Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. DAKWAH BIL QALAM BERBASIS MOTIVASI DI RUANG PUBLIK KAFE SEBAGAI PENDEKATAN ALTERNATIF BAGI GENERASI MUDA Sitti Hajar1*. Elisdayati2. Muh. Rezki Prasetyo3. Qudratullah4 1,2,3,4 Institut Agama Islam Negeri Bone. Bone. Indonesia RIWAYAT ARTIKEL Diterima: 19-03-2026 Disetujui: 27-03-2026 Dipublikasi: 13-04-2026 Kata Kunci: Dakwah Bil Qalam. Motivasi. Ruang Publik. Generasi Muda ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dakwah bil qalam berbasis motivasi di ruang publik kafe sebagai pendekatan alternatif dalam menjangkau generasi muda. Kegiatan dilaksanakan di empat kafe dengan cara membagikan pesan-pesan motivasi singkat yang dikemas dalam bentuk tulisan dan disertakan pada snack kepada pengunjung. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi melalui observasi respon Hasil kegiatan menunjukkan bahwa suasana kafe yang santai dan informal mendukung terciptanya komunikasi interpersonal yang efektif dalam penyampaian pesan dakwah tanpa kesan menggurui. Sebanyak 57,1% audiens memberikan respon positif, baik melalui ekspresi nonverbal maupun respon Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan dakwah berbasis motivasi melalui media tulisan di ruang publik memiliki potensi dalam meningkatkan kesadaran spiritual generasi muda. Meskipun demikian, terdapat kendala berupa rendahnya perhatian sebagian audiens serta keterbatasan dalam penyampaian pesan melalui media tulisan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode dakwah yang lebih variatif agar efektivitas penyampaian pesan dapat ditingkatkan. PENDAHULUAN Perkembangan zaman yang semakin modern membawa perubahan signifikan terhadap gaya hidup masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Kafe tidak lagi sekadar menjadi tempat untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang publik untuk berkumpul, berdiskusi, dan mengekspresikan diri. Fenomena ini membuka peluang baru bagi pelaksanaan dakwah yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap dinamika sosial Selama ini, dakwah umumnya dilakukan dalam ruang-ruang formal seperti masjid atau majelis taklim. Padahal, sebagai bagian dari kewajiban umat Islam, dakwah merupakan aktivitas mengajak dan menyeru manusia untuk memahami serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari (Islam, 2. Namun, pendekatan konvensional tersebut belum sepenuhnya mampu menjangkau generasi muda yang lebih aktif di ruang publik nonformal. Oleh karena itu, diperlukan inovasi metode dakwah yang lebih fleksibel, komunikatif, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah dakwah berbasis motivasi. Motivasi dipahami sebagai suatu proses yang mendorong individu untuk bertindak dalam mencapai tujuan tertentu (Ariffin, 1. Dalam konteks dakwah, motivasi berperan penting dalam membangkitkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (Tarmizi. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Sitti Hajar Institut Agama Islam Negeri Bone. Bone. Indonesia e-mail: sitihaja16021@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. Dengan pendekatan yang inspiratif dan tidak menggurui, pesan dakwah dapat lebih mudah diterima oleh audiens, khususnya generasi muda yang menghadapi berbagai tekanan sosial dan psikologis di era modern. Selain itu, dakwah bil qalam merupakan metode dakwah melalui media tulisan yang memiliki keunggulan dalam menyampaikan pesan secara personal dan reflektif. Pesan yang disampaikan dalam bentuk tulisan singkat dan inspiratif dapat memberikan ruang bagi audiens untuk merenung dan memahami makna secara lebih mendalam (Ningsih, 2. Pendekatan ini menjadi semakin relevan ketika diterapkan di ruang publik seperti kafe, yang memiliki suasana santai dan mendukung interaksi sosial secara natural. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dakwah bil qalam berbasis motivasi di ruang publik kafe sebagai pendekatan alternatif dalam menjangkau generasi muda. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model dakwah yang lebih adaptif, kontekstual, dan sesuai dengan dinamika kehidupan masyarakat modern. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di empat kafe yang memiliki karakteristik pengunjung beragam, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Pemilihan lokasi dilakukan secara purposive dengan mempertimbangkan kafe sebagai ruang publik yang sering dikunjungi generasi muda. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dakwah bil qalam dengan pendekatan motivasi, yaitu penyampaian pesan-pesan dakwah melalui media tulisan singkat yang bersifat Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Tahap persiapan meliputi penyusunan materi dakwah dalam bentuk kalimat motivasi yang singkat, padat, dan mudah dipahami. Selain itu, disiapkan media berupa kertas berisi pesan motivasi yang digulung dan ditempelkan pada snack sederhana untuk menarik perhatian audiens. Pada tahap ini juga dilakukan penentuan lokasi kafe yang akan dikunjungi serta pembagian tugas Tahap pelaksanaan dilakukan dengan mengunjungi kafe pada waktu sore hingga malam hari, yaitu pada saat tingkat kunjungan relatif tinggi. Tim melakukan observasi situasi dan kondisi kafe untuk mengidentifikasi calon audiens, seperti pengunjung yang sedang sendiri, berdua, atau terlihat sedang beraktivitas secara individual. Selanjutnya, pesan motivasi diberikan secara langsung kepada audiens dengan pendekatan yang santun dan tidak mengganggu kenyamanan Dalam proses ini, interaksi dilakukan secara singkat dengan bahasa yang komunikatif dan persuasif. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap respon audiens setelah menerima pesan dakwah. Respon yang diamati meliputi reaksi verbal maupun nonverbal, seperti membaca pesan, memberikan tanggapan, atau tidak menunjukkan respon. Data hasil observasi kemudian dicatat dan dianalisis secara deskriptif untuk melihat tingkat penerimaan audiens terhadap metode dakwah yang diterapkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di empat kafe yang memiliki karakteristik pengunjung yang beragam, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum. Kafe sebagai ruang publik memiliki suasana yang santai, nyaman, dan mendukung interaksi sosial. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Sitti Hajar Institut Agama Islam Negeri Bone. Bone. Indonesia e-mail: sitihaja16021@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. sehingga berpotensi menjadi media alternatif dalam penyampaian pesan dakwah secara Gambar 1. Suasana Kafe Suasana kafe yang hangat dengan pencahayaan yang tidak terlalu terang, tata ruang yang fleksibel, serta aktivitas pengunjung yang beragam memberikan peluang terciptanya komunikasi interpersonal yang lebih cair. Kondisi ini memungkinkan penyampaian pesan dakwah dilakukan tanpa kesan menggurui, sehingga lebih mudah diterima oleh audiens. Hal ini sejalan dengan temuan bahwa ruang publik nonformal dapat menjadi media efektif dalam menyampaikan pesan sosial dan keagamaan secara kontekstual (Kafe et al. , 2. Kegiatan dakwah bil qalam berbasis motivasi dilakukan dengan membagikan pesan-pesan singkat yang dikemas dalam bentuk tulisan kepada pengunjung kafe. Pesan tersebut disertakan pada snack sederhana untuk menarik perhatian audiens dan meningkatkan kemungkinan pesan Gambar 2. Pesan Singkat Motivasi Secara keseluruhan, jumlah penerima pesan dakwah dalam kegiatan ini sebanyak 28 orang yang tersebar di empat lokasi kafe. Distribusi lokasi dan jumlah penerima disajikan pada Tabel 1. Tabel 1. Distribusi Lokasi dan Jumlah Penerima Karakteristik Jumlah Penerima Lokasi Pengunjung (Oran. Kafe A Mahasiswa Kafe B Mahasiswa & Umum Kafe C Pekerja & Umum Kafe D Campuran Total Dalam pelaksanaannya, tim tidak langsung memberikan pesan kepada seluruh pengunjung, melainkan melakukan observasi terlebih dahulu untuk mengidentifikasi audiens yang sesuai. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Sitti Hajar Institut Agama Islam Negeri Bone. Bone. Indonesia e-mail: sitihaja16021@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. seperti pengunjung yang sedang sendiri, beraktivitas secara individual, atau terlihat sedang Pendekatan ini dilakukan untuk meningkatkan relevansi pesan yang diberikan. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan berlangsung, respon audiens terhadap pesan motivasi yang diberikan menunjukkan variasi. Dimana mayoritas audiens memberikan respon positif terhadap pesan dakwah yang disampaikan. Beberapa audiens menunjukkan keterlibatan aktif, baik melalui ekspresi nonverbal seperti tersenyum maupun respon verbal secara langsung. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan dakwah bil qalam berbasis motivasi mampu menarik perhatian dan diterima dengan baik oleh pengunjung kafe. Namun demikian, terdapat juga audiens yang tidak menunjukkan respon aktif. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kesibukan pengunjung, kurangnya ketertarikan terhadap media tulisan, atau kondisi lingkungan yang kurang kondusif. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas dakwah di ruang publik sangat dipengaruhi oleh situasi dan karakteristik audiens. Pembahasan Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa kafe sebagai ruang publik memiliki potensi yang cukup besar sebagai media dakwah alternatif, khususnya dalam menjangkau generasi muda. Suasana yang santai dan tidak formal memungkinkan pesan dakwah disampaikan secara lebih personal dan tidak menimbulkan resistensi dari audiens. Pendekatan dakwah bil qalam yang digunakan dalam kegiatan ini terbukti efektif dalam menciptakan ruang refleksi bagi audiens melalui pesan-pesan singkat yang inspiratif. Hal ini sejalan dengan pendapat bahwa dakwah melalui tulisan memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan secara lebih mendalam dan personal (Ningsih, 2. Selain itu, penggunaan motivasi sebagai pendekatan utama dalam dakwah juga memberikan dampak positif dalam membangun kesadaran individu. Motivasi berperan sebagai pendorong internal yang dapat menggerakkan individu untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik (Tarmizi, 2. Dalam konteks ini, pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga persuasif dan menyentuh aspek emosional audiens. Meskipun demikian, terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan kegiatan ini, seperti keterbatasan dalam menyampaikan pesan melalui media tulisan, keragaman karakteristik audiens, serta potensi terjadinya perbedaan interpretasi terhadap pesan yang diberikan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam metode dan media dakwah agar pesan yang disampaikan dapat lebih efektif dan menjangkau audiens yang lebih luas. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui dakwah bil qalam berbasis motivasi di ruang publik kafe menunjukkan bahwa pendekatan ini dapat menjadi alternatif yang efektif dalam menjangkau generasi muda. Suasana kafe yang santai dan tidak formal mendukung terciptanya komunikasi interpersonal yang lebih fleksibel sehingga pesan dakwah dapat disampaikan tanpa menimbulkan kesan menggurui. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar audiens memberikan respon positif terhadap pesan motivasi yang disampaikan, baik dalam bentuk respon verbal maupun nonverbal. Hal ini mengindikasikan bahwa dakwah melalui media tulisan yang dikemas secara sederhana dan inspiratif mampu menarik perhatian serta membangun kesadaran spiritual secara personal. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan, seperti keterbatasan perhatian audiens, perbedaan karakteristik pengunjung, serta potensi perbedaan pemahaman terhadap pesan yang disampaikan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan metode dakwah yang lebih variatif dan adaptif agar efektivitas penyampaian pesan dapat terus ditingkatkan di berbagai ruang publik. LEMBAH e-ISSN: 3110 - 8555 *Korespondensi Sitti Hajar Institut Agama Islam Negeri Bone. Bone. Indonesia e-mail: sitihaja16021@mail. Vol. 1 No. 2 (APRIL Ae 2. REFERENSI