PERAN PELATIH DALAM PEMBINAAN PRESTASI ATLET SEPAK TAKRAW DI KABUPATEN BULELENG Kadek Ratnadi1 dan I Nyoman Mudarya2 Abstraksi Prestasi yang dicapai oleh atlet sepak takraw kabupaten Buleleng tidak bisa dilepaskan dari peran pelatih. Pelatih dalam hal ini bertindak sebagai pemimpin dan pembina atlet dalam latihan maupun dalam pertandingan guna mencapai prestasi yang diharapkan. Dalam penelitian ini, beberapa pokok permasalahan dapat dirumuskan yaitu : bagaimanakah peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ?. bagaimanakah peran pelatih sebagai motivator dalm pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang peran pelatih dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng. Pengambilan informan menggunakan teknik purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan Analisis data dilakukan secara sirkuler dimana analisis dilakukan sepanjang proses penelitian,dengan tahapan . pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan fakta sebagai pemimpin, peran pelatih dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng adalah : memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam bidang olahraga sepak takraw, memiliki keseimbangan emosional terutama dalam menghadapi situasi tertekan, memiliki imajinasi dalam menemukan hal-hal baru dalm program latihan dan strategi dalam pertandingan, serta memiliki cita rasa humor yang tinggi. Sedangkan sebagai motivaor maka seorang pelatih harus mampu melakukan hal-hal sebagai berikut : memberikan contoh-contok tentang teknik permainan sepak takraw, memberikan pujian kepada atlet anak didiknya ketika berhasil meraih prestasi, dan menghubur serta membesarkan jiwa atlet ketika mengalami kekalahan dalam suatu pertandingan. Kata kunci : sepak takraw, atlet, pelatih, pemimpin, motivator. Disdikpora Kabupaten Buleleng Email. kadekratnadi99@gmail. Staf Pengajar Universitas Panji Sakti Email mudarya@unipas. Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 50 Pendahuluan Berpedoman kepada UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, maka Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) yang menaungi seluruh cabang olahraga yang ada di Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk menjadikan olahraga khususnya olahraga prestasi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas dan martabat bangsa melalui prestasi yang diukir oleh para atlet Indonesia yang bertanding diajang multievent internasional seperti SEA Games. Asian Games, dan Olimpiade. Untuk itulah KONI bekerja sama dengan KOI ( Komite Olimpiade Indonesia ) senantiasa melakukan pembinaan kepada seluruh cabang olahraga prestasi supaya para atlet Indonesia dapat berbicara banyak melalui prestasi diajang olahraga internasional, sehingga dapat mengharumkan nama bangsa di mata dunia melalui prestasi olah raga tersebut. Salah satu olahraga prestasi yang selama ini sudah ikut berkiprah diajang olah raga multievent internasional seperti SEA Games dan Asian Games adalah sepak takraw. Permainan sepak takraw sudah menjadi permainan yang sangat digemari baik dikalangan masyarakat umum dan pelajar. Perkembangan permainan sepak takraw sudah menjadi permainan yang sudah dipertandingkan di setiap event olah raga yang resmi dari Porprov. Porwil. PON. Sea Games, dan Asian Games. Untuk Porprov Bali sendiri, cabang olah raga permainan sepak takraw mulai dipertandingkan sejak Porprov Bali IX pada tahun 2009 yang diselenggarakan di Kabupaten Badung yang bertindak sebagai tuan rumah. Permainan sepak takraw merupakan cabang olahraga beregu yang pelaksanaannya seperti pada bentuk permainan-permainan dengan menggunakan net lainnya. Secara sederhana, maka permainan sepak takraw dapat dikatakan memiliki persamaan perpaduan antara sepakbola, bola voli, atau bulutangkis (Artanayasa, 2010 : 1 ). Lebih jauh dikemukakan oleh Artanayasa, bahwa permainan sepak takraw menyerupai sepakbola karena dalam permainan sepak takraw dalam memainkan bola dengan menggunakan bagian-bagian tubuh seperti halnya dalam permainan sepakbola yaitu, kaki, kepala atau bagian tubuh lainnya kecuali lengan. Menyerupai bola voli dan bulutangkis karena sama-sama menggunakan net dan ukuran lapangan mendekati permainan bulutangkis. Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 51 Meskipun permainan olah raga sepak takraw sudah mulai dipertandingkan pada Porprov IX tahun 2009, tetapi kontingen Kabupaten Buleleng baru mengirimkan altet sepak takraw untuk bertanding di Porprov pada penyelenggaraan Porprov ke X tahun 2011 dimana saat itu Kabupaten Jembrana bertindak sebagai tuan rumah. Pada saat pertama kalinya kontingen Kabupaten Buleleng mengikuti cabang olahraga sepak takraw pada Porprov X tahun 2011 di Kabupaten Jembrana memperoleh hasil 1 medali emas, 1 medali perak dan 4 medali perunggu. Selanjutnya pada pelaksanaan Porprov XI tahun 2013 kontingen sepak takraw Kabupaten Buleleng memperoleh 3 medali emas dan 3 medali perak. Selengkapnya prestasi atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng diajang Porprov Bali dapat dilihat pada tabel di bawah. Tabel 1. Prestasi Atlet Sepak Takraw Kabupaten Buleleng di Porprov Bali PORPROV PRESTASI ahun ) ( Perolehan Medali ) 1 emas - 1 perak Ae 4 perunggu 3 emas Ae 3 perak 4 emas -1 perak -2 perunggu 3 emas- 2 perak - 2 perunggu 3 emas - 1 perak - 2 perunggu Sumber : PSTI Kabupaten Buleleng,tahun 2021 Melihat tabel perolehan medali atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng di Porprov Bali, prestasi atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng mengalami penurunan pada 3 ( tig. pelaksanan Porprov terakhir. Pada pelaksanaan PON XX di Papua pada tahun 2021. Kabupaten Buleleng meloloskan 2 orang atlet sepak takraw putri untuk mengikuti ajang tingkat nasional tersebut, dan berhasil memperoleh medali perunggu. Prestasi yang dicapai oleh atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng diajang Pekan Olah Raga Provinsi ( Porprov ) Bali tersebut tentunya tidak bisa dilepaskan dari peran pelatih sebagai pemimpin dan pembina para atlet dalam meningkatkan kemampuan dan keterampilan para atlet menguasai teknik dan strategi dalam Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 52 permainan sepak takraw. Menurut Sardiman ( Setiawan, 2012 : 72 ), prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar. Sebuah prestasi tidak hadir dengan sendirinya, akan tetapi ada faktor-faktor pendorong baik dari diri maupun dari sekitar yang mengantarkan diri mencapainya. Tabrani (Setiawan, 2012 : 72 ) menjelaskan bahwa prestasi adalah kemampuan nyata . ctual ability ) yang dicapai individu dari suatu kegiatan atau usaha. Terhadap prestasi atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng seperti yang tertera pada tabel di atas, peran pelatih sangat berperan dalam memimpin, melatih dan memberikan pembinaan kepada atlet sepak takraw tersebut. Pelatih olahraga adalah seseorang yang kompeten dalam cabang olahraga tertentu dan bertugas untuk menyiapkan fisik juga mental olahragawan ataupun kelompok olahragawan. Pelatih adalah seorang pemimpin, dimana gaya kepimpinan seorang pelatih dapat menentukan suatu prestasi olahraga. Pelatih sebagai seorang pemimpin harus menjalankan fungsinya, yaitu agar atlet dapat melaksanakan program latihan yang telah disusunnya dengan baik. ( Satria, 2010 ). Lebih jauh dikemukakan oleh Satria ( 2010 ), bahwa secara umum peran dan tugas pelatih adalah sebagai berikut : . cermat menentukan sasaran dan tujuan . menetapkan tujuan pelatihan yang bersifat realistik. memilih metode dan model pelatihan yang cocok untuk memenuhi kebutuhan