JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Analisis Tingkat Kesehatan Keuangan dengan Menggunakan Metode RGEC Pada PT. Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Periode 2020-2024 Muhammad Hasan MunAoima1*. Luthfillah Habibia2 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia 1muhammadmunim6396@gmail. *Muhammad Hasan MunAoim1 Received: 21 November 2025. Revised: 25 November 2025. Accepted: 1 Desember 2025 Abstrak Artikel ini bertujuan menilai kondisi kesehatan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk pada periode 2020Ae 2024 melalui pendekatan kuantitatif dengan menerapkan analisis RGEC. Penelitian ini memanfaatkan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan bank serta berbagai referensi pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum. Bank Panin Dubai Syariah berada dalam kategori AuCukup SehatAy. Hal ini ditunjukkan oleh rata-rata peringkat komposit (PK) tahunan yang berada pada kisaran 2,00 hingga 2,50. Komponen Risk Profile dinilai cukup stabil, meskipun sempat mengalami tekanan pada aspek likuiditas. Good Corporate Governance (GCG) konsisten memperoleh penilaian yang baik sepanjang periode penelitian. Namun, komponen Earnings menunjukkan fluktuasi signifikan, terutama pada tahun 2021 yang mencatat nilai negatif pada Return on Equity (ROE). Di sisi lain, komponen Capital menunjukkan kinerja sangat baik dengan rasio Capital Adequecy Ratio (CAR) yang jauh di atas ketentuan minimum regulator. Kata kunci - RGEC. tingkat kesehatan bank. Bank Panin Dubai Syariah. GCG Abstract This article aims to assess the financial health of PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk for the 2020Ae2024 period using a quantitative approach supported by the RGEC analysi. The study relies on secondary data obtained from the bankAos annual financial reports as well as other relevant supporting sources. The results indicate that, in general. Bank Panin Dubai Syariah falls under the AuFairly SoundAy category. This is reflected in the average annual composite rating (CR) which ranges between 2. 00 and 2. The Risk Profile component is considered relatively stable, although it experienced pressure in terms of liquidity. Good Corporate Governance (GCG) consistently received good assessments throughout the study period. However, the Earnings component showed significant fluctuations, particularly in 2021, when Return on Equity (ROE) recorded a negative value. On the other hand, the Capital component demonstrated excellent performance, with a Capital Adequacy Ratio (CAR) far above the minimum regulatory requirement. Keywords - RGEC. bank soundness level. Bank Panin Dubai Syariah. GCG How to Cite : Mun'im. , & Habibi. Analisis Tingkat Kesehatan Keuangan dengan Menggunakan Metode RGEC Pada PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk Periode 2020-2024. Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 328Ae337. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 328 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi PENDAHULUAN Sektor perbankan memiliki peranan yang signifikan dalam perekonomian nasional karena berfungsi sebagai lembaga intermediasi, yaitu pihak yang menghubungkan pemilik dana surplus dengan pihak yang membutuhkan pembiayaan (Fitriano & Sofyan, 2. Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 1998 dijelaskan bahwa bank adalah badan usaha yang menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan kemudian menyalurkannya kembali melalui fasilitas kredit atau skema pembiayaan lainnya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain menjalankan peran sebagai perantara keuangan, bank juga harus menunjukkan kinerja yang baik agar dapat memperkuat dan mempertahankan kepercayaan publik. Kepercayaan ini menjadi modal penting yang mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan perbankan, seperti menabung dan mengajukan pembiayaan, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap pendapatan bank (Azizah & Adelina Citradewi, 2. Di Indonesia, sektor perbankan terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni bank konvensional dan bank syariah. Bank konvensional menjalankan operasinya berdasarkan praktik perbankan umum, sementara bank syariah melaksanakan seluruh aktivitas keuangannya dengan berlandaskan prinsip serta aturan yang sejalan dengan syariat Islam (Rohimah & Mahardhika, 2. Pertumbuhan sektor perbankan syariah di Indonesia terus mengalami tren positif karena semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang transparan dan beretika. Karena itu lah, mengevaluasi kualitas kinerja dan kesehatan bank syariah menjadi aspek yang sangatlah penting, baik oleh regulator, manajemen, investor, maupun masyarakat umum. Salah satu aspek utama dalam menilai kesehatan bank adalah laporan keuangan yang disusun secara periodik dan dipublikasikan oleh pihak bank atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Murtadho & Ridwansyah, 2. PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, sebagai salah satu bank umum syariah (BUS) yang beroperasi di Indonesia, menjadi objek yang menarik untuk dikaji lebih dalam mengenai tingkat Mengingat pentingnya posisi bank ini dalam sistem keuangan syariah nasional, diperlukan evaluasi komprehensif terhadap kinerja keuangannya dalam beberapa periode ini. Hal ini tidak hanya relevan untuk kepentingan internal manajemen bank, tetapi juga penting bagi para pemangku kepentingan. Bank yang sehat tidak hanya mencerminkan stabilitas internal, tetapi juga menjaga kepercayaan eksternal terhadap sistem keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengawasan dan penilaian terhadap tingkat kesehatan bank secara berkala sangat diperlukan (Dinita Mayangsari & Ersi Sisdianto, 2. Dalam hal ini. Bank Indonesia dan OJK sebagai lembaga pengawas memiliki peran strategis dalam memastikan stabilitas sistem perbankan nasional. Meskipun bank syariah terbukti mampu bertahan dalam krisis ekonomi seperti pada tahun 1997, sebagai lembaga keuangan yang tetap berorientasi pada profit, bank syariah tetap menghadapi berbagai risiko yang dapat mempengaruhi eksistensinya di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur yang andal untuk menilai dan mengantisipasi potensi permasalahan sejak dini (Ashuri & Hosen, 2. Salah satu metode yang digunakan untuk penilaian kesehatan bank adalah metode RGEC, yang terdiri dari 4 komponen utama yaitu. Risk Profile. Good Corporate Governance. Earnings, dan Capital (Weli & Tobing, 2. Metode ini diatur dalam POJK No. 4/POJK. 3/2016 mengenai Penilaian Kesehatan Bank Umum serta SEOJK No. 14/SEOJK. 03/2017 yang menwajibkan bank umum untuk melakukan penilaian mandiri atas kodisi kesehatan banknya (Malina et al. , 2. Hal ini juga tertera pada PBI No. 13/1/PBI/2011 yang dirancang untuk memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi perbankan dari berbagai aspek risiko dan tata kelola. RGEC menggantikan metode sebelumnya, dan kini menjadi standar dalam menilai performa bank secara umum (Fadilah, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menilai tingkat kesehatan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk selama periode 2020-2024 menggunakan metode RGEC. Dengan menganalisis data keuangan secara kuantitatif dan objektif, diharapkan temuan dari penelitian ini Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 329 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi dapat menjadi kontribusi nyata dalam memahami posisi dan kinerja bank, serta menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan strategis dalam pengambilan keputusan ke depan. METODE Penelitian ini dilaksanakan pada Bank Panin Dubai Syariah pada rentang tahun 2020-2024, dengan tujuan untuk mengevaluasi tingkat kesehatannya. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang dipublikasikan oleh lembaga terkait, yang selanjutnya diolah dan dianalisis oleh peneliti. Analisis dilakukan melalui analisis laporan keuangan berdasarkan metode RGEC. Seluruh data yang terkumpul diolah secara deskriptif, dengan menampilkan informasi yang bersumber dari laporan keuangan yang diterbitkan oleh Bank Panin Dubai Syariah guna menentukan klasifikasi tingkat kesehatannya sebagai lembaga keuangan. Penelitian ini bertujuan menilai kondisi kesehatan Bank Panin Dubai Syariah berdasarkan metode RGEC. Metode penelitian ini bersifat kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang didapatkan dari berbagai referensi, termasuk studi literatur, jurnal ilmiah, internet, laporan keuangan bank yang bersangkutan, serta sumber literatur lainnya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman menyeluruh mengenai kinerja keuangan dan pengelolaan risiko yang dilakukan oleh PEMBAHASAN Kesehatan Bank Kesehatan bank merupakan elemen dasar dalam menjaga kestabilan ekonomi suatu negara, karena mencerminkan kemampuan bank dalam menjalankan operasional serta memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Saleh et al. , 2. Stabilitas ini penting tidak hanya bagi pemilik, pengelola, serta nasabah, tetapi turut berdampak luas terhadap seluruh sistem ekonomi. Bank Indonesia menilai kinerja bank umum syariah dengan standar yang setara dengan bank konvensional, guna memastikan keseragaman dalam proses evaluasi. Berdasarkan PBI No. 13/I/PBI/2011, evalusi kesehatan bank dilakukan melalui analisis menyeluruh atas kondisi risiko serta kinerja bank. Oleh karena itu, kesehatan bank tidak hanya menunjukkan efisiensi dalam pelaksanaan fungsi perbankan, tetapi juga berfungsi sebagai indikator penting bagi kestabilan ekonomi nasional (Pertiwi, 2. Bank yang sehat ditandai dengan kemampuannya dalam menjaga kepercayaan publik, mendukung pelaksanaan kebijakan moneter, dan menjalankan peran intermediasi secara optimal (Maulida et al. , 2. Evaluasi kesehatan bank mempertimbangkan berbagai faktor yang memengaruhi performa institusi tersebut. Penilaian dilakukan melalui analisis laporan keuangan untuk mengukur sejauh mana bank menerapkan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku, serta efektivitas bank dalam mengelola berbagai risiko. Apabila strategi pertumbuhan bisnis yang diterapkan menyimpang dari prinsip-prinsip tersebut, maka hal itu dapat menimbulkan kerugian dan berdampak negatif terhadap penilaian kesehatan bank (Muhammad Iqbal Surya et al. Penilaian Kesehatan Bank Menggunakan Metode RGEC Pendekatan RGEC mengevaluasi kondisi kesehatan bank melalui empat aspek utama, yaitu Risk Profile. Good Corporate Governance. Earning, dan Capital. Risk Profile Aspek ini mencakup evaluasi terhadap berbagai risiko yang muncul dari segala kegiatan operasional bank serta efektivitas penerapan manajemen risiko (Istia, 2. Penilaian profil risiko mempertimbangkan sepuluh jenis risiko yang dapat memengaruhi kinerja bank, yaitu risiko kredit, kepatuhan, operasional, hukum, investasi, imbal hasil, reputasi, pasar, strategis dan Dalam konteks penelitian ini, fokus diberikan pada dua jenis risiko yang dapat dihitung Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 330 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi secara kuantitatif dan memiliki standar penilaian, yaitu risiko kredit dan risiko likuiditas (Azizah & Adelina Citradewi, 2. Kredit Risiko ini muncul ketika nasabah tidak mampu memenuhi kewajiban pembayarannya kepada bank. Evaluasi terhadap risiko kredit meliputi penelaahan atas komposisi aset, tingkat konsentrasi portofolio, mutu pembiayaan, kecukupan cadangan kerugian, strategi pendanaan, serta berbagai faktor eksternal yang turut berpengaruh. Indikator utama yang digunakan untuk mengukur risiko tersebut adalah Non-Performing Financing (NPF), yaitu rasio yang menggambarkan tingkat pembiayaan bermasalah yang mencakup kategori kurang lancar, diragukan, hingga macet. Semakin rendah nilai NPF, semakin baik kondisi kualitas aset bank. Pengukuran NPF dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: ycAycEya = Kategori yaycyceyccycnyc yaAyceycycoycaycycaycoycaEa y 100% ycNycuycycayco yaycyceyccycnyc Tabel 1 Peringkat NPF Deskripsi Standar NPF Sangat Baik NPF<2% Baik 2% O NPF < 5% Cukup Baik 5% O NPF < 9% Kurang Baik 8% O NPF < 12% Tidak Baik NPF Ou 12% . Likuiditas Risiko likuiditas muncul