraktivitas siswa melakukannya lebih dari satu jam. Sedangkan siswa yang memiliki aktivitas olahraga cukup memiliki tingkat kebugaran jasmani baik. Hal ini dikarenakan siswa melakukan aktivitas olahraga Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai status gizi normal mempunyai kebugaran jasmani kurang sekali, kurang, sedang, dan baik. Sementara siswa yang mempunyai status gizi kurus, gemuk, dan obesitas mempunyai kebugaran jasmani kurang sekali dan. Dan status gizi memiliki nilai sig0,024< ρvalue (sig) 0,05. Dari keterangan tersebut dapat disimpulkan bahwa status gizi berhubungan dengan kebugaran jasmani khususnya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Banda Aceh Tahun Pelajaran 2015-2016. Sedangkan aktivitas untuk olahraga hasil bahwa penelitian siswa yang mempunyai aktivitas olahraga sering sekali tidak setiap hari, melainkan hanya dua sampai tiga kali dalam seminggu dan setiap kali beraktivitas siswa melakukannya tidak lebih dari satu jam. Dengan demikian siswa yang memiliki aktivitas olahraga cukup dan tidak berlebihan memiliki tingkat kebugaran jasmani lebih tinggi dar ipada siswa yang memiliki aktivitas olahraga kurang atau berlebihan. Aktivitas olahraga yang teratur dan tidak berlebihan akan menghasilkan kebugaran di atas rata-rata, dandengan melakukan latihan aktivitas olahraga akan menghasilkan tingkat kebugaran jasmani yang lebih tinggi. Sehingga pengaruh terhadap kebugaran jasmani memiliki persentase yang lebih besar (Sharkey, 2003:85). mempunyai kebugaran jasmani kurang sekali, kurang, dan sedang. Sementara siswa yang mempunyai 202 aktivitas olahraga cukup Volume 1, No. 2, Juli 2017 Jurnal DEDIKASI www.jurnal.abulyatama.ac.id/dedikasi KESIMPULAN DAN SARAN makanan putra-putrinya setiap hari guna Kesimpulan menjaga status gizi anaknya agar tetap normal Dari hasil penelitian yang ada, secara umum sehingga dapat menunjang prestasi siswa dapat disimpulkan bahwa: 1. dalam proses belajarnya. Tidak terdapat hubungan yang signifikan 4. Dalam penelitian ini memerlukan sebelum melakukan antara status gizi dan aktivitas olahraga pengembangan, dengan tingkat kebugaran jasmani pada siswa pengkajian dengan menggunakan variabel kelas VIII SMPNegeri 1 Banda Aceh, akan lain dan dengan sampel yang berbeda. tetapi terdapat hubungan antara status gizi dengan tingkat kebugaran jasmani. 2. Tidak terdapat sumbangan yang signifikan DAFTAR PUSTAKA status gizi dan aktivitas olahraga dengan Maksum, Ali. (2007). tingkat kebugaran jasmani pada siswa kelas Olahraga. VIII SMPNegeri 1 Banda Aceh, akan tetapi Keolahragaan sumbangan status gizi terhadap tingkat Surabaya. Statistik Dalam Surabaya: Fakultas Universitas Ilmu Negeri Maksum, Ali. (2007). Tes dan Pengukuran kebugaran jasmani sebesar 42,5%. Dalam Olahraga. Surabaya: Fakultas Saran Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Berdasarkan hasil dan pembahasan dari Surabaya. penelitian ini, maka diajukan beberapa saran Sharkey, Bryan J. (2003). Kebugaran dan dengan harapan dapat bermanfaat hasil dari Kesehatan. Jakarta: PT Raja Grafindo penelitian ini. Adapun beberapa saran tersebut Persada. sebagai berikut: Sinulingga R., Pilar. (2010). Hubungan 1. Bagi guru penjasorkes, agar lebih memberikan Aktivitas Olahraga Terhadap Interaksi motivasi kepada siswa dalam melakukan Sosial Siswa. Skripsi tidak diterbitkan. kegiatan aktivitas olahraga dan memberikan Surabaya: FIKUnesa. materi tentang kesehatan khususnya tentang Faktor penyebab gizi masalah gizi untuk meningkatkan kebugaran buruk,.http://health.kompas.com/read/20 jasmani. 12/01/30/13325976/Faktor.Utama.Penye 2. Bagi siswa, agar lebih giat melakukan aktivitas olahraga di sekolah maupun di luar sekolah dengan makanan tetap memperhatikan setiap hari konsumsi yang dapat bab.Gizi.Buruk.Anak. Kebugaran Jasmani, .http://www.sarjanaku.com/2011/09/kese garanjasmani-pengertian-fungsi.html. mempengaruhi status gizi. 3. Bagi orang tua, lebih memperhatikan konsumsi Volume 1, No. 2, Juli 2017 203