setiap atlet. memotivasi atlet untuk berlatih keras. Terkait dengan naik turunnya prestasi atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng diajang Porprov, maka peran pelatih sangat penting dalam memimpin para atlet dalam berlatih teknik dan strategi pertandingan. Pelatih juga berperan dalam membina dan memotivasi atlet supaya berlatih dengan keras. Saat pertandingan pelatih juga selalu memotivasi atlet supaya tetap fokus, semangat dan tidak cepat menyerah dalam menghadapi lawan, meskipun dalam keadaan tertinggal atau bahkan setelah mengalami kekalahan dalam pertandingan. Dalam kondisi itulah peran pelatih menjadi sangat krusial untuk membangkitkan lagi semangat atlet untuk berlatih lebih keras lagi demi memperoleh prestasi yang diinginkan. Berkaitan dengan latar belakang masalah yang dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahannya sebagai berikut : Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 53 Bagaimanakah peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ? Bagaimanakah peran pelatih sebagai motivator dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng ? Metode Penelitian Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif karena data yang dikumpulkan berupa kata-kata. Arikunto . 0 : . mengemukakan bahwa, penelitian kualitatif tidak menggunakan angkaangka tetapi hanya menggunakan kata-kata. Sedangkan menurut Bungin . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkah laku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Yang menjadi informan dalam penelitian ini terutama adalah Pengurus Persetasi Kabupaten Buleleng. Pelatih dan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng. Informan tersebut ditunjuk secara purposive sampling, dengan mempertimbangkan pengetahuan mereka tentang masalah yang ditelaah. Dalam artian, informan yang ditunjuk memiliki tujuan untuk dapat memberikan jawaban atas semua pertanyaan yang diajukan. Dalam hal ini jumlah informan tidak dibatasi, melainkan disesuaikan dengan tingkat kejenuhan data, dalam artian pengembangan informan dihentikan jika data yang terkumpul telah mampu memecahkan atau menjawab masalah penelitian secara tuntas. Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai seluruh tahapan penelitian kualitatif adalah menetapkan research question atau fokus penelitian ( Hendarso, 2010: . Adapun yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: Peran Pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng, meliputi : - memiliki jiwa kepemimpinan - memiliki pengetahuan dan keterampilan - memiliki keseimbangan emosional - memiliki imajinasi dalam melatih - humoris Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 54 Peran Pelatih sebagai motivator dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng, meliputi : - memberikan contoh-contoh teknik permainan sepak takraw - memberikan pujian kepada anak didiknya ketika berhasil meraih prestasi - membesarkan jiwa atlet ketika mengalami kekalahan Penelitian ini mengambil lokasi di kantor sekretariat Persetasi Kabupaten Buleleng dan di tempat latihan atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng. Lokasi ini dipilih karena sepanjang pengamatan peneliti belum pernah ada yang melakukan penelitian dengan topik yang sama sebelumnya, dan data-data yang diperlukan cukup tersedia. Selanjutnya pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, wawancara dan pemanfaatan dokumen. Sedangkan analisis datanya dilakukan dengan analisis data kualitatif, dimana analisis data memakai empat tahapan analisis data seperti yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman ( Sugiyono, simpulan/verifikasi. Hasil Penelitian Dan Pembahasan 1 Peran Pelatih sebagai Pemimpin dalam pembinaan prestasi atlet Sepak Takraw di Kabupaten Buleleng Pelatih adalah seorang profesional