ketika bank tidak dapat memenuhi kewajiban yang jatuh tempo menggunakan arus kas atau aset likuid berkualitas tinggi yang dapat dicairkan tanpa menimbulkan gangguan terhadap stabilitas keuangannya. Untuk mengukur jenis risiko ini, digunakan indikator berupa rasio Financing to Deposit Ratio (FDR). yang dihitung menggunakan rumus: yayaycI = Kategori yaycycoycoycaEa yaycyceyccycnyc ycUycaycuyci yaycnycayceycycnycoycaycu y 100% ycNycuycycayco yaycaycuyca ycEycnEaycayco yayceycycnyciyca Tabel 2 Peringkat FDR Deskripsi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Standar FDR FDR<75% 75% O FDR < 85% 85% O FDR < 100% 100% O FDR < 120% FDR Ou 120% GCG Dalam ketentuan Self Assessment pada PB) No. 13/1/PBI/2011, penilaian terhadap aspek GCG berfokus pada pengukuran efektivitas manajemen bank dalam menjalankan prinsip-prinsip tata kelola yang baik. Prinsip tersebut meliputi transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, serta fairness. (Suwantria & Riziq, 2. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 331 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi Tabel 3 Peringkat GCG Standar GCG GCG < 1,5 1,5 O GCG < 2,5 2,5 O GCG < 3,5 3,5 O GCG < 4,5 4,5 O GCG O 5 Deskripsi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Earning Rasio rentabilitas, sering juga disebut rasio profitabilitas, berfungsi untuk mengukur tingkat efisiensi serta kemampuan bank dalam menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya. Rentabilitas menjadi indikator penting untuk melihat sejauh mana kinerja bank mampu efektif kinerja bank dalam menciptakan keuntungan (Febrianti & Pratikto, 2. Penilaian aspek ini biasanya dilakukan melalui dua indikator utama, yaitu ROE dan NI. Return on Equity (ROE) ROE merupakan indikator utama yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham dari modal yang telah mereka investasikan. Rasio ini mencerminkan seberapa efisien modal sendiri digunakan untuk menghasilkan keuntungan. ROE dihitung berdasarkan laba bersih setelah pajak dibandingkan dengan total ekuitas. Nilai ROE yang tinggi mencerminkan semakin baik kinerja bank karena menunjukkan bahwa perusahaan mampu memberikan pengembalian yang lebih besar kepada pemilik modal. Untuk menilai rasio ini, kita bisa menghitungnya dengan menggunakan rumus ycIycCya = yaycaycayca ycIyceycyceycoycaEa ycEycaycycayco y 100% ycNycuycycayco ycAycuyccycayco Tabel 4 Peringkat ROE Deskripsi Sangat Baik Baik Cukup Bak Kurang Baik Tidak Baik Kategori Standar ROE ROEOu 20% 12,51% O ROE < 20% 5,01% O ROE < 12,51% 0% O ROE < 5% ROE O 0% . Net Imbalan (NI) Net imbalan merujuk pada keuntungan bersih yang diperoleh bank setelah dikurangi seluruh biaya dan pengeluaran, termasuk pajak, biaya operasional, serta pengeluaran lainnya. Rasio ini memberikan indikasi menyeluruh mengenai jumlah laba bersih yang berhasil diperoleh bank. Perhitungan NI dimanfaatkan untuk menilai kemampuan manajemen dalam menghasilkan keuntungan dari aset-aset produktif yang dikelola, dengan mempertimbangkan pendapatan hasil penyaluran dana setelah dikurangi beban imbal hasil, biaya imbalan, serta bonus tahunan. Untuk menilai rasio ini, kita bisa menghitungnya dengan menggunakan rumus ycAya = ycEyceycuyccycaycyycaycycaycu yaycoycaycayco y 100% ycIycaycyca Oe ycIycaycyca yaycyceyc ycEycycuyccycycoycycnyce Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 332 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi Kategori Tabel 5 Peringkat NI Deskripsi Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Standar NI NIOu 6,5% 2,01% O NI < 6,5% 1,5% O NI < 2% 0% O NI < 1,49% NI O 0% Capital (Moda. Modal merupakan komponen krusial dalam melakukan evaluasi terhadap kondisi kesehatan bank, karena berkaitan langsung dengan kapasitas bank dalam mengembangkan usahanya sekaligus menyerap potensi kerugian yang mungkin timbul (Fitria Asmawati & Lis Setyowati, 2. Dalam konteks analisis keuangan, permodalan memiliki peran penting terhadap kestabilan bank, sebab mencerminkan kemampuan institusi tersebut untuk tumbuh secara Evaluasi aspek permodalan ini