yang tugasnya membantu atlet atau tim dalam mencapai prestasi yang tinggi ( Satria, 2010 ). Pelatih selain bertugas dalam membantu atlet juga memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk watak atau tingkah laku atletnya dalam kehidupan bermasyarakat. Seorang pelatih adalah sosok panutan bagi masyarakat sehingga tingkah lakunya akan diperhatikan oleh masyarakat, oleh karena itu pelatih sebagai sosok panutan harus bisa berperan sebagai model bagi masyarakat. Sehubungan peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng, maka peran pelatih tersebut meliputi :memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki keseimbangan emosional, memiliki imajinasi dalam melatih, dan humoris. 1 Memiliki jiwa kepemimpinan Seorang pelatih di samping harus memiliki kemampuan untuk mengajarkan keahlian cabang olah raga yang dilatihnya kepada atlet binaannya, dia juga harus Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 55 memiliki jiwa kepemimpinan dimana seorang pelatih harus mampu memberikan motivasi kepada atletnya baik dalam berlatih maupun saat bertanding. Berdasarkan pernyataa-pernyataan yang disampaikan oleh tiga orang informan , yakni dua orang pelatih dan seorang atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng, dapat dipahami bahwa seorang pelatih selain berugas mengajarkan teknik-teknik sepak takraw yang baik, juga harus memiliki jiwa kepemimpinan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Satria ( 2010 ) bahwa jiwa kepemimpinan harus dimiliki oleh seorang pelatih. Seorang pemimpin dapat Aymenetapkan arahan, menciptakankeselarasan, dan mempertahankan komitmen (Sandiasa, 2017:. Sebagai seorang pemimpin, pelatih harus mampu memberikan motivasi kepada atletnya juga harus mau menerima saran dari pembantunya. Juga sifat seorang pemimpin akan terlihat dalam kondisi yang sekalipun kritis. Hal tersebut juga sesuai dengan kitab AyAsta BrataAy yang menyebutkan bahwa kepemimpinan akan berhasil, adalah kepemimpinan yang memenuhi syarata-syarat, yang salah satunya adalah Agni-brata, yaitu sifat memberikan semangat kepada anak buah ( Soekanto, 2010 : 181 ) 2 Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan Selanjutnya untuk bisa menjadi seorang pelatih yang baik, seseorang haruslah memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni terhadap cabang olah raga yang dilatihnya. Seorang pelatih sepak takraw tentunya adalah orang yang secara skill memiliki keterampilan dalam bermain sepak takraw. Juga memiliki pengetahuan yang luas tentang permainan sepat takraw tersebut. Bahkan kebanyakan orang yang kemudian terjun menjadi pelatih, adalah mantan atlet. Berdasarkan hasil wawancara dengan para informan , didukung dengan hasil pengamatan langsung dilokasi penelitian yakni dilokasi tempat latihan tim sepak takraw Kabupaten Buleleng, dapat diketahui bahwa pelatih tim sepak takraw Kabupaten Buleleng khususnya empat orang pelatih yang dipercaya untuk melatih tim sepak takraw Kabupaten Buleleng dalam rangka persiapn menghadapi Porprov Bali tahun 2022, adalah mereka-mereka yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam olah raga sepak takraw bahna mereka adalah mantan atlet sepak takraw. Hal ini sesua dengan yang disampaikan oleh Satria . , bahwa seorang pelatih harus memiliki dan menguasai pengatahuan yang luas terutama pengetahuan tentang ilmu-ilmu yang mendukung dalam proses Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 56 pelatihan, juga harus mampu memberikan contoh yang baik dalam hal ketarampilan cabang olahraganya. Jadi intinya seorang pelatih adalah seorang yang Juga sesuai dengan teori kepemimpinan dalam kitab AyAsta BrataAy (Soekanto, 2010 : 181 ), yang mengatakan bahwa kepemimpinan yang akan berhasil, adalah kepemimpinan yang memenuhi syarat-syarat, salah satunya adalah Panca-brata, yang menunjukkan kelebihan di dalam ilmu pengetahuan. 3 Memiliki keseimbangan emosional Seorang pelatih adalah orang yang tentunya memiliki kemampuan untuk menjaga keseimbangan emosionalnya. Dalam hal ini seorang pelatih dituntut untuk selalu bersikap tenang meskipun dalam kondisi tertekan, baik itu ketika atlet yang dilatihnya sedang dalam posisi tertekan atau tertinggal poin ketika bertanding atau ketika tim yang dilatihnya dirugikan oleh keputusan-keputusan panitia atau pengadil di lapangan. Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan lewat wawancara, dapat dipahami bahwa seorang pelatih harus memiliki kemampuan dalam menjaga keseimbangan emosional, dalam artian selalu bersikap tenang dan wajar walaupun dalam kondisi tertekan atau merasa dirugikan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Satria ( 2010 ), yang mengatakan bahwa seorang pelatih harus memiliki kemampuan bersikap wajar dalam kondisi dan situasi yang sangat tertekan, atau terpaksa menerima kenyataan di lapangan padahal klubnya atau atletnya dirugikan itu adalah tingkat keseimbangan emosional yang Artinya seorang pelatih harus mampu mengendalikan emosinya ( selt contro. dan yang penting lagi sikap ini bisa ditularkan kepada atletnya. Hal itu juga sesuai dengan syarat supaya seorang pemimpin berhasil dalam memimpin organisasi, seperti yang disampaikan oleh Zainun (Sunindhia, 2008 : 134 ), yang salah satunya adalah mempunyai emosi yang stabil tidak mudah diombang ambingkan oleh perubahan suasana dan dapat memisahkan antara soal pribadi dengan soal 4 Memiliki imajinasi dalam melatih Seorang pelatih yang hebat haruslah memiliki daya imajinasi yang tinggi dalam melatih. Dia tidak boleh terpaku terhadap satu metode latihan saja. Begitu juga saat atlet binaannya bertanding, seorang pelatih harus memiliki kreatifitas Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 57 untuk menciptakan strategi baru dalam menyerang dan bertahan sesuai dengan pola strategi yang diterapkan leh tim lawan. Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan lewat hasil wawancara, didukung hasil pengamatan dan pengalaman sendiri sebagai seorang atlet sepak takraw, dapat dipahami bahwa seorang pelatih memang dituntut untuk selalu bisa menciptakan hal-hal baru dalam proses latihan juga dalam menerapkan taktik permainan, baik taktik menyerang maupun taktik bertahan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Satria ( 2010 ) bahwa kemampuan imajinasi seorang pelatih adalah kemampuan untuk membentuk khayalan-khayalan mental tentang obyek yang tidak nampak. Ini biasanya tertuang dalam proses latihan yang selalu menciptakan hal-hal baru juga dalam taktik permainan, baik taktik menyerang dan taktik bertahan. Ini juga sesuai dengan yang diungkapkan oleh Karyadi ( 2009 : . yang membedakan fungsi kepemimpinan menjadi empat, yang salah satunya adalah fungsi memandang kedepan, mempunyai pengertian bawa seorang pemimpin harus memiliki pemikiran dan penglihatan yang mampu meneropong apa yang akan terjadi dan kemampuan untuk melihat ke depan segala kemungkinan yang akan terjadi. Seperti diketahui bahwa dalam permainan sepak takraw diisi oleh tiga orang pemain untuk masing-masing tim. Posisi pemain dalam masing-masing tim terdiri dari : Tekong atau back yang berperan sebagai penendang pertama untuk memulai suatu permainan. Dua orang berada di depan, yang berada di sebelah kiri tekong disebut Ayapit kiriAy dan yang berada pada sebelah kanan tekong disebut Ayapit kananAy. Untuk memulai permainan, biasanya apit kiri atau apit kanan akan melempar bola kepada tekong untuk diseberangkan ke area permainan lawan dengan menyeberangi net yang dipasang membatasi dua area permainan. 