biasanya dilakukan melalui rasio CAR atau Capital Adequacy Ratio, yang dapat dihitung menggunakan rumus berikut: yayaycI = Kategori ycNycuycycayco ycAycuyccycayco y 100% yaycyceyc ycNyceycycycnycoycaycaycuyci ycAyceycuycycycyc ycIycnycycnycoycu . aycNycAycI) Tabel 6 Standar CAR Kategori Sangat Baik Baik Cukup Baik Kurang Baik Tidak Baik Standar CAR CAR Ou 12% 9% O CAR < 12% 8% O CAR < 9% 6% O CAR < 8% CAR O 6% Penilaian Peringkat Komposit Tingkat Kesehatan Bank Penetapan peringkat komposit kesehatan bank dilakukan melalui proses evaluasi yang komprehensif dan terstruktur terhadap seluruh unsur penilaian, dengan tetap mengacu pada prinsipprinsip dasar dalam penilaian tingkat kesehatan perbankan. Dalam proses ini, bank juga harus memperhitungkan kemampuannya dalam merespons perubahan signifikan pada kondisi eksternal (Otoritas Jasa Keuangan (OJK), 2. Penilaian ini diterapkan baik pada tingkat individu maupun secara konsolidasi. Peringkat Komposit 1 Menggambarkan bahwa bank berada pada kondisi yang sangat sehat dan memiliki kemampuan tinggi untuk menghadapi tekanan akibat perubahan situasi bisnis maupun faktor Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian terhadap profil risiko, penerapan tata kelola (GCG), tingkat profitabilitas, serta posisi permodalan yang secara keseluruhan menunjukkan kekuatan yang solid. Jika terdapat kekurangan, tidak berdampak signifikan. Peringkat Komposit 2 Menggambarkan bahwa bank berada dalam kondisi sehat dan cukup kuat dalam menghadapi tantangan dari perubahan bisnis serta kondisi eksternal. Faktor-faktor seperti profil risiko. GCG, profitabilitas, serta permodalan memperoleh penilaian yang baik. Kelemahan yang mungkin ada bersifat tidak terlalu signifikan. Peringkat Komposit 3 Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 333 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi Merepresentasikan bank dalam kondisi yang cukup sehat, dengan kemampuan yang cukup dalam menghadapi gangguan dari perubahan eksternal dan bisnis. Secara umum, penilaian terhadap risiko. GCG, profitabilitas, dan modal menunjukkan hasil yang cukup baik. Namun, kelemahan yang ada bersifat signifikan dan bisa mengganggu keberlangsungan usaha apabila tidak segera ditangani oleh manajemen. Peringkat Komposit 4 Mengindikasikan bahwa kondisi bank berada dalam kondisi kurang sehat dan memiliki keterbatasan dalam menghadapi perubahan negatif dari kondisi eksternal dan bisnis. Faktorfaktor seperti risiko. GCG, profitabilitas, dan modal dinilai kurang memadai. Kelemahan yang ada cukup signifikan, tidak tertangani dengan baik, dan berdampak pada kelangsungan usaha Peringkat Komposit 5 Menunjukkan bahwa kondisi bank berada pada level yang tidak sehat dan dinilai tidak mampu mengatasi tekanan yang muncul akibat perubahan lingkungan bisnis maupun faktor Komponen penilaian seperti risiko, tata kelola, tingkat keuntungan, serta permodalan memperlihatkan hasil yang kurang memadai. Kelemahan yang terjadi cukup serius sehingga diperlukan intervensi, seperti tambahan modal atau dukungan dana dari pemegang saham ataupun pihak lain, guna memperbaiki stabilitas keuangan bank. Semakin kecil angka peringkat komposit, semakin sehat kondisi bank. OJK memiliki kewenangan untuk menurunkan peringkat komposit jika ditemukan pelanggaran atau masalah serius yang dapat memengaruhi operasional atau kelangsungan usaha bank. Penilaian Kondisi Kesehatan Bank Panin Dubai Syariah Berdasarkan Metodologi RGEC Periode Tabel 7 Perhitungan Tingkat Kesehatan Bank melalui pendekatan RGEC NPF FDR GCG ROE 3,25% 95,36% 3,65% 2,21% 3,78% 91,84% 9,71%/10,44% 2,78% 3,31% 97,23% 11,51% 3,84% 1,19% 107,56% -31,76% 3,30% 3,38% 111,71% 0,01% 1,19% CAR 21,94% 20,39% 22,71% 25,81% 31,43% Evaluasi Tingkat Kesehatan Bank Menggunakan Pendekatan RGEC Risk Profile Evaluasi terhadap profil risiko dilakukan dengan melihat 2 indikator, yakni NPF) dan FDR. Pada rentang tahun 2020Ae2024, tingkat NPF di Bank Panin Dubai Syariah menunjukkan di angka 1,19% hingga 3,78%. Meskipun terjadi sedikit peningkatan pada tahun 2023, angka ini tetap dalam batas aman sesuai ketentuan OJK (<5%), menandakan kualitas pembiayaan yang terjaga. Sementara itu. FDR bank menunjukkan angka yang cukup tinggi, bahkan melebihi 100% pada tahun 2020 dan 2021. Hal ini menandakan adanya potensi risiko likuiditas, meskipun pada tahun-tahun berikutnya terjadi penurunan ke angka yang lebih proporsional. Secara umum, profil risiko bank dinilai dalam kondisi cukup sehat dengan predikat komposit 2. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 334 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi Good Corporate Governance Walaupun nilai kuantitatif GCG tidak dicantumkan secara rinci, bank secara konsisten memperoleh predikat 2 pada seluruh tahun analisis. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan tata kelola perusahaan sudah cukup baik, dengan pemenuhan prinsip-prinsip syariah, transparansi, akuntabilitas, dan pengendalian internal yang memadai. Earning (Rentabilita. Aspek earning menjadi tantangan tersendiri bagi Bank Panin Dubai Syariah dalam beberapa tahun penelitian. Hal tersebut dapat diamati dari adanya fluktuasi Return on Equity (ROE) yang sempat mencatat angka negatif sebesar -31,76% pada tahun 2021, sebelum kemudian membaik di tahun-tahun berikutnya dan mencapai 11,51% pada tahun 2022. Namun, pada tahun 2024. ROE kembali menurun menjadi 3,65%, menunjukkan bahwa profitabilitas belum sepenuhnya stabil. Net income (NI) juga menunjukkan pola yang sejalan dengan ROE. Dengan nilai NI yang relatif rendah, terutama di tahun 2020 dan 2024, bank masih perlu meningkatkan efisiensi dan kinerja pendapatannya untuk mencapai tingkat profitabilitas yang optimal. Aspek earning secara keseluruhan dinilai pada tingkat cukup sehat hingga kurang sehat, dengan predikat komposit berkisar antara 3 hingga 5. Capital (Permodala. Dari sisi permodalan. Bank Panin Dubai Syariah memperlihatkan performa yang kuat dan stabil. Hal ini dibuktikan dengan rasio CAR secara konsisten tercatat berada jauh di atas batas minimum regulator, dengan nilai tertinggi mencapai 31,43% pada tahun 2020 dan masih bertahan di atas 20% pada tahun 2024. Kondisi ini mencerminkan kemampuan bank dalam menyerap potensi risiko kerugian serta menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Dengan pencapaian CAR yang sangat kuat selama lima tahun berturut-turut, aspek permodalan mendapat predikat sangat sehat (PK = . Rata-rata Predikat Komposit (PK) Tahunan Tabel 8 Rata-Rata PK RGEC Tahunan Tahun Rata-Rata PK 2,50 2,16 2,00 2,00 2,16 Berdasarkan hasil penilaian keseluruhan dengan metode RGEC. Bank Panin Dubai Syariah secara umum berada dalam kategori AuCukup SehatAy. Walaupun sempat mengalami tekanan dari sisi profitabilitas, terutama pada tahun 2021, bank berhasil menjaga stabilitas permodalan dan pengelolaan risiko dengan cukup baik. Tata kelola yang baik dan kualitas pembiayaan yang masih terjaga menjadi fondasi kuat dalam mendukung kinerja jangka panjang. Namun demikian, bank tetap perlu meningkatkan kinerja pendapatannya agar dapat naik ke kategori "Sehat" secara menyeluruh. KESIMPULAN Penelitian menunjukkan bahwa Bank Panin Dubai Syariah selama periode 2020 hingga 2024 berada pada kategori AuCukup SehatAy. Hal tersebut tercerminkan dari perolehan rata-rata penilaian kesehatan bank yang berada di kisaran 2,00 hingga 2,50. Risiko yang dihadapi bank terpantau cukup stabil, walaupun ada sedikit tekanan pada likuiditas. Penerapan GCG menunjukkan kualitas yang baik dan berjalan secara konsisten. Namun, kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan (Earning. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 335 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 MunAoim. Habibi mengalami naik turun, terutama pada tahun 2021 yang mencatat kerugian. Di sisi lain, kekuatan modal milik bank sangatlah baik, dengan rasio permodalan yang melebihi ketentuan minimum dari regulator. Jadi, walaupun bank memiliki manajemen dan modal yang kuat, meningkatkan keuntungan masih menjadi tantangan utama agar kesehatan bank bisa naik ke tingkat AuSehatAy. Daftar Pustaka