5 Humoris Sebagai seorang pemimpin, pelatih harus memiliki cita rasa humor yang tinggi supaya terjadi kedekatan dengan para atlet binaannya. Kemampuan menciptakan suasana yang santai dan penuh canda tawa haruslah dimiliki oleh seorang pelatih supaya suasana dalam latihan yang melelahkan dan terkadang membosankan bisa menjadi lebih cair dan para atlet lebih bergairah dalam Pelatih yang humoris tentunya akan mampu menciptakan suasan latihan menjadi lebih menyenangkan. Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 58 Berdasarkan pernyataa-pernyataan yang disampaikan oleh tiga orang informan , dapat diketahui bahwa cita rasa humor yang dimiliki oleh seorang pelatih akan sangat membantu dalam menjaga hubungan yang baik antara pelatih dengan atlet. Dengan berlatih serius tetapi diselingi dengan canda tawa membuat suasana latihan menjadi lebih rilex. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Satria ( 2010 ) bahwa satu sikap yang nampaknya sangat enteng padahal sangat perlu, cita rasa humor yang tinggi akan mendekatkan hubungan pelatih dengan para Kemampuan untuk bisa membuat atletnya etrtaw sehingga menimbulkan suasana yang rilex, menyegarkan dan akan membawa dampak yang positif pada Ini juga sesuai dengan yang disampaikan oleh Soekanto ( 2010 : 181 ) tentang kitab AyAsta BrataAy, dimana kepemimpinan yang akan berhasil adalah kepemimpinan yang memenuhi syarat-syarat diantaranya adalah Indra-brata, yang memberi kesenangan dalam bidang jasmani, dan Caci-brata, yang memberi kesenangan rohaniah. Dalam persiapan menghadapi Pekan Olah Raga Provinsi ( Porprov ) Bali yang akan diselenggarakan pada bulan Nopember 2022. Pengkab PSTI Kabupaten Buleleng telah menunjuk 4 ( empat ) orang pelatih untuk menangani 30 orang atlet sepak takraw, yang terdiri dari 15 orang atlet putra dan 15 orang atlet putri. Untuk lebih memotivasi mereka dalam melatih dan berlatih, oleh KONI Kabupaten Buleleng, mereka diberikan uang saku, yakni Rp. 000,- perbulan untuk setiap atlet dan Rp. 000,- perbulan untuk seorang pelatih. Kalau nanti mereka bisa berprestasi dalam ajang Porprov yakni mampu mempersembahkan medali, baik itu medali emas, medali perak maupun medali perunggu untuk kontingen Kabupaten Buleleng, nantinya mereka akan diberikan bonus berupa uang yang besarannya akan ditentukan nanti setelah selesainya Porprov Bali 2022. Pada saat berlangsungnya Pekan Olahraga Nasional ( PON ) tahun 2021 yang berlangsung pada 2 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2021 di Provinsi Papua, tim sepak takraw Provinsi Bali berhasil mempersembahkan satu medali perunggu dari sektor putri. Atlet sepak takraw yang mampu mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Provinsi Bali tersebut, dua orang berasal dari Kabupaten Buleleng dan seorang lagi dari Kabupaten Gianyar. Pada saat pemusatan latihan tim sepak takraw Provinsi Bali persiapan menuju PON Papua 2021, atlet sepak takraw mendapatkan uang saku sebanyak Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 59 Rp. 000,- untuk setiap 3 bulan. Jumlah yang sama juga diterima oleh tim Ketika mempersembahkan medali untuk kontingen Provinsi Bali, mereka juga mendapatkan bonus uang tunai yag diberikan oleh Pemerintah Provinsi Bali sebagai tali asih atas prestasi yang telah para alet torehkan di kancah event olah raga terbesar se-Indonesia yang diselenggarakan setiap empat tahun sekali. 2 Peran pelatih sebagai motivator dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng. Disamping sebagai pemimpin, seorang pelatih harus mampu menunjukan dirinya sebagai seorang motivator dalam pembinaan prestasi atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng. Sebagai seorang motivator, seorang pelatih harus mampu : memberikan contoh-contoh teknik permainan sepak takraw, memberikan pujian kepada anak didiknya ketika berhasil meraih prestasi, dan membesarkan jiwa atlet ketika mengalami kekalahan. 1 Memberikan contoh-contok teknik permainan sepak takraw Pelatih adalah seorang profesional yang tugasnya membantu atlet atau tim dalam mencapai prestasi yang tinggi ( Satria, 2010 ). Untuk bisa membantu atlet atau tim dalam mencapai prestasi yang tinggi maka seorang pelatih haruslah menguasai dan mahir dalam cabang olahraga yag dilatihkannya. Seperti pelath dalam cabang olahraga sepak takraw adalah seorang yang memang benar-benar mahir dan memahami secara detail tentang permainan sepak takraw. Seorang pelatih olahraga sepak takraw harus mampu memberikan contoh-contoh yang baik tentang permainan sepak takraw kepada atlet yang dibinanya, supaya atlet tersebut dapat meniru teknik-teknik yang diberikan oleh pelatihnya. Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan, yang merupakan pelatih dan alet sepak takraw Kabupaten Buleleng, dapat diketahui bahwa sebagai seorang motivator, seorang pelatih sepak takraw harus mampu memberikan contoh teknik-teknik permainan sepak takraw kepada atlet binaannya. Semua ilmu bermain sepak takraw yang dimilikinya harus mampu ditransfer dengan baik kepada anak didiknya supaya anak didiknya bisa berprestasi tinggi. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Kuswata ( 2008 : 65 ) bahwa media yang dapat digunakan untuk menunjang motivasi salah satunya adalah contoh-contoh Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 60 kongkret. Juga sesuai dengan salah satu asas Kepemimpinan Pancasila yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha, yang artinya seorang pemimpin haruslah mampu lewat sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang-orang yang dipimpinnya ( Hasibuan, 2013 : 170 ) 2 Memberikan pujian kepada anak didiknya ketika berprestasi Sadirman ( Setiawan, 2012 : 72 ) menyebutkan bahwa prestasi adalah kemampuan nyata yang merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik itu dari dalam maupun dari luar individu dalam belajar. Sebuah prestasi tentunya tidak bisa hadir secara instan, akan tetapi ada proses dan faktorfaktor pendorong baik yang berasal dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar. Begitu pula halnya prestasi yang didapat oleh seorang atlet khususnya atlet sepak takraw merupakan suatu proses yang berlangsung cukup lama dan memerlukan kehadiran seorang pelatih yang membantu atlet dalam meraih prestasi Sebagai motivator, seorang pelatih harus mampu memberikan pujian kepada atlet anak didiknya ketika atlet tersebut mampu meraih prestasi yang Pujian yang diberikan oleh pelatih kepada atletnya yang berprestasi tentunya akan menambah semangat atlet tersebut untuk terus giat berlatih dan kemudian meraih prestasi lainnya dalam sebuah pertandingan. Berdasarkan hasil wawancara dengan pelatih dan atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng, dapat dipahami bahwa sebagai motivator, seorang pelatih tidak segan-segan memberikan pujian kepada anak didiknya ketika berhasil meraih prestasi yang membanggakan. Pujian tersebut bertujuan supaya atlet yang berprestasi lebih giat lagi dalam berlatih dan nantinya dapat meraih prestasi yang lebih tinggi lagi. Dan bagi atlet yang lainnya yang belum berprestasi sebagai pelecut semangat supaya mereka bisa meniru apa yang telah dilakukan oleh temannya yang telah berprestasi. Dalam situasi sekarang, biasanya prestasi seorang atlet akan selalu diiringi dengan pemberian bonus oleh pemerintah atas prestasi yang telah mengharumkan nama daerah. Jumlah bonus yang diberikan biasanya bervariasi dengan besaran jumlahnya disesuaikan kemampuan pemerintah daerah. Seperti tim sepak takraw Kabupaten Buleleng pada Porprov Bali tahun 2019 yang berhasil meraih 3 medali emas, 1 medali perak dan 2 medali perunggu. Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 61 Saat itu memang tidak semua alet mampu memperoleh medali sehingga tentunya tidak semua atlet berhasil mendapatkan bonus dari pemerintah. Untuk menjaga kekompakan sesama atlet sepak takraw, maka bagi mereka yang memperoleh medali dan memperoleh bonus akan memberikan juga bonus yang diperolehnya kepada teman-teman yang belum berhasil meraih medali. Jumlahnya seikhlasnya dari yang memberikan, sehingga kegembiraan bisa dinikamti bersamasama. Toh mereka satu tim, berlatih bersama, bertanding juga bersama dan tentunya saling mendukung. 3 Membesarkan jiwa atlet ketika mengalami kekalahan Menjadi seorang atlet, meskipun sudah selalu giat dalam berlatih, tetapi dalam pertandingan tidak selalu akan memperoleh kemenangan. Kekalahan pasti pernah dialami karena menang dan kalah dalam sebuah pertandingan olahraga adalah sesuatu yang wajar. Saat memperolah kemenangan tentunya atlet akan merasa gembira. Sebaliknya saat megalami kelalahan, kekecewaanlah yang akan dirasakan oleh seorang atlet. Disinilah peran seorang pelatih sbagai motivator, dimana pelatih harus mampu menghibur dan membesarkan jiwa atlet ketika atlet binaannya mengalami kekalahan dalam pertandingan. Berdasarkan pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para informan, didukung hasil pengamatan langsung serta pengalaman sebagai atlet sepak takraw,dapat dipahami bahwa kesedihan dan kekecewaan tentunya dialami seorang atlet ketika mengalami kekalahan. Disitulah peran pelatih sebagai motivator yang beperan menghibur dan membesarkan jiwa atlet agar tidak terlalu larut dalam kesedihan dan kekecewaan dan sesegera mungkin melupakan kekalahan tersebut untuk kemudian bangkit dan berlatih lebih giat lagi supaya kekalahan yang dialami hari ini bisa berubah menjadi kemenangan di hari dan pertandingan yang akan Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Mc. Donald ( Sardiman, 2011: 74 ) bahwa motivasi ditandai dengan munculnya rasa/ feeling, afeksi Dalam hal ini motivasi relevan dengan persoalan-persoalan kejiwaan, afeksi dan emosi yang dapat menentukan tingkah laku manusia. Penutup 1 Simpulan Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 62 Berdasarkan hal-hal yang disampaikan dalam hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas, dapat disimpulkan beberapa hal yaitu : Peran pelatih sebagai pemimpin dalam pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng adalah : memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang olahraga yang dilatihnya, memiliki keseimbangan emosional, memiliki imajinasi dalam melatih terutama dalam menemukan hal-hal baru dalam progarm latihan, serta memiliki cita rasa humor yang tinggi untuk menjaga kedekatan dengan atlet anak didiknya. Peran pelatih sebagai motivator dalam pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng, meliputi : memberikan contoh-contoh tentang teknikteknik dalam permainan sepak takraw, mampu memberikan pujian kepada atlet anak didiknya ketika atlet tersebut berhasil meraih prestasi, dan mampu membesarkan jiwa atletnya ketika atletnya mengalami kekalahan dalam sebuah 2 Saran-saran Selanjutnya dalam kesempatan ini dapat diberikan beberapa saran terkait peran pelatih dalam pembinaan atlet sepak takraw di Kabupaten Buleleng, yaitu : Hendaknya seorang pelatih selalu berusaha menimba ilmu kepelatihan dan meningkatkan kemampuannya dalam melatih sehingga akan lebih banyak lagi prestasi yang bisa diraih oleh atlet-atlet sepak takraw Kabupaten Buleleng. Seorang pelatih juga harus bisa memposisikan diri sebagai ayah yang mampu mengayomi dan membimbing atlet supaya senantiasa giat dalam berlatih, berperilaku baik di masyarakat serta selalu menjunjung tinggi sprotivitas dalam setiap pertandingan. Locus Majalah Ilmiah Fisip Vol 15 No. 1- Pebruari 2023 | 63 Daftar Pustaka